• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR

AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs NO. 32 LAMASI KABUPATEN LUWU

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Agama Islam

pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Oleh

AHMAD ZUHDI AZHARI NIM 20100119073

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2023

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa, yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ahmad Zuhdi Azhari

NIM : 20100119073

Tempat, Tanggal Lahir : Lamasi, 14 Januari 2001

Jurusan : Pendidikan Agama Islam

Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Alamat : Jl. Urip Sumoharjo Komp. Perindustrian No.11 Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar

Judul : Pengaruh Metode Pembelajaran PQ4R

(Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu

Menyampaikan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini benar-benar merupakan hasil karya saudara sendiri. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa itu adalah salinan, peniruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain seluruhnya atau sebagian, maka usulan dan gelar yang diterimanya sebagai akibatnya tidak sah dan batal.

Makassar, 21 Oktober 2023 Penyusun,

Ahmad Zuhdi Azhari NIM: 20100119073

(3)

iii

(4)

iv

KATA PENGANTAR

ميحرلا نمحرلا الله مسب

َنْيٰمَلٰعْلا ٰ بَر ٰ ه ٰلِلّ ُدْمَحْلَا

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan nikmat kesehatan, kesempatan dan kemampuan sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Senantiasa teriring shalawat dan salam kepada Rasulullah Nabi Muhammad saw. kepada para keluarga serta sahabatnya yang merupakan uswatun hasanah, pionir kemaslahatan ummat, dan pendobrak jalan serta pintu-pintu kebatilan, sehingga Islam sampai kepada kita saat ini.

Melalui ini, peneliti memahami bahwa selama waktu yang dihabiskan untuk menyusun dari awal hingga akhir, terdapat kelemahan dan hambatan lain yang dapat diatasi dan dihadapi dengan kerendahan hati. Oleh karena itu, hendaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang pada umumnya memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.

Dengan penuh keikhlasan menyampaikan ungkapan penyesalannya yang mendalam dan karena orang tua yang disayanginya, ayahanda H. Mad. Tohir, S.Pd.

terlebih lagi ibunda Hj. Suharmiati yang begitu banyak memberikan kasih sayang kepada penyusun, sehingga penyusun tumbuh dengan masa kanak-kanak dan nilai- nilai kehidupan yang ketat, sehingga kelak kita akan menjadi generasi muda yang pada dasarnya bisa dianggap sebagai manusia seutuhnya, semoga Allah swt. terus menerus memihak mereka. Selain itu ucapan terima kasih juga ditujukan kepada:

1 . Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., Rektor UIN Alauddin Makassar beserta Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., Wakil Rektor II, Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.Ag., W a k i l R e k t o r III, Prof. Dr.

H. Muh. Khalifah Mustami, M.Pd., dan Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H.

Muhammad Amri, M.Ag., yang telah membina dan memipin UIN Alauddin

(5)

v

Makassar menjadi tempat bagi penyususn untuk memperoleh ilmu baik dari segi akademik maupun ekstrakulikuler.

2 . Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Muh. Rapi, M.Pd., Wakil Dekan I, Dr. M. Rusdi, M.Ag., Wakil Dekan II, dan Dr. Ridwan, S.Ag., M.Pd. Wakil Dekan III, yang telah memberikan kesempatan kepada penyusun untuk menambah ilmu di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

3 . Dr. H. Syamsuri, S.S., M.A. dan Dr. Muhammad Rusmin B., M.Pd.I., Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Alauddin Makassar yang telah memberikan petunjuk dan arahannya selama penyelesaian kuliah.

4 . Rofiqah Al Munawwarah, M.Pd. dan Drs. Muhammad Yusuf Hidayat, M.Pd., pembimbing I dan II yang telah bersedia dan bersabar meluangkan waktu, tenaga dan pikiran membimbing dan mengarahkan penyusun mulai dari bagian awal hingga selesainya skripsi ini.

5 . Dr. H. Syamsul Qamar, M.Th.I. dan Dr. Idah Suaidah, S.Ag., M.H.I., penguji I dan II yang telah bersedia dan bersabar meluangkan waktunya dalam mengarahkan penulis hingga selesainya skripsi ini.

6 . Seluruh pengajar, pegawai dan tenaga Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang penuh keikhlasan dan kesungguhan dalam mengabdi.

7 . Seluruh keluargaku tercinta, terutama orang tuaku, kakak dan adikku, yang telah memberikan semangat dan inspirasi yang luar biasa kepada penyusun.

