• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Pedoman Penulisan Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang Makassar

N/A
N/A
Muh Akbr

Academic year: 2023

Membagikan "Penetapan Pedoman Penulisan Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang Makassar"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN

PENULISAN SKRIPSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) YAYASAN PENDIDIKAN UJUNG PANDANG (YPUP)

MAKASSSAR 2019

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Pedoman penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan keseragaman acuan bagi mahasiswa STIE YPUP Makassar dalam menyusun skripsi. Penyusunan pedoman ini dilatarbelakangi adanya beragam sistematika dan format penulisan skripsi yang diajukan oleh mahasiswa kepada dosen pembimbing.

Tujuan penyusunan pedoman penulisan skripsi ini, diharapkan mahasiswa maupun dosen pembimbing skripsi memiliki kesamaan, sehingga memudahkan dalam penulisan maupun pembimbingan skripsi.

Pedoman ini berisikan ketentuan umum, sistematika dan format penulisan skripsi.

Kritik dan saran yang membangun terhadap pedoman ini diharapkan sebagai upaya perbaikan kedepannya. Semoga pedoman ini bermanfaat bagi mahasiswa serta dosen pembimbing.

Makassar, Juli 2019

Wakil Ketua I Bidang Akademik

Harry Yulianto, SE, M.Si

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB II KETENTUAN UMUM ... 2

II.1. Definisi ... 2

II.2. Tujuan ... 2

II.3. Prasyarat ... 2

II.4. Pemrograman ... 3

II.5. Bobot SKS... 3

II.6. Objek Penelitian ... 3

II.7. Dosen Pembimbing ... 5

II.8. Waktu Penyusunan Proposal ... 7

II.9. Masa Berlaku ... 8

II.10. Kartu Konsultasi ... 10

II.11. Ujian Seminar ... 11

(6)

BAB III SISTEMATIKA PENULISAN ... 18

III.1. Bagian Awal ... 18

III.2. Bagian Utama ... 24

III.3. Bagian Akhir ... 34

BAB IV FORMAT PENULISAN ... 44

IV.1. Bahan dan Ukuran Kertas ... 44

IV.2. Pengetikan ... 44

IV.3. Penomoran... 47

IV.4. Penggunaan Bahasa ... 50

IV.5. Pengutipan/Sitasi ... 52

IV.6. Penulisan Sumber Referensi ... 54

BAB V RINGKASAN ... 57

BAB VI PENUTUP ... 61

LAMPIRAN... 62

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Sampul Luar ... 62

Lampiran 2. Sampul Dalam ... 64

Lampiran 3. Halaman Persetujuan Pembimbing ... 66

Lampiran 4. Halaman Pengesahan ... 70

Lampiran 5. Halaman Persetujuan Revisi ... 72

Lampiran 6. Abstrak ... 74

Lampiran 7. Abstract ... 76

Lampiran 8. Pernyataan Keaslian Skripsi ... 78

Lampiran 9. Halaman Kata Pengantar ... 80

Lampiran 10. Halaman Daftar Isi ... 86

Lampiran 11. Halaman Daftar Tabel ... 87

Lampiran 12. Halaman Daftar Gambar ... 89

Lampiran 13. Halaman Daftar Lampiran ... 91

Lampiran 14. Contoh Penulisan BAB ... 103

Lampiran 15. Halaman Daftar Pustaka ... 104

Lampiran 16. Contoh Penulisan Lampiran ... 106

(8)

BAB I PENDAHULUAN

Skripsi sebagai karya tulis ilmiah yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa jenjang Strata Satu (S-1) sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana. Skripsi dikembangkan dari suatu permasalahan yang akan diuji kebenarannya secara ilmiah oleh mahasiswa yang memuat: latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan dan saran, daftar pustaka, serta lampiran.

Pedoman penulisan skripsi ini disusun agar mahasiswa dapat mempersiapkan penelitiannya secara sistematis, metodologis, serta ilmiah. Hal tersebut agar penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dapat dilaksanakan sesuai dengan kaidah ilmiah dan dapat diselesaikan secara tepat waktu. Pedoman ini dibuat agar memiliki keseragaman, baik dalam penyusunan maupun penulisan skripsi. Pedoman ini berisikan ketentuan umum, sistematika penulisan, serta format penulisan skripsi bagi mahasiswa jenjang Strata Satu (S-1) yang ada di lingkup Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE YPUP) Makassar, baik Program Studi Akuntansi maupun Program Studi Manajemen.

(9)

BAB II

KETENTUAN UMUM

II.1. Definisi

Skripsi adalah salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat menyelesaikan studinya pada jenjang program Strata Satu (S-1) untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE).

II.2. Tujuan

Tujuan penulisan skripsi sebagai berikut:

1. Mahasiswa mampu menyusun karya tulis ilmiah sesuai dengan bidang keilmuannya.

2. Mahasiswa mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena/masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuannya.

II.3. Prasyarat

Prasyarat bagi mahasiswa untuk dapat mengajukan skripsi adalah:

1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun akademik yang berjalan (dibuktikan dengan KRS pada semester berjalan).

(10)

2. Telah melaksanakan KKLP (dibuktikan dengan Laporan KKLP dan Sertifikat Nilai KKLP).

3. Ujian seminar skripsi dapat dilakukan apabila mahasiswa telah menempuh dan lulus mata kuliah minimal 140 SKS.

II.4. Pemrograman

Skripsi dapat diprogram pada Semester Gasal (Ganjil) atau Semester Genap sesuai dengan kalender akademik yang berlaku di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang Makassar.

II.5. Bobot SKS

Matakuliah skripsi memiliki bobot 6 (enam) SKS.

II.6. Objek Penelitian

Obyek penelitian dipilih oleh mahasiswa dengan ruang lingkup sesuai dengan bidang peminatannya. Untuk dapat memilih obyek penelitian, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan Ketua Program Studi atau Dosen Pembimbing yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Ketua STIE YPUP Makassar.

1. Surat Pengantar Ijin Penelitian

Untuk memastikan mahasiswa mendapatkan lokasi penelitian, mahasiswa mendaftar ke Ketua Program Studi agar memperoleh Surat

(11)

Pengantar Ijin Penelitian (sesuai dengan format yang berlaku).

Rekapitulasi usulan lokasi penelitian mahasiswa dari Ketua Program Studi, diserahkan kepada Bagian Administrasi Umum (BAU) untuk dibuatkan Surat Pengantar Ijin Penelitian (memuat juga nomor penelitian) yang ditandatangani oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang. Selanjutnya, Surat Pengantar Ijin Penelitian tersebut diserahkan oleh mahasiswa kepada pimpinan instansi/perusahaan yang menjadi objek lokasi penelitian.

Surat balasan dari instansi/perusahaan (apabila mendapatkan surat balasan diterima) sebagai dasar bagi mahasiswa untuk melanjutkan konsultasi/bimbingan. Salinan surat tersebut diserahkan kepada Ketua Program Studi, sedangkan surat balasan (aslinya) dilampirkan pada proposal penelitian sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ujian proposal skripsi. Apabila mahasiswa mendapatkan surat penolakan dari instansi/perusahaan, maka mahasiswa dapat mengajukan ulang mengenai usulan lokasi penelitian yang baru kepada Ketua Program Studi.

2. Surat Keterangan Penelitian

Surat keterangan penelitian menerangkan bahwa mahasiswa sudah melaksanakan penelitian pada instansi/perusahaan, disertai dengan periode waktu mulai sampai selesainya penelitian, serta disahkan oleh pimpinan instansi/perusahaan yang menjadi tempat penelitian. Surat

(12)

keterangan penelitian dipergunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian seminar hasil maupun ujian seminar skripsi/tutup.

II.7. Dosen Pembimbing

Dalam penyusunan Skripsi, seorang mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang dosen, yaitu: Dosen Pembimbing I (satu) dan Dosen Pembimbing II (dua). Dasar hukum penetapan dosen pembimbing skripsi adalah:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 Tentang Dosen.

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 4/VIII/PB/2014 dan Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

(13)

Kriteria Dosen Pembimbing Skripsi sebagai berikut:

1. Dosen Pembimbing I

a. Dosen Pembimbing I (pembimbing utama) adalah dosen tetap pada program studi yang bersangkutan (sesuai homebase-nya).

b. Dosen Pembimbing I minimal memiliki jabatan akademik Lektor dengan gelar Magister (S-2), atau memiliki jabatan akademik Asisten Ahli dengan kualifikasi pendidikan minimal S-3 (Doktor).

c. Dosen Pembimbing I bertugas memimpin pembimbingan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi (terkait dengan substansi/konsepsi/teori), sesuai kompetensi bidang keilmuannya.

2. Dosen Pembimbing II

a. Dosen Pembimbing II (pembimbing pendamping) adalah dosen tetap pada program studi yang bersangkutan (sesuai homebase-nya).

b. Dosen Pembimbing II minimal memiliki jabatan akademik Asisten Ahli dengan kualifikasi pendidikan minimal S-2 (Magister).

c. Dosen Pembimbing II bertugas membantu pembimbingan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi (terkait redaksional/tata cara penulisan), sesuai kompetensi bidang keilmuannya.

3. Dosen Pembimbing I dan II yang telah disetujui oleh Ketua Program Studi, selanjutnya diusulkan ke Wakil Ketua I Bidang Akademik sebagai pembimbing skripsi atas nama mahasiswa tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan dari Wakil Ketua I Bidang Akademik, selanjutnya oleh BAAK STIE YPUP Makassar akan dibuatkan Surat

(14)

Keputusan dari Ketua STIE YPUP Makassar tentang Pengangkatan Dosen Pembimbing Skripsi.

4. Apabila belum ada dosen pembimbing yang memenuhi persyaratan kualifikasi dosen (misalnya di lingkup Program Studi hanya tersedia dosen dengan jabatan akademik Asisten Ahli yang keahliannya dalam membimbing tema skripsi usulan mahasiswa masih sangat terbatas), maka untuk kondisi force majeur tersebut Ketua Program Studi dapat mengusulkan dosen pembimbing skripsi dari luar homebase-nya ke pimpinan Perguruan Tinggi (seperti menggunakan dosen dari luar homebase-nya yang memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan tema skripsi, dimana kompetensi tersebut ditunjukkan dengan adanya sertifikat keahlian/profesi/industri dari lembaga resmi). Persyaratan utama dosen yang dipilih tersebut harus memiliki jabatan akademik minimal Asisten Ahli dengan kualifikasi pendidikan minimal S-2 (Magister).

II.8. Waktu Penyusunan

Skripsi disusun pada saat matakuliah skripsi diprogram oleh mahasiswa yang bersangkutan pada Kartu Rencana Studi (KRS) tahun akademik berjalan.

(15)

II.9. Masa Berlaku

Masa berlaku karya tulis ilmiah (skripsi) mahasiswa berdasarkan periode pelaksanaan ujian seminarnya sebagai berikut:

1. Ujian Seminar Proposal

a) Apabila hasil ujian seminar proposal skripsi, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki proposal skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut bersifat tertutup. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

b) Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun akademik, mahasiswa yang sudah mengikuti ujian seminar proposal skripsi, namun belum melaksanakan ujian seminar hasil, maka hasil ujian seminar proposal sebelumnya dinyatakan batal, dan mahasiswa diharuskan menyusun ulang proposal skripsi lagi dengan tema penelitian baru (judul yang berbeda dengan proposal sebelumnya) kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan dosen pembimbing yang baru.

(16)

2. Ujian Seminar Hasil

a) Apabila hasil ujian seminar hasil, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut bersifat tertutup. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

b) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, mahasiswa yang sudah mengikuti ujian seminar hasil, namun belum melaksanakan ujian seminar skripsi/tutup, maka hasil ujian seminar sebelumnya (seminar proposal maupun seminar hasil) dinyatakan batal, dan mahasiswa diharuskan menyusun ulang skripsi lagi dengan tema penelitian baru (judul yang berbeda dengan sebelumnya) kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan dosen pembimbing yang baru.

3. Ujian Seminar Skripsi/Tutup

a) Apabila hasil ujian seminar skripsi/tutup, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut

(17)

bersifat tertutup. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

b) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah pelaksanaan ujian seminar skripsi/tutup, namun mahasiswa belum melakukan perbaikan/revisi dari Tim Penguji Skripsi, maka mahasiswa tidak dapat mengikuti Yudisium dan Wisuda.

II.10. Kartu Konsultasi

Skripsi disusun dengan bimbingan dosen yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua STIE YPUP Makassar. Selama proses pembimbingan, frekuensi temu muka antara dosen pembimbing dengan mahasiswa dicatat pada kartu konsultasi yang dibawa oleh mahasiswa.

Minimal tatap muka (konsultasi) antara mahasiswa dengan dosen pembimbing (I dan II) yaitu 4 (empat) kali sebelum mengusulkan ujian seminar proposal/ujian seminar hasil/ujian seminar skripsi pada Ketua Program Studi, yang ditunjukkan dengan jumlah bimbingan di Kartu Konsultasi.

(18)

II.11. Ujian Seminar

Untuk menyelesaikan skripsi, terdapat 3 (tiga) tahapan ujian seminar yang harus dilalui oleh mahasiswa dengan prosedur sebagai berikut:

1. Ujian Seminar Proposal

a. Proposal skripsi dapat diajukan ke forum ujian seminar proposal skripsi setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing (I dan II). Mahasiswa mengajukan usulan ujian seminar proposal skripsi ke Ketua Program Studi. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian seminar proposal oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik.

b. Penilai ujian seminar proposal skripsi setiap mahasiswa terdiri dari: 1 (satu) orang dosen pembimbing, dan 3 (tiga) orang dosen penguji lainnya yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi. Pada waktu pelaksanaan ujian seminar proposal, mahasiswa diwajibkan mempresentasikan proposalnya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Ketua Program Studi.

c. Pada waktu pelaksanaan ujian seminar proposal, wajib dihadiri oleh minimal 5 (lima) mahasiswa aktif, maupun dosen lainnya yang berminat. Materi ujian seminar proposal yaitu: logika berpikir, sistematika dan format proposal, landasan teori, metode penelitian, daftar kepustakaan (mahasiswa diwajibkan membawa semua referensi yang ditulis pada daftar pustaka, untuk menghindari

(19)

plagiasi), rancangan instrumen penelitian, serta dokumen pendukungnya.

d. Ujian seminar proposal dilaksanakan dengan rincian: maksimal 15 menit untuk pemaparan materi oleh mahasiswa (mahasiswa diharuskan membuat ringkasan presentasi materi dalam bentuk power point, dan dibagikan kepada mahasiswa/dosen yang menghadiri ujian seminar proposal), dan tanya jawab oleh penguji.

Apabila hasil ujian seminar proposal, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki proposal skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut bersifat tertutup. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

e. Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun akademik, mahasiswa yang sudah mengikuti ujian seminar proposal, namun belum melaksanakan ujian seminar hasil, maka hasil ujian seminar proposal sebelumnya dinyatakan batal, dan mahasiswa diharuskan menyusun ulang proposal lagi dengan tema penelitian baru (judul yang berbeda dengan proposal sebelumnya) kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan dosen pembimbing yang baru.

(20)

2. Ujian Seminar Hasil

a. Skripsi dapat diajukan ke forum ujian seminar hasil setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing (I dan II).

