KOMBINASI BISNIS
KOMBINASI BISNIS
Oleh: Tri Widiastuty SE., Ak., M.Si., CA
Referensi
• Martani, Dwi, Taufik Hidayat, Agustin Setya Ningrum, Teguh Maulana. 2021. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
Pembahasan
• Latar belakang
• Kombinasi bisnis dan pengendalian
• Akuntansi kombinasi bisnis
• Penyajian dan pengungkapan kombinasi
bisnis
Latar Belakang
Motivasi Kombinasi Bisnis Motivasi Kombinasi Bisnis
• Menjadikan entitas lebih besar
• Menghinndari pengambilalihan oleh entitas lain
• Mensinergikan sumber daya yang dimiliki
• Kompensasi yang diterima manajemen terkadang dikaitkan dengan ukuran perusahaan
• Meningkatkan kebanggaan entitas
• Menjadikan entitas lebih besar
• Menghinndari pengambilalihan oleh entitas lain
• Mensinergikan sumber daya yang dimiliki
• Kompensasi yang diterima manajemen terkadang dikaitkan dengan ukuran perusahaan
• Meningkatkan kebanggaan entitas
Keuntungan Kombinasi Bisnis Keuntungan Kombinasi Bisnis
• Imbal hasil lebih besar kepada pemegang saham dibandingkan pada saat entitas belum melakukan kombinasi bisnis
• Imbal hasil lebih besar kepada pemegang saham dibandingkan pada saat entitas belum melakukan kombinasi bisnis
Latar Belakang
Pengembangan Bisnis Pengembangan Bisnis
• Pengembangan bisnis internal (1. pembentukan entitas baru -- > memperluas pasar / jaringan, 2. Spin off – pemisahan 1 unit/divisi menjadi entitas tersendiri, 3. Restrukturisasi entitas sepengendali)
• Pengembangan bisnis eksternal (membeli/mengakuisisi entitas lain di luar entitas)
Aspek Etika dalam Kombinasi Bisnis Aspek Etika dalam Kombinasi Bisnis
• Contoh kasus Enron di mana perusahaannya dibubarkan tahun 2001. Enron mendirikan banyak entitas baru (Special Purpose Entity –SPE) dalam bisnisnya yang dirancang melakukan transaksi fiktif yang sulit untuk dilacak sehingga menghasilkan laba tinggi namun sebenarnya laba tersebut dimanipulasi.
• Pembentukan SPE menyembunyikan utang perusahaan sehingga tidak terlihat nominal sebenarnya
Latar Belakang
Jenis Kombinasi Bisnis : Jenis Kombinasi Bisnis :
Integrasi vertikal (melakukan akuisisi entitas yang memiliki hubungan pemasok /distribusi)
Integrasi vertikal (melakukan akuisisi entitas yang memiliki hubungan pemasok /distribusi)
Integrasi horizontal (melakukan akuisisi entitas yang menghasilkan produk sejenis atau produk yang berkaitan)
Integrasi horizontal (melakukan akuisisi entitas yang menghasilkan produk sejenis atau produk yang berkaitan)
Konglomerasi (melakukan akuisisi entitas yang tidak memiliki hubungan dengan entitas)
Konglomerasi (melakukan akuisisi entitas yang tidak memiliki hubungan dengan entitas)
Bentuk Entitas
• Menggabungkan 2/lebih entitas di mana entitas yang diakuisisi dibubarkan serta semua aset dan liabilitasnya diambil alih pihak yang mengakuisisi
• A+B = A/B
• Menggabungkan 2/lebih entitas di mana entitas yang diakuisisi dibubarkan serta semua aset dan liabilitasnya diambil alih pihak yang mengakuisisi
• A+B = A/B Merger
Merger
• Membentuk satu entitas baru yang akan mengambil alih semua aset dan liabilitas entitas yang bergabung.
• A + B = C
• Membentuk satu entitas baru yang akan mengambil alih semua aset dan liabilitas entitas yang bergabung.
