PENDEKATANDALAM ILMUPOLITIK DANKETERKAITANNYADENGANPSIKOLOGI
Pengantar
IlmuPolitiksebagaisalahsatucabangilmusosial,tentumemilikiperkembangan dariwaktukewaktu.Sesuaidenganpepatah'BanyakjalanmenujuRoma',begitujuga untuk memahamiilmu politik,banyak caradan metodenya,termasuk dengan mempelajaripendekatan-pendekatannya.Pendekatan yang sepertiapakah yang dimaksudkan? MenurutVernon van Dyke,pendekatan adalah kriteria untuk menyeleksimasalahdatayangrelevan.Pendekataninimencakupstandaratautolak ukuryangdipakaiuntukmemilihmasalahdanmenentukandatamanayangakan ditelitisertadatayangmanayangakandikesampingkan.Jadisingkatnya,pendekatan ialahtitiktolakatausudutpandangkitaterhadapprosespembelajaran.Istilah pendekatanmerujukkepadapandangantentangterjadinyasuatuprosesyangsifatnya masihsangatumum.
PendekatandalamIlmuPolitik
Dalam bukuberjudul"Dasar-DasarIlmuPolitik"yangditulisolehMiriam Budiardjo,ada 6 pendekatan yang dijelaskan,yaknipendekatan institusional, pendekatan perilaku, pendekatan Neo-Marxis, pendekatan ketergantungan, pendekatanpilihanrasional,danpendekataninstitusionalbaru.Namunyangakan penulisbahaspadakaryatulisiniadalahtigapendekatanutamadariIlmuPolitik, meliputipendekatan tradisional,pendekatan behavioral,dan pendekatan post behavioral.
1.PendekatanTradisional
Pendekatanyangdidefinisikandenganfokuskajianterhadapinstitusi atau lembaga politik,hukum,atau kombinasidarikeduanya.Pada perkembangannya,pendekataniniseringmemadukananalisissejarahdan
MonaVeroni ca E041201035
Mat aKul i ahPsi kol ogiPol i t i k( A)
hukum.Pendekatantradisionalinidicapsebagaipendekatantertuadalam kajianilmupolitikyangidentikdengananalisiskelembagaan,misalnya tentangcabangTriasPolitikabesertarelasiantarketiganya.Pendekatanini disebutjugapendekatanlegal/institusional.Demikiandikarenakanbahasan padapendekatantradisionalmenyangkutantaralainsifatdariundang-undang dasar,masalahkedaulatan,kedudukan,dankekuasaanformalsertayuridis darilembaga-lembaga (institusi) kenegaraan sepertiparlemen,badan eksekutif,danbadanyudikatif.Yangterjadi,pendekatantradisionallebih seringbersifatnormatif.
2.PendekatanBehavioral
Berbeda dengan tradisionalis yang menitikberatkan pada analisis kelembagaan,behavioralislebihmenekankanpadaaspekperilakupolitik.
SalahsatupemikiranpokokdariPendekatanPerilakuialahbahwatidakada gunanyamembahaslembaga-lembagaformal,karenapembahasansepertiitu tidakbanyakmendongkrakkemajuanbagiilmupolitikdenganalasantak banyak memberiinformasimengenaiprosespolitik yang sebenarnya.
Sebaliknya,parabehavioralisberpendapatbahwalebihbermanfaatuntuk mempelajariperilakumanusiakarenamerupakangejalayangbenar-benar dapatdiamati.Sebagaipermisalan,jikapenganutPendekatan Perilaku mempelajariparlemen,makayangdibahasantaralainperilakuanggota parlemen sepertipola pemberian suaranya (voting behavior)terhadap rancanganundangundangtertentu(apakahproatauanti,danmengapa demikian),pidato-pidatonya,giattidaknyamemprakarsairancanganundang- undang,caraberinteraksidengantemansejawat,danlatarbelakangsosialnya.
3.PendekatanPostBehavioral
Pendekataninihadiruntukmengecam pemikiranpadapendekatan behavioral,bahwapenelitian ilmu politik harusbermakna,yaitu harus mengatasimasalahpolitikyangmendesak.Ilmupengetahuandannilai-nilai memilikihubunganyangtidakdapatdipisahkan.Behavioralisdianggap terlalumendewakankebutuhanatasstandarpolitiksebagaikajianilmiah yangmalahmembuatpenelitimenjadi'buta'terhadaprealitaspolitiksecara mendalam.PostBehavioralismeberpendapat,semakinilmiahilmupolitik, justruiaakansemakinkehilanganrelevansinya.
PendekatanBehavioraldanKaitannyadenganPsikologi
PendekatanBehavioralatauPendekatanPerilaku,sepertiyangtelahdisebutkan sebelumnya,mengacukepadaaspekperilakupolitik.Ulasanmengenaiperilakutidak hanyasebatasperorangansaja,tetapijugamencakuppersekutuanyanglebihbesar,
sepertiorganisasimasyarakat,gerakannasional,kelompokelite,dll.Pendekatanini tidakmemandanglembaga-lembagaformalsebagaititiksentralataupemeranyang independen,tetapihanyasebagaigarisbesaruntukkegiatanmanusia.Lantas,apa hubungannyadenganpsikologi?
Sepertiyang telah kitaketahui,Psikologiadalah salah satu bidang ilmu pengetahuandanilmuterapanyangmempelajaritentangperilaku,fungsimental,dan prosesmentalmanusiamelaluiprosedurilmiah.Darisinitelahnampakhubungan keduanya.Pendekatanperilaku,yangdikajiadalahperilakuaktor-aktorpolitik,maka secaraotomatispendekatanperilakuinimemerlukanpenilaiandarisegipsikologis untuk menyempurnakan kajiannya.Contohnya ketika hendak mengamatipola pemberiansuara(votingbehavior),sehnggadalamhalini,psikologiberfungsiuntuk mengidenditifkasidanmenjelaskanapa,bagaimana,danmengapatingkahlakuini terjadi.Hasilpenjelasantersebutberupabahasanyangsifatnyadeskriptif,yang kemudianmenjadipoin-poinpentingkajiandaripendekatanbehavioralini.