• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Yang Relevan

Orang tua yang membesarkan anak dengan cara memanjakannya merupakan cara pengasuhan yang kurang baik. Cara seseorang mendidik orang tua atau biasa disebut dengan pola asuh orang tua sangat mempengaruhi hasil belajar anak.

Hasil Belajar

Oleh karena itu, perubahan tingkah laku akibat mukjizat, hipnosis, supranatural, proses pertumbuhan, kedewasaan, penyakit, atau cedera fisik tidak dianggap sebagai hasil pembelajaran. Terkadang hasil belajar dapat diamati dalam bentuk tingkah laku, namun proses belajar itu sendiri tidak dapat diamati. Melainkan karena hasil belajar merupakan perubahan yang membuat seseorang berubah sikap dan perilakunya.

Hasil belajar diperoleh siswa setelah menyelesaikan suatu proses belajar atau merupakan hasil interaksi antara belajar dan mengajar. Jenis hasil belajar afektif tampak pada diri siswa pada perilaku yang berbeda-beda seperti perhatian siswa, kedisiplinan dan motivasi dalam belajar. Nana Sudjana (2009:3) mengartikan hasil belajar siswa pada hakikatnya sebagai perubahan tingkah laku akibat belajar dalam arti yang lebih luas yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dimyati dan Mudjiono juga menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil interaksi antara belajar dan mengajar. Berdasarkan pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai akibat dari kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh seorang siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

Pengertian IPS

IPS merupakan mata pelajaran pendidikan di Indonesia yang tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan penguasaan ilmu-ilmu sosial saja, namun juga sebagai materi yang dapat mengembangkan kompetensi dan tanggung jawab, baik sebagai individu, sebagai warga masyarakat, maupun sebagai warga dunia. Berdasarkan beberapa pernyataan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa konsep IPS merupakan suatu disiplin ilmu sosial atau ilmu sosial yang mempelajari tentang manusia dalam konteks sosialnya atau manusia sebagai anggota masyarakat. Bidang studi IPS, IPS, dan IPS sama-sama mempelajari kehidupan manusia dan interaksinya dalam masyarakat.

Tujuan Pengajaran IPS

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPŠ) merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang bersifat interdisipliner yang memadukan konsep ilmu-ilmu sosial dan humaniora (humaniora) dengan tujuan untuk menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan. Memahami dan mampu menggunakan struktur multidisiplin atau lintas disiplin yang dijadikan bahan analisis data baru.

Materi Pengajaran IPS

Pengertian IPS SD

Dimensi Pembelajaran IPS

Desmita (2010) bahwa perkembangan psikososial merupakan suatu proses perubahan kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, dalam proses perkembangan ini diharapkan siswa memahami orang lain, mampu menempatkan dirinya pada sudut pandang orang lain tanpa kehilangan dirinya sendiri. Keterampilan tersebut mutlak dimiliki oleh siswa agar mampu dan bijaksana dalam menjalankan perannya sebagai makhluk sosial. Untuk memfasilitasi kebutuhan perkembangan siswa tersebut, salah satu metode yang dapat digunakan adalah diskusi.

Melalui diskusi, keterampilan sosial yang dapat dikembangkan adalah kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluh kesah orang lain, memberi atau menerima masukan. memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai standar dan aturan yang berlaku. Dimensi nilai dan sikap meliputi nilai, meliputi nilai isi dan nilai prosedural. Tindakan sosial merupakan dimensi yang penting karena memungkinkan siswa menjadi orang yang aktif.

Berdasarkan uraian di atas, keempat dimensi IPS SD mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain, namun keempat dimensi tersebut saling melengkapi dan berkaitan. Dalam proses minat akademik, keempat dimensi IPS ini dibedakan untuk membantu guru merancang model pembelajaran sistematis yang mencakup seluruh domain hasil belajar. Kajian ini mencakup dimensi IPS yang mencakup fakta, konsep dan generalisasi yang harus dipahami oleh siswa.

