• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengambilan Keputusan Rev

N/A
N/A
Cucu Sudrajat

Academic year: 2024

Membagikan " Pengambilan Keputusan Rev"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Hak Cipta © pada:

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Edisi Tahun 2024

Modul Pengambilan Keputusan

Pada Pelatihan Teknis Pengembangan Diri Pegawai

Penanggung Jawab:

Dr. Ir. Mustangimah, M.Si.

Ketua:

Dewi Andayani, S.E., Ak. M.A.B.

Penyusun:

1. Sunarto, S.Sos, M.Si.

2. Suhanda, S.Pd., MAP.

3. Yulia Prihartini, S.Kep., M.Kep.

Reviewer:

1. Dr. Ir. Sahirman, M.P.

2. Jarni, S.Pd., M.Pd.

Editor:

Jarni, S.Pd., M.Pd.

Tata Letak:

Sindhu Hanggara Putra, S.TP. M.Si.

Depok – Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek – 2024 35 + v hlm: 21 x 29,7 cm

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan adanya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dituntut memiliki kualifikasi, kompetensi dan kinerja serta disiplin agar dapat melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada publik secara baik dan optimal. Hal ini sesuai dengan Indek Kualitas Profesional ASN dengan ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuaian kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan, dan pengembangan kompetensi ASN yang menjadi kewajiban. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, terdapat tiga jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap PNS yaitu kompetensi menejerial, kompetensi sosial kultural dan kompetensi teknis.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 tahun 2021 tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek mempunyai tugas antara lain melaksanakan program pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan kebudayaan melalui penyelenggaraan pelatihan.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 34 tahun 2023 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai ASN Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bahwa untuk mewujudkan pegawai ASN yang profesional, berkinerja, dan berintegritas tinggi, serta mewujudkan sistem merit maka diatur sistem pengembangan kompetensi pegawai ASN yang terintegrasi.

Berdasarkan hasil asesmen pegawai di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2022/2023 dan sesuai rekomendasi Biro SDM Kemendikbudristek, serta bertitik tolak dari Peraturan Perundang-undangan dan hal-hal tersebut di atas, maka Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek, pada tahun 2024 akan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Teknis Pengembangan Diri Pegawai dengan sasaran untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam sektor pelayanan publik di lingkungan Kemendikbudristek, yaitu pegawai ASN di lingkungan Kemendikbudriatek.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Pelatihan Teknis Pengembangan Diri Pegawai memuat substansi mata pelatihan : (1) Kerjasama; Menumbuhkan tim kerja yang partisipatif dan efektif, membangun tim kerja untuk peningkatan kinerja organisasi secara efektif, dan mengembangkan sikap saling menghargai, menekankan persamaan dan Persatuan); (2) Pengambilan Keputusan: Identifikasi Masalah, Skala Prioritas, dan Strategi Pengambilan Keputusan; (3) Pelayanan Publik: Integritas dalam Pelayanan Publik, Identifikasi Kebutuhan dan Pemanfaatan Sistem Pelayanan Publik, Pengaruh dan Dampak Anggota Organisasi dalam Implementasi Pelayanan Publik, dan Strategi Perbaikan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Unit Kerja Mengelola Perubahan; (4) Komunikasi Pelayanan Publik:

Konsep Dasar Komunikasi Pelayanan Publik, Gaya Komunikasi Pada Pelayanan Publik, Membuat dan Menyampaikan presentasi, dan Membuat Laporan, Profesional Image,

(4)

Komunikasi Asertif, Komunikasi Publik; (5) Core Values ASN BerAKHLAK; (6) Rencana Tindak Lanjut: Implementasi Pelatihan di Unit Kerja Masing-masing.

Dengan materi-materi tersebut, pegawai dapat mengenali potensi diri, pengembangan potensi diri, membangun rasa percaya diri, membangun kerja sama tim dan personal mastery, aktif bekerjasama untuk menyelesaikan tugas tim, membuat keputusan operasional berdasarkan kesimpulan dari berbagai sumber informasi sesuai dengan pedoman yang ada, mengembangkan kemampuan diri untuk menghadapi perubahan, cepat dan tanggap dalam menerima perubahan sehingga pegawai memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada publik secara baik dan professional.

Akhirnya, kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya demi terlaksananya Pelatihan Teknis Pengembangan Diri Pegawai ini kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Depok, Februari 2024

Pusdiklat Pegawai Kemendikbudristek Kepala,

Ttd

Dr. Ir. Mustangimah, M.Si.

NIP. 196405241992032001

(5)

DAFTAR I SI

HALAMAN SAMPUL ... i

LEMBAR HAKI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Deskripsi Materi ... 3

C. Hasil Belajar ... 3

D. Indikator Hasil Belajar ... 3

E. Materi dan Submateri ... 3

F. Petunjuk Belajar ... 4

BAB II KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ... 5

A. Pengertian Pengambilan Keputusan ... 5

B. Jenis Pengambilan Keputusan ... 7

1. Keputusan Rutin ... 7

2. Keputusan Taktis ... 9

3. Keputusan Strategis ... 10

C. Teknik Pengambilan Keputusan ... 12

D. Management Tools Pengambilan Keputusan ... 15

E. Hambatan dalam Pengambilan Keputusan ... 16

F. Rangkuman... 17

F. Latihan/ Tugas ... 18

G. Evaluasi ... 18

BAB III ETIKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ... 20

A. Pengertian Etika Pengambilan Keputusan ... 20

B. Studi Kasus Etika pengambilan keputusan ... 22

C. Rangkuman... 24

D. Latihan/Tugas ... 24

E. Evaluasi ... 24

BAB IV PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN ... 25

A. Proses Pengambilan Keputusan ... 25

B. Praktik Penerapan ... 30

C. Rangkuman... 32

D. Latihan ... 33

E. Evaluasi ... 33

BAB V PENUTUP ... 44

DAFTAR PUSTAKA ... 45

(6)
(7)

BAB

1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi merupakan salah satu kementerian di Indonesia yang memiliki jumlah sumber daya manusia banyak, dengan berbagai jabatan. Dari SDM tersebut, jumlah tersebut adalah kelompok staf/pegawai.

Diantara sejumlah pegawai, ada yang langsung berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal termasuk masyarakat dan pegawai yang bekerja serta berinteraksi dengan pemangku kepentingan internal. Tidak jarang, persoalan- persoalan baru ditemukan oleh pegawai yang memerlukan keputusan yang cepat. Keputusan yang diharapkan berdampak positif bagi semua pihak, dan berlandaskan pada data dan fakta.

Disisi lain, salah satu indikator kesuksesan organisasi tidak terlepas dari peranan sumber daya manusia yang berkontibusi didalam pencapaian kinerja yang dilakukan secara komprehensif. Terkait dengan kinerja sumber daya manusia (SDM) dipengaruhi oleh dua katagori faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal SDM (Kaushal dan Kwantes 2006).

Faktor internal SDM merupakan suatu keadaan atau kondisi yang ada dalam diri individu pegawai dan dapat mempengaruhi secara langsung pada kinerja. Faktor internal tersebut bisa meliputi pengetahuan, semangat, sikap, kepuasan, kedisiplinan, stress, komitmen dan masih banyak lainnya. Begitu pula dengan faktor eksternal di mana suatu kondisi atau keadaan disekitar kita yang secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh pada kinerja. Faktor eksternal tersebut meliputi lingkungan kerja, kebijakan

(8)

pemerintah atau lembaga, adanya persaingan, sistem manajemen lembaga, budaya dan peran pemimpin serta faktor lainnya.

Berdasarkan hasil asesmen pegawai ASN di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada beberapa tahun terakhir, untuk jabatan fungsional umum atau pelaksana dan jabatan fungsional tertentu pada level ahli pertama sesuai dengan aspek kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosial kultural tergambarkan area kekuatan, area pengembangan dan saran pengembangannya.

