• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembentukan Karakter Melalui Olahraga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pembentukan Karakter Melalui Olahraga"

Copied!
301
0
0

Teks penuh

TIGA PILAR DALAM OLAHRAGA

Pendahuluan

Lebih lanjut pada Pasal 17 Bab VI disebutkan bahwa ruang lingkup olahraga meliputi kegiatan (a) olahraga pendidikan, (b) olahraga rekreasi, (c) olahraga prestasi. Ayat 3 menyatakan bahwa sistem keolahragaan nasional adalah seluruh aspek keolahragaan yang saling berkaitan secara terencana, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pelatihan, pengembangan, dan .

Olahraga Pendidikan

Terakhir menurut Achmad Paturusi (2012) mengatakan “pendidikan jasmani dan olah raga pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang digunakan. Dapat kita simpulkan bahwa tujuan pendidikan jasmani sesuai dengan uraian di atas adalah sebagai berikut :.

Gambar 1.Ilustrasi Pembelajaran Olahraga Di Sekolah  Sumber. PWMU.CO
Gambar 1.Ilustrasi Pembelajaran Olahraga Di Sekolah Sumber. PWMU.CO

Olahraga Prestasi

Jika ingin menjadi juara di tingkat internasional, maka ikutilah standar internasional yang berlaku pada cabang olahraga tersebut. Jika ingin menjadi juara tingkat nasional (misalnya PON), maka ikutilah standar nasional (bahkan internasional karena mungkin saja ada juara internasional yang mengikuti PON) yang berlaku pada cabang olahraga tersebut.

Olahraga Rekreasi

Kemajuan pendidikan jasmani dalam pendidikan nasional baru dimulai dengan diakuinya eksistensinya dalam bidang pendidikan jasmani (dan olah raga). Tujuan akhir dari pendidikan jasmani dan olahraga, menurut De Coubertin (orang Perancis yang memprakarsai kebangkitan Olimpiade modern), adalah agar pendidikan jasmani menjadi sarana pengembangan karakter dan mendorong pengembangan kebajikan moral (Lutan, 2001). .

Gambar 2.Olahraga Tradisional Indonesia Pacu Jalur   (Taluk Kuantan) Riau
Gambar 2.Olahraga Tradisional Indonesia Pacu Jalur (Taluk Kuantan) Riau

GAMBARAN OLAHRAGA SECARA UMUM

Nilai-Nilai Olahraga

Sifat watak yang dinilai atau tidak adalah nilai moral.Menurut Mudji Sutrisno (2005), “nilai adalah sesuatu yang dianggap berharga oleh seseorang atau sekelompok orang dan dijadikan acuan tindakan dan penafsiran arahnya. Mengenai peran olahraga dalam memenuhi peran kehidupan bermasyarakat, Husdarta (2011) menyatakan bahwa “nilai-nilai dalam olahraga erat kaitannya dengan tradisi budaya masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Ruang Lingkup Olahraga

Harus diakui bahwa sampai saat ini latihan jasmani di sekolah belum mampu menanamkan nilai-nilai luhur olahraga pada persepsi siswa. Ada nilai-nilai penting yang terkandung dalam pendidikan jasmani seperti sportivitas, tanggung jawab, kerjasama, kejujuran dan lain sebagainya.

OLAHRAGA DAN PARTISIPASI OLAHRAGA

Olahraga dan Kesehatan

Hal ini tentunya tidak hanya disadari oleh para pengambil kebijakan olahraga yang memimpinnya, namun juga oleh tingkat kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi dalam olahraga. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat dan bugar dengan membangun fasilitas olahraga dan pusat kebugaran berstandar internasional dengan mengedepankan manfaat dari segala aspek.

Olahraga dan Interaksi Sosial

Olah raga yang teratur sudah menjadi suatu kebutuhan sebagai pola hidup sehat bagi masyarakat, hal ini terlihat dalam bentuk olah raga pagi, jalan sehat, fitnes, futsal, bola voli, sepak bola dan rekreasi bersepeda yang juga sering diadakan oleh masyarakat. Sebab, bangsa Indonesia memegang teguh UUD 1945 yang menjadi landasan kelangsungan hidup setiap masyarakat dan kelompok yang selalu damai di tengah perbedaan. Bukan tanpa alasan, pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang manfaat olahraga menjadi landasan banyak masyarakat yang mulai menyukai olahraga, bahkan sudah menjadi suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Olahraga dalam Pembangunan Nasional

Dalam pendidikan jasmani, gerak merupakan salah satu ciri khusus yang patut menjadi tanda pendidikan jasmani. Berdasarkan penjelasan di atas, pendidikan jasmani dan olah raga sarat akan nilai dan dapat membantu membentuk karakter seseorang. Oleh karena itu, pembentukan karakter adil sangat penting untuk ditanamkan pada siswa melalui pendidikan jasmani dan olahraga.

NILAI NILAI KARAKTER DALAM PENDIDIKAN

Konsep Dasar Pendidikan Olahraga

Mengingat pendidikan merupakan hal yang utama, maka tidak heran jika nilai-nilai pendidikan sangat penting untuk ditonjolkan dalam kegiatan olahraga. Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa kegiatan olahraga mengandung nilai-nilai yang sangat penting bagi kehidupan dan kemanusiaan. Sayangnya, meskipun nilai-nilai ini sangat penting dalam olahraga, namun dalam praktiknya jauh dari diinginkan.

Dekonstruksi Nilai-nilai Olahraga

Dengan bermain sepak bola misalnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan seperti menendang dan menggiring bola, tetapi juga bagaimana bekerja sama, percaya dan menghormati orang lain. Nilai-nilai luhur olahraga yang wajib diajarkan dan dijunjung tinggi terdistorsi oleh keinginan untuk menang dan mengalahkan orang lain. Permasalahan distorsi nilai-nilai olahraga pada dasarnya bukanlah hal baru dan sudah menjadi permasalahan internasional.

Karakter

Kewarganegaraan, suatu bentuk karakter yang menjadikan seseorang sadar akan hukum dan peraturan serta peduli terhadap lingkungan alam. Tanggung jawab, suatu bentuk karakter yang menjadikan seseorang bertanggung jawab, disiplin dan selalu melakukan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 adalah agar pendidikan tidak hanya membentuk manusia yang cerdas, tetapi juga manusia yang berkarakter, guna mewujudkan generasi yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang dijiwai nilai-nilai luhur Pancasila.

Hakikat Pendidikan Karakter

Proses pembinaan dan penguatan ranah afektif dapat terlaksana dengan baik bila dilakukan pada tingkat satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Fokus pembelajaran pada ranah afektif adalah pada perasaan, nilai, perilaku sosial dan sikap yang berkaitan dengan gerak manusia. Pembelajaran ranah afektif dalam konteks pendidikan jasmani dan olah raga artinya siswa mempelajari konsep-konsep seperti sportivitas, fair play, menghargai orang lain, menghargai perlengkapan, pengendalian diri, tanggung jawab dan motivasi.

Pendidikan Karakter Dalam Pendidikan Jasmani Dan

Pada tingkat satuan pendidikan, penanaman nilai-nilai afektif dilakukan secara terpadu dengan proses belajar mengajar (KBM) pada setiap mata pelajaran, melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, dan melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Nilai-nilai afektif pendidikan perlahan mulai hilang di kalangan generasi muda akibat dampak globalisasi dan modernisasi. Pengembangan karakter dalam pendidikan jasmani dan olahraga Kami menyadari bahwa pendidikan jasmani dan. untuk dicapai melalui pendidikan nilai-nilai di sekolah.

Makna Pendidikan Jasmani Berbasis Karakter

Mengapa Perlu Pendidikan Jasmani Berbasis

  • Pengembangan Peserta Didik Melalui Penjas

Tommie dan Wendt (1993) mencatat bahwa beberapa tema umum muncul dalam penelitian mengenai aspek psikososial pendidikan jasmani. Dalam posisi yang sangat sentral dan berpengaruh, guru pendidikan jasmani harus menyampaikan nilai-nilai dan filosofi melalui olahraga karena hal ini berdampak langsung pada pengalaman olahraga partisipatif generasi muda (Steelman, 1995). Pengalaman bisnis yang diperoleh siswa dalam pendidikan jasmani merupakan faktor penting dalam meningkatkan aktivitas jasmani dan partisipasi olahraga.

Tabel 1. Nilai-nilai turunan dari karakter
Tabel 1. Nilai-nilai turunan dari karakter

Strategi dan Rekonstruksi Pembelajaran

Identifikasi nilai berkaitan dengan nilai moral apa yang paling sedikit harus dimiliki oleh seorang individu. Dari beberapa literatur, setidaknya terdapat enam nilai moral yang harus dimiliki individu, yaitu: rasa hormat, tanggung jawab (Lickona, 1991); kepedulian, kejujuran, keadilan dan kewarganegaraan (Martens, 2004). Nilai-nilai moral yang melekat pada olahraga harus diintegrasikan, dibangun dan ditransformasikan ke dalam struktur dasar penalaran siswa.

Gambar 4. Siklus Pembelajaran melalui Pengalaman
Gambar 4. Siklus Pembelajaran melalui Pengalaman

Evaluasi Pembelajaran Penjas Karakter

Bahwa pendidikan jasmani adalah olah raga dan kegiatan jasmani yang dilakukan sebagai bagian dari proses pendidikan yang teratur dan berkesinambungan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani. Karena peluang yang diberikan untuk menunjukkan pengembangan karakter, pendidikan jasmani dan olahraga adalah laboratorium pengalaman manusia. Di kalangan siswa, karakter bertanggung jawab ini dapat dikembangkan dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga serta kegiatan rekreasi.

Gambar 6. Proses Pembudayaan dan Pemberdayaan Perilaku  Berkarakter
Gambar 6. Proses Pembudayaan dan Pemberdayaan Perilaku Berkarakter

OLAHRAGA SEBAGAI MINIATUR KEHIDUPAN

Fungsi Olahraga dalam Pendidikan

Yang diteliti dalam konteks ini adalah bagaimana olahraga mempengaruhi pendidikan dan bagaimana olahraga berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Berdasarkan rencana transformasi dan kontribusi olahraga terhadap pencapaian tujuan pendidikan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam olahraga, sudah sepantasnya olahraga dijadikan landasan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sebagai tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20. Olahraga merupakan upaya untuk mencapai tujuan pendidikan dalam proses pembangunan manusia sehingga dapat menunjang fungsi jantung, otak, dan indera.

Konsep Pendidikan Jasmani di Sekolah

Kedelapan tujuan pendidikan jasmani tersebut di atas menjadi pedoman bagi guru pendidikan jasmani dalam melaksanakan tugasnya. Undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional di Republik menetapkan bahwa pendidikan jasmani dan olahraga harus diajarkan dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain, pendidikan jasmani dipandang sebagai pengajaran yang menekankan pada jasmani, sehingga identik dengan menggunakan otot tanpa berpikir atau merasakan (yaitu tanpa menggunakan otak atau hati).

Gambar 7. Cakupan Ranah Pendidikan Jasmani
Gambar 7. Cakupan Ranah Pendidikan Jasmani

Olahraga dan Keseimbangan Sosial

Momen unik yang terjadi pasca final pencak silat Asian Games 2018 ini menjadi gambaran penting bagaimana olahraga bisa menjadi penstabil sosial. Tentu saja kita dapat menarik kesimpulan bahwa olahraga dapat menjadi cara ideal untuk mengurangi atau bahkan mencegah keluhan. Olahraga dapat dianggap sebagai alat integrasi dalam situasi ini karena dirancang dengan mempertimbangkan subsistem sosial seperti perbedaan kelas, tingkat pendidikan, dan masyarakat.

Fungsi Olahraga dalam Kemasyarakatan

Di forum internasional, olahraga berperan sebagai duta negara dan digunakan dalam perayaan diplomatik pencapaian perdamaian dunia. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan olahraga sebagai alat diplomasi publik telah menciptakan peluang penyelesaian konflik, yang dapat mengarah pada kesepakatan damai antara kedua belah pihak dan pada akhirnya reunifikasi. Hal ini lebih lanjut menyiratkan bahwa titik temu antara olahraga dan pengucilan sosial dalam kebijakan publik mengungkapkan tiga tema utama: akses terhadap olahraga, lingkungan olahraga yang inklusif, dan penggunaan olahraga sebagai alat untuk mencapai tujuan kebijakan sosial.

Gambar 8. Desain Promosi Olahraga  Sumber: Buku Olahraga Untuk Indonesia (2018)
Gambar 8. Desain Promosi Olahraga Sumber: Buku Olahraga Untuk Indonesia (2018)

Fungsi Olahraga dalam Pelestarian dan Aktualisasi

Sedangkan di sisi lain, pertandingan atau kompetisi yang diselenggarakan dalam berbagai bentuk event baik tingkat regional maupun internasional merupakan kegiatan atau wadah sosialisasi olahraga yang pada hakikatnya merupakan dakwah budaya masyarakat global. Suatu hal yang luar biasa dan tanpa kita sadari, perlombaan-perlombaan atau perlombaan tersebut telah tertata dengan baik bahkan menjadi kalender tetap, mulai dari tingkat regional/lokal hingga internasional, seperti Pekan Olahraga Daerah (PORDA), Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games , ASEAN Games dan Olympic Games, serta kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh masing-masing cabang. Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya pelestarian dan penyebaran kebudayaan berlangsung secara terorganisir dan sesuai tanggal yang telah ditentukan, mulai dari tingkat lokal hingga tingkat global.

Fungsi Olahraga dalam Kemanusiaan

Melalui olahraga dan olah raga kesehatan, pendidikan karakter ditanamkan dan dikembangkan, serta pemahaman dan dorongan peserta didik untuk berperilaku terpuji menjadi landasannya. Pendidikan karakter selalu ditanamkan kepada peserta didik dalam dunia pendidikan di luar olahraga dan pendidikan jasmani pada semua mata pelajaran, baik di sekolah menengah atas maupun di perguruan tinggi. Fenomena di atas patut dibagikan kepada para pelaku olahraga di Indonesia, termasuk guru pendidikan jasmani.

Gambar 10. Skema Transformasi nilai-nilai luhur dalam  olahraga
Gambar 10. Skema Transformasi nilai-nilai luhur dalam olahraga

KARAKTER YANG MUNCUL DALAM PENDIDIKAN

Karakter

Karakter ini dengan jelas akan menunjukkan jati diri seseorang, meskipun tidak dapat diukur secara empiris, namun dapat dirasakan oleh orang-orang disekitarnya, terlepas dari apakah seseorang tersebut mempunyai karakter yang baik atau tidak. Peduli, suatu bentuk karakter yang menjadikan seseorang mempunyai sikap peduli dan penuh perhatian terhadap orang lain dan kondisi sosial lingkungan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan argumen Lickona dalam Hidayat dkk. 2020), yang berpendapat bahwa pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral merupakan tiga komponen karakter yang saling berkaitan dan dapat dipahami.

