LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah
Nama Mahasiswa : RUDIANSYAH.S.Pd.SD Asal Institusi : SD NEGERI 19 KUBU
No
Hasil eksplorasi
penyebab masalah
akar penyebab masalah
Analisis akar penyebab masalah
(data pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan 1. Masal
Motivasi
1. Metode yang di gunakan guru selalu monoton.
2.Guru belum menggunakan media Belajar yang
Mendukung.
3.Guru Tidak melibatkan Peserta didik secara aktif 4.Guru
menyampaika n materi tidak menarik.
5.Guru tidak bisa
meningkatkan tingkat
perhatian peserta didik.
6.Kurangnya menumbuh sikap percaya diri peserta didik oleh guru
1. Guru Tidak melibatkan Peserta didik secara aktif sehingga dalam proses pembelajaran Peserta didik menjadi sering diam, mengantuk dan melamun.
Hasil Kajian Literaturnya Menurut Aspiati Guru SD 003 Samarinda Utara
Pembelajaran aktif (active learning) adalah metode atau strategi belajar yang melibatkan siswa secara
langsung dalam
berinteraksi, menyelidiki, menyelesaikan masalah dan menyimpulkan pemahaman diri. Melalui pembelajaran aktif, guru akan mengondisikan siswa untuk selalu mengalami pengalaman belajar yang lebih bermakna dan senantiasa berpikir tentang apa yang dilakukan selama proses pembelajaran.
Sumber : Pembelajaran Aktif, Langsung Libatkan Siswa dalam Belajar https://kaltimpost.jawapo s.com/kolom-
pembaca/29/07/2022/pe mbelajaran-aktif-
langsung-libatkan-siswa- dalam-belajar
Berdasarkan beberapa pendapat dan kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Guru tidak melibatkan peserta didik secara aktif, sehingga mengakibatkan peserta didik tidak aktif di kelas yang dapat mempengaruhi tingkat perhatian siswa terhadap materi pembelajaran yang di diberikan oleh guru.
1. Guru Tidak melibatkan Peserta didik secara aktif 2. Guru tidak
menggunakan media
pembelajaran yang menarik.
2. Numerasi 1.Guru tidak menggunakan media
pembelajaran yang menarik..
1.Guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik.
Kajian literaturnya
Mujiono (1994) menyebutkan bahwa terdapat 4 komponen penting dalam kegiatan
Berdasarkan beberapa pendapat dari kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Peserta didik memiliki kesulitan belajar dalam memahami konsep dasar
2. Guru dalam menjelaskan soal garis bilangan bentuk cerita tidak bisa di mengerti peserta didik.
3. Guru tidak menggambar kan jenis pola bilangan di papan tulis
pembelajaran yaitu bahan ajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, dan pendidik sebagai subjek pelajaran.
Dengan adanya media pembelajaran maka proses pembelajaran akan
berlangsung secara efektif dan hal ini akan menimbulkan dampak positif pada hasil belajar. Hasil belajar yang baik dapat terwujud karena adanya proses belajar yang baik dan maksimal. Proses belajar yang baik dapat tercipta karena adanya media pembelajaran yang mendukung didalamnya.
Sumber Analisis Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMA N 15 Semarang
file:///C:/Users/ACER/Downlo ads/194-311-1-SM%20(1).pdf
matematika, kurang hafal perkalian, dan sulit membedakan symbol- simbol dalam operasi hitung. Selain itu guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran.
Peserta didikpun tidak pernah mengulang pembelajarannya di rumah, hanya cenderung bermain sepulang sekolah.
3. Literasi 1. Kurangnya interaksi guru dengan peserta didik saat proses KBM
2. Guru hanya menjelaskan dengan metode ceramah
1.Guru hanya menjelaskan dengan metode ceramah sehingga peserta didik merasa bosan
Hasil kajian literaturnya Menurut Masruro Mahmudah, M.Pd.I
Kreatifitas seorang guru sering dianggap tidak kreatif dan inovatif ketika guru hanya menggunakan metode ceramah, karena banyak kalangan yang mengatakan bahwa metode ceramah adalah metode konvensional dan monoton sehingga saat ini metode ceramah sudah mulai dikesampingkan.
