• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS IX MTs DDI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS IX MTs DDI "

Copied!
110
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Beberapa Metode dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Yang dimaksud dengan metode pembelajaran adalah ungkapan keberhasilan pendidik bersama peserta didik dalam proses pembelajaran. 2.1.1.2.4 Mengajarkan siswa bagaimana melakukan diskusi yang baik untuk mendefinisikan atau memecahkan suatu masalah. Suatu cara penyajian materi pembelajaran dengan meminta siswa meniru apa yang dikatakan guru.

2.1.1.4.2 Memberikan rangsangan kepada siswa untuk melatih dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbicara dan keaktifan dalam menjawab pertanyaan. 2.1.1.4.2 Pertanyaan yang diajukan siswa disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa agar dapat memahami pertanyaan yang diajukan. 2.1.1.4.3 Memerlukan banyak waktu, terutama ketika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.

Metode Drill (Latihan)

Metode tanya jawab adalah penyajian pelajaran berupa pertanyaan yang harus dijawab, dari pendidik ke peserta didik dan dari peserta didik ke pendidik. 2.1.1.4.1 Pertanyaan membuat siswa tenang, fokus dan terjaga dalam pusat perhatian, sehingga tidak tertidur dan membuat kelas tidak ribut. 2.1.1.4.1 Siswa merasa takut dan kurang percaya diri karena takut melakukan kesalahan, apalagi jika guru bersikap tegas dan menciptakan suasana tegang.

Selain itu, metode ini juga dapat digunakan untuk memperoleh ketangkasan, ketelitian, kesempatan, keterampilan dan mengubah sikap siswa dengan cara tertentu. Suatu latihan yang dilakukan dengan cara tertentu yang dianggap baik dan sesuai sehingga tidak dapat diubah, umumnya mencatat keterampilan yang diperoleh siswa, yang merupakan kebiasaan yang kaku atau keterampilan yang salah, sehingga siswa jika keadaannya berubah akan memiliki kesulitan besar beradaptasi atau tidak mampu mengubah cara berolahraga untuk mengatasi kondisi lain. Untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab yang telah dirumuskan, seorang pendidik harus mengetahui berbagai metode atau keterampilan dalam mengajar agar pembelajaran yang dilakukan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Dimana pada saat pembelajaran bahasa arab, guru menerapkan metode drill kepada siswa, sehingga dari hasil penerapan dapat ditarik kesimpulan apakah metode yang digunakan guru efektif atau tidak efektif. Dengan kata lain, penerjemahan dapat dipahami sebagai proses pengalihan bahasa asing/bahasa kedua ke bahasa asli atau sebaliknya. Mentransfer dari bahasa asing ke bahasa ibu atau sebaliknya adalah “mengalihkan isi atau makna bahasa itu ke bahasa sasaran (kata, kalimat, dan wacana) yang dapat menampung isi atau makna bahasa aslinya, tanpa terikat oleh kata , , fitur dan aturan bahasa aslinya.

Jakobson membedakan tiga jenis terjemahan tertulis yang sangat penting, yaitu 1) Terjemahan intralingual, yaitu terjemahan ke dalam bahasa yang sama, dalam bentuk reformulasi atau parafrase. Pendidikan muthala'ah bertujuan untuk: 1) Melatih siswa dalam membaca huruf arab dan Al Quran dengan memperhatikan tanda baca, misalnya tanda baca dhammah. Di Indonesia kitab semacam ini dikenal dengan sebutan "Kitab Kuning", atau kitab gundul, karena ditulis dalam bahasa Arab tanpa tanda/karakter (tanpa tanda baca lengkap).

Secara umum, tujuan akhir pembelajaran membaca adalah agar siswa memiliki keterampilan membaca dan memahami teks bahasa Arab, baik yang dipelajarinya maupun yang ada dalam kehidupan nyata.

Hasil Penelitian yang Relevan

Dengan temuan bahwa penggunaan metode drill dalam meningkatkan hasil belajar siswa meningkat dibandingkan dengan metode ceramah. Kaitannya dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode drill, dan perbedaan penelitian terletak pada jenis penelitian dan variabel dari kedua penelitian yang mengkaji motivasi belajar siswa. Ansar, NIM Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Tarbiyah dan Madrasah Adab Parepare bertajuk.

