PEMBELAJARAN ORANG
DEWASA
PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
Peserta diklat umumnya adalah orang dewasa yang secara fisik dan psikologis memiliki perbedaan dengan
anak-anak dalam belajar. Oleh sebab itu, dalam menyelenggarakan diklat bagi orang dewasa perlu mempertimbangkan aspek fisiologis dan psikologis yang khas dari mereka. Hal ini merupakan ranah dari
metode pembelajaran dewasa yang sering disebut dengan istilah andragogi.
Teori Belajar
“Perubahan perilaku yang relatif permanen dan terjadi sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.”
Mengajar dalam perspektif pembelajaran yaitu pengajar berupaya untuk mengorganisir lingkungan terjadinya proses pembelajaran dengan menyediakan fasilitas belajar bagi peserta didik untuk mempelajarinya.
Hukum Belajar
Hukum belajar orang dewasa dalam belajar mengikuti ketentuan- ketentuan berikut ini :
1. Memiliki keinginan belajar
2. Memiliki pengertian terhadap tugasnya 3. Mengasosiasikan materi dengan tugasnya
4. Memiliki minat, keteguhan dan keuletan dalam belajar 5. Memiliki ketetapan hati melanjutkan tugasnya
6. Memiliki pengetahuan tentang keberhasilan dan kegagalan
PROSES BELAJAR
1.Motivasi
2.Perhatian pada pelajaran
3.Menerima dan mengingat
4.Reproduksi 5.Generealisasi 6.Mengerjakan
tugas dan umpan balik
TIDAK TAHU
TAHU
Proses belajar pada dasarnya upaya membantu manusia dari tidak tahu menjadi tahu.
Untuk mengubah kondisi tersebut diperlukan 6 kondisi mendasar
PROSES BELAJAR
Proses Belajar
Instrumental Input
Learning Teaching
Proses
Raw
Input
Outp
ut
Enviromental Input
Gambar diatas menunjukan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah, dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (learning-teaching process).
Terdapat didalam proses belajar mengajar itu turut berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input), dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjukan tercapainya keluaran yang dikehendaki (output).
Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu.
Faktor-faktor Mempengaruhi
Proses Belajar Dan Pembelajaran
1. BUDAYA : Setiap budaya memiliki karakteristik khas dalam proses pendidikan. Oleh sebab itu, berbagai metode pembelajaran yang didasari oleh budaya barat sangat sulit diterapkan didalam sistem pendidikan Indonesia yang didasari oleh budaya timur.
Contohnya ;
Metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) gagal diterapkan di Indonesia karena budaya timur yang tidak membiasakan siswa berbeda pendapat dengann gurunya sebagaimana merupakan hal yang lumrah dalam
budaya barat
2. SEJARAH ; Sejarah pendidikan Indonesia dimulai dari pendidikan agama yang dibawa oleh penganut agama Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Sebagaimana umumnya
pendidikan agama banyak menyampaikan ajaran berasal dari wahyu yang diyakini sebagai kebenaran mutlak sehingga hanya sedikit kesempatan bagi siswa untuk
mendiskusikan. Akibatnya, dengan tidak disadari metode ceramah satu arah menjadi metode yang paling banyak dan sering digunakan oleh pengajar negeri ini.
3. HAMBATAN PRAKTIS; Sekalipun pengajar telah merencanakan pelaksanaan
pembelajarannya dengan baik, namun bisa saja ia gagal memperaktekkan strateginya karena masalah teknis yang dihadapinya seperti putusnya aliran listrik, tidak sesuainya sistem perangkat lunak komputer, LCD Projector, dll.
4. KARAKTERISTIK PENGAJAR; Sebagai individu, pengajar memiliki karakteristik yang umum tetapi juga memiliki karakteristik yang khas sebagai pembawaan dirinya misalnya lemahnya volume suara ketika berbicara, tidak suka humor, dsb. Kelamahan ini tentu
saja dapat menjadi salah satu sumber masalah ketika yang bersangkutan menyampaikan materinya dikelas. Selain itu, latar belakang akademik seorang pengajar juga
memberikan pengaruh terhadap praktek mengajar yang bersangkutan.
6. SIFAT ALAMIAH PROSES BELAJAR DAN PEMBELAJARAN; Secara alamiah proses belajar harus melalui tahapan-tahapan kognitif aktual yang dimulai dengan penyerapan gagasan-gagasan dan keterampilan baru melalui proses pengingatan dalam waktu singkat atau “short term memory”, dilanjutkan dengan penyimpanan informasi untuk satu saat kelak digunakan kembali. Proses ini melibatkan kelima indera manusia.
Oleh sebab itu, dalam menyelenggarakan belajar dan pembelajaran seorang pengajar harus mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologi peserta.
Prinsip Umum Belajar &
Pembejaran
• Prinsip Kesiapan, Yang dimaksud dengan prinsip kesiapan yaitu proses yang dipengaruhi kesiapan peserta atau kondisi peserta yang memungkinkan ia dapat belajar.
• Prinsip Motivasi, Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dari peserta didik untuk mengatur arah kegiatan dan memelihara kondisi tersebut.
• Prinsip Persepsi, Prinsip persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup dan
dipengaruhi oleh perilaku individu itu sendiri. Setiap individu dapat melihat dunia dengan caranya sendiri.
• Prinsip Tujuan, Tujuan ini harus lebih jelas tergambar dalam pikiran dan dapat diterima oleh setiap peserta didik dalam proses pembelajaran itu terjadi.
• Prinsip Perbedaan Individual, Proses pengajaran semestinya memperhatikan perbedaan individual dalam kelas dan dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar
setinggi-tingginya
• Prinsip Transfer dan Retensi, Belajar yang dapat dianggap bermanfaat bila
seseorang itu dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan pada akhirnya dapat digunakan dalam situasi yang lain.
• Prinsip Belajar Kognitif, Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan
masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi.
• Prinsip Belajar Afektif, Prinsip belajar afektif seseorang akan menemukan bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.
• Prinsip Belajar Evaluasi, mempengaruhi proses belajar saat ini dan sselanjutnya pelaksanaan pelatihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji
kemajuan dalam pencapaian tujuan.
• Prinsip Belajar Psikomotor, Proses belajar psikomotor individu menentukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktifitas ragawinya. Belajar psikomotor
mengandung aspek mental dan fisik.
Ciri-ciri Belajar Orang Dewasa
Memiliki lebih banyak pengalaman hidup.
Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Orang dewasa termotivasi untuk belajar karena ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berprestasi secara personal, keputusan dan perwujudan diri.
Banyak peran dan tanggung jawab yang dimiliki. Menimbulkan
persaingan terhadap permintaan waktu antar setiap peranan yang ia miliki, menyebabkan keterbatasan waktu belajar. Penting bagi pendidik orang dewasa untuk memiliki sensitifitas dan memahami adanya
persaingan penggunaan waktu
Kurang percaya diri atas kemampuan yang mereka miliki untuk belajar
kembali.Kepercayaan-kepercayaan yang tidak benar tentang belajar,usia lanjut dan faktor fisik juga dapat meningkatkan ketidak percayaan diri orang dewasa untuk kembali belajar.
Pengalaman dan tujuan hidup orang dewasa lebih beragam dari pada para pemuda .Dan hal ini dapat dijadikan suatu kekuatan positif yang dapat dimanfaatkan melalui
pertukaran pengalaman dikalangan pembelajar orang dewasa.
Makna belajar orang dewasa. Belajar adalah suatu proses mental yang terjadi dalam benak seseorang yang melibatkan kegiatan berfikir. Bagi pendidik orang dewasa melalui pengalaman-pengalaman belajar makna belajar diberikan
Prinsip Belajar Orang Dewasa
- Nilai manfaat
Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila apa yang ia pelajari mempunyai nilaimanfaat bagi dirinya
- Sesuai dengan pengalaman
Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila apa yang dipelajari itu sesuai atau sejalan dengan pengetahuan dan pengalaman yang ada
dalam dirinya
- Masalah sehari-hari
Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila bahan yang dipelajari itu berpusat
disekitar masalah sehari-sehari dan ia mempunyai kesempatan untuk mempraktekan,
memecahkan permasalahan dengan berbagai cara - Praktis
Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila apa yang dipelajarinya itu praktis dan
mudah diterapkan. Ini berarti hal-hal yang sulit enggan untuk dipelajarinya.
