Kegiatan yang dilakukan para mahasiswa telah membuahkan berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Setelah suksesnya prestasi siswa MTsN Barito Utara, hal ini terlihat dari kualitas manajemen siswa yang baik.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka judul penelitian ini adalah Manajemen Mutu Siswa dalam Upaya Meningkatkan Prestasi di MTsN Barito Utara.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
13 guru untuk mengelola kualitas siswa di berbagai bidang kerja agar menjadi lebih baik lagi. Bagi peneliti, peneliti dapat menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai manajemen mutu dalam upaya meningkatkan kinerja kegiatan mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik.
Manajemen
- Pengertian Manajemen
- Manajemen Pendidikan
- Mutu Pendidikan
- Manajemen Mutu Peserta Didik
Tujuan manajemen adalah menyelenggarakan kegiatan kesiswaan sedemikian rupa sehingga kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Segala bentuk kegiatan kemahasiswaan yang bermutu harus memenuhi misi pendidikan dan dalam rangka mencerdaskan peserta didik.
Peningkatan Prestasi 1. Pengertian Prestasi
Macam-Macam Pengembangan Prestasi
Suatu prestasi olahraga merupakan hasil usaha dan kerja keras dalam bidang olahraga. Prestasi merupakan wujud nyata dari kualitas dan kuantitas yang diperoleh seseorang dalam usaha yang diperolehnya.
Prestasi Akademik dan Non Akademik
Keberhasilan dalam bidang akademik diukur dari kemampuan siswa dalam menerima nilai yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu, sekolah hendaknya memberikan kebebasan kepada siswa dan siswinya untuk mencapai hasil yang baik.
Manajemen Mutu Peserta Didik dalam Upaya Peningkatan Prestasi 1. Perencanaan
Pengorganisasian
Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa “Pengorganisasian adalah kegiatan mengatur dan membentuk hubungan kerja antar manusia agar terwujud suatu kesatuan usaha untuk mencapai tujuan yang telah dicapai.” 42. Jadi organisasi adalah suatu kegiatan pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya fisik lainnya yang dimiliki.
Pelaksanaan
Proses mobilisasi atau pelaksanaan mutu siswa di MTsN Barito Utara diselenggarakan dan disusun secara tertulis, agar kegiatan yang dilaksanakan dapat terarah dan berjalan lancar sesuai dengan pedoman, mobilisasi atau pelaksanaan kegiatan dimulai dari awal. tahun ajaran. Bimbingan dan arahan kepala sekolah dan koordinator kegiatan serta anggota kegiatan ekstrakurikuler (siswa) yang terlibat dalam proses mobilisasi atau pelaksanaan kegiatan belajar dan non belajar di
Pengendalian atau Pengawasan
41 Proses supervisi yang dilaksanakan dalam pengelolaan mutu peserta didik di MTsN Barito Utara merupakan kegiatan pengawasan yang berlangsung selama proses dan hasil pelaksanaan kegiatan akademik dan non akademik oleh guru kelas yang bertanggung jawab dan pengawas ekstrakurikuler. , serta ketika ada kegiatan kompetitif. Pengawasan kegiatan akademik di MTsN Barito Utara dapat dilakukan pada saat ujian, sedangkan pengawasan pada bidang non akademik seperti penilaian hasil kegiatan ekstrakurikuler dilakukan pada saat kegiatan dan hasilnya dilaporkan dalam penilaian tambahan dalam pembelajaran. laporan hasil.
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Penelitian ini menganalisis organisasi manajemen mutu siswa dalam upaya meningkatkan kinerja di MTsN Barito Utara. Penelitian ini menganalisis penerapan manajemen mutu siswa dalam upaya peningkatan kinerja di MtsN Barito Utara. Penelitian ini menganalisis pengendalian manajemen mutu siswa dalam upaya peningkatan kinerja di MTsN Barito Utara.
Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Tahun 2010; Juara I Matematika pada Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten, Juara I dan II Biologi pada Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten, Juara II IPS pada Olimpiade IPS Terpadu Tingkat Kabupaten, Juara III bidang Fisika dan Fisika pada Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten, Juara III Bidang Fisika dan Fisika pada Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten. , Juara Umum Perkemahan Dinas Pramuka pada HUT Pramuka tahun ini. Tahun 2013; Juara 2 LT III Pramuka, Juara 2 LT III Pramuka Putri, Juara 1 Aksioma Bulu Tangkis Provinsi, Juara 3 Aksioma Bulutangkis Tingkat Nasional, Juara 2 Kebaktian Pramuka pada HUT Pramuka, Juara 1 Madrasah Kompetensi IPA Tingkat Kabupaten, Juara 2 Peringkat pertama kompetensi sains Madrasah tingkat kabupaten, peringkat ketiga kompetensi sains Madrasah tingkat provinsi. Lomba Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Juara 1, 2, 3 dan Harapan Lomba Pidato dan Puisi Tingkat Kabupaten, Juara 1 Kegiatan Lomba KNPI Tingkat Kabupaten, Juara 2 Tim Hab Kemenag.
