• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Akar Penyebab Masalah - Yenni Silvana

N/A
N/A
Ivan Napit

Academic year: 2024

Membagikan "Penentuan Akar Penyebab Masalah - Yenni Silvana"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah Nama Mahasiswa : Yenni Silvana Saragih Napitu Asal Institusi : UPT SMP NEGERI 34 MEDAN

Petunjuk: Setelah mengeksplorasi penyebab-penyebab masalah, langkah selanjutnya adalah menentukan akar penyebab masalah yang paling mendekati konteks yang dihadapi guru di kelas/sekolahnya. Gunakan petunjuk berikut untuk membantu Anda dalam penentuan akar penyebab masalah:

1. Berkonsultasi dengan Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah/Rekan Sejawat dan pakar/pihak terkait:

Diskusikan temuan Anda mengenai penyebab masalah

Bagikan informasi tentang penyebab masalah yang telah Anda identifikasi dan jelaskan konteks spesifik yang Anda hadapi.

Tanyakan pendapat, saran, dan rekomendasi mereka dalam menentukan akar penyebab masalah yang paling relevan.

2. Analisis dan Pertimbangan:

Tinjau kembali data dan informasi yang telah Anda kumpulkan selama eksplorasi penyebab masalah.

Pertimbangkan konteks kelas/sekolah yang Anda hadapi dan evaluasi akar penyebab masalah yang paling relevan untuk situasi tersebut.

Identifikasi akar penyebab masalah yang memiliki dampak signifikan terhadap hasil pembelajaran atau tantangan yang dihadapi oleh guru dalam tugas sehari-hari.

3. Penentuan Masalah dan Akar Penyebab:

Pilih minimal 2 (dua) masalah yang paling sesuai dengan tugas keseharian guru.

Jelaskan akar penyebab dari setiap masalah yang dipilih secara rinci.

Tinjau kembali penelitian dan analisis Anda untuk memastikan akar penyebab tersebut relevan dan memiliki potensi untuk diatasi.

Pastikan untuk mencatat informasi yang diperoleh dalam lembar kerja dan

gunakan sebagai panduan dalam langkah-langkah berikutnya untuk menemukan

solusi bagi masalah yang telah diidentifikasi

(2)

No Hasil eksplorasi penyebab masalah

akar penyebab masalah

Analisis akar penyebab masalah (data pendukung)

Masalah terpilih yang akan diselesaikan 1 Kurangnya motivasi

belajar peserta didik pada mata Pelajaran Bahasa Inggris

1. Saat guru

memberikan pretest sebelum pembelajaran dimulai untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa sebelumnya

2. guru terkadang sulit untuk membuat siswa mengerti tentang materi yang sedang diajarkan

3. di akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi terkait materi pembelajaran dalam bentuk post test dan masih banyak peserta didik mendapatkan nilai yang belum memuaskan

Kemampuan peserta didik masih kurang dalam hal perbendaharaan kata dalam Bahasa Inggris

Pada tingkat sebelumnya pembelajaran dilakukan tidak berpusat pada peserta didik (Teacher centre) dan gaya mengajar kurang menantang dan menyenangkan kurangnya motivasi belajar yang rendah Hasil analisis sebagai berikut :

Hal ini diperkuat berdasarkan jurnal milik Andi Sasrawangi; Iskandar; Muhlis

“Meningkatkan Motivasi Siswa dalam Belajar Bahasa Inggris Melalui Game di Kelas VIII MTSS Badan Amal Ujung Loe Kab Bulukumba Sulawesi Selatan”

https://www.ejournal-

jp3.com/index.php/Pendidikan/article/download/107/87/

1. motivasi belajar siswa juga dapat terpengaruh, karena sebagai English Foreign learner (EFL) siswa dapat frustasi jika mereka sulit untuk memahami dan membuat mereka bosan dan berpikir bahwa bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sangat sulit bahkan, mereka akan menyerah dalam mempelajarinya (Andi Sasrawangi, Vol 3, No 3, September-Desember, 2021 | 18)

1. Metode pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan 2. Media

pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan

2 1. Guru kurang

maksimal dalam menerapkan model pembelajaran inovatif pada materi Contoh benda / furniture yang ada dalam ruangan di dalam rumah 2. Pemahaman guru

terhadap

pembelajaran inovatif yang masih kurang 3. Guru sudah terbiasa

dengan metode ceramah

Materi yang disajikan pada kegiatan belajar mengajar Contoh benda / furniture yang ada dalam ruangan didalam rumah masih memakai cara belajar yang lebih didominasi oleh guru

Pemahaman guru terhadap pembelajaran inovatif masih kurang merupakan penyebab guru belum maksimal dalam memanfaatkan model-model pembelajaran yang inovatif berdasarkan karakteristik materi Pelajaran Hasil analisisnya sebagai berikut:

Hal ini diperkuat berdasarkan jurnal milik I Nengah Nuarta

Indonesian Journal of Educational Development Volume 1 Nomor 2, Agustus 2020 DOI:

10.5281/zenodo.4006057

https://core.ac.uk/download/pdf/335289003.pdf 1. seorang guru tidak hanya dituntut untuk menguasai

materi dan kelas namun seorang pendidik harus menguasai beberapa model pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran di mana model tersebut harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, menantang, aktif dan memotivasi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran Indonesian Journal of Educational Development, 1(2), hlm. 283-293, Agustus 2020

2. Saat ini guru wajib berinovasi untuk menerapkan model pembelajaran yang baru yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, tidak hanya mampu

mengaplikasikan satu model pembelajaran pembelajaran Indonesian Journal of Educational Development, 1(2), hlm. 283-293, Agustus 2020

Referensi

Dokumen terkait

Pendidik hanya menggunakan pembelajaran klasikal dengan metode ceramah Media pembelajaran yang kurang menarik Kurangnya stimulasi yang tepat dalam mengembangkan ketrampilan berpikir