• Sesuai kebutuhan
• Orang dewasa akan belajar dengan baik,apabila apa yang ia pelajari sesuai dengan
kebutuhannya. Setiap orang mempunyai kebutuhan dan apabila kebutuhan itu dapat dipenuhi dengan cara belajar, maka ia akan sangat bergairah untuk belajar
• Menarik
• Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila apa yang dipelajari itu menarik baginya. Jika pelajaran itu mudah dan merupakan hal yang baru, maka orang dewasa akan dengan senang
hati terlihat dalam proses belajar
• Berpartisipasi secara aktif
• Orang dewasa akan belajar dengan baik, apabila ia turut ambil bagian secara penuh. Suatu kegiatan belajar yang kurang melibatkan pesertanya akan kurang menarik dan menjenuhkan
pesertanya
• Kerja sama
• Orang dewasa akan belajar dengan baik,apabila situasi antar tutor/fasilitator/pelatih dan pesertanya terdapat kerjasama dan saling menghargai satu sama lain. Dalam situasi semacam
ini,terdapat rasa aman pada diri peserta dalam melakukan kegiatan.
Pertimbangan kondisi fisik dan psikologis orang dewasa
• Kondisi Fisik
- Penglihatan, Pendengaran, yang melibatkan panca Indera - Penyakit ..
• Kondisi Psikologis
Faktor tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan yang terkendali harus diakui sebagai hak pribadi yang khas sehingga keputusan yang diambil tidak harus selalu sama dengan pribadi orang lain.
4 Pertanyaan Mendasar Sebelum Mengajar
Dengan memahami prinsip-prinsip yang berlaku dalam belajar dan
pembelajaran baik secara umum maupun secara khusus bagi orang dewasa serta ciri-cirinya maka, disarankan kepada instruktur diklat untuk
mengupayakan menjawab 4 pertanyaan mendasar sebelum mengajar.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyelenggarakan belajar dan pembelajaran yang efektif dan efesien. 4 pertanyaan yang dimaksud adalah : 1. Apa materi yang akan diajarkan ?
2. Siapa yang akan belajar?
3. Bagaimana mereka belajar?
4. Bagaimana saya harus menyelenggarakan pembelajaran ?
Bagi orang dewasa, terciptanya suasana belajar yang
kondusif merupakan suatu fasilitas yang mendorong mereka
mau mencoba perilaku baru, berani tampil beda, motivasi
mereka dalam belajar juga meningkat dan dapat berlaku
dengan sikap baru dan mau mencoba pengetahuan baru yang
mereka peroleh. Walaupun sesuatu yang baru mengandung
resiko terjadinya kesalahan, namun kesalahan, dan kekeliruan
itu sendiri merupakan bagian yang wajar dari belajar.
DAUR KEHIDUPAN dengan KARIR
17 – 22 transisi awal, mulai lepas dari keluarganya,
22 – 28 masuk alam dewasa, mulai memilih karir dan gaya hidup, 28 – 33 transisi, menilai kembali arah karir,
33 – 40 pemantapan diri, pemantapan arah karir,
40 – 45 transisi tengah umur ; mengevaluasi kembali, mengolah kritis,
45 – 50 pertengahan dewasa ; memantapkan dan meyakinkan pilihan,
50 – 55 transisi 50-an ; menilai kembali, muncul masalah-masalah sebelumnya,
55 – 60 puncak tengah umur ; tentang menerima kenyataan, 60 – 65 transisi akhir ; meninjau perjalanan hidup,
65 - ? akhir dewasa ; lepas tanggung jawab terhadap pekerjaan.
USIA PERJALANAN KARIR