Prosedur Penelitian
Data dan Sumber Data
56 Berdasarkan hal tersebut maka yang dilakukan peneliti adalah persiapannya terutama menyepakati waktu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan kepala sekolah, guru penanggung jawab pengasuhan anak dan guru ekstrakurikuler. 57 Dokumen terkait kualitas peserta didik khususnya prestasi sekolah, baik berupa prestasi akademik maupun non akademik di sekolah yang menjadi objek penelitian. Objek penelitian ini adalah semua pihak yang dapat memberikan informasi sebagai data pendukung sesuai dengan fokus penelitian yaitu kaitannya dengan manajemen mutu peserta didik dalam upaya meningkatkan prestasi di MTsN Barito Utara.
Teknik Pengumpulan Data
perencanaan; Tanya jawab mengenai; menyusun perencanaan penerimaan siswa baru untuk program pembinaan yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam penerapan mutu siswa di MTsN Barito Utara. Dokumentasi yang dikumpulkan peneliti adalah profil sekolah secara lengkap, visi dan misi sekolah, beberapa bukti hasil kegiatan yang menghasilkan siswa berkualitas di MTsN Barito Utara, dokumentasi beberapa foto kegiatan, pengumpulan data. 61 arsip keputusan kepala sekolah tentang pembagian tugas penanggung jawab mutu siswa di MTsN Barito Utara.
Teknik Analisis Data
Hubeman menyatakan kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus hingga selesai sehingga datanya jenuh. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan. Dalam hal ini Nasution menyatakan: “Analisis dimulai sejak rumusan dan penjelasan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlanjut hingga penulisan hasil penelitian.
Pemeriksaan Keabsahan Data
Dalam teknik ini, peneliti meminta pengawas untuk meninjau atau mengkritik hasil penelitian ini, serta guru lainnya. Nilai reliabilitas penelitian berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian bergantung pada objektivitas untuk membuktikan kebenarannya. Teknik ini digunakan untuk memeriksa keakuratan data dan berbagai aspek yang melengkapinya untuk menjamin tingkat validitas hasil penelitian.
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Sejarah Berdirinya MTsN Barito Utara
Madrasah Negeri Tsanawiyah di Barit Utara yang setingkat dengan SMP, awalnya bernama Pendidikan Guru Keagamaan 4 Tahun dan didirikan pada tahun 1963. Kemudian, sekitar 14 tahun kemudian, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 1997 tanggal 13 Mei 1997 diresmikan Madrasah GUPPI Tsanawiyah. Bupati, Kepala Daerah TK.II Barito Utara, atas nama Menteri Agama Republik Indonesia.
Profil MTsN Barito Utara
Visi dan Misi dan Tujuan MTsN Barito Utara a. Visi
Beban belajar di MTs adalah jumlah seluruh kegiatan yang harus diikuti siswa dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. Beban belajar di Kelas VII, VIII dan IX dalam satu semester minimal 18 minggu dan maksimal 20 minggu. Beban belajar untuk tugas terstruktur dan kegiatan mandiri maksimal 50% dari waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran yang bersangkutan.
Sarana Prasarana MTsN Barito Utara
Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar sebanyak 2 (dua) jam per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting. Untuk mata pelajaran seni budaya, kerajinan, dan kewirausahaan, satuan pendidikan harus menyampaikan minimal 2 dari 4 aspek tersebut. Mahasiswa mengambil salah satu aspek pada setiap semester, aspek yang diambilnya dapat berubah setiap semester.
Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTsN Barito Utara a. Keadaan Guru
Siswa kelas VII berjumlah 9 orang, kelas VIII terdiri dari 8 kelas dan kelas VII terdiri dari 8 kelas. Dari tabel diatas terlihat jumlah siswa MTsN Barito Utara sebanyak 823 siswa yang terdiri dari 271 siswa kelas VII yang terdiri dari 145 siswa laki-laki dan 126 siswa perempuan, untuk siswa kelas VIII berjumlah 275 siswa yang terdiri dari 129 siswa laki-laki dan 129 siswa laki-laki dan 126 siswa perempuan. Siswa perempuan berjumlah 146 orang sedangkan siswa kelas IX berjumlah 277 siswa yang terdiri dari laki-laki 130 orang dan perempuan 147 orang.
