Baso Aci Bos Tacik
Disusun Oleh :
1.
M. Ismail Mubarok (1832100004)2.
Ristin Yuliasanti (1832100007)3.
Vera Amanda Putri (1832100011)Table of contents
01 02 03
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
HASIL & PEMBAHASAN
BAB III
PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Bisnis adalah suatu badan yang diciptakan untuk menghasilkan produk barang dan jasa kepada pelanggan (Yulia et al, 2020). Sekarang ini banyak orang memilih melakukan bisnis dalam menambah pendapatan guna menunjang kehidupan, baik bisnis dalam skala besar maupun bisnis skala kecil. Menurut Ernawati, et al. (2021), bisnis dapat dilakukan oleh semua kalangan, sebab dalam melakukan usaha atau bisnis bagi seorang pemula umumnya tidak membutuhkan modal yang besar.
Dalam merencanakan bisnis, kita harus menentukan produk apa yang akan kita jual terlebih dahulu. Dengan melihat apa yang sedang trend di masyarakat serta melihat peluang usaha lainnya di produk tersebut, maka suatu bisnis dapat diterima oleh masyarakat yang mana akan lebih mudah untuk menjalankan bisnis. Salah satu usaha mikro dan kecil yang masih banyak diminati salah satunya adalah usaha di bidang makanan, dikarenakan usaha di bidang makanan masih diyakini sebagai salah satu bentuk usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus, bahkan dalam kondisi krisis sekalipun (Sulistyastuti, 2004).
BAB I Pendahuluan
Lanjutan…
Salah satu produk makanan yang kini tren dimasyarakat adalah produk makanan yang berbahan dasar aci, yaitu baso aci. Baso aci adalah makanan khas Garut, Jawa Barat. Baso aci merupakan olahan dari tepung aci atau kanji yang biasanya dinikmati dengan isian melimpah. Isian dari baso aci yang biasa disajikan adalah sukro, cuanki, siomay kering, dan masih banyak lagi.
Baso aci menjadi kuliner favorit tersendiri bagi pencinta masakan khas Nusantara terutama yang menyukai pedas. Baso aci disajikan dengan bubuk cabai yang bisa diatur sendiri tingkat kepedasannya. Namun, apabila tidak suka pedas bisa juga tidak menggunakan bubuk cabai sebagai pelengkap kuah kaldunya. Menjadi salah satu makanan yang sedang tren di kalangan masyarakat, menggunakan modal awal yang tidak terlalu besar, biaya operasional tiap bulan yang tidak besar, serta mempunyai pasar yang cukup luas menjadi alasan kelompok kami memilih bisnis baso aci dengan merk "Baso Aci Bos Tacik"
BAB I Pendahuluan
1.2 Tujuan Penulisan Laporan
a. Mengetahui tahap awal yang dikerjakan dalam melakukan bisnis baso aci “Bos Tacik”.
b. Mengetahui tahap inti yang dikerjakan dalam melakukan bisnis baso aci “Bos Tacik”.
c. Mengetahui tahap akhir yang dikerjakan dalam melakukan bisnis baso aci “Bos Tacik
1.3 Manfaat Penulisan Laporan
a. Menjadikan bisnis yang dilakukan penulis menjadi lebih tertata.
b. Menjadi sumber informasi bagi pembaca yang ingin memulai suatu bisnis
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB II
Hasil dan Pembahasan
2.1 Tahap Awal
a. Menyusun Business Model Canvas (BMC) Baso Aci Bos Tacik
BAB II
Hasil dan Pembahasan
b. Menyusun Analisis SWOT Baso Aci Bos Tacik
Faktor Internal
1) Kekuatan (Strength) :
▪ Memiliki branding sendiri yang unik
"Baso Aci Bos Tacik“.
▪ Perpaduan 2 toping yang disajikan, antara jamur kuping dan pedasnya cabai mercon menjadi satu di dalam baso.
▪ Dari segi harga pun "Baso Aci Bos Tacik" menawarkan harga yang sesuai dengan kantong konsumen, khususnya para siswa, mahasiswa dan para pekerja, serta masyarakat.
▪ Dari segi pemasaran "Baso Aci Bos Tacik" dipromosikan dengan memanfaatkan sosial media yang ada seperti instagram, whatsapp, serta Facebook.
2) Kelemahan (Weakness) :
▪ Memiliki 1 varian rasa, baso aci Bos Tacik hanya memiliki varian rasa jamur mercon, yang mana customer tidak dapat memilih varian sesuai selera.
▪ Baso aci Bos Tacik tidak bisa diantar sampai rumah, sebab untuk customer online diberlakukan sistem COD (ataupun diantar akan terkena biaya ongkir tergantung dari lokasi pengantaran).
▪ Faktor pengenalan produk, sebab masyarakat belum terlalu mengetahui jenis makanan baso aci secara detail
BAB II
Hasil dan Pembahasan
Faktor Eksternal
3) Peluang (Opportunities) :
▪ Usaha yang tidak membutuhkan modal dan tempat
▪ Daya jual beli online lebih besar
▪ Makanan instan yang banyak disukai masyarakat
4) Ancaman (Threats) :
▪ Pesaing terhadap jenis makanan yang hampir sama.
▪ Waktu-waktu saat penjualan berkurang, seperti ketika konsumen sudah bosan ataupun sudah ditanggal tua.
▪ Kenaikan biaya terkait bahan baku yang digunakan. Ada, jika beberapa yang dibeli dari pasar tradisional mengalami kenaikan dan penurunan. Sehingga terkadang bahan baku bisa menjadi cost yang lebih tinggi ketika mengalami kenaikan.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
c. Menghitung HPP dan BEP Baso Aci Bos Tacik
i. Menghitung biaya variable dalam 1 bulan produksi Baso Aci Bos Tacik
BAB II
Hasil dan Pembahasan
ii. Menghitung biaya tetap dalam 1 bulan produksi Baso Aci Bos Tacik
Jadi total biaya produksi dalam satu bulan baso aci Bos Tacik, yaitu :
Biaya Variabel/bulan + Biaya Tetap/bulan = Rp217.725 + Rp99.806,2 = Rp317.531 (dibulatkan)
BAB II
Hasil dan Pembahasan
ii. Menghitung BEP BEP dalam Unit = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡
= 99806,02
7000−4838,33
= 46,1 (Dibulatkan menjadi 46)
BEP dalam Rupiah = 99806,02
(7000−4838,33)∶7000
= 324.046 (324.000)
Jadi usaha ini memiliki titik impas 46 unit atau Rp324.000 dalam setiap bulannya.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
d. Proses Produksi Baso Aci Bos Tacik
Merebus air secukupnya untuk merendam jamur kuping kering agar mengembang
Mencincang jamur Mengiris cabai untuk isian
Membuat adonan pentol aci dan menambahkan jamur
Menguleni adonan sampai kalis
Merebus air untuk memasak pentol aci
Mencetak pentol aci dan memberi isian cabai
Merebus pentol aci hingga matang
Meniriskan dan mengemas baso aci
e. Nutrition Fact Baso Aci Bos Tacik
BAB II
Hasil dan Pembahasan
BAB II
Hasil dan Pembahasan
2.2 Tahap Inti
a. Proses Pemasaran Baso Aci Bos Tacik
i. Pemasaran Online
Dilakukan melalui sosial media seperti whattsapp, facebook, dan Instagram.
Dengan mengunggah foto produk bakso aci bos tacik serta diberi keterangan seperti gambar di bawah ini.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
i. Pemasaran Offline
Dilakukan ketika mengadakan gelar produk di kantin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yaitu dengan menampilkan produk di atas meja serta menawarkan kepada orang yang berlalu lalang maupun yang sedang duduk di kantin.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
b. Proses Penjualan Baso Aci Bos Tacik
i. Penjualan Online
Dilakukan dengan via chat pribadi, biasanya dalam penjualan ini pihak konsumenlah yang menghubungi kami dengan menyebut total pesanan serta waktu pengantaran.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
i. Penjualan Offline
Dilakukan ketika program studi Agroindustri mengadakan gelar produk di kantin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yaitu dengan melayani langsung konsumen dan mengarahkan untuk membayar di kantin bersama Untag.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
2.3 Tahap Akhir
a. Laporan Penjualan Baso Aci Bos Tacik
Tanggal Penjualan Terjual Pemasukan (Rp)
08/05/2023 5 pcs 35000
11/05/2023 12 pcs 84000
15/05/2023 9 pcs 63000
18/05/2023 4 pcs 28000
22/05/2023 6 pcs 42000
25/05/2023 17 pcs 119000
29/05/2023 8 pcs 56000
Total Pemasukan Bulan Mei 427000
01/06/2023 10 pcs 70000
05/06/2023 7 pcs 49000
07/06/2023 10 pcs 70000
Total Pemasukan Bulan Juni 189000 Total Pemasukan 1 Bulan Penjualan 616000 Biaya Produksi/bulan 317.531 Keuntungan Bulan Mei 298.469
Diketahui bahwa penjualan dimulai pada tanggal 8 Mei 2023 sampai 7 Juni 2023, hal tersebut berarti penjualan dilakukan selama 1 bulan. Dilihat dari total pemasukan 1 bulan penjualan yaitu Rp 616.000 serta total biaya produksi/bulannya Rp371.531, maka dalam satu bulan penjualan baso aci “Bos Tacik” mendapatkan keuntungan Rp 298.469.
