• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARI TENTANG PENYAKIT AKIBAT MAKANAN

N/A
N/A
akun asus

Academic year: 2024

Membagikan "PELAJARI TENTANG PENYAKIT AKIBAT MAKANAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENYAKIT AKIBAT MAKANAN

Mayumi Nitami, SKM, MKM Kesmas/FIKES

(2)

Penyakit Akibat Makanan

• Penyakit yg ditimbulkan oleh makanan dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : infeksi dan

peracunan.

• Infeksi terjadi apabila setelah mengonsumsi makanan atau minuman yg mengandung

mikroorganisme patogen hidup kemudian

timbul gejala-gejala penyakit

(3)

KERACUNAN MAKANAN

• Keracunan makanan terjadi apabila di dalam

makanan terdapat racun, baik racun kimiawi

maupun intoksikasi

(4)

Penyakit Akibat Makanan

Infeksi Peracunan

Intoksikasi Kimiawi

Racun dr MO Racun dr jar.

hewan Racun dr jar.

tanaman

(5)

Infeksi dari makanan

• Timbul apabila mengonsumsi makanan yang terkontaminasi MO patogen yang hidup.

• MO tersebut akan berkembang dalam tubuh dan menimbulkan gejala-gejala penyakit.

• Waktu antara konsumsi makanan

terkontaminasi dengan timbulnya gejala

penyakit, baik infeksi maupun peracunan

disebut waktu inkubasi

(6)

Infeksi dari makanan

Biasanya waktu inkubasi peracunan

makanan lebih lama dibandingkan waktu inkubasi peracunan makanan disebabkan MO butuh waktu untuk tumbuh dan

berkembang dalam tubuh.

MO yg paling banyak menimbulkan infeksi adalah dari jenis bakteri.

Makanan yg paling sering terkontaminasi

adalah kelompok makanan berasam rendah seperti daging, ikan, telur, susu, dan

produknya.

(7)

1. Salmonella sp

- Salmonella patogen menjadi penyebar nomor satu dari semua infeksi

makanan di Amerika

- Bakteri berbentuk batang, tidak

membentuk spora, dapat hidup pada lingkungan aerob maupun kondisi

kurang oksigen, tumbuh baik pada

suhu kamar dengan suhu optimum 37 oC.

(8)

- Sumber kontaminasi : manusia dan hewan yaitu dari saluran

pencernaannya.

- Hewan : kalkun, ayam, anjing, kucing, katak, tikus, lalat, kecoa, dan burung.

- Jenis makanan yg sering menjadi sumber salmonella adalah daging, unggas, telur, susu, dan produknya- produk seperti es krim, coklat, ham, sandwich, ikan dan daging asap

(9)

• Ada 2 jenis penyakit yang dapat ditimbulkan oleh Salmonella yaitu salmonellosis disebabkan oleh

Salmonella choleraesuis dan

demam enterik oleh Salmonella thypi dan Salmonella parathypi.

• Waktu inkubasi salmonellosis

antara 5-72 jam, biasanya 12 – 48 jam

• Gejala : sakit perut, diare, demam, muntah, dehidrasi, sakit kepala,

dan lemas.

(10)

• Salmonella sp adalah bateri yg tidak tahan panas, sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan pemanasan makanan.

• Pemanasan yg disarankan adalah suhu 66 oC selama 20 menit.

• Pengendalian : mencegah kontaminasi silang baik dari bahan baku maupun mesin dan peralatan, serta

melaksanakan higiene personil.

(11)

2. Shigella sp.

- Bakteri Shigella sp bertanggung jawab terhadap timbulnya penyakit shigellosis atau dikenal sebagai disentri basiler.

- Gejala : sakit perut, diare, demam

sampai suhu tubuh mencapai 40 oC, sakit kepala, pening, dehidrasi, lemah.

- Waktu inkubasi berkisar 1-7 hari, biasanya kurang dari 4 hari.

(12)

Kontaminasi Shigella sp berasal dari feses orang yg terinfeksi, baik secara langsung maupun dengan perantaraan air.

Makanan yg biasa terkontaminasi

Shigella sp antara lain : tuna, udang, kalkun, makaroni, salad, dan susu.

Pengendalian infeksi Shigella sp segera memasak atau mendinginkan makanan dengan baik, melindungi makanan dari lalat, menerapkan higiene perorangan.

(13)

3. Vibrio parahaemolyticus

- Bakteri Vibrio parahaemolyticus merupakan bakteri yg tahan pada lingkungan yg

mengandung garam sampai kadar 7%.

- Suka pada lingkungan yg kurang oksigen - Banyak ditemukan pada hasil perairan laut

dan pada air laut.

- Makanan sumber infeksi : ikan laut, kerang, kepiting, udang, dan kadang-kadang produk asinan.

(14)

- Infeksi Vibrio parahaemolyticus ditandai dengan dengan sakit atau kram perut, diare, mual dan muntah, demam ringan, sakit kepala dan lemah.

- Waktu inkubasi antara 2 – 48 jam, biasanya pada 10 – 20 jam

- Pencegahan : memasak atau mendinginkan

dengan segera, memisahkan masakan dan bahan mentah untuk mencegah kontaminasi silang,

membersihkan dengan cermat untuk bahan yg dimakan mentah

(15)

4. Escheria coli

- Escheria coli normal terdapat dalam feses, baik hewan maupun manusia

- Dapat menyebabkan diare dikelompokkan dalam enteropatogenik Escheria coli

- Waktu inkubasi 8-24 jam

- Gejala : diare, muntah-muntah, dehidrasi.

- Makanan yg sering terkontaminasi : kerang, susu, keju, air minum

- Pencegahan sama dengan pencegahan infeksi Shigella

(16)

Virus

- Beberapa jenis virus seperti hepatitis dan

poliomyelitis dapat ditularkan melalui makanan.

- Virus hepatitis dijumpai dalam darah, air seni, dan feses manusia maupun hewan pembawa.

- Makanan yg sering terkontaminasi virus ini yaitu yg dikonsumsi mentah

- Pencegahan infeksi virus melalui makanan dapat dilakukan dengan menerapkan higiene personil, desinfeksi air, mencegah kontak antara

makanan dengan serangga dan hewan pengerat

(17)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

memberikan informasi jenis makanan apa saja yang bermanfaat dan sehat untuk di konsumsi, serta jenis makanan yang kurang baik dikonsumsi dalam melakukan diet sehat sesuai

1) Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit. 2) Alergi terhadap makanan atau obat tertentu. 3) Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: campak,.

Infeksi dapat ditularkan dengan cara menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja (Nursalam, 2008). Selain itu, penularan dapat terjadi juga dengan

Halaman utama merupakan tampilan awal dari sistem pakar diagnosa penyakit akibat infeksi virus dengan metode certainty factor. Gambar 4.1 Antarmuka

Perlindungan Hukum apabila tidak terlaksananya program higiene sanitasi makanan dan minuman dapat berupa sanksi admistratif seperti teguran, pencabutan izin

Sistem Pakar metode Forward Chaining menganalisis penyakit kucing akibat infeksi virus berhasil menganalisa gejala-gejala dan dapat menentukan penyakit yang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku penjual makanan tentang kebersihan penyaji makanan sesuai dengan standarisasi Kementerian Kesehatan RI serta melakukan

KESIMPULAN Pengetahuan dan sikap pedagang makanan dalam menangani makanan merupakan faktor penting untuk dapat menerapkan higiene sanitasi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan,