• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PELAKSANAAN SURVEI TANAH SLIDE

N/A
N/A
HIRYA PRABASWARA HERNAWAN

Academic year: 2024

Membagikan "PELAKSANAAN PELAKSANAAN SURVEI TANAH SLIDE"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN PELAKSANAAN

SURVEI TANAH SURVEI TANAH

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PROGRAM STUDI

AGROEKOTEKNOLOGI

STELA M5

Kelompok 3

2024

(2)

Tri Khafshah Murthosiah 225040201111046

SEPTIANINGSIH 225040200111047

Hirya Prabaswara Hernawan 225040201111088

Aditya Ardika Putra Gultom 225040207111147

Puput Rahmawati 225040207111172

Anggota Kelompok

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(3)

Peran pengukuran dan pengumpulan informasi fisik bumi dan lingkungan menjadi penting disebabkan semakin bertambahnya populasi manusia, semakin tingginya harga sebidang tanah, sumberdaya alam semakin berkurang serta aktivitas manusia yang menurunkan kualitas tanah, air dan udara. Informasi survei tersebut digunakan untuk membuat keputusan perencanaan, dan perumusan kebijakan dalam penggunaan lahan serta aplikasi pelestarian lingkungn (Basuki. 2020)

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PENDAHULUAN

(4)

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

basis data laboratorium

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Tahapan Survei Tanah

(5)

Tahapan Dalam Survei Tanah

01. Tahap Persiapan 02.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Tahap Survei Utama

a. Pengamatan Identifikasi

b. Pengamatan Detil (pada minipid)

c. Deskripsi Profil Penuh

(6)

PENGAMATAN LAPANG

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Pengamatan Identifikasi

Melakukan pemboran untuk mengidentifikasi satuan taksonomi.

Karakteristik meliputi

Tanah: warna, tekstur, struktur dan lain-lain

Lingkungan: Landform, lereng

dan vegetasi/penggunaan lahan

(7)

PENGAMATAN LAPANG

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Pengamatan Detail

Pembuatan mini-pit (40 cm x 40 cm, kedalaman 50 cm).

Pemboran diteruskan s/d 120 cm atau sampai bertemu

batuan. Berguna untuk untuk

menetukan kisaran taksonomi

dan tipikal pedon.

(8)

PENGAMATAN LAPANG

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Deskripsi Profil Penuh

Mendeskripsikan profil tanah dengan

mengacu pada Soil Survey Division Staff

(1993), FAO (1990), Puslittanak (1994),

atau Rayes (2006). Profil tanah dibuat

dengan panjang 1,5-2 m, Lebar 1 m,

kedalaman 1,5 -2 m Berfungsi sebagai

ilustrasi sentral satuan taksonomi di

daerah survei dan mengetahui korelasi

tanah

(9)

PENGAMATAN LAPANG

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Profil Tanah

Idealnya 200 cm, karena semakin dalam semakin lengkap

Solum Tanah dan Bahan Induk

Gunakan pisau lapang untuk menusuk bidang profil tanah

Tarik batas berdasarkan perbedaan

Ukur kedalaman dan ketebalan horizon.

Dilakukan pemotretan profil tanah.

Lakukan deskripsi dan pencatatan pada form profil tanah.

Klasifikasi menggunakan Keys to Soil Taxonomy

(10)

Cara

Pengamatan

01. Permulaan survei 02.

03.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Seleksi modal survei

Taraf akhir survei

(11)

Setiap pengamatan tanah pada minipit

diklasifikasikan menurut sistem

klasifikasi tanah yang digunakan

Permulaan Survei

Lakukan pengamatan minipit untuk

membangun kisaran karakteristik satuan

taksonomi.

01. 02. 03.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Klasifikasi bisa dilakukan mulai taksonomi tanah sampai yang lebih detail yaitu subgrup, famili atau

seri. tergantung skala dan tujuan survei seperti tertuang dalam Kerangka

Acuan

(12)

Seleksi Modal Profile

Membuat kisaran sifat masing-masing satuan tanah yang sama yang dihasilkan dari pengamatan minipit dan

pemboran 1.

Menentukan deskiripsi profil tanah yang disertai dengan pengambilan contoh tanah setiap horizon pada pedon tipikal diikuti dengan klasifikasi tanah

2.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(13)

taraf akhir survei

lakukan pemboran dan minipit, secara bergantian.

1.

Buat beberapa profil tanah tambahan, jika ditemukan tanah yang berbeda dari yang ditemukan sebelumnya.

2.

Biasanya kegiatan (1) dan (2), dilakukan lebih dulu pada key area

3.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(14)

TITIK OBSERVASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Lokasi pengamatan selalu diplot pada

peta pengamatan

seakurat mungkin.

