• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - Metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - Metrouniv.ac.id"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Namun faktor dominan penyebab perceraian adalah masalah keuangan keluarga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun faktor dominan penyebab perceraian adalah 1) Masalah keuangan keluarga, 2) Kekerasan dalam rumah tangga, Masalah keuangan keluarga, 2) Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tabel 1 Perkara yang Masuk di Pengadilan Agama Kotabumi  Tahu
Tabel 1 Perkara yang Masuk di Pengadilan Agama Kotabumi Tahu

Pertanyaan Penelitian

Pelecehan mental seperti memaki, mengumpat, tidak menyapa dan berbicara sehingga perempuan merasa terasing dan tertekan di rumahnya. Jika perselisihan dan keretakan dalam keluarga tidak dapat didamaikan, maka jalan terakhir adalah perceraian.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Yulia Risa, Penilaian Hukum Faktor Penyebab Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kelas II Kota Solok, 2017.11. 12 Johar Arifin Tingginya kasus perceraian di Pengadilan Agama Pekanbaru dan relevansinya dengan konsep kesetaraan gender, 2017.

LANDASAN TEORI

Perceraian

  • Pengertian Perceraian
  • Dasar Hukum Perceraian
  • Alasan Perceraian
  • Akibat Hukum Atas Putusnya Perkawinan

Cerai Gugat

  • Pengertian Cerai Gugat
  • Dasar Hukum Cerai Gugat
  • Alasan Terjadinya Cerai Gugat
  • Prosedur Cerai Gugat
  • Akibat Hukum Cerai Gugat

11 Yulia Risa Kajian Yuridis Faktor-Faktor Penyebab Gugatan Cerai di Pengadilan Agama Kelas II Kota Solok Tahun 2017, Jurnal Tahun 2017. Johar Arifin dengan judul skripsi Tingginya Angka Gugatan Talak di Pengadilan Agama Pekanbaru dan Relevansinya dengan Konsep persamaan antara perempuan dan perempuan 12. Perceraian yang digugat adalah seorang istri yang menggugat cerai suaminya melalui pengadilan, yang kemudian diadili.

Dalam keadaan tertekan ini, biasanya pihak perempuan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama untuk mengakhiri perkawinannya.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Faktor Dominan Penyebab Persidangan Perceraian Di Pengadilan Agama Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, Agama Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Data dari Pengadilan Agama Kotabumi menunjukkan bahwa sebagian besar kasus yang mereka tangani terkait dengan perceraian sengketa adalah perceraian sengketa. Berdasarkan kasus sengketa cerai yang dibawa ke Pengadilan Agama Kotabumi, pengajuan cerai yang ada didominasi oleh Kabupaten Lampung Utara.

Data dari Pengadilan Agama Kotabumi menunjukkan bahwa pada tahun 2018 terdapat kasus perceraian yang sampai ke Pengadilan Agama. Hal itu berdasarkan data kasus yang masuk di Pengadilan Agama Kotabumi selama 2017-2018. Artinya, harus ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum untuk melanjutkan sengketa perceraian di Pengadilan Agama Kotabumi.

Permasalahan tersebut di atas merupakan alasan yang paling dominan masuknya setiap perkara perceraian yang diajukan di Pengadilan Agama Kotabumi. Angka tersebut menunjukkan faktor dominan penyebab terjadinya gugat cerai di Pengadilan Agama Kotabumi yang relatif rendah dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan data di atas dapat dipahami bahwa perkara perceraian yang paling dominan diperkarakan di Pengadilan Agama Kotabumi adalah permohonan cerai dari masyarakat wilayah Kabupaten Lampung Utara.

TEMUAN HASIL PENELITIAN

Profil Kabupaten Lampung Utara

Sebelum memaparkan gambaran umum Pengadilan Agama Kotabumi, sksn juga memaparkan profil Kabupaten Lampung Utara, karena sedikit banyak latar belakang sosial, budaya, demografi dan agama dapat mendukung berhasil tidaknya suatu program, termasuk masalah mediasi perceraian. kasus sengketa di Pengadilan Agama Kotabumi yang menjadi fokus penelitian ini. Kabupaten Lampung Utara tempat berdirinya Pengadilan Agama Kotabumi merupakan salah satu kabupaten tertua dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang beribukota di Kotabumi. Selama ini Kabupaten Lampung Utara sudah beberapa kali melakukan pemekaran daerah, antara lain Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Way Kanan.

65 Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Buku Resensi Lampung Utara, (Kotabumi: tp, 2017), hal. Kabupaten Lampung Utara berbatasan dengan :. Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat d. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang. Topografi Kabupaten Lampung Utara di sebelah barat berupa daerah perbukitan dengan ketinggian 450-150 m dpl, sedangkan wilayah timur berupa daerah dataran rendah. Mata pencaharian mayoritas penduduk adalah bertani, terutama tanaman tahunan seperti lada, kopi, ubi kayu, kelapa sawit, karet dan tebu.

Secara sosial budaya masyarakat Kabupaten Lampung Utara cukup terbuka dengan pendatang dan memiliki tradisi gotong royong. Tradisi dan adat budaya masih kental dan dipertahankan oleh masyarakat adat Lampung Utara. sebambangan) masih berlaku khususnya di kalangan suku Lampung. Komposisi penduduk Kabupaten Lampung Utara berbeda-beda, tidak hanya suku Lampung, tetapi juga banyak Palembang, Ogan, Jawa, Sunda, Bali, Batak dan sebagainya.

Sejarah dan Dasar Hukum Pengadilan Agama Kotabumi

Sedangkan pada masa penjajahan Belanda, pengadilan agama Islam masih diperbolehkan berjalan, namun banyak intervensi. Salah satunya, dengan lahirnya tahun 1882, bertujuan untuk mempersempit peradilan agama, sehingga memperoleh kewenangan dalam perkara perkawinan. Peradilan Agama di Indonesia telah beberapa kali disebut karena adanya perbedaan adat dan dasar hukum.

144/KMA/SK/VIII/2007 Keterbukaan informasi Semua pengadilan agama harus memiliki situs web untuk publikasi informasi kepada masyarakat yang menawarkan layanan bagi para pencari keadilan.76. Sejarah berdirinya Pengadilan Agama Kotabumi dimulai beberapa bulan sebelum dikeluarkannya Keputusan Pemerintah No. 45 Tahun 1957, tepatnya tanggal 1 Juli 1957 di Kotabumi, oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lampung Utara atas prakarsa tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Sriwijaya kemudian mengeluarkan surat keputusan tertanggal 10 Oktober 1957, nomor KPTS 127/SRW/1957, yang mengangkat langsung presiden dan beberapa pegawai untuk menjalankan tugasnya di Pengadilan Agama Kotabumi.

Pengadilan Agama Kotabumi akhirnya berdiri setelah Surat Keputusan Menteri Agama No. 25 Tahun 1957 tanggal 11 Juni 1957. Pada tanggal 30 Juni 2004 dialihkan atau disubordinasikan kepada Mahkamah Agung sesuai amanat UU No. 4 Tahun 2004 tentang Peradilan Selama ini usia Pengadilan Agama Kotabumi sekitar 60 tahun. Diketahui, berdasarkan perhitungan dalam kurun waktu yang lama, tongkat estafet kepemimpinan Pengadilan Agama Kotabumi mengalami pergantian.

Visi dan Misi Pengadilan Agama Kotabumi

Wewenang Pengadilan Agama Kotabumi

7 Tahun 1989 menjelaskan bahwa Pengadilan Agama mempunyai tugas dan wewenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di dalam wilayah: a. Yaitu Kelurahan Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Tanjung Raja, Abung Barat , Abung Tengah, Abung Kunang, Abung Pekuru, Kotabumi, Kotabumi Utara, Kotabumi Selatan, Abung Selatan, Abung Semuli, Blambangan Pagar, Abung Timur, Abunga Sur, Sungkai Selatan, Sungkai Tengah, Sungkai Bara, Bunga Mayang, Sungkai Jaya, Sungkai Utara , Hulu Sungkai dan Muara Sungkai untuk wilayah di Kabupaten Lampung Utara.

Wilayah Yurisdiksi Pengadilan Agama Kotabumi

Zona I adalah zona yang termasuk kategori dekat dari Kantor Pengadilan Agama Kotabumi, zona II kategori sedang, dan zona III untuk area terjauh.

Struktur Organisasi Pengadilan Agama Kotabumi

Faktor dominan penyebab terjadinya cerai gugat di Pengadilan

Berdasarkan wawancara tanggal 3 Desember 2018 dengan Sdri. Widad, Panitera baru di Pengadilan Agama Kotabumi menjelaskan bahwa pada tahun 2018, Pengadilan Agama Kotabumi menangani sekitar 100 perkara perceraian setiap bulannya. Berdasarkan hasil observasi data perceraian yang diajukan oleh Pengadilan Agama Kotabumi tahun 2018, diperoleh informasi bahwa dari 521 perkara perceraian, faktor perceraian yang paling dominan diajukan. Seperti dalam wawancara tanggal 3 Desember 2018 dengan Sekertaris Hukum Selatan Pengadilan Agama Kotabumi, Sdri. Widad yang mengatakan, terkait kasus perceraian yang tingginya litigasi, kebanyakan penyebabnya biasanya karena perbedaan pendapat.

Perceraian yang digugat harus disertai dengan alasan-alasan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat 2, dalam UU nomor. Pengadilan agama berwenang untuk memutuskan layak atau tidaknya suatu perceraian untuk dilakukan, tentu saja tidak secara langsung memutus gugatan pemohon. Dalam wawancara tanggal 3 Desember 2018 dan beberapa contoh salinan putusan Pengadilan Agama Kotabumi bahwa faktor penyebab perceraian digugat di Pengadilan Agama Kotabumi pada Pengadilan Agama Kotabumi periode 2018 karena masalah.

Dilema maraknya isu cerai yang digugat di Pengadilan Agama khususnya isu cerai yang digugat menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk mencari solusinya. Masih banyak lagi contoh terjadinya cerai gugat di Pengadilan Agama Kotabumi yang ada di Pengadilan Agama Kotabumi dengan berbagai faktor yang melatarbelakanginya, namun dalam hal ini penulis tidak dapat menyebutkannya satu persatu. Terbukti dari empat tahun terakhir, rata-rata jumlah nikah gugat di Pengadilan Agama Kotabumi setiap tahunnya adalah 1170, juga rata-rata 120 cerai gugat dalam setiap tahunnya, artinya hanya 10% cerai gugat. adalah. hanya.

Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Pengadilan Agama Kotabumi, ditemukan beberapa hal berdasarkan hasil observasi, wawancara dan penelaahan data perkara perceraian periode tahun 2018. Perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kotabumi pada masing-masing perkara, dengan porsi 71%, adalah kasus perceraian, yaitu tidak kurang dari 1207 kasus, dan 29%. Fakta yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata persentase perkara perceraian yang disidangkan oleh Pengadilan Agama Kotabumi adalah cerai gugat karena gugatan perempuan terhadap suaminya atau cerai gugat yaitu sebesar 68%.

Dari 165 perkara yang berasal dari Pengadilan Agama Kotabumi, sekitar 120 perkara berupa perkara cerai dan 45 perkara bukan perkara cerai. Sehingga dapat diketahui bahwa kasus perceraian berdatangan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Utara setiap tahunnya. Pengajuan gugatan cerai karena KDRT saat ini tidak begitu dominan di Pengadilan Agama Kotabumi, hanya sekitar 1% atau sebanyak 9 perkara cerai yang digugat sebab.

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dalam perkara gugatan cerai yang masuk di Pengadilan Agama Kotabumi berdasarkan catatan para penggugat, pekerjaan mereka hampir rata-rata sebagai pegawai swasta, buruh pabrik atau lainnya. Berdasarkan rata-rata alasan perceraian karena kesulitan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Faktor penyebab perceraian lainnya adalah sengketa namun tidak mendominasi terjadinya sengketa cerai di Pengadilan Agama Kotabumi karena alasan pengajuan cerai karena masalah kekerasan dalam rumah tangga, krisis moral seperti suami sering mabuk atau penjudi dan karena dari kehadiran pihak ketiga.

PENUTUP

Saran

Pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya baik dari segi kesejahteraan ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja, maupun kesejahteraan rumah tangga dengan memaksimalkan peran lembaga negara yang ada sehingga masalah perceraian dapat dihindari. Kegiatan dakwah dan pendidikan keluarga pranikah yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Penyelesaian Perkawinan dan Perceraian (BP4), KUA Kabupaten Lampung Utara harus lebih siap dan maksimal untuk membekali suami istri dengan pengetahuan tata cara membangun keluarga yang baik. Suami istri tidak perlu terburu-buru dalam mengambil tindakan dengan segera memutuskan bercerai ketika terjadi konflik dalam keluarga.

Diperlukan negosiasi internal keluarga yang damai dengan pendekatan inklusif yang bertujuan untuk mengurangi konflik yang ada dan memulihkan keutuhan kehidupan keluarga. Pasangan suami istri harus menyadari bahwa meskipun perceraian adalah sah, baik menurut agama maupun hukum yang ada, perceraian merupakan perbuatan hukum yang dibenci oleh Allah SWT. Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, Bandung: Pustaka Setia, 2008 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial, Surabaya: Airlangga, 2001 Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Jakarta: Pustaka Amani,.

Rianto Adi, Metodologi Penelitian Sosial Hukum, Jakarta: Granit; 2005 Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah 8, diterjemahkan oleh Muhammad Thalib, “Fiqh.

Gambar

Tabel 1 Perkara yang Masuk di Pengadilan Agama Kotabumi  Tahu
Tabel 2 Perkara yang Masuk di Pengadilan Agama Kotabumi  Tahu

Referensi

Dokumen terkait

Cerai Gugat Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Perceraian adalah putusnya ikatan perkawinann antara suami isteri dalam membina rumah tangga yang uruh, kekal dan abadi