• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap

N/A
N/A
YAYU ANGGERAINI

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA

PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VII SMP NEGERI 3 PANCA

RIJANG KABUPATEN SIDRAP

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Jurusan Pendidikan Agama Islam pada Fakultas

Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Oleh:

NURHAYANI NIM: 20100119072

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2023

(2)

ii

(3)

iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Nurhayani

NIM : 20100119072

Tempat, Tanggal Lahir : Maddenra, 27 Februari 2000

Jurusan : Pendidikan Agama Islam

Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Alamat : Jl. A.Cammi, Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap

Judul : Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap

Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini benar merupakan hasil karya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ini merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain sebagian atau seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Samata, 27 Februari 2023 Peneliti,

Nurhayani

NIM: 20100119072

(4)

iv

KATA PENGANTAR

نمحرلا الله مسب ميحرلا

Tiada kata yang paling indah selain ucapan syukur alhamdulillah peneliti persembahkan kepada Allah swt, yang telah memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul: “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap” Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw, kepada para keluarga serta sahabatnya yang senantiasa menjadi suri teladan kepada kita sebagai umat-Nya.

Melalui tulisan ini, peneliti menyadari bahwa pada proses penulisan karya ilmiah ini dari awal sampai akhir tidak luput dari segala kekurangan maupun berbagai hambatan. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu peneliti dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Dengan penuh kesadaran dan dari dalam dasar hati nurani peneliti menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada ayahanda Alitang dan ibunda Hj. Kartina yang telah membesarkan, mendidik, dan mengasuh peneliti dengan sabar, ikhlas, penuh cinta dan kasih sayang serta senantiasa memanjatkan doa-doanya untuk peneliti. Tidak lupa pula peneliti mengucapkan terima kasih kepada kakak peneliti yaitu Amiruddin, S.Kom., yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada peneliti. Selanjutnya ucapan terima kasih juga ditujukan kepada:

1. Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., selaku Rektor UIN Alauddin Makassar beserta Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag., Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum., Wakil Rektor III, Prof.

Dr. H. Darusalam Syamsuddin, M.Ag., dan Wakil Rektor IV, Dr. H.

(5)

v

Kamaluddin Abu Nawas, M.Ag., yang telah membina dan memimpin UIN Alauddin Makassar menjadi tempat bagi peneliti untuk memperoleh ilmu baik dari segi akademik maupun ekstrakurikuler.

2. Dr. H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar beserta Wakil Dekan I, Dr. M. Shabir U., M.Ag, Wakil Dekan II, Dr. M. Rusdi, M.Ag., dan Wakil Dekan III, Dr.

H. Ilyas, M.Pd., M.Si, yang telah membina peneliti selama kuliah.

3. Dr. H. Syamsuri, S.S., M.A., dan Dr. Muhammad Rusmin B., M.Pd.I., selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Alauddin Makassar yang telah memberikan petunjuk dan arahannya selama penyelesaian kuliah.

4. Dr. Awaliah Musgamy, M.Ag. dan Dr. Muhammad Rusmin B., M.Pd.I., selaku pembimbing I dan II yang telah bersedia dan bersabar meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing dan megarahkan peneliti mulai dari bagian awal hingga selesainya skripsi ini.

5. Dr. H. Munawir K., M.Ag. dan Drs. Muhammad Yusuf Hidayat, M.Pd.

selaku penguji I dan II yang telah bersedia dan bersabar meluangkan waktunya dalam mengarahkan peneliti hingga selesainya skripsi ini.

6. Segenap dosen, karyawan, dan karyawati Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang penuh ketulusan hati dan keikhlasan mengabdikan diri tanpa mengenal lelah.

7. Sahabat-sahabat tercinta dan seperjuangan Ummu Nurul Fitri, Shinta, Nur Alwiah Pratiwi, Ahmad Izzul Haq, dan Qurrata A’yun Anwar, S.Pd. yang senantiasa memberikan motivasi, menemani, membantu serta membersamai peneliti dari tahun 2019 hingga sampai penulisan skripsi ini.

(6)

vi

8. Terkhusus saudara Fathur Rahman Arimin, S.Pd., yang senantiasa membantu, memotivasi dan selalu mendoakan yang terbaik untuk peneliti.

9. Teman-teman tercinta grup ciwit-ciwit Maya Mustari, Humayra, Nurvazila, dan Rasdiana yang senantiasa memberikan dukungan selama peneliti menempuh pendidikan.

10. Rekan-rekan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2019 terkhusus kepada kelas PAI C atas dukungan, semangat, partisipasi, dan kerja samanya selama menempuh proses studi.

11. Kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang kabupaten Sidrap yang telah memberi izin mengadakan penelitian dan membantu dalam proses pengumpulan data.

Dalam penyusunan skripsi ini peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, peneliti berharap akan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini. Sekali lagi peneliti mengucapkan terima kasih sebanyak- banyaknya untuk semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk semua orang. Aamiin

Samata, 27 Februari 2023 Peneliti,

Nurhayani

NIM: 20100119072

(7)

vii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

PERSETUJUAN SKRIPSI………... ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR... ix

ABSTRAK ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1-14 A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah... 6

C. Definisi Operasional Variabel ... 6

E. Kajian Pustaka ... 7

F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 12

BAB II TINJAUAN TEORETIS ... 15-29 A. Model Pembelajaran Cooperative Script ... 15

B. Hasil Belajar ... 29

BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 30-47 A. Jenis dan Lokasi Penelitian... 30

B. Pendekatan Penelitian ... 31

C. Variabel dan Desain Penelitian ... 31

D. Penelitian Populasi …... 33

E. Teknik Pengumpulan Data... 33

F. Instrumen Penelitian ... 35

G. Prosedur Penelitian ... 39

H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 39

I. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 42

(8)

viii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 48-68 A. Deskripsi dan Hasil Penelitian... 48 B. Pembahasan ... 62 BAB V PENUTUP... 69-70

