PELUANG USAHA DI BIDANG
AGRITEKNOLOGI
OLEH : UMI FATHONAH
Tujuan Pembelajaran
• peserta didik mampu menjelaskan peluang
usaha di bidang agriteknologi pengolahan hasil
pertanian
PENDAHULUAN
• Bagi seorang agripreneur yang
melaksanakan kegiatan dari hulu ke hilir berbasis agriteknologi diharuskan memilih usaha yang sesuai dengan peluang
berlatar teknologi pengolahan hasil pertanian atau teknologi pangan.
• Perkembangan jenis usaha industri
berbasis pangan pada saat ini berkembang pesat baik dari industri kecil, menengah hingga besar.
PELUANG USAHA DI BIDANG AGRITEKNOLOGI
• Peluang usaha merupakan ide usaha yang timbul dari suatu kejadian dan pengamatan sekitar yang bisa
dikembangkan karena memberikan nilai tambah secara ekonomi serta mempunyai celah pasar yang tersegmentasi secara jelas.
• Ide usaha dapat diperoleh dari berbagai sumber
antara lain berasal dari internal (minat dan hobi yang dimiliki), menampung masukan konsumen, serta
mempelajari kompetitor atau pesaing.
• Dalam merangsang ide bisnis suatu usaha yang harus dilakukan oleh pegusaha antara lain dengan
mengamati orang sekitar, mengunjungi tempat yang
menarik, membaca media cetak atau melihat media
daring, serta mengamati tren produk.
PELUANG USAHA DI BIDANG AGRITEKNOLOGI
• Dalam perkembanganya industri makanan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni permintaan konsumen, permintaan industri dan inovasi yang dihasilkan dari penemuan yang berbasis pertanian atau bahan pangan.
• Dalam membaca peluang usaha, untuk memulai dan
mengembangkan usaha 3 faktor tersebut dapat dijadikan dasarnya.
• Pertama usaha produksi pangan atau makanan dan jasa
berdasarkan
permintaan konsumen
, melalui pendekatan ini dapat dipastikan bahwa usaha pangan yang dikembangkan sudah mendapatkan target pasar sehingga harapannya dalam jangka waktu yang lama usaha ini dapat berkembang.PELUANG USAHA DI BIDANG AGRITEKNOLOGI
• Peluang usaha dengan memikirkan permintaan konsumen ini berhubungan pada harga produk, dimana permintaan
konsumen akan tinggi saat harga produknya turun dan berlaku sebaliknya.
• Selain harga faktor lain yang mempengaruhi permintaan konsumen yaitu
kualitas
dankeamanan
dari produk.• Produk makanan berhubungan langsung dengan kebutuhan gizi dan
kesehatan
konsumen.• Selanjutnya adalah konsumen juga membutuhkan produk pangan atau makanan yang
praktis atau mudah
disiapkan
,mudah disajikan, memiliki penampilan
menarik, dan cita-rasa yang enak serta harga yang
terjangkau
.PELUANG USAHA DI BIDANG AGRITEKNOLOGI
• Kedua usaha didirikan atas dasar permintaan industri pangan, jadi industri yang didirikan industri atau usaha menghasilkan produk yang akan menjadi konsumsi industri lagi.
• Produk yang dihasilkan bisa produk setengah jadi atau produk jadi. Produk setengah jadi jika pasar atau industri hilirnya adalah produsen produk olahan yang berasal dari bahan setengah jadi.
Produk jadi jika industri hilirnya adalah industri jasa yang akan memanfaatkan produk jadi sebagai usaha bisnisnya.
• Pemasok pasar-pasar modern yang besar atau Mall, adalah
contoh dari bisnis ini. Usaha menjadi pemasok bahan bahan baku (raw material) yang berupa bahan setengah jadi atau bahan baku yang bisa disebut dengan suplayer.
PELUANG USAHA DI BIDANG AGRITEKNOLOGI
• Industri pangan dalam melakukan produksi harus memastikan bahwa ketersediaan bahan baku yang memadai sehingga
proses produksi produk pangan dapat berjalan lancar, ketersediaan bahan baku harus direncanakan semaksimal mungkin terikait penentuan volume atau jumlahnya, waktu dan biaya.
• Bahan baku yang direncanakan harus terpenuhi selama kegiatan produksi terus berjalan dan ketersediaan bahan baku adapat terpenuhi dari sumber-sumber alam atau
membeli dari supplier yang menghasilkan bahan baku. Bahan baku bisa berasal dari local dan bahkan harus diimpor dari luar negeri. Masih adanya impor, menunjukkan
ada peluang untuk jadi produsen atau pensuplay bahan baku bagi industri.
PELUANG USAHA DI BIDANG
AGRITEKNOLOGI
• Ketiga adalah membuat usaha sendiri dengan
mengembangkan usaha berbasis inovasi dan penemuan produk baru yang mampu bersaing dengan produk yang telah beredar di pasaran.
• Inovasi produk tidak berarti bahwa produk yang dibuat harus total baru yang justru akan tidak mudah untuk segera
diterima pasar, tetapi cukup dimulai dengan memodifikasi atau memperbaiki atau menambah fitur-fitur produk yang sudah ada dan dikenal pasar.
• Tujuan utamanya adalah memberi kesempatan pada pasar atau kosumen mendapatkan layanan atau produk yang bervariasi. Pengembangan produk seperti ini tetap harus berbasis pada kemanfaatan produk yang lebih baik bagi konsumen, yaitu nilai gizi, nilai fungsional pada kesehatan, kemudahaan dalam penggunaan, dan tentu dari harga produk yang lebih bersaing.