• A + B = C Konsolidasi
Konsolidasi
• Membeli kepemilikan entitas yang diakuisisi namun entitas yang diakuisisi tetap berdiri hanya dikendalikan oleh entitas pengakuisisi
• Membeli kepemilikan entitas yang diakuisisi namun entitas yang diakuisisi tetap berdiri hanya dikendalikan oleh entitas pengakuisisi
Akuisisi (Stock acquisition) Akuisisi (Stock
acquisition)
Metode Akuntansi
Masing-masing pihak menyatukan kepentingan bisnisnya sehingga tidak perlu penilaian ulang aset dan liabilitas entitas yang bergabung
Metode pooling of interest Metode pooling of
interest
• Dasar pencatatannya adalah nilai buku dari entitas yang bergabung (PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali)
Pembelian atau akuisisi Metode purchase
Metode purchase
• Dasar pencatatannya adalah nilai wajar pada tanggal akuisisi karena kombinasi bisnis dianggap sebagai pembentukan entitas baru (PSAK 22 Kombinasi Bisnis)
• Dasar pencatatan pada metode ini menimbulkan goodwill
Standar Akuntansi Kombinasi Bisnis
PSAK 22 saat ini, penggabungan usaha hanya menggunakan metode pembelian atau yang sekarang disebut metode akuisisi. Metode penyatuan kepentingan tidak diperkenankan.
Goodwill yang terjadi tidak lagi diamortisasi tetapi diturunkan nilainya sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 48 Penurunan Nilai. Jika terjadi goodwill negative akan diakui sebagai pendapatan pada tanggal akuisisi
PSAK 22 saat ini, penggabungan usaha hanya menggunakan metode pembelian atau yang sekarang disebut metode akuisisi. Metode penyatuan kepentingan tidak diperkenankan.
Goodwill yang terjadi tidak lagi diamortisasi tetapi diturunkan nilainya sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 48 Penurunan Nilai. Jika terjadi goodwill negative akan diakui sebagai pendapatan pada tanggal akuisisi
Restrukturisasi entitas sepengendali (RES) diatur dalam PSAK 38 Kombinasi Bisnis Enitas
Sepengendali. RES adalah kombinasi bisnis yang semua entitas atau bisnis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik sebelum maupun sesudah kombinasi bisnis) dan pengendaliannya tidak bersifat sementara.
Restrukturisasi entitas sepengendali (RES) diatur dalam PSAK 38 Kombinasi Bisnis Enitas
Sepengendali. RES adalah kombinasi bisnis yang semua entitas atau bisnis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik sebelum maupun sesudah kombinasi bisnis) dan pengendaliannya tidak bersifat sementara.
Kombinasi Bisnis dan Pengendalian
• Menurut PSAK 65, investor mengendalikan investee Ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee
• Ada 3 komponen utama harus dipertimbangkan dalam menilai adanya pengendalian:
1. Investor memiliki kekuasaan atas investee
2. Investor terekpos atau memiliki hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee 3. Investor memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee
Contoh:
Investor A adalah pemegang saham mayoritas pada investee B (investor A punya kekuasaan atas investee B dari hak suara yang dimilikinya-punya hak sebagai pengendali).
Investor C memiliki seluruh obligasi investee B (investor C tidak punya hak suara dan hak sebagai pengendali, obligasi tidak memiliki hak suara dan imbal hasil/bunga bersifat tetap)
Identifikasi Kombinasi Bisnis
Dalam melakukan pencatatan transaksi kombinasi bisnis PSAK 22, mengharuskan menggunakan metode akuisisi, karena itu disyaratkan melakukan hal-hal berikut:
Dalam melakukan pencatatan transaksi kombinasi bisnis PSAK 22, mengharuskan menggunakan metode akuisisi, karena itu disyaratkan melakukan hal-hal berikut:
• Mengidentifikasi pihak pengakuisisi
• Menentukan tanggal akuisisi
• Mengakui dan mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan non pengendali pihak yang diakuisisi
• Mengakui dan mengukur goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon
Akuntansi Kombinasi Bisnis
Pengakuan dan Pengukuran Aset dan Liabilitas
• Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi (PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar)
• Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi (PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar)
Biaya transaksi • Biaya ini mencakup biaya makelar, advis, hukum, akuntansi, penilaian, dan biaya professional konsultasi lainnya
• Biaya ini mencakup biaya makelar, advis, hukum, akuntansi, penilaian, dan biaya professional konsultasi lainnya
Imbalan yang dialihkan • Imbalan dalam kombinasi bisnis dapat berupa kas, aset non kas lainnya, efek utang, atau efek ekuitas yang diterbitkan oleh pihak pengakuisisi
• Imbalan dalam kombinasi bisnis dapat berupa kas, aset non kas lainnya, efek utang, atau efek ekuitas yang diterbitkan oleh pihak pengakuisisi
Goodwill
• Aset yang diklasifikasikan sebagai aset tak berwujud. Goodwill ini muncul saat mengakuisisi entitas lain
• Terjadi jika harga perolehan dari entitas yang diakuisisi lebih tinggi dari nilai wajarnya.