A. Kesimpulan ... 69 B. Implikasi Penelitian ... 70 DAFTAR PUSTAKA ... 71-73 LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(9)

ix

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

3.1 Tabel Populasi Penelitian SMP N 3 Panca Rijang………33

3.2 Tabel Penskoran Instrumen Penelitian………..37

3.3 Tabel Kisi-kisi Penilaian Angket Model Pembelajaran Cooperative Script……….38

3.4 Pedoman Memberikan Interpretasi terhadap Koefisien Determinasi………47

4.1 Tabel Rekapitulasi Hasil Angket Model Pembelajaran Cooperative Script……….49

4.2 Tabel Distribusi Frekuensi Skor Responden………..………...51

4.3 Tabel Menghitung Nilai Mean………..52

4.4 Tabel Menghitung Standar Deviasi dan Variansi………..52

4.5 Tabel Analisis Data Deskriptif Model Pembelajaran Cooperative Script Peserta Didik Kelad VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap….53 4.6 Tabel Kategorisasi Model Pembelajaran Cooperative Script…………...…54

4.7 Tabel Rekapitulasi Hasil Belajar Peserta Didik………....…….…55

4.8 Tabel Distribusi Frekuensi Skor Responden………...….………...…..57

4.9 Tabel Menghitung Nilai Mean………..58

4.10 Tabel Menghitung Standar Deviasi dan Variansi ………58

4.11 Tabel Analisis Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap………...………...59

4.12 Tabel Kategorisasi Hasil Belajar Peserta Didik..… ……….60

4.13 Tabel Uji Linearitas………..…….61

4.14 Tabel Model Summary (X-Y)………...61

(10)

x ABSTRAK Nama : Nurhayani

NIM : 20100119072

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Judul : Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap

Skripsi ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap; 2) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap; 3) Menganalisis pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif expost facto dengan desain penelitian paradigma sederhana. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap. Responden dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap yang berjumlah 42 orang dengan menggunakan jenis penelitian populasi. Dimana pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan instrumen angket dan hasil belajar peserta didik yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi sederhana.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh hasil penelitian Model pembelajaran cooperative script kelas VII SMP Negeri 3 panca rijang Kabupaten Sidrap berada pada kategori sedang, yaitu 64,29%, sedangkan hasil belajar peseta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 3 panca rijang Kabupaten Sidrap berada pada kategori sedang, yaitu 61,91%.

Dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai r square 0,230 atau sebesar 23%. Jadi pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII SMP Negeri 3 panca rijang Kabupaten Sidrap adalah sebesar 23% dengan interval koefisien 0,20 – 0,399 yang termasuk dalam kategori rendah, sedangkan sisanya sebesar 77% dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari variabel.

Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi peserta didik, untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script dengan harapan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Bagi pendidik, hendaknya mempertimbangkan penggunaan model cooperative script ini serta senantiasa memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi ataupun mata pelajaran sehingga pembelajaran dapat berjalan optimal. Bagi sekolah, untuk bisa menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran untuk meningkatkan nilai hasil belajar peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya, bisa dijadikan sebagai bahan referensi dalam melakukan penelitian dan agar dapat mengembangkan model pembelajaran ini dengan mengkaji lebih dalam lagi sehingga memperoleh hasil penelitian yang jauh lebih baik.

(11)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu interaksi antara pendidik dan peserta didik. Proses pendidikan terdapat dua faktor penting, yaitu pendidik dan peserta didik atau anak didik. Selain kedua faktor tersebut, faktor tujuan, alat dan lingkungan turut menentukan keberhasilan proses pendidikan terutama berfungsi sebagai pengarah dan penunjang proses pendidikan. Pendidikan dilaksanakan melalui usaha sadar, sengaja dan bertanggung jawab dengan memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan proses pendidikan, baik formal, nonformal maupun pendidikan informal.1

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu, karena pendidikan secara teoritis berarti memberi makan kepada jiwa individu sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah dan menumbuhkan kemampuan dasar manusia.2 Melalui pendidikan diharapkan dapat terwujud manusia yang memiliki kualitas yang baik dalam seluruh dimensi, baik dimensi intelektual, emosional, maupun dimensi spiritual yang kemudian dapat dimanfaatkan secara produktif bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar di masa yang akan datang.

Menurut Abuddin Nata, pendidikan merupakan suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan untuk membentuk manusia yang cerdas dalam berbagai aspek dan terampil dalam berkarya serta berkepribadian dan berakhlak mulia.3 Pemikiran ini sejalan dengan pengertian pendidikan yang telah dirumuskan oleh negara Indonesia

1Muchlidawati dkk, Pedoman Pelaksanaan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Jakarta: Depdikbud, 1997), h. 81.

2M Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 22.

3Abuddin Nata, Pengembangan Profesi Keguruan Dalam Perspektif Islam (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2017), h. 9.

(12)

di dalam pasal 1 Bab 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa:

Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.4

Berdasarkan undang-undang tersebut dapat diartikan bahwa pentingnya pendidikan agama bagi diri manusia adalah untuk tercapainya manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan dan akhlak mulia yang cakap. Pendidikan agama islam merupakan pilar utama dalam perkembangan kepribadian manusia yang menjadi dasar dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan manusia yang bermartabat. Dijelaskan pula tentang pentingnya ilmu sebagai pegangan hidup manusia pada QS Al-Mujadalah/58: 11:

ِا َو ْْۚم ُ ك َ

ل ُ ه

للّٰا ِح َس فَي ا ْو ُح َس ْ فا ْ َ

ف ِسِل ٰج َم ْ

لا ىِف ا ْو ُح َّسَفَت ْمُك َ ل َ

لْي ِق ا َذ ِا آْ ْوُن َم ٰ ا َنْي ِذ َّ

لا اَهُّي َ

َ آٰي لْي ِق ا َذ

ُ ه

للّٰا َو ٍۗ ت ٰج َر َد َمْل ِع ْ لا اوُت ْو ُ

ا َنْي ِذ َّ

لا َو ْْۙم ُ

كْن ِم ا ْوُن َم ٰ ا َنْي ِذ َّ

لا ُ ه

للّٰا ِع ف ْرَي ا ْو ُز ُش َ ْ

نا ف ا ْو ُز ُش َ ْ اَمِب نا

َ ن ْو ُ

ل َم ْعَت

رْيِب َخ

Terjemahnya:

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang- lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”5

Dari ayat di atas, maka dapat dipahami bahwa Allah swt akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu, memotivasi orang-orang yang beriman

4Republik Indonesia, Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Cet. IV; Jakarta: Sinar Grafika, 2011), h. 3.

5Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: J-ART, 2004), h. 543.

(13)

3

untuk menuntut ilmu dan menjadi orang-orang yang berilmu. Jelas bahwa pendidikan sangatlah penting bagi setiap manusia, agar menjadi manusia yang cerdas, beriman, bertakwa dan bertanggung jawab serta merubah sikap tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Salah satu dari faktor pendidikan adalah adanya seorang pendidik (guru).

Pendidik mempunyai keterkaitan yang erat dengan peserta didik dalam proses pendidikan. Pendidik adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa).6 Pendidik tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah materi yang akan diberikan kepada peserta didik, tetapi ia harus menguasai berbagai model pembelajaran guna kelangsungan transformasi dan internalisasi mata pelajaran.

Pendidikan dalam prakteknya, tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan belajar, yaitu kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat mendasar dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Dengan kata lain berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik.

Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. Ini berarti bahwa optimalnya hasil belajar peserta didik bergantung pula pada proses belajar peserta didik dan proses mengajar guru.7 Hasil belajar meliputi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge

6Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h. 74.

7Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), h. 65.

(14)

(pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analyis (menguraikan, menentukan hubungan), snynthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respon), valuing (nilai). Psikomotorik meliputi keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial dan intelektual.8

Pendidikan agama Islam adalah usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pegangan hidup.9

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMP Negeri 3 Panca Rijang pada tanggal 8 sampai 18 Januari 2022, peneliti melihat proses pembelajaran yang tadinya masih berpusat pada guru (teacher centered) kemudian menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (leaner centered) peneliti melihat masih banyak ditemukan peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas, peserta didik hanya dapat menyatakan konsep di luar kepala tetapi tidak mampu memahami makna yang tersirat untuk diaplikasikan, peserta didik juga merasa tidak percaya diri dalam mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, serta kurang memahami konsep yang dipelajari, tidak serius dalam proses pembelajaran dan kurang fokus ketika belajar.

Salah satu model pembelajaran yang dinilai akomodatif yang dapat meningkatkan aktivitas siswa, kemampuan bekerja sama antar siswa serta prestasi belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif. Jenis dari model pembelajaran kooperatif ini sangat banyak dan salah satunya adalah cooperative script. Model

8Agus Suprijono, Cooperative Learning (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2012), h. 6.

9Zakiyah Daradjat, Ilmu Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), h. 86.

(15)

5

pembelajaran kooperatif tipe cooperative script ini membuat permasalahan menjadi lebih mudah diselesaikan, memberikan waktu kepada peserta didik untuk merefleksikan isi materi pelajaran, interaksi yang terjadi dengan sesama anggota kelompok dalam pembelajaran dapat mempermudah pengerjaan soal, dan meningkatkan kemampuan penyimpanan jangka panjang dari isi materi pelajaran.

Model pembelajaran cooperative script merupakan salah satu model pembelajaran yang inovatif, karena mampu membiasakan peserta didik untuk meringkas dan menyampaikan materi dengan bahasa mereka sendiri secara lisan.

Cooperative script merupakan salah satu tipe pembelajaran dari model pembelajaran kooperatif dalam bentuk kelompok kecil, yang artinya peserta didik belajar secara berpasang-pasangan dalam menyimpulkan pelajaran baik berupa fakta, pendapat maupun alasan yang kemudian peserta didik saling bertukar peran sebagai pendengar dan pembaca.

Menurut Agus Suprijono, pembelajaran kooperatif mempunyai dampak positif yaitu meningkatkan prestasi belajar peserta didik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan motivasi intrinsik.10 Selain itu, pembelajaran kooperatif juga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang isi materi, memahami konsep-konsep serta mendorong peserta didik aktif, partisipatif, dan konstruktif terlibat dalam pembelajaran.

Oleh karena itu, dengan penggunaan model pembelajaran cooperative script ini, khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti guru berharap agar hasil belajar peserta didik bisa meningkat secara optimal.

10Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem (Cet: XIV; Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2016), h. 57.

(16)

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang

“Pengaruh Model pembelajaran Cooperative Script terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang?

2. Bagaimana hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang?

3. Seberapa besar pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang?

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca terhadap terhadap variabel-variabel penelitian yang dibahas peneliti, memudahkan pemahaman terhadap judul, serta memperjelas ruang lingkup dari penelitian ini. Dengan demikian, kesalahan penafsiran antara peneliti dengan pembaca dapat dihindari.

Dalam penelitian ini, peneliti memiliki batasan-batasan operasional variabel yaitu:

(17)

7

1. Model Pembelajaran Cooperative Script

Model pembelajaran cooperative script yang dimaksud oleh peneliti adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk saling bekerja sama secara berpasangan dalam merangkum materi pelajaran serta menyampaikan hasil rangkuman secara lisan kepada lawan bicaranya. Jadi peserta didik dapat memahami materi pelajaran dengan mudah dan baik serta membuat suasana pembelajaran lebih aktif. Adapun indikator model pembelajaran cooperative script yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik, menyampaikan informasi, mengorganisasikan peserta didik dalam kelompok-kelompok, dan membimbing kelompok bekerja sama dalam belajar.

2. Hasil Belajar Peserta Didik

Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta didik setelah ia mengalami proses belajar. Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada penelitian ini adalah skor yang dicapai peserta didik setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan tes formatif atau biasa disebut dengan ulangan harian setelah menyelesaikan program pelajaran dalam satu pokok bahasan yaitu meyakini kitab- kitab Allah, mencintai al-Qur’an.

D. Kajian Pustaka

Pada bagian ini, peneliti akan menguraikan beberapa penelitian terdahulu dan kajian teoritas kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Adapun beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh para peneliti yaitu:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Fina Nurul Adha tahun 2019 dengan judul penelitian “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap

(18)

Retensi Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di MA Mu’allimat NU Kudus Tahun Pelajaran 2019/2020.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh model cooperative script pada mata pelajaran Fiqih kelas XI di MA Mu’allimat NU Kudus tahun pelajaran 2019/2020. Kemudian penerapan model cooperative script memberikan kontribusi pengaruh terhadap retensi siswa sebesar 32,15%. Sedangkan sisanya adalah pengaruh variabel lain yang belum diteliti oleh peneliti.11

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama membahas tentang model pembelajaran cooperative script. Adapun perbedaannya penelitian Fina Nurul Adha membahas tentang Retensi Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti membahas tentang hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti. Adapun perbedaan selanjutnya terletak terletak pada tempat penelitian, penelitian yang dilakukan oleh Fina Nurul Adha dilaksanakan di MA Mu’allimat NU Kudus sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertempat di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Nurmawardi Luwiko tahun 2018 dengan judul penelitian “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Keterampilan Berbicara Siswa di Kelas IV SDN 3 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian menunjuka bahwa nilai rata-rata tes, sebelum menggunakan model pembelajaran cooperative script (X1) yaitu 62,68 dan nilai rata-rata sesudah menggunakan model pembelajaran

11Fina Nurul Adha, Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Retensi Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di MA Mu’allimat NU Kudus Tahun Ajaran 2019/2020, Skripsi (Kudus: Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Kudus, 2019), h. x.

(19)

9

cooperative script (X2) yaitu 75,40. Setelah dilakukan pengujian hipotesis berdasarkan uji t dependen diperoleh thitung sebesar 10,42 dan ttabel 1,72.

Karena thitung ≥ ttabel maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan diterimanya hipotesis penelitian maka rata-rata hasil tes keterampilan berbicara dipengaruhi oleh model pembelajaran cooperative script.12 Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang model pembelajaran cooperative script.

Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Nurmawardi Luwiko membahas mengenai keterampilan berbicara sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti membahas mengenai hasil belajar peserta didik. Adapun perbedaan selanjutnya yaitu tempat penelitian, penelitian Nurmawardi Luwiko dilaksanakan SDN 3 Suwawa Kabupaten Bone Bolango, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertempat di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Kevin Firgiyawan tahun 2019 dengan judul penelitian “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Kerja Sama Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru”. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian diperoleh robservasi >

rtabel pada taraf signifikan 5% (0,250 < 0,614 > 0,325) yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan model pembelajaran cooperative script terhadap kerja sama siswa pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Besar persentasi

12Nurmawardi Luwiko, Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Keterampilan Berbicara Siswa di Kelas IV SDN 3 Suwawa Kabupaten Bone Bolango, Skripsi (Gorontalo: Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Gorontalo, 2018), h. vii.

(20)

pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative script terhadap kerja sama siswa sebesar 47,8%, sedangkan sisanya sebesar 52,5%

dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.13

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang model pembelajaran cooperative script.

Adapun perbedaan penelitian oleh Kevin Firgiyawan membahas tentang kerja sama peserta didik, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti membahas mengenai hasil belajar peserta didik. Perbedaan selanjutnya terletak pada tempat penelitian, penelitian Ahmad Firgiyawan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertempat di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

4. Jurnal Pedagogik Volume IV Nomor 01 Tahun 2016 oleh Yudi Budianti dengan judul “Pengaruh Metode Pembelajaran Cooperative Script terhadap Kemampuan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Setiadarma 01 Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi”.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menyimak siswa kelas III di SDN Setiadarma 01 yang terlihat kurang dalam memahami isi cerita, sulit untuk mengemukakan kembali isi cerita, serta cenderung pasif dan kurang memperhatikan pada saat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan rata- rata pretest untuk kelas eksperimen adalah 51,71 dan posttest 79,34. Hasil dari analisis dalam eksperimen ini dengan menggunakan analisis

13Kevin Firgiyawan, Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Script terhadap Kerja Sama Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Skripsi (Pekanbaru: Jurusan Pendidikan Ekonomi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru, 2019), h. Viii.

(21)

11

perhitungan independent sample t-test yang diperoleh nilai sebesar 4.721.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Cooperative Script dapat berpengaruh terhadap kemampuan menyimak di SDN Setiadarma 01 Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.14

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang cooperative script. Adapun perbedaannya penelitian yang dilakukan oleh Yudi Budianti membahas tentang pengaruh model cooperative script terhadap kemampuan menyimak, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti membahas mengenail pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar. Perbedaan selanjutnya terletak pada tempat penelitian, penelitian yang dilakukan oleh Yudi Budianti dilaksanakan di SDN Setiadarma 01 Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertempat di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Winda Ayundia tahun 2018 dengan judul penelitian “Pengaruh Metode Cooperative Script terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerita pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Jenggala Kecamatan Tanjung Tahun Ajaran 2017/2018”. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa setelah dilakukan penelitian selama tiga kali pertemuan, dapat diketahui ratarata kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding rata-rata

14Yudi Budianti, Pengaruh Metode Pembelajaran Cooperative Script terhadap Kemampuan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Setiadarma 01 Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Skripsi (Mataram: Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Mataram, 2018), h. 70.

(22)

kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita kelompok control, dimana rata-rata untuk kelas eksperimen yaitu 77 dan rata-rata untuk kelas kontrol yaitu 68,17. Kemudian dilakukan perhitungan uji hipotesis terhadap selisih nilai pretest dan posttest, sehingga diperoleh thitung = 2,107 dan ttabel = 2,017, oleh karena thitung > ttabel, sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penerapan metode Cooperative Script memberikan pengaruh terhadap kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita pada siswa kela V SDN 2 Jenggala Kecamatan Tanjung Tahun Ajaran 2017/2018.15

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang model pembelajaran cooperative script.

Perbedaannya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Winda Ayundia membahas mengenai kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti menggunakan hasil belajar sebagai variabel Y.

Perbedaan selanjutnya terletak pada tempat penelitian, penelitian oleh Winda Ayundia dilaksanakan di SD Negeri 2 Jenggala Kecamatan Tanjung, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertempat di SMP Negeri 3 Panca Rijang Kabupaten Sidrap.

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan memiliki tujuan dan kegunaan yang dapat digunakan baik untuk peneliti, pembaca, dan yang terkait dalam

15Winda Ayuandini, Pengaruh Metode Cooperative Script terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerita pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Jenggala Kecamatan Tanjung Tahun Ajaran 2017/2018, Skripsi (Mataram: Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram, 2018), h. 1.

(23)

13

penelitian tersebut. Adapun tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mendeskripsikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan pada rumusan masalah. Tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

a. Untuk mendeskripsikan model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang.

b. Untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang.

c. Untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas VII di SMP Negeri 3 Panca Rijang.

2. Kegunaan Penelitian

Setelah mengetahui kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat sebagai pijakan untuk mengembangkan penelitian-penelitian yang menggunakan model pembelajaran cooperative script.

b. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat:

1) Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman sebagai calon pendidik mengenai penggunaam model pembelajaran yang sesuai dalam proses pembelajaran.

(24)

2) Bagi pendidik, diharapkan dapat membantu pendidik lebih memahami dan dapat menambah wawasan tentang betapa pentingnya model pembelajaran yang menyenangkan sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara aktif serta meningkatkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

3) Bagi peserta didik, diharapkan dengan adanya penelitian ini maka peserta didik dapat memiliki kesadaran betapa pentingnya model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar peserta didik.

4) Bagi Sekolah, diharapkan penelitian ini dapat menjadi kosntribusi positif untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya kualitas pendidikan di SMP Negeri 3 Panca Rijang kabupaten Sidrap.

(25)

15 BAB II

TINJAUAN TEORETIS A. Model Pembelajaran Cooperative Script

1. Pengertian Model Pembelajaran

Istilah model dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan. Model kaitannya dengan pembelajaran yang biasa disebut dengan model pembelajaran diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pembelajaran yang pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik, baik interaksi itu langsung seperti tatap muka, maupun tidak langsung seperti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran.1

Pengertian model diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda yang sesungguhnya, contohnya “globe” adalah model dari bumi tempat kita hidup.

Dalam istilah selanjutnya istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian yang pertama sebagai kerangka konseptual. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka yang dimaksud model dalam belajar mengajar adalah kerangka konseptual dan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, serta berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar sehingga, aktivitas belajar mengajar benar-benar merupakan kegiatan belajar yang tertata secara sistematis.2

1Thamrin Tayeb, Analisis dan Manfaat Model Pembelajaran, Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. IV, No. 2 (2017), h. 48.

2Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Agama Islam (Cet.I; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), h. 127.

(26)

Model dapat pula diartikan sebagai cara, contoh, atau pola yang mempunyai tujuan menyajikan pesan kepada peserta didik yang harus diketahui, dimengerti, dan dipahami yaitu dengan cara membuat suatu pola atau contoh dengan bahan- bahan yang dipilih oleh para pendidik sesuai dengan materi yang disajikan dan kondisi dalam kelas. Model juga dapat diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar yang merupakan suatu pola, contoh, acuan dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan.3

Model pembelajaran merupakan cara-cara yang ditempuh oleh pendidik secara sistematis dalam mempersiapkan situasi pembelajaran yang menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi yang memuaskan. Untuk mencapai hal-hal tersebut maka pendidik harus dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat, efisien, dan efektif sesuai kebutuhan serta materi yang diajarkan.4

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu acuan, dasar, dan pola dalam merencanakan pembelajaran yang tersusun atas komponen-komponen yang sesuai dengan prosedur yang sistematis dan saling memengaruhi antara pendidik, peserta didik serta komponen lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

3Syahruddin Usman, Belajar dan Pembelajaran Persfektif Islam (Cet.I; Makassar:

Alauddin University Press, 2014), h. 93.

4M. Hosnah, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Cet.III;

Bogor: Ghalia Indonesia, 2016), h. 337.

(27)

17

2. Pengertian Cooperative Script

Cooperative berasal dari kata cooperate yang artinya bekerja sama, bantu- membantu, gotong-royong. Sedangkan cooperative adalah strategi belajar dimana peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda. Script sendiri berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti naskah, tulisan tangan, dan acara.5

Model pembelajaran cooperative script adalah bagaimana cara peserta didik bekerjasama dalam membuat ringkasan materi pelajaran dengan berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengintisarikan materi-materi yang dipelajari.

Peserta didik dapat berperan secara aktif di dalam proses pembelajaran baik dengan sesama peserta didik dan peserta didik dengan pendidik. Model cooperative script merupakan model pembelajaran yang mengutamakan upaya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan dapat meningkatkan daya ingat siswa serta efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pelajaran.6 Sehingga model cooperative script dapat melatih peserta didik untuk mengingat materi yang telah dipelajari, saling bekerja sama serta dapat terlibat secara aktif di dalam proses pembelajaran.

Cooperative script merupakan model yang dilakukan oleh peserta didik secara berpasang-pasangan untuk mengungkapkan gagasan ataupun ide pokok materi dengan menggunakan bahasanya sendiri dan peserta didik dilatih untuk dapat cermat dalam menyimak temannya yang sedang mengikhtisarkan bagian-

5Shilpy A. Octavia, Model-Model Pembelajaran (Cet.I; Yogjakarta: 2020), h. 46.

6Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013 (Yogyakarta: Ar- ruzz Media, 2014), h. 48.

(28)

bagian dari materi ajar.7 Cooperative script memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berani menyampaikan pendapatnya, selain itu peserta didik dapat saling bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, model pembelajaran ini diharapkan dapat membuat peserta didik dapat mengembangkan ide-ide pokok ataupun gagasan mengenai materi pelajaran, dan memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk lebih aktif di dalam kegiatan belajar dan saat bergabung di masyarakat serta keluarga.

Aris Shoimin dalam bukunya mengemukakan bahwa teknik pembelajaran cooperative script mendorong peserta didik untuk aktif di dalam proses pembelajaran, keaktifan itu meliputi keberanian peserta didik dalam mengungkapkan ide-ide yang dimiliki, keberanian dalam mengajukan pertanyaan, melatih daya ingat serta kecepatan dalam berpikir.8 Keaktifan belajar yang tercipta di dalam kelas akan membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga peserta didik tidak merasa bosan saat menerima materi pelajaran yang di sampaikan oleh pendidik. Pendapat lain mengartikan model cooperative script merupakan model pembelajaran yang membagi peserta didik sebagai pembicara dan pendengar, selain itu model ini sangat efektif untuk melatih pendengaran dan melatih ingatan peserta didik. Maka model cooperative script yang digunakan selama proses pembelajaran selain membuat suasana belajar lebih menarik dan menyenangkan, tetapi model ini juga membantu melatih peserta didik untuk mengungkapkan pendapat dan melatih pendengaran peserta didik.

7Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran (Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 213.

8Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, h. 49.

(29)

19

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative script adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengarahkan peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran dan bekerja secara berpasangan untuk mempelajari sebuah materi pelajaran khusunya pendidikan agama Islam dan budi pekerti. Serta aspek kerjasama dan perasaan saling menghargai sangat ditekankan pada model pembelajaran cooperative script ini.

Selain itu, model cooperative script membantu peserta didik memahami materi pelajaran dengan bahasa sendiri dan membantu peserta didik untuk berani mengungkapkan pendapat, serta menerima pendapat dari lawan bicaranya dengan cara yang baik, sehingga penggunaan model cooperative script selama proses pembelajaran dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti peserta didik.

3. Karakteristik Model Pembelajaran Cooperative Script

Adapun karakteristik model pembelajaran cooperative script adalah:

a. Peserta didik dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.

b. Kelompok dibentuk dari beberapa peserta didik yang memiliki kemampuan berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.

c. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok daripada masing masing individu.9

4. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Cooperative Script

Dalam menerapkan sebuah model pembelajaran terdapat langkah-langkah atau prosedur yang harus diikuti agar pembelajaran dapat mencapai tujuan yang

9Tukiran Taniredja, Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Efektif (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 96.

(30)

jelas melalui model pembelajaran tersebut. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam model pembelajaran tipe cooperative script ini, yaitu sebagai berikut:

a. Pendidik membagi peserta didik untuk berpasangan.

b. Pendidik membagikan wacana atau materi kepada setiap peserta didik untuk dibaca dan membuat ringkasan.

c. Pendidik dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.

d. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar:

1) Menyimak, mengoreksi dan menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.

2) Membantu mengingat atau menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

e. Bertukan peran, yaitu peran yang semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar, dan sebaliknya.

f. Kesimpulan peserta didik bersama-sama dengan pendidik.

g. Penutup.10

Berdasarkan langkah-langkah cooperative script yang dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahap dalam penerapan model pembelajaran cooperative script sehingga setelah diterapkan model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kerja sama peserta didik dalam belajar dan proses pembelajaran dapat terarah sesuai dengan tujuan yang efektif dan efesien.

10Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran (Bandung: Refika Aditama, 2014), h. 47.

(31)

21

5. Indikator Pembelajaran Cooperative Script

Menurut Ibrahim, yang dikutip oleh Trianto, bahwa indikator pembelajaran cooperative script adalah:

a. Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik b. Menyampaikan informasi

c. Mengorganisasikan peserta didik dalam kelompok-kelompok d. Membimbing kelompok bekerja dan belajar11

6. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Cooperative Script Model cooperative script memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan, diantaranya:

a. Kelebihan model pembelajaran cooperative script:

1) Dapat menumbuhkan ide-ide atau gagasan baru, daya berpikir kritis, serta mengembangkan jiwa keberanian dalam menyampaikan hal-hal baru yang diyaikini benar.

2) Mengajarkan peserta didik untuk percaya kepada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berpikir, mencari informasi dari sumber lain, dan belajar dari peserta didik lain.

3) Mendorong peserta didik untuk berlatih memecahkan masalah dengan mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan ide peserta didik dengan ide temannya.

4) Membantu peserta didik belajar menghormati peserta didik yang pintar dan peserta didik yang kurang pintar serta menerima perbedaan yang ada.

11Trianto, Model Pembelajaran Terpadu (Jakarta: Bumi Aksara: 2011), h. 51.

(32)

5) Memotivasi peserta didik yang kurang pandai agar mampu mengungkapkan pemikirannya.

6) Memudahkan peserta didik berdiskusi dan melakukan interaksi sosial.

7) Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.12

b. Kekurangan model pembelajaran cooperative script yaitu:

1) Kecemasan beberapa peserta didik untuk memngeluarkan ide karena akan dinilai oleh teman dalam kelompoknya.

2) Ketidakmampuan semua peserta didik untuk menerapkan strategi ini, sehingga banyak waktu yang akan tersita untuk menjelaskan mengenai model pelajaran ini.

3) Kesulitan membentuk kelompok yang solid dan dapat bekerja sama dengan baik.

4) Kesulitan menilai peserta didik sebagai individu karena mereka berada dalam kelompok.13

B. Hasil Belajar

a. Pengertian Belajar

Pengertian hasil belajar menurut Usman adalah perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara satu individu dengan individu lainnya dan antara individu dengan lingkungan.14

Belajar adalah kebutuhan setiap manusia agar menjadi labih baik dari pada sebelumnya dan terjadi perubahan positif dalam hidup manusia. Setiap orang

12Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, h. 214.

13Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, h. 215.

14Muhammad Uzar Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), h. 5.

(33)

23

diwajibkan untuk belajar, sebagaimana Firman Allah swt dalam ayat al-Quran yang pertama diturunkan menganjurkan umat manusia untuk belajar dalam QS Al-‘Alaq ayat 1-5:

ْۚ َق َ

ل َخ ْي ِذ َّ

لا َكِ ب َر ِم ْساِب ْ أ َر ْ

ق ِا ١

َس ْ

ن ِا ْ لا َق َ ْۚ ق َ ل َخ

لَع ْن ِم نا َ ٢

ُْۙم َر ْ ك َ

ا ْ

لا َكُّب َر َو ْ أ َر ْ

ق ِا ٣

ْي ِذ َّ

لا

ِْۙم َ ل ق َ ْ

لاِب َم َّ

لَع

َ ٤

نا َس ْ ن ِا ْ

لا َم َّ

لَع ٍْۗم َ

ل ْعَي ْم َ ل ا َم ٍْۗم َ

ل ْعَي ْم َ ل اَم ٥

Terjemahnya:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS Al- ‘Alaq/96:1- 5).15

Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh kemampuan atau kompetensi yang diinginkan. Melalui proses belajar seseorang akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk melakukan sebuah tugas dan pekerjaan dengan kata lain, seseorang akan memiliki kemampuan dan kompetensi yang lebih baik setelah menempuh proses belajar.16

Dari uraian yang dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja, disadari, dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat yang positif bagi peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungannya disertai perubahan tingkah laku yang dapat memengaruhi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang dalam periode waktu tertentu.

15Kementrian Agama RI, Mushaf Al-Quran dan Terjemahnya, h. 544.

16A. Pribadi Benny, Model Assure untuk Mendesain Pembelajaran Sukses (Jakarta: Dian Rakyat, 2011), h. 12.

(34)

b. Pengertian Hasil Belajar

Keberhasilan dalam belajar dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar yang diperoleh. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajar. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pasal 1 berbunyi:

Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran siswa dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.17

Berdasarkan defenisi tersebut di atas, dapat dipahami bahwa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik ialah untuk mengukur tingkat pencapaian peserta didik. Menurut Purwanto, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku setelah adanya proses belajar. Hasil belajar adalah perilaku-perilaku kejiwaan yang akan diubah dalam proses pendidikan.18

Menurut Taksonomi Bloom dalam buku Nana Sudjana mengemukakan tiga jenis hasil belajar yaitu kognitif, afeksi, dan psikomotori. Domain kognitif berkenaan dengan perkembangan kemampuan otak dan penalaran. Domain afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Tipe belajar afektif tampak pada dalam berbagai tingkah laku, seperti perhatian terhadap pelajaran, disiplin, kebiasaan belajar, motivasi belajar. Dalam hasil belajar akan tampak terjadi perubahan tingkah laku

17Republik Indonesia, Undang-undang RI No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar, h. 3

18Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 48.

(35)

25

pada diri peserta didik, yang diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.19

Pada umumnya hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setiap mata pelajaran selalu mengandung ketiga ranah tersebut, namun penekanannya selalu berbeda. Tetapi dalam hal ini pembelajaran lebih difokuskan pada ranah kognitif peserta didik. Menurut Taksonomi Bloom, dijelaskan sebagai berikut:

a. Ranah Kognitif

1) Mengenal (recognition), dalam pengenalan siswa diminta untuk memilih satu dari dua atau lebih jawaban. Kategori ini merupakan kategori yang paling rendah tingkatnya karena tidak terlalu banyak mengeluarkan energi.

2) Pemahaman (comprehension), dengan pemahaman, siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta atau konsep.

3) Penerapan atau aplikasi (application), untuk penerapan atau aplikasi ini siswa dituntut memiliki kemampuan untuk memilih suatu konsep, aturan ataupun gagasan secara tepat untuk diterapkan dalam situasi baru dan menerapkannya secara benar.

4) Analisis (analysis), dalam tugas analisis ini siswa diminta untuk menganalisis suatu hubungan sebab atau situasi kompleks atas konsep- konsep dasar.

5) Sintesis (synthesis), pada tahap sintesis siswa diminta untuk menggabungkan ataupun menyusun kembali hal-hal yang lebih spesifik

19Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Cet.XIII; Bandung:

Rosdakarya Offset, 2009), h. 2.

(36)

agar dapat mengembangkan sebuah struktur baru. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan soal sisntesis ini siswa diminta untuk melakukan generalisasi.

6) Evaluasi (evaluation), mengetahui sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai sesuatu kasus yang diajukan oleh pembuat maupun penyusun soal.20

b. Ranah Afektif

Adapun aspek yang harus diperhatikan pada ranah afektif dan psikomotorik peserta didik menurut Taksonomi Bloom adalah sebagai berikut:

1) Reciving/attending, yakni semacam kepekaan menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang dating kepada peserta didik dalam bentuk masalah, situasi, dan gejala.

2) Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulus yang dating dari luar. Hal ini mencakup ketetapan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang dating kepada dirinya.

3) Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk di dalamnya kesedian menerima nilai, latar belakang, atau pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

4) Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan, dan prioritas

20Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), h. 131-133.

(37)

27

nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk ke dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sitem nilai, dan lain-lain.

5) Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimilki seseorang, yang memengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku didalamnya termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya.21 c. Ranah Psikomotorik

1) Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar).

2) Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar.

3) Kemampuan perseptual, termasuk di dalamnya membedakan visual, membedakan auditif, motoris, dan lain-lain.

4) Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, dan ketetapan.

5) Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.

6) Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non-decursive seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.22

Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang didapat dari proses belajar yang telah dilakukan.

Hasil belajar yang diperoleh akan berdampak pada perbuatan yang akan dilakukannya kelak. Ketiga ranah tersebut harus berjalan secara beriringan sehingga setiap peserta didik memiliki pengalaman belajar yang lebih

21Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Cet.XIII; Bandung:

Rosdakarya Offset, 2009), h. 3.

22Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), h. 29-31.

(38)

menyenangkan serta memiliki tingkat kecerdasan, sikap, dan keterampilan yang baik.

c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu faktor internal dan eksternal.

a. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri individu yang belajar, meliputi: aspek fisiologi dan aspek psikologi. Aspek fisiologi individu yang belajar seperti kondisi umum jasmani yang dapat memengaruhi hasil belajar adalah kecerdasan, sikap, bakat, minat, dan motivasi.

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu yang belajar, meliputi: aspek lingkungan sosial dan aspek lingkungan non sosial. Aspek lingkungan sosial antara lain: lingkungan belajar subyek belajar: pendidik, asisten, administrasi, teman kelas, keluarga subyek belajar, tetangga dan masyarakat. Aspek lingkungan non sosial antara lain: sarana dan prasarana belajar, kurikulim, administrasi, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang digunakan oleh subyek belajar.

Faktor-faktor di atas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain.23

d. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar yang akan dilaksanakan dalam suatu program pendidikan disebut juga evaluasi hasil belajar, adapun tahapan evaluasi belajar adalah sebagai berikut:

23Muhibbin Syah dkk, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung:

Rosdakarya, 2016), h. 132-144.

(39)

29

a. Persiapan

b. Penyusunan instrumen evaluasi c. Pelaksanaan pengukuran d. Pengolahan hasil penilaian e. Penafsiran hasil penelitian

f. Pelaporan dan penggunaan hasil evaluasi

(40)

30 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Lokasi Penelitiann 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat ex post facto yang berarti setelah kejadian. Penelitian kuantitatif merupakan suatu metode penelitian yang bersifat deduktif, objektif dan ilmiah di mana data yang di peroleh adalah angka-angka atau pernyataan yang di nilai dan di analisis dengan analisis statistik. Berdasarkan arti dari ex-post facto yaitu dari apa yang telah dikerjakan sudah kenyataan. Kerlinger, dikutip dalam Sulaiman Saat dan Sitti Mania, mendefinisikan penelitian ex post facto adalah penemuan empiris yang dilakukan secara sistematis, peneliti tidak melakukan kontrol terhadap variabel- variabel bebas karena manifestasing sudah terjadi atau variabel-variabel tersebut secara inheren tidak dapat dimanipulasi.1 Adapun pengertian dari penelitian ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan kemudian meruntut ke belakang untuk mengetahui faktor- faktor yang menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.2

2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 3 Panca Rijang yang terletak di Jl. Abbokongan No. 10, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun pertimbangan dan yang menjadi alasan peneliti memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian adalah belum ada penelitian sebelum saya yang

1Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penelitian Panduan Bagi Peneliti Pemula (Gowa: Pusaka Almaida, 2019), h. 168.

2Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Cet. XXIII; Bandung: Alfabeta, 2016), h. 60.

(41)

31

membahas tentang judul ini, mudahnya peneliti memperoleh data dan jarak tempuh lokasi yang relatif mudah dijangkau. Selain itu, pemilihan lokasi penelitian yang lebih mendasar yaitu peneliti adalah peneliti salah satu alumni dan memiliki hubungan baik serta dapat bekerja sama dengan pihak sekolah terkhusus guru PAI di SMP Negeri 3 Panca Rijang.

B. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan positivistik. Penelitian kuantitatif disebut sebagai penelitian positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Filsafat positivisme memang sebuah realitas, gejala atau fenomena sebagai hal yang dapat diklarifikasikan, konkrit, teramati, terukur, relative tetap, dan terdapat hubungan sebab akibat. Pendekatan ini mengharuskan adanya kepastian di dalam suatu kebenaran berupa kesimpulan yang dapat diukur, diobservasi dan diverifikasi.

C. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.3

Variabel bebas (independent variable) atau variabel pengaruh atau variabel penyebab atau menjadi sebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel dependen (variabel akibat), dan diduga terjadi terlebih dahulu. Variabel terikat atau variabel terpengaruh (dependent variable), adalah variabel akibat yang diduga

3Sugiyono, Metode Penlitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitarif, Kualitatif dan R&D (Cet.XXIII; Bandung: Alfabeta, 2019). h. 60.

(42)

terjadi kemudian.4 Jadi dapat disimpulkan variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang memengaruhi variabel terikat (dependent variable).

Sedangkan variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi atau terjadi karena adanya variabel bebas.

Sedangkan dalam variabel penelitian ini, peneliti menggunakan dua variabel yang akan dianalisa, yaitu:

a. Variabel bebas

Variabel bebas (Independent Variable) adalah model pembelajaran cooperative script. Variabel ini dilambangkan dengan “X”.

b. Variabel terikat

Variabel terikat (Dependent Variable) adalah hasil belajar peserta didik.

Variabel ini dilambangkan dengan “Y”.

2. Desain Penelitian

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah paradigma sederhana.

Paradigma sederhana adalah paradigma dimana penelitian terdiri atas satu variabel bebas dan satu variabel terikat.5 Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah paradigma sederhana. Paradigma sederha desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

Keterangan:

X= Model pembelajaran cooperative script Y= Hasil belajar peserta didik

4Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penenlitian Panduan Bagi Peneliti Pemula, h. 57-58.

5Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif , Kualitatif dan R&D (Cet. XXIII; Bandung: Alfabeta, 2019), h. 60.

X Y

(43)

33

D. Penelitian Populasi

Populasi merupakan keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang peneliti investigasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang menjadi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.6 Populasi adalah hal yang sangat penting dalam subjek penelitian.7 Populasi adalah sekumpulan objek yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian dengan c

Gambar

Foto bersama peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Panca Rijang setelah mengisi angket
Foto bersama guru PAI dan peserta  didik

Referensi

Dokumen terkait

Kaitannya dengan kesulitan guru dalam melaksanakan proses pem- belajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 6 Kota Makassar,

dalam penelitian ini adalah Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk Siswa Kelas VII hingga Kelas IX SMP/MTs, baik cetakan pertama hingga yang paling

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1 Buku teks Pendididkan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP kelas VII sudah layak untuk digunakan dari segi kelayakan isi, akan tetapi erdapat

Kaitannya dengan kesulitan guru dalam melaksanakan proses pem- belajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 6 Kota Makassar,

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti khususnya materi Haji dan Umroh di SMP sebagaimana di jelaskan pada kurikulum SMP, berdasarkan Permendikbud No 58

Soalan ujian sekolah untuk mata pelajaran Agama Islam & Budi Pekerti bertujuan untuk menilai pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang

PROGRAM TAHUNAN Sekolah : SD Negeri 107/VIII Giri Purno Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Kelas : III Tiga Semester : 2 Tahun Pelajaran : 2023 / 2024 No

Jadi yang dimaksud dengan judul “Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1