TOPIK I
PENGANTAR MANAJEMEN
LEMBAR KERJA PRAKTEK MAHASISWA
Nama : Ira Anjani (P17334121416) NILAI
Jihan Nabilah (P17334120417) Jihan Talitha (P17334120418) Hari/Tanggal : Jum’at, 21 Juli 2023
I. TUJUAN
Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dengan tepat dasar-dasar manajemen dan manajer, mampu menyusun model manajemen PIE dan POAC dalam kegiatan di laboratorium serta menyusun kegiatan suatu unit di laboratorium dengan pendekatan sistem.
.
II. ALAT DAN BAHAN 1. Buku Teks Manajemen
2. Lembar Kerja Praktek Mahasiswa (LKPM) 3. Laptop
4. Internet
1. Jelaskan:
a. Konsep dasar manajemen
Pengertian manajemen secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yaitu management yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, serta pengelolaan. Istilah manajemen bisa diartikan dengan cara berbeda oleh masyarakat umum. Sebagai contoh, pengelolaan, pembiayaan, kepengurusan, ketatalaksanaan, dan lain sebagainya. Dapat diartikan bahwa manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan menurut terminologi merupakan pengertian menurut istilah, secara terminologi manajemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengaturan terhadap para anggota organisasi serta penggunaan seluruh sumber-sumber yang ada secara tepat untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
b. Keterampilan yang harus dikuasai seorang manajer
a. Ketrampilan konseptual, terkait dengan kemampuan dalam membuat konsep, ide dan menyampaikan gagasan untuk kemajuan perusahaan. Ide-ide tersebut dituangkan dalam rencana kegiatan atau sering disebut rencana kerja.
b. Ketrampilan teknis, memiliki kemampuan dalam bidang informasi teknologi atau bidang lainnya merupakan keunggulan atau nilai lebih bagi seorang manajer.
c. Ketrampilan manajemen waktu, seorang manajer harus mampu mengalokasikan waktu untuk mendapatkan hasil yang optiomal.
d. Ketrampilan membuat keputusan, untuk mengidentifikasi masalah dan dapat meninjau secara komprehensif, termasuk memberikan solusi dalam memecahkan masalah adalah ketrampilan yang harus dimiliki setiap manajer.
e. Ketrampilan kepemimpinan, manajer harus benar-benar menjadi seorang pemimpin dan tidak mengindahkan hal-hal yang tidak perlu. Menjalankan program kerja dan evaluasi membutuhkan komitmen dan ketegasan, seorang manajer dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan efektif.
f. Punya rasa peduli, dalam sebuah tim kita tidak hanya sekedar bekerja agar proyek berjalan lancar, tetapi sebagai manajer kita juga harus memastikan agar setiap anggota merasa aman.
g. Siap menjadi mentor bagi bawahan, tugas utama manajer adalah me-manage setiap pekerjaan tim, namun seorang menejer juga perlu menjadi mentor yang baik.
h. Komunikasi skill yang baik, komunikasi merupakan salah satu kunci utama untuk menjadi manajer yang baik. Jika tidak ada komunikasi, pastinya pekerjaan tidak akan selesai sesuai ekspektasi.
c. Aktivitas seorang manajer dalam mengelola suatu laboratorium
a. Merencanakan, mengorganisasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan program audit internal laboratorium terhadap semua elemen system manajemen mutu termasuk kegiatan kalibrasi
b. Menyelesaikan semua aspek administrasi yang dibutuhkan antara laboratorium dan pihak lain serta memelihara dokumen administrasinya
c. Melakukan penelusuran terhadap pengaduan atau keluhan dari pelanggan yang berkaitan dengan mutu dan hasil kalibrasi
d. Meminimalisasi penyimpangan yang dapat mengakibatkan menurunnya mutu data hasil pengukuran di lapangan dan melakukan tindakan perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuian.
2. Coba Anda buat model manajemen PIE dan POAC dalam kegiatan di laboratorium a. Model PIE (Planning, Implementation, and Evaluation)
1) Lakukan perencanaan dengan memikirkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dengan contoh melakukan kegiatan penelitian di laboratorium. Hal yang harus direncanakan salah satunya adalah pengadaan alat dan bahan laboratorium penelitian.
2) Dengan adanya sebuah perencanaan maka rencana yang sudah dibuat selanjutnya diimplementasikan dengan baik dan sesuai.
3) Kegiatan yang terakhir adalah evaluasi sumber daya apakah sesuai dengan tujuan yang sudah direncakan atau tidak.
b. Model POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controling)
1) Lakukan perencanaan seperti menentukan apa yang akan dilakukan di laboratorium.
Sebagai contoh akan melakukan penelitian. Berikut beberapa hal yang harus direncanakan dalam melakukan penelitian di laboratorium :
- Pengadministrasian alat-alat dan bahan penelitian laboratorium. Tujuannya yaitu agar dapat dengan mudah mengetahui jenis alat atau bahan yang ada, jumlah masing-masing alat dan bahan, dll.
- Pengadaan alat dan bahan laboratorium penelitian. Bertujuan untuk melengkapi dan mengganti alat bahan yang rusak, hilang, atau habis dipakai.
- Pengelompokkan alat dan bahan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Seperti alat bahan yang sering dipakai dan alat bahan yang jarang dipakai serta alat bahan yang berbahaya.
2) Kegiatan selanjutnya adalah mengorganisasikan anggota atau sekelompok orang dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Pengorganisasian laboratorium meliputi pengaturan dan pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan
laboratorium, pengadaan alat dan bahan, dan menjaga kedisiplinan serta keselamatan kerja di laboratorium.
3) Untuk mencapai hal tersebut maka kita harus melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik, yaitu melakukan penelitian sesuai yang direncanakan dengan benar dan sesuai.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan penelitian di laboratorium, yaitu :
- Setiap pengurus laboratorium pada awal tahun sebaiknya menyusun program tahunan sesuai dengan kegiatan laboratorium yang ditandatangani oleh kepala laboratorium. Tujuan penyusunan program ini adalah mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan praktikum maupun penelitian.
- Setiap akan melaksanakan praktikum atau penelitian, setiap praktikan sebaiknya mengisi format permintaan dan peminjaman alat yang kemudian diserahkan kepada laboran minimal seminggu sebelum pelaksanaan, sehingga laboran dapat mempersiapkan dan mengecek ada tidaknya alat dan bahan yang dibutuhkan.
- Setelah kegiatan penelitian di laboratorium selesai, praktikan dapat mengisi buku harian untuk mengetahui kejadian-kejadian selama kegiatan lab serta untuk keperluan supervisi.
- Alat dan bahan yang telah selesai digunakan segera dibersihkan dan disimpan kembali di tempat semula.
Agar hal tersebut dapat tetap beroperasi optimal maka diadakannya kegiatan pengendalian (controlling) yang bertujuan untuk mengevaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan bila perlu menggunakan pengukuran koreksi sehingga tindakan tersebut sesuai dengan rencana.
3. Coba Anda buat kegiatan suatu unit di laboratorium dengan pendekatan sistem
Kegiatan : Permintaan pemeriksaan Metil paraben batch W320901 sebagai Quality Control Raw Material di PT. Sejahtera
Struktur Organisasi Depatermen Quality Control PT. Sejahtera:
Perencanaan Pengelolaan Departemen Quality Control Pt. Sejahtera
Departemen Quality Control pada sebuah perusahaan farmasi merupakan hal yang sangat penting dimana departemen inilah yang terjun langsung dalam mengecek kelayakan suatu produk sebelum dipasarkan kepada konsumen. Departemen ini yang bertanggung jawab terhadap analisis mutu. Pengecekan itu dilakukan dengan tujuan memperoleh hasil produksi yang sesuai dengan keinginan konsumen, memenuhi standar baku dari Farmakope, dan lulus kelayakan uji untuk dipasarkan.
Presiden Direktur Sejahtera
Direktur Bisnis Toll
dan Penjualan
Ekspor
Direktur Sales dan Marketing
Direktur SDM Regional
Direktur IT dan Keuangan
Regional
Direktur Operasional
Head of Quality Operational (QO)
Manager QC Administrasi
Manager Lab.
Kimia
Spv Raw Material, Bahan
Jadi, dan Spesifikasi
Spv Sampling dan Inspektor Bahan Kemas
Spv Lab.
General
Spv Betalactam Facility
Kepala Lab
Mikro Analis
Teknisi Sampling Spv Program
stabilitas dan analisis tren
Pelayanan Departemen Quality Control Pt. Sejahtera
Pada Departemen Quality Control ini menggolongkan beberapa bagian:
1. Laboratorium Kimia
Bagian ini bertanggung jawab dalam memastikan seluruh uji bahan baku dan produk jadi yang akan dipasarkan benar-benar dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan memenuhi persyaratan pada Industri Farmasi. Pemeriksaan di laboratorium kimia meliputi pemerian, identifikasi, kemurnian, kadar zat aktif, dan tetapan fisik lainnya.
Selain mengenai hal tersebut, laboratorium kimia juga bertanggung jawab terhadap bagian sampling dan inspeksi bahan kemas. Bagian sampling dan inspeksi bahan kemas berkaitan dengan pemeriksaan bahan kemas primer dan sekunder serta pengambilan contoh pertinggal (contoh obat diambil dari tiap batch produksi, disimpan pada suhu kamar) sebagai pembanding untuk memudahkan penelusuran apabila terjadi keluhan dari konsumen.
2. Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium mikrobiologi dipimpin oleh supervisor yang bertanggung jawab terhadap analisis secara mikrobiologi bahan baku, bahan kemas, produk jadi, dan lingkungan produksi.
Pemeriksaan di laboratorium mikrobiologi PT. Sejahtera antara lain:
a. Uji kontaminasi mikroba terhadap sampel penicillin dan non penicillin untuk produk, raw material, dan packaging material.
b. Uji kontaminasi mikroba pada sampel Raw Water dan Purified Water.
c. Pemantauan udara dan partikel dalam ruang produksi maupun laboratorium.
d. Pemantauan Cross contamination Penicillin.
3. Program Stabilitas dan Tren Analisis
Pada bagian ini memiliki tugas membuat program pengujian stabilitas pada produk yang sudah dipasarkan, melakukan pengujian stabilitas produk (sesuai jadwal pengujian), support data terkait stabilitas produk, dan melakukan tren data terkait pemantauan lingkungan.
Sistem Berdasarkan Analisis Masalah Pada Pt. Sejahtera
PT. Sejahtera melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan obat yang mengandung Metil Paraben didalamnya. Metil paraben ini merupakan bahan baku pengawet yang ditambahkan kedalan suatu produk agar produk tersebut mempunyai masa simpan yang lebih lama dengan cara
menghambat aktivitas pertumbuhan jamur dan bakteri. Analisis metil paraben ini merupakan analisis yang dilakukan di laboratorium kimia dan mikrobiologi pada bagian Raw Material.
Metil paraben dipasok oleh perusahaan pemasok yang bekerja sama dengan PT. Sejahtera.
Setelah barang yang berisi Metil Paraben batch W320901 diterima oleh PT. Sejahtera, dilakukan sampling terhadap beberapa drum/penyimpanan Raw material tersebut oleh petugas sampling.
Petugas sampling kemudian mengisi log book, melakukan pelabelan, dan pengkodean sampel Metil paraben untuk dianalisis. Selanjutnya petugas laboratorium menerima dan melakukan analisis sesuai dengan SOP Analisis Metil Paraben yang berlaku termasuk didalamnya pengujian kimiawi, mikrobiologi, dan stabilitas.
Setelah sampel selesai dianalisis dan mendapat approved dari Manager QC maka sampel Metil paraben tersebut dapat diikutsertakan kedalam proses produksi obat beserta lampiran dokumen bahwa sampel Metil paraben tersebut telah lulus pengujian pada Laboratorium yang bersangkutan. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian pada pengujian seperti halnya analisis metil paraben pada HPLC tidak sesuai dengan retention time yang tertera pada SOP maka pengujian dapat dilaporkan pada manager QC untuk selanjutnya diuji kembali oleh analis yang berbeda atau dapat pula dikembalikan dan perjanjian dibatalkan oleh Manager QC yang bersangkutan.
Dokumentasi dan pengarsipan dokumen dilakukan setiap selesai melakukan analisis, baik produk yang mendapat approved atau tidak. Pendokumentasian ini meliputi pemantauan seluruh parameter yang tertera pada SOP beserta dengan beberapa hal terkait terutama penulisan pada lembar kerja yang tidak diperbolehkan menggunakan pulpen berwarna hitam (harus berwarna biru) dan apabila terjadi kesalahan dapat dicoret sekali dan diparaf serta beri tanggal. Dokumen beserta sampel analisis disimpan selama 10 tahun.
TOPIK 2
PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, DAN PENGENDALIAN LEMBAR KERJA PRAKTEK MAHASISWA
Nama : Ira Anjani (P17334121416) NILAI
Jihan Nabilah (P17334120417) Jihan Talitha (P17334120418) Hari/Tanggal : Jum’at, 21 Juli 2023
I. TUJUAN
Mahasiswa diharapkan mampu menyusun perencanaan, struktur organisasi beserta uraian tugas, dan evaluasi kegiatan suatu unit di laboratorium..
II. ALAT DAN BAHAN 1. Buku Teks Manajemen
2. Lembar Kerja Praktek Mahasiswa (LKPM) 3. Laptop
4. Internet
Kerjakan soal di bawah ini dengan teliti!
1. Coba Anda buat perencanaan suatu unit di laboratorium!
Dalam perencanaan sebuah unit pada laboratorium, diperlukan pertimbangan pada beberpa aspek, misalnya infrastruktur, peralatan, keamanan, kebersihan, serta manajemen operasional guna memastikan berfungsinya laboratorium secara aman dan efisien.
a. Tujuan dan Ruang Lingkup
Menentukan terlebih dahulu tujuan utama dari laboratorium serta ruang lingkup pekerjaannya. Sebagai contoh, laboratotium Pendidikan, laboratorium pengujian, atau laboratorium penelitian.
b. Lokasi dan Ruang
Pemilihan lokasi yang tepat dengan menimbang aksesibilitas setra keamanan dan kebersihan. Memastikan ruangan yang digunakan cukup besar untuk memuat seluruh peralatan dan aktivitas yang dilakukan.
c. Desain dan Tata Letak
Perencanaan tata letak serta desain laboratorium difokuskan kepada pengefisiensian mobilitas. Memastikan terdapat cukup ruangan antara setiap peralatan agar meminimalisir potensi risiko kontaminasi. Diberikan area khusus untuk pengujian serta analiis.
d. Peralatan dan Bahan Kimia
Membuat daftar seluruh alat serta bahan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing unit di laboratorium. Memastikan semua penggunaan serta penyimpanan bahan kimia dilakukan dengan aman dan benar.
e. Sumber Daya Manusia
Menentukan jumlah sumber day amanusia yang dibutuhkan, serta memastikan seluruh sumber daya yang dipilih memiliki kemampuan mumpuni dalam pengoperasian alat dan paham protocol keamanan pada laboratorium.
f. Perizinan dan Persyaratan Hukum
Laboratorium harus memenuhi semua persyaratan dan perizinan serta regulasi yang berlaku.
Seperti contohnya perizinan dari otoritas kesehatan, izin lingkungan, dan persyaratan keselamatan kerja.
g. Manajemen Sampel dan Data
Sistem manajemen sampel dan data yang efisien diperlukan untuk menyimpan serta men- tracking¬ samepl dan juga data hasil pengujian dan hasil penelitian.
h. Anggaran dan Sumber Pendanaan
Merinci anggaran yang diperlukan untuk mengoperasikan laboratorium. Melakukan pencarian number dana yang tepat dan sesuai uuntuk laboratorium seperti contohnya dari institusi, pemerintah, atau proyek penelitian.
i. Evaluasi dan Peningkatan
Menetapkan cara evaluasi untuk memantau kinerja staff maupun peralatan laboratorium, dan mengidentifikasi area/unit mana saja yang perlu ditingkatkan agar selalu efisien dan keselamatan dalam laboratorium selalu terjamin.
