• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN KURIKULUM MERDEKA

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "PELATIHAN KURIKULUM MERDEKA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN KURIKULUM MERDEKA MODUL 1 TENTANG KURIKULUM Oleh : Itje Chodidjah (pelatih Guru dan Praktitisi pendidikan

Materi 1 : Apa itu Kurikulum?

Kurikulum itu kompleks dan multidimensi.

Kurikulum dapat dimaknai sebagai titik awal sampai titik akhir pengalaman belajar murid.

Kurikulum juga diibaratkan jantungnya Pendidikan.

4 komponen kurikulum menurut Ralph tyler “the basic principle of curriculum and instrruction:

1. Tujuan 2. Konten 3. Metode/cara 4. Evaluasi

Klasifikasi komponen kurikulum : 1. Tujuan pembelajaran 2. Panduan pedagogi 3. Panduan asesmen

Kemerdekaan murid dalam belajar adalah :” Jantung” Pengembangan kurikulum.

Peran dan fungsi kurikulum

Peran kurikulum yakni adalah sebagai pedoman dan acuan kita dalam pembelajaran.

Fungsi Kurikulum bagi guru : untuk memandu dalam proses belajar murid.

Kerangkanya :

1. Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini.

2. Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan

3. Menilai dan memilih sesuatu yang relevan atau kontekstual sebagai control social.

Proyeksi Pendidikan OECD ( Organitation for Economic Co-operation Development) 2030 1. Kognitif

2. Sikap

3. Psikomotorik 4. Nilai/value

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mengikuti perkembangan zamannya.

Kualitas literasi, numerasi Kesehatan mental dan social emosional adalah Fondasi atau prasyarat yang harus dimiliki oleh murid untuk membangun kompetensi transformative dengan siklus belajar yakni siklus Antisipasi-Aksi-Refleksi menuju pembelajar sepanjang hayat.

Transformasi pembelajaran paradigma baru menekankan pada penguatan kompetensi dan materi esensial atau bermakna bukan banyaknya materi/konten ,tetapi konten materi esensial dalam pembelajaran yang dilaksanakan secara mendalam.

Proses pembelajaran tersebut dapat dilakukan menggunakan siklus pembelajaran inkuiri yang menekankan pada rasa ingin tahu sebagai dorongan belajar yang kuat pada murid.

(2)

Siklus Pembelajaran Inkuiri 1. Menyalakan rasa ingin tahu

2. Mencari tahu

Mengumpulkan data, fakta dan bukti eksplorasi apa yang murid telah ketahui serta menemukan informasi baru dengan beragam ketrampilan yang telah mereka miliki.

3. Memilah, mengorganisasi, menerjemahkan, dan mengkomunikasikan apa yang murid pelajari dengan berfokus pada peningkataan keterampilan berpikirnya.

4. Membuat koneksi mencoba menghubungkan dengan topik lain yang berkaitan dengan konteks diri murid dan lingkungannya.

5. Mengambil makna mendorong murid mengambil makna atau esensi dari kegiatan belajarnya, melalui penyelidikan juga murid mendalami rasa ingin tahu lebih jauh dari pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab di diri mereka.

6. Aksi/Tindakan, merefleksikan apa yang telah murid pelajari dan membuat aksi nyata dari pembelajaran bermakna yang didapatkannya.

Aksi ini muncul karena inovasi internal dari dalam diri murid.

Transformasi pembelajarn murid berfokus pada pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek.

Referensi :

1. OECD. 2020. Curriculum (re) design from the OECD education project. Overview brochure 2. Pusat Asesmen dan pembelajaran 2021.

Paparan Pembelajaran paradigma Baru. Jakarta:Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

3. Tyler Ralph 1949. The Basic Princples of Curriculum and Instruction. Chicago: The University of Chicago Press

Materi 2 : Mengapa Kurikulum perlu diubah?

Kurikulum harus berubah sesuai perkembangan zamannya dan karakteristiknya.

Ada berbagai isu baru yang menuntut satuan Pendidikan menyiapkan kurikulum yang membantu murid untuk menghadapi dunianya yang penuh tantangan

Isu kekinian :

1. Perubahan iklim global 2. Teknologi digital 3. Industry multinasional 4. Transformasi budaya

Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan dan diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka kini dan dimasa depan.

Kata Ki Hadjar Dewantara pada modul merdeka belajar adalah Maksud Pendidikan adalah menuntun segalakekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Sebagai guru kita harus terus belajar untuk mengikuti dan memahami trend murid kita yang tergolong Z dan A.

Berbagai peneltian menyampaikan bahwa mereka sulit dipisahkan dari media social.

(3)

Ketika kita merancang kurikulum, kita harus menempatkan : 1. Kebutuhan

2. Pendapat 3. Hasil belajar 4. Kepentingan murid

Ke empat di atas sebagai rujukan utama.

Pepatah mengatakan butuh seluruh desa untuk membesarkan seorang anak ( “it takes a village to raise a child”). Ini berarti butuh peran orang tua, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan kurikulum yang berpihak pada murid.

Orang tua, Masyarakat dan sekolah merupakan 3 pilar Pendidikan.

Guru terus belajar menfasilitasi pembelajaran yang sesuai, Orang tua terus memahami perkembangan dan kebutuhan murid, Pemerintah Daerah dan Pusat serta semua yang bergerak di bidang Pendidikan juga harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan murid.

Mari kita tetap semangat menghadapi dan menjadi bagian dari perubahan kea rah yang lebih baik.

Materi 3 : mengapa Kurikulum perlu didaptasi?

Bagaimana kurikulum bisa terhubung dengan pembelajaran dikelas?

Konteks satuan Pendidikan yang beragam membuat banyak hal tidak mudah diimplementasikan di kelas, itulah sebabnya kurikulum yang ditetapkan secara nasional perlu diadaptasi di tingkat satuan Pendidikan.

Mari kita kupas tuntas mengapa kurikulum perlu diadaptasi?

Mari kita lihat lingkungan disekitar sekolah.

1. Di mana sekolah kita berada?

 Apakah di tepi pantai?

 Apakah di tengah perkebunan?

 Apakah ditengah perkotaan yang padat penduduk?

2. Perubahan apa saja yang terjadi di sekitar sekolah dalam satu tahun terakhir?

 Apakah ada bangunan baru yang didirikan?

 Apakah ada hal-hal yang mengubah kehidupan guru dan murid di sekolah?

Keadaan sekolah dan sekitar kita memang berbeda-beda, murid kita pun berbeda, pembelajaran yang paling berhasil untuk masing-masing murid juga tidak sama.

Ada perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah.

Hal di ataslah yang menjadi alas an mengapa kurikulum dari pemerintah pusat harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu. Bentuk kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan murid-murid.

Perlu adanya KOSP di satuan Pendidikan.

Kerangka Dasar Kurikulum ;

1. Tujuan Pendidikan nasional 2. Profil pelajar Pancasila 3. Struktur kurikulum

(4)

4. Prinsip pembelajaran dan asesmen 5. Capaian pembelajaran

Jadi mengadaptasi kurikulum adalah dengan merancang KOSP.

Penerjemahan kurikulum tidak hanya dipengaruhi factor geografis, tapi juga dipengaruhi factor budaya dan sosiologis.

KOSP adalah dokumen hidup sehingga KOSP disesuaikan dengan kebutuhan murid, yang mana proses refleksi sudah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Keanekaragaman latar belakang dan kemampuan murid menjadi tolak ukur adaptasi KOSP, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap saat murid akan berkembang susuai zamannya.

MODUL 2 TENTANGKURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN

Pada materi sebelumnya kita sudah belajar bahwa kurikulum dapat berubah dan beradaptasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan Pendidikan.

Bagaimana dengan implementasi pengembangan kurikulum di satuan Pendidikan?

Kurikulum bersifat dinamis sehinga dapat dievaluasi setiap waktu sesuai kebutuhn dan kondisi satuan pendidikan tersebut.

Komponen Operasional Satuan Pendidikan : A. Komponen jangka Panjang :

1. Visi

Harus sesuai tujuan jangka Panjang sekolah dan nilai-nilai yang mendasari pembelajaran Profil Pancasila

2. Misi

Cara sekolah mencapai tujuan 3. Tujuan sekolah

B. Komponen jangka pendek : 1. Rencana Pembelajaran

Setiap sekolah mempunyai kewenangan untuk mengatur alur tujuan pembelajaran, modul ajar, media ajar, sampai ke assesmennya.

2. Pengorganisasian pembelajaran

Mengevaluasi Kembali muatan sekolah sesuai dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan anak.

3. Beban Belajar

Kaitan dengan capaian pembelajaran dan profil Pelajar Pancasila 4. Muatan kurikulum

Muatan kurikulum dibuat sesuai struktur pembelajaran dalam paradigma baru

Program intrakurikuler sekolah yang berisikan muatan mata pelajaran dan muatan lokal dan ekstrakurikuler

(5)

Pada PAUD, projek disatukan dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk SMK terdapat tema khusus projek penguatan profil pelajar Pancasila, kebekerjaan dan budaya

 Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler dapat melibatkan murid dalam menentukan jenis ekstrakurikuler yang dapat kita tawarkan.

Program ekstrakurikuler sekolah

Untuk SMK, mata pelajaran dan/ konsentrasi disusun oleh satuan Pendidikan bersama dunia kerja.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) : menyiapkan murid agar memiliki pengalaman dan kompetensi di dunia kerja.

Pentingnya pengembangan KOSP karena kita dapat Menyusun rencana dan pengorganisasian pembelajaran sesuai dengan keadaan kontekstual satuan Pendidikan, sehingga pembelajaran murid lebih bermakna.

Sistem pendampinagn, evaluasi dan pengembangan professional sekolah juga harus kita diskusikan .

Inti sari

Komponen KOSP :

1. Karakteristik Satuan Pendidikan 2. Visi, misi, tujuan

3. Perencanaan pembelajaran, mencakup :

 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

 Asesmen,

 Modul ajar

 Media ajar

 Program prioritas satuan Pendidikan 4. Pengorganisasian pembelajaran, mencakup :

 Muatan kurikulum

 Beban belajar

 Program intrakurikuler

 Ekstrakurikuler

 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

5. Sistem pendampingan, evaluasi, dan pengembangan professional Lima prinsip pengembangan KOSP, yakni :

1. Berpusat pada murid 2. Kontekstual

3. Esensial 4. Akuntabel

5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan

Dokumen KOSP merupakan dokumen yang dinamis mengikuti perubahan dan kebutuhan satuan Pendidikan.

(6)

MODUL 2

PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU PRINSIP UMUM PEMBELAJARAN A. Tujuan Prinsip Umum Pembelajaran

Yakni agar kita mampu memahami konsep dan prinsip pembelajaran yang beroihak pada murid.

Pembelajaran merupakan implementasi kurikulum di kelas.

Sebagai pelaksana kurikulum, Guru merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan prinsip-prinsip yang dapat memfasilitasi beragam kebutuhan murid.

Apa saja prinsip pembelajaran yang berpihak pada murid?

Lima (5) prinsip pembelajaran dengan paradigma baru yang dapat diperankan oleh Satuan Pendidikan dan Guru untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

1. Mempertimbangkan kebutuhan capaian belajar murid saat ini.

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan capaian setiap murid, yaitu kebutuhan belajar dan perkembangannya.

Harapannya :

Perbedaan kompetensi dan potensi setiap murid dapat difasilitasi, sehingga murid mendapatkan hak belajarnya dengan baik.

Untuk memahami kebutuhan dan memahami kebutuhan murid, guru dapat melakukan evaluasi sebelum proses pembelajaran salah satunya adalah assesmen diagnostik.

Dari hasil assesmen diagnostic, guru memahami kebutuhan murid, kemudian guru memutuskan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodir kebutuhan murid yang beragam.

2. Membangun kapasitas belajar murid menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Murid mempunyai fisik, mental dan pikiran yang akan terus tumbuh dan berkembang.

Oleh sebab itu diperlukan pembelajaran yang mengembangkan pada “ pola piker tumbuh (growth mind set)”.

Murid mengetahui apa yang dipelajari, mengelola tantangan, dan melakukan refleksi atas pengalaman belajarnya. Dalam konteks kelas misalnya, guru melibatkan murid dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dengan membuka dialog dengan murid.

Guru membantu murid menemukan dan menumbuhkan motivasi internal serta kepercayaan dirinya untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

3. Mendukung perkembanhgan kognitif dan karakter murid

Keseimbangan kognitif dan social emosional menjadi penting bagi murid untuk menumbuhkan budi pekerti.

Maka diperlukan perencanan dan pelaksanaan pembelajaran yang mempertimbangkan karakter dan kompetensi murid.

Contohnya:

a. Guru mengembangkan kecakapan berpikir murid dengan penguatan literasi melalui teks.

(7)

b. Guru menumbuhkan kecakapan social emosional murid dengan mengapresiasi proses belajar, berempati, bekerja sama, dan sikap saling membantu antar murid.

4. Menyesuaikan konteks kehidupan murid

Murid tumbuh dan berkembang berdasarkan konteks kebudayaan di sekitarnya.

Oleh karenanya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran harus sesuai dengan konteks kebudayaan dan kehidupan di mana murid berada. Ini selaras dengan fungsi satuan Pendidikan yang salah satunya adalah untuk memelihara warisan budaya yang hidup di masyarakat.

Contoh :

a. Guru membantu murid mengenal konteks diri lingkungannya.

b. Murid berpartisipasi dalam kegiatan adat budaya sebagai proses belajar murid.

c. Guru menghubungkan murid dengan sumber belajar di sekitarnya, misalnya komunitas sebagai mitra belajar.

5. Mengarah pada masa depan yang berkelanjutan

Murid merupakan generasi penerus masa depan yang akan menjaga dan mengisi keberlanjutan kehidupan. Isu-isu dan tantangan seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM dan lain-lain, dapat menjadi konten materi yang mendorong murid memiliki beberapa kompetensi untuk turut berkontribusi menghadapi isu dan tantangan tersebut.

Maka, penting bagi guru untuk membangun kesadaran murid pada masa depan yang berkelanjutan. Misalnya, guru membantu murid dalam menemukan pemahaman bermakna dan relevan bagi dirinya saat ini dan untuk masa depannya.

Lima (5) prinsip di atas muncul sebagai respon atas perubahan yang terjadi begitu cepat di dunia dan fakta keberagaman yang kita miliki.

Dengan 5 prinsip pembelajaran paradigma baru tersebut, guru dan satuan Pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung beragamnya bakat, minat, dan potensi murid

Prinsip-prinsip pembelajaran paradigma baru untuk membantu murid dalam mencapai kompetensinya. Pembelajaran dan asesmen merupakan bagian yang sebaiknya tidak dipisahkan, karena guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang dituju, sehingga perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran diupayakan guna mencapai kompetensi terxsebut. Oleh karena itu, prinsip pembelajaran dapat dimaknai secara utuh bersamaan dengan prinsip asesmen.

Pembelajaran dan asesmen merupakan suatu kesatuan siklus yang pada ujungnya membantu keberhasilan peserta didik di dalam kelas.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut. 1) Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan

mengembangkan minat dirinya dalam pembelajaran, maka hal ini akan membuat siswa belajar tidak sungguh- sungguh; (5) Faktor bakat: bakat adalah potensi-potensi yang

1) Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing. 2) Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra

a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler

Kurikulum Merdeka Keleluasaan Pendidik dan Pembelajaran Berkualitas Tujuan : Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang

Mulyasa mengemukakan bahwa guru penggerak adalah tokoh perubahan yang harus dapat mewujudkan konsep merdeka belajar dengan mengubah paradigma dari pembelajaran tradisonal gaya bank

Tiga pilihan yang dapat diputuskan satuan pendidikan tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023: ● Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum

Kurikulum Merdeka adalah panduan bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai target dan tujuan