Pengaruh Budaya Terhadap Perilaku Konsumen
Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya akandipindahkan ke produk dan jasa, dan produk kemudian dipindahkan ke konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian(grooming ritual), dan pembuangan (divestment ritual).F aktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas social pembeli. Budayaadalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Berikutcontoh pengaruh kebudayaan yang mempengaruhi pembelian itu sendiri:
Pengaruh Budaya Terhadap Pemaknaan Sebuah Produk.
Budaya menuntun individu dan masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhanmaupun keinginan terhadap barang dan jasa. Tuntunan budaya tersebut dapat berupa nilai ataupun norma. Dalam tiap-tiap kebudayaan, terdapat ciri khasmasing – masing yang membawa pemaknaan terhadap suatu produk. Contohnya :Tuntunan budaya berupa nilai : dalam hal kuliner sayur asam, ikan asin, ataulalapan. Orang akan memaknai produk tersebut kulinernya orang sunda. Tuntunan budaya berupa norma : labelisasi Halal pada setiap produk yang dapat di konsumsioleh umat Islam, yang di keluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Pengaruh Budaya Terhadap Pengambilan Keputusan Individu.
Individu dalam mengambil keputusan untuk berkonsumsi, tidak dapat dipisahkandari pengaruh budaya. Di antaranya di pengaruhi nilai dan norma. Di dalammasyarakat terdapat ide/gagasan mengenai, apakah suatu pengalaman berharga, tidak berharga, bernilai, tidak bernilai, pantas atau tidak. Inilah yang di artikansebagai nilai. Sedangkan norma sendiri dimaknai sebagai peraturan yang ditetapkansecara bersama-sama, yang menuntun perilaku seseorang dalam mengambilkeputusan. Contohnya : Pengambilan keputusan yang di pengaruhi oleh nilai :Kegiatan amal yang di lakukan individu, dengan menyantuni semua anak yatimdalam suatu panti, merupakan tindakan yang bernilai, yang akan memperoleh pahala dan kebajikan bagi dirinya. Tetapi tidak bagi individu lain, karena dianggaphal itu merupakan pemborosan.
Pengambilan keputusan yang di pengaruhi olehnorma : Di daerah Padang, di haruskan bagi para siswa sekolah untuk bisa membaca Al-Qur’an. Namun tidak bagi daerah di Papua.
Pengaruh Budaya yang Berupa Tradisi.
Tradisi adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaianlangkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti danterjadi berulang-ulang. Tradisi yang disampaikan selama kehidupan manusia, darilahir hingga mati. Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting daritradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu natal, yangselalu berhubungan dengan pohon cemara. Dan untuk tradisi-tradisi misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan-perhiasan sebagai perlengkapan acara tersebut.
Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan.
Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budayadalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kitamakan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan.Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktumengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat,