• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh media sosial dan pengembangan hubungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh media sosial dan pengembangan hubungan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL REMAJA DI SIDOARJO

Direview Oleh : Retno Anggraini Tri Ardana

Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, email : [email protected]

Pendahuluan

Dimasa era globalisasi teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dsb. Dari internet itulah muncul media sosial yang mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Keberadaan media social terkesan paling berpengaruh dan diminati penggunaan internet, media sosial memiliki magnet dan daya tarik yang besar dan mampu mengajak siapa saja untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang singkat.

Pembahasan

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Dalam teori perkembangan remaja yang mengatakan bahwa masa remaja merupakan masa perkembangan dalam segala hal. Sehingga menjadi labil atau mudah dipengaruhi merupakan suatu ciri dari remaja sendiri. Masa remaja menunjukan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Masa remaja merupakan masa transisi sebab pada saat itu, seseorang telah meninggalkan masa kanak-kanak namun ia juga belum memasuki masa dewasa.

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari perkembangan internet. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2013 (kominfo.com), mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Terdapat tiga motivasi bagi anak dan remaja untuk mengakses internet yaitu untuk mencari informasi, terhubung dengan teman lama maupun baru dan untuk hiburan. Pencarian informasi yang

(2)

dilakukan sering didorong oleh tugas tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan di dorong oleh kebutuhan pribadi. Penggunaan media sosial di kalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Hampir setiap hari remaja mengakses media sosial hanya untuk sekedar mencari informasi melalui twitter , kemudian menyampaikan kegiatan yang mereka lakukan melalui facebook atau path. Hasil dari survey yang dilakukan oleh Kementrian Kominfo (Suara Merdeka, 27 Maret 2015), menunjukkan 5 media sosial terpopuler di Indonesia, yaitu Facebook dengan 65 juta pengguna, Twitter19,5 juta pengguna, Google+ 3,4 juta pengguna, LinkedIn 1 juta pengguna, dan Path 700 juta pengguna. Meningkatnya penggunaan internet ini mengindikasikan bahwa komunikasi bermedia komputer khususnya melalui media situs jejaring sosial telah menjadi sebuah trend baru di masyarakat khususnya remaja.

Pengguna internet di Jawa Timur lebih banyak berusia muda yaitu dalam kelompok umur 15 tahun sampai dengan 24 tahun (Wahyudiono, 2012). Fasilitas yang biasa digunakan untuk berkomunikasi secara online adalah instant message, emails, chat room, text messaging, social networking. Aktivitas penggunaan internet yang paling tinggi yaitu membuka jejaring sosial dan mengirim atau menerima email. Tidak jarang pula remaja melakukan aktivitas komunikasi dengan menulis di dinding, update status, update comment, upload foto dan video,maupun game online. Hasil penelitian (Nike Meilinda Anggreini,2015) diketahui bahwa semakin sering seseorang menggunakan akses jejaring sosial maka semakin rendah pengendalian diri seseorang dalam menggunakan akses jejaring sosial sehingga berdampak pada kehidupan sosial seseorang.

Berdasarkan hal itu diketahui bahwa hubungan interpersonal antar media social dan remaja berpengaruh besar, remaja memilih untuk menggunakan media social untuk aktivitas komunikasi dengan menulis di dinding, update status, update comment, upload foto dan video,maupun game online sekaligus untuk mengetahui informasi. Menurut mereka bahwa situs jejaring social dipilih karena dianggap relative lebih mudah dalam pencarian informasi, walaupun begitu intensitas pengguna situs jejaring social adalah tergolong jarang. Karena mereka lebih tertarik untuk berkomunikasi secara langsung.

Penutup

Interaksi sosial merupakan sebuah syarat terjadinya aktivitas sosial. Jejaring social memberi interaksi yang terbuka dan singkat dalam aktivitas social, baik dalam mencari informasi maupun untuk kebutuhan pribadi (chatting, update, comment, upload). Walaupun begitu

(3)

interaksi secara langsung dianggap lebih efektif dalam penyampaian informasi maupun merubah sikap individu.

