1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI
SISWA KELAS XI IPA SMA N 16 PADANG TAHUN AJARAN 2016/2017 Rivani Indra, Nurhadi, Evrialiani Rosba
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat E-Mail: [email protected]
ABSTRACT
The background of this research is based on the problem faced by eleventh grade students of SMA N 16 Padang in their learning achievement who were still below of the minimum completeness criteria, 79. In the teaching learning process, the teacher still use the usual method which were lectures, discussion and question-answer, thus, the students assumed that biology lesson is boring because it was rote. During the disscussion, the students tend to rely on their friends. Therefore, efforts were needed to overcome students problem by implementing the cooperative learning model Think Pair Share (TPS) which was accompanied by picture media in eleventh grade students of SMAN 16 Padang. This research was experimental research with randomized Control Group Postest Only Design. The population in this research were all of the students of XI IPA of SMAN 16 Padang. The sample took by using Purposive Random Sampling technique. XI IPA2 class was selected as the experimental class and XI IPA4 as the control class.
The instrument used in this research was the students’worksheet of final test which were objective question on cognitive domain while in the affective domain were studnets’observation form in each meeting. Based on the result o final test analysis, in cognitive domain obtained average of the students’ result in experimental class were 65,62 and class control were 54,41. While the students’average value of affective mode in experimental class were 3,35 and class control were 3,36. The result of the experiment on t-test for both of the class sample, on cognitive domain, hypothesis showed thitung = 4,99 and ttabel = 1,67 and on affective domain thitung = 4,89 and ttabel = 1,67. Because of thitung > ttabel thus, the hypothesis was accepted. So, it can be conclude that by the implementation of cooperative learning model Think Pair Share accompanied by pictures media can improve students’ Biology learning achievement in cognitive and affective domain in class XI SMAN 16 Padang.
Key words : Learning achievement, Think Pair Share, Picture media .
PENDAHULUAN
Berdasarkan wawancara dan observasi penulis dengan Guru Biologi di SMA N 16 Padang pada bulan Agustus ditemukan masalah yang sama dengan hasil pengamatan penulis selama melakukan PL(Praktek Lapangan) yaitu Kurang aktifnya siswa dikelas, Kurangnya minat siswa dalam belajar Biologi, dan guru terbiasa menggunakan metode ceramah dan kadang kadang menggunakan metode diskusi. Dalam proses pembelajaran siswa hanya menerima penjelasan dari guru sehingga mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa, selain itu fasilitas dari sekolah masih kurang memadai.
Berdasarkan hasil dari nilai rata rata siswa pada ulangan harian pada materi Sistem Peredaran Darah kelas XI IPA 1 (73,58)XI IPA 2 (63,50) XI IPA 3 (66,70) XI IPA 4 ( 72,22)dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) mata pelajaran Biologi kelas XI adalah79. Pada materi Sistem peredaran darah siswa banyak yang tidak paham dan kesulitan memahami cara kerja jantung dan proses peredaran darah.
Untuk itu diperlukan usaha untuk mengatasi masalah yang ada di Kelas XI IPA SMA Negri 16 Padang salah satunya adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif. Model
2 pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dimana cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok kecil, secara kolaboratif yang struktur kelompoknya bersifat heterogen. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa variasi model pembelajaran Student Team Achivement Division (STAD), Jigsaw, Group Investigation (GI), Numbered Head Together (NHT), Think-Pair-Share (TPS).
Sesuai dengan permasalahan diatas dapat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), dimana model ini menekankan pada peningkatan daya nalar siswa, daya imajinasi siswa dan daya analisis terhadap suatu permasalahan, meningkatkan kerjasama antara siswa karena mereka dibentuk dalam kelompok, dan juga guru lebih memungkinkan untuk menambahkan pengetahuan anak ketika selesai diskusi pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab karena siswa diberi tugas dalam kelompok, yang masing-masing kelompok mendapat tugas atau sub topik yang berbeda dengan kelompok yang lain dan dapat meningkatkan kerjasama antara kelompok serta melatih siswa untuk mengemukakan ide-ide atau gagasan baru sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama antara peserta belajar.
Langkah langkah model
pembelajaran Think Pair Share (TPS ) : 1)Thinking, Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran kemudian anak didik diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri untuk beberapa saat. 2)Pairing, Guru meminta anak didik berpasangan dengan temannya mendiskusikan sekitar 4-5 menit apa yang telah difikirkan pada tahap pertama. 3) Sharing, Guru meminta kepada pasangan untuk berbagi ide informasi, pengetahuan atau pemahaman dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Ini dilakukan secara bergiliran pasangan demi pasangan sampai sekitar 25
% pasangan mendapatkan kesempatan (Lufri : 2007)
Untuk menunjang proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang disertai dengan media Gambar. Media Gambar berperan untuk mempermudah siswa dalam memahami proses.
Sadiman (2012:29) media gambar merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.
Oleh karena itu, pepatah China yang mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu kata. Dimana media ini berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat lebih jelas.
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis telah melakukan penelitian dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Disertai Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Biologi siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 16 Padang Tahun Pelajaran 2016/2017“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan ranah afektif dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS ) yang disertai media gambar di kelas XI IPA SMA Negeri 16 Padang.
METODE PENELITIAN
Penelitian telah dilakukan pada kelas XI IPA SMAN 16 Padang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November Tahun Pelajaran 2016/ 2017.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester I, yang terdiri dari empat kelas di SMA Negri 16 Padang tahun pelajaran 2016/2017. Penentuan sampel tersebut menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 4 sebagai kelas kontrol.
Instrumen yang digunakan untuk penilaian ranah kognitif adalah tes tertulis dalam bentuk soal objektif, untuk penilaian ranah afektif adalah penilaian sikap atau prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang dinilai oleh observer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah dilakukan penelitian di SMA N 16 Padang pada kedua kelas sampel,
3 diperoleh data dari tes hasil belajar biologi siswa pada kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share disertai Media Gambar diperoleh data tentang penilaian ranah kognitif dan ranah afektif
1. Ranah Kognitif
Penilaian pada ranah kognitif diperoleh dari tes akhir pada Sistem Peredaran Darah . Data hasil penilaian pada ranah kognitif dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Hasil Belajar Siswa Pada Ranah Kognitif
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa kelas eksperimen memiliki nilai rata rata lebih tinggi dari pada kelas kontrol.
Namun dari hasil tes belajar Biologi siswa ini belum bisa mencapai KKM yaitu 79.
Karena pada kelas eksperimen siswa belum terbiasa dengan model yang peneliti gunakan dan juga siswa hanya mengandalkan temannya untuk mengerjakan apa yang disuruh oleh guru. Begitu juga dengan kelas kontrol belum bisa mencapai KKM karena pada kelas kontrol siswa lebih banyak pasif saat berdiskusi dan juga siswa lebih mengandalkan teman kelompoknya yang lebih pintar dan rajin.
Berdasarkan hasil penelitian pada ranah Kognitif yang dilakukan pada kedua kelas sampel didapati bahwa nilai rata rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol diperoleh nilai rata rata kelas eksperimen 65,48 dengan ketuntasan 3 siswa dari 32 siswa dengan presentase 9,4%, pada kelas kontrol diperoleh nilai rata rata 54,51 dengan tidak adanya siswa yang tuntas. Pada uji Hipotesis yang dilakukan diperoleh thitung
> ttabel maka hipotesis diterima. Berdasarkan hasil belajar Biologi siswa pada materi
Sistem peredaran darah pada kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang disertai media gambar lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi dan tanya jawab.
Proses Pembelajaran (PBM) di kelas eksperimen menggunakan penerapan model Think Pair Share yang disertai dengan Media Gambar, yang dilakukan 5 kali pertemuan, didapatkan banyak siswa yanng tidak tuntas hal ini disebabkan pada proses pembelajaran pada tahap evaluasi atau pemberian kuis diakhir pertemuan 3 dan 5 banyak siswa yang tidak dapat menjawab soal kuis tentang sub topik proses peredaran getah bening dan proses peredaran darah pada hewan. Hal ini berdampak pada hasil tes akhir yang dilakukan guru Hal tersebut sesuai dengan pendapat Syah (2010: 83) Pada umumnya timbul preferensi kognitif karena dorongan dari luar yang mengakibatkan siswa menganggap belajar hanya sebagai alat pencegah ketidaklulusan atau ketidaknaikan.
Pada kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi dan tanya jawab diketahui bahwa siswa kurang merespon pada saat proses pembelajaran terjadi ini dikarenakan siswa bosan pada proses pembelajaran yang dilakukan dan juga pada saat berdiskusi siswa lebih mengandalkan teman yang pintar, dan pada saat diskusi siswa tidak mempunyai buku penunjang untuk tiap kelompok dan juga tiap kelompok hanya mengandalkan mencari jawaban diinternet untuk mengerjakan lembaran diskusi. Pada saat menampilkan hasil diskusi didepan kelas siswa cenderung lebih membacakan apa yang itulis dibuku dan juga anggota kelompok lain hanya mendengarkan perwakilan anggota kelompok yang membacakan hasil diskusinya didepan kelas dan hanya sedikit yang memberikan tanggapan mengenai jawaban kelompok yang tampil. Saat guru menjelaskan kan siswa juga cenderung tidak ingin bertanya dan hanya menerima saja penjelasan dari guru, ini juga terlihat dari hasil kuis yang siswa kerjakan.
Pada penelitian yang dilakukan peneliti belum membuat nilai rata rata siswa mencapai Kriteria Ketubtasan Minimum (KKM) karena hasil tes belajar tidak hanya
54,51
0 10 20 30 40 50 60 70
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol 65,62
dilihat pada saat proses pembelajaran terjadi tetapi psikologi siswa juga mempengaruhi bagaimana hasil belajar siswa. Sesuai dengan pendapat Djamarah (2002:156 belajar pada hakikatnya adalah proses psikologis. Oleh karena itu, semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja dapat mempengaruhi belajar seseorang. Beberapa faktor faktor psikologis yang mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang adalah minat dan motivasi peserta didik dalam proses belajar. Saifullah (2012:295 bahwa motivasi sangat erat hubungannya dengan minat. Siswa terdorong untuk belajar apabila mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu mengembangkan minat belajar siswa merupakan sala teknik dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
2. Ranah Afektif
Penelitian yang dilakukan pada ranah afektif (sikap) yang diamati dalam 2 aspek yaitu bekerja sama dan rasa ingin tahu dimana pada ranah afektif penilaian dialakukan oleh obsever setiap pertemuan di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dari hasil penilaian tersebut didapati bahwa pada kelas eksperimen memiliki rata rata nilai modus lebih tinggi dari pada rata rata nilai modus kelas kontrol yang terlihat pada gambar 2 dibawah ini
Gambar 2. Hasil Penilaian Pada Ranah Afektif
Berdasarkan gambar 2
kelas eksperimen nilai modus pada aspek bekerja sama yaitu 3,75 dan nilai modus pada aspek Rasa Ingin Tahu yaitu 2,96 dengan rata rata nilai modus untuk kelas eksperimen yaitu 3,35 dan kelas kontrol pada aspek bekerja sama didapati nilai modus pada aspek bekerja sama yaitu 3,31 dan pada aspek Rasa Ingin Tahu dengan
3,35
3,06
2,9 3 3,1 3,2 3,3 3,4
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
4 dilihat pada saat proses pembelajaran terjadi tetapi psikologi siswa juga mempengaruhi bagaimana hasil belajar siswa. Sesuai Djamarah (2002:156-157) ar pada hakikatnya adalah proses psikologis. Oleh karena itu, semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja dapat mempengaruhi belajar seseorang. Beberapa faktor faktor psikologis yang mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang adalah asi peserta didik dalam proses belajar. Saifullah (2012:295-302) bahwa motivasi sangat erat hubungannya dengan minat. Siswa terdorong untuk belajar apabila mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam meningkatkan motivasi dan
enelitian yang dilakukan pada ranah afektif (sikap) yang diamati dalam 2 aspek yaitu bekerja sama dan rasa ingin tahu dimana pada ranah afektif penilaian dialakukan oleh obsever setiap pertemuan di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dari tersebut didapati bahwa pada kelas eksperimen memiliki rata rata nilai modus lebih tinggi dari pada rata rata nilai yang terlihat pada
Hasil Penilaian Pada Ranah
sarkan gambar 2 bahwa pada kelas eksperimen nilai modus pada aspek bekerja sama yaitu 3,75 dan nilai modus pada aspek Rasa Ingin Tahu yaitu 2,96 dengan rata rata nilai modus untuk kelas eksperimen yaitu 3,35 dan kelas kontrol pada aspek bekerja sama didapati nilai pada aspek bekerja sama yaitu 3,31 dan pada aspek Rasa Ingin Tahu dengan
nilai modus 2,81 dengan rata rata untuk kelas kontrol 3,06.
Penelitian penelitan
model TPS telah banyak dilakukan sebelumnya, Penelitian penelitian tersebut antara lain, penelitian yang dilakukan oleh (Hartanti 2010) yang menyatakan bahwa dengan menggunakan metode
meningkatkan keterampilan metakognitif siswa kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMPN Singosari. Syarifa (2011) menerangkan bahwa kemampua berfikir kritis kelas elsperimen lebih baik dari kelas kontrol.
Nelpinda (2015) menyatakan bahwa model pembelajaran Think Pair Share dilengkapi dengan media gambar berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa baik dalam aspek kognitif dan afektif. Ancillia ( 2014)
model pembelajaran kooperatif yang disertai dengan media gambar dapat meningkatkan hasi belajar siswa karena pada model kooperatif TPS diminta untuk lebih kritid=s dan dengan bantuan media gambar dapat membantu siswa lebih memahami materi yang dipelajari
Pada saat proses pembelajaran siswa di kelas eksperimen lebih cenderung melihat buku saat menge
gambar karena kurang siapnya siswa dalam proses pembelajaran. Saat proses pembelajaran siswa juga lebih terarah dalam melakukan tiap tahap
walaupun masih ada siswa yang tidak ingin duduk dengan pasangan yang sudah ditentukan oleh guru. Pada saat siswa berdiskusi siswa juga lebih aktif dan optimal dalam berdiskusi dengan pasanganya karena siswa yang dipasangkan sebangku lebih mudah berinteraksi dengan pasanganya dalam membahas media gambar yang dibagikan guru.
Sedangkan pada ke
menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, pada setiap proses pembelajaran karena metode ini sudah terbiasa siswa lakukan siswa merasa bosan dan lebih mengandalkan anggota kelompok yang pintar dan rajin. Pada kelas kontrol ini masih banyak siswa yang tidak memperhatikan temannya saat menampilkan hasil diskusinya didepan. Sesuai dengan pendapat Rohani (2004:19) belajar adalah proses
Kelas Kontrol
XI IPA 2 XI IPA 4 Series 3
•
nilai modus 2,81 dengan rata rata untuk
Penelitian penelitan mengenai model TPS telah banyak dilakukan sebelumnya, Penelitian penelitian tersebut antara lain, penelitian yang dilakukan oleh (Hartanti 2010) yang menyatakan bahwa dengan menggunakan metode TPS dapat meningkatkan keterampilan metakognitif n berfikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMPN Singosari. Syarifa (2011) menerangkan bahwa kemampua berfikir kritis kelas elsperimen lebih baik dari kelas kontrol.
Nelpinda (2015) menyatakan bahwa model Think Pair Share yang dilengkapi dengan media gambar berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa baik dalam aspek kognitif dan menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif yang disertai dengan media gambar dapat meningkatkan r siswa karena pada model kooperatif TPS diminta untuk lebih kritid=s dan dengan bantuan media gambar dapat membantu siswa lebih memahami materi
Pada saat proses pembelajaran siswa di kelas eksperimen lebih cenderung melihat buku saat mengerjakan media gambar karena kurang siapnya siswa dalam proses pembelajaran. Saat proses pembelajaran siswa juga lebih terarah dalam melakukan tiap tahap Think Pair Share walaupun masih ada siswa yang tidak ingin duduk dengan pasangan yang sudah leh guru. Pada saat siswa berdiskusi siswa juga lebih aktif dan optimal dalam berdiskusi dengan pasanganya karena siswa yang dipasangkan sebangku lebih mudah berinteraksi dengan pasanganya dalam membahas media gambar yang Sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, pada setiap proses pembelajaran karena metode ini sudah terbiasa siswa lakukan siswa merasa bosan dan lebih mengandalkan anggota kelompok yang pintar dan rajin. Pada kelas kontrol ini masih k siswa yang tidak memperhatikan temannya saat menampilkan hasil diskusinya didepan. Sesuai dengan pendapat Rohani (2004:19) belajar adalah proses
5 perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan, Tanpa pengalaman dan latihan sangat sedikit proses belajar dapat berlangsung, maka guru meski mengatur lingkungan sebaiknya sehingga tercipta lingkungan sebagai komponen pengajaran yang penting.
Hasil penilaian pada ranah kognitif juga tergantung dengan bagaimana sikap siswa selama melakukan proses pembelajaran, dan dari sikap siswa tersebut dapat membentuk cara berfikir dan tingkah laku siswa. Sesuai dengan pendapat (Hamalik 2011:194) Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkunngan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.
Hal ini menunjukan, bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses belajar mengajar. Syah (2010:
84) Keberhasilan Ranah Kognitif tidak hanya akan membuahkan kecakapan kognitif, tetapi juga menghasilkan kecakapan ranah afektif.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share disertai dengan gambar dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa pada ranah kognitif dan afektif di kelas XI IPA SMA Negeri 16 Padang.
.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Desi Ancillia, Hadi Soekanto. Sudarno Herlambang. 2013. Pengaruh Think Pair Share disertai media Gambar terhadap kemampuan berfikir kritis siswa SMA. Jurnal.
Universitas Negri Semarang.
Djamarah,Syaiful Bahri.2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2011. Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan.
Bandung: Mandar Maju.
Hartanti, Tri Asih wahyu, .2010. Pengaruh strategi pembelajaran TPS yang dipadu dengna pemberdayaan pikiran terhadap kemampuan
berfikir kritis dan keterampilan metakognitif dan hasil belajar Biologi siswa kelas VIII SMP N 2 Singosari. 2010. Jurnal Pendidikan Inofatif
Rohani,Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Asdi Mahasatya.
Saefullah. 2012.Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung: Rineka Cipta.
Sari,Nelpinda. 2015.Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think Pair Share yang disertai media gambar terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 23 Padang. Jurnal.
Program Studi Pendidikan Biologi. STKIP PGRI SUMBAR
Siberman, L Melvin, 1996.Active Learninng:101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa Syah, Muhibbin. 2010.Psikologi Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Taufik Taufina, Muhammadi. 2011. Mozaik Pembelajaran Inovatif. Padang.
Sukabina Press.