• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI "

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH TERAPAN

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Diploma III Pelayaran

RISWAN NIT 03.15.052.141 AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIKLAT PELAUT TINGKAT III POLITEKNIK PELAYARAN SUARABAYA

TAHUN 2019

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : RISWAN

Nomor Induk Taruna : 03.15.052.141/N

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul:

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan diatas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

SURABAYA,...

Penulis,

RISWAN

(3)

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI

KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI Nama Taruna : RISWAN

NIT : 03.15.052.141/N

Program : DIPLOMA III PELAYARAN

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan

Surabaya,...

Menyetujui

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

SEMUEL D.PARERUNGAN, SH,MH Penata (III/c)

NIP. 197404261998081001

INDAH AYU JOHANDA P, S.E,M.Ak Penata (III/c)

NIP. 198609022009122001

Ketua Jurusan POLTEKPEL SURABAYA

Capt. DAMAYANTO PURBA, M.Pd Penata (III/c)

NIP. 197309192010121001

(4)

iv

Penguji I

SEMUEL D. PARERUNGAN, SH, MH Penata (III/c)

NIP. 19740426 199808 1 001

PENGESAHAN KARYA ILMIAH TERAPAN

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI

Disusun dan Diajukan Oleh : RISWAN

NIT. 03 15 052 1 41 Ahli Nautika Tingkat III

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya

Pada Tanggal, 2019

Menyetujui:

Mengetahui:

Ketua Jurusan Nautika

Capt. DAMAYANTO PURBA, M.Pd Penata (III/c)

NIP. 197309192010121001

Penguji II

INDAH AYU JOHANDA P, S.E,M.Ak Penata (III/c)

NIP. 19860902009122001

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas segala rahmat yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penulis dapat merampungkan karyailmiahterapan ini. Penelitian ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan untuk wisuda program D-III Politeknik Pelayaran Surabaya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih terdapat kelemahan yang perlu diperkuat dan kekurangan yang perlu dilengkapi. Karena itu, dengan rendah hati penulis mengharapkan masukan, koreksi dan saran untuk memperkuat kelemahan dan melengkapi kekurangan tersebut.

Dengan tersusunnya karya ilmiah terapan ini, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

1. Yth. Bapak Capt. HERU SUSANTO, MM selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya beserta jajarannya yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh dan menyelesaikan proposal penelitian ini.

2. Yth. Bapak Capt DAMAYANTO PURBA, S.Si.T, M.Pd selaku Ketua Jurusan Nautika di Politeknik Pelayaran Surabaya.

3. Yth. Bapak SEMUEL D.PARERUNGAN, SH, MH . Selaku Dosen Pembimbing I

4. Yth. Ibu INDAH AYU JOHANDA PUTRI, S.E , M.Ak selaku Dosen Pembimbing II yang berkenan memberi bimbingan, arahan dan masukan terhadap penulisan proposal penelitian yang layak untuk disajikan.

(6)

vi

Akhir kata karya ilmiah terapanini ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan baik dalam bidang perkembangan dunia pendidikan maupun dalam bidang perkembangan dunia pelayaran, hal ini dikarenakan karyailmiahterapan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada lembaga pendidikan dan pelatihan pelayaran.

Surabaya, ...

RISWAN

(7)

vii

vii ABSTRAK

RISWAN, “Penanganan Kecelakaan Kerja Di Kapal MT FORTUNE GLORY XLI”. Di bimbing oleh SEMUEL D.PARERUNGAN, SH, MH dan INDAH AYU JOHANDA PUTRI, S.E, M.Ak.

Kecelakaan merupakan hal mendasar yang akan terjadi apabila factor utamanya yakni pengetahuan akan penanganan kecelakaan itu masih kurang. Sehingga dapat di ketahui bersama jika awak kapal seharusnya memiliki ketrampilan dalam berbagai bidang yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan serta ketrampilan menangani kecelakaan.

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang penanganan kecelakaan kerja untuk mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa di atas kapal ketika terjadi kecelakaan kerja, maka dari sisi wawasan dan keterampilan semua crew kapal dalam melaksanakan penanganan kecelakan kerja di atas kapal harus sesuai dengan SOP yang di atur dalam STCW 1978 amandemen 2010.