Sumber URGENSI DIANTARA DUALISME METODE PEMBELAJARAN CERAMAH DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR UNTUK SISWA MI/SD
Berdasarkan beberapa pendapat dari kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Metode ceramah yang di tanpa di barengi dengan media belajar dan metode yang bervariasi akan membuat perserta didik menjadi bosan, melamun bahkan ngantuk didalam kelas. Sehingga dapat mempengaruhi nilai peserta didik menjadi rendah.
https://media.neliti.com/med ia/publications/58359-ID- urgensi-diantara-dualisme- metode-pembela.pdf
‘4.Kesulitan
belajar peserta didik
1. Guru tidak menggunaka n media yang menarik
2. Kurangnya kemampuan guru dalam pengelolaan kelas.
3. Guru kurang bisa membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan .
1. Guru tidak menggunakan media yang menarik sehingga minat belajar peserta didik rendah.
Kajian Literaturnya :
Menurut Dewi Hastaty Lanusi (Gie, 2002).
Minat siswa dalam belajar berfungsi sebagai kekuatan pendorong siswa untuk belajar (motivating force), karena minat belajar dapat menyebabkan siswa memberikan perhatian yang lebih terhadap sesuatu sehingga siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar dan terhindar dari gangguan perhatian dari luar, menyebabkan penguatan ingatan terhadap bahan pelajaran dan tidak bosan dalam proses belajar (Gie, 2002).
Sumber :
PENERAPAN KELAS DIGITAL
EDMODO UNTUK
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA
Berdasarkan beberapa pendapat dari kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Pengguna media
pembelajaran yang tepat dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap konsentrasi belajar peserta didik serta memperkuat pengingatan peserta didik dalam proses belajar dan tidak menimbulkan rasa bosan.
5.Membangun relasi/hubungan dengan peserta didik dan orang tua peserta didik
1. Guru menjadi tidak mudah menyatukan persepsi tentang hal yang dibutuhkan anak dalam pembelajaran.
2. Guru tidak memberikan peran utama sebagai fasilitator
1. Guru tidak memberikan peran utama sebagai fasilitator
Menurut Utari Ratna Bintari Hasil kajian Literaturnya bahwa peran guru sebagai fasilitator penting adanya dalam setiap proses pembelajaran dikelas, karena hal itu akan mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas juga akan mempengaruhi hasil belajar siswanya
sumber PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR
Berdasarkan beberapa pendapat dari kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Untuk mencapai keberhasilan belajar siswa diperlukan peran guru yaitu sebagai fasilitator dan motivator.
Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi harus menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VIII DI SMPN 1 BALARAJA
dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan
pendapat secara terbuka.
6.Melakukan disiplin positif
1.Guru tidak memberikan conoh kedisiplinan kelas yang baik
2.Guru tidak menggalakkan program 5 K di sekolah.
3. Guru dalam mengelola pengolahan kelas belum maksimal.
1.Guru tidak memberikan contoh kedisiplinan kelas yang baik sehingga banyak juga murid yang melakukkan pelanggaran terhadapat kesepakatan kelas.
Hasil Kajian Literaturnya Menurut Mahasti Windha
Wardhani
bahwa faktor penyebab pelanggaran kedisiplinan sekolah adalah :
1) Guru: guru sebagai teladan suka datang terlambat, 2) Siswa: kurangnya kesadaran
diri dalam mematuhi peraturan
3) Lingkungan:
ketidaktertiban dan suasana gaduh dari pelaksanaan di lingkungan sekolah yang tidak terduga.
Adapun Hambatannya
1) Siswa: siswa tidak paham dengan peraturan, sering melanggar peraturan, susah diberitahu, dan pura-pura tidak tahu,
2) Guru: guru takut membuat siswa menangis jika terlalu disiplin, guru yang tidak fit, dan guru kesulitan menghubungi orang tua siswa.
Berdasarkan beberapa pendapat dari kajian literatur maka dapat di simpulkan bahwa :
Guru merupakan panutan dari peserta didik, sehingga apapun yang di
lakakukan guru
merupakan contoh yang bisa di tiru dan di gugu oleh peserta didik.