Tujuan Pembelajaran IPS SD

Mata kuliah ini mencakup dimensi IPS yang mencakup fakta, konsep, dan generalisasi yang perlu dipahami mahasiswa. manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang mengarahkan peserta didik menjadi warga dunia yang demokratis, bertanggung jawab, dan damai. Dalam proses pendidikan IPS, tujuan yang ingin dicapai bersifat jangka pendek dan jangka panjang.

Pertama, membangun pengetahuan siswa tentang pengalaman manusia dalam kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, masa kini, dan masa depan; kedua, membantu siswa mengembangkan keterampilan mencari dan mengolah/mengolah informasi; ketiga, membantu siswa untuk. Membekali siswa dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan mengembangkan alternatif solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat. Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental positif dan keterampilan dalam memanfaatkan lingkungan yang merupakan bagian dari kehidupannya.

Selain tujuan yang telah disebutkan, pendidikan IPS juga mempunyai visi dan misi, yaitu visi pembentukan dan pengembangan manusia. Mendorong peserta didik tidak hanya berarti mengembangkan pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan agar dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan masa depannya sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang baik. Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa tujuan pembelajaran IPS di sekolah dasar adalah untuk membekali siswa dengan bekal dan wawasan berupa pengetahuan, sikap, keterampilan dan kesadaran akan nilai-nilai sosial kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ruang Lingkup Pembelajaran IPS SD

Pada tingkat sekolah dasar, ruang lingkup pengajaran IPS hanya terbatas pada gejala dan permasalahan sosial yang dapat tercakup dalam ilmu geografi dan sejarah, khususnya gejala dan permasalahan sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar siswa MI/SD. Ilmu-ilmu sosial dasar sebagai pendidikan global (global education), yaitu mengajarkan peserta didik tentang keberagaman negara, budaya dan peradaban di dunia; menanamkan kesadaran akan saling ketergantungan antar bangsa; meningkatkan kesadaran akan semakin terbukanya komunikasi dan transportasi antar negara di dunia; mengurangi kemiskinan, kebodohan dan kerusakan lingkungan.

Kerangka Pikir

Kerangka yang disusun peneliti terdiri dari Lingkungan Keluarga (X), dan hasil belajar IPS Siswa (Y). Terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto.

Gambar 2.1. bagan kerangka pikirLingkungan Keluarga (X)
Gambar 2.1. bagan kerangka pikirLingkungan Keluarga (X)

Hipotesis Penelitian

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 263 Bonto Baru yang berjumlah 140 orang, terdiri dari 6 kelas. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN 263 Bonto Baru yang berjumlah 50 siswa.

H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 263 Bonto Baru Kec. Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 263 Bonto Baru Kec. Pada bagian ini memaparkan hasil penelitian tentang pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa kelas IPS kelas IV dan V SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto.

Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata. Terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 65% dari lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto dan 35% dari faktor lain yang tidak diketahui. Pembagian nilai bobot angket yang diperoleh siswa kelas IV dan V SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto.

Gambar 3.1 Desain Penelitian D. Populasi dan Sampel
Gambar 3.1 Desain Penelitian D. Populasi dan Sampel

Variabel Peneitian

Desain Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu lingkungan keluarga dengan variabel terikat yaitu hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena data yang diperoleh berkaitan dengan angka-angka sehingga memungkinkan digunakannya teknik analisis statistik.

Populasi dan Sampel Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Mei sampai dengan 20 Mei 2017 di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto dengan jumlah siswa kelas IV dan V sebanyak 50 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari angket lingkungan keluarga dan hasil belajar IPS. Data variabel yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu (1) data variabel bebas (variabel X) yaitu lingkungan keluarga (2) data variabel terikat (variabel terikat Y) yaitu nilai hasil belajar mata pelajaran IPS.