Pengaruh Penguasaan Mufradat terhadap Kemampuan Terjemahan Santri Kelas XI Pesantren Nahdatul Ulum Soreang Maros. Penelitiannya menggunakan penelitian survey dan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan hasil penelitian bahwa penguasaan kosakata yang memadai dapat mempengaruhi keterampilan penerjemahan. Kaitannya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti kemampuan penerjemahan siswa, sedangkan perbedaannya terletak pada jenis penelitian dan variabel pertama yang meneliti pengaruh penguasaan mufradat siswa.

Lukmanul Hakim, Jurusan NIM Program Studi Pendidikan Bahasa Arab SMA Islam Negeri Tarbiyah dan Adab Parepare berjudul “Grammar dan Metode Tarjam Serta Pengaruhnya Terhadap Keterampilan Membaca Buku Bahasa Arab Daras Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Darud Da’wah Wal- Irsyad (DDI) ) Kecamatan Ujung di Lanrisang, Kabupaten Pinrang Penelitiannya menggunakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan hasil metode penelitian gramatikal dan tipikal yang berdampak sangat signifikan pada penelitian yang saya lakukan ini sama-sama mengecek keterampilan menerjemahkan/membaca siswa , dan perbedaannya terletak pada jenis penelitian dan variabel pertama yang meneliti tata bahasa dan metode pengajaran.

Dari persamaan dan perbedaan penelitian Fatmah, Ansar dan Lukmanul Hakim dengan penelitian ini, menjadi bukti bahwa penelitian ini hanyalah hasil karya dan jerih payah peneliti sendiri tanpa meniru atau menjiplak peneliti.

Kerangka Pikir

Hipotesis Tindakan

METODE PENELITIAN

  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Desain dan Prosedur Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Data yang dianalisis berupa hasil belajar dan kinerja siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil kegiatan refleksi digunakan untuk mengkaji pencapaian tujuan penelitian yaitu pengakuan peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu, proses pengajaran yang diberikan dengan menerapkan metode pelatihan diharapkan dapat mengatasi lemahnya kemampuan siswa dalam menerjemahkan teks bahasa Arab.

Untuk memperoleh data tentang keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab digunakan lembar observasi yang dinilai selama proses belajar mengajar. Persentase tersebut menunjukkan bahwa nilai tes siswa mengalami peningkatan yang jauh lebih baik dari hasil tes siklus I, dengan kategori sangat baik sebesar 39%, baik 17% dan cukup 44%. Kondisi kemampuan siswa sebelum pembelajaran dengan metode drill kurang baik, dilihat dari hasil tes sebelum menggunakan metode drill dan juga dapat kita bandingkan dengan hasil tes setelah siklus.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penyajian dan Interpretasi Data

Guru memberikan latihan diagnostik yaitu untuk mengetahui kekurangan siswa kemudian melakukan perbaikan agar dapat lebih sempurna. Penilaian dilakukan pada akhir siklus dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk dikerjakan yaitu berupa soal esai bernomor lima. Persentase tersebut menunjukkan bahwa hasil tes siswa mengalami penyimpangan dari hasil tes pra tindakan dengan kategori cukup sebesar 50%, minus 28% dan sangat minus 22%.

Hasil siklus I dapat dijadikan acuan untuk lebih mendukung siswa dalam mengatasi keterampilan penerjemahan yang kurang baik pada siklus berikutnya. karena pada siklus I siswa tingkat kemampuan menerjemahkan masih lemah dan rendah. Berdasarkan data hasil belajar siklus I dengan menggunakan metode pelatihan diketahui bahwa hasil tes siklus I siswa dan hasil observasi siklus I masih ada yang kurang meskipun hasil belajar siklus I mengalami peningkatan, namun tidak sebesar mengharapkan. Observasi dan tes yang diberikan pada siklus I, pendidik melakukan perbaikan kekurangan pada siklus I yang akan dilakukan pada siklus II.

Kelemahan utama Siklus I adalah siswa masih malu untuk mengungkapkan pendapatnya dan masih sangat kaku terhadap arahan guru. Jadi pendidik melaksanakan pembelajaran dengan cara asosiasi yaitu menamai kata-kata kemudian memerintahkan siswa untuk mengulanginya secara bersamaan dan mengajukan pertanyaan dan jawaban secara individu kepada siswa. Guru memberikan latihan diagnostik yaitu untuk mengetahui kekurangan siswa kemudian melakukan perbaikan sehingga dapat menjadi lebih sempurna.