Hasil asesmen tersebut menggambarkan bahwa aspek integritas dan aspek perekat pemersatu bangsa memiliki hasil pada area kekuatan. Namun dari hasil asesmen tersebut juga

tergambarkan bahwa area

pengembangan dan saran pengembangan meliputi aspek kerjasama, aspek pengambilan keputusan, dan aspek

pelayanan publik memerlukan peningkatan atau pengembangan diri.

Hasil asesmen peserta asesmen sebanyak 2992 peserta berdasarkan katagori perkompetensi di lingkungan Kemendikbudristek menunjukkan bahwa untuk kompetensi pengambilan keputusan terdapat 30,9 % termasuk katagori kurang optimal, 68,5%

termasuk cukup optimal dan hanya 0,6% yang yang menunjukkan optimal ( Biro SDM, 2023).

Melalui Pengembangan diri pegawai khususnya dalam kompetensi mengambil keputusan diharapkan akan membawa perubahan positif bagi unit kerjanya masing- masing. Oleh karenanya diperlukan Pelatihan Pengembangan Diri Pegawai yang dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membekali para pegawai dengan kemampuan melakukan pengambilan keputusan yang tepat, cepat dan benar tapi tetap mengacu pada data dan fakta. Seorang ASN dalam pengambilan keputusan harus mampu menganalisis secara mendalam informasi yang tersedia, mempertimbangkan alternatif yang ada dan mampu membuat keputusan yang

(9)

B. Deskripsi Materi

Modul ini membekali peserta pelatihan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan kemampuan pengambilan keputusan secara individu atau tim dalam organisasi dengan menetapkan sasaran, menentukan persoalan, mengembangkan alternatif, mengevaluasi alternatif dan memilih satu alternatif dan melaksanakan keputusan operasional berdasarkan kesimpulan dari berbagai sumber informasi sesuai dengan pedoman yang ada. Cakupan materi pelatihan meliputi identifikasi masalah, menentukan skala prioritas, pengambilan keputusan yang operasional yang disampaikan melalui ceramah interaktif dan praktik proses pengambilan keputusan dengan strategi dan pendekatan yang sesuai.

C. Hasil Belajar

Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta diharapkan mampu membuat keputusan operasional dalam mengelola diri dan tim berdasarkan kesimpulan dari berbagai sumber informasi sesuai dengan pedoman yang ada dalam organisasi melalui pembelajaran mengidentifikasi masalah, menentukan skala prioritas, dan pengambilan keputusan sesuai konsep dan teori, dan mempraktikan strategi dan pendekatan dalam penyelesaiannya, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik di dalam organisasi.

D. Indikator Hasil Belajar

Setelah mengikuti pembelajaran mata pelatihan ini, peserta mampu 1. Menjelaskan Konsep Pengambilan Keputusan:

2. Menganalisis Penerapan etika pengambilan keputusan 3. Mempraktikan proses pengambilan keputusan

E. Materi dan Submateri

Materi dan submateri pengambilan keputusan meliputi:

1. Konsep Pengambilan Keputusan

a. Pengertian Pengambilan Keputusan b. Jenis-Jenis Pengambilan Keputusan c. Teknik Pengambilan Keputusan

2. Analisis Penerapan Etika dalam Pengambilan Keputusan a. Etika Pegambilan Keputusan

b. Latihan Analisis Kasus 3. Praktik Pengambilan Keputusan

a. Proses Pengambilan Keputusan

(10)

b. Praktik Pengambilan Keputusan

F. Petunjuk Belajar

Untuk mendapatkan hasil pembelajaran, peserta perlu mengikuti beberapa petunjuk, anata lain:

1. Bacalah modul ini tahap demi tahap. Mulailah dengan kegiatan belajar 1 (satu) dan seterusnya. Sebelum Anda benar-benar paham tentang materi pada tahap awal, jangan membaca materi pada halaman berikutnya. Lakukan pengulangan pada halaman tersebut sampai Anda benar-benar memahami.

2. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami materi pada halaman atau sub bahasan tertentu, diskusikan dengan teman Anda atau fasiitator yang sekiranya dapat membantu untuk memahami materi modul tersebut.

3. Setelah selesai memahami materi pada setiap kegiatan belajar sebaiknya Anda mengerjakan latihan soal-soal yang sudah disediakan.

4. Jika Anda masih belum bisa menjawab, lakukan pengulangan untuk hingga Anda benar-benar bisa mengerjakan latihan.

(11)

BAB

2

KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran materi ini, peserta mampu Menjelaskan Konsep Pengambilan Keputusan

Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain).

dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!” (Q.S. 94 : 7-8)

A. Pengertian Pengambilan Keputusan

Setiap orang akan selalu menemui masalah dalam kehidupannya, tak peduli apapun jabatannya. Jika terkait jabatan di organisasi, tingkatan dan kompleksitas masalah yang dihadapi biasanya sesuai dengan level jabatannya. Masalah tersebut muncul untuk dihadapi dan diselesaikan, tak jarang harus diselesaikan dengan keputusan-keputusan yang harus diambil cepat. Ada konsekuensi yang timbul sebagai akibat dari setiap keputusan yang diambil. Oleh karenanya perlu pertimbangan-pertimbangan yang tepat dan benar, agar keputusan berdampak positif bagi organisasi dan utamanya bagi orang- orang di dalamnya.

Sebelum membahas tentang pengertian pengambilan keputusan, silahkan cermati video berikut, kemudian tuliskan pendapat suadara tentang video tersebut di tautan ini.

(12)

Sumber video: Menyelesaikan Masalah dan Membuat Keputusan

Tulis jawaban di sini

Aktivitas yang bisa dilakukan di kelas.

Fasilitator membahas dan mendiskusikan jawaban para peserta, kemudian membantu para peserta menyimpulkan jawaban.

Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai langkah untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, seperti identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pemilihan kriteria, pengembangan alternatif, evaluasi, dan implementasi keputusan. Namun seringkali karena ada Keterbatasan waktu dan dalam situasi atau kegiatan tertentu maka tidak semua langkah itu bisa diimplementasikan ketika kita harus mengambil keputusan.

(13)

Keputusan juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, serta dapat dilakukan dalam berbagai kondisi, seperti kondisi pasti, kondisi kreatif, dan kondisi risiko.

Faktor pengalaman, pengetahuan, emosi merupakan beberapa faktor internal dalam kehidupan manusia yang mempengaruhi keputusan yang harus diambil. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan seperti hubungan personal orang terkait dengan keputusan tersebut data atau fakta yang terjadi.

Dalam konteks organisasi, keputusan juga dapat diartikan sebagai kegiatan memilih suatu strategi atau tindakan dalam pemecahan masalah untuk mencapai target atau aksi tertentu yang harus dilakukan. Pengambilan keputusan dalam organisasi dapat dilakukan oleh para pimpinan di semua level dan juga oleh pegawai sesuai tugas dan tanggungjawab jabatannya.

B. Jenis Pengambilan Keputusan

Jenis keputusan dalam konteks manajemen organisasi terdiri dari keputusan rutin, taktis, dan strategis, masing-masing memiliki dampak yang berbeda terhadap organisasi.

Berikut adalah uraian singkat tentang masing-masing jenis keputusan dan dampaknya:

(14)

1. Keputusan Rutin

Keputusan rutin adalah keputusan yang diambil dalam konteks tugas-tugas harian yang berulang, dan biasanya tidak memerlukan pemikiran yang mendalam atau analisis yang rumit. Contoh keputusan rutin adalah memeriksa email setiap pagi, mengecek persediaan barang, atau mengevaluasi laporan keuangan bulanan.

Meskipun keputusan rutin terlihat sederhana, tetapi keputusan ini tetap penting untuk memastikan kelancaran operasional organisasi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keputusan rutin dapat memengaruhi efisiensi operasional dan kinerja rutin organisasi.