Mahasiswa mengajukan usulan ujian seminar hasil ke Ketua Program Studi. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian seminar oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik.

b. Penilai ujian seminar hasil setiap mahasiswa terdiri dari: 1 (satu) orang dosen pembimbing, dan 3 (tiga) orang dosen penguji lainnya yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi. Pada waktu pelaksanaan ujian seminar hasil, mahasiswa diwajibkan mempresentasikan skripsinya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Ketua Program Studi.

c. Pada waktu pelaksanaan ujian seminar hasil, wajib dihadiri oleh minimal 5 (lima) mahasiswa aktif, maupun dosen lainnya yang berminat. Materi ujian seminar hasil yaitu: logika berpikir, sistematika dan format skripsi, landasan teori, metode penelitian, hasil analisis, simpulan dan saran, daftar kepustakaan (mahasiswa diwajibkan membawa semua referensi yang ditulis pada daftar pustaka, untuk menghindari plagiasi), instrumen penelitian, data penelitian, hasil deteksi plagiasi, serta surat keterangan penelitian.

d. Ujian seminar hasil dilaksanakan dengan rincian: maksimal 15 menit untuk pemaparan materi oleh mahasiswa (mahasiswa diharuskan

(21)

membuat ringkasan presentasi materi dalam bentuk power point, dan dibagikan kepada mahasiswa/dosen yang menghadiri ujian seminar hasil), dan tanya jawab oleh penguji. Apabila hasil ujian seminar hasil, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut bersifat tertutup. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

e. Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, mahasiswa yang sudah mengikuti ujian seminar hasil, namun belum melaksanakan ujian seminar skripsi/tutup, maka hasil ujian seminar sebelumnya (seminar proposal maupun seminar hasil) dinyatakan batal, dan mahasiswa diharuskan menyusun ulang skripsi lagi dengan tema penelitian baru (judul yang berbeda dengan sebelumnya) kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan dosen pembimbing yang baru.

(22)

3. Ujian Seminar Skripsi/Tutup

a. Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian seminar hasil, harus kembali berkonsultasi dengan dosen pembimbing (I dan II) untuk memperbaiki skripsi sesuai saran atau masukan dalam ujian seminar hasil.

b. Skripsi dapat diajukan ke forum ujian seminar skripsi/tutup setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing (I dan II) yang diketahui oleh Ketua Program Studi serta Ketua STIE YPUP.

Mahasiswa mengajukan usulan ujian seminar skripsi/tutup ke Ketua Program Studi. Penentuan jadwal pelaksanaan ujian seminar skripsi/tutup oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik untuk diteruskan kepada Ketua STIE YPUP agar diterbitkan Surat Keputusan Panitia Ujian Skripsi.

c. Penilai ujian seminar skripsi/tutup setiap mahasiswa terdiri dari: 1 (satu) orang dosen pembimbing, dan 3 (tiga) orang dosen penguji lainnya yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Panitia Ujian Skripsi. Pada waktu pelaksanaan ujian seminar skripsi/tutup, mahasiswa diwajibkan mempresentasikan skripsinya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Ketua Program Studi.

d. Ujian seminar skripsi/tutup dinyatakan sah, apabila dihadiri minimal 3 (tiga) orang dosen penguji yang telah di-SK-kan oleh Ketua STIE YPUP.

(23)

e. Dosen penguji yang berhalangan hadir dalam ujian seminar skripsi/tutup, dapat diganti oleh dosen penguji lainn atas persetujuan tertulis Ketua STIE YPUP.

f. Pelaksanaan ujian seminar skripsi/tutup bersifat tertutup. Materi ujian seminar skripsi/tutup yaitu: logika berpikir, sistematika dan format skripsi, landasan teori, metode penelitian, hasil analisis, simpulan dan saran, daftar kepustakaan (mahasiswa diwajibkan membawa semua referensi yang ditulis pada daftar pustaka, untuk menghindari plagiasi), instrumen penelitian, data penelitian, hasil olah data, hasil deteksi plagiasi, surat keterangan penelitian, serta naskah publikasi ilmiah.

g. Ujian seminar skripsi/tutup dilaksanakan dengan rincian: maksimal 15 menit untuk pemaparan materi oleh mahasiswa (mahasiswa diharuskan membuat ringkasan presentasi materi dalam bentuk power point), dan tanya jawab oleh penguji. Apabila hasil ujian seminar skripsi/tutup, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka dapat diadakan ujian ulang, dan mahasiswa diwajibkan memperbaiki skripsinya. Ujian ulang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian yang pertama, dan forum ujian ulang tersebut bersifat tertutup.

Penentuan jadwal pelaksanaan ujian ulang tersebut oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Wakil Ketua I Bidang Akademik.

(24)

Dosen penguji pada ujian ulang tersebut sama dengan penguji pada waktu ujian yang pertama.

h. Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah pelaksanaan ujian seminar skripsi/tutup, namun mahasiswa belum melakukan perbaikan/revisi dari Tim Penguji Skripsi, maka mahasiswa tidak dapat mengikuti Yudisium dan Wisuda.

(25)

BAB III

SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan skripsi terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu: 1) Bagian Awal, 2) Bagian Utama, dan 3) Bagian Akhir.

III.1. Bagian Awal

Bagian awal skripsi berisikan: halaman sampul, dan halaman persetujuan.

1. Halaman Sampul Luar

Halaman sampul luar memuat: tulisan “Skripsi”, judul, gambar lambang perguruan tinggi, nama, NIM, program studi, nama perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi, bulan, dan tahun pengajuan.

a. Tulisan “SKRIPSI”

b. Judul

Judul skripsi ditulis singkat (maksimal 20 kata), menunjukkan masalah/variabel yang akan diteliti, dan jelas (tidak memberikan multitafsir).

c. Gambar lambang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang Makassar.

(26)

d. Nama mahasiswa ditulis dengan HURUF KAPITAL secara lengkap, tidak boleh disingkat (nama sesuai dengan yang ada di website PDDIKTI, oleh karena itu mahasiswa diharuskan mengecek datanya di website https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa, jika ada kesalahan mahasiswa segera melaporkan ke BAAK STIE YPUP).

e. NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dituliskan tanpa spasi.

f. Nama Program Studi asal mahasiswa (Akuntansi/Manajemen).

g. Nama perguruan tinggi dituliskan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP)

h. Kota dituliskan Makassar.

i. Bulan dan tahun pengajuan skripsi (untuk seminar hasil maupun seminar skripsi/tutup) dituliskan di bawah tulisan kota.

Format halaman sampul luar skripsi pada Lampiran 1.

2. Halaman Sampul Dalam

Halaman sampul dalam memuat: judul, gambar lambang perguruan tinggi, tulisan “SKRIPSI INI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA EKONOMI PADA STIE YPUP”, nama, NIM, program studi, nama perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi, bulan, dan tahun pengajuan.

a. Judul

Judul skripsi ditulis singkat (maksimal 20 kata), menunjukkan masalah/variabel yang akan diteliti, dan jelas (tidak memberikan multitafsir).

(27)

b. Gambar lambang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang Makassar.

c. Tulisan “SKRIPSI INI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA EKONOMI PADA STIE YPUP” menggunakan HURUF KAPITAL.

d. Nama mahasiswa ditulis dengan HURUF KAPITAL secara lengkap, tidak boleh disingkat (nama sesuai dengan yang ada di website PDDIKTI, oleh karena itu mahasiswa diharuskan mengecek datanya di website https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa, jika ada kesalahan mahasiswa segera melaporkan ke BAAK STIE YPUP).

e. NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dituliskan tanpa spasi.

f. Nama Program Studi asal mahasiswa (Akuntansi/Manajemen).

g. Nama perguruan tinggi dituliskan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP)

h. Kota dituliskan Makassar.

i. Bulan dan tahun pengajuan skripsi (untuk seminar skripsi/tutup) dituliskan di bawah tulisan kota.

Format halaman sampul dalam skripsi pada Lampiran 2.

3. Halaman Persetujuan Pembimbing

Halaman ini berisikan lembar persetujuan pembimbing (1 dan 2), serta mengetahui Ketua Program Studi (Manajemen/Akuntansi) dan Ketua STIE YPUP yang ditulis dengan nama lengkap beserta gelarnya, NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), tanda tangan, kota, tanggal, bulan,

(28)

serta tahun. Format halaman persetujuan dosen pembimbing (untuk ujian seminar hasil maupun seminar skripsi) pada Lampiran 3a dan 3b.

4. Halaman Pengesahan

Halaman ini berisikan lembar pengesahan skripsi yang sudah dipertahankan pada ujian skripsi/tutup yang ditulis nama Tim Penguji dengan nama lengkap beserta gelarnya, NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), tanda tangan, kota, tanggal, bulan, serta tahun dilaksanakannya ujian seminar skripsi. Juga, ditambahkan foto mahasiswa hitam putih dengan ukuran 3 x 4 dan ditandatangani oleh Ketua STIE YPUP. Format halaman pengesahan pada Lampiran 4.

5. Halaman Persetujuan Revisi

Halaman ini berisikan lembar persetujuan revisi setelah mahasiswa melaksanakan ujian seminar skripsi/tutup dan telah melakukan revisi/perbaikan. Pada lembar persetujuan revisi ini harus mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing (1 dan 2), serta mengetahui Ketua Program Studi (Manajemen/Akuntansi) dan Ketua STIE YPUP yang ditulis dengan nama lengkap beserta gelarnya, NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), tanda tangan, kota, tanggal, bulan, serta tahun.

Format halaman persetujuan revisi pada Lampiran 5.

(29)

6. Abstrak

Halaman ini berisikan ringkasan skripsi dalam bahasa Indonesia yang berisikan: tema penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, dan ringkasan singkat hasil penelitian. Abstrak dinyatakan sah apabila sudah mendapatkan validasi dari Laboratorium Bahasa YPUP.

Selain itu, pada abstrak juga memuat kata-kata kunci yang terdiri antara 3-5 kata. Format abstrak pada Lampiran 6.

7. Abstract

Halaman ini berisikan ringkasan skripsi dalam bahasa Inggris yang berisikan: tema penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, dan ringkasan singkat hasil penelitian. Abstract dinyatakan sah apabila sudah mendapatkan validasi dari Laboratorium Bahasa YPUP.

Selain itu, pada abstract juga memuat keywords yang terdiri antara 3-5 kata. Format abstract pada Lampiran 7.

8. Halaman Pernyataan Keaslian Skripsi

Halaman ini berisikan pernyataan keaslian skripsi yang bebas dari plagiasi dan sanksinya. Pernyataan keaslian skripsi ditulis sesuai dengan contohnya yang ditambahkan dengan kota, bulan, tahun, nama lengkap mahasiswa, NIM, serta tanda tangan pada Materai Rp 6.000,-.

Format halaman pernyataan keaslian skripsi pada Lampiran 8.

(30)

9. Halaman Kata Pengantar

Halaman kata pengantar berisikan ucapan dari penulis atas terselesaikannya penulisan skripsi yang telah dibuatnya, baik tentang ucapan rasa syukur, ucapan terimakasih, tujuan dan manfaat dari penulisan skripsi, kritik dan saran yang membangun. Kata Pengantar ditulis maksimal 2 (dua) halaman. Penomoran halaman kata pengantar menggunakan angka Romawi huruf kecil yang disusun berurutan dengan halaman sebelumnya. Format halaman kata pengantar pada Lampiran 9.

10. Halaman Daftar Isi

Halaman daftar isi berisikan bagian-bagian yang tertulis pada skripsi, mulai dari halaman sampul sampai Lampiran, termasuk juga sub-bab.

Penomoran halaman daftar isi menggunakan angka Romawi huruf kecil (ix) yang disusun berurutan dengan halaman sebelumnya (lanjutan dari halaman sebelumnya). Format halaman daftar isi pada Lampiran 10.

11. Halaman Daftar Tabel

Halaman daftar tabel berisikan tabel yang ada dalam skripsi, mulai dari BAB I sampai Lampiran. Penomoran halaman daftar tabel menggunakan angka Romawi huruf kecil yang disusun berurutan dengan halaman sebelumnya (lanjutan dari halaman daftar isi). Format halaman daftar isi pada Lampiran 11.

(31)

12. Halaman Daftar Gambar

Halaman daftar gambar berisikan gambar yang ada dalam skripsi, mulai dari BAB I sampai Lampiran. Penomoran halaman daftar gambar menggunakan angka Romawi huruf kecil yang disusun berurutan dengan halaman sebelumnya (lanjutan dari halaman daftar tabel).

Format halaman daftar gambar pada Lampiran 12.

13. Halaman Daftar Lampiran

Halaman daftar lampiran berisikan daftar yang ada pada lampiran skripsi. Penomoran halaman daftar lampiran menggunakan angka Romawi huruf kecil yang disusun berurutan dengan halaman sebelumnya (lanjutan dari halaman daftar gambar). Format halaman daftar lampiran pada Lampiran 13.

III.2. Bagian Utama

Bagian utama skripsi terdiri dari 5 (lima) bab, yaitu: pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, serta penutup.

Jumlah halaman skripsi minimal 50 (lima puluh) halaman (bab 1, bab 2, bab 3, bab 4, dan bab 5), tidak termasuk sampul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, abstrak, halaman pernyataan keaslian skripsi, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar pustaka, serta lampiran. Dalam membuat narasi tulisan pada Bab, 1 (satu) paragraf terdiri dari: minimal 3 (tiga) kalimat, dan maksimal 6 (enam) kalimat.

(32)

Diantara paragraf harus menggambarkan narasi yang saling terkait.

Format contoh penulisan Bab pada Lampiran 14.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

[Latar belakang harus dapat memberikan penjelasan ilmiah dan logis tentang alasan yang mendorong peneliti dalam memilih judul penelitian. Selain itu, pada latar belakang diuraikan data awal hasil pre-observasi/data sekunder yang melandasi pemilihan judul penelitian.]

1.2. Rumusan Masalah [Fokus Penelitian untuk penelitian kualitatif]

[Rumusan masalah secara jelas dan eksplisit harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan, sehingga dapat memberikan pemikiran kearah jawaban ilmiah yang akan dicari melalui penelitian yang akan dilakukan, misalnya dengan kalimat “Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan?”. Rumusan masalah harus linear dengan judul penelitian.]

1.3. Tujuan Penelitian

[Tujuan penelitian menjelaskan secara ilmiah tentang maksud penelitian sesuai dengan rumusan permasalahan sebelumnya, misalnya dengan kalimat “Penelitian ini akan menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan”. Tujuan penelitian harus linear dengan judul penelitian dan rumusan masalah.]

(33)

1.4. Manfaat Penelitian

[Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa, baik secara: 1) praktis (kegunaan penelitian bagi instansi tempat melakukan penelitian), maupun secara 2) teoritis (kegunaan penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuannya)].

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

[Tinjauan pustaka memuat konsep atau teori yang dipergunakan dalam menjawab rumusan masalah penelitian. Pada bab ini hanya menguraikan dasar teori beserta sumber referensinya yang dipergunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian saja, bukan teori dalam konteks secara makro.]

2.1 [Contoh: Kepuasan Kerja]

[Menguraikan tentang konsep/teori, misalnya kepuasan kerja, mulai dari definisi oleh minimal 2 (dua) penulis, konsep kepuasan kerja, faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, dan lain sebagainya.

Dalam penulisan konsep/teori pada bagian ini, tidak ada sub- sub bab maupun anak sub-sub bab. Oleh karena itu, penulisan pada bagian ini „mengalir‟ dan sesuai dengan alur konsepnya, mulai

dari paragraf pertama sampai akhir.]

2.2 [Contoh: Upah]

2.3 [Contoh: Kinerja Karyawan]

(34)

2.4 Rumusan Hipotesis

[Pada paragraf pertama harus dapat menjelaskan secara ilmiah perbedaan serta persamaan antara penelitian saat ini dengan hasil penelitian sebelumnya (minimal terdiri dari 2 hasil penelitian sebelumnya untuk mendukung perumusan hipotesis). Oleh karena itu, perlu dicari hasil penelitian sebelumnya sesuai dengan tema penelitian (hasil penelitian sebelumnya dapat berupa: artikel ilmiah, prosiding, ataupun skripsi/tesis/disertasi, dan masuk ke daftar pustaka).

Paragraf kedua, hasil penelitian sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam perumusan hipotesis penelitian saat ini. Hipotesis berarti dugaan, sehingga dalam penulisan tidak perlu menggunakan kata diduga, karena dugaan penelitian saat ini bisa terbukti benar ataupun salah yang akan diuji kebenarannya secara ilmiah (hasil penelitian dapat diterima atau ditolak). Contoh kalimat yang dapat dipergunakan dalam penulisan hipotesis adalah:

H1: Kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

H2: Upah berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

H3: Kepuasan kerja dan upah secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Selanjutnya, dibuat gambar model penelitian, sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya dan hipotesis penelitian saat ini. Sumber referensi model penelitian berasal dari hasil penelitian sebelumnya,

(35)

dan sumber referensinya dimasukkan dalam daftar pustaka. Model penelitian bukan berupa kerangka pikir, maupun kerangka teoritis, karena berbeda. Apabila kerangka pikir dimulai dari gambaran tahapan start saat peneliti mulai menyusun usulan sampai tahapan akhir penyelesaian penelitian. Sedangkan, kerangka teoritis hanya menggambarkan ilustrasi konseptual secara parsial, misalnya kerangka konsep kepuasan kerja yang ada dalam BAB II. Pada pedoman ini hanya menggambarkan model penelitian yang berupa arah hubungan antar variabel yang akan diteliti (untuk jenis penelitian kuantitatif). Model penelitian hanya untuk jenis penelitian kuantitatif dalam menguji arah hubungan antar variabel.

Apabila jenis penelitian kualitatif, maka model penelitian tidak perlu digambarkan. Model penelitian yang digambarkan oleh peneliti harus linear dengan judul penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta hipotesis penelitian.]

Contoh: Model Penelitian

Sumber: Yulianto (2017).

Kepuasan Kerja

(X1)

Upah (X2)

Kinerja Karyawan

(Y) H1

H2

H3

(36)

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian

[Desain penelitian menguraikan strategi yang akan dipergunakan untuk mengintegrasikan seluruh komponen riset secara logis dan sistematis dalam menjawab rumusan masalah penelitian, baik untuk jenis penelitian kualitatif maupun kuantitatif, misalnya cross sectional, time series, longitudinal, eksperimental, studi kasus, dan lain sebagainya. Tidak semua desain penelitian diuraikan pada bagian ini, di dalam skripsi hanya memuat desain yang akan dipergunakan pada penelitian saat ini.]

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

[Lokasi penelitian menguraikan tempat penelitian dimana data penelitian diambil, misalnya PT. ABC di Jl. Andi Tonro No. 7 Makassar. Waktu penelitian berkisar minimal 2 (dua) bulan. Waktu penelitian adalah waktu ketika setelah ujian seminar proposal sampai turun ke lapangan untuk mendapatkan data penelitian.]

3.3. Data Penelitian

[Data penelitian diklasifikasikan: 1) menurut jenisnya (data kuantitatif dan data kualitatif), serta 2) menurut sumber data (data primer dan sekunder). Pada penelitian yang akan dilakukan, data penelitian hanya menguraikan data yang dipergunakan untuk menjawab hipotesis penelitian saja, serta data pendukungnya. Data lain yang tidak dipergunakan untuk menjawab hipotesis, maupun

(37)

data pendukung gambaran umum instansi/perusahaan, tidak perlu dimasukkan dalam bagian ini. Hal tersebut untuk membatasi ruang lingkup penelitian agar tidak meluas.]

3.4. Teknik Pengumpulan Data

[Teknik pengumpulan data menguraikan metode yang dipergunakan oleh peneliti dalam memperoleh data penelitian untuk menjawab permasalahan riset, seperti: kuesioner/angket, dokumentasi (jenis penelitian kuantitatif), depth interview, observasi (jenis penelitian kualitatif).]

3.5. Populasi dan Sampel

[Populasi penelitian menguraikan konsep populasi, populasi yang menjadi objek penelitian, jumlah populasi secara keseluruhan, serta karakteristik populasi. Sampel penelitian menguraikan konsep sampel, ukuran jumlah sampel yang diambil dari populasi secara ilmiah (sample size), justifikasi/dasar pemilihan sampel dengan menggunakan teknik sampling apa yang akan dipergunakan untuk memperoleh data penelitian (teknik sampling). Sedangkan, untuk jenis penelitian kualitatif, dijelaskan dasar pemilihan informan dan teknik memperoleh informan.]

3.6. Variabel Penelitian

[Variabel penelitian menguraikan variabel apa saja yang dipergunakan untuk menjawab hipotesis penelitian (variabel dependen dan independen). Selain itu, ditambahkan indikator apa

(38)

saja yang akan dipergunakan untuk mengukur variabel penelitian tersebut, beserta sumber referensinya. Juga, ukuran skala pengukuran yang akan dipergunakan untuk mengukur indikator penelitian tersebut. Untuk jenis penelitian kualitatif, bukan menggunakan variabel penelitian, namun menguraikan dasar rumusan kategorisasi narasi/teks.]

3.7. Teknik Analisis Data

[Teknik analisis data untuk jenis penelitian kuantitatif menguraikan tentang:

a. uji validitas dan reliabilitas (untuk data primer), atau uji asumsi klasik (untuk data sekunder)

b. uji hipotesis (contohnya menggunakan uji regresi linear atau SWOT atau uji lainnya).

Selain itu, ditambahkan alat analisis yang dipergunakan untuk pengolahan data, seperti: manual (penggunaan rumus statistik dan perhitungannya secara manual) atau software (pengunaan SPSS, Microsoft Excel, dan lain sebagainya yang outputnya masuk pada bagian Lampiran). Untuk jenis penelitian kualitatif menguraikan: a) koding, b) uji keabsahan data, c) reduksi data, d) penafsiran data, e) penyajian data, dan f) penarikan kesimpulan. Juga, ditambahkan alat analisis yang dipergunakan untuk pengolahan data, seperti:

manual (mapping/pemetaan data) atau software (Atlas.ti, Nvivo, dan lain sebagainya)].

(39)

3.8. Definisi Operasional

[Definisi operasional menguraikan terminologi/pengertian pada variabel yang menjadi tema penelitian secara singkat sesuai dengan tinjauan kepustakaan, yang disertai dengan sumber referensinya.

Misalnya: kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima (Robbins, 2016).]

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1. Gambaran Objek Penelitian

[Gambaran objek penelitian menguraikan tentang gambaran umum pada objek yang diteliti, seperti: sejarah instansi/perusahaan, visi, misi, tujuan, struktur organisasi, tugas dan fungsi, aspek SDM, aspek produksi/operasi, aspek pemasaran, aspek keuangan dan lain sebagainya.]

4.2. Hasil Analisis

[Hasil analisis menguraikan tentang hasil olah data secara statistik untuk penelitian kuantitatif, seperti: karakteristik responden, hasil uji validitas, hasil uji reliabilitas, hasil uji asumsi klasik, maupun hasil uji hipotesis. Untuk penelitian kualitatif menguraikan tentang hasil: a) koding, b) uji keabsahan data, c) reduksi data, d) penafsiran data, e) penyajian data, dan f) penarikan kesimpulan.]

(40)

4.3. Pembahasan

[Pembahasan menguraikan tentang hasil analisis yang menjawab rumusan masalah maupun hipotesis penelitian, dan didukung dengan teori/kepustakaan maupun hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Pengutipan teori/kepustakaan maupun hasil penelitian sebelumnya menggunakan style APA (American Psychological Association).]

BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan

[Simpulan menjelaskan secara ringkas mengenai hasil penelitian yang hanya menjawab rumusan masalah maupun hipotesis penelitian.]

5.2. Saran

[Saran menguraikan: 1) keterbatasan metode penelitian yang dipergunakan dan usulan saran untuk penelitian selanjutnya, 2) hasil penelitian yang dikaitkan dengan usulan saran yang bermanfaat secara praktis bagi objek penelitian.]

(41)

III.3. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri dari: daftar pustaka dan lampiran (rancangan instrumen penelitian).

1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan daftar literatur seperti: buku, artikel dalam jurnal maupun prosiding seminar/konferensi, skripsi/tesis/disertasi, serta sumber ilmiah lainnya yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penulisan skripsi. Daftar pustaka merupakan persyaratan utama dalam suatu karya ilmiah, oleh karena itu untuk menghindari plagiasi diharapkan agar daftar pustaka tidak berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Daftar pustaka dalam penulisan skripsi minimal terdiri dari 25 (dua puluh lima) referensi yang dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah, serta menggunakan referensi terbitan 5 tahun terakhir yang terbaru (bagi yang menggunakan referensi langsung dari sumber aslinya, misalnya konsep Servqual: A Multiple-Item Scale for Consumer Perceptions of Service Quality yang ditulis oleh Parasuraman, Valarie Zeithaml, dan Len Berry tahun 1988 pada Journal of Retailing, mahasiswa diharuskan membawa referensi tersebut pada waktu ujian seminar hasil maupun skripsi/tutup), maksimal hanya 5 referensi yang tahun terbitannya dapat lebih dari 5 tahun (contohnya dari 25 referensi di daftar pustaka dapat menggunakan 20 referensi dengan terbitan 5 tahun terakhir terbaru, serta maksimal menggunakan 5 referensi dengan terbitan lebih dari 5

(42)

tahun, asalkan ditunjukkan dengan jurnal/buku/prosiding yang dituliskan oleh penulis aslinya pada dosen pembimbing maupun pada waktu seminar hasil maupun seminar skripsi/tutup). Daftar pustaka hanya memuat literatur yang dituliskan dalam skripsi, dengan kata lain sitasi (pengutipan) literatur yang ada didalam skripsi harus ada semua dalam daftar pustaka, dan pada daftar pustaka wajib ada semua referensi yang disitasi dalam skripsi (misalnya pada Bab 1 sampai Bab 5, totalnya terdapat 25 sumber kutipan, maka di daftar pustaka juga harus terdapat 25 referensinya). Semua referensi yang ada dalam daftar pustaka wajib dibawa pada saat ujian seminar hasil maupun skripsi/tutup, hal itu untuk menghindari plagiasi. Daftar pustaka disusun ke bawah sesuai urutan abjad nama akhir penulis pertama, tanpa dibedakan asal sumber referensi (jurnal/buku/skripsi/tesis/disertasi maupun lainnya). Penulisan daftar pustaka menggunakan style APA (American Psychological Association), yaitu gaya penulisan yang mengikuti format Harvard (memuat nama penulis, tahun, judul, serta sumber ilmiah). Apabila referensi yang digunakan tidak memenuhi unsur tersebut (penulis, tahun, judul, penerbit), diharuskan mencari referensi lain yang memiliki kejelasan sumbernya. Format halaman daftar pustaka pada Lampiran 15.

(43)

a. Buku

Pustaka berupa buku, dituliskan secara berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul buku, jilid/edisi, kota tempat buku itu diterbitkan, dan nama penerbit. Antara nama penulis, tahun terbit, judul buku, dan kota penerbit dipisahkan dengan tanda titik. Sedangkan, antara kota tempat buku itu diterbitkan dan nama penerbit dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Nama penulis, pada skripsi ditulis tanpa gelar penulis. Penulis dengan nama lebih dari 1 (satu) kata, nama pertama atau kedua disingkat (inisial 1 kata depan pada nama), sedangkan nama terakhir ditulis secara lengkap (misalnya nama lengkap penulis Fadiyah Putri Nur Atiqah, pada daftar pustaka ditulis Atiqah, F.P.N.). Judul buku ditulis dengan huruf miring (italic).

i) 1 (satu) penulis buku [contoh nama penulis: Harry Yulianto ditulis Yulianto, H.]

Yulianto, H. (2016). Statistik 1. Edisi Pertama. Yogyakarta:

Lembaga Ladang Kata.

ii) 2 (dua) penulis buku, antara penulis 1 dengan penulis 2, kata

“dan” menggunakan simbol „&‟. [contoh nama penulis: Salmiaty

Taty dan Harry Yulianto ditulis Taty, S. & Yulianto, H.]

Taty, S., & Yulianto, H. (2016). Sistem Informasi Manajemen.

Cetakan Pertama. Yogyakarta: PT. Leutika Nouvalitera.

(44)

iii) Lebih dari 2 (dua) penulis buku [contoh nama penulis: Raden Sukanto, Budi Mulya, dan Rudi Sela ditulis Sukanto, R., Mulya, B., & Sela, R.]

Sukanto, R., Mulya, B., & Sela, R. (2018). Business Forecasting.

Yogyakarta: UGM.

iv) Penulis lembaga

STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Proposal Skripsi.

Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.

v) Penulis dengan beberapa buku, ditulis berdasarkan urutan tahun terbit.

Soeseno, S. (2017). Teknik Penulisan Ilmiah-Populer: Kiat Menulis Nonfiksi untuk Majalah. Jakarta: PT. Gramedia.

Soeseno, S. (2018). Teknik Penulisan Ilmiah-Populer. Jakarta:

PT. Gramedia.

vi) Buku terjemahan

Robins, R.H. (2006). Cultural Anthropology. Terj. Bambang Kusno. Jakarta: PT. Gramedia.

b. Artikel ilmiah

Pustaka berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal maupun prosiding ditulis secara berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman sampai halaman. Antara nama penulis, tahun terbit, judul artikel, dan nama

(45)

jurnal atau prosiding dipisahkan dengan tanda titik. Sedangkan, antara volume dan nomor dipisahkan dengan tanda kurung „( )‟,

kemudian dipisahkan dengan tanda titik dua „:‟ dilanjutkan dengan nomor halaman. Nama penulis ditulis tanpa gelar. Penulis dengan nama lebih dari 1 (satu) kata, nama pertama atau kedua disingkat (inisial 1 kata depan pada nama), sedangkan nama terakhir ditulis secara lengkap (misalnya nama lengkap penulis Fadiyah Putri Nur Atiqah, pada daftar pustaka ditulis Atiqah, F.P.N.). Nama jurnal/prosiding ditulis miring (italic), sedangkan judul artikel ditulis biasa.

i) Artikel jurnal cetak [contoh nama penulis: Harry Yulianto ditulis Yulianto, H.]

Yulianto, H. (2016). The Moderating Effect of Customer Satisfaction on The Relationship Between Servqual Perception and Repurchase Intentions. Jurnal Ilmiah Bisnis &

Kewirausahaan. 5 (3): 319-341.

Yulianto, H. (2017). Kajian Penerapan Financial Quotient Pada Wirausaha Pemula. Jurnal Equity. 12 (1): 48-62.

ii) Artikel jurnal online [contoh nama penulis: Harry Yulianto ditulis Yulianto, H.]

Yulianto, H. (2018). Peningkatan Partisipasi Riset Dosen.

Caradde. 1 (1): 23-29. Diakses pada tanggal 8 April 2019

melalui website

(46)

https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/

16/8

iii) Artikel prosiding cetak [contoh nama penulis: Helmy Syamsuri, Harry Yulianto dan Dyan Fauziah Suryadi ditulis Syamsuri, H.

Yulianto, H., & Suryadi, D.F.]

Syamsuri, H., Yulianto, H., & Suryadi, D.F. (2018). Peningkatan Daya Saing Badan Usaha Milik Desa: Studi Kasus BUMDES Tirta Mandiri. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian &

Pengabdian Kepada Masyarakat. Makassar. Politeknik Negeri Ujung Pandang. November: 224-229.

iv) Artikel prosiding online [contoh nama penulis: Harry Yulianto dan Syarief Dienan Yahya ditulis Yulianto, H., & Yahya, S.D.]

Yulianto, H., & Yahya, S.D. (2018). Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Trans Mamminasata. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan. Malang.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Oktober:

1234-1251. Diakses pada tanggal 8 April 2019 melalui

website http://conferences.uin-

malang.ac.id/index.php/semnasfe/article/view/796.

c. Skripsi/tesis/disertasi dan naskah pidato pengukuhan guru besar Pustaka berupa skripsi/tesis/disertasi ditulis secara berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul, skripsi/tesis/disertasi, kota, dan

(47)

perguruan tinggi. Antara nama penulis, tahun terbit, judul, dan skripsi/tesis/disertasi dipisahkan dengan tanda titik. Sedangkan, antara kota dan perguruan tinggi dipisahkan dengan tanda tanda titik dua „:‟. Nama penulis ditulis tanpa gelar. Penulis dengan nama lebih

dari 1 (satu) kata, nama pertama atau kedua disingkat (inisial 1 kata depan pada nama), sedangkan nama terakhir ditulis secara lengkap (misalnya nama lengkap penulis Fadiyah Putri Nur Atiqah, pada daftar pustaka ditulis Atiqah, F.P.N.). Skripsi/tesis/disertasi tidak dipublikasikan ditulis miring (italic), sedangkan judul ditulis biasa.

i) Skripsi/tesis/disertasi [contoh nama penulis: Harry Yulianto ditulis Yulianto, H.]

Yulianto, H. (2004). Pengaruh organizational justice sebagai variabel pemediasi hubungan Leader-Member Exchange (LMX) dengan kepuasan kerja, komitmen organisasional, dan turnover intentions. Tesis Tidak Dipublikasikan.

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

ii) Naskah Pidato Pengukuhan Guru Besar [contoh nama penulis:

Ahmad Munawar ditulis Munawar, A.]

Munawar, A. (2007). Pengembangan Transportasi Yang Berkelanjutan. Naskah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Tanggal 7 Februari 2007. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Diakses pada tanggal 8 April 2019 melalui website

(48)

https://ugm.ac.id/id/berita/1487-

pengembangan.transportasi.yang.berkelanjutan.

d. Artikel Opini

Pustaka berupa artikel opini ditulis secara berturut-turut nama penulis, tahun terbit, judul, kota, nama media. edisi. halaman. Nama media ditulis miring (italic).

i) Artikel media cetak

Yulianto, H. (2016). Refleksi Implementasi Pembangunan Desa.

Harian Cetak Tribun Timur Makassar. Kamis 7 Januari 2016.

Halaman 18.

ii) Artikel media online

Yulianto, H. (2016). Arsitektur Inklusi Keuangan. Media Online LPPM STIE YPUP. 25 Desember 2016. Diakses pada tanggal 8 April 2019 melalui website https://lppm.stie- ypup.id/penelitian/opini/item/2-arsitektur-inklusi-keuangan.

2. Lampiran

Lampiran pada skripsi berisikan:

a. Instrumen

Instrumen berupa kuesioner/pedoman wawancara/pedoman observasi yang dipergunakan dalam penelitian untuk mendapatkan data penelitian. Instrumen disertakan pada Lampiran apabila peneliti menggunakan data primer, dan hanya dipergunakan untuk

(49)

menjawab tujuan penelitian maupun rumusan hipotesis penelitian.

Instrumen penelitian wajib disertai dengan sumber asal instrumen tersebut beserta tahunnya, serta dimasukkan dalam daftar pustaka. Format penulisan lampiran pada Lampiran 16.

b. Surat Keterangan Penelitian

Surat keterangan penelitian yang menerangkan bahwa mahasiswa sudah melaksanakan penelitian pada instansi/perusahaan, disertai dengan periode waktu mulai sampai selesainya penelitian, serta disahkan oleh pimpinan instansi/perusahaan yang menjadi tempat penelitian.

c. Data Penelitian

Data penelitian berupa data mentah dari lapangan yang sudah ditabulasikan, namun belum dilakukan proses pengolahan data lebih lanjut (contohnya hasil tabulasi dalam bentuk tabel Excel).

d. Hasil Olah Data

Hasil olah data merupakan hasil dari pengolahan data mentah yang akan dijadikan sebagai bahan untuk analisis lebih lanjut (contohnya output SPSS, Atlas.ti, Nvivo atau software analisis lainnya).

e. Hasil Deteksi Plagiasi

Hasil deteksi plagiasi pada lembar originality report yang menunjukkan similarity index ≤ 30, dimana pada lembar sebelah kanan bawah diparaf oleh Dosen Pembimbing (1 dan 2), serta sudah divalidasi oleh PUSDATIN YPUP.

(50)

f. Naskah Publikasi Ilmiah

Naskah publikasi ilmiah merupakan hasil ringkasan dari skripsi dalam bentuk karya ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal ilmiah di lingkup STIE YPUP, dengan memuat 3 (tiga) penulis, yaitu: nama mahasiswa (penulis 1), dosen pembimbing 1 (penulis 2), dan dosen pembimbing 2 (penulis 3). Penulisan naskah publikasi akan diatur lebih lanjut secara terpisah dalam bentuk Pedoman Penulisan Naskah Publikasi Mahasiswa STIE YPUP.

g. Surat Keputusan (SK) dan Surat Undangan Ujian Skripsi

Pada bagian lampiran ini memuat: 1) Surat Keputusan (SK) Panitia Ujian Skripsi, dan 2) Surat Undangan Ujian Skripsi.

(51)

BAB IV

FORMAT PENULISAN

Format penulisan skripsi terdiri dari: bahan dan ukuran kertas, pengetikan, penomoran, penggunaan bahasa, pengutipan, serta penulisan sumber referensi.

IV.1. Bahan dan Ukuran Kertas 1. Bahan kertas

Bahan dari kertas putih A4 (21 cm x 29,7 cm), baik untuk sampul maupun naskah skripsi.

2. Ukuran kertas

Ukuran berat kertas adalah 70 gram, baik untuk sampul maupun naskah skripsi.

3. Pencetakan naskah skripsi

Naskah skripsi tidak dicetak pada halaman bolak balik.

IV.2. Pengetikan

1. Naskah skripsi diketik dengan jarak spasi 2 (dua), dengan ukuran before dan after spacing 0 pt.

2. Huruf yang digunakan adalah Arial (dengan ukuran font 12).

(52)

3. Pengetikan seluruh naskah skripsi menggunakan jenis dan ukuran huruf yang sama.

4. Teknik penyajian angka dan satuan

Jika kalimat dimulai dengan angka, maka angka tersebut harus ditulis dengan huruf (contohnya 2 buah, harus ditulis dua buah).

a. Satuan ukuran yang tidak didahului dengan angka, maka harus ditulis utuh (contohnya Beberapa km harus ditulis Beberapa kilometer).

b. Simbol atau singkatan tidak boleh ditulis pada awal kalimat (contohnya β harus ditulis Beta, ATK harus ditulis Alat Tulis Kantor), kecuali penggunaan simbol dalam rumus matematis dengan menggunakan Equation.

c. Tanda persen (%) hanya dapat digunakan, apabila didahului oleh angka (contohnya 10%, bukan dalam kalimat berapa %?).

5. Batas tepi (margins)

Batas tepi pengetikan dihitung dari tepi halaman dan diatur sebagai berikut:

a. Batas tepi atas (top) 4 cm b. Batas tepi bawah (bottom) 3 cm c. Batas tepi kiri (left) 4 cm

d. Batas tepi kanan (right) 3 cm

(53)

6. Judul, judul bab, dan sub-bab

a. Judul skripsi (pada halaman sampul luar) dan judul bab harus diketik dengan huruf besar (kapital) semua, diatur agar simetris (center) dengan jarak 4 cm dari tepi atas (top), tanpa diakhiri titik.

Format penulisan terdapat pada Lampiran 1 dan Lampiran 14.

b. Huruf-huruf pertama judul sub-bab (kecuali kata penghubung dan kata depan), ditulis dengan huruf besar (kapital) diatur agar rata kiri kanan (justify), tanpa diakhiri titik. Format penulisan terdapat pada Lampiran 14.

c. Dalam penulisan skripsi, tidak ada sub-sub bab maupun anak sub-sub bab. Format penulisan pada Lampiran 14.

7. Rincian

Jika pada penulisan naskah ada perincian yang harus disusun kebawah, digunakan nomor urut angka (1, 2, dan seterusnya) atau huruf (a, b, dan seterusnya) sesuai dengan urutan rinciannya.

Penggunaan garis penghubung (-) atau bullet () yang diletakkan di depan rincian tidak dibenarkan. Format penulisan terdapat pada Lampiran 14.

8. Gambar, tabel, persamaan atau rumus, ditulis simetris (center) terhadap tepi kiri dan kanan. Format penulisan pada Lampiran 14.

(54)

9. Pengetikan isi naskah

Halaman naskah skripsi harus diisi penuh (dalam 1 halaman utuh), artinya isi teks diketik dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan.

Alinea pertama dimulai dengan fist line indent ukuran 1 dari tepi kiri.

Format penulisan terdapat pada Lampiran 14.

IV.3. Penomoran 1. Penomoran Halaman

a. Penomoran halaman pada bagian awal skripsi (mulai dari halaman sampul sampai daftar isi) dengan angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv dan seterusnya), ditulis pada bagian bawah tengah (center). Huruf yang digunakan untuk penomoran halaman adalah Arial, ukuran font 12, dan spasi 1 (before dan after spacing 0 pt).

b. Penomoran halaman pada bagian utama (BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV dan BAB V), serta bagian akhir (Daftar Pustaka dan Lampiran) menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4 dan seterusnya).

Huruf yang digunakan untuk penomoran halaman adalah Arial, ukuran font 12, dan spasi 1 (before dan after spacing 0 pt).

c. Penomoran halaman pada awal BAB menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4 dan seterusnya) ditempatkan pada tengah bawah/center (bottom of pageplain number 2).

(55)

d. Penomoran halaman setelah awal BAB dan bagian akhir (Daftar Pustaka dan Lampiran) menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4 dan seterusnya) ditempatkan pada sebelah kanan atas (top of page – plain number 3).

2. Penomoran tabel dan gambar

a. Tabel (contoh pada Lampiran 14)

i. Penomoran pada tabel menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4 dan seterusnya).

ii. Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan ditengah (center) diatas tabel tanpa diakhiri dengan titik. Semua kata dalam judul tabel dimulai dengan huruf besar, kecuali kata penghubung dan kata depan.

iii. Apabila tabel berada di BAB I, maka penomorannya dimulai dari Tabel 1.1. Judul, Tabel 1.2. Judul, dan seterusnya. Juga, berlaku pada BAB II, yang dimulai dari Tabel 2.1. Judul, Tabel 2.2. Judul, dan seterusnya. Termasuk juga pada BAB III, yang dimulai dari Tabel 3.1. Judul, Tabel 3.2. Judul, dan seterusnya.

iv. Tabel tidak boleh terpotong pada halaman berikutnya (kecuali jika memang panjang, sehingga tidak mungkin diketik dalam satu halaman).

v. Lanjutan tabel dicantumkan tanpa judul, namun pengulangan baris atas pada masing-masing tabel (repeat as header row at the top of each page).

(56)

vi. Kolom-kolom diberi nama dan diberikan batas jelas agar pemisahan antara kolom satu dengan kolom yang lain cukup tegas.

vii. Tabel yang lebih dari dua halaman atau yang harus dilipat, ditempatkan pada Lampiran.

viii. Letak/posisi tabel berada tepat di tengah (center) halaman.

ix. Jika pada Lampiran terdapat tabel, maka penomoran tabel dimulai dari angka 1, dengan tambahan kata Tabel 1. Judul, Tabel 2. Judul dan seterusnya. Format penulisan terdapat pada Lampiran 16.

b. Gambar (contoh pada Lampiran 14)

i. Gambar, grafik, peta, dan foto semuanya disebut gambar (tidak dibedakan).

ii. Penomoran informasi pada gambar menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4 dan seterusnya).

iii. Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan ditengah (center) diatas gambar tanpa diakhiri dengan titik. Semua kata dalam judul gambar dimulai dengan huruf besar, kecuali kata penghubung dan kata depan.

iv. Apabila gambar berada di BAB I, maka penomorannya dimulai dari Gambar 1.1. Judul, Gambar 1.2. Judul, dan seterusnya.

Juga, berlaku pada BAB II, yang dimulai dari Gambar 2.1.

(57)

Judul, Gambar 2.2. Judul, dan seterusnya. Termasuk juga pada BAB III, yang dimulai dari Gambar 3.1. Judul, Gambar 3.2. Judul, dan seterusnya.

v. Gambar tidak boleh terpotong pada halaman berikutnya.

vi. Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan supaya sewajarnya (tidak terlalu kecil atau terlalu besar).

vii. Letak/posisi gambar berada tepat di tengah (center) halaman.

viii. Jika didalam Lampiran terdapat gambar, maka penomoran gambar dimulai dari angka 1, dengan tambahan kata Gambar 1.

Judul, Gambar 2. Judul, dan seterusnya.

IV.4. Penggunaan Bahasa 1. Bahasa Indonesia

Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang benar dan baik dengan menggunakan ketentuan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Diharapkan tidak menggunakan kata “diatas” (misalnya:

berdasarkan tabel diatas, ditulis menjadi berdasarkan tabel 2.1. Tren Kinerja Karyawan).

(58)

2. Bahasa asing

a. Penggunaan bahasa asing dimungkinkan, jika sifat dan tujuan penelitian memerlukan hal tersebut (misalnya penulisan konsep/teori sesuai dengan bahasa asli penulisnya yang menggunakan bahasa asing, juga dicantumkan sumber penulisnya dan tahunnya).

b. Istilah dari bahasa asing yang belum ada padanan kata Indonesia, dicetak miring (italic).

3. Bentuk kalimat pasif

Berkaitan dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, berikut beberapa kesalahan penggunaan kalimat pasif yang sering dilakukan mahasiswa:

a. Penulisan awalan ke- atau di- yang biasanya disamakan dengan penulisan kata depan ke- atau di-.

b. Kata depan, misalnya pada, sering dipakai tidak pada tempatnya dengan meletakkannya di depan subjek, sehingga dapat merusak susunan kalimat.

c. Tanda baca (seperti tanda kutip “...“) digunakan tidak pada tempatnya.

(59)

IV.5. Pengutipan/Sitasi 1. Pengutipan langsung

a. Pengutipan langsung dengan cara mengutip atau menirukan kalimat atau ungkapan seseorang sesuai dengan kalimat aslinya.

b. Pengutipan langsung pada kalimat, kurang dari empat baris

Pengutipan langsung pada kalimat kurang dari empat baris, maka ditulis dalam satu kalimat, yang diawali atau diakhiri dengan penyebutan sumber aslinya serta tahun terbitnya.

Contoh:

i. Menurut Yulianto (2016), statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

ii. Statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan (Yulianto, 2016).

c. Pengutipan langsung pada kalimat, empat atau lebih dari empat baris

Pengutipan langsung pada kalimat empat baris atau lebih dari empat baris, maka ditulis dalam satu kalimat tersendiri dengan spasi tunggal yang masuk kedalam, serta diakhiri dengan penyebutan sumber aslinya dan tahun terbitnya.

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa dapat mengikuti seminar hasil dan ujian skripsi setelah mendapatkan izin dari Dosen Pembimbing dan mendaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memperhatikan

Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus diberikan batas waktu perbaikan skripsi maksimal 3 (tiga) bulan dan pelaksanaan ulang ujian akhir berlaku ketentuan administrasi seperti

Bahwa dalam rangka penulisan artikel hasil skripsi yang sesuai dengan ketentuan dan kebijakan di STKIP PGRI Ponorogo, perlu adanya pedoman penulisan sebagai acuan untuk mahasiswa

Pertama adalah untuk memberikan pedoman penulisan kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, khususnya bagi yang sedang menulis tugas akhir,

Deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan menurut hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif, seperti distribusi frekuensi

Instrumen penilaian yang digunakan berbeda-beda sesuai hakikat setiap aspek yang dinilai, seperti seperangkat lembar observasi yang dapat digunakan dalam menilai

Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus diberikan batas waktu perbaikan skripsi maksimal 3 (tiga) bulan dan pelaksanaan ulang ujian akhir berlaku ketentuan

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI Nama Mahasiswa : THOMAS STEFANUS EVAN Nomor Induk Mahasiswa : 2016021066 Program Studi : Manajemen Judul Skripsi : PENGARUH GIRO WAJIB MINIMUM GWM DAN