SEJARAH KERAJAAN SINGASARI
Kelompok 4
Anggota kelompok
1.ahmad dzaki ramadhan 2.arya anggara
3.laila tsabitha
4.muhammad zhafif irdam 5.rastina
6.siti gerhana sari
Singhasari atau Singasari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222.
Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singasari, Malang. Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah
Kerajaan Tumapel.
Latar Belakang
Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama
Kutaraja. Pada tahun 1253, Raja Wisnuwardhana
mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi
Singhasari.
Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada daripada nama Tumapel. Maka Kerajaan Tumapel pun
terkenal pula dengan nama kerajaan Singasari.
nama Tumapel juga muncul dalam kronik cina dari dinasti Yuan dengan ejaan tu-ma-pan. menurut Pararaton Tumapel semula
hanya sebuah daerah bawaan kerajaan kadiri.
Yang menjabat sebagai akuww
(setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibu nuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama ken Arok yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yang me ngawini istri tunggal Ametung yang bernama Ken Dedes.Ken Arok kemudian
berniat melepaskan tumapel dari kekuasaan kerajaan kadiri.
Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kerajaan Kadiri melawan kaum brahmana. Para
brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kerajaan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan
oleh pihak Tumapel.
Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan
Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kerajaan kadiri.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah
Bhatara Siwa.
Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju
perang melawan Kerajaan Kadiri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.
Kerajaan Singasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang
didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah
Singosari,
sejarah kerajaan
Singasari
Malang Kerajaan Singasari (1222-1293) adalah salahsatu kerajaan besar di Nusantara yang didirikan oleh Ken
Arok. Sejarah Kerajaan Singasari berawal dari daerah Tumapel, yang di kuasai oleh seorang akuwu (bupati).
Letaknya di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang dengan pelabuhan bernama Pasuruan. Dari daerah inilah Kerajaan Singasari berkembang dan bahkan menjadi
sebuah kerajaa besar di Jawa Timur.Perkembangan pesat yang di alami oleh kerajaan Singasari ini setelah berhasil mengalahan Kerajaan Kendiri dalam pertempuran di dekat
Ganter tahun 1222 M
Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Raja Kertanegara (1268-1292) yang
bergelar Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama Dharmottunggadewa.
Ken Arok merebut daerah Tumapel, salah satu wilayah Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Tunggul Ametung,
pada 1222. Ken Arok pada mulanya adalah anak buah Tunggul Ametung, namun ia membunuh Tunggul Ametung
karena jatuh cinta pada istrinya, Ken Dedes. Ken Arok kemudian mengawini Ken Dedes. Pada saat dikawini Ken
Arok, Ken Dedes telah mempunyai anak bernama
Anusapati yang kemudian menjadi raja Singasari (1227- 1248). Raja terakhir Kerajaan Singasari adalah
Kertanegara
Pemerintahan dari Kerajaan Singasari berpusat di Jawa bagian timur. Dimana sistem pemerintahan tersebut sempat mengalami perkembangan yang sangat pesat, tapi
juga harus mengalami kemunduran karena adanya sengketa karena terjadi perebutan kekuasaan.
sistem pemerintahan
Hal itu terjadi karena pada saat berdirinya kerajaan tersebut, sistem pemerintahan dan juga kehidupan
politik yang diterapkan lebih fokus kepada
pengembangan wilayah kekuasaan. Tentunya, hal tersebut tidak bisa dipungkiri karena membawa kesuksesan
tersendiri.
Terbukti dengan adanya keberhasilan dalam menguasai wilayah Sunda, Malaka, Bali, dan Kalimantan. Akan tetapi,
disisi lain, dalam kerajaan itu sendiri justru mengalami pengeroposan karena adanya perebutan kekuasaan.
Kehidupan ekonomi saat zaman Kerajaan Singasari tergolong cukup maju. Karena letaknya yang sangat strategis yaitu berada di lembah sungai Brantas, hal ini menjadikan tanah yang ada di kawasan tersebut menjadi
sangat subur.
sistem ekonomi
Oleh karena itulah, mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seorang petani. Tidak hanya berada di lembah yang subur, Sungai Brantas pada saat itu juga menjadi salah satu lalu lintas perdagangan antar daerah
dan wilayah.Oleh sebab itu, tidak sedikit dari
masyarakatnya yang bekerja sebagai pedagang. Walaupun begitu, pada kenyataannya kehidupan ekonomi pada masa Kerajaan Singasari sempat mengalami fluktuasi atau naik
turun.
Saat dipimpin oleh Ken Arok, kehidupan ekonomi di Kerajaan Singasari tergolong sangat makmur. Tapi
kemudian saat dipimpin oleh Anisapati, kehidupan ekonomi masyarakat menjadi terabaikan. Setelah itu, kehidupan ekonomi mulai membaik ketika dipimpin oleh
Wisnuwardhana. Hingga pada akhirnya saat masa pemerintahan Raja Kertanegara, kehidupan ekonomi
Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaannya..
Kehidupan sosial dari Kerajaan Singasari juga mengalami pasang surut. Ketika masih dipimpin oleh Ken Arok,
kehidupan sosial pada saat itu tergolong cukup maju. Hal itu dibuktikan dengan adanya daerah yang bergabung ke
dalam wilayah Kerajaan Tumapel.
sistem sosial budaya
Lalu, ketika dipimpin oleh Anusapati, kehidupan sosial dari Kerajaan Singasari justru menjadi terabaikan.
Sebab, sang raja memiliki untuk sibuk dengan sabung ayamnya. Sampai saat Kerajaan Singasari dipimpin oleh Wisnuwardhana, kehidupan sosialnya mulai sedikit rapi.
Kemudian saat dipimpin oleh Raja Tarumanegara, kehidupan sosial Kerajaan Singasari menjadi semakin maju. Kehidupan budaya yang ada di Kerajaan Singasari
tergolong cukup maju. hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya prasasti yang ditinggalkan sebagai salah satu bukti dari kejayaan Kerajaan Singasari pada waktu
itu.
Ada banyak sekali produk kebudayaan yang dihasilkan dari kerajaan tersebut. Selain peninggalan prasasti, ada
pula patung dan juga candi yang ditemukan diseluruh wilayah Kerajaan Singasari. adapun peninggalan yang
cukup terkenal dari Kerajaan Singosari yaitu Candi Singosari
Candi Jago, dan Candi Kidal. Selain itu, ada juga peninggalan lain yang cukup populer yaitu Patung Ken Dedes yang biasanya disebut sebagai Dewi Kesuburan dan
Patung Tarumanegara