Contoh lain beberapa keputusan rutin yang harus diambil dalam menjalankan tugas sehari-hari. Bagi pegawai di organisasi publik (kementerian/lembaga atau di lingkungan pemerintah daerah), contoh keputusan rutin yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

a. Menentukan prioritas tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu berdasarkan batas waktu (deadline) dan urgensi. Seorang pegawai sebaiknya memiliki daftar pekerjaan harian yang jelas dengan menentukan prioritas. Mengecek surat di SINDE, mengecek tugas hari sebelumnya yang belum selesai, melanjutkan pengisian (entry) data, mengisi SKP, atas jenis pekerjaan rutin lainnya.

b. Menentukan metode atau cara yang tepat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

c. Menentukan waktu yang tepat untuk melaporkan kemajuan tugas kepada atasan.

d. Menentukan cara yang tepat dalam berkomunikasi dengan rekan kerja dan atasan.

e. Menentukan tindakan yang tepat dalam menghadapi masalah atau kendala yang muncul dalam menjalankan tugas.

Keputusan-keputusan tersebut merupakan keputusan rutin yang harus diambil oleh para pegawai untuk menjalankan tugas sehari-hari dengan efektif dan efisien. Sadarilah bahwa setiap hari di tempat tugas, akan selalu ada pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Menunda penyelesaian pekerjaan dapat mengakibatkan penumpukan beban yang harus diselesaikan, dan itu pasti berimbas pada kinerja pegawai dan organisasi. Silahkan cermati video berikut.

(15)

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=IUmea0bYyyY

Sekarang cobalah mengidentifikasi dan tuliskan beberapa kegiatan rutin yang harus anda putuskan harus selesai dengan cepat di tempat tugas anda.

kegfiatan rutin yang harus saya selesaikan dengan cepat adalah:

Aktivitas yang bisa dilakukan di kelas

Fasilitator meminta peserta untuk saling mengomentari keputusan rutin yang pernah dilakukan para peserta

2. Keputusan Taktis

Pengambilan keputusan taktis adalah pemilihan dari berbagai alternatif dengan hasil langsung atau terbatas yang dapat terlihat. Keputusan taktis sering berupa tindakan berskala kecil yang bermanfaat untuk tujuan jangka panjang.

Keputusan taktis diambil untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu dalam jangka menengah. Keputusan taktis memengaruhi pencapaian tujuan jangka menengah dan alokasi sumber daya organisasi.

(16)

Beberapa keputusan taktis yang harus diambil dalam menjalankan tugas sehari-hari antara lain:

a. Menentukan cara yang tepat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia.

b. Menentukan cara yang tepat dalam berkomunikasi dengan rekan kerja dan atasan untuk memastikan tugas dapat diselesaikan dengan baik.

c. Menentukan tindakan yang tepat dalam menghadapi masalah atau kendala yang muncul dalam menjalankan tugas dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap tujuan organisasi.

d. Menentukan cara yang tepat dalam mengelola waktu dan sumber daya untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

e. Menentukan cara yang tepat dalam melaporkan kemajuan tugas kepada atasan.

Keputusan-keputusan tersebut merupakan keputusan taktis yang harus diambil pegawai di organisasi publik untuk menjalankan tugas sehari-hari dengan efektif dan efisien.

Sekarang cobalah mengidentifikasi beberapa keputusan taktis yang pernah anda lakukan selama menjalankan tugas.

Pengambilan keputusan taktis yang pernah saya lakukan adalah:

Aktivitas yang bisa dilakukan di kelas

Fasilitator meminta peserta untuk saling mengomentari keputusan taktis yang pernah dilakukan para peserta

3. Keputusan Strategis

Keputusan strategis adalah keputusan yang berkaitan dengan seluruh lingkungan di mana perusahaan beroperasi, seluruh sumber daya dan orang-orang

(17)

b. Berurusan dengan seluruh sumber daya dan orang-orang: Keputusan strategis memiliki proposisi sumber daya utama untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan.

c. Bersifat kompleks: Keputusan strategis berada di tingkat paling atas, tidak pasti karena berhubungan dengan masa depan, dan melibatkan banyak risiko.

d. Berbeda dengan keputusan administratif dan operasional: Keputusan strategis adalah keputusan jangka panjang, sedangkan keputusan administratif adalah keputusan rutin yang membantu atau lebih tepatnya memfasilitasi, dan keputusan operasional adalah keputusan teknis yang membantu pelaksanaan keputusan strategis.

Manajemen strategis adalah proses merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan strategis. Proses manajemen strategis melibatkan beberapa tahapan, seperti:

a. Penentuan Arah dan Tujuan: Fungsi utama manajemen strategis adalah menentukan arah dan tujuan jangka panjang perusahaan, yang melibatkan pengembangan visi dan misi yang jelas, serta penetapan target dan sasaran strategis.

b. Analisis dan Pengambilan Keputusan: Manajemen strategis melibatkan analisis menyeluruh terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan, yang termasuk melakukan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) untuk membantu dalam pengambilan keputusan strategis.

c. Alokasi Sumber Daya: Manajemen strategis bertujuan untuk mengarahkan semua sumber daya perusahaan agar selaras dan efektif.

d. Memberikan Arah dalam Mencapai Tujuan: Manajemen strategis bertujuan untuk mengarahkan semua sumber daya perusahaan agar selaras dan efektif.

e. Menjaga Kepentingan Berbagai Pihak: Strategi yang disusun mempertemukan kebutuhan berbagai pihak terkait, seperti pegawai, pemegang saham, dan masyarakat, untuk memastikan kesuksesan kebijakan yang dibuat.

f. Mengantisipasi Perubahan: Melalui manajemen strategis, perusahaan melalui serangkaian aktivitas, mulai dari analisis situasi internal dan eksternal perusahaan, formulasi strategi, implementasi strategi, hingga evaluasi dan kontrol strategi yang telah dijalankan.

Penerapan manajemen strategis tidak hanya berlaku untuk organisasi besar saja, tetapi juga untuk organisasi kecil dan menengah. Keputusan strategis berdampak pada posisi, pertumbuhan, dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.

Setiap jenis keputusan memiliki peran dan dampaknya masing-masing terhadap kinerja dan arah organisasi. Penting bagi manajer dan staf untuk memahami

(18)

perbedaan dan implikasi dari setiap jenis keputusan dalam konteks pengambilan keputusan organisasi.

Keputusan strategis umumnya dibuat oleh manajemen puncak atau top-level management dalam organisasi publik. Namun, pegawai level bawah juga dapat memberikan masukan atau saran dalam pengambilan keputusan strategis dengan memberikan informasi yang relevan dan akurat terkait tugas dan tanggung jawab mereka. Meskipun demikian, keputusan strategis tetap menjadi tanggung jawab manajemen puncak dalam organisasi publik. Sebagai pegawai level bawah, keputusan yang diambil lebih cenderung bersifat taktis dan operasional dalam menjalankan tugas sehari-hari.

C. Teknik Pengambilan Keputusan

Teknik pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif yang ada. Berikut adalah beberapa teknik pengambilan keputusan yang umum digunakan:

1. Teknik Pengambilan Keputusan Partisipatif: Teknik ini mencakup keterlibatan individu maupun kelompok dalam pengambilan keputusan. Ini dapat membantu meningkatkan mutu keputusan, mempermudah penerimaan keputusan, membangkitkan kekuatan moral, meneguhkan komitmen, dan membantu mencapai tujuan yang diinginkan. Contoh pengambilan keputusan partisipatif:

a. Dalam konteks pendidikan, seorang kepala sekolah dapat menerapkan teknik ini dengan melibatkan wakil, guru, siswa, pegawai, dan orang tua siswa dalam pengambilan keputusan terkait manajemen sekolah.

b. Pengambilan keputusan partisipatif juga dapat diterapkan dalam konteks pembangunan lokal, di mana masyarakat secara aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan perkembangan lokal.

