• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Tesis - Unibos

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Tesis - Unibos"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Manfaat Penelitian

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR

Kajian Teori

Dalam KUHP pasal 283 ayat Pasal 1, Yang dimaksud dengan anak di bawah umur adalah orang yang belum berumur tujuh belas tahun. Menurut pasal ini yang dimaksud dengan anak adalah setiap orang yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan, artinya segala kepentingan dalam upaya perlindungan anak dimulai sejak anak tersebut berada dalam kandungan. dalam kandungan dan telah berumur 18 (delapan belas) tahun. .

Pengertian Kekerasan

Tindak kekerasan terhadap anak adalah segala perbuatan yang mempunyai akibat fisik dan psikis yang menimbulkan luka traumatis pada anak, baik yang terlihat dengan mata telanjang maupun yang nyata akibatnya terhadap kesejahteraan fisik dan perkembangan psikis anak.11 Tindakan kekerasan. Kekerasan terhadap anak (penganiayaan anak) dapat didefinisikan sebagai peristiwa kekerasan fisik, mental atau seksual, yang biasanya disebabkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas kesejahteraan anak, yang semuanya berwujud kerugian dan ancaman terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. . anak-anak 16.

Tindak Pidana (Delik)

Menurut Ilyas, tindak pidana adalah setiap perbuatan yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: perbuatan itu dilarang oleh undang-undang (sesuai dengan kata-kata deliknya), bersifat melawan hukum dan tidak mempunyai dasar pembenaran. 19. Keberadaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak merupakan perangkat hukum yang mampu melindungi anak pada khususnya dalam berbagai tindak pidana. 48 Tindak pidana pengekangan kebebasan dilakukan apabila anak melakukan tindak pidana berat atau tindak pidana yang disertai dengan kekerasan.

Yang dimaksud dengan ancaman pidana penjara maksimal bagi orang dewasa adalah ancaman pidana penjara maksimal bagi pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan ketentuan KUHP atau peraturan perundang-undangan lainnya. Undang-undang ini mengatur, apabila tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup, maka pidana penjara paling lama yang dapat dijatuhkan kepada anak adalah 10 tahun. Perkara pidana tambahan diatur dalam Pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, berupa: .. 1) Perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana.

Faktor-Faktor Penyebab Kekerasan Pada Anak

Sementara itu, hanya 2 hingga 3 persen dari seluruh individu merupakan orang tua yang tidak memperlakukan anaknya dengan kekerasan. 51 Orang tua dan orang tua pengganti yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak seringkali terisolasi secara sosial. Misalnya, orang tua tunggal lebih besar kemungkinannya melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibandingkan orang tua utuh.

Sikap orang tua yang tidak menyukai anak, mudah marah dan tidak mampu mengendalikan emosi juga dapat menimbulkan kekerasan pada anak. Orang tua yang melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak merupakan pihak yang mempunyai masalah kesehatan mental. Anak yang menerima hukuman dari orang tuanya dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi antara anak dan orang tuanya.

Bentuk-Bentuk Kekerasan Terhadap Anak

58 Dalam perbincangan ini, ciri-ciri keganasan terhadap kanak-kanak dalam keluarga diklasifikasikan kepada jenis keganasan itu sendiri, tahap keganasan dari ringan kepada teruk dan berulang dan seterusnya memberi kesan kepada kedua-dua kanak-kanak dan keluarga. Pengabaian anak adalah sikap dan tingkah laku ibu bapa yang tidak memberikan perhatian yang secukupnya terhadap proses tumbesaran anak. Eksploitasi kanak-kanak merujuk kepada sikap diskriminasi atau layanan sewenang-wenangnya terhadap kanak-kanak oleh keluarga atau masyarakat.

Krug dkk (2002); mendefinisikannya sebagai berikut: Kekerasan fisik adalah tindakan yang mengakibatkan kerugian fisik melalui interaksi dengan orang tua atau orang yang bertanggung jawab dan mempunyai kekuasaan. Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidaktahuan dalam membesarkan anak, harapan orang tua yang tidak realistis, anak yang tidak diinginkan, anak yang lahir di luar nikah. Orang tua dan ibu pengganti yang melakukan kekerasan terhadap anak sering kali menjadi terisolasi secara sosial.

Faktor-Faktor Penyebab Kekerasan Pada Anak

Anak-anak yang mengalami pelecehan dan kekerasan mungkin akan menjadikan perilaku ini sebagai teladan perilakunya sebagai orang tua. Orang tua dan ibu pengganti yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak biasanya terisolasi secara sosial. Akibat tekanan ekonomi, orang tua mengalami stres jangka panjang, menjadi sangat sensitif dan mudah marah.

Orang tua mungkin memaksa anak mereka untuk bekerja keras, atau menjual anak mereka ke agen prostitusi karena tekanan ekonomi.29. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa inti keluarga khususnya orang tua pada dasarnya mempunyai fungsi pengelolaan sosial, pendidikan, seksual dan ekonomi. Struktur keluarga yang rapuh meliputi ketidakmampuan orang tua dalam membesarkan anaknya dengan sebaik-baiknya, yaitu kurangnya perhatian, kelembutan dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya.

Dampak Kekerasan Anak

Dampak kekerasan fisik dalam rumah tangga terhadap anak, dimana dampak yang dirasakan oleh anak dapat berupa kesakitan fisik yaitu luka, bentol pada badan, memar, namun ada juga dampak yang dirasakan oleh anak yaitu rasa malu. . saat bertemu orang lain. Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak Dari segi kekerasan psikis, ketika anak berada di rumah, muncul kata-kata sulit dalam keluarganya yang seringkali juga dialami oleh anak. Kekerasan ini biasanya diterima anak dalam bentuk verbal, baik kata-kata kasar maupun .-katakan. Dampak yang dirasakan anak-anak atas kekerasan tersebut, anak-anak yang menarik diri dari rumah tangganya, kata-kata kasar yang selalu mereka terima, menjadi kebiasaan mereka berbicara seperti ini.

Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak berupa kekerasan sosial, orang tua dan anak mengalami berbagai macam permasalahan baik secara internal maupun eksternal, sehingga anak dalam keluarganya menjadi terlantar, dampak yang dirasakan anak adalah karena kelalaian orang tua, tanpa peduli akan penelantaran. per tidak memberikan uang kepada anak, kurang perhatian dari orang tua. Kondisi kepribadian anak yang mengalami tindak kekerasan dari orang terdekatnya dapat menimbulkan perilaku yang berbeda-beda. Lebih jauh lagi, jika seorang anak diperlakukan secara bersamaan secara emosional dan fisik atau seksual, maka kehidupan pribadi atau kondisi mental anak tersebut akan menjadi lebih buruk.

Kerangka Pikir

  • Defenisi Operasional

Tindak kekerasan terhadap anak merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pembentukan konsep diri anak. 83 Penganiayaan terhadap anak (kekerasan terhadap anak) adalah setiap perbuatan dengan sengaja yang dapat menimbulkan kerugian atau bahaya terhadap anak dalam bentuk penganiayaan fisik, emosional, pelecehan seksual, atau penelantaran anak. Sedangkan eksploitasi anak merupakan suatu sikap diskriminatif atau perlakuan sewenang-wenang terhadap anak yang dilakukan oleh keluarga atau masyarakat.

Faktor penyebab kekerasan terhadap anak berasal dari lingkungan/masyarakat yaitu faktor eksternal seperti kemiskinan, kecenderungan meniru model kekerasan yang ada di luar diri anak. Faktor penyebab kekerasan orang tua terhadap anak bersumber dari orang tua, seperti perceraian, anak haram, faktor ekonomi dan permasalahan keluarga. Faktor penyebab kekerasan orang tua terhadap anak adalah anak itu sendiri yaitu faktor yang timbul karena meniru atau meniru orang tua, teman, acara televisi, video game, film.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Tipe Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Jenis dan Sumber data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Institusi yang terlibat baik pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan kekerasan terhadap anak di kota Makassar mempunyai peran dan. Semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang perlu ditangani berarti kebutuhan akan sumber daya manusia juga semakin meningkat. Berdasarkan informasi P2TP2A, diperkirakan setiap bulannya rata-rata terjadi 8 kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar.

Jika keluarga tidak harmonis, kekerasan terhadap anak sering terjadi, baik yang dilakukan oleh orang tua maupun saudara kandung. Dalam kondisi seperti itu, anak menjadi rentan menjadi korban kekerasan maupun menjadi pelaku kekerasan terhadap anak lain. Dilihat dari faktor eksternal juga terlihat bahwa kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Makassar bersifat personal dan struktural.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penanganan Terhadap Anak Korban Kekerasan di Kota Makassar

Dinas Sosial merupakan salah satu instansi yang mempunyai peranan yang sangat penting karena Dinas Sosial Kota Makassar dapat menjangkau korban kekerasan terhadap anak. Jika kasus kekerasan terhadap anak cukup serius, biasanya mereka disebut ke pengadilan sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. 97 Selain itu, salah satu lembaga yang secara tidak langsung terkait dengan kasus kekerasan terhadap anak adalah Dinas Kesehatan yang pada umumnya tidak menangani langsung laporan kekerasan terhadap anak.

Pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit lebih banyak menangani kekerasan terhadap anak sebagai korban yang mengalami kekerasan fisik. Peran institusi dalam menanggulangi kekerasan terhadap anak menghadapi banyak kendala. Kendala paling nyata yang dihadapi semua lembaga yang menangani kekerasan terhadap anak adalah tidak semua kasus kekerasan terhadap anak dilaporkan.

Tabel 1. Total Kekerasan Anak di Kota Makassar tahun 2017-Tahun 2020  No  Jenis Kekerasan  Tahun
Tabel 1. Total Kekerasan Anak di Kota Makassar tahun 2017-Tahun 2020 No Jenis Kekerasan Tahun

Akibat Hukum Terhadap Kekerasan Anak di Kota Makassar

Padahal jika dicermati kerjasama lembaga lain, kekerasan terhadap anak perlu ditekan semaksimal mungkin, dan masing-masing lembaga tidak bisa menangani anak korban kekerasan sendirian, karena memerlukan kompetensi pihak lain. institusi. Memang benar, keputusan-keputusan mengenai anak-anak (termasuk pengajaran, bimbingan, pengawasan, program pendidikan dan pelatihan serta pedoman kelembagaan lainnya) harus memastikan bahwa anak-anak diperlakukan dengan cara yang konsisten dengan kesejahteraan mereka dan seimbang dengan situasi. lingkungannya dan melakukan pelanggaran. Petugas polisi yang terlatih merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam menanggapi kejahatan terhadap anak-anak dan konsekuensi dari persyaratan keamanan.

Hasil penelitian kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar menunjukkan F (17 tahun) dipukuli massa karena mencuri bensin, namun pelaku pemukulan tidak diadili. Untuk mengurangi tindakan kekerasan terhadap anak, khususnya dalam keluarga, perlu ditingkatkan upaya perlindungan atau pembelaan korban kekerasan secara hukum melalui peraturan perundang-undangan dan melalui pembentukan atau organisasi lembaga swadaya masyarakat yang dapat membantu anak korban kekerasan dalam rumah tangga. . kekerasan. Faktor penyebab kekerasan terhadap anak di Kota Makassar dari aspek sosial hukum.

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya kekerasan Terhadap Anak di

Berdasarkan data, faktor penyebab kekerasan terhadap anak dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Kurangnya perhatian terhadap anak menyebabkan anak menjadi korban kekerasan atau menjadi pelaku kekerasan terhadap anak lain. Artinya kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam keluarga dan dilakukan oleh orang terdekat.

Keluarga yang tidak harmonis menunjukkan adanya struktur keluarga yang terganggu sehingga mendorong terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Sebagian besar kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan berasal dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan. Dalam hal ini, pengentasan kemiskinan harus dipahami dalam kerangka penghapusan tindakan kekerasan terhadap anak.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penanganan anak korban kekerasan di Kota Makassar melibatkan beberapa institusi terkait yaitu P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), dinas sosial, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, kepolisian, pengadilan. Akibat hukum kekerasan terhadap anak di Kota Makassar adalah ditangani langsung oleh P2TP2A, artinya tidak dirujuk ke pengadilan melalui pembinaan rumah aman, sehingga diutamakan kegiatan preventif. Perkembangan teknologi dan faktor anak itu sendiri, misalnya besarnya rasa ingin tahu anak terhadap kekerasan.

Saran

120, program pengentasan kemiskinan memerlukan adanya kegiatan bimbingan sosial terkait isu kekerasan anak. Utami P N. 2018. Pencegahan kekerasan terhadap anak dari perspektif hak atas rasa aman di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hak Asasi Manusia. Pada tahun 1987 diterima di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia dan memperoleh gelar Sarjana Hukum (SH) pada tahun 1995, setelah itu melanjutkan pendidikan pada program Magister Hukum di Universitas Bosowa Makassar pada tahun 2019 dan memperoleh gelar gelar master. di bidang hukum pada tahun 2021.

Pernah bekerja di PT Intermas Tata Trading dan kemudian di PT Bosowa Mining PT Aneka Pratama Mandiri. Pengalaman berorganisasi yaitu Sekjen Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Soppeng, Ketua Kerjasama Himpunan Pengusaha Marmer Sulawesi Selatan.

Gambar

Tabel 1. Total Kekerasan Anak di Kota Makassar tahun 2017-Tahun 2020  No  Jenis Kekerasan  Tahun

Referensi

Dokumen terkait

DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | SEKRETARIAT DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | SUB BAGIAN PROGRAM KERJA,. PERENCANAAN

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota. Medan

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak - Dinas

02 Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Organisasi : 2. 01 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat

, Perlindungan Anak dan Keluarga Pelatihan/Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan Desa L Terlaksananya Pelatihan 1 kali 2020 40.000.000 APBDesa Pelatihan/Penyuluhan Pemberdayaan

11) Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Program kegiatan bidang urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dilaksanakan oleh SKPD Badan

Organisasi : 1.06.2.08.0.00.02.0000 DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Unit : 1.06.2.08.0.00.02.0000 DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN

Belanja Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, DAN