Konsep Karakter

Dia percaya bahwa perilaku ditentukan oleh sejumlah faktor kompleks dan penilaian serta penilaian moral hanya memainkan peran kecil dalam menjelaskan perilaku moral. Lickona (1991) dalam Joseph (2006)) berpendapat bahwa karakter positif terbentuk sebagai hasil proses emosional dan kognitif. Skinner (1971) dalam Joseph (2006) berpendapat bahwa seseorang bertanggung jawab atas perilakunya karena itu merupakan konsekuensi dari perilaku baik dan buruk.

Olahraga dan Karakter

Untuk menjamin berkembangnya karakter bangsa maka pendidikan karakter harus dilaksanakan secara terus menerus dan tanpa henti. Oleh karena proses pembelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan dilakukan sampai 75% waktunya di lapangan (bisa di luar maupun di dalam kelas), maka kebugaran jasmani siswa merupakan prasyarat terselenggaranya proses pembelajaran karakter. Pengembangan jati diri melalui pendidikan moral bertujuan untuk memperkuat karakter diri sendiri, tetapi juga untuk memperkuat karakter negara secara keseluruhan.

Karakter Dalam Pendidikan Jasmani Dan Olahraga . 147

Penjelasan di atas memperjelas bahwa pendidikan jasmani dan olah raga merupakan sarana pendidikan, sekaligus penanaman budi pekerti yang sekarang kita sebut dengan budi pekerti. Pendidikan jasmani dan olah raga selalu melibatkan komponen sosial selain kriteria jasmani yang menekankan pada keterampilan, ketangkasan dan penampilan. Maksudnya dalam konteks ini adalah agar nilai-nilai dan perilaku yang dipelajari di kelas pendidikan jasmani dan olahraga dapat diterapkan di luar sekolah, di rumah dan di masyarakat (Parker dan Stiehl, 2004).

Gambar 12. Peranan Proses Pendidikan Dalam Pembentukan  Karakter
Gambar 12. Peranan Proses Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter

Implementasi Karakter

Peran seorang guru pendidikan jasmani dalam sistem pembinaan dan pelatihan olahraga di Indonesia sebenarnya tidak mudah, namun juga tidak sulit. Harapan masyarakat terhadap guru pendidikan jasmani hendaknya mampu mengelola tumbuh kembang anak sesuai dengan pembelajaran pendidikan jasmani. Untuk itu perlu pengkajian mendalam terhadap peran guru pendidikan jasmani di era 5.0 agar mampu bersaing dengan kualitas pendidikan global dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Gambar 13. Pengembangan Karakter Melalui Olahraga Sejak  Dini
Gambar 13. Pengembangan Karakter Melalui Olahraga Sejak Dini

PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN

Nilai-nilai Universal dalam Olahraga

Pemecahan masalah, setiap kegiatan olahraga mengandung unsur-unsur penting yang memerlukan kemampuan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Percayalah, setiap kegiatan olahraga mengandung kesempatan belajar agar orang lain dapat percaya dan dipercaya oleh orang lain. Toleransi, setiap kegiatan olahraga mengandung unsur-unsur yang dapat menumbuhkan sikap toleran terhadap orang lain, bahkan terhadap orang yang berbeda.

Peran Guru dalam Sistem Pembangunan dan

Seorang guru pendidikan jasmani diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat khususnya dalam bidang olahraga itu sendiri. Metode mediasi terdiri dari pertemuan tatap muka dengan orang tua siswa dan tokoh masyarakat, baik secara individu maupun kelompok besar, b) Upaya guru pendidikan jasmani dalam peran organisasinya dapat diwujudkan dengan mengorganisir siswa dan anggota masyarakat dalam berbagai cabang olahraga. . kelompok sesuai dengan kesukaan dan keinginannya, selain melalui pembentukan pengurus masing-masing kelompok olahraga tersebut, c) Upaya guru penjas dalam perannya sebagai sumber belajar dapat diwujudkan melalui kerjasama dengan pengawas jasmani kecamatan dan melalui kerjasama dengan departemen olahraga. Peran guru pendidikan jasmani dalam sistem pembinaan dan pengembangan olahraga di Indonesia dapat diwujudkan sebagai penggerak olahraga, yang berperan sebagai motivator, penyelenggara dan sumber belajar bagi seluruh peserta didik dan lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga dan berbagai aktivitas jasmani.

