PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Teks penuh

(1)

1

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN

HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI KEPADATAN PENDUDUK DAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN (Suatu Penelitian Tindakan Kelas Di SMP Negeri I Kabila)

JURNAL

OLEH

DWI NANGSI PAKAYA 431 408 015

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA

JURUSAN BIOLOGI 2014

(2)
(3)

3

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi

Kepadatan Penduduk dan Permasalahan Lingkungan (Suatu Penelitian Tindakan kelas Di SMP Negeri I Kabila)

Dwi Nangsi Pakaya1, Ramli Utina2, Lilan Dama3

1)

Mahasiswa Jurusan Biologi, 2) Dosen Jurusan Biologi, 3) Dosen Jurusan Biologi

Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo 2014

Email : DwiNangsi08@ymail.com

--- ABSTRAK

Dwi Nangsi Pakaya. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam Meningkatkan Aktivitas Peserta Didik dan Hasil Belajar pada Materi Kepaadatan Penduduk dan Permasalahan Lingkungan Di SMP Negeri I Kabila. Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo. Dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ramli Utina, M.Pd sebagai pembimbing I dan Ibu Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd sebagai pembing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran biologi khususnya materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) di kelas VIIB SMP

Negeri I Kabila. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama II siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan setiap siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang berisi aspek-aspek aktivitas peserta didik dan tes evaluasi hasil belajar kognitif peserta didik dilakukan setiap akhir siklus pembelajaran. Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas peserta didik pada siklus I yakni 71% dan meningkat pada siklus II sebesar 87% dan hasil belajar kognitif pada siklus I yakni 75% meningkat menjadi 96% pada siklus II. Peningkatan ini disebabkan karena diadakannya refleksi pada silus II untuk memperbaiki semua kekurangan pada siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS), Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif.

(4)

4 ABSTRACT

Dwi Nangsi Pakaya. 2014. Implemantation of cooperative learning mode Think Pair Share (TPS) in improving the activity and capacity of the cignitive of student on the material density of population and environmental problems at SMP Negeri I Kabila. Biology Aducation Departement. Mathematics and Natural Sciences Faculty (FMIPA), State University of Gorontalo. Supervised by Prof. Dr. Ramli Utina, M.Pd and Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd as co supervisior. This study aims to determine the acitivity and capacity of the cignitive of student in the subject matter biology, especially population density and environmental issues by implemeting cooperative learning mode Think Pair Share (TPS) in class VIIB

SMP Negeri I Kabila. This study is an action research conducted and the implementation is two cycles, each cycle consisting of two meetings. Data collection techniques using observation sheets that contain aspect of active learners during the learning process and student activity sheets which contains. For the evalution of cognitive learning outcomes conducted at the end of the learning ctcle. Results of the study showed that the acitivity of students in a cycle that 71% and ancreased in two cycle of 87% and ability to interpret of students in a cycle that is 75% to 96%. Increase in cycle to correct all deficiebcies in on cycle. This it can be concluded that the application of cooperative learning mode

think pair share (TPS) can increase the active and cognitive learning outcomes of student.

Keywords : Cooperative Learning Model, Think Pair Share (TPS). Student activity and cognitive learning outcomes.

(5)

5

PENDAHULUAN

Ilmu biologi merupakan salah satu bidang IPA yang menyediakan berbagai pengalaman belajar. Sebagai ilmu yang menyediakan berbagai pengalaman belajar, maka perlu perbaikan dalam kegiatan belajar dan mengajar secara maksimal agar terjadi peningkatan mutu pendidikan dalam pembelajaran biologi.

Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal adalah masih banyak peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Oleh karena itu tugas guru di dalam kelas tidak hanya menyampaikan informasi dan tujuan pembelajaran akan tetapi guru harus mampu menemukan strategi yang dapat memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mendiri melalui proses berpikirnya, sehingga proses pembelajaran tidak berpusat ataupun mendominansi pada guru dan kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan dengan efektif.

Hasil observasi awal terhadap proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran biologi di kelas VII SMP Negeri I Kabila menunjukkan kurangnya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran sedangkan berdasarkan observasi dan diskusi dengan guru, hasil belajar pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan selama 2 tahun terakhir hanya mencapai 48-54%. Hal ini menunjukkan masih banyak peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan sekolah SMP Negeri I Kabila menetapkan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 70. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya hasil belajar yaitu peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang membuat peserta didik menjadi aktif dalam proses pembelajaran yakni model pembelajaran DI (Direct Intruction) dan PBI (Problem Direct Intruction).

Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan mencoba formulasi pembelajaran yang lebih mengaktifkan peserta didik dengan jumlah anggota kelompok yang lebih sedikit yaitu model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Think pair share merupakan model pembelajaran kooperatif yang menganut sistem kerja sama yang merujuk pada aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share ini diawali dengan pemberian pertanyaan dan peserta didik berpikir secara mandiri

(6)

6

Selanjutnya peserta didik berdiskusi dengan pasangannya untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama yang kemudian berbagi dengan keseluruhan peserta didik.

Identifikasi Masalah

Adapun masalah penelitian dapat di identifikasi sebagai berikut:

1. Sebagian besar peserta didik tidak aktif dalam proses pembelajaran, yakni dari 28 peserta didik hanya 7 peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran.

2. Hasil belajar peserta didik masih banyak yang belum mencapai KKM, yakni pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan selama 2 tahun terakhir hanya berkisar 48-54%.

3. Model pembelajaran yang digunakan pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan kurang membuat peserta didik menjadi aktif yakni model pembelajaran DI (Direct Intruction) dan PBI (Problem Direct Intruction).

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share

pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan aktivitas peserta didik ?

2. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share

pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik?

1Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu sebagai berikut :

4. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan aktivitas peserta didik.

(7)

7

5. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi guru, sebagai alternatif dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta didik dan kemampuan memecahkan masalah dalam proses pembelajaran

2. Bagi peserta didik, diharapkan dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran serta terbentuk sikap kerja sama antar peserta didik dalam menyelasaikan suatu masalah.

3. Bagi sekolah, memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah.

4. Bagi peneliti, menjadi acuan dalam mengembangkan proses pembelajaran selanjutnya.

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi Penelitian dan Subyek Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri I Kabil, Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIIyang berjumlah 28 peserta didik.

Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013 dalam 4 kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 x 40 menit untuk satu kali pertemuan.

Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian tindakan kelas oleh Kemmis dan McTaggart (dalam Susilo dkk, 2008:13-14)

(8)

8

Pada siklus I dilakukan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama membahas sub pokok dinamika penduduk dan pertemuan kedua membahas sub pokok dampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan dengan tahapan sebagai berikut :

Perencanaan/Persiapan (planning)

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan yaitu: menyusun rancangan pembelajaran, menyusun lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi keaktifan siswa, menyusun lembar kegiatan siswa, menyusun soal tes evaluasi untuk siswa, menyiapkan lembar penilaian, merencanakan dan menetapkan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

Pelaksanaan Tindakan (acting)

Tahapan pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share.

Tahap Observasi dan Evaluasi (observing)

Observasi kegiatan proses belajar mengajar dilakukan oleh pengamat terhadap pelaksanaan tindakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan format lembar observasi kegiatan proses belajar mengajar yang berisikan aspek-aspek yang akan diamati selama kegiatan berlangsung.

Tahap Analisis dan Refleksi (reflecting)

Pada tahap analisis dan refleksi dilaksanakan secara kuantitatif dan kualitatif dengan memperhatikan data yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil evaluasi yang bertujuan untuk melihat apakah tindakan yang dilakukan telah mencapai indikator yang telah ditetapkan atau belum, sehingga akan diperbaiki dan direncanakan pada siklus berikutnya (siklus II).

Siklus II

Pada siklus II dilakukan 2 kali pertemuan dengan tahapan yang sama dengan siklus I.

Definisi Operasional

Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:

1. Aktivitas yang diukur pada penelitian ini yaitu aktivitas peserta didik dengan merujuk pada instrumen aktivitas mendengarkan dan

(9)

9

memperhatikan penjelasan guru, aktivitas peserta didik pada tahap think,

pair (berpasangan) maupun share (berkelompok), aktivitas mengerjakan LKPD, aktivitas dalam bertanya, aktivitas berdiskusi dalam kelompok dan aktivitas mempresentasekan.

2. Hasil belajar kognitif diukur melalui tes evaluasi yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus.

Instrumen Pengumpulan Data

Jenis instrument yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri atas : 1. Lembar observasi kegiatan guru dalam menggunakan metode Think Pair

Share (TPS).

2. Lembar observasi aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran

3. Lembar tes (soal objektif dan essay) untuk mengukur hasil belajar kognitif peserta didik.

Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini yakni data proses belajar dan evaluasi hasil belajar. Data proses belajar berupa data hasil observasi kegiatan guru, hasil aktivitas siswa, dan tes kemampuan memecahkan masalah, dan hasil tes evaluasi belajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Siklus I

Tabel: 4.1. Hasil Penilaian Aktivitas Peserta Didik Siklus I

No Aspek yang diamati

Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rerata siklus I 1 Aktifitas mendengarkan dan

memperhatikan penjelasan guru

75 82,5 78

2 Aktifitas peserta didik pada tahap

Think

75 75 75

3 Interaksi antar peserta didik pada saat berpasangan (Pair)

65 75 70

(10)

10 saat berkelompok (Share)

5 Aktifitas peserta didik mengerjakan LKPD

75 82,5 78

6 Aktifitas dalam bertanya 57,5 65 61

7 Aktifitas berdiskusi antar kelompok 65 75 70

8 Aktifitas mempresentasekan 65 75 70

Jumlah 542,5 605 572

Rerata 67 75 71

(Sumber : Observasi Aktifitas Peserta Didik Siklus I Pertemuan I, dan II)

Berdasarkan data di atas, aktifitas peserta didik pada siklus I belum mencapai kriteria yang diinginkan.

Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel: 4.2. Hasil Penilaian Kegiatan Guru Siklus I

No Aspek yang diamati

Hasil Penilaian Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rerata

1. Menyampaikan apersepsi dan memotovasi peserta didik terhadap materi yang dibelajarkan

4 4 4

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4 4 4

3. Menyajikan materi 3,3 3,6 3,4

4. Keterlaksanaan dalam pembagian kelompok

3,6 4 3,8

5. Keterlaksanaan peserta didik dalam pembagian LKPD

4 4 4

6. Membimbing peserta didik dalam mengerjakan soal yang ada pada LKPD

3 4 3,5

7. Membimbing peserta didik dalam melaksanakan diskusi secara berpasangan (Pair)

2,6 3 2,8

8. Membimbing peserta didik dalam melaksanakan diskusi secara berempat (Share)

2,3 3 2,6

9 Melaksanakan diskusi kelas 3,3 3,6 3,4

10. Mengarahkan peserta didik untuk bertanya kepada peserta didik lain

2,3 2,6 2,4

11. Mengarahkan peserta didik untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami

(11)

11 12 Memberikan penguatan hasil diskusi

kelas

2,3 2,6 2,4

13. Membuat kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi kelas

3 3,3 3,1

14. Membimbing peserta didik dalam menyimpulkan materi

3 3,3 3,1

15. Melakukan evaluasi pembelajaran - 3,6 3,6

Jumlah 43 51 48

Rerata 77 85 81

(Sumber : Observasi Kegitan Guru Siklus I Pertemuan I, dan II)

Berdasarkan Tabel 4.2. hasil observasi kegiatan guru pada siklus I yang dilaksanakan oleh tiga observer yang terdiri dari pertemuan I dan II belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%.

Hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I, 21 peserta didik yang tuntas dan 7 peserta didik yang belum tuntas. Untuk melihat hasil belajar kognitif peserta didik dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3. Hasil Belajar Kognitif Peserta didik Pada Siklus I

Kriteria Penilaian Presentase

Tuntas 21 (75%)

Tidak Tuntas 7 (25%)

Refleksi Siklus I

Berdasarkan hasil analisis pengamatan observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif terdapat beberapa kekurangan pada pelaksanaan tindakan yaitu :

a. Pada hasil observasi kegiatan guru yang telah dilakukan oleh observser I, II dan III belum mencapai kriteria yang diinginkan yakni 85.

b. Kurangnya aktivitas peserta didik bertanya dalam proses KBM, keaktifan peserta didik dalam kerja kelompok dan keaktifan peserta didik dalam diskusi kelas.

c. Masih ada sebagian peserta didik yang belum tuntas yakni ada 7 orang peserta didik

(12)

12

Pada siklus II observasi aktivitas peserta didik, kegiatan guru dan hasil belajar telah mencapai kriteria keberhasilan.

Refleksi Siklus II

Berdasarkan hasil analisis pengamatan pada lembar aktifitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif telah mencapai kriteria keberhasilan yang diingikan yakni 85% bahkan mengalami peningkatan pada siklus II, jadi peneliti dan pengamat sepakat untuk tidak melakukan tindakan pada siklus berikutnya. Pembahasan

Penilaian proses belajar untuk aktifitas peserta didik pada siklus I dari 8 aspek yang diamati dengan rata-rata siklus I adalah 71%. Hasil tersebut menujukkan bahwa aktifitas peserta didik belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%. Hal ini disebabkan kerena kurangnya aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung diantaranya, kurangnya aktivitas peserta didik saat bertanya, berpasangan (Pair) dan berkelompok (Share). Pada siklus II aktivitas peserta didik memiliki presentase 87%, hasil tersebut menujukkan bahwa aktivitas peserta didik telah mencapai kriteria keberhasilan.

Analisis kegiatan guru pada siklus I dengan rata-rata siklus I adalah 81%. Hasil tersebut menujukkan bahwa observasi kegiatan guru pada siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%. Pada siklus II menujukkan adanya peningkatan yakni 88% hasil tersebut menujukkan bahwa observasi kegiatan guru telah mencapai kriteria keberhasilan.

Evaluasi hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I mengenai sub pokok bahasan kepadatan penduduk peserta didik yang memperoleh nilai di atas 70 sebanyak 21 orang peserta didik (75%) dan peserta didik yang memperoleh nilai di bawah 70 sebanyak 7 orang peserta didik (25%). Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II peserta didik yang tuntas 27 atau 96% dan peserta didik yang tidak tuntas 1 atau 4%. Hasil tersebut menujukkan bahwa hasil belajar kognitif telah mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan walaupun masih terdapat 1 peserta didik yang belum tuntas.

(13)

13

Dari data hasil penelitian, menujukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar kognitif peserta didik.

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopertif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIIB SMP N I Kabila pada pembelajaran Biologi materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi belajar peserta didik, dimana ketintasan belajar peserta didik pada siklus I memperoleh hasil 75% dan pada siklus II mengalami peningkatan yakni 96% dan untuk pengamatan kegiatan guru dan aktivitas peserta didik sudah mencapai kriteria keberhasilan yakni 85%. Saran

1. Untuk peningkatan hasil belajar hendaknya guru harus lebih memperhatikan langkah-langkah yang digunakan dalam model pembelajaran koopertif tipe

Think Pair Share agar hasil yang dicapai sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

2. Dalam proses belajar mengajar hendaknya guru harus bisa menentukan model dan metode yang sesuai dengan materi yang diajarkan agar mempermudah peserta didik untuk mamahami konsep.

Daftar Pustaka

Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Chotimah, Husnul., Yuyun Dwitasari.2009. Strategi-strategi Pembelajran untuk Penelitian Tindakan Kelas. Malang:Surya Pena Gemilang

Susilo, Herawati., Husnul Chotimah.,Yuyun Dwita Sari. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Bayumedia

(14)

Figur

Tabel 4.3. Hasil Belajar Kognitif Peserta didik Pada Siklus I  Kriteria Penilaian  Presentase

Tabel 4.3.

Hasil Belajar Kognitif Peserta didik Pada Siklus I Kriteria Penilaian Presentase p.11

Referensi

Memperbarui...