Penelitian ini di laksanakan saat berada dikampus Politeknik Pelayaran Surabaya dan di lanjutkan saat peneliti melaksanakan praktek lapangan di atas kapal untuk memperoleh data primer melalui riset lapangan, maka penulis akan menggunakan metode kualitatif ini penulis dapat melakukan interview dengan objek yang penulis teliti. Dapat dipahami bahwa menganalisa deskriptif kualitatif adalah memberikan prediket pada variabel yang diteliti sesuai dengan kondisi sebenarnya. Maksudnya adalah untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya antara keserasian teori dan praktek.

Kata kunci : kecelakaan, keselamatan, penanganan

(8)

viii

viii ABSTRACT

RISWAN, "Handling Work Accidents On The MT FORTUNE GLORY XLI Ship".

Guided by SEMUEL D.PARERUNGAN, SH, MH and INDAH AYU JOHANDA PUTRI, S.E, M.Ak.

Accidents are a fundamental thing that will happen if the main factor is lack of awareness of safety. So that it can be known together if the crew should have skills in various fields that can prevent accidents and skills in dealing with accidents.

To increase knowledge about handling work accidents and to reduce the risk of casualties when a work accident occurs on the ship, the skill of all crew members in carrying out handling work accidents on board must be in accordance with the SOP set in STCW 1978 amendment 2010.

This research was carried out while at the Surabaya Shipping Polytechnic campus and continued when the authors carried out field practice on board to obtain primary data through field research, the authors will use the following techniques by conducting direct observations on objects investigated and interviews with related parties and secondary data, namely a research approach that uses existing data to be analyzed and interpreted according to the research objectives.

Key word : accident, safety, handling.

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………... i

PERNYATAAN KEASLIAN PROPOSAL ……….... ii

PERSETUJUAN SEMINAR PROPOSAL ………... iii

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL ………... iv

KATA PENGANTAR ……….... v

ABSTRAK………... vii

ABSTRACT………... viii

DAFTAR ISI ………... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian………... 1

B. Rumusan Masalah ………. 4

C. Batasan Masalah ………... 4

D. Tujuan Penelitian ……….. 4

E. Manfaat Penelitian ……… 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Review Penelitian Sebelumnya ………... 6

B. Landasan Teori ………... 6

1. Pengertian Penanganan ... 6

2. Pengertian Kecelakaan Kerja…...………... 6

3. Tujuan Penanganan Kecelakaan Kerja... 9

4. Sikap Seorang Penolong ...………... 9

5. Dasar-dasar Melakukan Penanganan...…………... 9

6. Kasus Kecelakaan Kerja Dan Penangananya... 10

7. Peralatan Penanganan Kecelakaan ………... 15

8. Kerangka Penelitian... 16

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……….. 17

B. Lokasi Penelitian ………... 18

C. Jenis dan Sumber Data ………... 18

D. Teknik Pengumpulan Data ………... 19

(10)

x

E. Teknik Analisis Data ………... 19

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum lokasi penelitian... 21

B. Hasil penelitian... 22

1. Penyajian data... 22

2. Analisi data ... 24

C. Pembahasan ... 26

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 29

B. Saran ... 29

DAFTAR PUSTAKA

(11)
(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai salah satu negara maritim maka peranan sektor perhubungan khususnya perhubungan laut sangat menunjang kelancaran arus barang dari suatu daerah kedaerah lainnya. Dalam era pembangunan yang sedang giat- giatnya kita laksanakan saat ini peran tersebut sangat dibutuhkan, sehingga dengan demikian berarti tantangan akan semakin meningkat.