Gambar 14. Pembinaan prestasi olahraga ditinjau dari Teori  Piramida, Usia Berlatih, Tingkat Atlet Dan Tingkat  Pertumbuhan Dan Perkembangan Atlet (M
Gambar 14. Pembinaan prestasi olahraga ditinjau dari Teori Piramida, Usia Berlatih, Tingkat Atlet Dan Tingkat Pertumbuhan Dan Perkembangan Atlet (M

Kompetensi Guru Penjas di Era 5.0

Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi guru untuk segera bersiap beradaptasi di era society 5.0 dengan segala permasalahan yang akan dihadapinya. Namun saat ini di era 5.0, seperti kita ketahui, guru harus memiliki kompetensi yang memadai. Baik atau buruknya wajah pendidikan kita di era society 5.0 ditentukan oleh guru sebagai agen perubahan yang mempunyai peran kepemimpinan yang sangat strategis.

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Penjas 181

Program pembelajaran yang efektif dan efisien pada dasarnya dapat membantu siswa memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan. Program pembelajaran yang efektif dan efisien juga dapat memperpanjang retensi isi atau materi yang dipelajari. Terakhir, program pembelajaran yang efektif dan fungsional memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.

Strategi Olahraga dalam Society 5.0

Konsep masyarakat 5.0 merupakan pengembangan dari dampak Revolusi Industri 4.0 yang merupakan era yang akan kembali ke masa pra-industri. Maka dalam manuver society 5.0 ke depan diharapkan para atlet mampu mengembangkan ilmu keolahragaan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang saat ini memasuki era modern. Dan masih banyak lagi manuver-manuver olahraga di masyarakat 5.0 yang dapat dilakukan oleh para atlet agar masyarakat dapat mengambil manfaat dari era yang serba canggih ini.

Keterpurukan Prestasi Olahraga Indonesia

Yang bisa dimaklumi, komunitas olahraga di Indonesia masih menyalahgunakan model latihan yang seharusnya mengikuti model piramida. Guru pendidikan jasmani memiliki tanggung jawab besar untuk memberdayakan olahraga di sekolah dan masyarakat dan di seluruh negeri. Guru pendidikan jasmani hendaknya mempunyai peranan yang jelas dalam pemberdayaan olahraga baik untuk pendidikan, prestasi maupun rekreasi, guna mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan olahraga yaitu meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Gambar 15. Model Konseptual Hubungan antara Penjas dan  Olahraga (Agus Mahendra, 2005)
Gambar 15. Model Konseptual Hubungan antara Penjas dan Olahraga (Agus Mahendra, 2005)

KONTRIBUSI PENDIDIKAN JASMANI UNTUK

Siapa Generasi Milenial?

Gaya Hidup Generasi Milenial

Manfaat Berolahraga

Tantangan Generasi Millenial

Kontribusi Pendidikan Jasmani

Olahraga Untuk Semua

Olahraga Mengangkat Martabat

Apakah Olahraga Benar-Benar Mengekspresikan

Apakah Olahraga Itu Hak Asasi Manusia?

Apakah Olahraga Benar-Benar Mempromosikan

Gambar

Gambar 1.Ilustrasi Pembelajaran Olahraga Di Sekolah  Sumber. PWMU.CO
Gambar 2.Olahraga Tradisional Indonesia Pacu Jalur   (Taluk Kuantan) Riau
Gambar 3. Olahraga Tradisional Indonesia Lompat Batu  (Nias) Sumatera Utara
Tabel 1. Nilai-nilai turunan dari karakter
+7

Referensi

Dokumen terkait

Within early modern thought, when body and soul are in equilibrium, the body functions to serve at the will of the rational soul and the will of the soul expresses its mastery over the