Diketahui dari hasil penelitian (Totok, 2013) bahwa meskipun menurut mereka situs jejaring social lebih baik tetapi mereka lebih tertarik untuk berkomunikasi secara langsung, padahal situs jejaring social memberijeda waktu yang singkat dalam penyampaian informasi.

Referensi

Abadi, T.W., Fandrian, .S., Asha, D.U. (2013). “Media Sosial Dan Pengembangan Hubungan Interpersonal Remaja Di Sidoarjo”. KANAL, Vol. 2, No. 1, September 2013, Hal. 1 – 106.

Anggreini, N. M., Badruddin Nasir, M. S., Noor, I. L., Sos, S., & Si, M. (2016). Pemanfaatan Media Sosial Twitter Di Kalangan Pelajar Smk Negeri 5 Samarinda.

https://scholar.google.com

Ayun, P. Q. (2015). “Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial Dalam Membentuk Identitas”. Channel , Vol. 3, No. 2 ,Oktober 2015, hal. 1-16.

Hurlock B. Elizabeth. 1980. DEVELOPMENT PSYCHOLOGY (A Little-Span Approach), Fifth Edition. McGraw-Hill, Inc.

Juditha, Cristiany. (2011). “Hubungan Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook Terhadap Perilaku Remaja di Kota Makassar”. Jurnal Penelitian IPTEKKOM.

Juwita, E. P., Budimansyah, D., & Nurbayani, S. (2015). Peran Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Siswa. Sosietas, 5(1). https://scholar.google.com

Kominfo.com, (2015). Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang.

http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+I ndonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker.

Panji, A. (2014). “Hasil Survei Pemakaian Internet Remaja Indonesia http://tekno.kompas.com/read/2014/02/19/1623250/Hasil.Survei.Pemakaian.Internet.Remaja.

Indonesia”.

Putri , W.S.R., R. Nunung Nurwati, Meilanny Budiarti S. (2016). “ Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja”. PROSIDING KS: RISET & PKM, Vol. 3, No. 1, 2016, HAL: 1 - 154 ISSN: 2442-4480.

Wahyudiono. (2012). “Aktivitas Penggunaan Internet Berdasar Usia”. Komunika. Jurnal Komunikasi, Media, dan Informatika. Volume 1, No 1/ April 2012.

Referensi

Dokumen terkait

Situs jejaring sosialmerupakan situs yang dikembangkan untuk mempermudah interaksi antar kelompok dan individu, serta dukungan untuk mendapat umpan balik.Situs jejaring

Hasil penelitian menunjukkan bah- wa terdapat hubungan antara keteram- pilan sosial dan kecanduan situs jejaring sosial pada masa dewasa awal dengan arah negatif,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan dan penggunaan situs jejaring social Twitter di lingkungan Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Administrasi

Responden memanfaatkan media jejaring sosial tidak secara langsung untuk pembentukan personal branding , tetapi de- ngan aktivitas responden dan relasi sosial responden

Pengaruh Tingkat Kepercayaan Berkomunikasi di Jejaring Sosial Internet (Social Media) Terhadap Perilaku Beli Mahasiswa (Survei Asosiatif Netter Kaskus Mahasiwa Jurusan Teknologi

Dari aspek historis perkenalan mereka terhadap situs jejaring sosial dan pemanfaatan si- tus jejaring sosial tersebut dikaitkan dengan pengembangan konsep dan identitas diri,

Dalam Penelitian ini penulis akan meneliti perilaku mahasiswa yang memiliki hobby hangout dalam menggunakan media jejaring sosial yang mereka miliki

Tetapi, dengan adanya perkembangan media social maka komunikasi interpersonal sudah mulai kurang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia, masyarakat lebih