Kemajuan teknologi membawa perkembangan dalam bidang pendidikan, tata hubungan sosial dan pergaulan masyarakat, yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap tingkah laku manusia. Banyak mesin-mesin, bahan- bahan maupun proses-proses baru yang ditemui sebagai hasil kemajuan teknologi terutama di dunia kemaritiman internasional. Tetapi kemajuan teknologi juga dapat merugikan bila tidak ditangani dengan baik, yaitu dalam bentuk bahaya baru yang mucul seperti kecelakaan kerja. Tidak jarang suatu industri perkapalan karena kurang teliti dalam perawatan dan perancangannya mengakibatkan jiwa manusia menjadi korban. Walau bagaimanapun kecelakaan tidak terjadi dengan sendirinya, akan tetapi ada yang menyebabkannya. Sebab terjadinya kecelakaan sering terjadi diakibatkan oleh lebih dari satu sebab, kecelakaan dapat di cegah dengan menghilangkan hal hal yang menyebabkan kecelakaan tersebut, ada dua sebab utama terjadinya suatu kecelakaan. Pertama, tindakan yang tidak aman, kedua, kondisi kerja

(13)

2

yang tidak aman, orang yang mendapat kecelakaan luka luka sering kali di sebabkan oleh orang lain atau karena tindakannya sendiri yang tidak menunjang keamanan. Sebagai alat transportasi laut merupakan jawaban yang tepat dalam menunjang kelancaran pelayaran, olehnya itu dituntut Perwira pelayaran niaga yang disiplin, terampil dan gesit dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam pengoperasian kapal ditemukan banyak sekali pekerjaan- pekerjaan baik yang ringan maupun berat yang memiliki tingkat resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Pada akhir masa ini kita menyaksikan perubahan yang cepat dalam kehidupan sehari-hari maupun ditempat kerja.

Berbagai macam-macam teknologi perkapalan bermuculan, disertai penggunaan teknologi muktahir, penggunaan bermacam-macam mesin kapal, kondisi kerja crew kapal serta cara kerja crew kapal, juga penanganan beraneka ragam muatan yang mengandung bahan-bahan kimia, akan membawa akibat sampingan dikalangan crew kapal, yaitu meningkatnya berbagai macam kecelakaan kerja. Untuk itu dirasakan perlu adanya pengetahuan tentang penanganan kecelakaan kerja dan pelayanan medis saat terjadi kecelakaan kerja di atas kapal, yang nantinya dapat dilaksanakan seluruh crew kapal, hal tersebut bertujuan untuk :

1. Menyelamatkan nyawa korban 2. Meringankan penderitaan korban

3. Mencegah cedera menjadi lebih parah 4. Mempertahankan daya tahan korban

(14)

3

5. Mencarikan pertolongan lebih lanjut

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memberikan penanganan pada koerban kecelakaan kerja, diperlukan adanya pengetahuan tentang penanganan pada kecelakaan itu sesuai dengan jenis kecelakaannya dan bagaimana cara mengatasinya seperti yang tertera pada peraturan internasional STCW 1978 Amandemen 2010 Peraturan BAB IV 4.16 dan STCW 1995 Reg.VI/4-1 (MEFA) Medical Emergency First Aid

Salah satu kasus tentang pentingnya keterampilan crew kapal dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah Seorang ABK MT OCEAN GLOBAL mengalami patah tulang setelah jatuh dari ketinggian 15 meter di atas kapal. Ia sedang bekerja mengawasi loading minyak CPO ke perusahaan milik Wilmar Group setelah terjatuh dari ketinggian 15 meter diatas kapal tanker untuk melakukan pengawasan loading minyak CPO ke perusahaan milik Wilmar Group persisnya di Dermaga C Pelindo Dumai, Kamis (5/6/14). Informasi yang berhasil dirangkum riauterkini.com di RSUD Dumai, terlihat korban yang diketahui bernama Alex tersebut dililit dengan tirai bambu untuk meluruskan tulang tangan sebelah kanan yang diduga patah akibat terjatuh dari salah satu tempat di atas kapal dan mendarat di dek kapal besi tersebut. Sontak proses loading minyak dihentikan sementara waktu untuk membawa korban ke rumah sakit. Dari kasus di atas dapat di sadari betapa pentingnya pengetahuan crew kapal akan penanganan pertama terhadap korban kecelakaan di atas kapal sebelum korban di rawat lebih lanjut oleh pihak rumah sakit. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengangkat

(15)

4

penelitian yang berjudul “PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MT FORTUNE GLORY XLI”

B. Rumusan Masalah

Berikut adalah rumusan masalah yang di ambil oleh peneliti selama melaksanakan praktek laut :

Apakah penanganan kecelakaan kerja di kapal MT FORTUNE GLORY XLI sudah memenuhi SOP penanganan kecelakaan kerja di atas kapal sesuai dengan STCW 1978 amandemen 2010 ?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, dalam hal ini perlunya diberikan batasan-batasan agar dapat di uraikan secara singkat tapi jelas, adapun batasan ruang lingkupnya yaitu mengenai penanganan kecelakaan kerja di atas kapal sesuai dengan SOP yang tertera pada STCW 1978 amandemen 2010 Reg VI/4.

D. Tujuan Penelitian

Penulis dapat menjelaskan bagaimana penanganan kecelakaan kerja di atas kapal sesuai dengan SOP berdasarkan aturan STCW 1978 amandemen 2010 Reg VI/4, guna mengurangi resiko dampak yang ditimbulkan dari kecelakaan tersebut.

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

(16)

5

Penelitian ini di harapkan dapat memberi masukan dan menambah ilmu pengetahuan dalam bidang pelayaran dan memperdalam ilmu tentang penanganan kecelakaan kerja di atas kapal.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini di harapkan dapat berguna untuk mengetahui bagaimana memberikan penanganan kecelakaan kerja di atas kapal sesuai dengan jenis kecelakaannya.

(17)

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Review Penelitian Sebelumnya

Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Rahmat Tjahjanto dan Islami Aziz (2016) ‘ keselamatan dan kesehatan kerja K3 di atas kapal ‘ mendapatkan hasil bahwa pengetahuan seluruh crew kapal tentang keselamatan dan kesehatan harus selaras agar ketika terjadi kecelakaan dapat segera di atasi.

B. Landasan Teori

1. Pengertian penanganan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian penerapan adalah proses, prosedur, dan cara. Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapat bahwa, penanganan adalah suatu perbuatan dalam melenyelesaikan suatu permasalahan dengan dasar-dasar dan aturan-aturan yang mendasar.

2. Pengertian kecelakan kerja

kecelakaan dapat didefinisikan sebagai suatu kejadian yang tidak terencana. Kecelakaan tidak selalu menyebabkan luka-luka, tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan material dan peralatan yang ada, tetapi

(18)

7

kecelakaan yang mengakibatkan luka-luka ini mendapatkan perhatian yang lebih besar. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecelakaan kerja adalah suatu kerjadian yang tidak terencana saat melakukan pekerjaan.

Sebagaimana sudah di atur dalam STCW 1978 amandemen 2010 Reg.VI/4 yang berisi tentang Persyaratan minimum wajib yang berkaitan dengan penangan kecelakaan kerja di atas kapal yaitu harus memiliki sertifikat MFA (medical fist aid) melalui diklat, berikut adalah isi dari STCW 1978 amandemen 2010 Reg.VI/4 :

a) Pelaut yang ditunjuk untuk memberikan penanganan medis di kapal harus memenuhi standar bantuan medis, medis yang ditentukan dalam bagian A-VI / 4, paragraf 1 sampai 3 dari STCW Code.

b) Pelaut yang ditunjuk untuk bertanggung jawab atas perawatan medis di kapal harus memenuhi standar kompetensi perawatan medis di kapal yang ditentukan dalam bagian A-VI / 4, paragraf 4-6 dari STCW Code.

c) Dimana pelatihan dalam pertolongan pertama medis atau perawatan medis tidak termasuk dalam kualifikasi untuk sertifikat yang akan diterbitkan, sertifikat kemahiran dikeluarkan yang menunjukkan bahwa pemegang telah mengikuti kursus.

d) Spesifikasi standar minimum kemahiran dalam pertolongan pertama medis Pertolongan pertama, berdasarkan STCW 1978 :

(1) Struktur dan fungsi tubuh, bahaya toksikologi di kapal, termasuk penggunaan petunjuk pertolongan pertama medis untuk penggunaan dalam kecelakaan yang melibatkan barang

(19)

8

berbahaya (MFAG) atau yang setara dengan negara, pemeriksaan korban atau pasien, cedera tulang belakang, luka bakar, luka bakar dan efek dari fraktur dingin, dislokasi dan cedera otot, perawatan medis orang yang diselamatkan, Saran radio-medis, farmakologi, sterilisasi, henti jantung, tenggelam dan asfiksia.

(2) Perawatan korban

cedera kepala dan tulang belakang, luka telinga, hidung, tenggorokan dan mata, pendarahan eksternal dan internal, luka bakar, luka bakar dan radang dingin, patah tulang, dislokasi dan cedera otot, luka, penyembuhan luka dan infeksi, pereda nyeri, teknik menjahit dan menjepit, pengelolaan kondisi abdomen akut, perawatan bedah ringan, berpakaian dan perban.

(3) Penanganan penyakit

kondisi medis dan keadaan darurat, penyakit menular seksual, penyakit tropis dan menular, alkohol dan penyalahgunaan narkoba, perawatan gigi, ginekologi, kehamilan dan persalinan, perawatan medis orang yang diselamatkan, kematian di laut.

(4) Penggunaan bantuan eksternal

saran radio-medis, transportasi orang sakit dan terluka, termasuk evakuasi helikopter, perawatan medis pelaut sakit yang melibatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan pelabuhan atau rawat jalan di pelabuhan.

(20)

9

3. Tujuan penanganan kecelakaan kerja di atas kapal :

a) Mencegah bahaya maut dengan jalan memulihkan pernafasan dan menghentikan perdarahan

b) Mencegah terjadinya cedera yang lebih parah c) Mencegah terjadinya kecacatan bagi si korban

d) Mencegah terjadinya komplikasi seperti kerusakan jaringan lebih luas akibat patah tulang karena salah angkat

e) Mencegah bahaya akibat infeksi (kehamaan) f) Meringankan penderitaan bagi si korban

g) Melindungi korban dari bahaya-bahaya lain yang mengancam 4. Sikap Seorang Penolong

a) Tidak boleh panik, harus sabar dan tenang

b) Waspada akan keadaan di sekitar tempat kecelakaan c) Selalu waspada akan keadaan si korban

d) Dapat menenangkan si penderita

e) Melaporkan setelah memberikan pertolongan dengan cara : (1) Mencatat identitas korban

(2) Mencatat waktu dan tempat kejadian (3) Mencatat pertolongan yang telah diberikan

5. Dasar-Dasar Melakukan penanganan kecelakaan di atas kapal : a) Bertindak cepat, tepat dan tidak panik

b) Menguasai teknik-teknik :

(21)

10

(1) Melakukan nafas buatan dari mulut ke mulut (mouth to mouth) atau dari mulut ke hidung (mouth to nose)

c) Melakukan pijat jantung d) Menghentikan perdarahan

e) Mengobservasi vital-sign penderita : (1) Tensi

(2) Denyut nadi (denyut jantung 60 – 90 X / menit)

(3) Frekwensi pernafasan (16 – 22 X / menit) Suhu badan (360- 370C)

6. Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di atas kapal serta penanganannya Beberapa kasus kecelakaan di atas kapal di bawah ini adalah kasus kecelakaan yang sering menimpa crew kapal karena kurang berhati-hati dan tidak mengikuti SOP dalam melakukan pekerjaan di atas kapal.

a) Luka Bakar

Luka bakar terjadi karena adanya sentuhan benda panas, sengatan listrik, zat kimia yang sifatnya membakar atau karena suhu/temperatur yang tinggi. Luka bakar sering terjadi di atas kapal penyebabnya juga beragam tapi lebih banyak kasus yang di sebabkan karena kesalahan dari crew kapal dalam penanganan muatan bahan berbahaya yang mudah terbakar di atas kapal berikut adalah usaha pertolongan untuk luka bakar di atas kapal yang di klasifikasikan berdasarkan tingkat lukanya

(22)

11

(1) Luka Bakar Ringan (a) Bersihkan luka

(b) Rendam dalam es atau air yang dingin (c) Keringkan, lepuh-lepuh jangan diganggu

(d) Diberi boorzalf 5% atau sofratulle, kemudian tutup dengan kain pembalut.

