• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB MASALAH PENGAJARAN

N/A
N/A
susi

Academic year: 2023

Membagikan "MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB MASALAH PENGAJARAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LK 1.3 PENENTUAN PENYEBAB MASALAH

Nama : Eko Sucipto, S.Si

NPM : 239031495087

NO HASIL EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH AKAR PENYEBAB

MASALAH

ANALISIS AKAR PENYEBAB MASALAH

MASALAH TERPILIH YANG AKAN DISELESAIKA

N

1 Aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA masih rendah

1. Irdam Idrus, Irwandi Ansori, Rio Kurniawan (2020), PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP, Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi (2020) 4(2).

https://www.mendeley.com/catalogue/a2d88ad2-bdd6-32c6-bf0e-ad295034bd5c/

Pembelajaran yang dilaksanakan selama ini cenderung kurang melibatkan siswa di dalamnya, sehingga siswa kurang memahami konsep-konsep IPA dan hasil belajar siswa pun kurang memuaskan. Untuk menindaklanjuti permasalahan di atas, guru harus mencari alternatif pembelajaran yang menarik minat belajar siswa agar lebih aktif dan kreatif yakni melalui penerapan pendekatan saintifik.

2. Rahayu Widayanti, Cari , Sarwanto (2019), PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIT PADA MATERI KEMAGNETAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI, DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA SMP KELAS IX SMPN 1 NGUNTORONADI, Vol 7 No 3, INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA.

https://www.mendeley.com/catalogue/bc7d3e53-89df-37ea-864e-10d86d552455/

Alat peraga KIT merupakan suatu media yang dapat dipakai siswa untuk melakukan suatu percobaan sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung serta memberikan respon yang positif bagi siswa, Peningkatan prestasi belajar kognitif siswa meningkat setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media KIT.

Penggunaan model dan strategi (metode dan media) pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.

Guru harus mampu mendesain atau menyusun model/ metode/ strategi/

pendekatan pembelajaran yang menarik sehingga siswa terpancing untuk melibatkan diri secara aktiv, dalam proses pembelajaran.

(2)

3. Melly Safitri,Yennita, Irdam Idrus (2018), UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING(PBL), jurnal: Diklabio Jurnal pendidikan dan pembelajaran biologi 2 (1).

https://ejournal.unib.ac.id/jppb/article/view/5148/2707

Aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat dengan Penggunaan model Problem Based Learning(PBL).

Hasil Wawancara:

Aktivitas siswa dalam pembelajaran masih rendah disebabkan oleh:

- Minat belajar siswa kurang

- Guru tidak memakai gaya mengajar sesuai dengan karakter siswa - Siswa merasa pelajarannya IPA membosankan,

- Guru selalu menggunakan model ceramah - Pelajaran IPA tidak disukai/tidak penting

- Peserta didik merasa kurang dilibatkan secara aktif

- Aktivitas satu arah (guru bicara – peserta didik mendengar/ guru center) - kesiapan belajar siswa kurang

2 Rendahnya pemahaman materi peserta didik dalam penguasaan konsep IPA

1.Hi Rahman M, Latif S, Saban M (2022), IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI MAN 2 HALMAHERA UTARA, Jurnal Pendidikan Fisika (2022) 10 (2).

https://www.mendeley.com/catalogue/b73a93b5-f6d6-346d-bac1-997ed39f6f88/

Literasi sains merupakan instrument bagi siswa guna melatih kemampuan berpikir ilmiah siswa dalam usaha mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan literasi sains.

2.Ari Sigit Ismianto (2022), UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MATERI WUJUD ZAT MELALUI METODE PEMBELAJARAN INQUIRY DI KELAS VII SMP IT AL-MADINAH CIBINONG, Jurnal INTELEKTIUM (2022) 3(2).

https://www.mendeley.com/catalogue/01caaa19-9cd6-3055-a6cf-3e28a02a1e88/

Penggunaan model dan strategi (metode dan media) pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum dapat meningkatkan kemampuan pehamanan materi pesera didik.