Perencanaan unit di laboratorium haruslah berdasarkan kebutuhan khusus dari laboratorium itu sendiri dan mematuhi standar keamanan serta peraturan yang berlaku. Selain itu, perencanaan ini haruslah bersifat fleksibel agar bisa disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dan teknologi terbaru.
2. Coba Anda buat struktur organisasi beserta uraian tugas suatu unit di laboratorium!
STRUKTUR ORGANISASI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI
Uraian tugas suatu unit di laboratorium:
a. Direktur Utama
Membantu dalam pengelolaan Rumah Sakit dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam meyelenggarakan tugas, direktur mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Perumusan kebijakan rumah sakit
2) Penyusunan Rencana strategi Rumah Sakit
3) Penyelenggaraan pelayanan umum dibidang kesehatan b. Direktur Pelayanan
Tugas pokoknya, yaitu membantu Direktur utama Rumah Sakit Umum Daerah dalam melaksanakan kegiatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok, tugas Direktur pelayanan adalah sebagai berikut:
Direktur Utama RSUD
Direktur Pelayanan
KA. Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi
KA.
Pelayanan
KA. Ruangan Lab
Administrasi Logistik Histopatologi Sitologi
Teknisi Screener
1) Pengendalikan penyusunan rencana program kegiatan pelayanan medis 2) Pengendalikan penyusunan rencana program kegiatan pelayanan keperawatan 3) Pengendalikan penyusunan rencana program kegiatan pelayanan penunjang medis 4) Pengendalikan penyusunan rencana kebutuhan dan mengawasi, kegiatan di
pelayanan medis, pelayanan keperawatan, dan pelayanan penunjang medis
5) Pengendalikan koordinasi proses kegiatan pelayanan medis, pelayanan keperawatan, dan pelayanan penunjang medis
c. Kepala Instalasi Laboratorium
Tugas pokoknya, yaitu Membantu Direktur pelayanan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan laboratorium pada Rumah Sakit Umum Daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok, tugas Kepala Instalasi laboratorium adalah sebagai berikut:
1) Menyusun rencana dan program kerja instalasi laboratorium
2) Melaksanakan pengelolaan administrasi dan ketatausahaan instalasi laboratorium 3) Melaksanakan pelayanan laboratorium bagi pasien rumah sakit
4) Melakukan monitor dan koordinasi setiap saat dengan laboran pada setiap divisi laboratorium
5) Menyusun jadwal kerja staf setiap bulan yang meliputi pembagia jadwal penelitian di laboratorium
6) Melaksanakan pengambilan bahan sampel, melaksanakan pemeriksaan laboratorium
7) Melaksanakan penyajian visualisasi informasi hasil tes laboratorium sebagai bahan tindak lanjut
8) Menandatangani hasil pemeriksaan laboratorium
9) Melaksanakan dan mengatur distribusi alat-alat penunjang instalasi laboratorium di rumah sakit
10) Melaksanakan evaluasi hasil kerja instalasi laboratorium
11) Melaksanakan hubungan kerja dengan unit kerja lain di lingkungan rumah sakit 12) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan bidang tugasnya d. Kepala Pelayanan
Tugas pokoknya, yaitu merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan penyelenggaraan tugas bidang pelayanan.