(2) Luka Bakar Berat

(a) Tutup bagian-bagian yang terbakar dengan lembaran- lembaran solfaratulle

(b) Diberi obat penahan rasa sakit

(c) Diberi air minum sebanyak mungkin b) Patah Tulang

Patah tulang adalah salah satu jenis kecelakaan kerja di atas kapal yang sering menimpa crew kapal saat melaksanakan tugas jaga atau kerja harian. Hal ini dapat terjadi karena kelalaian dan kurang waspadanya dan berhati-hati crew kapal dalam melaksanakan pekerjaan di atas kapal yang mengakibatkan crew kapal mengalami patah tulang, berikut adalah jenis-jenis patah tulang, gejala, dan penanganannya

(1) Patah tulang terbuka

Patah tulang terbuka, gejala-gejalanya : (a) Ada trauma.

(b) Jelas terlihat, luka, perdarahan tulang mencuat.

Pertolongan pertamanya adalah :

(23)

12

(a) Amankan korban.

(b) Usahakan fikrasi longgar, tutup lukanya.

(c) Atasi perdarahan, observasi vital signnya (2) Patah tulang tertutup

Patah tulang tertutup, gejala-gejalanya : (a) Ada riwayat trauma.

(b) Pada anggota gerak umumnya daerah 1/3 distal (c) Ada perubahan bentuk , bengkak.

(d) Merah kebiru-biruan

(e) Tampak kesakitan, nyeri tekan.

(f) Fungtio laeda (seperti lumpuh, karena sangat sakit kalau digerakkan )

(g) Nyeri tekan sumbuh

Pertolongan pertamanya adalah : (a) Amankan korban

(b) Awasi vital sign, pasang bidai (spalk sementara) (c) Segera bawa ke RS terdekat.

(3) Patah tulang punggung

Patah tulang punggung, gejala-gejalanya : (a) Riwayat trauma pada daerah punggung

(b) Kesakitan sekali, pingsan bahkan seperti koma (c) Tampak ada perubahan bentuk pada tempat trauma Pertolongan pertamanya adalah :

(24)

13

(a) Amankan korban, sewaktu mengangkat minimal oleh tiga orang dengan gerakan serentak.

(b) Korban sadar, tidurkan posisi terlentang tanpa bantal, alas keras dan fiksasi posisinya.

(c) Korban pingsan, tidurkan posisi miring/telungkup.

c) Keracunan

Seperti yang kita ketahui pada umumnya muatan mauapun bahan bakar di atas kapal mempunyai kandungan zat-zat beracun yang rawan terkontaminasi dan masuk ke dalam saluran pencernaan dan pernapasan kita sebagaimana telah di atur oleh MARPOL 73/78 (Reg.2) tentang semua kapal yang mengangkut muatan curah cair yang beracun. Pada hakekatnya semua zat berlaku sebagai racun, tergantung pada dosis dan pemberiannya. Karena gejala yang timbul sangat bervariasi, kita harus mengenal gejala yang ditimbulkan oleh setiap korban agar dapat bertindak dengan cepat dan tepat pada setiap kasus dengan dugaan keracunaan, berikut adalah cara mencegah dan menghentikan penyerapan racun apa bila racun sudah tertelan dan terhirup :

(1) Encerkan racun yang ada di dalam lambung, sekaligus menghalangi penyerapannya

(2) Cairan yang dapat di gunakan : (a) Air

(b) Susu

(25)

14

(c) Aktivated charcoal (norit) sebanyak 2 sendok teh penuh dalam satu gelas air

(d) Universal antidote terdiri dari :

(i) 2 bagian activated charcoal (dapat di ganti dengan roti yang di bakar hangus)

(ii) 1 bagian MgO (dapat di ganti dengan antisida) d) Geger Otak

Geger otak adalah salah satu jenis kecelakaan kerja yang bisa menimpa crew kapal. Biasanya terjadi jika crew kapal tidak berhati- hati dan lalai dalam melaksanakan pekerjaannya di atas kapal dan mengakibatkan bagiam kepala mengenai benda keras lalu mengalami gangguang pada bagian tengkorak kepala kepala seperti geger otak, geger otak di bedakan menjadi Gegar Otak Ringan (Commotio Cerebri) dan Gegar Otak Berat (Conntutio Cerebri), gejalanya adalah:

(1) Ada riwayat trauma pada kepala.

(2) Pusing-pusing.

(3) Mual, muntah-muntah.

(4) Amnesia- retrograd.

(5) Pingsan.

(6) Reflek – reflek pathologis positif.

(7) Koma.