Guru harus mampu mendesain atau menyusun model dan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA pada proses pembelajaran.

(3)

Dalam kegiatan pembelajaran siswa kurang fokus dan kurang konsentrasi.

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam mata pelajaran IPA masih terlihat monoton dan kurang bervariatif yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Sehingga ketika pelaksanaan pembelajaran IPA menjadi terasa jenuh.Pembelajaran antara guru dan siswa kurang komunikatif, sedangkan yang diperlukan dalam mempelajari IPA bukan hanya hafalan tetapi diperlukan juga pemahaman. Penggunaan metode belajar Inquiry dapat meningkatkan Pemahaman siswa Pada Materi wujud zat.

3. Yulkasri (2022), PENERAPAN METODE TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISTEM PERNAFASAN PADA SISWA SMP N 2 GUNUNG SAHILAN, Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan (2018) 2(2) .

https://www.mendeley.com/catalogue/07581806-33ba-39ca-8890-0333264dc3af/

Setelah penerapan metode two stay two stray kepada siswa pada sub bahasan penggunaan mahluk hidup terus mengalami peningkatan pemahaman dan juga adanya perubahan perilaku siswa dalam mengikuti pelajaran dan cara guru melaksanakan metode pembelajaran semakin baik. Melalui penerapan metode two stay two stray terbukti bahwa dapat meningkatkan hasil belajar penggunaan mahluk hidup.

Hasil wawancara:

- Gaya mengajar yang beda tidak sesuai dengan karakter anak, sehingga anak kurang fokus terhadap pelajaran

- Kurang variasi guru dalam beberapa metode pembelajaran - Konsistensi belajar siswa berubah-ubah

- Input belajar siswa rendah

- Respon siswa dalam menanggapi pertanyaan pemantik kurang - siswa lost teching (kehilangan konsep belajar)

- Siswa malas membaca maupun mengulang pelajaran.

- Sebaiknya dilakukan pretes diawal sebagai dasar pengetahuan siswa

- Kemampuan bawaan siswa (heredity) memang rendah, kurang serius dalam belajar, banyak bawa beban masalah

- Gurunya mungkin belum mampu membuat siswanya cepat paham

(4)

3 Kurangnya kepedulian orangtua terhadap perkembangan belajar peserta didik

1. Novrinda, Nina kurniah, Yulidesni (2017), PERAN ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN.

https://ejournal.unib.ac.id/potensia/article/view/3721/1969

Pendidikan orangtua secara tidak langsung mempengaruhi kelangsungan Pendidikan anak (Wardani dan Nilawati 2013) Pendidikan orangtua akan memberikan pengaruh terhadap pola berpikir dan orientasi Pendidikan yang diberikan kepada anaknya.

2. Ihat Hatimah (2016) KETERLIBATAN KELUARGA DALAM KEGIATAN DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF KEMITRAAN, jurnal: Pedagogia

https://ejournal.upi.edu/index.php/pedagogia/article/view/3878/2753.

Kurangnya kepedulian orangtua terhadap perkembangan belajar siswa salah satunya dikarenakan masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada sekolah. Adanya kemitraan antara keluarga dan sekolah berpengaruh meningkatkan kemajuan dan kesusksesan anak-anaknya

3.Arifudin Mahmudi, Joko Sulianto, Ikha Listyarini (2020), HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA, Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran (2020) 3(1).

https://www.mendeley.com/catalogue/6b02887c-9bbe-3eca-9af2-856fd6bad649/

Siswa dengan perhatian yang sangat cukup mempunyai rata rata hasil belajar yang sangat baik. Siswa dengan perhatian yang kurang mempunyai rata rata hasil belajar yang cukup.

Namun tidak sepenuhnya perhatian orangtua mempengaruhi hasil belajar siswa melainkan karena ada faktor lain seperti guru dan suasana belajar di kelas serta faktor belajar lainnya

Hasil Wawancara:

- Faktor ekonomi orangtua sibuk bekerja, kurang kontrol dalam pembelajaran dirumah

- Latarbelakang Pendidikan orang tua siswa - Pembiasaan anak sejak dini

Masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada madrasah/sekolah.