Perencanaan Mutu Peserta didik dalam upaya peningkatan Prestasi di MTsN Barito Utara
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru dan kepala madrasah, peneliti kemudian menemui salah satu siswa MTsN Barito Utara dan menanyakan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan penunjang prestasi di sekolahnya. 77 Wawancara salah satu siswa kelas VIII-B MTsN Barita Utara, Jumat 15 Februari 2019. Pada kesempatan yang sama, peneliti juga menemui Wakil Kepala Bagian Humas untuk menanyakan keterlibatan dan peran aktif masyarakat dalam perencanaan kegiatan akademik dan non akademik di MTsN Barito Utara.
Pengorganisasian Mutu Peserta didik dalam upaya peningkatan Prestasi di MTsN Barito Utara
Dalam pelaksanaan kegiatan unit kesehatan di MTsN Barito Utara, pihak sekolah bekerjasama dengan Puskesmas setempat dalam pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan siswa. Ruang BP merupakan ruang khusus konseling, di MTsN Barito Utara ruang BP terdiri dari 2 ruangan. Dengan adanya taman bermain yang cukup luas, para siswa MTsN Barito Utara bebas bergerak, bermain dan melakukan apa saja.
Pelaksanaan Mutu Peserta didik dalam upaya peningkatan Prestasi di MTsN Barito Utara
Hal ini terbukti dari 105 orang guru dan tenaga kependidikan yang memperoleh data melalui wawancara langsung dengan kepala MTsN Barito Utara. Bagi MTsN Barito Utara, penerapan kedisiplinan terhadap siswa sangat penting demi stabilitas mutu sekolah. 108 Wawancara dengan salah satu guru kelas IX MTsN Barito Utara di kelas IX pada tanggal 9 April 2019.
Pengendalian Mutu Peserta didik dalam upaya peningkatan Prestasi di MTsN Barito Utara
“Semua catatan dan laporan siswa sudah ada di perangkat wali kelas, antara lain: buku induk siswa, buku tepuk tangan, daftar hadir siswa, daftar pindahan siswa, buku catatan pribadi siswa, penundaan dan rapor.” 113. Melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan, siswa MTsN Barito Utara mampu meraih juara dalam kompetisi KSM tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut. Setelah mengumpulkan data-data terkait implementasi manajemen mutu siswa di MTsN Barito Utara, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data.
Perencanaan
Proses mobilisasi atau pelaksanaan mutu siswa di MTsN Barito Utara diatur dan disusun secara tertulis agar kegiatan yang dilaksanakan dapat dikelola dan berjalan lancar sesuai dengan pedoman, mobilisasi atau pelaksanaan kegiatan dimulai dari awal sekolah. tahun. Penyelenggaraan suatu kegiatan harus memperhatikan standar operasional prosedur (SOP), dan dalam proses penggerakan atau pelaksanaan mutu peserta didik di MTsN Barito Utara diatur dan disusun secara tertulis agar kegiatan yang dilakukan dapat dikelola. Pemberian motivasi dan semangat kepada seluruh elemen pendidik dan peserta didik juga dilakukan dengan baik.
Pengendalian
Pada aspek pemantauan yang dilakukan MTsN Barito Utara yaitu berupa pemantauan kinerja pelaksanaan kegiatan dan pelaporan uraian hasil pembelajaran dan hasil kegiatan siswa. Hasil pembinaan dan pengembangan kegiatan kesiswaan MTsN Barito Utara mampu meraih juara pada kompetisi KSM tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut. Proses supervisi yang dilakukan pada manajemen mutu peserta didik di MTsN Barito Utara merupakan kegiatan supervisi yang berlangsung selama proses dan hasil pelaksanaan kegiatan akademik dan non akademik.
Kesimpulan
Penerapan mutu siswa dalam upaya peningkatan prestasi di MTsN Barito Utara sudah sesuai dengan spesifikasi dengan indikator memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) dan dalam proses mobilisasi atau pelaksanaan mutu siswa di MTsN Barito Utara diatur dan disusun secara tertulis sehingga memungkinkan untuk mengarahkan kegiatan yang dilakukan. Selain itu motivasi dan dorongan dari kepala sekolah antar sekolah kepada seluruh elemen pendidik dan siswa berlangsung sebagaimana mestinya. Dalam strategi peningkatan mutu peserta didik juga ditegakkan aturan yang jelas dalam penerapan tata tertib bagi peserta didik dengan aturan umum yang tertuang dalam kode etik.
Rekomendasi
Tesis Abdurrahman, Kualitas peserta didik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Muhammadiyah Bantul, Skripsi, Yogjakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2008. Tesis Arif Shaifudin, Manajemen santri berbasis pesantren dalam pembentukan karakter, Skripsi, Yogjakarta : UIN Sunan Kalijaga, 2011. Skripsi Handayani, Kualitas Siswa SD Muhamadiyah Kota Banjarmasin, Skripsi, Banjarmasin: IAIN Antasari, 2013.