Data diperoleh melalui angket variabel lingkungan keluarga dan hasil belajar IPS diperoleh dari skor pasca penilaian mata pelajaran IPS. Artinya terdapat pengaruh atau sumbangan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa kelas IV dan V IPS di SDN 263 Bonto Baru sebesar 65% dengan rtabel signifikan 5% dengan n=50, maka nilai rtabel = 0,2787. Setelah dilakukan pemberian angket terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto dengan nilai rxy yang diperoleh lebih besar yaitu 0,81 dibandingkan dengan nilai rtabel yaitu sebesar 0,2787 berdasarkan signifikan sebesar 5%.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto, disarankan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah. Diimbau kepada orang tua siswa SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto untuk memperhatikan anaknya dan memberikan bimbingan dalam belajar di rumah. Disarankan kepada guru SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto agar melaksanakan tugasnya sesuai dengan kode etik guru, tanpa membeda-bedakan siswanya.

Tabel 3.1 populasi deskripsi jumlah murid SDN 263 Bonto Baru
Tabel 3.1 populasi deskripsi jumlah murid SDN 263 Bonto Baru

Definisi Operasional Variabel

Tekhnik Pengambilan Data

Instrumen Penelitian

Teknik Analisis Data

Pengetahuan tentang koefisien korelasi tidak memberikan pengetahuan yang cukup tentang seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Untuk mengetahui lebih jauh hubungan antar variabel, salah satu analisis yang dapat digunakan adalah koefisien determinasi. Koefisien ini disebut koefisien determinan karena varians yang terjadi pada variabel terikat dapat dijelaskan oleh varians yang terjadi pada variabel bebas (Sugiyono.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan Penelitian

PENUTUP

Saran

  • Populasi Deskripsi Jumlah Siswa
  • Sampel Deskripsi Jumlah Siswa
  • Distribusi Hasil Penelitian
  • Hasil Kerja Korelasi Product Moment

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDN 263 Bonto Baru Kabupaten Jeneponto, disarankan agar seluruh pihak yang terlibat khususnya Departemen Pendidikan Nasional memastikan fasilitas yang memadai di seluruh sekolah. Silakan pilih dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan pengalaman Anda. Tidak ada jawaban benar atau salah dalam kuesioner ini dan tidak ada hubungannya dengan skor Anda.

Informasi yang Anda berikan dengan mengisi kuesioner ini merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi penyelesaian skripsi ini. Apakah orang tuamu memotivasi kamu untuk giat belajar, misalnya jika kamu mendapat nilai bagus maka kamu akan mendapat reward. Apakah orang tuamu menanyakan tentang tugas/pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurumu di sekolah?

Tabel Interpretasi Korelasi Product Moment
Tabel Interpretasi Korelasi Product Moment

Gambar

Gambar 2.1. bagan kerangka pikirLingkungan Keluarga (X)
Gambar 3.1 Desain Penelitian D. Populasi dan Sampel
Tabel 3.1 populasi deskripsi jumlah murid SDN 263 Bonto Baru
Tabel 3.2 Sampel deskripsi jumlah murid kelas IV dan V
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan dimoderasi lingkungan keluarga siswa.Objek

Pengaruh Lingkungan Keluarga, Iklim Sekolah, dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. 1.2

anak di sekolah dengan cara berkomunikasi dengan wali kelas siswa atau dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan, memberikan bimbingan belajar pada mata

Saya merasa aman dengan standar kerja yang telah diberikan Keude Kupie Ulee Kareng.. 2 Saya telah bekerja

Apabila semakin banyak ibu yang tidak mengikuti KB di Kecamatan Sungai Kunjang maka kecenderungan memiliki anak dalam jumlah lebih banyak sehingga kebutuhan hidup dalam

Keluarga memiliki tugas utama untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan social semua anggotanya, mencakup pemeliharaan dan perawatan anak-anak, membimbing

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar anak jalanan karena prestasi anak jalanan di sekolah master depok,

Sehingga diambil peralatan makan ini untuk membuktikan apakah merek tersebut benar aman untuk digunakan oleh anak-anak serta mengetahui respon setiap konsumen mengenai keberadaan produk