Bila gegar otak ringan disertai pendarahan (pembuluh darah kecil), cepat atau lambat akan menjadi gegar otak berat. Dengan didahului

(26)

15

munculnya reflek-reflek patologis kontralateral. Pertolongan pertamanya adalah :

(1) Amankan penderita

(2) Kendorkan semua pakaian yang ketat.

(3) Tidur terlentang tanpa bantal, posisi kepala 200 lebih rendah dari kaki Miringkan muka ke kiri/kanan.

(4) Observasi vital sign-nya.

(5) Usahakan sikulasi udara sekitarnya tetap segar.

(6) Dapat dibantu dengan pemberian oksigen.

f) Dislokasi

Dislokasi adalah salah satu contoh kecelakaan kerja diatas kapal yang terjadi karena terjatuh dan mengakibatkan pergeseran sendi, berikut adalah coontoh penanganan dislokasi atau pergeseran sendi :

(1) Reduksi, Tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

(2) Imobilisasi. Setelah tulang telah kembali ke posisi semula, dokter akan menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi, seperti gips, selama beberapa minggu.

(3) Operasi. Jika tidak mampu mengembalikan tulang ke posisi semula atau jika pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan dislokasi mengalami kerusakan,maka akan dilakukan operasi.

(27)

16

(4) Rehabilitasi. Setelah penyangga sendi dilepas, pasien akan menjalani program rehabilitasi untuk memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendinya.

7. Peralatan Penanganan kecelakaan kerja di atas kapal

Peralatan-peralatan yang harus tersedia dalam penanganan kecelakaan kerja di atas kapal, terdiri dari :

a) Buku Petunjuk P3K b) Pembalut segitiga c) Pembalut biasa d) Kasa steril e) Kapas putih f) Snelverband g) Plester h) Sofratulle i) Bidai (spalk) j) Gunting perban k) Pinset

l) Kertas pembersih

(28)

17

8. Kerangka Penelitian

Banyaknya korban jiwa di atas kapal akibat kurangnya pemahaman tentang penanganan kecelakaan kerja pada crew kapal

1. Keterampilan perwira kesehatan belum memenuhi SOP untuk penanganan korban kecelakaan.

2. kurangnya pelatihan dan safety meeting membahas tentang penanganan kecelakaan di atas kapal.

3. Banyaknya fasilitas alat-alat pengobatan untuk kecelakaan di atas kapal yang sudah kadaluarsa dan tidak di perbaharui oleh pihak perusahaan.

1. Perwira kesehatan harus mempunyai standar keterampilan penanganan korban kecelakaan sesuai SOP STCW.

2. Perusahaan harus menuplai dan memperbaharui alat-alat kesehatan yang tidak layak pakaidan kadaluarsa ada di atas kapal.

3. Mengadakan safety meeting yang tentang penanganan kecelakaan kerja di atas kapal.

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL MT FORTUNE

GLORY XLI

(29)

18

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif.

Selain itu kami juga memberikan data data yang sesuai dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga penelitian kami dapat menjadi penelitian yang benar dan tepat.

Metode ini penulis dapat memahami dan mengungkapkan tentang masalah yang penulis teliti, dan juga metode kualitatif ini penulis dapat melakukan interview dengan objek yang penulis teliti. Dapat dipahami bahwa menganalisa deskriptif kualitatif adalah memberikan prediket pada variabel yang diteliti sesuai dengan kondisi sebenarnya. Maksudnya adalah untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya antara keserasian teori dan praktek.

Dalam menganalisis dan mendeskripsikan mengenai penanganan kecelakaan kerja di atas kapal MT FORTUNE GLORY XLI. Penelitian menggunakan landasan teori sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian serta bahan pembahasan hasil penelitian.

(30)

19

B. Lokasi Penelitian

Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian berlokasi di atas kapal MT FORTUNE GLORY XLI saat melakukan praktek laut (PRALA) dengan kurun waktu 12 bulan.

C. Jenis dan Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subyek darimana data diperoleh (Arikunto, 2006 : 123). Untuk memperoleh data sehubungan dengan masalah yang akan penulis teliti. Perlunya sumber data yang akan memberikan informasi diantaranya yaitu :

1. Sumber data primer

Sumber data primer adalah data yang di dapat / dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya, data ini berupa hasil wawancara dan tanya jawab dari kejadian yang di alami oleh crew kapal di MT FORTUNE GLORY XLI yang mengalami kecelakaan kerja dan bagaimana penanganannya di atas kapal.

