• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerimaan Pendidikan Progresif di Malaysia

N/A
N/A
Ike Megawati Putri

Academic year: 2024

Membagikan "Penerimaan Pendidikan Progresif di Malaysia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

‘Melangkah bersama menuju masa depan cerah’

Dalam ruang belajar Guru menatap tajam Sorot mata berbinar

Ilmu disalur, tangan terbuka,

Membimbing siswa, menuntun langkah.

Guru dan rekan, membangun peradaban.

Dalam konteks kurikulum negara Malaysia, kemungkinan besar pendekatan yang lebih condong adalah kepada pemikiran John Dewey. John Dewey adalah seorang filsuf pendidikan yang dikenal dengan konsep pendidikan progresif. Pemikirannya menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dan relevansi dalam pembelajaran, serta mempromosikan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

Kurikulum di Malaysia, khususnya Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) untuk pendidikan dasar, menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan pengalaman langsung dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan progresif yang diusung oleh John Dewey.

Sementara itu, Hilda Taba lebih dikenal dengan kontribusinya dalam

pengembangan model pengembangan kurikulum. Meskipun kontribusinya penting dalam pemikiran kurikulum, terutama dalam hal proses perancangan kurikulum, namun pendekatannya yang lebih terstruktur dan sistematis mungkin kurang dominan dalam konteks kurikulum negara Malaysia jika dibandingkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pengalaman langsung dan pembelajaran aktif yang dianut oleh Dewey.

Dalam konteks kurikulum negara Malaysia, kemungkinan besar pendekatan yang lebih condong adalah kepada pemikiran John Dewey. John Dewey adalah seorang filsuf pendidikan yang dikenal dengan konsep pendidikan progresif. Pemikirannya menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dan relevansi dalam pembelajaran, serta mempromosikan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

(2)

Kurikulum di Malaysia, khususnya Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) untuk pendidikan dasar, menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan pengalaman langsung dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan progresif yang diusung oleh John Dewey.

Sementara itu, Hilda Taba lebih dikenal dengan kontribusinya dalam

pengembangan model pengembangan kurikulum. Meskipun kontribusinya penting dalam pemikiran kurikulum, terutama dalam hal proses perancangan kurikulum, namun pendekatannya yang lebih terstruktur dan sistematis mungkin kurang dominan dalam konteks kurikulum negara Malaysia jika dibandingkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pengalaman langsung dan pembelajaran aktif yang dianut oleh Dewey.

Dalam konteks kurikulum negara Malaysia, kemungkinan besar pendekatan yang lebih condong adalah kepada pemikiran John Dewey. John Dewey adalah seorang filsuf pendidikan yang dikenal dengan konsep pendidikan progresif. Pemikirannya menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dan relevansi dalam pembelajaran, serta mempromosikan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

Kurikulum di Malaysia, khususnya Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) untuk pendidikan dasar, menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan pengalaman langsung dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan progresif yang diusung oleh John Dewey.

Sementara itu, Hilda Taba lebih dikenal dengan kontribusinya dalam

pengembangan model pengembangan kurikulum. Meskipun kontribusinya penting dalam pemikiran kurikulum, terutama dalam hal proses perancangan kurikulum, namun pendekatannya yang lebih terstruktur dan sistematis mungkin kurang dominan dalam konteks kurikulum negara Malaysia jika dibandingkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pengalaman langsung dan pembelajaran aktif yang dianut oleh Dewey.

Dalam konteks kurikulum negara Malaysia, kemungkinan besar pendekatan yang lebih condong adalah kepada pemikiran John Dewey. John Dewey adalah seorang filsuf pendidikan yang dikenal dengan konsep pendidikan progresif. Pemikirannya menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dan relevansi dalam pembelajaran, serta mempromosikan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

(3)

Kurikulum di Malaysia, khususnya Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) untuk pendidikan dasar, menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan pengalaman langsung dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan progresif yang diusung oleh John Dewey.

Sementara itu, Hilda Taba lebih dikenal dengan kontribusinya dalam

pengembangan model pengembangan kurikulum. Meskipun kontribusinya penting dalam pemikiran kurikulum, terutama dalam hal proses perancangan kurikulum, namun pendekatannya yang lebih terstruktur dan sistematis mungkin kurang dominan dalam konteks kurikulum negara Malaysia jika dibandingkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pengalaman langsung dan pembelajaran aktif yang dianut oleh Dewey.

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kepada Allah SWT, skripsi yang berjudul “Pendidikan Berbasis Pengalaman Menurut Pemikiran John Dewey dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam (Telaah

Perbincangan meliputi beberapa perkara utama, iaitu: konsep dan falsafah pendidikan Islam, falsafah pendidikan Islam negara Malaysia, dan perbincangan khusus

John Dewey (Amerika, 1859 – 1952, tokoh pendidikan sosial) Tujuan pendidikan adalah membentuk anak menjadi anggota masyarakat yang baik,. yaitu anggota masyarakat yang

Pendidikan Sebagai Fungsi Sosial Menurut John Dewey (Sadulloh. 2003) lingkungan merupakan syarat bagi pertumbuhan, dan fungsi pendidikan merupakan suatu proses membimbing

Dokumen ini membahas perubahan yang dilakukan pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah di

Dokumen ini membahas kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan penilaian berdasarkan Kurikulum

Dokumen ini menganalisis penggunaan model eklektik dalam sistem pendidikan di Malaysia dari sudut Islam dan umat

Dokumen ini membahas tentang hubungan antara cara pandang manusia dengan perilaku manusia dalam konteks pendidikan lingkungan