BAB II
Hasil dan Pembahasan
b. Survey Konsumen Baso Aci Bos Tacik
Dilakukan dengan cara menyebarkan link google form kepada 22 konsumen guna memberikan penilaian serta kritik dan saran demi perbaikan baso aci Bos Tacik kedepan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari kegiatanBusiness Plan Baso Aci “Bos Tacik” dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 tahapan, yaitu tahap awal sebelum penjualan meliputi penyusunan BMC, Menganalisis SWOT, Penghitungan HPP dan BEP, proses produksi, serta pembuatan nutrition fact. Dilanjutkan dengan tahap inti yaitu pemasaran dan penjualan yang keduanya dilakukan secara online dan offline. Lalu tahap terakhir yaitu penyusunan laporan penjualan yang mana dapat diketahui bahwa selama 1 bulan penjualan Baso Aci “Bos Tacik” mendapatkan keuntungan sebesar Rp298.469, selain itu di tahap terakhir juga diadakan survey guna menjadikan Baso Aci “Bos Tacik” menjadi lebih baik lagi.
3.2 Saran
1. Sebaiknya dalam memilih produk yang akan dijual ke pasar benar-benar mencari peluang usaha pada produk tersebut.
2. Sebaiknya dalam menjalankan bisnis dipikirkan juga modal awal yang digunakan guna menunjang keberhasilan bisnis yang akan dibangun.
3. Sebaiknya dalam berbisnis perbanyak relasi, selain dapat meningkatkan penjualan juga dapat menambah ilmu.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, N., Utamajaya, J. N., & Pratama, A. 2022.Penerapan Data Mining Pada Penjualan Produk Digital Konter Leppangeng Cell Menggunakan Metode K-
Means Clustering. JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), 9(3), 754-760
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:QNJBd77njbIJ:scholar.google.com/+penerapan+data+mining+pada+penjualan+produk+digita l&hl=id&as_sdt=0,5
Dewi R, Azis N. 2019. Pengolahan Jagung (Keripik Cheetos Jagungta). Jurnal Pengabdian Bina Ukhuwah. 1 (2). 83-87 http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:fcxD3GuS6vUJ:scholar.google.com/+bisnis+plan+&hl=id&as_sdt=0,5
Ernawati, E., Suwandi, S., Lestari, A. E., Sukaris, S., & Rahim, A. R. 2021. Penyuluhan Dalam Membangun Bisnis Online Guna Menambah Pendapatan Di Tengah New Normal Dan Memberikan APD Dalam Pencegahan Covid-19 Di Desa Banjarsari Kec. Cerme. DedikasiMU: Journal of Community
Service, 3(4), 1088-1095
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:MoH0CjmEl5gJ:scholar.google.com/+Penyuluhan+Dalam+Membangun+Bisnis+Online+Gun a+Menambah+Pendapatan+Di+Tengah+New+Normal+Dan+Memberikan+APD+Dalam+Pencegahan+Covid-
19+Di+Desa+Banjarsari+Kec.+Cerme.+DedikasiMU&hl=id&as_sdt=0,5
Ningsih, E., Dedih, D., & Supriyadi, S. 2017.Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Peluang Usaha Makanan Yang Tepat Menggunakan Weighted Product
(Wp) Berbasis Web. ILKOM Jurnal Ilmiah, 9(3), 244-254.
https://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:x8F6Lay405EJ:scholar.google.com/+menentukan+usaha+adalah+dengan&hl=id&as_sdt=0,5
Pardede, D. H., Tanjung, S. R., Goli, I., & Suhairi, S. 2022. Business Plan Analysis of the Business Feasibility Case Study.Jurnal Ekonomi, Manajemen,
Akuntansi dan Keuangan, 3(1), 207-213
https://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:PBv3BXL50HYJ:scholar.google.com/+perlunya+bisnis+plan&hl=id&as_sdt=0,5
Yulia, Y., Bahtera, N. I., Evahelda, E., Hayati, L., & Bahtera, N. T. 2020. Business Development Strategy Using Business Model Canvas Approach. Jurnal
Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 106-115
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:fcxD3GuS6vUJ:scholar.google.com/+bisnis+plan+&hl=id&as_sdt=0,5
Yulia, Y. 2021.Pendampingan Produksi dan Bisnis Plan Usaha Keripik Jagung Manis Di Kota Sungailiat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.Jurnal Altifani
Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 10-17.
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:fcxD3GuS6vUJ:scholar.google.com/+bisnis+plan+&hl=id&as_sdt=0,5
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticonand
infographics & images by Freepik