PENGARUH AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN STRATEGI OPERASI TERHADAP INOVASI PERUSAHAAN
(STUDI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIV MAKASSAR)
SKRIPSI
UTARI NUR AMALIA 105731104118
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2022
ii
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA JUDUL PENELITIAN:
PENGARUH AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN STRATEGI OPERASI TERHADAP INOVASI PERUSAHAAN (STUDI PADA
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIV MAKASSAR)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Oleh:
UTARI NUR AMALIA NIM: 105731104118
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammdiyah Makassar
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2022
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya
(QS Al-Baqarah: 286)
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulillah Rabbill’alamin
Skripsi ini kupersembahkan untuk Kedua Orang Tuaku tercinta dan Orang-orang yang saya sayangi dan Almamaterku
PESAN DAN KESAN
Sukses adalah sebuah perjalanan dan kuliah adalah sebuah tahapan dalam perjalanan itu. Jangan berhenti, terus berjalan. Saat ini adalah sebuah awal dari kehidupan kita selanjutnya. Karena tidak semua orang beruntung untuk dapat menuliskan kesan dan pesan dalam buku ini.
iv
v
vi
vii
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.
Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad Saw beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar)”.
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Ayahanda H. Uddin tow dan Ibunda Hj.
Hamsinah yang senantiasa memberikan harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan serta dukungan baik materi maupun moral dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi bahan dan cahaya penerang kehidupan didunia dan diakhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula
vi
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Mira, SE.,M.Ak, Selaku Ketua Program Studi Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Ibu Dr. Muchriana Muchran, SE.,M.Si.Ak.CA selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Idil Rakhmat Susanto, SE.,M.Ak, selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak meluangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Angkatan 2018 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.
vii
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhada ini dapaat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Makassar, 06 Juni 2022
UTARI NUR AMALIA NIM: 105731104118
viii ABSTRAK
UTARI NUR AMALIA. 2022. Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar). Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh: Muchriana Muchran dan Idil Rakhmat Susanto.
Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar).
Sampel ini diambil dari kantor PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup data primer.
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian data dengan menggunakan perhitungan statistik melalui aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 24 mengenai Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar) yang telah di bahas dari bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpuan penting yaitu Akuntansi Manajemen Lingkungan berpengaruh positif dan siginifikan terhadap Inovasi Perusahaan, Strategi Operasi berpengaruh positif dan siginifikan terhadap Inovasi Perusahaan. Semakin tinggi penerapan Akutansi Manajemen Lingkungan dalam kegiatan perusahaan, semakin bertambahnya Inovasi Perusahaan, serta semakin baik Strategi Operasi yang diterapkan akan berpengaruh pada peningkatan Inovasi Perusahaan.
Kata kunci: Akutansi Manajemen Lingkungan, Strategi Operasi, Inovasi Perusahaan
ix ABSTRACT
UTARI NUR AMALIA. 2022. Effect of Environmental Management Accounting and Operations Strategy on Corporate Innovation (Study at PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar). Thesis. Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by: Muchriana Muchran and Idil Rakhmat Susanto.
The purpose of this study is a type of quantitative research with the aim of knowing the Effect of Environmental Management Accounting and Operational Strategy on Company Innovation (Study at PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar).
This sample was taken from the office of PT. Nusantara XIV Makassar Plantation. The type of data used in this study is quantitative data obtained from questionnaires distributed and related to the problem under study. Data was collected by distributing questionnaires. In this study, the data sources used in data collection include primary data. The research instrument used in this study used the Likert scale method. Based on the results of data research using calculations through the application of Statistical Package for the Social Science (SPSS) version 24 regarding the Effect of Environmental Management Accounting and Operational Strategy on Corporate Innovation (Study at PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar) which has been discussed from the previous chapter, the authors draw important conclusions, namely Environmental Management Accounting has a positive and significant effect on Corporate Innovation, Operations Strategy has a positive and significant impact on Corporate Innovation. The higher the implementation of environmental management accounting in the company's activities, the greater the company's innovation, and the better the operational strategy that is applied will have an effect on increasing the company's innovation.
Keywords: Environmental Management Accounting, Operations Strategy, Corporate Innovation
x DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN... iv
KATA PENGANTAR... v
DAFTAR ISI... viii
DAFTAR TABEL... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN... xiii
ABSTRAK... xiv
ABSTRACT... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8
A. Tinjauan Teori... 8
1. Teori Equity atau Keseimbangan... 8
2. Pengertian Akuntansi Manajemen... 9
3. Manfaat Akuntansi Manajemen... 9
xi
4. Fungsi dan tujuan Akuntansi Manajemen Lingkungan... 11
5. Keuntungan Akuntansi Manajemen Lingkungan... 11
6. Faktor- Faktor Yang Mendorong Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan... 13
7. Strategi Operasi... 14
8. Inovasi Perusahaan... 16
B. Tinjauan Empiris... 19
C. Kerangka Pikir Penelitian... 25
D. Hipotesis Penelitian... 27
BAB III METODE PENELITIAN ... 29
A. Jenis Penelitian ... 29
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29
C. Jenis Dan Sumber Data... 30
D. Populasi dan Sampel... 30
E. Teknik Pengumpulan Data... 31
F. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran... 32
G. Teknik Analisis Data... 37
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 41
A. Gambaran Umum Objek Peneltian... 41
1. Sejarah PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar... 41
2. Struktur Organisasi dan Job Description... 42
3. Visi Misi... 46
B. Karakteristik Responden... 47
C. Hasil Uji Kualitas Data... 49
xii
1. Uji Validitas... 49
2. Uji Reliabilitas... 50
D. Uji Hipotesis... 51
1. Uji Regresi Linear Berganda... 51
2. Uji Parsial (T)... 52
3. Uji Koefisien Determinasi... 53
E. Pembahasan... 54
BAB V PENUTUP... 57
A. Kesimpulan... 57
B. Saran... 58
DAFTAR PUSTAKA... 59
LAMPIRAN………... 61
xi
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu... 19
Tabel 3.1 Variabel Operasional Penelitian... 36
Tabel 3.2 Kategori Jawaban dan Skor... 37
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia………….………. 47
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin………. 48
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan……….…… 48
Tabel 4.4 Uji Validitas Variabel……….. 49
Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas……… 50
Tabel 4.6 Hasil Uji Regresi Linear Berganda……….. 51
Tabel 4.7 Hasil Uji Parsial (T)………...… 52
Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi………. .… 53
xii
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian ... 26 Gambar 4.1 Struktur Organisasi... 42
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Lampiran 1………. 62
Lampiran 2………. 65
Lampiran 3……… 70
Lampiran 4……… 76
Lampiran 5………... 78
Lampiran 6……….. 81
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi, perekonomian mengalami kemajuan pesat, ini dapat dilihat dari setiap provinsi di Indonesia terdapat banyak perusahaan. Mulai dari perusahaan kecil sampai dengan perusahaan berskala besar. Kemudian perkembangan ini memunculkan adanya berbagai isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti global warming, eco-efficiency, dan kegiatan industri yang memberi dampak langsung terhadap lingkungan sekitarnya telah menciptakan perubahan dalam lingkungan perusahaan baik internal, maupun eksternal. Adanya fakta permasalahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia menyebabkan sebuah lingkungan bisnis harus mampu mempertahankan proses bisnisnya sehingga perusahaan harus menerapkan strategi yang sesuai demi tercapainya going concern perusahaan serta sustainable development (Wahyuni, 2018).
Selain memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, dunia usaha juga menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan lingkungan akibat limbah yang dihasilkan dan juga pengeksploitasian yang berlebihan terhadap sumber daya alam yang ada. Telah banyak contoh kasus kerusakan lingkungan yang terjadi karena limbah serta pengeksploitasian yang berlebihan, baik dalam skala nasional maupun skala daerah. Kasus PT Lapindo, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, PT. Lenzing South Pacific Voscose (LSPV), dan berbagai kasus lainya, merupakan beberapa bukti nyata bagaimana kegiatan produksi baik perusahaan manufaktur maupun
pengolah sumber daya alam cenderung merusak lingkungan. Karena merupakan salah satu sumber kerusakan lingkungan, maka selain memikirkan keuntungan ekonomis, seharusnya pelaku kegiatan ekonomi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat dimana kegiatan ekonomi tersebut berada (Putri, 2020).
Akuntansi manajemen lingkungan dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk memberikan informasi kepada perusahaan berkaitan dengan kinerja lingkungan perusahaan. Akuntansi manjaemen lingkungan bertujuan untuk meningkatkan jumlah informasi yang relevan bagi mereka yang memerlukan, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam pengambilan keputusan.
Menurut Chenhall dan Morris (1986) menjelaskan bahwa karakteristik informasi yang bermanfaat berdasarkan persepsi para manajer untuk pembuatan keputusan adalah informasi yang lingkupnya luas, tepat waktu, agregat, dan terintegrasi.
Akuntansi manajemen lingkungan pada dasarnya menuntut pemahaman penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan-perusahaan atau organisasi lainnya untuk dapat meningkatkan usaha dalam mempertimbangkan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Usaha yang dilakukan tentunya berhubungan dengan akuntansi manajemen lingkungan yang merupakan komponen dari aktivitas bisnis mereka. Salah satunya dengan memasukkan anggaran lingkungan pada pertanggungjawaban dan laporan keuangan perusahaan.
Jika perusahaan ingin meningkatkan kinerja lingkungannya maka akuntansi harus terlibat di dalamnya untuk melakukan fungsi pengumpulan, penghitungan, analisis dan pelaporan biaya-biaya lingkungan dan transaksi lain yang berkaitan dengan lingkungan agar dapat digunakan oleh manajemen untuk mengelola aspek lingkungan.
Dalam mengelola perusahaan, manajer harus membuat keputusan yaitu mempertimbangkan secara hati-hati dari berbagai alternatif tindakan dan memilih tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Adapun alasan yang mendasari mengapa sebuah organisasi dan akuntan harus peduli permasalahan lingkungan antara lain: banyak para stakeholder perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternal menunjukkan peningkatan kepentingannya terhadap kinerja lingkungan dari sebuah organisasi. Adanya berbagai kebijakan dibidang lingkungan inilah yang kemudian menjadi awal berkembangnya suatu konsep yang bertujuan untuk menemukan solusi atas pemenuhan tujuan bisnis dan penyelesaian masalah lingkungan yang dinamakan dengan eco-efficiency. Prinsip ini mempelajari bagaimana organisasi dapat memproduksi barang dan jasa yang lebih bermanfaat, sekaligus secara simultan mengurangi dampak lingkungan yang negatif, konsumsi sumber daya maupun biaya, melalui peningkatan efisiensi yang berasal dari perbaikan kinerja lingkungan (Jaya, 2017).
Keberhasilan akuntansi lingkungan tidak hanya tergantung pada ketepatan dalam menggolongkan semua biaya-biaya yang dibuat perusahaan. Akan tetapi kemampuan dan keakuratan data akuntansi perusahaan dalam menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari
aktivitas perusahaan. Untuk mendukung harapan ini, sudah selayaknya dapat mendorong sebuah perusahaan untuk melakukan proses bisnis dengan memperhatikan dampak yang akan terjadi dari proses tersebut.
Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengurangi kemampuan pemenuhan kebutuhan bagi generasi yang akan datang.
Selain akuntansi manajemen lingkungan sebagai usaha perusahaan dalam menghadapi persaingan. Strategi juga sangat penting bagi perusahaan. Salah satu jenis strategi yang dilakukan perusahaan yaitu strategi operasi. Dimana, strategi operasi merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dengan memanfaatkan operasi pabrik untuk berkompetisi dipasar global. Strategi operasi juga dapat menunjukkan bagaimana kegiatan operasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi (Sulastri, 2017).
Dengan adanya informasi yang berkaitan dengan dampak lingkungan yang relevan inilah diharapkan dapat mendorong sebuah bisnis melakukan inovasi, karena dengan melakukan inovasi maka perusahaan akan memperoleh berbagai manfaat tidak hanya berfokus pada pasar (secara eksternal), akan tetapi juga keuntungan di dalam perusahaan itu sendiri (internal).
Banyak para pakar atau ahli manajemen yang menyatakan bahwa inovasi merupakan salah satu jaminan untuk perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan daya saingnya. Salah satunya Methasari (2018) yang mengatakan bahwa inovasi merupakan sebuah kebutuhan dan harus menjadi disiplin. Konsep inovasi mempunyai sejarah panjang dan pengertian yang
berbeda-beda terutama didasarkan pada persaingan antara perusahaan- perusahaan dan strategi yang berbeda yang diterapkan perusahaan itu sendiri.
Pada dasarnya inovasi adalah merubah suatu keadaan yang biasa menjadi lebih baik lagi dan bervariasi berdasarkan perkembangan zaman.
Inovasi yang dibutuhkan saat ini, mungkin saja berfokus pada produk itu sendiri, bahkan berfokus pada proses dan biaya yang terjadi dalam memproduksi barang tersebut (Eltivia, dkk, 2020).
Akuntansi manajemen lingkungan yang memberikan manfaat bagi pengguna termasuk peningkatan inovasi. Salah satu manfaat yang mungkin terjadi dari akuntansi manajemen lingkungan yaitu adanya inovasi yang dilakukan perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, Akuntansi manajemen lingkungan dapat membantu manajer untuk menjustifikasi perencanaan produksi pembersih dan mengidentifikasi cara- cara baru dan penghematan biaya serta memperbaiki kinerja lingkungan pada waktu yang bersamaan. Inovasi merupakan suatu bentuk perusahaan untuk dapat bersaing dan mempertahankan keberlangsungannya di dunia ekonomi modern saat ini. Mengingat inovasi ini memerlukan biaya yang cukup besar, maka perlu adanya sebuah manajemen yang dapat mengatur hal tersebut mulai dari pengelolaan biaya hingga dampak terhadap lingkungan sekitarnya (Arfah, 2021).
Berdasarkan fenomena yang sudah dijelaskan dan penelitian-penelitian terdahulu yang sudah diterapkan tentang isu lingkungan dan perusahaan, maka peneliti menganggap penting untuk melakukan analisis lebih lanjut terkait dengan isu lingkungan dan perusahaan dengan mengajukan judul
penelitian “Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Apakah akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh terhadap inovasi perusahaan ?
2. Apakah strategi operasi berpengaruh terhadap inovasi perusahaan ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh akuntansi manajemen lingkungan terhadap inovasi perusahaan.
2. Untuk mengetahui pengaruh strategi operasi terhadap inovasi perusahaan.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini berguna untuk menambah ilmu pengetahuan yang berkepentingan khusunya mengenai Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan Dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Perusahaan, penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan performa perusahaan yang berkaitan dengan penerapan sistem
akuntansi manajemen lingkungan, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi lingkungan.
b. Bagi Peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dan informasi untuk memungkinkan penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan tentang akuntansi manajemen lingkungan.
8 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
1. Teori Equity atau Keseimbangan
Teori keseimbangan atau equity theory dikemukakan oleh John Stacey Adams (1963) dalam Wahyuni (2018). Teori ini berasumsi bahwa pada dasarnya manusia menyenangi perlakuan yang adil atau sebanding, berhubungan dengan kepuasan relasional dalam hal persepsi distribusi yang adil atau tidak adil dari sumber daya dalam hubungan interpersonal.
Teori ini membangun kesadaran yang lebih luas terhadap dimensi penilaian masing-masing individu sebagai manifestasi keadilan yang lebih luas dibanding teori motivasi lainnya. Beberapa teori motivasi berasumsi bahwa perilaku seseorang muncul dan dikelola oleh usaha untuk membangun atau mempertahankan suatu keseimbangan psikologis batin.
Suatu perusahaan tidak hanya memikirkan kepentingannya sendiri untuk mencapai laba semaksimal mungkin, tapi juga harus memikirkan dampak aktivitasnya bagi lingkungan di sekitarnya. Selama perusahaan masih menjalankan aktivitasnya, selama itu pula perusahaan akan memberikan pengaruh bagi lingkungannya. Perusahaan dan lingkungannya seharusnya dapat saling menguntungkan demi kepentingan bersama sehingga dapat dikatakan adil. Itulah mengapa peneliti mengangkat teori equity atau keseimbangan dalam penerapan akuntansi manajemen lingkungan.
2. Pengertian Akuntansi Manajemen Lingkungan
Akuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accounting) merupakan salah satu sub sistem dari akuntansi lingkungan yang menjelaskan bahwa sejumlah persoalan mengenai persoalan penguantifikasian dampak-dampak bisnis perusahaan ke dalam sejumlah unit moneter (Ikhsan, 2009).
Akuntansi manajemen lingkungan juga dapat digunakan sebagai alat ukur dalam kinerja lingkungan. Hal ini disebabkan bagi banyak organisasi, pengelolaan biaya lingkungan menjadi prioritas utama, tetapi alasan utamanya ada dua. Pertama, peraturan lingkungan di negara- negara meningkat secara signifikan, bahkan diperkirakan akan semakin ketat, serta biaya-biaya untuk mematuhinya dapat menjadi tujuan utama.
Untuk memenuhi tujuan ini, biaya untuk pemenuhan harus diukur dan penyebab utamanya harus diidentifikasi. Kedua, keberhasilan penyelesaian masalah-masalah lingkungan menjadi isu yang komporatif.
Perusahaan-perusahaan bisnis mengambil kesimpulan bahwa tujuan bisnis dan penyelesaian masalah lingkungan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
3. Manfaat Akuntansi Manajemen Lingkungan
1. Manfaat Akuntansi Manajemen Lingkungan Bagi Industri
Terdapat beberapa alasan kenapa akuntansi manajemen lingkungan sangat bermanfaat bagi industri, antara lain diantaranya:
a. Kemampuan meneiti dan mengatur scara akurat penggunaan arus tenaga dan bahan-bahan, termasuk polusi/sisa volume, jenis-jenis lain sebagainya.
b. Kemampuan mengidentifikasi, mengestimasi, mengalokasikan, mengatur dan mengurangi biaya-biaya lingkungan.
c. Informasi yang lebih akurat dan lebih menyeluruh dalam mendukung penetapan dari dan keikutsertaan didalam program-program sukarela, penghematan biaya untuk memperbaiki kinerja lingkungan.
d. Informasi yang lebih akurat dan menyeluruh untuk mengukur dan melaporkan kinerja lingkungan, seperti meningkatkan citra perusahaan pada skateholder, pelanggan, masyarakat lokal, karyawan, pemerintah, dan penyedia keuangan.
2. Manfaat Akuntansi Manajemen Lingkungan Bagi Masyarakat
Penerapan akuntansi manajemen lingkungan oleh industri juga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada berbagai macam bentuk, antara lain:
a. Mampu untuk lebih efisien dan efektif menggunakan sumber- sumber daya alam, termasuk energi dan air.
b. Mampu untuk mengurangi efektifitas biaya dari emisi.
c. Mengurangi biaya-biaya masyarakat luar yang berhubungan dengan polusi seperti biaya terhadap monitoring lingkungan, pengendalian dan perbaikan sebagaimana biaya kesehatan publik yang baik.
d. Menyediakan peningkatan informasi untuk meningkatkan kebijakan pengambilan keputusan publik.
e. Menyediakan informasi kinerja lingkungan industri yang dapat digunakan dalam luasnya konter dari evaluasi kinerja lingkungan dan kondisi-kondisi ekonomi serta area geografik.
4. Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen Lingkungan 1. Fungsi Akuntansi Manajemen Lingkungan
a. Fungsi internal merupakan fungsi yang berkaitan dengan pihak internal perusahaan sendiri. Pihak internal adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi maupun jasa lainnya. Adapun menjadi pelaku dan faktor dominan pada fungsi internal ini adalah pimpinan perusahaan. Sebab pimpinan perusahaan merupakan orang yang bertanggung jawab dalam setiap pengambilan keputusan maupun penentuan pada setiap kebijakan internal perusahaan.
b. Fungsi eksternal merupakan fungsi yang berkaitan dengan aspek pelaporan perusahaan. Pada fungsi ini yang perlu diperhatikan perusahaan adalah pengungkapan hasil dari kegiatan konservasi lingkungan dalam bentuk data akuntansi. Fungsi eksternal memberi kewenangan bagi perusahaan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan.
2. Tujuan Akuntansi Manajemen Lingkungan
Tujuan Akuntansi Manajemen Lingkungan adalah sebagai alat manajemen lingkungan dan sebagai alat komunikasi dengan masyarakat agar dapat meningkatkan jumlah informasi relevan yang dibuat untuk memerlukan atau dapat menggunakannya.
5. Keuntungan Akuntansi Manajemen Lingkungan
Beberapa keuntungan yang dicapai oleh perusahaan ketika menerapkan akuntansi manajemen lingkungan antara lain:
1. Akuntansi manajemen lingkungan dapat menghemat pengeluaran usaha. Dampak dan isu-isu lingkungan dalam biaya produksi seringkali tidak diperkirakan sebelumnya.
2. Akuntansi manajemen lingkungan dapat membantu pengambilan keputusan. Keputusan yang menguntungkan harus didasarkan pada berbagai informasi penting. Akuntansi manajemen lingkungan membantu pengambil keputusan dengan informasi penting tentang biaya tambahan yang disebabkan oleh isu-isu lingkungan. Akuntansi manajemen lingkungan membuka kembali biaya produk dan proses spesifik yang sering tersembunyi dalam bagian overhead cost usaha/kegiatan.
3. Akuntansi manajemen lingkungan meningkatkan performa ekonomi dan lingkungan usaha. Ada banyak cara positif untuk meningkatkan performa usaha/kegiatan atau organisasi seperti investasi teknologi pembersih, kampanye minimalisasikan limbah, pengenalan sistem pengendalian pencemaran udara, dan lain-lain.
4. Akuntansi manajemen lingkungan akan mampu memuaskan semua pihak yang terkait. Penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada usaha/kegiatan secara simultan dapat menigkatkan performa ekonomi dan kinerja lingkungan.
5. Akuntansi manajemen lingkungan memberikan keunggulan usaha/kegiatan. Akuntansi lingkungan meningkatkan keseluruhan metode dan perangkat yang membantu usaha/kegiatan dalam meningkatkan laba usaha dan pengambilan keputusan.
6. Faktor-faktor Yang Mendorong Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan
1. Regulatory demand, sistem pengawasan manajemen lingkungan menjadi dasar untuk menjadi skor lingkungan, seperti program- program kesehatan dan keamanan lingkungan. Ikhsan (2009) mengidentifikasi bahwa pembuatan regulasi lingkungan hendaknya melibatkan para environmentalist, legislatif, dan perusahaan, sehingga dapat menciptakan mata rantai ekonomi, yakni lingkungan, produktifitas sumber daya, inovasi dan persaingan.
2. Cost factors, adanya komplain terhadap produk-produk perusahaan akan membawa konsekuensi munculnya biaya pengawasan kualitas yang tinggi, karena semua aktivitas yang terlibat dalam proses produksi perlu dipersiapkan dengan baik. Hal ini secara langsung akan berdampak pada munculnya biaya yang cukup tinggi, seperti biaya sortir bahan baku, biaya pengawasan proses produksi, dan biaya pengetasan.
3. Stakeholder forces, strategi pendekatan proaktif terhadap manajemen lingkungan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip manajemen, yakni mengurangi bahan dan mengurangi biaya produksi, demikian juga respon terhadap permintaan konsumen dan stakeholder.
4. Competitive requirements, semakin berkembangnya pasar global dan munculnya sebagai kesepakatan perdagangan sangat berpengaruh pada munculnya gerakan standarisasi manajemen lingkungan. Persaingan nasional maupun internasional telah
menuntut perusahaan untuk mendapatkan jaminan dibidang kualitas, antara lain ISO 9000. Sedangkan untuk seri ISO 14000 dominan untuk standar internasional dalam sistem manajemen lingkungan.
7. Strategi Operasi 1. Pengertian Strategi
Strategi adalah seperangkat tujuan dan rencana tindakan spesifik yang apabila dapat dicapai akan memberikan keunggulan yang diharapkan (Febrianty dan Rosdiana, 2020).
Jadi strategi berhubungan dengan rencana yang menentukan arah suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Tanpa strategi, suatu perusahaan tidak akan terencana dan tidak akan terarah kemana perusahaan akan menuju. Strategi yang dibuat tidak hanya sekedar ada tetapi harus mempunyai nilai yang realistis, menantang, dan berbatas waktu. Rumusan strategi yang sudah dimiliki tidak menjamin tujuan dapat dicapai, apalagi tanpa strategi, jelas sulit untuk mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuannya.
2. Pengertian Strategi Operasi
Strategi operasi merupakan suatu kegiatan yang mengubah bahan baku mentah dan menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi dan daya saing bagi keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Strategi operasi menunjukkan bagaimana kegiatan operasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi (Sulastri, 2017).
Perlu dipahami bahwa strategi operasi suatu perusahaan secara komperhensif harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan (corporate strategy), karena strategi operasi dirumuskan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dan rencana- rencana penggunaan strategi bersaing perusahaan dalam jangka panjang (Putri, 2018).
3. Fungsi Strategi Operasi
Fungsi strategi operasi sebagai salah satu aktivitas penting dalam suatu perusahaan mempunyai tanggung jawab utama untuk menghasilkan atau menyediakan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Sulastri (2017) menyatakan bahwa fungsi strategi operasi adalah meliputi orang, teknologi, dan sistem dalam suatu organisasi yang mempunyai tanggung jawab utama untuk menghasilkan barang-barang dan jasa.
Selain fungsi-fungsi lainnya dalam suatu perusahaan, fungsi strategi operasi merupakan kegiatan yang sangat mempengaruhi keberhasilan dan keberlangsungan hidup suatu perusahaan dalam jangka panjang. Fungsi operasi meliputi konversi input menjadi output. Input sering disebut dengan sumber daya operasi. Sumber daya tersebut diantaranya land yakni berupa bahan baku atau material yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk; labor yakni tenaga kerja atau sumber daya manusia; capital yakni sumber daya buatan manusia (manmade resources).
4. Daya Saing Strategi Operasi
Daya saing strategi operasi merupakan fungsi strategi yang tidak saja berorientasi kedalam (internal) tetapi juga keluar (ekstenal), yakni merespon pasar sasaran utamanya yang proaktif.
Berdaya saing berarti memilki keunggulan kompetitif tidak hanya keunggulan komparatif. Dipahami bahwa setiap perusahaan tidak terkecuali perusahaan manufaktur maupun nonmanufaktur dituntut untuk memiliki keunggulan komparatif, karena semuanya menghasilkan suatu produk yang ditawarkan ke pasar.
Daya saing strategi operasi penting dimiliki oleh semua level perusahaan, baik lokal, nasional, internasional, maupun global.
Bagi setiap perusahaan, tentunya tidak ada sesuatu yang dapat dipasarkan tanpa ada suatu produk yang dihasilkan. Tidak akan bermanfaat modal usaha yang dimiliki tanpa suatu produk yang diproduksi, dan tidak akan bernilai tambah keahlian (skill) dan kemampuan (ability) tenaga kerja yang tersedia, tanpa ada suatu produk yang akan dihasilkannya.
8. Inovasi Perusahaan 1. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah penggerak produk, proses atau sistem baru yang membawa kesuksesan ekonomi bagi perusahaan dan kesuksesan sosial bagi konsumen dan atau pengguna serta komunikasi dan lingkungan yang lebih luas. Pada dasarnya inovasi adalah merubah suatu keadaan yang biasa menjadi lebih baik dan bervariasi berdasarkan perkembangan zaman. Inovasi yang
dibutuhkan saat ini, mungkin saja berfokus kepada proses dan biaya yang terjadi dalam memproduksi barang tersebut (Eltivia, dkk, 2020).
Perusahaan berinovasi untuk menciptakan relasi antara nilai guna dan harga (nilai moneter) yang lebih tinggi atas produk yang dihasilkannya bagi konsumen dan atau pengguna yang ditargetkan yang pada akhirnya produk tersebut tidak hanya akan bermanfaat bagi konsumen dan atau pengguna tetapi juga bagi produsen.
Ada dua jenis inovasi fundamental menurut Putri (2018), yaitu:
a. Inovasi Produk
Inovasi produk merupakan hasil dari pengembangan produk baru oleh suatu perusahaan atau industri, baik yang sudah ada maupun belum. Dari produk lama yang telah mencapai titik jenuh di pasaran, diperlukan sebuah inovasi untuk mengganti produk lama tersebut. Penggantian ini dapat berupa produk pengganti secara total baru atau dengan perkembangan produk lama yang lebih modern dan up to date sehingga dapat terus meningkatkan keinginan konsumen dalam keputusan pembelian produk.
b. Inovasi Proses
Inovasi proses adalah tindakan untuk memperkenalkan proses produksi baru atau aktivitas harian baru. Inovasi proses menggambarkan perubahan dalam cara produksi atau jasa akhir dari suatu perusahaan.
2. Manfaat Inovasi Perusahaan
Adapun manfaat dari inovasi perusahaan ini adalah:
1. Melalui inovasi, perusahaan mampu menciptakan pasar-pasar baru (New Markets).
2. Inovasi diartikan sebagai nilai manfaat dari barang dan jasa yang diterima oleh pelanggan harus melebihi uang (harga) yang dibayarkan oleh pelanggan.
3. Melalui inovasi, kita terbebas dari persaingan (membuat agar persaingan dengan pesaing-pesaing tidak relevan).
4. Memberi nilai tambah terus menerus kepada pelanggan menuju target 100 % customer satisfaction (hanya berfokus kepada pelanggan yang sekarang atau pelanggan persfektif).
5. Semakin erat hubungan lintas perekonomian dalam menjalankan kegiatan ekonomi, salah satunya adalah dampak keberhasilan atau kegagalan suatu perekonomian terhadap perekonomian lain.
3. Tujuan Inovasi Perusahaan
Inovasi perusahaan mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
1. Memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada.
2. Memperkenalkan proses baru keindustri.
3. Membuka pasar baru.
4. Mengembangkan sumber-sumber pasokan baru pada bahan baku atau pasokan lainnya.
B. Tinjauan Empiris
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama dan Tahun penelitian
Judul Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
1. Methasari (2018)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat Di Jawa Timur)
Kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara strategi dan penggunaan akuntansi manajemen lingkungan.
2. Wahyuni (2018)
Pengaruh penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Strategi dan Inovasi Perusahaan PT.
Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Pabrik Gula Camming Bone
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa akuntansi manajemen lingkungan berpengarruh positif terhadap strategi.
Hasil pengujian statistik menunjukkan koefisien regresi variabel audit internal sebesar 0,25 nilai ini signifikan pada tingkat signifikasi 0,05 dengan p value 0,044.
dan akuntansi
manajemen lingkungan berpengaaruh positif terhadap inovasi. Hasil pengujian statistik menunjukan koefisien regresi variabel audit internal sebesar 1,004 nilai ini signifikan pada tingkat signifikasi 0,05 dengan p value 0.00.
3. Jaya (2017)
Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan dan Strategi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Empiris terhadap PTPN XI Pabrik Gula Prajekan Kabupaten Bondowoso)
Kuantitatif Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengelolaan akan limbah hasil dari produksi gula ini harus benar-benar diperhatikan, karena dampak dari
pencemaran limbah ini sendiri akan sangat merugikan bagi pihak eksternal maupun bagi internal pabrik itu sendiri.
Dengan penerapan Environmental Cost Accounting perusahaan dapat mengukur dampak lingkungan secara fisik maupun secara finansial.
4. Kurnia (2017)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Proses Produksi (Studi Kasus Pada PT.
Indo-Rama Synthetics Tbk)
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi manajemen lingkungan memberikan pengaruh tapi tidak signifikan terhadap inovasi proses produksi pada PT.
Indorama Synthetics Tbk dengan kontribusi
sebesar 7,2% sedangkan strategi operasi
berpengaruh dan signifikan terhadap inovasi proses produksi pada PT. Indorama Synthestics Tbk, dengan kontribusi sebesar 22,6%. Sedangkan 70,2% merupakan variable yang lain yang tidak diteliti yang mempengaruhi inovasi proses produksi.
5. Febrianty dan Rosdiana (2020)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap
Kuantitatif Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan akuntansi manajemen berpengaruh terhadap inovasi produk, dan strategi operasi berpengaruh terhadap inovasi produk.
Inovasi Produk 6. Putri
(2019)
Pengaruh Strategi Perusahaan, Ukuran Perusahaan dan Kinerja Lingkungan Terhadap Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan (Studi Pada Industri Pertambang an Berbasis Program Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup / PROPER Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014- 2018)
Kuantitatif
7. Putri (2020)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Bisnis Terhadap Kinerja Lingkungan Dengan Inovasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus Pada
Kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukan secara simultan penerapan akuntansi manajemen lingkungan dan startegi bisnis berpengaruh secara simultan terhadap kinerja lingkungan.
Secara parsial penerapan akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja lingkungan, tetapi
penerapan strategi bisnis tidak berpengaruh positif terhadap kinerja
Rumah Sakit Islam
Klaten)
lingkungan. Sedangkan inovasi mampu
memoderasi penerapan akuntansi manajemen lingkungan, tetapi inovasi tidak mampu
memoderasi penerapan startegi bisnis terhadap kinerja lingkungan.
8. Gunawan dan Sugeng (2017)
Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Limbah Pada Pabrik Gula
Pradjekan
Kuantitatif Dari hasil penelitian pada PG. PRADJEKAN
perusahaan belum seutuhnya menerapakan akuntansi manajemen lingkungan. Terutama pada staf akuntan yang belum paham tentang akuntansi manajemen lingkungan harus diberikan studi tentang akuntansi manajemen lingkungan. Dari
diterapkannya akuntansi manajemen lingkungan pada tahun 2011 hingga sekarang perusahaan memiliki system
pengelolaan limbah yang baik sehingga dapat meminimalisir
pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan produksi pada musim giling.
9. Sulastri (2017)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan Manufaktur Di Bidang Pengolahan Kelapa Sawit Di Kabupaten
Kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hipotesis pertama penerapan akuntansi manajemen lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inovasi
perusahaan dengan nilai thitung (3,828)>ttabel (2,015) dan sig (0,003).
Hipotesis kedua strategi operasi memiliki
pengaruh signifikan terhadap inovasi
perusahaan dengan nilai
Kuantan Singingi
thitung (3,181)>ttabel (2,015) dan sig (0,003)<0,05, dan secara simultan atau bersama-sama penerpan akuntansi manajemen lingkungan dan strategi operasi berpengaruh signifikan terhadap inovasi perusahaan dengan nilai berarti fhitung (19,317)>ftabel (3,21) dengan sig (0,000)<0,05.
10. Putri (2018)
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (PT.
Perindustria n dan Perdaganga n
Bangkinang Di
Pekanbaru)
Kuantitatif Hasil penelitian
menunjukkan pertama, instrument yang digunakan dalam
penelitian ini handal dan valid melalui pengujian validitas dan reliabilitas dengan menggunakan pearson corelation dan croanbach alpha. Kedua secara parsial variabel akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh terhadap inovasi
perusahaan dengan thitung sebesar 2,033 lebih besar dari ttabel = 2,023 dengan nilai signifikan sebesar 0,049 (dibawah 0,05) dan variabel strategi operasi
berpengaruh terhadap inovasi perusahaan dengan thitung sebesar 3,402 lebih besar dari ttabel = 2,023 dengan nilai signifikan sebesar 0,002 (dibawah 0,05). Hasil secara simultan diketahui bahwa akuntansi
manajemen lingkungan dan strategi operasi mempunyai pengaruh positif (6,893) yang signifikan (0,001) terhadap inovasi perusahaan. Koefisien determinasi
menunjukkan nilai R2 sebesar 0,256 Hal ini menandakan bahwa kekuatan hubungan antara variabel dependen dan
independen yaitu adalah sebesar 25,6%. Sisanya sebesar 74,4%
dijelaskan oleh variabel lain.
11. Eltivia, dkk (2020)
Keterlibatan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Proses Produksi
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh terhadap inovasi proses produksi. Hipotesis kedua diperoleh kesimpulan bahwa strategi operasi tidak berpengaruh terhadap inovasi proses produksi.
Hasil secara simultan diketahui bahwa akuntansi manajemen lingkungan dan strategi operasi mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap inovasi proses produksi.
12. Arfah (2021)
Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Inovasi Strategi dan Inovasi Perusahaan Sibura-Bura Huta Hean
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh positif terhadap strategi.
Hasil pengujian statistik menunjukkan koefisien regresi variable audit internal sebesar 0,25 nilai ini signifikan pada tingkat signifikasi 0,5 dengan p value 0,82.
13. Pentiana (2017)
Enviromenta l
Managemen
Kuantitatif Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan akuntansi
t Accounting and
Innovation In Proper Participants Company In Lampung Province
manajemen lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap inovasi proses, namun penerapan akuntansi harus lebih
meningkatkan penerapan akuntansi manajemen lingkungan serta meningkatkan pemahaman atas pentingnya akuntansi manajemen lingkungan baik dalam inovasi proses maumpun produk.
14. Hasanah dan Setiyaning sih (2019)
Enviromenta l
Accounting, Strategy, Sustainabilit y
Developmen t Goals and Process Innovation
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi manajemen lingkugan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inovasi proses dan strategi berpengaruh positif dan signifikan terhada inovasi proses.
15. Hendro, dkk (2019)
Enviromenta l Mangement Accounting and
Innovation:
An
Exploratory Analysis
Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan EMA
memiliki hubungan positif dengan inovasi proses.
C. Kerangka Pikir Penelitian
Dalam rangka menjamin kelangsungan perusahaan ada beberapa hal yang harus perusahaan lakukan salah satunya adalah dengan melakukan perhatian terhadap manajemen serta melakukan inovasi. Kerangka penelitian menjelaskan hubungan antara penerapan akuntansi manajemen lingkungan dan strategi operasi terhadap inovasi perusahaan. Berbagai hal akan
dilakukan perusahaan agar dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi akibat proses dan desain sebuah produk.