2. Teknik Pengambilan Keputusan Analitik: Teknik ini menggunakan data dan informasi yang terstruktur untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif. Ini dapat melibatkan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) dan pembuatan model pengambilan keputusan. Contoh penerapan teknik penbgambilan keputusan analitik:

(19)

b. Dalam konteks bisnis, seorang manajer pemasaran dapat menerapkan teknik ini dengan melakukan analisis mendalam terhadap data pasar sebelum membuat keputusan strategis terkait produk atau kampanye pemasaran.

c. Di bidang pendidikan, seorang kepala sekolah dapat menggunakan pendekatan analitik dalam mengambil keputusan terkait program pembelajaran dengan melakukan evaluasi terhadap data hasil belajar siswa dan tren pendidikan.

3. Teknik Pengambilan Keputusan Intuisi: Teknik ini menggunakan kemampuan intuisi atau kemampuan yang tidak dapat diukur untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif. Ini dapat melibatkan pengambilan keputusan yang berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan. Contoh penerapan teknik pengambilan keputusan intuisi adalah:

a. Seorang pengusaha yang menggunakan intuisi untuk memilih strategi pemasaran tanpa mengandalkan data analitik secara eksplisit. Mereka mungkin mengandalkan "firasat" atau "kepercayaan" pribadi dalam mengambil keputusan.

b. Dalam situasi darurat di lapangan, seorang pemimpin mungkin perlu mengandalkan intuisi untuk membuat keputusan cepat tanpa memiliki akses pada data analitik yang memadai.

4. Teknik Pengambilan Keputusan Rational: Teknik ini menggunakan data dan informasi yang terstruktur untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif. Ini dapat melibatkan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) dan pembuatan model pengambilan keputusan.

Contoh penerapan pengambilan keputusan rasional menggunakan analisis SWOT adalah sebagai berikut.

a. Kekuatan (Strengths):

Keterampilan khusus atau keahlian teknis yang dimiliki.

Kemampuan bekerja sama dalam tim.

Pemahaman yang baik terkait dengan tugas dan tanggung jawab mereka.

b. Kelemahan (Weaknesses):

Keterbatasan dalam keterampilan tertentu.

Kurangnya pengalaman dalam beberapa area.

Tergantung pada orang lain untuk menyelesaikan tugas tertentu.

c. Peluang (Opportunities):

Pelatihan atau pengembangan keterampilan tambahan.

Keterlibatan dalam proyek-proyek khusus.

Kesempatan untuk meningkatkan tanggung jawab.

d. Ancaman (Threats):

(20)

Perubahan dalam struktur organisasi.

Persaingan yang meningkat di tempat kerja.

Perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi pekerjaan mereka.

Penetapan Strategi TOWS:

S1 (Strengths-Opportunities): Memanfaatkan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan yang sudah dimiliki.

S2 (Strengths-Threats): Mengurangi ketergantungan pada orang lain dengan meningkatkan pengalaman melalui tanggung jawab tambahan.

W1 (Weaknesses-Opportunities): Mengambil peluang untuk terlibat dalam proyek khusus guna mengatasi keterbatasan pengalaman.

W2 (Weaknesses-Threats): Mencari bantuan atau pelatihan untuk mengatasi ketergantungan pada orang lain.

Dengan penetapan strategi TOWS, keputusan dapat diambil dengan mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan menghadapi ancaman secara lebih terstruktur dan sistematis.

5. Teknik Pengambilan Keputusan Kreatif: Teknik ini mencakup kemampuan mengatur dan membangun ide baru untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif. Ini dapat melibatkan pengembangan ide baru dan pembuatan solusi yang unik. Contoh penerapan teknik pengambilan keputusan kreatif:

a. Brainstorming: sebagai pegawai, anda dapat menggunakan teknik brainstorming untuk menghasilkan ide-ide baru terkait dengan tugas atau masalah yang dihadapi. Dalam teknik ini, anda dapat mengeluarkan ide-ide secara bebas tanpa takut dikritik atau dinilai. Dengan cara ini, mungkin saja ada terobosan yang bersifat out of the box dalam menyelesaikan permasalahan atau pekerjaan.

b. Mind Mapping: pegawai level bawah dapat menggunakan teknik mind mapping untuk mengorganisir ide-ide yang dihasilkan dari brainstorming. Dalam teknik ini, pegawai dapat menghubungkan ide-ide yang terkait dan menghasilkan gambaran yang lebih jelas tentang solusi yang mungkin

c. Analisis SWOT Kreatif: pegawai level bawah dapat menggunakan teknik analisis SWOT dengan pendekatan kreatif untuk menghasilkan ide-ide baru terkait dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Dalam

(21)

dapat mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda atau mengubah paradigma dalam memecahkan masalah

6. Teknik Pengambilan Keputusan Konsensus: Teknik ini mencakup keterlibatan individu maupun kelompok dalam pengambilan keputusan. Ini dapat membantu mencapai konsensus yang diinginkan dan membantu mencapai tujuan yang diinginkan. Comtoh penerapan pengambilan keputusan konsensus adalah dalam rapat kelompok atau tim, di mana setiap anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan ide mereka, kemudian dilakukan diskusi dan negosiasi hingga tercapai kesepakatan bersama.

Pilihan teknik pengambilan keputusan yang tepat untuk digunakan tergantung pada situasi dan kebutuhan yang ada. Seorang pembuat keputusan harus memahami keunggulan dan kelemahan setiap teknik ini untuk memilih yang terbaik untuk situasi yang ada.

Untuk memperkuat pemahaman anda, silahkan cermati video berikut:

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=ejVllFOGKWE

D. Management Tools pengambilan keputusan

Pada bagian ini diperkenalkan beberapa peralatan (management tools) yang dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan. Diantaranya adalah analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, paluang dan ancaman), ada juga analisis USG (urgency, seriousness, dan growth) atau kemendesakan, serius, dan pertumbuhan, dan juga banyak tools lain. Namun pada modul ini, penggunaan management tools tidak dibahas.

(22)

E. Hambatan dalam Pengambilan Keputusan

Beberapa hambatan yang dialami pegawai dalam pengambilan keputusan meliputi:

1. Kurangnya Informasi: para pegawai mungkin menghadapi hambatan dalam pengambilan keputusan akibat kurangnya informasi yang relevan dan akurat. Adanya keterbatasan akses untuk mendapatkan data memang sering menjadi penghalang.

Namun tentu ada cara untuk mengatasinya. Komunikasi menjadi kata kunci penting.

Jadi jika anda menemui kesulitan mendapatkan informasi, cobalah berkomunikasi dengan pihak pihak yang mengetahui informasi yang anda perlukan. Pihak tersebut bisa jadi atasan anda, rekan kerja yang satu ruang namun bisa juga pegawai di ruang kerja yang lain.

2. Keraguan: Ketidakpastian dan keraguan dapat menghambat pegawai dalam mengambil keputusan, terutama ketika konsekuensi dari keputusan tersebut tidak jelas. Oleh karena pegawai harus belajar mengambil risiko dengan menghilangkan keraguan dalam dirinya. Pada awalnya memang terasa berat dan kaku, namun semakin anda mempelajari berbagai referensi dan terus melakukannya, akan akan terbiasa. Langkah penting lain terkait hal ini adalah perbanyak belajar dari atasan, rekan kerja senior anda atau dari orang yang berpengalaman terkait hal ini..

3. Konflik kemungkin timbul akibat antara pegawai yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi, seperti antara atasan dan bawahan, juga dapat menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan.

4. Situasi dan Kondisi Tertentu: Faktor eksternal, seperti situasi dan kondisi spesifik, juga dapat memengaruhi pengambilan keputusan pegawai

5. Banjir Informasi: Terlalu banyak informasi dapat menyulitkan pegawai dalam mengambil keputusan, karena hal ini dapat membingungkan dan mengganggu fokus.

Sebagai akhir pembahasan di bab ini, silahkan catat dan simpulkan penyampaian dari Mery Riana dalam video berikut.

(23)

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=j1mi89mC1mo

F. Rangkuman

1. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai langkah untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, seperti identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pemilihan kriteria, pengembangan alternatif, evaluasi, dan implementasi keputusan.

2. Keputusan juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, serta dapat dilakukan dalam berbagai kondisi, seperti kondisi pasti, kondisi kreatif, dan kondisi risiko.

3. Teknis keputusan dalam konteks manajemen organisasi terdiri dari keputusan rutin, taktis, dan strategis, masing-masing memiliki dampak yang berbeda terhadap organisasi. Keputusan rutin adalah keputusan yang diambil dalam konteks tugas- tugas harian yang berulang, dan biasanya tidak memerlukan pemikiran yang mendalam atau analisis yang rumit. Pengambilan keputusan taktis adalah pemilihan dari berbagai alternatif dengan hasil langsung atau terbatas yang dapat terlihat.

Keputusan strategis adalah keputusan yang berkaitan dengan seluruh lingkungan di mana perusahaan beroperasi, seluruh sumber daya dan orang-orang yang membentuk perusahaan, dan antarmuka antara keduanya.

4. Teknik pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk membantu pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif yang ada, yaitu;

Teknik Pengambilan Keputusan Partisipatif, Teknik Pengambilan Keputusan Analitik, Teknik Pengambilan Keputusan Intuisi, Teknik Pengambilan Keputusan Rational, Teknik Pengambilan Keputusan Kreatif, Teknik Pengambilan Keputusan Konsensus.

(24)

G. Latihan/ Tugas

Lakukan observasi terhadap tugas dan fungsi Anda di Instansi Anda, kemudian situasi seperti apa saat Anda berada dalam kondisi harus mengambil keputusan dari masalah di pekerjaan Anda, gali masalahnya, kemudian tentukan jenis keputusan apa yang Anda ambil, dan teknik pengambilan keputusan yang mana yang Anda ambil.

H. Evaluasi

Kerjakan tugas evaluasi di bawah ini dan pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan?

a. Proses menghindari konsekuensi dari pilihan

b. Proses memilih alternatif terbaik dari beberapa opsi yang tersedia

c. Proses mengabaikan fakta-fakta yang relevan

d. Proses menunda pengambilan keputusan

e. Proses menggantungkan keputusan pada keberuntungan

2. Jenis pengambilan keputusan yang melibatkan analisis menyeluruh terhadap semua alternatif yang tersedia disebut:

a. Pengambilan keputusan rasional b. Pengambilan keputusan intuitif c. Pengambilan keputusan terstruktur d. Pengambilan keputusan tidak terstruktur e. Pengambilan keputusan acak

3. Salah satu teknik pengambilan keputusan yang melibatkan pembobotan dan penilaian pada setiap kriteria penting adalah:

a. Analisis SWOT b. Analisis Pareto c. Metode SMART

d. Analisis decision matrix e. Analisis statistik

4. Teknik pengambilan keputusan yang melibatkan pembuatan daftar pro dan kontra dari setiap opsi disebut:

a. Analisis Pareto b. Brainstorming c. Metode Delphi

(25)

b. Pengambilan keputusan intuitif c. Pengambilan keputusan terstruktur d. Pengambilan keputusan tidak terstruktur

e. Pengambilan keputusan berdasarkan opini publik

(26)

BAB

3

ETIKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Indikator keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran materi ini, peserta dapat menganalisis penerapan etika pengambilan keputusan

“Pendidikan setinggi apapun tidak mampu membeli sopan santun dan etika seseorang, bahkan kita lebih nyaman dengan lawan bicara yang memeiliki etika dibandingkan denga orang yag berpendidikan tinggi tapi tidak tahu meletakkan sopan santun - no name

A. Pengertian Etika Pengambilan Keputusan

Etika adalah konsep penilaian sifat kebenaran atau kebaikan dari tindakan sosial berdasarkan kepada tradisi yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam melakukan tindakan atau perilaku. Selain itu, etika juga dapat berarti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

Etika pengambilan keputusan adalah seperangkat nilai dan prinsip moral yang mengatur perilaku manusia dalam pengambilan keputusan baik saat memilih alternatif solusi yang ada atau saat menyelesaikan masalah. Etika diperlukan dalam pengambilan keputusan karena dapat membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak berpihak pada satu pihak saja melainkan berpihak pada kepentingan semua pihak, tidak merugikan pihak lain dan tentunya sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku.

Pengambilan keputusan etis yaitu proses pemilihan alternatif keputusan dari alternatif yang ada dan keputusan yang dihasilkan tidak melanggar norma hukum dan dapat

(27)

tidak hanya legal, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai moral dan keadilan. Berikut adalah beberapa peran utama etika dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab:

1) Keseimbangan Antara Kepentingan Individu dan Kepentingan Umum

Etika membantu dalam menemukan keseimbangan antara kepentingan individu atau kelompok kepentingan tertentu dengan kepentingan umum masyarakat. Hal ini memastikan bahwa keputusan pemerintah tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

2) Ketulusan dan Keterbukaan dalam Proses Keputusan

Etika mendorong untuk mengambil keputusan secara transparan dan jujur dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini mencakup penerapan prinsip-prinsip seperti integritas, akuntabilitas, dan keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk memahami dan memantau alasan di balik setiap keputusan yang diambil.

3) Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Keadilan Sosial

Etika berperan penting dalam memastikan perlindungan hak asasi manusia dan keadilan sosial. ASN dalam mengambil keputusan perlu mengutamakan nilai-nilai universal seperti kesetaraan, kebebasan, dan martabat manusia dalam setiap keputusan yang mereka ambil.

4) Responsibilitas terhadap Masyarakat

Etika membantu pengambil keputusan untuk bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dalam proses pengambilan keputusan, ASN perlu mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh kebijakan-kebijakan yang diterapkan.

5) Pencegahan Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan

Etika pemerintahan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola sumber daya publik, serta menghambat praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Prinsip-prinsip etika yang kuat dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

6) Keberlanjutan dan Konservasi Lingkungan

Etika lingkungan memandu pengambil keputusan dalam mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari kebijakan dan keputusan yang berdampak pada lingkungan. Penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dan konservasi lingkungan membantu mencegah degradasi lingkungan yang berpotensi merugikan generasi mendatang.

Dalam bisnis, etika mengacu pada standar yang menentukan perilaku yang benar.

Pemimpin harus mempertimbangkan etika dalam pengambilan keputusan mereka karena keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin bukan hanya berdampak pada hasil akhir

(28)

yang dihasilkan tetapi juga dapat memengaruhi reputasi perusahaan serta kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Ada beberapa kriteria dalam mengambil keputusan yang etis, yaitu:

1) menilai dampak tindakan yang ditawarkan pada masing-masing kepentingan kelompok pemangku kepentingan,

2) perlakuan adil, hak lainnya, termasuk harapan kebajikan,

3) menggunakan kerangka kerja pertanyaan secara menyeluruh dan 4) meyakinkan bahwa perangkap umum yang ada dihindari

Cermati video berikut, kemudian simpulkan isi video tersebut.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=n0uwTBrgqxI

Aktivitas yang bisa dilakukan di kelas

Peserta diminta mencari video lain, kemudian berdiskusi dan menyimpulkan etika yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan

B. Studi Kasus Etika pengambilan keputusan

Etika penting dalam proses pengambilan keputusan karena memainkan peran

(29)

dalam laporan keuangan yang dia tangani. Kesalahan tersebut, jika tidak diperbaiki, dapat memberikan keuntungan finansial yang tidak sah bagi perusahaan.

● Masalah: Maya dihadapkan pada dilema etika. Dia bisa memilih untuk melaporkan kesalahan tersebut dan mengungkapkannya kepada atasan dan tim keuangan, atau dia bisa memilih untuk tidak mengungkapkannya dan berharap bahwa kesalahan tersebut tidak akan terdeteksi.

● Tindakan yang Diambil: Maya memutuskan untuk berbicara dengan atasan langsungnya dan menjelaskan temuannya. Dia menyampaikan keinginannya untuk mengoreksi kesalahan tersebut dan memastikan kepatuhan dengan standar akuntansi yang berlaku.

● Hasil atau Konsekuensi: Atasan Maya mengapresiasi kejujurannya dan bersama- sama dengan tim keuangan mereka melakukan koreksi pada laporan keuangan.

Proses koreksi tersebut menyebabkan penurunan laba yang telah dilaporkan sebelumnya. Namun, tindakan Maya dilihat sebagai langkah etis dan mempertahankan integritas perusahaan.

● Analisis: Maya harus mempertimbangkan nilai-nilai etika, tanggung jawab profesionalnya, dan dampak jangka panjang dari keputusannya. Meskipun melaporkan kesalahan tersebut dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menyenangkan, seperti penurunan laba, tindakan tersebut adalah langkah yang benar sesuai dengan integritas dan etika profesi akuntan.

2. Andi bekerja sebagai pegawai pemasaran di sebuah perusahaan besar. Perusahaan tersebut sedang bersaing untuk mendapatkan kontrak dengan klien besar yang dapat membawa keuntungan finansial yang signifikan. Andi menemukan bahwa salah satu pesaing perusahaan tersebut terlibat dalam praktik korupsi dengan memberikan suap kepada pejabat pengadaan klien untuk memenangkan kontrak.

Masalah: Andi dihadapkan pada dilema etika. Dia tahu bahwa jika melaporkan praktik korupsi ini, perusahaan mereka mungkin memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak. Namun, melaporkan hal ini juga berarti bersaing dengan cara yang bersih dan etis, tetapi risiko kehilangan peluang kontrak.

Tindakan yang Diambil: Andi memutuskan untuk memilih jalan etis dan memutuskan untuk tidak terlibat dalam praktik suap. Dia memutuskan untuk melaporkan temuannya kepada atasan langsungnya dan mengajukan laporan ke etika dan kepatuhan perusahaan.

Hasil atau Konsekuensi: Proses investigasi perusahaan mengungkapkan praktik korupsi pesaing. Meskipun perusahaan tersebut kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kontrak itu, reputasi mereka tidak tercemar, dan mereka mendapat penghargaan atas kepatuhan terhadap etika bisnis.

Analisis: Andi mempertimbangkan nilai-nilai etika dan kejujuran lebih tinggi daripada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Tindakan

(30)

Andi tersebut memberikan kontribusi pada penciptaan lingkungan organisasi yang bersih dan mendukung integritas dan kepatuhan.

C. Rangkuman

Etika pengambilan keputusan adalah seperangkat nilai dan prinsip moral yang mengatur perilaku manusia dalam pengambilan keputusan baik saat memilih alternatif solusi yang ada atau saat menyelesaikan masalah. Etika diperlukan dalam pengambilan keputusan karena dapat membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak berpihak pada satu pihak saja melainkan berpihak pada kepentingan semua pihak, tidak merugikan pihak lain dan tentunya sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku.

Beberapa kriteria dalam mengambil keputusan yang etis, yaitu: menilai dampak tindakan yang ditawarkan pada masing-masing kepentingan kelompok pemangku kepentingan, perlakuan adil, hak lainnya, termasuk harapan kebajikan, menggunakan kerangka kerja pertanyaan secara menyeluruh dan meyakinkan bahwa perangkap umum yang ada dihindari.

D. Latihan/Tugas

Cari sebuah topik tentang pengambilan keputusan bisa berasal dari peserta pelatihan, kolega peserta pelatihan, atasan peserta pelatihan, atau media massa/

internet dengan mempertimbangkan etika dalam pengambilan keputusan tersebut.

Berdasarkan topik yang dipilih jawablah pertanyaan berikut!

a. Deskripsikan permasalahan yang terjadi b. Deskripsikan keputusan yang telah diambil

c. Lakukan analisis etika apa yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

E. Evaluasi

Tentunya Anda pernah melakukan pengambilan keputusan berkaitan dengan pekerjaan Anda dalam memberikan pelayanan publik, bisa berupa keputusan rutin atau jenis keputusan lain. Coba Anda deskripsikan pengambilan keputusan tersebut (apa dan mengapa)! Apa yang Anda pertimbangkan dalam pengambilan keputusan? Apakah

(31)

BAB

4

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Indikator keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran materi ini, peserta dapat mempratikkan pengambilan keputusan yang benar

A. Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan melibatkan langkah-langkah kegiatan dalam pengambilan Keputusan tersebut. Dalam literatur ada yang menyebutkan 5 langkah, 6 langkah, 7 langkah dan bahkan ada menyampaikan 9 langkah. Lima langkah terbaik dalam pengambilan keputusan meliputi identifikasi tujuan yang akan dicapai, kumpulkan informasi untuk mempertimbangkan setiap opsi keputusan, seleksi pilihan opsi keputusan yang tersedia, ambil keputusan berdasarkan pilihan yang terbaik, dan evaluasi pilihan keputusan yang diambil. Enam langkah dalam pengambilan keputusan meliputi:

Identifikasi masalah, pendefinisian tujuan, proses pengembangan dan evaluasi alternatif, pengambilan keputusan, implementasi dari keputusan, dan evaluasi implementasi solusi.

Pengambilan keputusan yang mengikuti 7 langkah terdiri atas identifikasi masalah, pengumpulan informasi, menetapkan kreteria untuk evaluasi keputusan, pemilihan alternatif keputusan, evaluasi keputusan dan pengelolaan implementasi keputusan. Keputusan diambil berdasarkan pertimbangan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi, serta memerlukan keterampilan dalam memilih opsi terbaik. Proses ini juga memerlukan pemikiran logis dan sistematis dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan.

Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan meliputi:

1. Identifikasi Masalah

Pada tahap ini menentukan masalah atau kesempatan yang memerlukan keputusan.

Dalam langkah ini harus mampu mempelajari dan mengenali apa masalah yang sedang dihadapi. Selain itu juga mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi peluang untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam dalam tahapan ini adalah perumusan masalah

(32)

karena akan berdampak pada penentuan tindakan yang akan diambil. Karena jika masalahnya tidak dirumuskan dengan benar, masalah sesungguhnya tetap berlanjut dan tindakan-tindakan yang salah arah bisa jadi akan menciptakan masalah-masalah baru.

2. Pengumpulan Informasi (Mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan).

Setelah masalah diidentifikasi, langkah berikutnya adalah mengumpulkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Informasi ini bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, penelitian, atau konsultasi dengan ahli.

3. Menetapkan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternatif keputusan)

Menetapkan faktor-faktor atau standar yang akan digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif. Ini melibatkan identifikasi atribut- atribut yang penting atau relevan dalam konteks

pengambilan keputusan yang sedang dihadapi. Berikut adalah deskripsi lebih rinci tentang langkah-langkah dan karakteristik pemilihan kriteria dalam pengambilan keputusan.

Pemilihan kriteria meliputi:

a. Identifikasi Kriteria yang Relevan: Selanjutnya, identifikasi kriteria-kriteria yang relevan untuk mengevaluasi alternatif. Ini dapat mencakup faktor-faktor seperti biaya, kualitas, waktu, risiko, keberlanjutan, kepuasan pelanggan, atau faktor- faktor lain yang penting dalam konteks pengambilan keputusan.

b. Penilaian Terhadap Kriteria: Evaluasilah setiap kriteria untuk memastikan bahwa mereka memenuhi karakteristik yang diperlukan untuk efektif dalam memandu pengambilan keputusan. Kriteria haruslah relevan, dapat diukur, bermanfaat, dan dapat dibandingkan secara objektif di antara alternatif-alternatif yang ada.

(33)

Weaknesses, Opportunities, Threats), analisis cost-benefit, analisis kepentingan- pengaruh (stakeholder analysis), atau teknik-teknik lain yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.

e. Refleksi dan Penyesuaian: Proses pemilihan kriteria adalah alernatif dan memerlukan refleksi terus-menerus serta penyesuaian. Para pengambil keputusan perlu secara teratur meninjau dan mengevaluasi kembali kriteria yang digunakan untuk memastikan bahwa mereka tetap relevan dan memadai dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif.

4. Pemilihan Alternatif (Menciptakan berbagai opsi atau alternatif solusi untuk memecahkan masalah)

Pemilihan alternatif dalam pengambilan keputusan merupakan proses sistematis untuk memilih opsi terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia. Langkah ini melibatkan penilaian dan perbandingan antara berbagai pilihan untuk menentukan tindakan yang paling sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses ini dapat dilakukan secara rasional, dengan mempertimbangkan kejelasan masalah, orientasi tujuan, pengetahuan alternatif, preferensi yang jelas, dan hasil maksimal.

Pemilihan alternatif dalam pengambilan keputusan juga melibatkan proses pengumpulan informasi, perancangan solusi dalam bentuk alternatif-alternatif pemecahan masalah, pemilihan dari solusi yang ada, serta pelaksanaan keputusan dan evaluasi hasilnya

Selain itu, dalam konteks pengambilan keputusan yang etis, pemilihan alternatif juga harus mempertimbangkan standar moral, hukum, dan dampak sosial dari setiap alternatif yang dipilih.

Dalam konteks manajemen, pemilihan alternatif juga melibatkan langkah-langkah seperti merumuskan persoalan keputusan, mengumpulkan informasi yang relevan, mencari alternatif tindakan, menganalisis alternatif yang fisibel, memilih alternatif terbaik, serta melaksanakan keputusan dan mengevaluasi hasilnya.

Dengan demikian, pemilihan alternatif dalam pengambilan keputusan merupakan tahap krusial yang memerlukan pemikiran rasional, evaluasi yang cermat, dan pertimbangan terhadap aspek etis, moral, serta dampak dari setiap alternatif yang dipilih.

5. Evaluasi: Menilai setiap alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Evaluasi dalam pengambilan keputusan merupakan tahap penting yang melibatkan penilaian terhadap keputusan yang diambil serta hasil yang dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan memberikan dampak yang diharapkan. Dalam konteks organisasi, evaluasi pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui berbagai

(34)

metode, termasuk analisis multi kriteria, pengukuran kinerja, dan penilaian terhadap implementasi kebijakan atau program.

Evaluasi pengambilan keputusan juga melibatkan penilaian terhadap proses pengambilan keputusan itu sendiri, termasuk langkah-langkah yang dilakukan dalam merumuskan persoalan, mengumpulkan informasi, mencari alternatif tindakan, menganalisis alternatif, memilih alternatif terbaik, serta melaksanakan keputusan dan mengevaluasi hasilnya. Dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh, organisasi dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan di masa mendatang, meningkatkan kualitas keputusan, dan memastikan bahwa nilai-nilai etika dan prinsip- prinsip manajemen telah dipertimbangkan dengan baik.

Dalam konteks pemerintahan, penerapan evaluasi pengambilan keputusan juga penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam mengelola sumber daya publik, serta untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah kebijakan atau program. Evaluasi ini juga dapat membantu dalam memperkuat kedaulatan serta keberlanjutan negara, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dengan demikian, evaluasi pengambilan keputusan merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa keputusan yang diambil telah sesuai dengan prinsip-prinsip etika, tujuan organisasi, dan kepentingan publik. Melalui evaluasi yang baik, organisasi dan pemerintah dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan, meningkatkan kinerja, dan memastikan akuntabilitas serta transparansi dalam setiap keputusan yang diambil.

6. Implementasi Keputusan: Melaksanakan keputusan yang telah diambil dan membuat rencana tindakan untuk menerapkannya.

Implementasi pengambilan keputusan adalah tahap penting dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan pelaksanaan keputusan yang telah diambil.

Implementasi ini melibatkan tindakan nyata untuk menerapkan keputusan yang telah diambil, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasilnya. Implementasi pengambilan keputusan juga melibatkan koordinasi dan komunikasi yang efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan keputusan, serta pemantauan terhadap kemajuan dan hasil yang dicapai.

Dalam konteks organisasi, implementasi pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk perencanaan strategis, manajemen proyek, dan

(35)

dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Implementasi ini juga melibatkan koordinasi dan komunikasi yang efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan atau program, serta pemantauan terhadap kemajuan dan hasil yang dicapai.

Dengan demikian, implementasi pengambilan keputusan merupakan tahap penting dalam memastikan bahwa keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang diharapkan. Melalui implementasi yang baik, organisasi dan pemerintah dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, serta memastikan bahwa nilai-nilai etika dan prinsip-prinsip manajemen telah dipertimbangkan dengan baik.

7. Monitoring dan Evaluasi: Memantau hasil dari keputusan yang diimplementasikan dan mengevaluasi apakah keputusan tersebut efektif.

Monitoring dan evaluasi dalam pengambilan keputusan merupakan proses penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil memberikan dampak yang diharapkan dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Monitoring dilakukan secara sistematis untuk memantau pelaksanaan keputusan dan mengidentifikasi perubahan atau masalah yang mungkin timbul selama proses pelaksanaan. Sementara evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi hasil atau capaian akhir dari keputusan yang diambil.

Manfaat dari monitoring dan evaluasi antara lain adalah sebagai alat untuk mendukung perencanaan, memastikan kebijakan atau program yang dilaksanakan sesuai, membantu pengambilan keputusan berdasarkan data dan informasi yang akurat, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas program. Monitoring dan evaluasi juga membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan bukti dan data yang terkumpul.

Dalam konteks organisasi, monitoring dan evaluasi juga membantu dalam mengidentifikasi program-program yang efisien dan efektif, serta memberikan wawasan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan demikian, monitoring dan evaluasi merupakan bagian integral dari proses pengambilan keputusan yang bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang diharapkan dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Langkah-langkah ini membentuk kerangka kerja yang sistematis untuk membantu individu atau organisasi dalam mengambil keputusan yang terinformasi dan tepat. Namun seringkali tidak semua langkah-langkah ini perlu dilakukan, terutama bagi pegawai atau pegawai di tingkat bawah.

Tahapan atau langkah-langkah lain dalam pengambilan keputusan bagi pegawai dapat dilakukan dengan beberapa langkah yaitu: identifikasi masalah, evaluasi sumber

(36)

daya, komunikasi dengan atasan, penilaian prioritas, ambil tindakan / keputusan, koordinasi dengan rekan kerja dan komitmen terhadap kepuasan pelanggan.

B. Praktik Penerapan

Berikut contoh penerapan pengambilan keputusan. Skenario role-playing tentang pengambilan keputusan operasional yang melibatkan dua karakter utama, yaitu seorang Direktur dan seorang kepala bagian/kepala sub bagian. Berikut adalah skenario Pengambilan Keputusan Operasional.

Deskripsi:

Seorang pegawai sebut saja bernama Jono, saat ini memiliki hutang kepada rekan kerjanya sebesar tiga juta rupiah dan sesuai dengan janji atau kesepakatan, Jono hari ini harus melunasi hutangnya. Sementara pada hari ini, Jono harus membiayai anaknya yang sedang sakit ke rumah sakit. Pada hari bersamaan, Jono menerima mandat dari atasannya untuk membagi honorarium kegiatan di kantor. Setelah menerima uang. Jono membagi bagi uang tersebut ke dalam masing-masing amplop untuk dibagikan, ternyata ada kelebihan uang sejumlah satu setengah juta rupiah. Sekilas terbersit dalam pikirannya untuk mempergunakan kelebihan tersebut.

Tujuan:

Melalui role-playing ini, peserta akan belajar bagaimana mengelola konflik dalam pengambilan keputusan operasional, serta bagaimana berkomunikasi dan bekerja sama dalam situasi tekanan.

Pertanyaan untuk Refleksi:

a. Bagaimana Jono akan mengatasi konflik dirinya?

b. Bagaimana Anda akan berkomunikasi dengan pihak lain untuk mencari solusi masalah yang dihadapinya?

c. Apa yang akan menjadi prioritas utama Jono dalam situasi ini, dan bagaimana Anda akan memastikan keputusan yang diambil mempertimbangkan perspektif?

Skenario role play penerapan pengambilan keputusan di pegawai pada organisasi publik.

1. Sebagai pegawai anda diminta membantu membuat program pengembangan pegawai

(37)

mengidentifikasi yang terpenting serta memberikan bobot terhadapnya lebih dari isu yang lain dalam pengambilan keputusan.

Latihan selanjutnya silahkan cermati video berikut.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Q-TQQE1y68c

Setelah mencermati video di atas, identifikasi proses-proses pengambilan keputusan yang diambil oleh si pemeran utama dalam video tersebut.

Identifikasi masalah Data / informasi Kriteria

Pemilihan alternatif Evaluasi / penilaian Keputusan yang diambil Monitoring dan evaluasi

Ada 4 hal faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan, yaitu pengalaman, emosi manusia, rasa takut (loos aversion), suara hati / intuisi (availability heuristic).

(38)

1. Pengalaman: pengalaman dalam pengambilan keputusan adalah berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dari pengalaman individu atau grup dalam melakukan proses pengambilan keputusan.

a. Pengetahuan praktis: Pengalaman memungkinkan individu atau grup untuk memperkirakan keadaan dan memperhitungkan untung dan ruginya dari keputusan yang akan dihasilkan.

b. Pemahaman diri dan nilai-nilai: Pengalaman membantu individu atau grup untuk memahami diri sendiri, nilai-nilai yang dimilikinya, dan kemampuan yang dimiliki.

c. Memperbaiki kemampuan pengambilan keputusan: Pengalaman membantu individu atau grup untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan membantu mereka meraih tujuan.

2. Emosi manusia: Emosi adalah bentuk ungkapan yang muncul dari dalam diri kita, yang disebabkan oleh kondisi dari lingkungan sekitar kita yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Emosi yang muncul dari dalam diri kita adalah sebagai bentuk reaksi akibat adanya tekanan atau sesuatu hal yang menjadikan orang memunculkan emosinya. Emosi dapat bersifat negative dan positif. Reaksi yang negative tentunya dapat merugikan diri kita. Sedangkan emosi yang sifatnya positif adalah sikap yang memang harus dimunculkan sebagai bentuk pembelaan atas tidakan yang tidak sesuai dengan dirinya.

Bila sedang positif, manusia cenderung mengambil keputusan dengan risiko tinggi. Bila negatif cenderung impulsif. Pengambilan keputusan ideal pada saat emosi stabil, oleh karenanya cek emosi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

3. Takut (Loos aversion): kondisi dimana kita cenderung untuk menghindari kehilangan dibandingkan mendapatkan hal yang sebenarnya ekuivalen (ketika kita mendapatkan sesuatu yang menguntungkan). Biasanya dipengaruhi pengalaman sebelumnya, bukan karena analisis dan kehati-hatian. Coba buat list hal positif dan negative yang kemungkinan bisa terjadi kalau kita mengambil keputusan.

4. Availability heuristic: kecenderungan manusia untuk menilai sesuatu bakal terjadi atau kemungkinan terjadi berdasarkan informasi yang cepat datang ke kepala kita - lakukan analisis data/informasi dulu sebelum mengambil

(39)

keputusan, dan pengelolaan implementasi keputusan. Identifikasi masalah menentukan masalah atau kesempatan yang memerlukan keputusan. Dalam langkah ini harus mampu mempelajari dan mengenali apa masalah yang sedang dihadapi.

Selain itu juga mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi peluang untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Setelah masalah diidentifikasi, langkah berikutnya adalah mengumpulkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Informasi ini bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, penelitian, atau konsultasi dengan ahli. Menetapkan kriteria yaitu dengan Menetapkan faktor-faktor atau standar yang akan digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif. Pemilihan alternatif dalam pengambilan keputusan merupakan proses sistematis untuk memilih opsi terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia. Langkah ini melibatkan penilaian dan perbandingan antara berbagai pilihan untuk menentukan tindakan yang paling sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Evaluasi dalam pengambilan keputusan merupakan tahap penting yang melibatkan penilaian terhadap keputusan yang diambil serta hasil yang dicapai. Implementasi pengambilan keputusan adalah tahap penting dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan pelaksanaan keputusan yang telah diambil. Implementasi ini melibatkan tindakan nyata untuk menerapkan keputusan yang telah diambil, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasilnya.

2. Melalui pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di frontline, pegawai berhasil menjaga kelancaran proses layanan publik meskipun terjadi situasi darurat. Ini menunjukkan tanggung jawab dan ketangguhan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

D. Latihan

Lakukan tugas latihan berikut!

Pilihlah sebuah masalah di tempat kerja Anda yang memerlukan pengambilan keputusan.

Terapkan langkah-langkah di atas untuk menyelesaikan masalah tersebut. Buatlah laporan singkat yang mencakup langkah-langkah yang Anda ambil, alternatif yang dipertimbangkan, keputusan yang diambil, dan hasil dari keputusan tersebut.

E. Evaluasi

Jelaskan langkah-langkah yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Mengapa penting untuk mengikuti langkah-langkah ini dalam memastikan pengambilan keputusan yang efektif? Berikan contoh situasi di mana langkah-langkah ini dapat diterapkan dan menjelaskan bagaimana penerapannya dapat membantu dalam mengatasi masalah atau mencapai tujuan.

(40)

BAB

5

PENUTUP

Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi ASN, bahwa dalam kompetensi manajerial pengambilan keputusan merupakan satu di antara standar kompetensi lain yang yang harus dimiliki oleh pegawai ASN. Pengambilan keputusan dalam pelatihan pengembangan diri pegawai merupakan salah satu mata pelatihan yang disampaikan kepada para peserta pelatihan. Dengan demikian pengambilan keputusan menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pegawai Kemendikbudristek pada semua tingkatan.

Materi dalam pelatihan ini akan aplikasi bila dihubungkan dengan aktivitas dan rutinitas kerja di semua jenjang jabatan. Mudah-mudahan materi pengambilan keputusan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi peserta pelatihan dan dapat dimplemetasikan di unit kerja masing-masing pada saat melaksanakan tugas dan jabatan sehari-hari di tempat tugasnya.

(41)

DAFTAR PUSTAKA

Biro SDM 2023. Gambaran umum serta interpretasi hasil asesmen Prediksi Kompetensi tahun 2023. Setjen Kemendikbudristek.

The Church of Jesus Christ of Latter Day Saints, 2014. Solve Problem Makes Decisions.

Intelectual Reserve Inc All rights Reserved.

https://www.youtube.com/watch?v=YifJfV6Qw7o

The Ethics Centre 2021. Ethical Decision Making. https://www.youtube.com/watch?v=

n0uwTBrgqxI

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara

(42)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman, komitmen profesional dan gender tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan etis auditor, sedangkan etika

2. Hak dan kewajiban yang terkena dampak 3. Motivasi atau kebijakan yang diharapkan.. Langkah-langkah pengambilan keputusan etis :. 1) Identifikasi fakta dari

Sedangkan Mintzberg a koleganya mengemukakan tentang langkah-langkah pengambilan keputusan, yaitu: (1) Tahap identifikasi (2) Tahap pengembangan, dan (3) Tahap

menjelaskan berbagai proses pengambilan keputusan dalam organisasi secara benar.. Kemampuan menjelaskan peran intuisi dalam pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan harus dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu agar keputusan yang diambil dapat bersifat objektif, karena pengambilan keputusan

Oleh sebab itu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah haruslah didasarkan untuk tujuan organisasi sekolah.Sebab pengambilan keputusan adalah hal

Ada beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan

Menunjukkan pendekatan rasional yang dapat diterapkan pada bisnis untuk mencapai keputusan dalam organisasi Dengan demikian, pengambilan keputusan klasik memiliki permasalahan yang