Dian Dinarni, Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf (Studi Analitik Terhadap Kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> 'Ilmi al-Tas}awwuf), Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang belum berhasilnya pendidikan karakter dalam pembentukan nilai-nilai karakter religius. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis kitab al-Risa
Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mendalami kitab al-Risa
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Tasawuf dan Kitab al-Risa
Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata Dipisahkan dengan Apostrof
Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis menurut penulisannya
مُىاَدَهَ ف
Maragustam Siegar, MA, selaku Ketua Program Studi beserta jajarannya atas segala kebijaksanaannya dalam mempermudah urusan administrasi hingga perkuliahan selesai. Maragustam Siregar selaku pembimbing skripsi telah memberikan bimbingan, arahan dan petunjuk kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Abdul Munif, M.Ag selaku Sekretaris Program Studi beserta jajarannya untuk memfasilitasi urusan administrasi hingga perkuliahan selesai.
Bapak Kiayi Abdul Rosyid selaku wali Pondok Pesantren Miftahul Huda Gombong yang tak kenal lelah menyampaikan doa dan nasehat spiritualnya kepada penulis. Semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan skripsi ini tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Maka penulis sangat mengharapkan segala saran dan kritik yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis pada umumnya, pembaca dan semua orang yang memerlukannya.
MOTTO
ILMU AMALIYAH, AMAL ILMIYAH”
Jangan kau temani si pemalas, hindari segala halnya Banyak orang saleh menjadi kandas, sebab mengejek temannya 1
PERSEMBAHAN
Latar Belakang Masalah
Pendidikan yang dijiwai Islam tidak hanya sekedar pembentukan manusia saja, tetapi juga berlandaskan Islam yang meliputi pendidikan agama, akal, kecerdasan jiwa yaitu pembentukan manusia seutuhnya untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia sebagai tujuan utama mengutusnya. Nabi Muhammad SAW untuk memenuhi perintah Allah SWT dan ilmu agama secara teoritis dan praktis. Islam sebagai gerakan pembaharuan karakter dan sosial, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalahnya, dengan tegas menyatakan bahwa tugas pokoknya adalah penyempurnaan akhlak manusia.
ؽلاخلأا ـراكم متملأ تثعب انمإ
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis di sini akan mencoba melakukan kajian tentang nilai-nilai pendidikan karakter berdasarkan tasawuf dalam kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi>‗Ilmi al-Tas}awwuf, yang mana jika Berdasarkan pendapat yang berbeza dari para ahli atau pemikir besar kemungkinan besar nilai-nilai pendidikan karakter yang berlandaskan tasawuf sebagai solusi alternatif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan Islam. Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter berlandaskan tasawuf dalam kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf. Apakah implikasi nilai-nilai pendidikan karakter berdasarkan tasawuf yang terkandung dalam kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi>'Ilmi al-Tas}awwuf terhadap jenjang pendidikan menengah.
Pola pemikiran setiap tokoh mempunyai perbedaan, sama seperti dalam pendidikan karakter, maka nilai-nilai pendidikan Karter adalah penting, sehingga penelitian bertujuan untuk mempelajari, menguraikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan karakter berdasarkan tasawuf. dalam kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf dan implikasinya terhadap pendidikan menengah. Kajian penulis adalah untuk mendapatkan pemahaman, memberikan penjelasan dan menganalisis implikasi nilai pendidikan karakter berteraskan tasawuf dalam pendidikan menengah dalam kajian analitik. Bezanya kajian teliti penulis tertumpu kepada kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf oleh Abu al-Qasi>m 'Abd al-Kari>m Hawa>zin al-Qusyairi > al-Naisaburi sebagai rujukan untuk memberikan konsep nilai pendidikan karakter yang berteraskan tasawuf.
Bedanya, Muhammad Ridwan Ashadi memaparkan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Sirah Nabawiyyah, sedangkan. 15 Samsirin, skripsi, “Nilai-nilai pendidikan karakter menurut konsep Yusuf Qardhawi (Kajian analitik kitab Al-Khasa adalah Al-‗A
17 Robiatul Mutmainnah, ―Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Islam (A Method Analysis), Tesis, (Yogyakarta: Program Pasca Siswazah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2012), hlm. Manakala penelitian penulis menganalisis kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf untuk mengenal pasti nilai-nilai pendidikan akhlak berteraskan tasawuf yang relevan dengan pendidikan akhlak masa kini. Bagi kajian ini, ia merupakan kajian yang lebih memfokuskan kepada pendidikan akhlak berteraskan tasawuf dengan menganalisis kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf beserta implikasinya terhadap pendidikan menengah.
Penyelidikan pendidikan akhlak yang berteraskan tasawuf, kajian analitikal terhadap kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf, bermaksud melakukan pencarian terhadap data-data yang ada dalam bentuk berbagai jenis tulisan dalam kitab al- Risa> lat al-Qusyairiyyat fi>. Kaedah dokumentasi atau pengumpulan dokumen adalah cara untuk mencari data tentang sesuatu perkara atau pembolehubah dalam bentuk buku, catatan, cetakan, surat khabar, majalah dan sebagainya.56 Penulis cuba mengumpul data yang menyokong kajian tentang pendidikan karakter berteraskan tasawuf dalam kitab al-Risa >lat al -Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf. Dalam mengendalikan data, pengkaji lebih memfokuskan kepada kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf oleh Abu al-Qasi>m „Abd al-Kari>m Hawa>zin al-Qusyairi> al -Naisa >buri>, serta buku-buku, pemikiran lain yang berkaitan dengan pendidikan akhlak berteraskan tasawuf daripada pakar-pakar yang berwibawa untuk dipaparkan secara sistematik, berurutan dan menyeluruh.
Bab empat, implikasi nilai pendidikan karakter berteraskan tasawuf dalam kitab al-Risa>lat al-Qusyairiyyat fi> ‗Ilmi al-Tas}awwuf di SMP, yang terdiri dari pendidikan karakter dalam tasawuf Imam Qusyairi.
Saran-Saran
Nilai-nilai karakter terhadap sesama manusia, terdiri atas: kesantunan, persahabatan, kemandirian, pejuang, dermawan, dermawan dan menjaga hati guru. Anggaran dan fasilitas pendidikan tidak lagi didasarkan pada pendekatan sekolah negeri dan sekolah agama, tetapi pada optimalisasi proses pembelajaran. Hingga saat ini, fakta masih berbicara bahwa sekolah negeri lebih dermawan dengan anggaran yang besar dibandingkan sekolah agama.
Secara bertahap, pemerintah harus mempersiapkan langkah untuk mengakhiri dualisme lembaga pendidikan yaitu sekolah negeri dan madrasah dengan lebih baik. Rancangan Kurikulum Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf, yaitu kurikulum yang memuat empat inti ajaran yaitu Syari’at, Tarekat, Haqiqat dan Marifat pada semua jenjang pendidikan. Membangun komunikasi yang intensif, bahkan kerjasama dengan orang tua siswa mengenai proses dan hasil belajar serta kecenderungan, kelebihan dan kelemahan siswa.
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dan dosen, baik yang bersifat pribadi, profesional atau hal lainnya, hendaknya tidak mempengaruhi perlakuan terhadap peserta didik, apalagi proses pembelajaran. Ajari anak sejak usia dini untuk berkomunikasi dan berkomunikasi, mengucapkan kata-kata yang baik dan bersikap lemah lembut terhadap orang tua. Iman kepada Allah, berjanji dan mengamalkan menjadi pemimpin, mari bersama-sama bantu agama Allah.
Rekomendasi-rekomendasi tersebut harus dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh pihak-pihak yang terkait secara organisasi di bidang pendidikan yaitu: pemerintah, guru dan orang tua, agar pendidikan ini lambat laun dapat melahirkan manusia-manusia masa depan yang lebih baik dan berkualitas dibandingkan generasi kita saat ini. Apapun keadaan kita saat ini, kita tetap berharap agar anak cucu kita mempunyai kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Al-Hamd lillah Rabb al-„Alami Ini adalah bagian yang sangat penting dalam bersyukur, meski saat ini yang bisa diucapkan hanyalah tahmid yang merupakan tanda syukur. Akhir kata, penulis hanya bisa berdoa semoga karya yang belum sempurna ini dapat bermanfaat walaupun kecil. Jihad, Asep Muchlas Rawi dan Noer Komarudin, Karakteruddannelse; Teori og anvendelse, Jakarta: Generaldirektør Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010. Kementerian Pendidikan Nasional, Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Karakter, Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, 2011 Mutmainnah , Robiatul, ―Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Islam (Analisis Metode), Speciale, Yogyakarta: Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2012. Samsirin, disertasi, “Nilai-nilai pendidikan karakter menurut konsep Yusuf Qardhawi (kajian analitis kitab Al-Khasa adalah Al-‗A Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter; Konsepsi dan Penerapan di Instansi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011. DAFTAR RIWAYAT HIDUPDAFTAR PUSTAKA