Untuk menyelenggarakan tugas, kepala pelayanan memiliki fungsi, yaitu:
1) Penyelenggaraan program dan kegiatan pelayanan laboratorium 2) Peyelenggaraan dan pengadaan perlengkapan medik dan non-medik 1. Ruang Histopatologi
Tugas Teknisi
• Melakukan pemeriksaan mikroskopik pada salah satu bagian jaringan yang dicat menggunakan teknik histologis
• Memproses jaringan padat yang diambil dari tubuh untuk membuat dikaca mikroskop dan menguji detail sel
2. Ruang Sitologi Tugas Screener
• Memeriksa morfologi sel-sel cairan tubuh. Sediaan atau disebut juga preparat dibuat berupa apusan pada objek glass yang diwarnai dengan pewarnaan tertentu dengan tujuan untuk memeriksa inti sel, untuk melihat apakah sel tersebut sel normal, dan sel kanker jinak atau ganas.
e. Kepala Ruangan Laboratorium Patologi Tugas Pokoknya, yaitu
• Menyusun rencana strategi di awal tahun yang berisi program kerja dan rencana anggaran laboratorium
• Menyusun jadwal kerja staff setiap bulan yang meliputi pembagian jadwal kerja dan tugas pelayanan Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Daerah
• Melakukan monitor dan koordinasi setiap saat dengan setiap koordinator bidang dalam setiap kegiatan
• Melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan/program yang telah dilaksanakan pada akhir tahun
• Mengambil keputusan dan menghadiri kegiatan-kegiatan/undangan atas nama/mewakili setiap keputusan yang telah disetujui dalam rapat staff Laboratorium Patologi Anatomi
Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, memiliki tugas sebagai berikut:
Menyusun program, memonitor, dan mengevaluasi, mengkoordinasi seluruh kegiatan keadministrasian laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Daerah
1. Administrasi
• Menerima permintaan pemeriksaan
• Menyiapkan peralatan dan bahan pra pengambilan sampel
• Melakukan pengambilan, pengumpulan, dan mendistribusikan spesimen sesuai
• Menyiapkan bahan, alat yang dipakai untuk pengambilan spesimen
• Mengatur antrian pengambilan spesimen pada pasien
• Melakukan pencatatan dan pelaporan, menyusun, menyampaikan permintaan barang, peralatan, dan bahan habis pakai.
• Bertanggung jawab atas pengiriman hasil/penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
• Menjaga keamanan/kenyamanan dan kebersihan ruangan
• Bertanggung jawab kepada kepala bidang pelayanan medik dan direktur 2. Logistik
Tugas pokoknya, yaitu membantu kepala ruangan laboratorium dalam melaksanakan kegiatan logistik laboratorium. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, tugas bagian logistik adalah sebagai berikut,
• Menyusun rencana dan program kerja bagian logistik
• Melaksanakan pengelolaan dan ketatausahaan logistik
• Melaksanakan penyusunan rencana penerimaa, penyimpanan, dan pendistribusian barang-barang medis dan non-medis sesuai dengan prosedur yang berlaku
• Melaksanakan penyediaan stock alat laboratorium
• Melaksanakan evaluasi hasil kerja bagian logistic
3. Coba Anda buat evaluasi kegiatan suatu unit di laboratorium!
Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan ketercapaian tujuan kegiatan laboratorium yang telah direncanakan dan sedang dilaksnakan.
Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium diperlukan untuk mengontrol dan mengendalikan serta memotivasi kegiatan laboratorium yang sedan dilaksanakan dalam semester atau tahun ajaran berjalan. Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium
dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai keterlaksanaan kegiatan laboratorium yang seharusnya dilakukan sesuai dengan pernecanaan, kendala atau hambatan dan peuang pelakasanaan kegiatan ayng dilaksanakan. Data yang diperoleh dari evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium dapat digunakan sebagai bahan masukin untuk memperhitungkan peluang dan kendala dalam merencakanan kegiatan yang akan datang.
Adapun hal-hal yang dapat dijadikan sebagai poin evaluasi kegiatan suatu unit laboratorium adalah sebagai berikut:
1) Evaluasi SOP pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan (umum).
2) Evaluasi SOP pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan (umum).
3) Evaluasi pedoman penilaian peralatan dan bahan (umum).
4) Evaluasi pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan (khusus).
5) Evaluasi hasil kalibrasi alat.
6) Evaluasi kinerja alat.
7) Evaluasi penerapan metode kerja dan penggunaan alat.