• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Diploma III

INDAH NACITA N.I.T 04.16.101.2.43 / E

ELECTRO TECHNICAL OFFICER

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2020

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Indah Nacita

Nomor Induk Taruna : 04.16.101.2.43 / E

Program Diklat : Electro Technical Officer

Menyatakan bahwa Karya Ilmiah Terapan yang saya tulis dengan judul :

“PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG”

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya, ………2020

Indah Nacita NIT : 04.16.101.2.43 / E

(3)

iii Pembimbing I

Dr.Agus Dwi Santoso, S.T., M.T., M.Pd Penata Tk.I(III/d)

NIP.19780819 200003 1 001

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA

MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG

Nama Taruna : INDAH NACITA NIT : 04.16.101.2.43 /E

Program Diklat : Electro Technical Officer

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan Surabaya, ... 2020

Menyetujui :

Pembimbing II

Indah Ayu Johanda P,SE,M.Ak Penata Tk.I (III/d) NIP. 19860902 200912 2 001

Mengetahui : Ketua Jurusan Elektro

Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.SiT, M.Adm., Sda Penata Tk.I (III/d)

NIP.19781217 200502 2 001

(4)

iv Penguji II

Capt. Heru Susanto, M.M Pembina (IV/a) NIP.19711003 200502 1 001

PENGESAHAN

KARYA ILMIAH TERAPAN

PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI DI KAPAL PGN FSRU LAMPUNG

Disusun dan Diajukan Oleh : INDAH NACITA NIT.04.16.101.2.43/E Electro Technical Officer

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya

Pada tanggal... 2020 Menyetujui :

Mengetahui :

BAB I PENDAHULUAN Penguji I

Dr.Agus D.S, S.T., M.T., M.Pd Penata Tk.I( III/d ) NIP.19780819 200003 1 001

Penguji III

Anak Agung Istri S.W, S.SiT Penata Tk.I (III/d) NIP.19781217 200502 2 001

Ketua Jurusan Elektro

Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.SiT, M.Adm., Sda Penata Tk.I (III/d)

NIP.19781217 200502 2 001

(5)

v

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini dengan tepat waktudan tidak mengalami kendala hingga terselesaikannya karya ilmiah terapan dengan judul “Penerapan Paralel Generator Guna Mendukung Proses Regasifikasi di Kapal PGN FSRU Lampung.”

Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada masalah paralel generator yang dilakukan selama proses regasifikasi yang merupakan proses dimana banyak membutuhkan daya listrik yang besar serta terdapat juga cara-cara yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul ketika proses pemaralelan generator.

Penulisan karya ilmiah terapan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena dalam penyusunan penelitian ini menjelaskan studi kasus mengenai parallel generator di kapal PGN FSRU Lampung saat proses regasifikasi serta cara mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat proses parallel generator.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah terapan ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi bahasa, susunan kalimat, maupun cara penulisan serta pembahasan materi akibat keterbatasan penulis dalam menguasai materi.

Untuk itu penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya ilmiah terapan ini.Serta pada kesempatan ini disampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan, antara lain kepada:

1. Capt. Heru Susanto, M.M selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya beserta jajarannya yang telah menyediakan fasilitas dan pelayanan, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini.

2. Ibu Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.SiT, M.Adm.SDAselaku Ketua Jurusan Elektro yang telah memberikan dukungan dan motivasi yang sangat besar bagi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah terapan ini.

(6)

vi 3. Dr.Agus Dwi Santoso,S.T., M.T., M.Pd selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Indah Ayu Johanda Putri, SE., M.Ak selaku Dosen Pembimbing II, yang penuh ketekunan dan kesabaran memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan karya ilmiah terapan ini.

4. Bapak dan Ibu Dosen Politeknik Pelayaran Surabaya, khususnya lingkungan program studi Elektro yang telah memberikan bekal ilmu sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini.

5. Kedua orang tua, Bapak Budiman danIbu Wiharti yang telah membimbing dan memberikan motivasi sehingga terselesaikan karya ilmiah terapan ini, serta rekan-rekan taruna elektro yang telah memberikan dorongan dan semangat sehingga penulisankarya ilmiah terapan ini dapat terselesaikan.

Akhir kata penulis berharap semoga karya ilmiah terapan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.

Surabaya, ... 2020 Penulis

INDAH NACITA NIT.04.16.101.2.43/E

(7)

vii

ABSTRAK

INDAH NACITA, 2020, Penerapan Paralel Generator Guna Mendukung ProsesRegasifikasi di Kapal PGN FSRU Lampung di bimbing oleh Bapak Dr.Agus Dwi Santoso, S.T., M.T., M.Pd dan Ibu Indah Ayu Johanda Putri, SE., M.Ak.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa paralel generator sangatlah berpengaruh dalam proses regasifikasi.Proses regasifikasi diatas kapal membutukan daya listrik yang sangat besar karena dalam proses tersebut harus menghidupkan pompa dengan daya besar.

Jenis penelitian yangpenulis sajikan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.Penulis memilih jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menjelaskan studi kasus mengenai paralel generator di atas kapal saat proses regasifikasi serta cara mengatasi masalah-masalah yang trjadi saat proses paralel generator.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaralelan generator di kapal PGN FSRU Lampung dilakukan untuk proses regasifikasi.Biasanya paralel generator hanya menggunakan 2 generator karena dengan 2 generator sudah cukup daya yang dihasilkan untuk mendukung proses regasifikasi.Selama proses regasifikasi tersebut ada pompa besar yang dinyalakan yaitu regas pump, booster pump, GCU.

Pompa tersebut membutuhkan daya yang sangat besar untuk menyalakanya.

Selama proses regas, dibutuhkan daya 2,667.25kW, yang daya itu digunakan untuk menghidupkan2 pompa regas. Daya yang dibutuhkan untuk 2 regas pump adalah 1,600kW. Selain regas pump, ada juga pompa lainya seperti booster pump yang membutuhkan daya 37Kw serta GCU 0.25kW. Sedangkan ketika operasi normal tanpa regas hanya membutuhkan daya 1,030kW. Sehingga selama proses regasifikasi jika generator tidak diparalelkan maka akan berakibat fatal yaitu black out dan proses regasifikasi menjadi terhenti. Ketika proses regasifikasi terhenti maka akan menimbulkan banyak dampak buruk diatas kapal yaitu berpengaruh terhadap pipa-pipa, temperatur LNG yang berada didalam tangki juga bisa menimbulkan LNG naik ke vent mast.

Ketika proses paralel generator tidak selamanya berjalan dengan lancar, adapun cara untuk mengatasi masalah yang terjadi saat paralel generator antara lain adalah dengan pengaturan putaran mesin, pengaturan tegangan drop, dan pengaturan tegangan stabil.

Kata kunci : Generator, Regasifikasi

(8)

viii

ABSTRACT

INDAH NACITA, 2020, The Implementation of Parallel Generators to Support the Regasification Process on the Ship PGN FSRU Lampung guided by Mr.Agus Dwi Santoso, S.T., M.T., M.Pd and Ms. Indah Ayu Johanda Putri, SE., M.Ak.

This study aims to prove that parallel generators are very influential in the regasification process. Regasification process on the ship requires a very large electric power because in the process must turn on the pump with large power.

The type of research the author presents in this study is descriptive qualitative research. The author chooses descriptive qualitative research by explaining case studies of parallel generators on board during the regasification process and how to overcome the problems that occur during the parallel generator process.

The results showed that the alignment of generators on the PGN FSRU Lampung ship was carried out for the regasification process. Usually parallel generators only use 2 generators because with 2 generators enough power is generated to support the regasification process. During the regasification process there is a large pump that is turned on, namely the regas pump, booster pump, GCU. The pump requires enormous power to start it. During the regas process, 2,667.25kW of power is needed, which is used to power 2 regas pumps. The power needed for 2 regas pump is 1,600kW. Besides regas pump, there are also other pumps such as booster pumps that require 37Kw of power and 0.25kW of GCU.

Whereas when normal operation without regas only requires 1,030kW of power.

So that during the regasification process if the generator is not paralleled it will be fatal, namely black out and the regasification process will be stopped. When the regasification process stops, there will be many adverse impacts on the ship, which will affect the pipes, the temperature of the LNG in the tank can also cause LNG to rise into vent mast.

When the parallel generator process does not always run smoothly, there are ways to overcome the problems that occur when parallel generators include setting the engine speed, setting the voltage drop, and setting the voltage stable.

Keywords: Generator, Regasification

(9)

ix

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN... ii

PERSETUJUAN SEMINAR ... iii

KARYA ILMIAH TERAPAN... iii

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

BAB IPENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

A. Review Penelitian Sebelumnya ... 5

B.Landasan Teori ... 6

1.Daya ... 7

2. Regasifikasi ... 8

3. Dasar Teori Generator ... 12

C. Kerangka Penelitian ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 21

A. Jenis Penelitian ... 21

B. Lokasi Penelitian ... 23

1.Waktu Penelitian ... 23

2.Tempat Penelitian ... 23

C. Jenis dan Sumber Data ... 23

1. Jenis Data ... 23

2.Sumber Data ... 24

D. Pemilihan Informan ... 25

E. Teknik Pengumpulan Data ... 25

F. Teknik Analisis Data ... 27

(10)

x BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...Error! Bookmark not defined.

A.GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN Error! Bookmark not defined.

1. Perusahaan ...Error! Bookmark not defined.

2. Tempat Penelitian ...Error! Bookmark not defined.

3. Awak Kapal ...Error! Bookmark not defined.

4. Deskripsi Generator ...Error! Bookmark not defined.

B. HASIL PENELITIAN ...Error! Bookmark not defined.

1. Berdasarkan Hasil Observasi dan Analisis Data ...Error! Bookmark not defined.

BAB V PENUTUP ...Error! Bookmark not defined.

A. Kesimpulan ...Error! Bookmark not defined.

B. Saran ...Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA ... 29

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Listrik merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam kehidupan. Banyak peralatan yang ada disekeliling kita yang menggunakan bantuan listrik. Listrik merupakan energi sekunder yang paling praktis penggunaanya oleh manusia, dan tentu juga sangat dibutuhkan di atas kapal.

Kapal membutuhkan konsumsi listrik yang cukup besar. Salah satu sistem pembangkit listrik yang digunakan di atas kapal adalah mesin generator.Generator merupakan alat yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik berupa putaranmenjadi energilistrik.Fungsi utama generator diatas kapal adalah untuk menyuplai kebutuhan daya listrik di atas kapal antara lain adalah dibutuhkan untuk proses regasifikasi. Proses regasifikasi diatas kapal membutukan daya listrik yang sangat besar karena dalam proses tersebut harus menghidupkan pompa yang berfungsi untuk mendorong cairan LNG dalam tangki menuju pipa di upper deck, selain itu daya listrik juga digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik yang lainya seperti motor-motor, ac, penerangan dikamar mesin maupun akomodasi.

Dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan generator, selalu disediakan dua atau lebih generator pada setiap kapal, hal tersebut agar generator dapat berjalan secara terus-menerus untuk mendukung kelancaran sistem kelistrikan.

(12)

2 Penyediaan generator tunggal dengan pengoperasian terus menerus adalah suatu yang riskan, maka untuk memenuhi peningkatan beban listrik, generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel.

Memaralelkan generator itu dapat merencanakan seberapa besarkebutuhan energi listrik yang diperlukan oleh sebuah kapal dan gejala apa saja yang dapatmempengaruhi kinerja dari generator itu sendiri. PGN FSRU Lampung merupakan kapal milik perusahaan Hoegh LNG yang merupakan kapal dengan tipe FSRU yang berfungsi sebagai storageLNG yang didapatkan dengan melalui STS (ship to ship) dan juga kapal tersebut merupakan kapal dimana pada dasarnya digunakan untuk proses regasifikasi (proses dimana cairan LNG diubah menjadi gas) yang pada akhirnya dikirim kedarat melalui pipa bawah laut.

Berdasarkan pengalaman selama praktek laut dikapal PGN FRSU Lampung, bahwa selama proses regasifikasi membutuhkan daya listrik yang cukup besar karena dalam proses tersebut banyak sekali pompa- pompa yang digunakan misalnya pompa regas yang berfungsi untuk mendorong LNG dari dalam tangki menuju pipa-pipa di upper deck. Selain untuk mendukung proses regasifikasi, daya listrik juga digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik lainnya antara lain untuk penerangan naik diakomodasi dan kamar mesin, penerangan pada TYMS, ac, incinerator, pompa-pompa yang ada dalam kamar mesin.

Dengan melihat kondisi tersebut maka selalu disediakan dua atau lebih generator, agar generator dapat berjalan secara terus-menerus untuk mendukung kelancaran sistem kelistrikan.Penyediaan generator tunggal

(13)

3 dengan pengoperasian terus menerus adalah suatu yang riskan, maka untuk memenuhi peningkatan beban listrik, generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel.

Kondisi tersebut jika generator tidak diparalelkan maka akan terjadi hal yang sangat fatal karena daya listrik yang dihasilkan pada satu generator kurang memenuhi kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan.

Uraian tersebut diatas, membuat penulis tertarik untuk menuangkanya dalam sebuak karya ilmiah terapan dengan judul :

“PENERAPAN PARALEL GENERATOR GUNA MENDUKUNG PROSES REGASIFIKASI”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dan penelitian ini adalah :

1. Apa dampak dari tidak diparalelkanya generator di atas kapal saat proses regasifikasi?

2. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi saat proses paralel generator?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh yang akan terjadi bila generator di atas kapal tidak diparalelkan saat proses regasifikasi.

2. Untuk mengetahui cara mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi saat memaralelkan generator.

(14)

4

D. Manfaat Penelitian

Pada penelitian ini akan diketengahkan bahasan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi para pembaca, yaitu :

1. Manfaat Secara Teoritis

Sebagai pengetahuan tentang fungsi paralel generator diatas kapal pada saat proses regasifikasi serta mengetahui cara mengatasi masalah- masalah yang terjadi saat proses paralel generator.

2. Manfaat Secara Praktis

Sebagai tindakan antisipasi bagi siapapun yang akan berlayar mengenai dampak yang akan terjadi jika paralel generator tidak dilakukan selama proses regasifikasi dan bagaimana cara mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi saat proses paralel generator.

(15)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Review Penelitian Sebelumnya

2.1 Tabel Review Penelitian Sebelumnya

No Nama Judul Hasil Penelitian

1. Yusuf Anugrah (2018)

Studi Generator Sebagai sumber

Daya Listrik diKapal

Hasil penelitian peneliti yang ditulis pada karya ilmiah terapan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasilnya adalah :

Dari hasil analisa selama praktek layar di KM. Tanto Sepakat bahwa generator mempunyai peranan sangat penting yakni sebagai sumber daya, sehingga banyak sekali membutuhkan pasokan daya listrik.

Oleh sebab itu generator-generator diatas kapal harus diparalelkan karena memaralelkan generator akan menghasilkan daya yang lebih besar.

Pemaralelan dua buah generator atau lebih sangat penting dilakukan karena jika tidak akan memberikan dampak yang sangat fatal yaitu blackout.

2. Setia Graha ( 2014 ) Jurnal Poros Teknik, Volume 6, No. 2,

Desember 2014 : 55 – 102

Power Management

Genset

Paralel generator sinkron dapat dikatakan dengan mengabungkan dua buah generator atau lebih secara bersamaan, sistem kerja paralel ini bertujuan untuk mendapatkan daya yang lebih besar, untuk efesiensi hal ini untuk menghemat biaya pemakaian operasional dan biaya pembelian kapasitas generator, dan menjamin kontinyutas ketersediaan daya listrik. Sitem paralel generator disebut juga dengan sinkronisasi generator.

3. Gede Wibawa ( 2014 ) Jurnal Teknik POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-

Regasification of LNG (Liquefied

Natural Gas)

Regasifikasi merupakan suatu proses perubahan fase gas alam yang dilakukan untuk memudahkan transportasi gasalam, fase yang berubah yaitu gas alam yang telah dikondensasikan dengan suhu sebesar sekitar -161oC sehingga gas

(16)

6

No Nama Judul Hasil Penelitian

3539 (2301- 9271 Print).

alam berbentuk cair dan dikembalikan lagi menjadi Natural gas (fase gas), proses ini dilakukan hanya untuk mengirim LNG ke konsumen dengan jarak yang jauh dari pabrik pengolahan LNG, sehingga apabila konsumen gas alam tersebut berjarak tidak jauh dari pabrik pengolahan LNG maka sistem transportasi yang digunakan hanya dengan memakai pipa gas alam dan langsung dikirim kepada konsumen – konsumen. Dalam pemasarannya LNG digunakan dalam fasa cair, dan di distribusikan dengan menggunakan floating storage. Regasifikasi yang dikembangkan seperti pembuatan unit regasifikasi diatas kapal sehingga dapat mempermudah memasok gas alam, oleh karena itu digunakan lah floating storage LNG sebagai transportasi kapal laut pengangkut LNG lalu diberikan modifkasi berupa tambahan unit regasifikasi pada bagian depan kapal.

Dengan melihat review penelitian sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan perbedaan yang ada pada review penelitian sebelumnya dengan karya ilmiah terapan penulis.

Perbedaan pada review penelitian sebelumnya dengan karya ilmiah terapan penulis adalah jika review penelitian sebelumnya hanya menjelaskan proses regasifikasi berterta fungsinya dan paralel generator, maka karya ilmiah terapan penulis menjelaskan tentang penerapan paralel generator untuk mendukung regasifikasi.

(17)

7

B.Landasan Teori 1.Daya

Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha (Satrio, 2011).Dalam sistem tenaga listrik,daya merupakan energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha.Daya memiliki satuan Watt,yang merupakan perkalian dari tegangan (volt) dan arus (ampere).Daya dinyatakan dalam P,tegangan dinyatakan dalam V,dan arus dinyatakan dalam I.

a. Pengertian Daya Listrik

Daya ialah banyaknya perubahan energi terhadap waktu dalam besaran tegangan dan arus (Barlian, 2013). Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik.Satuan Internasional (SI) daya listrik adalah Watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik).

b. Rumusan Daya Listrik

Hubungan daya listrik dengan tegangan listrik (voltage) dan kuat arus listrik (ampere).Persamaan untuk menghitung daya listrik dalam sebuah rangkaian listrik yang memiliki tegangan dan kuat arus listrik adalah sebagai berikut :

Keterangan :

P = Daya Listrik (Watt) V = Tegangan (Volt) I = Kuat Arus (Ampere)

P = V x I

(18)

8 2. Regasifikasi

LNG memiliki metana sebagai unsur utama penyusunnya. LNG dibentuk melalui proses yang disebut liquefaction, yaitu mendinginkan gas alam hingga titik embunnya ( sekitar -160 derajat Celcius) sehingga metana yang awalnya berbentuk gas dapat terkondensasi sehingga berubah fase menjadi cair.

Gas alam yang sudah dieksplorasi dari sumur tidak selalu dapat langsung dialirkan kepada konsumen atau pihak yang membutuhkan gas tersebut. Sistem transportasi dengan jalur pipa terkadang mengalami beberapa kendala terkait aksesibilitas atau regulasi pemerintah sekitar sehingga perlu alternatif lain untuk mendistribusi gas tersebut. Jalur pipa yang relatif panjang juga menyebabkan LNG menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu gas alam dalam LNG dianggap lebih praktis karena kapasitas ruang yang digunakan untuk memindahkan tidak terlalu besar jika dibandingkan gas alam terkompresi .

LNG (Liquified Natural Gas) merupakan bentuk cair dari gas alam yang pada dasarnya tidak bisa langsung digunakan seperti LPG, perlu dilakukan proses regasifikasi, yaitu mengubah fase metana dari cair menjadi gas kembali sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar. Proses regasifikasi biasanya dapat dilakukan pada dua tempat yaitu diatas laut atau lepas pantai dan juga bisa dilakukan didarat. Untuk proses regasifikasi yang dilakukan dilaut dapat melalui fasilitas FSRU (Floating Storage Regasification Unit).

(19)

9 Berikut peralatan terkait proses regasifikasi LNG :

a. Unloading and Receiving LNG

Ketika kapal tanker LNG tiba di pelabuhan, maka LNG akan dialirkan melalui pipa yang dibangun di atas jetty. Pipa tersebut dihubungkan melalui LNG Loading Arms.

LNG loading arms merupakan susunan pipa yang dilengkapi dengan sistem pengaman darurat ( emergency release system ) dan quick connect/disconnect coupling serta nitrogen purge untuk menjaga kemurnian LNG. Pada umumnya, LNG terminal point terdiri dari 2-3 loading arms dengan masing-masing berkapasitas 4000 -6000m3/hr.

b. Storage and Tanking

LNG dari kapal akan segera disimpan pada Storage Tank yang sudah dibangun pada terminal point. Hal tersebut diperlukan karena keterbatasan waktu labuh kapal sehingga tidak mungkin untuk memproses semua LNG yang ada ketika kapal berlabuh.

Storage tank yang dibangun dilengkapi dengan sistem insulasi untuk menjaga temperatur dari LNG tetap rendah. Untuk material pelindung biasanya tank dibuat dari 9% Ni-Steel untuk menghidari efek penurunan material kekuatan dan material baja yang disebabkan oleh proses tempering (embrittlement) ketika temperatur logam relatif rendah.

Pada saat penyimpanan, LNG biasanya akan mengalami kebocoran akibat penguapan yang sering disebut Boil-off Gas (BOG). BOG yang muncul pada tank harus diproses untuk menghindari penaikan tekanan pada tank. BOG dapat dialirkan ke Knock Off Drum yang kemudian akan

(20)

10 dikompress kembali untuk masuk ke recondenser atau dapat langsung dibakar melalui flare.

c. Pumping System

Pada sistem ini LNG pada storage tank akan dipompa melalui 2 tahapan :

1. Low Pressure Sendout Pump

LNG akan dipompa hingga memiliki tekanan 8-10 bar melalui multistage impeller pada pompa tersebut. Umumnya pompa yang digunakan merupakan sump pump. Ketika mengalami kenaikan tekanan, sebagai LNG akan mengalami penguapan (Boil-off) sehingga LNG yang mengalami penguapan harus direkondensasi terlebih dahulu direkondenser untuk mencegah kavitasi pada High pressure pump.

2. High Pressure Sendout Pump

Pada HP Pump, LNG akan ditekan hingga memiliki tekanan 80 hinga 120 bar sebelum masuk ke vaporizer, yang perlu diperhatikan adalah flow minimum untuk HP pump untuk perlu beroperasi.

3. Rekondensasi atauLiquefaction

BOG yang bocor pada storage tank ataupun saat dialirkan melalui pumping system, akan direkondensasi kembali agar dapat dipompa lagi melalui HP Pump. Rekondenser dilakukan dengan cara mendinginkan BOG dengan LNG yang memiliki temperatur relatif rendah.

(21)

11 d. Vaporisasi

Untuk dapat digunakan, LNG harus diubah menjadi gas metana sehingga dapat digunakan untuk pembakaran. Vaporizer berfungsi mengubah fase LNG dari cair menjadi gas. Vaporizer digunakan untuk menguapkan LNG dan umumnya menggunakan air laut sebagai sumber panas untuk menaikkan temperatur LNG. Namun jika tidak memungkinkan, sumber panas dapat menggunakan air yang dipanaskan melalui pembakaran BOG yang tersedia. Berikut tipe vaporizer yang banyak digunakan :

1. Open Rack Vaporizer

Open rack vaporizer merupakan vaporizer terbanyak yang digunakan. Vaporizer ini menggunakan panas yang berasal dari air laut untuk menaikkan temperatur LNG. LNG dialirkan melalui tubekemudian air laut dialirkan ke dinding luar tube tersebut sehingga terjadi proses perpindahan panas. Setelah digunakan untuk memanaskan LNG, air laut akan dikembalikan ke laut.

2. Submerged Combustion Vaporizer

Digunakan ketika tidak ada sumber air laut yang memiliki panas yang cukup untuk menaikkan temperatur dari LNG. BOG yang muncul dari plant akan digunakan sebagai sumber bahan bakar untuk memanaskan air yang tersedia sehingga dapat air tersebut dapat digunakan untuk memanaskan LNG tersebut.

(22)

12 e. Transmission

Setelah divaporasi, LNG akan berubah menjadi gas yang kemudian siap dialirkan menuju distribution system atau langsung ke konsumen yang membutuhkan. Untuk alasan keamanan akibat gas metana yang tidak berbau, terkadang gas metana perlu ditambahkan senyawa tetrahydorthiopene (THT) untuk memberikan bau yang khas dan perlu diatur kadarnya agar kebocoran dapat segera terdeteksi.

Penambahan ini biasanya dilakukan beberapa kilometer sebelum tapping ke jalur pipa konsumen hingga akhirnya keluar melalui metering point.

3. Dasar Teori Generator

Menurut Angryawan (2010), alat pembagi beban generator merupakan peralatan otomatis yang menyeragamkan operasi governor dalam menaikkan atau menurunkan power mesin atau daya generator sesuai perubahan bebannya, dan sangat diperlukan bila memiliki lebih dari dua generator dengan karakteristik yang berbeda yang beroperasi secara paralel.

MenurutMargiono (2013), bila suatu generator mendapatkan pembebanan yang melebihi dari kapasitasnya, maka dapat mengakibatkan generator tersebut tidak bekerja atau bahkan akan mengalami kerusakan.

Untuk mengatasi kebutuhan listrik atau beban yang terus meningkat tersebut, bisa diatasi dengan menjalankan generator lain yang kemudian dioperasikan secara paralel dengan generator yang telah bekerja sebelumnya, pada satu jaringan listrik yang sama. Keuntungan dari

(23)

13 menggabungkan 2 generator atau lebih dalam suatu jaringan listrik adalah bila salah satu generator tiba-tiba mengalami gangguan, maka generator tersebut dapat dihentikan serta beban dialihkan pada generator lain, sehingga pemutusan listrik secara total bisa dihindari.

Kesimpulanya adalah kapal membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Salah satu cara untuk memperoleh daya listrik yang lebih besar adalah dengan memaralelkan generator. Paralel generator adalah pengabungan dua atau lebih generator dengan cara menyamakan fasa, tegangan, dan frekuensi pada generator sehingga akan menghasilkan daya listrik yang lebih besar.Tujuan utama memaralelkan generator adalah memperbesar kapasitas daya yang dihasilkan, dalam prakteknya adalah untuk mencukupi kebutuhan daya operasional yang dibutuhkan. Generator paralel juga dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas layanan daya, dimana pada saat satu mesin membutuhkan perbaikan, masih tersedia engine yang lain.

a. Syarat memaralelkan generator

Sebelum melakukan paralel generator, harus dipahami beberapa syarat, yaitu :

1. Menggunakan Voltmeter

Bertujuan untuk menyamakan tegangan antara generator pertama dan generator kedua.

2. Urutan Fasa

Urutan fasa pada generator yang akan diparalelkan harus sebanding dengan urutan fasa pada generator yang telah berjalan. Cara mengecek

(24)

14 urutan fasa bisa dengan cara sederhana, yaitu menghubungkan motor induksi kecil ke ketiga fasa, dari generator yang akan diparalelkan maupun generator yang sudah berjalan. Jika putarannya memiliki arah yang sama, berarti urutan fasa sudah benar. Perubahan fasa antara keduanya adalah dengan indikasi lampu indikator terang kemudian perlahan akan padam. Bila ketiga lampu indikator fasa terang kemudian padam secara bersamaan, maka urutan fasa telah sama.

3. Pengaturan Frekuensi

Pada generator yang akan diparalelkan harus diatur lebih tinggi frekuensinya dari generator yang sudah berjalan, tujuanya adalah agar saat paralel dilakukan generator memberi daya suplai ke sistem dan bekerjasebagai generator. Besaran frekuensi bisa dilihat pada double frekuensi meter. Selain frekuensi, tegangan keduanya akan berubah secara bersamaan. Perubahan fasa perlu diamati pada saat sudut fasa sudah sama maka saatnya switch disclose dan kedua generator telah bekerja secara paralel. Kondisi dua generator yang tersambung secara paralel itulah yang disebut kondisi singkron.Setelah dua generator bekerja secara paralel, maka siap untuk memberikan daya untuk operasional. Semakin besar kapasitas engine maka makin besar ketersediaan daya yang dihasilkan. Pembagian daya antara kedua generator disebut load sharing.

(25)

15 b. Langkah-Langkah Memaralelkan Generator

Berikut ini merupakan cara memaralelkan generator yang penulis dapat dari wawancara dengan electrician dan masinin III dan pengamatan proses pemaralelan generator :

1. Prosedur pemararelan generator secara manual :

Untuk singkronisasi manual yang aman, frekuensi arus listrik dari incoming generator harus diusahakan menyamai frekuensi arus listrik dalam jaringan seperti ditunjukkan pada meteran penunjuk frekuensi, misalkan 60 Hz. Voltase dari incoming generator disetel oleh AVR-nya atau disamakan ( trimmed ) secara manual, agar setara dengan voltase jaringan ( bus-bar ).

Penyetelan kecepatan/putaran dengan teliti ( fine tuning ), selanjutnya dapat dilakukan pada sinkroskop atau lampu-lampu sinkronisasi. Frekuensi dari incoming generator disetel dengan sedemikian rupa sehingga jarum penunjuk dalam sinkroskop berputar sangant pelan searah dengan putaran arah jarum jam dengan kecepatan sekitar 4 detik perputaran jarum penunjuk.

CB harus disambungkan saat jarum penunjuk mencapai posisi jam 12.00 ( dalam satu fase ). CB akan tersambung/menutup diantara angka 5 dan angka 5 setelah jam 12 dengan lancar selama putaran jarum penunjuk sinkroskopnya berputar cukup/sangat pelan.

Indikasi yang memperlihatkan sinkron optimum adalah ketika jarum penunjuk meter ampere dari incoming generator akan terlihat seperti tertendang ( very little kick ) saat tersinkron dengan

(26)

16 benar/tepat. Sinskroskop berjarum penunjuk tradisional biasanya hanya memiliki masa kerja sekitar 20 menit. Untuk menghindari agar sinkroskop tidak panas, jangan lupa untuk mematikannya setelah prosedur paralel selesai.

Indikator-indikator sinkroskop moderen menggunakan sepasang LED yang menyala secara bergiliran memperhatikan perbedaan fase antara volltase-voltase dari generator-generator yang akan dihubungkan paralel. Sebagai pendukung atau alternatif untuk sinkroskop bisa digunakan serangkaian lampu-lampu. Posisi sinkron yang tepat bisa ditunjukkan oleh salah satu dari metode-metode berikut ini :

1. Metode dengan lampu-lampu yang meredup ( dengan 2 lampu ) 2. Metode dengan lampu-lampu yang menyala terang ( dengan 2

lampu )

3. Metode dengan lampu yang menyala dan meredup secara bergiliran ( dengan 3 lampu )

Pada setiap metode-metode diatas lampu-lampu itu dihubungkan antara incoming generator dan jaringan ( bus bars ). Sinkroskop dengan 3 lampu lebih banyak disukai karena menghasilkan perputaran nyala terang yang mengindikasikan apakah incoming generator berputar cepat ( searah jarum jam ), atau berputar lambat ( berlawanan jarum jam ). Sedangkan pada sinkroskop, giliran menyala/meredupnya lampu muncul untuk berputar pelan searah jarum jam.

(27)

17 Sinkronisasi yang benar terjadi bila lampu yang paling atas atau lampu utamanya memudar dan kedua lampu lainya bersamaan menjadi terang. Beban jaringan secara keseluruhan dapat dibagi diantara generator-generator yang sedang beroperasi atau dipindahkan seluruhnya ke incoming generator. Dalam pengoperasian paralel, governor dari generator mengontrol langsung daya ( power ) dalam kW sementara penyeimbang AVRregulator voltase manualnya mengontrol kVA atau power faktornya.

Agar pembagian beban kW dan kVA bisa sama, tiap-tiap penggerak dan AVRnya harus memiliki karateristik droopyang setara yang umumnya sekitar 2-4 % dari nilai-nilai antara beban nol dan beban penuh. Balans keseluruhan dari pembagian beban penuh untuk kW dan kVA dapat dilihat dengan membandingkan penunjuk meter- meter faktor daya tiap-tiap generator.

c. Gangguan-Gangguan yang Terjadi saat Paralel Generator

Dalam suatu operasi sistem tenaga listrik, terdapat banyak sekali kondisi yang mempengaruhi kinerja dari komponen-komponen yang ada didalamnya. Kondisi-kondisi tersebut dapat berupa kondisi normal (berbeban, tanpa beban, dll) dan juga kondisi tak normal (gangguan).

Salah satu komponen sistem tenaga listrik yang kinerjanya berpengaruh jika sedang dalam kondisi gangguan adalah generator.

(28)

18 Secara umum, gangguan pada generator dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Hubung Singkat 3 (Tiga) Fasa

Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang timbul akibat terjadinya hubungan singkat tiga fasa (three phase fault). Gangguan ini akan menimbulkan loncatan bunga api dengan suhu tinggi yang akan melelehkan belitan dengan resiko terjadinya kebakaran jika isolasi tidak terbuat dari bahan yang anti api (non flammable).

2. Hubung Singkat 2 (Dua) Fasa

Gangguan hubung singkat 2 fasa (unbalance fault) lebih berbahaya dibanding gangguan hubung singkat tiga fasa (balance fault) karena disamping akan terjadi kerusakan pada belitan, akan timbul pula vibrasi pada kumparan stator. Kerusakan lain yang timbul adalah pada poros (shaft) dan kopling turbin akibat adanya momen puntir yang besar.

3. Stator Hubung Singkat Satu Fasa Ke Tanah (Stator Ground Fault) Kerusakan akibat gangguan 2 fasa atau antara konduktor kadang-kadang masih dapat diperbaiki dengan menyambung (taping) atau mengganti sebagian konduktor tetapi kerusakan laminasi besi (iron lamination) akibat gangguan 1 fasa ketanah yang menimbulkan bunga api dan merusak isolasi dan inti besi adalah kerusakan serius yang perbaikannya dilakukan secara total.

Gangguan jenis ini meskipun kecil harus segera diproteksi.

(29)

19

C. Kerangka Penelitian

Paralel generator merupakan hal yang harus dilakukan karena kapal membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Jika kapal membutuhkan daya listrik yang besar dan generator diatas kapal tidak bisa mensuplai kebutuhan daya listriknya maka akan menimbulkan dampak yang sangat fatal.

Dalam proses paralel generator tentunya tidak akan selamanya berjalan dengan baik dan lancar. Pastinya aka nada masalah-masalah yang akan terjadi.

Adapun kerangka penelitian dalam karya ilmiah terapan ini akan ditulis pada halaman selanjutnya.

(30)

20 Mulai

• Identifikasi permasalahan

• Mengamati operasi paralel generator ketika proses regasifikasi dilakukan serta serta mencari, mengamati cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi saat proses paralel generator.

Selesai Data Primer

Data primer di dapat dari penulis melakukan pengamatan dan mencatatat semua peristiwa yang terjadi saat proses paralel generator.

Data Sekunder

Data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan seperti buku-buku referensi mengenai paralel generator.

Analisis penerapan paralel generator

• Penyediaan generator tunggal dengan pengoperasian terus menerus adalah suatu yang riskan, maka untuk memenuhi peningkatan beban listrik, generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel.

Dampak dan Cara Mengatasi :

• Dampak yang akan terjadi jika paralel generator tidak diparalelkan selama proses regasifikasi adalah fatal yaitu blackout.

• Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi ketika paralel generator adalah : pengaturan putaran mesin, tegangan voltase, pengaturan kesetabilan tegangan.

Kesimpulan dan Saran

• Paralel generator harus dilakukan ketika proses regas agar tidak menimbulkan dampak yang fatal.

(31)

21

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Menurut Soekanto (1995), Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis, dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu meninfestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.

Menurut Sugiyono (2012), Penelitian terdapat dua jenis yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk mengujihipotesis yang telah ditetapkan.

Menurut Sukmadinata (2011), Penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena- fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu, penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Satu-satunya

(32)

22 perlakuan yang diberikan hanyalah penelitian itu sendiri, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Dalam penyusunan karya ilmiah terapanini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia pada kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang–orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristiwanya.Penulis memilih jenis penelitian kualitatif deskriptif karena dalam penyusunan penelitian ini penulis akan menjelaskan studi kasus mengenai paralel generator di atas kapal saat proses regasifikasi serta masalah-masalah yang terjadi saat proses paralel generator.

Data-data yang dikumpulkan dan diperoleh selama penelitian dianalisis kembali dan dipaparkan sesuai data aslinya saat penelitian, dan data dalam penelitian ini berkaitan dengan generator di kapal saat proses regas, data diperoleh dari pengamatan langsung terhadap generator di atas kapal lalu peneliti mencatat data-data dan dokumen yang dibutuhkan, wawancara terhadap pihak yang bertanggung jawab terhadap generator dan pendistribusian dayadi atas kapal yaitu Masinis III dan Electrician kapal, memo atau naskah lain yang berisi tentang operasionalgenerator di kapal.

(33)

23

B. Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan ketika penulis melaksanakan praktek layar diatas kapal kurang lebih 10 bulan, dengan tujuan bisa menjawab dan melakukan observasi, wawancara secara langsung kepada KKM, Masinis III, dan Electriciantentang rumusan masalah yang ada yaitu tentang penerapan paralel generator di atas kapal guna mendukung proses regasifikasi, sehingga pada bagian akhir penulis bisa memperoleh kesimpulan atas semua masalah yang ada pada karya ilmiah ini.

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian penulis adalah kapal dengan tipe FSRU yang bernama PGN FSRU Lampung yang beroperasi di Labuhan Maringgai Lampung Selatan.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Ada pun data yang diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut : a. Data Primer

Data primer diperoleh secara langsung oleh peneliti tanpa ada perantara. Data diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di atas kapal. Data atau informasi juga diperoleh melalui pertanyaan tertulis dengan menggunakan kuesioner lisan dengan menggunakan wawancara (Moleong, 2010).

Penulis dalam penelitian ini melakukan wawancara langsung terhadap KKM, Masinis III, dan Electrician kapal yang menangani

(34)

24 generator dan kelistrikan pada kapal. Observasi dalam penulisan karya ilmiah ini diperoleh dengan cara penulis melakukan pengamatan dan mencatatat semua peristiwa yang terjadi saat proses paralel generator.

b. Data Sekunder

Menurut Sugiyono (2012), data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber dari literatur, buku-buku, serta dokumen perusahaan.Data sekunder adalah data yang diperuntukkan guna mendukung data-data primer dalam menjelaskan substansi penelitian. Penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan seperti buku-buku referensi yang membahas mengenai paralel generator serta proses regasifikasi.

2.Sumber Data

Menurut Sutopo (2006), Sumber data adalah tempat data diperoleh dengan menggunakan metode tertentu baik berupa manusia, artefak, ataupun dokumen-dokumen.

Sumber data yang diperlukan dan dipergunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui observasi berupa pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti terutamasaat paralel generator pada proses regasifikasi , praktek dalam pengoperasian paralel generator, hasil catatan yang diperoleh

(35)

25 dari pengamatan dan praktek dalam pengoperasian generator, serta buku yang berkaitan dengan penelitian paralel generator.

D. Pemilihan Informan

Informan adalah orang-orang dalam latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Dalam penelitian yang berjudul “Penerapan Paralel Generator Guna Mendukung Proses Regasifikasi di Kapal PGN FSRU Lampung” ini penulis menggunakan beberapa informan yaitu, KKM,Electrician,Masinis II, dan Masinis IIIkarena penulis menganggap bahwa merekalah orang-orang yangmengoperasikan generator dan bisa membantu memberikan informasi mengenai proses paralel generator serta gangguan-gangguan yang terjadi saat proses paralel genrator .

E. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Moleong (2005) teknik pengumpulan data adalah cara atau strategi untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan.

Pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam suatu penelitian yang akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian kesimpulan. Pemilihan teknik dan alat pengumpulan data yang dapat membantu pencapaian hasil atau pemecahan data yang dapat membantu pencapaian hasil atau pemecahan masalah yang tepat dan benar. Data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai analisis dan pengujian tentang kesimpulan yang dirumuskan. Kemudian data disusun secara sistematis, sesuai dengan masalah yang akan dibahas yaitu mengenai “Penerapan

(36)

26 Paralel Generator Guna Mendukung Proses Regasifikasi di Kapal PGN FSRU Lampung.”

Teknik pengumpulan data erat hubunganya dengan masalah yang akan dipecahkan. Dalam suatu penelitian, penggunaan teknik dan materi pengumpulan data yang akurat yaitu tercapainya kinerja paralel generator yang meningkat.

1. Metode Observasi

Menurut Margono (1997), mendefinisikan observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung pada objek yaitu generator kapal, faktor yang dihadapi yaitu proses paralel generator dan gangguan dalam paralel generator.

Tujuanya adalah agar mengerti akan keadaan objek yang dijadikan topik yaitu paralel generator.Penulisan karya ilmiah ini diperoleh dari observasi dengan cara penulis mengamati secara langsung proses kerja paralel generator

2. Metode Studi Perpustakaan

Bertujuan untuk mencari data tentang masalah penelitian dengan mencari jawaban permasalahan dengan berpedoman pada buku. Tahap ini sangat penting kerena merupakan dasar penyusunan kerangka teoritis yang sangat berguna dalam pemecahan masalah.

Dalam penyusunan karya tulis ini, studi pustaka dilakukan dengan cara, mempelajari buku-buku yang ada kaitanya dengan permasalahan

(37)

27 yang akan dibahas oleh penulis dalam KIT ini. Buku yang dimaksud dalam hal ini adalah buku yang dijadikan referensi untuk penyusunan karya ilmiah ini.

3. Metode Wawancara

Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.

Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu (Deddy, 2004).

Jadi metode wawancara adalah teknik pengumpulan data melelui proses tanya jawab lisan yang dilakukan seorang saling berhadapan dan saling menerima serta memberikan informasi. Dalam metode wawancara, data-data yang diperoleh adalah bersumber dari seorang ahli ataupun yang berkompeten dalam suatu masalah ataupun pihak-pihak yang bersangkutan dengan materi yang disusun oleh penulis. Adapun dalam penulisan ini, dilakukan wawancara dengan responden KKM, Masinis III, danElectrician kapal.

F. Teknik Analisis Data

Pada penulisan Karya Ilmiah Terapan ini, digunakan metode pendekatan dengan menggambarkan secara keseluruhan permasalahan ketika proses regasifikasi dan proses paralel generator dengan cara membaca, mencatat, dan mengumpulkan bahan-bahan tertentu yang

(38)

28 berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, artikel, maupun karya ilmiah lainya.

Miles dan Huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu : data reduction, data display, dan conclusion.

1. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci.

2. Data Display (Penyajian Data)

Display data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk : uraian singkat, bagan, dan sebagainya.

3. ConclusionDrawing / Verification

Langkah ketiga adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.

(39)

29

DAFTAR PUSTAKA

Anugrah, Yusuf. (2017). Studi Generator sebagai Sumber Daya Listrik diKapal:

Politeknik Pelayaran Surabaya.

Barlian. (2013) .Energi dan Daya Listrik

(online),(http://eprints.polsri.ac.id/3807/3/FILE%20III.pdf , Diakses tanggal 22 Mei 2018).

Cekdin, Cekmas dan Taufik Barlian. 2013. Rangkaian Listrik. Yogyakarta: Andi Yoyakarta.

Ferry, Dimas. (2016). Pembagian Beban Pada Operasi Paralel Generator di Atas Kapal: Politeknik Pelayaran Surabaya.

Graha, Setia. 2014. Power Management Genset. Jurnal Poros Teknik, Volume 6, No. 2, Desember 2014 : 55 – 102.

Satrio, Eko Nurhadi. (2011). Daya Aktif, Reaktif dan Nyata (online), (https://electrical17.wordpress.com/2011/03/05/247/.Diakses tanggal 03 Mei 2018).

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA. 2012

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Supriyanto. (2015). Pengertian Daya Listrik dan Rumus Menghitung Daya Listrik (online),(https://teknikelektronika.com/pengertian-daya-listrik-rumus- cara-menghitung/ , Diakses tanggal 24 Mei 2018).

Wibawa, Gede. 2014. Regasification of LNG (Liquefied Natural Gas).Jurnal Teknik POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print).

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

v KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan kasih sayang-Nya, penulis diberikan kekuatan untuk menyusun skripsi ini yang