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini diperoleh dari buku-buku panduan penanganan kesehatan di atas kapal MT FOFRTUNE GLORY XLI yang berisi tentang bagimana memberikan penanganan yang tepat kepada korban kecelakaan kerja di atas kapal. Dan juga referennsi dari internet yang berkaitan dengan obyek penelitian karya ilmiah terapan atau yang berhubungan dengan masalah

(31)

20

yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh data dilapangan yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka penulis menggunakan teknik sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi adalah pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan. Untuk memperoleh data yang autentik dalam pengumpulan data tentang penanganan kecelakaan kerja di kapal MT FORTUNE GLORY XLI.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan,dokumentasi,admintrasi yang sesuai dengan masalah yang di teliti. Dalam hal ini dokumentasi di peroleh melalui dokumen-dokumen atau arsip-arsip dari lembaga yang di teliti yaitu dengan mencari data-data mengenai hal-hal atau variavel-variabel berupa catatan yaitu catatan penggunaan obat-obatan, buku yaitu buku penanganan kecelakaan kerja sesuai SOP di atas kapal tanker, majalah yaitu majalah-majalah kesehatan seputar alat-alat penanganan kecelakaan kerja yang terdapat di hospital MT FORTUNE GLORY XLI.

(32)

21

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan langkah yang paling penting dalam penelitian. Karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Dalam usaha mengumpulkan data serta keterangan yang diperlukan.

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

1. Penyajian data

Penyajian data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif.

Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan.

Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan lapangan), matriks, grafik, jaringan dan bagan.

2. Pengamatan partisipatif

Metode ini di lakukan dengan cara mengamati secara langsung tentang kondisi di lapangan, baik yang berupa keadaan fisik maupun perilaku yang terjadi selama berlangsungnya penelitian. Dalam pengertian sempit berarti pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang di selidiki.

(33)

Tim penyusun.Buku Basic Safety Training. Surabaya: Politeknik Pelayaran Surabaya.

Tim penyusun.Buku Medical Emergency First Aid. Surabaya: Politeknik Pelayaran Surabaya.

Tim penyusun.Buku ISM CODE . Surabaya: Politeknik Pelayaran Surabaya.

Tim penyusun.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Terapan (KIT).Surabaya:

Politeknik Pelayaran Surabaya.

Wulan, (2010).Power point/pengertian penanganan (online).

http://internetsebagaisumberbelajar.blogspot.co.id/

Diakses pada tanggal 20 februari 2019.

Ahmad, (2015).Dislokasi (online).

https://www.alodokter.com/dislokasi Diakses pada tanggal 20 februari 2019.

Safa, (2013).Keselamatan kerja di atas kapal (online)

https://gerimissendu.jimdo.com/2017/03/29/keselamatan-kerja- di-atas-kapal/

Diakses pada tanggal 20 februari 2019.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan audiovisual terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan pada siswa di

Dengan ini saya bersedia menjadi responden pada penelitian dengan judul “ Hubungan tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dengan motivasi

Berdasarkan studi pendahuluan yang sudah dilakukan, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui “Apa saja determinan kejadian kecelakaan kerja pada petugas Penanganan

1) Penderitaan tenaga kerja yang mendapat kecelakaan dan keluarganya. 2) Biaya pertolongan pertama pada kecelakaan. 3) Biaya pengobatan dan perawatan, dll.. Kerugian atau Biaya

(2) Untuk memenuhi kategori bandar udara untuk PKP-PK yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperlukan adanya fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan

Dalam skripsi ini penulis mengamati aspek keselamatan kerja anak buah kapal dengan mengungkapkan factor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pada anak buah kapal sewaktu

1089 PEMBAHASAN Gambaran Umur dengan Pengetahuan Perawat dalam Penanganan Awal Pasien Kecelakaan Lalu Lintas di UGD RSUD M.M Dunda Limboto Dari hasil penelitian berdasarkan

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Masyarakat Mengenai Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kelurahan Plaju Ilir.. Data Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu