• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

RumusanMasalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah “Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada dinas sosial, ketenagakerjaan dan transmigrasi di Kabupaten Gowa”. Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengkaji lebih luas budaya organisasi dalam kaitannya dengan kinerja pegawai.

TINJAUAN PUSTAKA

Aspek-aspek Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah seperangkat makna penting seperti norma, nilai, dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh anggota suatu organisasi. Berdasarkan aspek budaya tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi sangat penting untuk dikembangkan karena melalui budaya dapat dipelajari karakteristik perilaku pegawai.

Jenis-jenis Budaya Organisasi

Budaya organisasi perusahaan, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang menjadi wujud bagaimana orang-orang dalam suatu organisasi berperilaku dan melakukan hal-hal yang dapat dilakukan. Budaya organisasi publik, suatu kebiasaan/prosedur/etika suatu organisasi publik dalam menjalankan aktivitas organisasinya sehari-hari.

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Perbedaan tersebut mengakibatkan kedudukan yang berbeda-beda, ada yang tinggi dan ada pula yang rendah.

Proses Sosialisasi Budaya Organisasi

Budaya organisasi sosial, kehidupan masyarakat diatur atau diatur oleh adat istiadat dan aturan berbagai entitas di lingkungan tempat ia hidup dan bersosialisasi sehari-hari. Pegawai harus memenuhi persyaratan kualifikasi yang telah ditetapkan agar dapat berpedoman pada sistem nilai dan norma yang terkandung dalam budaya organisasi.

Pengertian Kinerja

Terbentuknya kesetiaan terhadap nilai-nilai utama organisasi pada seluruh individu organisasi agar bekerja berdasarkan moral dan mencapai kinerja yang optimal. Pengertian kinerja menurut Mangkunegara adalah kinerja pegawai (job performance) adalah kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja

Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Sosial, Pekerjaan dan Migrasi di Kabupaten Gowa yang berjumlah 68 pegawai. Terdapat 68 orang yang disurvei berdasarkan gender pada Dinas Pekerjaan Sosial, Pekerjaan dan Migrasi di Kabupaten Gowa. Jadi dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan budaya organisasi Dinas Pekerjaan Sosial dan Migrasi di Kabupaten Gowa dinilai baik.

Distribusi frekuensi dan persentase digunakan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kinerja petugas sosial, pekerjaan dan imigrasi di Kabupaten Gowa. Hasil analisis dari banyaknya tanggapan responden menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pelayanan sosial, ketenagakerjaan dan migrasi di Kabupaten Gowa. Artinya hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa “Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada dinas sosial, ketenagakerjaan dan migrasi di kabupaten Gowa” dapat diterima.

Budaya organisasi yang diterapkan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa termasuk dalam kategori baik ditinjau dari norma, nilai, sikap dan keyakinan. Budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

Penilaian Kinerja Karyawan

  • Kerangka Pikir

Hipotesis

Dalam penelitian ini diajukan rumusan hipotesis yaitu: “Budaya organisasi diduga berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.”

Lokasi dan Waktu Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Jenis dan Sumber Data

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner kepada responden dan pejabat lain yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data sekunder merupakan data yang berupa dokumen dan laporan tertulis seperti struktur organisasi, jumlah pegawai dan data lain yang berkaitan dengan masalah penelitian ini.

Populasi dan Sampel

MetodeAnalisis Data

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gowa. Analisis regresi linier sederhana merupakan metode yang digunakan untuk menjawab hubungan antara masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Kemudian setelah diperoleh koefisien regresi dilakukan uji untuk mengetahui variabel bebas dan variabel terikat secara bersama-sama dengan menggunakan uji Fisher.

Uji ini dilakukan dengan melihat nilai signifikansi p > a = 0,05 yang berarti variabel secara parsial

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Identitas Responden

Golongan merupakan jenjang struktural yang diperoleh pegawai selama bekerja di Dinas Pekerjaan Sosial, Pekerjaan dan Migrasi Kabupaten Gowa, seperti terlihat pada Tabel 2 di bawah ini.

Tabel diatas menjelaskan bahwa jumlah pegawai di Dinas Sosial, Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  di  Kabupaten  Gowa  untuk  jenis  kelamin  laki-laki  yaitu  sebanyak  47  orang  dari  68  responden  atau  69,12%,  sementara  yang  perempuan  sebanyak 21
Tabel diatas menjelaskan bahwa jumlah pegawai di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabupaten Gowa untuk jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 47 orang dari 68 responden atau 69,12%, sementara yang perempuan sebanyak 21

Analisis Deskriptif

Sebanyak 7,41 persen menyatakan sangat setuju, 23 responden atau 85,18 persen menyatakan setuju, dan 2 responden atau 7,41 persen menyatakan kategori ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju atau sama sekali tidak setuju. Pernyataan ketiga tentang kepemimpinan dalam instansi yang selalu memberikan dukungan moral kepada bawahannya menyatakan sebanyak 15 responden atau 55,56 persen kategori sangat setuju dan sebanyak 12 responden atau 44,44 persen menyatakan kategori setuju dan tidak ada responden yang menyatakan ragu. kategori tidak setuju atau sangat tidak setuju. Pernyataan keempat mengenai permasalahan di tempat kerja yang selalu diselesaikan secara bersama-sama (kolaborasi antar karyawan) menyatakan bahwa sebanyak 17 responden atau 62,96 persen memberikan kategori sangat setuju dan sebanyak 10 responden atau 37,04 persen memberikan kategori setuju dan tidak. responden mengatakan kategori tidak yakin, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

Pernyataan kelima bahwa seseorang harus selalu mandiri dalam melaksanakan pekerjaan menyatakan bahwa sebanyak 12 responden atau 44,44 persen menyatakan kategori sangat setuju dan sebanyak 15 responden atau 55,56 persen menyatakan kategori setuju dan tidak ada responden yang ragu-ragu, tidak setuju. atau sangat tidak setuju. Pernyataan kedua mengenai pengembangan manajemen personalia berbasis kompetensi yang konsisten menyatakan sebanyak 5 responden atau 18,52 persen menyatakan kategori sangat setuju, 19 responden atau 70,37 persen menyatakan kategori setuju, dan sebanyak 6 responden atau 22,22 persen menyatakan kategori setuju. . ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju. Pernyataan keempat mengenai penanganan kebutuhan pelanggan sesuai dengan aspirasi pelanggan menunjukkan bahwa sebanyak 7 responden atau 18,52 persen menyatakan kategori sangat setuju, 19 responden atau 70,37 persen menyatakan kategori setuju, dan sebanyak 6 responden atau 22,22 persen menyatakan ragu. kategori ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju.

Pernyataan ketiga mampu mencapai tujuannya dengan cepat, yaitu sebanyak 13 responden atau 48,14 persen kategori sangat setuju dan sebanyak 14 responden atau 51,86 persen menyebutkan kategori setuju dan tidak ada responden yang ragu, setuju atau tidak setuju. kategori. Pernyataan keempat mengenai pencapaian target kinerja yang ditetapkan menyatakan sebanyak 10 responden atau 37,04 persen kategori sangat setuju, 13 responden atau 48,15 persen kategori setuju dan sebanyak 4 responden atau 11,11 persen menyatakan ragu. kategori ragu-ragu, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju. Pernyataan kelima mampu mencapai tujuannya dengan cepat yaitu sebanyak 22 responden atau 81,41 persen kategori sangat setuju dan sebanyak 5 responden atau 18,52 persen menyebutkan kategori setuju dan tidak ada responden yang ragu, setuju atau tidak setuju. kategori..

Tabel 4 : Distibusi frekuensi jawaban responden atas variabel Budaya Organisasi
Tabel 4 : Distibusi frekuensi jawaban responden atas variabel Budaya Organisasi

AnalisisStatistikInferensial

Data pada tabel diatas menunjukkan nilai X2 hitung budaya organisasi dan nilai X2 hitung kinerja pegawai, nilai tersebut lebih besar dari X2 tabel, sehingga berdasarkan uji normalitas data menunjukkan kelompok berdistribusi normal. Uji korelasi product moment bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan budaya organisasi dengan kinerja pegawai serta tingkat hubungan dua variabel pelayanan sosial tenaga kerja dan transmigrasi di Kabupaten Gowa. Karena nilai rhitung > rtabel maka dapat dikatakan terdapat hubungan yang positif antara budaya organisasi dengan kinerja pegawai, dan tingkat hubungan kedua variabel tersebut adalah sedang, karena rhitung diambil pada rentang tabel interpretasi variabel tersebut. nilai r) .