• Aset yang diklasifikasikan sebagai aset tak berwujud. Goodwill ini muncul saat mengakuisisi entitas lain
• Terjadi jika harga perolehan dari entitas yang diakuisisi lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Akuntansi Kombinasi Bisnis
Goodwill = (imbalan yang dialihkan + kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi + kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi) – aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
1. Merger : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa kas
PT Permata mengalihkan imbalan senilai Rp 352 jt untuk mengakuisisi aset neto PT Samara. PT Permata mengeluarkan Rp 20jt untuk biaya
legal. Goodwill dapat dihitung sbb:
Imbalan yang dialihkan Rp 352.000.000 Kepentingan yang dimiliki sebelumnya -
Kepentingan non pengendali -
Jumlah Rp 352.000.000
Aset neto teridentifikasi Rp 280.000.000*
Goodwill Rp 72.000.000
*Nilai wajar aset– liabilitas = 630.000 – 110.000 – 240.000 (dalam 000)
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
Lanjutan Merger : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa kas
Beban Rp 20.000.000,-
Kas Rp 20.000.000,-
31 Des 2020: (mencatat akuisisi aset neto)
Kas Rp 40.000.000,-
Piutang Usaha Rp 70.000.000,- Persediaan Rp 100.000.000,-
Tanah Rp 120.000.000,-
Bangunan dan Mesin Rp 300.000.000,-
Goodwill Rp 72.000.000,-
Utang usaha Rp 110.000.000,- Utang wesel Rp 240.000.000,-
Kas (imbalan yang dialihkan) Rp 352.000.000,-
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
2. Merger : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa non kas
PT Permata mengalihkan imbalan senilai Rp 352 jt untuk mengakuisisi aset neto PT Samara. PT Permata mengeluarkan Rp 20jt untuk biaya legal. ‘Goodwill dapat
dihitung sbb:
Imbalan yang dialihkan Rp 352.000.000
Kepentingan yang dimiliki sebelumnya - Kepentingan non pengendali -
Jumlah Rp 352.000.000
Aset neto teridentifikasi Rp 280.000.000*
Goodwill Rp 72.000.000
*Nilai wajar aset– liabilitas = 630.000 – 110.000 – 240.000 (dalam 000)
PT Permata menerbitkan 11.000 lembar saham biasa sebagai imbalan yang dialihkan atas akuisisi tersebut. Nilai wajar saham PT Permata adalah Rp 32.000/lembar. Atas penerbitan saham tersebut, PT Permata juga membayar biaya
penerbitan saham senilai Rp 30.000.000.
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
Lanjutan Merger : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa non kas
Beban Rp 20.000.000,-
Beban Tangguhan Rp 30.000.000,-
Kas Rp 20.000.000,-
31 Des 2020: (mencatat akuisisi aset neto)
Kas Rp 40.000.000,-
Piutang Usaha Rp 70.000.000,-
Persediaan Rp 100.000.000,-
Tanah Rp 120.000.000,-
Bangunan dan Mesin Rp 300.000.000,-
Goodwill Rp 72.000.000,-
Utang usaha Rp 110.000.000,- Utang wesel Rp 240.000.000,-
Saham biasa (Rp 20.000 x 11.000) Rp 220.000.000,- Tambahan modal disetor (352jt-220jt-30jt) Rp 102.000.000,- Beban tangguhan Rp 30.000.000,-
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
3. Akuisisi Saham : Imbalan berupa kas
PT Permata mengalihkan imbalan senilai Rp 352 jt untuk mengakuisisi aset neto PT Samara. PT Permata mengeluarkan Rp 20jt untuk biaya legal. ‘Goodwill dapat
dihitung sbb:
Imbalan yang dialihkan Rp 352.000.000
Kepentingan yang dimiliki sebelumnya - Kepentingan non pengendali -
Jumlah Rp 352.000.000
Aset neto teridentifikasi Rp 280.000.000*
Goodwill Rp 72.000.000
*Nilai wajar aset– liabilitas = 630.000 – 110.000 – 240.000 (dalam 000)
PT Permata mengakuisisi seluruh saham biasa PT Samara dengan membayar tunai Rp 352.000.000. Atas akuisisi tersebut, PT Samara tetap beroperasi dan tidak
dibubarkan.
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
Lanjutan Akuisisi Saham : Imbalan berupa kas
Beban Rp 20.000.000,-
Kas Rp 20.000.000,-
31 Des 2020: (mencatat akuisisi saham)
Investasi pada PT Samara Rp 352.000.000,-
Kas Rp 352.000.000,-
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
4. Konsolidasi : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa kas
PT Mandiri mengalihkan imbalan senilai Rp 1,8 M untuk mengakuisisi aset neto PT Permata dan PT Samara. PT Mandiri mengeluarkan Rp 40jt untuk biaya legal.
Goodwill dapat dihitung sbb:
Imbalan yang dialihkan Rp 1.800.000.000 Kepentingan yang dimiliki sebelumnya -
Kepentingan non pengendali -
Jumlah Rp 1.800.000.000
Aset neto teridentifikasi Rp 1.660.000.000*
Goodwill Rp 140.000.000
*Nilai wajar aset– liabilitas = 1.860.000 + 630.000 – 170.000 – 310.000 – 110.000 – 240.000 (dalam 000)
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
Lanjutan Konsolidasi : Akuisisi Aset Neto-Imbalan berupa kas
Beban Rp 40.000.000,-
Kas Rp 40.000.000,-
31 Des 2020: (mencatat akuisisi aset neto)
Kas Rp 520.000.000,-
Piutang Usaha Rp 350.000.000,- Persediaan Rp 400.000.000,-
Tanah Rp 320.000.000,-
Bangunan dan Mesin Rp 900.000.000,-
Goodwill Rp 140.000.000,-
Utang usaha Rp 280.000.000,- Utang wesel Rp 550.000.000,-
Kas (imbalan yang dialihkan) Rp 1.800.000.000,-
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
5. Merger : Akuisisi Aset Neto – Pembelian Diskon
PT Permata mengalihkan imbalan senilai Rp 250 jt untuk mengakuisisi aset neto PT Samara. PT Permata mengeluarkan Rp 20jt untuk biaya
legal. Pembelian diskon dapat dihitung sbb:
Imbalan yang dialihkan Rp 250.000.000 Kepentingan yang dimiliki sebelumnya -
Kepentingan non pengendali -
Jumlah Rp 250.000.000
Aset neto teridentifikasi Rp 280.000.000*
Pembelian diskon Rp 30.000.000
*Nilai wajar aset– liabilitas = 630.000 – 110.000 – 240.000 (dalam 000)
Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis
Lanjutan Merger : Akuisisi Aset Neto – Pembelian Diskon
Beban Rp 20.000.000,-
Kas Rp 20.000.000,-
31 Des 2020: (mencatat akuisisi aset neto)
Kas Rp 40.000.000,-
Piutang Usaha Rp 70.000.000,- Persediaan Rp 100.000.000,-
Tanah Rp 120.000.000,-
Bangunan dan Mesin Rp 300.000.000,- Utang usaha Rp 110.000.000,- Utang wesel Rp 240.000.000,-
Kas (imbalan yang dialihkan) Rp 250.000.000,- Keuntungan pembelian diskon Rp 30.000.000,-
Penyajian dan Pengungkapan Kombinasi Bisnis
Penyajian Penyajian
• Pada akuisisi aset neto, aset dan liabilitas pihak yang diakuisisi termasuk goodwill yang timbul yang akan digabungkan dengan aset dan liabilitas pihak pengakuisisi disajikan dalam laporan keuangan pihak
pengakuisisi.
• Pada akuisisi saham, pihak pengakuisisi hanya mengakui saldo investasi sebagai representasi atas aset dan liabilitas termasuk goodwill yang timbul saat akuisisi. Perlu ada prosedur konsolidasi di kemudian hari.
Pengungkapan Pengungkapan
• Berdasarkan PSAK 22, pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi memungkinkan pengguna laporan keuangan agar dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi, baik selama periode pelaporan berjalan ataupun setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan