• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan Tingkat Banding

N/A
N/A
Hafidz Firdaus

Academic year: 2025

Membagikan "Pemeriksaan Tingkat Banding"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Memahami dan

Mendalami

Pemeriksaan

Tingkat Banding

(2)

Tujuan Pembelajaran

• Menjelaskan pengertian dan dasar hukum pemeriksaan tingkat banding.

• Menjabarkan tahapan dan prosedur pemeriksaan banding.

• Menganalisis bentuk dan jenis putusan banding.

• Membedakan pemeriksaan banding dan kasasi.

• Mengenali isu-isu hukum yang sering muncul pada tingkat banding.

(3)

Pengertian Pemeriksaan Banding

• Pemeriksaan banding adalah upaya

hukum biasa untuk meminta pemeriksaan ulang putusan pengadilan tingkat

pertama.

• Tujuannya untuk menilai kembali fakta dan penerapan hukum dari putusan yang dianggap merugikan pihak tertentu.

• Dasar hukum: KUHAP Pasal 67–72,

HIR/RBg, UU Peradilan (Agama, TUN, dll).

(4)

Tujuan Pemeriksaan Banding

• Memberikan kesempatan koreksi

terhadap putusan pengadilan tingkat pertama.

• Menjamin hak atas keadilan dan fair trial.

• Mengoreksi kekeliruan dalam

pertimbangan yuridis maupun fakta.

(5)

Proses Banding

• Permohonan Banding: Diajukan dalam 14 hari setelah putusan dibacakan.

• Pengiriman Berkas: Dikirim ke pengadilan tingkat banding.

• Pemeriksaan: Dilakukan oleh hakim berdasarkan berkas.

• Putusan: Menguatkan, mengubah, atau membatalkan putusan pertama.

(6)

Kewenangan Hakim Banding

• Memeriksa fakta dan hukum (judex facti et judex juris).

• Menilai kembali bukti tanpa menerima bukti baru.

• Memutus ulang jika perlu.

(7)

Jenis Putusan Banding

• Afirmatif: Menguatkan putusan tingkat pertama.

• Modifikatif: Mengubah sebagian isi putusan.

• Revokatif: Membatalkan dan memutus ulang perkara.

(8)

Perbandingan Banding dan Kasasi

Banding:

Dilakukan di Pengadilan Tinggi/PTA/PT TUN.

Memeriksa fakta dan hukum.

Putusan: menguatkan, mengubah, membatalkan.

Kasasi:

Dilakukan di Mahkamah Agung.

Memeriksa penerapan hukum (judex juris).

Putusan: membatalkan atau menguatkan.

(9)

Tantangan & Isu Praktik

• Penyalahgunaan hak banding untuk mengulur waktu.

• Putusan tanpa pertimbangan hukum baru.

• Kualitas berkas perkara kurang baik.

• Profesionalisme hakim perlu ditingkatkan.

(10)

Kesimpulan

• Banding adalah sarana koreksi terhadap putusan tingkat pertama.

• Hakim banding memeriksa ulang fakta dan hukum.

• Memahami prosedur ini penting untuk menjamin keadilan peradilan.

(11)

Diskusi & Tanya Jawab

• Apakah dalam semua perkara perdata banding diperbolehkan?

• Bagaimana jika putusan banding tidak memuat analisis baru?

• Apa dampak jika memori banding tidak lengkap?

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dihasilkan simpulan, yakni (1) pengajuan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Rangkasbitung

Pemeriksaan ulang terhadap perkara yang sama tersebut itulah yang dinamakan banding.8 Perkara banding perceraian menurut peneliti adalah suatu upaya yang mana ketika kita merasa

Badan Pengawasan atau Pengadilan Tingkat Banding yang menerima pengaduan yang diteruskan oleh Pengadilan Tingkat Banding atau Pengadilan Tingkat Pertama, menyampaikan

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena Putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding

1 jam Naskah Kontra Memori Banding Panah kembali menunjukkan penangananya melalui Pengadilan Negeri 35 Melaksanakan sidang dengan acara.

Alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon

Bahwa dalam mengajukan permohonan bandingnya atas putusan Pengadilan Agama Jeneponto tersebut, tergugat/ pembanding mengajukan memori banding kepada Pengadilan Tinggi Agama

sebagaimana disebutkan dalam Pasal 67 KUHAP, bahwa terdakwa atau penuntut umum berhak untuk meminta banding terhadap putusan pengadilan tingkat pertama kecuali terhadap