Masih rendahnya Pemahaman orangtua terkait pengetahuan hal pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter dan perkembangan anak. Faktor Pendidikan terakhir dan status sosial ekonomi orangtua juga akan memberikan pengaruh terhadap pola berpikir dan orientasi pendidikan pada anak, dimana orang tua tidak memiliki waktu dalam mendampingi anak dalam belajar.

(5)

4 Respon peserta didik terhadap model-model pembelajaran inovatif masih rendah

1.Ni Wayan Sri Parwasih, Zusje W. M. Warouw (2020), PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

,

Jurnal SCIENING: Science Learning Journal Vol 1 no 1 2020.

https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/sciening/article/view/29/175

Penggunaan model pembelajaran CTL terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sistem pencernaan manusia di, dimana CTL memiliki keungulan akan tumbuhnya suasana demokratis dalam pembelajaran sehingga terjadi dialog dan diskusi.

2. Chantika Nur Laili, I Ketut Mahardika*, Zainur Rasyid Ridlo (2022), PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF POWTOON DISERTAI LKPD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP, Jurnal Pendidikan IPA Vol 11 No 1 2022

https://www.mendeley.com/catalogue/3ba4af4a-4259-3e20-8ea7-b04dd6a7d542/

Solusi alternatif yakni dengan menggunakan media interaktif berupa powtoon disertai LKPD yang mampu memberikan gambaran lebih konkrit sehingga siswa lebih memahami materi dengan mudah.

3. Muflih Martua Tanjung, Liza Nopitasari, Helmi Susanti, Ahmad Walid (2023), Efektivitas Penggunaan Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Kognitif Pada Mata Pelajaran IPA di SMPN 18 Kota Bengkulu, Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 5 No 1 https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/11414/8985

Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, maka dari itu guru harus dapat berinovasi agar motivasi belajar siswa tinggi dalam belajar, dan memungkinkan hasil belajar yang ingin dicapai tercapai

.

1. Guru belum melakukan penyusunan rencana pembelajaran inovatif dengan sintak yang jelas 2. Kurangnya pemahaman

guru terhadap model dan strategi pembelajaran

dan bagaimana

menerapkannya di kelas 3. Penerapan media

pembelajaran tidak

sesuai dengan

karakteristik setiap materi dan karakteristik peserta didik

- Guru harus mampu

membuat rencana

pembelajaran inovatif dengan baik dan menetapkan waktu berdasarkan fase sehingga materi yang di ajarkan bisa tersistematis dan tercapai kompetensinya

-Guru harus lebih kreatif

merancang model

pembelajaran dengan menggunakan fitur atau aplikasi yang terintegrasi dengan internet yang sesuai dengan karakteristik materi dan karakteristik peserta

didik sehingga

memudahkan proses pembelajaran.

Pelatihan Pembuatan

Media Pembelajaran Menggunakan

Canva

(6)

Hasil Wawancara:

- Guru tidak mengeklsplor kompetensi model maupun metode pembelajaran inovatif dan kreatif

- Penggunaan model pembelajaran tidak di imbangi dengan teknologi - Mood siswa dalam belajar terkadang berubah-ubah

- Model pembelajaran yang baru (inovatif) membutuhkan penyesuaian dengan materi dan karakteristik siswa

- Guru kurang mampu menguasai model pembelajaran yg baru ini, yang memudahkan mereka menyerap materi pelajaran

5 Rendahnya kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS

1. Latifaatul Nur Azizah, Laily Rosdiana (2022), PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI GENDER PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN, Vol 10 No 1, PENSA E-JURNAL PENDIDIKAN SAINS.

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/pensa/article/view/43045

Kemampuan menghasilkan dan menyusun ide, menganalisis fakta, mempertahankan pendapat, mengevaluasi argumen, menarik kesimpulan dan memecahkan masalah merupakan definisi dari kemampuan berpikir kritis. Diharapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang lebih aktif untuk menemukan masalah sehingga mampu membangun konstruktif mencari solusi.

2. Fauziana, Kastri fani, Rahmiaty ( 2021 ), ANALISIS KEMAMPUAN IPA DALAM MENYELELESAIKAN SOAL HOTS PADA PEMBELAJARAN IPA, Jurnal: GENDERANG ASA . https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/genderangasa/article/view/165

Keterbatasan dalam memberikan soal-soal IPA tipe HOTS, mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu siswa mengerjakan soal dengan terburu-buru, rendahnya tingkat konsentrasi dan pengetahuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS.

1. Guru belum

menggunakan model dan strategi pembelajaran dalam meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik.

2. Guru belum

membiasakan peserta didik dalam mengerjakan soal HOTS.

Pemilihan model dan strategi yang kurang tepat

dapat membuat

kemampuan berfikir keritis peserta didik rendah dan juga Guru mengalami

kesulitan dalam

mengembangkan instrument penilaian berbasis HOTS, sehingga peserta didik tidak

terbiasa dalam

menyelesaikan soal soal HOTS.

(7)

3. NGATIYEM NGATIYEM (2021), PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKAT KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA, Jurnal Inovasi

Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah (2021) 1(2).

https://www.mendeley.com/catalogue/056059c2-549c-3bc5-a090-e6598f89cbe8/

Dengan kemampuan berpikir kritis maka siswa akan dapat mengenali berbagai permasalahan, mampu mengidentifikasi dan menganalisis penyebab dari suatu masalah serta mampu membuat solusi serta mengevaluasi dari suatu permasalahan. Model Problem Based Learning jika diterapkan dengan baik dapat melatih siswa dalam memecahkan masalah kontekstual.

4. Dian Nur Indah Sari1 , Aris Singgih Budiarso2 , Sri Wahyuni, (2022), PENGEMBANGAN E- LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGHER ORDER TINGKING SKILL (HOTS) PADA PEMBELAJARAN IPA, Jurnal BACIDESU Vol 6 No 3 Tahun 2022.

https://www.mendeley.com/catalogue/7c9ea388-be34-35a9-ae31-3dfdd0c89cec/

E-LKPD berbasis PBL dapat dilaksanakan dan mudah digunakan pada pembelajaran IPA. E- LKPD berbasis PBL dapat meningkatkan kemmapuan HOTS siswa SMP. Hal ini menunjukkan bahwasannya terjadi peningkatan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa setelah menggunakan E-LKPD berbasis PBL dengan kategori sedang.

Hasil Wawancara:

- Kemampuan literasi anak kurang dikarenakan untuk menyelesaikan soal HOTS itu perlu pemahaman.

- Kurangnya pembiasaan siswa untuk berpikir kritis sejak SD, terbiasa dengan soal-soal pilihan ganda yang cenderung membuat anak meremehkan dalam menjawab soal.

- Kurangnya pembiasaan guru memberikan latihan soal soal yang berbau HOTS

- Siswa tidak mampu menyelesaikan soal hots karena mereka tidak memahami materi.

Mereka tidak dapat memahami maksud soal

6 Peserta didik belum optimal memanfaatkan aplikasi belajar di internet dalam meningkatkan aktivitas belajar

1. Pemanfaatan sumber sarana dan prasarana teknologinya belum

Guru Selama ini ketika

melakukan proses

pembelajaran di kelas masih sering mengandalkan buku

(8)

1. Muflih Martua Tanjung, Liza Nopitasari, Helmi Susanti, Ahmad Walid (2023), Efektivitas Penggunaan Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Kognitif Pada Mata Pelajaran IPA di SMPN 18 Kota Bengkulu, Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 5 No 1.

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/11414/8985 Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, maka dari itu guru harus dapat berinovasi agar motivasi belajar siswa tinggi dalam belajar, dan memungkinkan hasil belajar yang ingin dicapai tercapai

.

2.Anugrah Risky Widyasmi, Aulia Hilda Nurrahmah, Eki Listiana Pratiwi, Kurnia Hidayati, Vika Puji Cahyani (2021), Efektivitas Pembelajaran Daring IPA SMP Menggunakan Bookcreator dan Evaluasi Educandy Mengenai Materi Suhu dan Kalor, jurnal: PISCES Vol 1 No 1.

https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/pisces/article/view/159/119.

Evaluasi yang sering dilaksanakan oleh guru membuat siswa merasa jenuh, bosan.

Educandy merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan fitur game untuk evaluasi yang menyenangkan..

3.Alfira Ramadani (2019), Pengaruh penerapan metode pembelajaran crossword puzzle berbasis aplikasi puzzle maker terhadap hasil belajar biologi konsep kingdom animalia pada siswa kelas x sma negeri 5 maros, jurnal: BINOMIAL.

http://ejournals.umma.ac.id/index.php/binomial/article/view/283

Penerapan metode pembelajaran Crossword Puzzle Berbasis Aplikasi Puzzle Maker yang diterapkan pada kelas eksperimen mampu mengatasi masalah yang ditemukan dalam mengajarkan konsep Kingdom Animalia yang di dalamnya terdapat banyak Bahasa latin yang terkadang membuat siswa merasa jenuh dan kesulitan saat belajar.

Hasil Wawancara:

- Kurang kontrol orangtua terkait pemakaian Handphone

- Penggunaan sarana dan prasarana Lab. komputer dalam proses pembelajaran berbasis teknologi belum dimaksimalkan

- Kemampuan guru-guru dalam penggunaan teknologi masih kurang terkait aplikasi aplikasi pembelajaran

menunjang secara merata.

2. Para guru belum semuanya memiliki kompetensi dalam penggunaan media pembelajaran yang berbasis aplikasi TIK.

3. Penggunaan smartphone oleh siswa di waktu yang tidak tepat pada proses pembelajaran.

tulis sebagai media pembelajaran, jarang menggunakan teknologi berbasis komputer maupun aplikasi pembelajaran inovatif yang membuat peserta didik belajar dengan asyik dan menyenangkan serta membuat peserta didik aktif. Guru diharapkan harus lebih kreatif merancang pembelajaran dengan menggunakan fitur atau aplikasi yang terintegrasi dengan internet yang sesuai dengan karakteristik materi dan karakteristik siswa sehingga memudahkan proses pembelajaran.

(9)

- Kemampuan SDM dan sumberdaya/ sarana teknologinya belum menunjang secara merata

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Kimia di SMA Negeri 12 Bajarmasin, didapatkan permasalahan sebagai berikut; (1) aktivitas guru masih tergolong rendah disebabkan

Dengan mengamati gaya mengajar klasik guru dan faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa diantaranya oleh gaya mengajar klasik guru, diharapkan dapat diketahui seberapa

motivasi belajar siswa sekolah dasar yaitu (1) kualitas gaya mengajar guru yang masih rendah, (2) sarana dan prasarana pembelajaran yang kurang memadai, (3)

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Kimia di SMA Negeri 12 Bajarmasin, didapatkan permasalahan sebagai berikut; (1) aktivitas guru masih tergolong rendah disebabkan

65 Serta pelaksanaan guru kepada siswa dalam menikatkatkan minat pembelajaran sesuai hasil wawancara langsung kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam yang berinisial M bahwa:

Guru jangan terpaku membaca hanya pada buku, tetapi melalui media yang lain 2 Dalam belajar, siswa sering kurang focus terhadap materi yang sedang diterangkan oleh guru.. Anggraeni et

5 Motivasi belajar siswa yang masih rendah Faktor penyebab motivasi belajar siswa yang masih rendah adalah : Akar penyebab masalah dari hasil eksplorasi yaitu guru belum Berdasarkan

Maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Penyebab Siswa kurang memahami bacaan dan belum lancar membaca serta guru belum menggunakan metode yang tepat adalah siswa belum lancar membaca jadi