Penilaian dilakukan pada akhir siklus dengan memberikan pertanyaan kepada siswa untuk dikerjakan yaitu berupa lima soal esai. Dari data tabel 4.7 Tabel Soal dan Tabel 4.8 Tabel Hasil Tes Siswa Siklus II terlihat pada siklus II hasil pada Tabel 4.8 dengan kategori sangat baik sebesar 50%, baik 28% dan cukup 22%. Persentase Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa siklus II mengalami banyak peningkatan dibandingkan dengan siklus I dari 10 kegiatan yang diamati selama proses pembelajaran, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 10 kegiatan observasi.

Berdasarkan data hasil belajar siklus II dengan menggunakan metode drill, hasil tes siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat drastis dan diharapkan dengan metode drill dapat mengatasi kemampuan siswa yang kurang baik dalam menerjemahkan teks bahasa Arab.

Pembahasan

Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa aktivitas pendidik dan siswa sebelum memulai pelajaran mengucapkan salam, berdoa dan memotivasi siswa untuk belajar bahasa Arab 100%, siswa sering berbicara bahasa Arab selama proses pembelajaran 39%, siswa fokus 100% selama pembelajaran. proses, siswa melaksanakan tugas yang diberikan pendidik 100%, siswa sering bertanya selama proses pembelajaran 67%, siswa sering menjawab pertanyaan guru selama proses pembelajaran 72%, siswa antusias mengikuti pembelajaran 100%, siswa memberikan umpan balik terhadap materi menyediakan 67%. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa aktivitas pendidik dan siswa sebelum memulai pelajaran mengucapkan salam, berdoa dan memotivasi siswa untuk belajar bahasa Arab 100%, siswa sering berbicara bahasa Arab selama proses pembelajaran 67%, fokus siswa selama proses pembelajaran 100 %, siswa melaksanakan tugas yang diberikan oleh pendidik 100%, siswa sering bertanya selama proses pembelajaran 83%, siswa sering menjawab pertanyaan dari pendidik selama proses pembelajaran 83%, siswa antusias mengikuti pembelajaran 100%, siswa memberikan tanggapan terhadap materi memberikan 89%, siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran 89% dan Pendidik serta siswa menyimpulkan materi yang dipelajari 67%. Selanjutnya guru menguraikan kembali secara sederhana sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, hal ini dilakukan berkali-kali tetapi tidak menghabiskan banyak waktu asalkan berkesinambungan.

Namun sebelum menggunakan metode drill terlebih dahulu dilakukan tes kemampuan terjemahan teks bahasa Arab dengan skor persentase 53% dengan 9 subjek cukup, 5 kurang dan 4 sangat kurang. Penelitian dengan menggunakan metode drilling dapat mengatasi permasalahan siswa yang mengalami kesulitan dalam menerjemahkan teks bahasa Arab dengan meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari kitab-kitab klasik. Hasil dari penelitian ini adalah tambahan wawasan atau kesadaran bahwa metode drill dapat mengatasi kelemahan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam hal sentuhan, dalam tugas yang diberikan dan penggunaan metode ini dalam pembelajaran.

Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu memahami dan menterjemahkan teks bahasa Arab serta dapat berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan pendidik dan teman dalam bahasa Arab tentang قْيِرَحْلا. Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu memahami dan menerjemahkan teks bahasa Arab serta dapat berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan pendidik dan teman dalam bahasa Arab tentang رَّشلاِت ُّرَّشلا.

PENUTUP

Saran

Bacalah dengan seksama teks bahasa Arab dan soal-soal di bawah ini dan beri tanda silang (X) di samping jawaban yang dianggap tepat.

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya, pendidik menentukan skor awal (dasar) dengan mengadakan tes pengetahuan awal sebelum peserta didik menerima materi pelajaran. Kemudian pendidik menyiapkan

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik

pendidik untuk:.. a) Semakin memahami peserta didik. b) Bersedia mendampingi perkembangan peserta didik. c) Pendidik dapat menyajikan materi ajarnya dengan lebih baik. d)

Creativity Melalui Grup Telegram/Whatsapp Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal- hal yang telah dipelajari terkait Pembelajaran Kosa Kata Tentang Kejadian

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik

Buku teks pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang diterbitkan Kementerian Agama merupakan buku wajib bagi peserta didik dan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di

Peserta didik juga banyak di antaranya tidak menyukai pembelajaran bahasa Arab dan itu yang membuat kedisiplinan peserta didik kurang, Akhirnya kami sebagai guru sulit dalam