Selain dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi, hal ini juga dapat memperkecil biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam memproduksi barang dalam industri manufaktur. Sehingga, informasi yang berkaitan dengan lingkungan akan sangat diperlukan perusahaan untuk mengatasi masalah ini.
Informasi tersebut akan diperoleh apabila suatu perusahaan menerapkan akuntansi manajemen lingkungan.
Hubungan antara strategi dan inovasi perusahaan adalah bahwa semakin tinggi suatu perusahaan menerapkan strategi maka strategi tersebut akan menjadi penggerak adanya inovasi perusahaan. Semakin tinggi penerapan akuntansi manajemen lingkungan akan berdampak positif terhadap inovasi perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntansi manajemen lingkungan merupakan penggerak dari terciptanya inovasi perusahaan.
Pada kerangka pikir penelitian ini terdapat 2 variabel bebas yaitu akuntansi manajemen lingkungan (X1) dan strategi operasi (X2), serta satu variabel terikat yaitu inovasi perusahaan (Y). Berikut adalah kerangka pikir.
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian Akuntansi
Manajemen Lingkungan
(X1)
Strategi Operasi
(X2)
Inovasi Perusahaan
(Y)
D. Hipotesis Penelitian
1. Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Inovasi Perusahaan Karena manfaat akuntansi manajemen lingkungan yang dirasakan organisasi cenderung mengejar teknik ini sebagian dari Sistem Pengendalian Manajemen (SPM), sebagai cara untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan keunggulan kompetitif organisasi tersebut. Salah satu dimana hal ini dapat dicapai adalah melalui inovasi.
Karena inovasi dapat didefinisikan sebagai penerapan sistem, kebijakan, program, dan proses yang baru yang dihasilkan secara internal dan eksternal (Jaya , 2017).
Penelitian yang dilakukan oleh (Sulastri, 2017) menyatakan bahwa akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh positif terhadap inovasi perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis penelitian yang dibangun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1: Akuntansi Manajemen Lingkungan berpengaruh positif terhadap inovasi perusahaan.
2. Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan
Tipe strategi organisasi yang berbeda biasanya menunjukkan arah inovasi dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan. Strategi yang diikuti oleh organisasi menentukan kebutuhan inovasi yang berkaitan dengan kegiatan pengolahan dan cenderung mengadopsi akuntansi inovasi (Methasari, 2018).
Penelitian yang dilakukan oleh (Putri, 2018) menyatakan bahwa strategi operasi berpengaruh positif terhadap inovasi perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis penelitian yang dibangun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H2: Strategi Operasi berpengaruh positif terhadap Inovasi Perusahaan.
29 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2017).
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau keterkaitan antara variabel bebas dan terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh akuntansi manajemen lingkungan dan strategi operasi terhadap inovasi perusahaan (Studi pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini yaitu berada di PT. Perkebunan Nusantara XIV yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan waktu yang digunakan peneliti untuk penelitian ini sejak dikeluarkannya izin penelitian selama kurang lebih 2 (dua) bulan, untuk pengolahan data yang meliputi penyajian data dalam bentuk skripsi serta proses bimbingan berlangsung.
C. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu jenis data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli dan data yang dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian yang sesuai dengan keinginan peneliti (Sugiyono, 2017). Pada penelitian ini data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara kepada narasumber atau responden, yaitu orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah staf keuangan dan bagian produksi PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar yang berjumlah 43 orang. Bagian keuangan terdiri dari devisi-devisi antara lain: bagian akuntansi, bagian pembiayaan, bagian PUKK dan bina linkungan, dan bagian produksi yang terdiri dari devisi-devisi antara lain: bagian tanaman, bagian teknik, bagian pengolahan, bagian pembelian TBS yang semua devisi-devisi tersebut memiliki peran penting terhadap penerapan akuntansi manajemen lingkungan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner dengan harapan agar hasil penelitian lebih relevan.
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah bagian keuangan dan bagian produksi PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar yang berjumlah 43 responden. Alasan peneliti menjadikan bagian keuangan dan bagian produksi karena mereka lebih memahami dampak terhadap lingkungan disekitarnya sebagai akibat dari aktivitas yang dilakukan perusahaan.
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Simple Random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan tidak terbatas pada seluruh elemen populasi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data ialah langkah yang paling praktis dalam suatu penelitian, yang mempunyai tujuan utama dalam penelitian yaitu mendapatkan data (Sugiyono, 2017). Sesuai dengan jenis penelitian ini, maka peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan kuesioner.
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dipakai penulis adalah kuesioner (angket). Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai pengaruh akuntansi manajemen lingkungan dan strategi operasi terhadap inovasi perusahaan di PT. Perkebunan
Nusantara XIV Makassar. Penyebaran kuesioner ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan serta mendukung penelitian. Untuk mengukur pendapat responden menggunakan skala likert.
F. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk diperlajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017). Berdasarkan judul penelitian yang dikemukakan diatas yaitu “Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Operasi Terhadap Inovasi Perusahaan (Studi Pada PT.
Perkebunan Nusantara XIV Makassar)”, maka dari itu variabel yang diteliti yaitu:
a. Variabel Terikat atau Dependen (Y) 1. Inovasi Perusahaan (Y)
Pada dasarnya inovasi adalah merubah suatu keadaan yang biasa menjadi lebih baik lagi dan bervariasi berdasarkan perkembangan zaman (Eltivia, dkk, 2020).
Adapun indikator-indikator pengukuran untuk variabel inovasi menurut Eltivia, dkk (2020) adalah sebagai berikut:
a. Perubahan desain
Perubahan desain adalah modifikasi yang dilakukan terhadap produk. Itu bisa terjadi pada setiap tahap dalam proses pengembangan produk.
b. Inovasi Teknis
Inovasi teknis adalah modifikasi dari produk atau proses yang ada atau penciptaan yang baru melalui serangkaian prosedur dari bidang pengetahuan atau aktivitas yang telah banyak dikembangkan.
c. Pengembangan Produk
Pengembangan produk merupakan sebuah proses dan strategi yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam mengembangkan suatu produk yaitu memperbaiki produk yang lama atau menambah kegunaan produk tersebut kepada target pasar. Selain itu, pengembangan produk termasuk dalam proses perubahan yang dilakukan pada produk yang sudah ada sebelumnya. Sekaligus sebagai proses mencari inovasi guna menambah nilai terhadap produk lama dan mengkonversikannya ke dalam bentuk produk tersebut. Dengan dilakukannya pengembangan produk, itu artinya perusahaan sudah paham dan mengetahui terkait kebutuhan dan juga keinginan pasar.
b. Variabel Bebas atau Independen (X)
1. Akuntansi Manajemen Lingkungan (EMA) (X1)
Akuntansi manajemen lingkungan (Environmental Management Accounting-EMA) merupakan salah satu sub sistem dari akuntansi lingkungan yang menjelaskan sejumlah persoalan mengenai penjelasan tentang dampak-dampak bisnis perusahaan kedalam sejumlah unit moneter (Ikhsan, 2009).
Adapun indikator-indikator pengukuran untuk variabel akuntansi manajemen lingkungan menurut Ikhsan (2009) adalah sebagai berikut:
a. Biaya Pencegahan
Biaya pencegahan adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk mencegah produksinya limbah atau sampah yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Contoh-contoh aktivitas pencegahan adalah evaluasi pemilihan alat untuk mengendalikan polusi, desain proses dan produk untuk mengurangi atau menghapus limbah, melatih pegawai, dan mempelajari dampak lingkungan.
b. Biaya deteksi lingkungan
Biaya deteksi lingkungan adalah biaya-biaya aktivitas yang dilakukan untuk menentukan apakah produk, proses dan aktivitas yang dilakukan di perusahan telah memenuhi standar lingkungan yang berlaku atau tidak.
c. Nilai Tambah
Nilai tambah merupakan dasar yang menghasilkan produk atau jasa dan kinerja tidak digolongkan pada usaha untuk menjamin kualitas.
d. Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan pokok atau bahan utama yang di olah dalam proses produksi menjadi produk jadi. Bahan baku yang di pakai harus sesuai dengan ketentuan perusahaan.
e. Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi suatu perusahaan.
2. Strategi Operasi (X2)
Stretegi operasi merupakan suatu kegiatan yang mengubah bahan baku mentah dan menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi dan daya saing bagi keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Strategi operasi menunjukkan bagaimana kegiatan operasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi (Sulastri, 2017).
Adapun indikator-indikator pengukuran untuk variabel strategi operasi menurut Sulastri (2017) adalah sebagai berikut:
a. Biaya (Cost)
Biaya merupakan suatu pengukuran (moneter), jumlah dari sumber daya yang dipergunakan untuk beberapa tujuan dalam akuntansi manajemen. Dalam penelitian ini dimensi yang digunakan adalah biaya produksi. Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang.
b. Daya tahan produk
Daya tahan produk disini yang dimaksud adalah bahan baku.
Strategi bahan baku adalah yang sesuai dengan ketentuan perusahaan.
c. Daya penerimaan produk
Strategi jangka penerimaan produk yang menciptakan inovasi dilihat dari proses pengolahan produk yaitu: semakin cepat bahan baku yang dikirim masyarakat atau yang diterima perusahaan maka akan semakin baik.
Table 3.1
Variabel Operasional Penelitian
No. Variabel Definisi Inidikator Sumber 1. Inovasi
Perusahaan (Y)
Inovasi adalah merubah suatu keadaan yang biasa menjadi lebih baik lagi dan bervariasi berdasarkan perkembangan zaman.
1. Perubah an desain 2. Inovasi
teknis 3. Pengem
bangan produk
Eltivia, dkk (2020)
2. Akuntansi Manajemen Lingkungan (X1)
Akuntansi Manajemen Lingkungan merupakan salah satu sub sistem dari akuntansi lingkungan yang menjelaskan sejumlah persoalan mengenai penjelasan tentang dampak- dampak bisnis perusahaan kedalam sejumlah unit moneter.
1. Biaya pencega han 2. Biaya
deteksi lingkung an 3. Nilai
tambah 4. Bahan
baku 5. Limbah
Ikhsan (2009)
3. Strategi Operasi (X2)
Strategi Operasi merupakan suatu kegiatan yang mengubah bahan baku mentah dan menjadi barang lain yang
mempunyai nilai
1. Biaya (cost) 2. Daya
tahan produk 3. Daya
penerim aan
Sulastri (2017)
tambah lebih tinggi dan daya saing bagi keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.
produk
Subjek diintruksikan untuk merespon setiap pertanyaan dengan menggunakan skala likert. Skala likert merupakan salah satu bentuk tes untuk mengindikasikan suatu kecendrungan atau sikap seseorang. Bentuk skala likert ini menampung pendapat yang mencerminkan sikap dari sangat setuju sampai dengan sangat tidak setuju. Peneliti menggunakan satu sampai lima skala likert. Untuk alternatif yang tersedia diberikan skor sebagai berikut (Ghozali, 2006).
Tabel 3.2
Kategori Jawaban dan Skor
Tanda Keterangan Skor
SS Sangat Setuju 5
S Setuju 4
KS Kurang Setuju 3
TS Tidak Setuju 2
STS Sangat Tidak Setuju 1
G. Teknik analisis data 1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasikan
setiap item-item pertanyaan dengan total nilai setiap variabel. Korelasi setiap item pertanyaan dengan nilai total setiap variabel dilakukan dengan teknik korelasi yaitu korelasi produk momen person (bivariate person) untuk mengetahui apakah variabel diuji valid atau tidak, hasil korelasi dibandingkan dengan angka kriteria rtabel 0,301 dan taraf signifikan 5%. Dasar pengambilan keputusan diambil jika nilai hasil uji validitas lebih besar dari angka kriteria rtabel 0,301, maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid. Untuk menentukan tingkat validitas peneliti menggunakan bantuan program Statistical Program for Social Science (SPSS) (Ghozali, 2006: 142).
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas dalam menggunakan metode one shot atau diukur sekali saja. Pengukuran yang dimaksud adalah pengukuran yang hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain. Untuk pengukuran reliabilitas, SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach alpa.
Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan Cronbach alpa>
60% (Ghozali, 2006: 140).
2. Uji Hipotesis
a. Uji Regresi Linear Berganda
Untuk menjawab masalah yang ada pada perumusan masalah, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data dan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science). Analisis ini dilakukan agar dapat memberikan gambaran mengenai besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Indrianto dan Supomo, 2002). Analisis regresi dianggap tepat dalam pengujian ini karena analisis regresi tidak hanya menentukan besarnya variabel independen terhadap variabel dependen, serta menunjukkan arah dari pengaruh tersebut. Formulasi yang dipakai untuk analisis regresi berganda adalah sebagai berikut:
Y = a + B1X1 + B2X2 + e Keterangan :
Y = Inovasi Perusahaan
A = Bilangan Konstan (konstanta)
X1 = Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan X2 = Strategi Operasi
B1,B2 = Koefisien regresi