(15)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(16)

mewakili semua lahan aksesbilitas tinggi

jumlah harus memadai tidak sejajar dengan batas landform

luas tidak boleh kecil dibuat pada daerah

yang hub. tanah-lanskap yang bisa dipelajari

KEY AREA

mempelajari tanah secara lebih detail

pembuatan definisi satuan peta dengan menyusun

legenda peta sementara untuk korelasi SPT dengan citra foto

pengumpulan data SDL secara lengkap

FUNGSI SYARAT TIDAK DIGUNAKAN

KETIKA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

daerah survei relatif sempit

landskap telah diketahui dengan baik

seluruh daerah harus

didatangi secara intensif

(17)

Pembuatan Minipit

Minipit merupakan lubang yang digunakan untuk mengamati karakteristik tanah pada lahan tersebut. Minipit berukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 50 - 200 cm

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(18)

Pembuatan Minipit

Kartu minipit pada survei lahan mengandung informasi tentang pengamatan detil tanah yang dilakukan pada minipit

Warna Tanah Tekstur Tanah Struktur Tanah

Kemantapan Agregat Kandungan Organik

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(19)

PEMOTRETAN MINIPIT

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

pengambilan foto tidak dilakukan pada siang hari

pengambilan gambar harus terlihat semua dan tegak lurus

pastikan hasil gambar tajam

foto terbaik saat tanah dalam kondisi lembab

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(20)

pengambilan contoh sampel

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

pengambilan sampel tanah

dilakukan pada setiap horizon.

pengambilan sampel harus dimulai dari horizon paling bawah untuk menghindari

kontaminasi dari horizon lain.

(21)

pengambilan contoh sampel

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

contoh label:

pengambilan contoh sampel tanah dengan kantong plastik maupun dengan ring sampel harus tetap diberi label

pengambilan sampel tanah dengan kantong plastik

setidaknya membutuhkan

sekitar 1-1.5 kg

(22)

identifikasi

pengamatan dan pelaksanaan

survei

01. detail 02.

03.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

semi detail

tinjau

(23)

subgrup, bentuk wilayah, fisiografi, bahan induk

intensitas identifikasi pengamatan

subgrup, bentuk wilayah (fase), landform, bahan

induk

detail semi detail tinjau

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

taksa tanah, bentuk

wilayah, fisiografi, bahan induk

skala pelaksanaan survei

1:25.000 sampai 1:50.000

1:5.000 sampai 1:10.000

1:100.000 sampai 1:500.000

(24)

Pembuatan Peta Tanah Sementara

Titik-titik pengamatan → diplot pada foto/peta lapangan saat pengamatan sesuai kode Hasil pengamatan tiap regu, di basecamp diplot pada peta rekapan → untuk mengetahui sejauh mana pengamatan telah dilakukan

Diskusi tentang temuan pada setiap hari pengamatan dilakukan di basecamp oleh semua regu, dipimpin oleh ketua tim

Tema diskusi → a.) korelasi : penamaan tanah; b.) sebaran dan proporsi tanah tersebut dalam satuan landform

Semua pengamatan minipit dan pemboran dengan satuan tanah yang sama dikumpulkan dalam satu arsip

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(25)

Pembuatan Peta Tanah Sementara

Buat kisaran sifat masing-masing satuan → untuk menentukan pedon tipikal

Beberapa perubahan batas landform, kelas lereng/relief yang dijumpai di lapangan langsung diperbaiki saat pengamatan → melakukan revisi pada peta rekapan

Susun legenda peta tanah sementara → sesuai ketentuan yang dirumuskan dalam TOR Sebelum kembali dari lapangan, telah dihasilkan → peta tanah sementara dan legenda

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(26)

Contoh Peta Semi Detail

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

(27)

Contoh Peta Semi Detail

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH 23

(28)

Contok sebaran tanah dianalisis → diperlakukan secara khusus

Analisis kesuburan tanah → tekstur, pH, BO, N, P, K, KTK, KB, dll.

Analisis fisika tanah → tekstur, BI, pF, BJP, permeabilitas, indeks plastisitas + nilai COLE, dll.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Analisis Laboratorium, Pembuatan Peta dan Pelaporan

Analisis khusus → unsur mikro, besi bebas, dll (terkadang diperlukan tentang tujuan survei)

Analisis susunan mineralogi tanah (min.

fraksi pasir & min. liat/debu → untuk

tunjangan penetapan bahan induk tanah,

klasifikasi tanah dan kesuburan tanah

(29)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PELAKSANAAN SURVEI TANAH

Macam analisis tanah untuk keperluan

klasifikasi berdasarkan taksonomi tanah Macam analisis tanah untuk tujuan

khusus

(30)

Terima Kasih

Gambar

foto terbaik saat tanah dalam kondisi lembab

Referensi

Dokumen terkait

Pada tanah lempung korelasi antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah menunjukan bahwa peningkatan nilai N-SPT ditunjukkan dengan meningkatnya kuat geser tanah

Seleksi modal-profile dg membuat kisaran sifat masing 2 satuan tanah yg sama, hasil pengamatan mini-pit dan pemboran.. • Lakukan deskiripsi dan pengambilan sampel tanah pd

• Berdasarkan tujuannya (menetukan intensitas pengamatan), survei tanah dibedakan atas 6 macam peta tanah (Tabel 1)... Luthfi Rayes JURUSAN TANAH

• Inklusi dapat berupa tanah yg serupa atau tanah yg tidak serupa dg tanah yg disebut sbg nama satuan peta tsb.. • Tanah yg tidak serupa dapat pula

Kompleks tanah mrupakan sekelompok peta tanah dari taksa yag berbeda , yang berbaur dari satu dengan lainnya dalam suatu delineasi (satuan peta) tanpa memperlihatkan pola

Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa, dilakukan tutorial di kelas dan praktikum di Laboratorium serta Praktek Lapangan yang mencakup: pengenalan peta dan

Tanah-tanah yang berada dalam suatu delineasi (Satuan) peta, seringkali tidak semuanya dapat dikelompokkan kedalam satu satuan taksonomi, melainkan termasuk dua

menggambarkan dalam peta akan menghasilkan peta tanah yang salah yang tidak.. bermanfaat