Analisis selanjutnya untuk mengetahui besarnya korelasi antara budaya organisasi (X) dengan kinerja pegawai (Y) pada pelayanan sosial, ketenagakerjaan dan pemukiman kembali di Kabupaten Gowa, nilai yang diperoleh r = 0,384, dengan koefisien determinasi (model ringkasan tabel) diperoleh R2 = 0,147 atau 14,7 persen yang berarti sumbangan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 14,7 persen, sedangkan sisanya sebesar 85,3 persen ditentukan oleh variabel lain yang tidak dieksplorasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh persamaan regresi linier sederhana y yang berarti setiap budaya organisasi diterapkan pada Dinas Pekerjaan Sosial dan Migrasi Kabupaten. Pada output yang diperoleh Fhitung sebesar 4,325 (pada label anova) sedangkan Ftabel sebesar 4,24 atau nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel dengan tingkat signifikansi 0,048 jauh lebih besar dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1.

Dari Karen, Fhitung > Ftabel berarti terdapat sifat ketergantungan variabel budaya organisasi terhadap kinerja pegawai atau dapat dikatakan hipotesis terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dinas sosial, pekerjaan dan transmigrasi di Gowa Kabupaten", diterima.

Pembahasan

Melalui budaya organisasi, seperangkat makna penting yang berkaitan dengan norma, nilai, sikap, dan keyakinan dapat disatukan oleh pegawai untuk dipatuhi dan dipatuhi, sehingga menjadi pedoman perilaku bagi mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi pada Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi di Kabupaten Gowa berada pada kategori baik ditinjau dari nilai, norma, sikap dan keyakinan. Dari hasil penelitian kinerja pegawai pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi di Kabupaten Gowa termasuk dalam kategori sangat tinggi, sehingga dapat dikatakan kinerja pegawai pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi berada pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa terdapat hubungan antara variabel budaya organisasi dengan kinerja pegawai pada Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Migrasi Kabupaten Gowa, dimana kedua variabel mempunyai hubungan yang sedang. Besarnya kontribusi variabel budaya organisasi terhadap kinerja pegawai terlihat dari nilai koefisien determinan yang diperoleh, sedangkan sisanya sebagian dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diperhatikan dalam penelitian ini. Budaya kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pekerjaan Sosial dan Migrasi Kabupaten Gowa dengan nilai signifikansi sebesar 0,48 dan budaya organisasi mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,473 terhadap kinerja pegawai.

Hasilnya diperoleh ftabel sebesar 4,325 (pada label anova) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,147 jauh lebih kecil dari 0,473 sehingga Ho dan H1 diterima yaitu budaya organisasi memang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Tingkat kinerja pegawai pada pelayanan pekerjaan sosial, ketenagakerjaan dan migrasi termasuk dalam kategori baik ditinjau dari input, proses, output dan hasil. Pemimpin dalam pembelajaran meningkatkan kinerja pegawai diharapkan memperhatikan budaya organisasi, karena faktor budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Pegawai sebagai pelaksana dalam pelaksanaan kegiatan di Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten Gowa diharapkan mampu menaati segala peraturan yang ada dalam melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan motivasi yang tinggi sehingga menghasilkan kinerja yang sesuai. sejalan dengan apa yang diharapkan sebelumnya.. Diharapkan pegawai lebih transparan dan terbuka dalam melakukan penelitian sehingga dapat mengetahui kinerja Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi di Kabupaten Gowa.

Gambar

Gambar 1. Skema Kerangka Pikir  J.  Hipotesis
Tabel 1 : frekuensi dan persentase pegawai menurut jenis kelamin
Tabel diatas menjelaskan bahwa jumlah pegawai di Dinas Sosial, Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  di  Kabupaten  Gowa  untuk  jenis  kelamin  laki-laki  yaitu  sebanyak  47  orang  dari  68  responden  atau  69,12%,  sementara  yang  perempuan  sebanyak 21
Tabel 3 : Frekuensi dan persentase pegawai berdasarkan umur
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Budaya Organisasi dan Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.. Penelitian ini

Selanjutnya diketahui bahwa sedikitnya terdapat dua faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, yaitu faktor budaya organisasi dan komitmen keorganisasian dari

Hasil penelitian menggunakan analisa regresi linier sederhana diperoleh persamaan Ŷ 16,98 + 0,83 X yang berarti budaya organisasi dan kinerja pegawai memiliki

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel budaya organisasi (X1) dan etos kerja (X 2 ), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas

Dalam judul “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan” Jadi pada hasil penelitian ini bahwa budaya organisasi

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota

Penelitian ini menganalisis pengaruh budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kota

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, budaya organisasi, dan komitmen organisasional terhadap kinerja