8. Sahabat dan rekan terdekat, Nurhayani, Hasni, Hafizah Kurnia. S, Musyafir, Aldian Amiruddin, Miftahul Khair, Akhmad Suyudi Burhan dan Ahmad

(6)

vi

Izzul Haq yang telah membantu dan memberi dukungan serta inspirasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Rekan-rekan para mahasiswa Pendidikan Agama Islam angkatan 2019 khususnya kelas PAI C yang telah banyak memberikan kenangan luar biasa dan perjumpaan bermakna selama di UIN Alauddin Makassar.

10. Kepala Madrasah, staf, guru dan peserta didik kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu yang diperbolehkan melakukan penelitian dan membantu proses pengumpulan informasi.

Kepada semuanya, penyusun tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ucapan syukur dan doa, semoga Allah swt. membalas semua perbuatan besar mereka sebaik yang bisa diharapkan. Dalam menyiapkan hal ini, penyusun memahami bahwa skripsi ini masih jauh dari kata baik. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan ide dan analisis untuk kesempurnaan skripsi ini. Pada akhirnya, saya yakin tulisan ini akan bermanfaat bagi semua orang.

Makassar, 21 Oktober 2023 Penyusun,

Ahmad Zuhdi Azhari NIM: 20100119073

DAFTAR ISI

(7)

vii

JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii

PENGESAHAN SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ... ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN DAN SINGKATAN ... x

ABSTRAK ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1-15 A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Definisi Operasional Variabel ... 8

D. Kajian Pustaka ... 9

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 14

BAB II TINJAUAN TEORETIS ... 16-29 A. Metode Pembelajaran PQ4R ... 16

B. Hasil Belajar Peserta Didik ... 23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 30-45 A. Jenis dan Lokasi Penelitian ... 30

B. Pendekatan penelitian ... 31

C. Variabel dan Desain Penelitian ... 31

D. Populasi Penelitian ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 33

F. Instrumen Penelitian ... 34

G. Prosedur Penelitian ... 38

H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 39

I. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46-65 A. Hasil Penelitian ... 46

B. Pembahasan ... 60

BAB V PENUTUP ... 66-67 A. Kesimpulan ... 66

B. Implikasi Penelitian ... 67 DAFTAR PUSTAKA ... 68-71 LAMPIRAN

(8)

viii DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

3.1 Tabel Populasi Penelitian MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu... 33

(9)

ix

3.2 Tabel Penskoran Instrumen Penelitian ... 36

3.3 Tabel Kisi-kisi Instrumen Angket Variabel X (PQ4R) ... 37

4.1 Tabel Rekapitulasi Hasil Angket tentang Metode Pembelajaran PQ4R ... 47

4.2 Tabel Distribusi Frekuensi Skor Responden ... 50

4.3 Tabel Menghitung Nilai Mean ... 50

4.4 Tabel Menghitung Variansi dan Standar Deviasi ... 51

4.5 Tabel Analisis Data Deskriptif Metode Pembelajaran PQ4R Peserta Didik Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu ... 52

4.6 Tabel Kategorisasi Metode Pembelajaran PQ4R ... 52

4.7 Tabel R ekapit ul asi Hasil B elajar P es erta Didi k Kel as VIII M Ts No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu ... 53

4.8 Tabel Distribusi Frekuensi Skor Responden ... 55

4.9 Tabel Menghitung Nilai Mean ... 56

4.10 Tabel Menghitung Variansi dan Standar Deviasi ... 56

4.11 Tabel Analisis Data Deskriptif Hasil Belajar Pesert Didik Pada Mata Pelajaran Akidah Akhl ak Kel as VIII MTs No. 32 Lam as i Kabupat en Luwu ... 57

4.12 Tabel Kategorisasi Hasil Belajar Peserta Didik ... 58

4.13 Tabel Uji Linearitas ... 59

4.14 Tabel Model Summary (X-Y) ... 59

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN DAN SINGKATAN A. Transliterasi Arab-Latin

(10)

x

Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf latin dapat dilihat pada tabel berikut:

1. Konsonan

Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apa pun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (’).

2. Vokal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ا Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan

ب Ba B Be

ت Ta T Te

ث Sa s es (dengan titik di atas)

ج Jim J Je

ح Ha h ha (dengan titik di bawah)

خ Kha Kh ka dan ha

د Dal D De

ذ Zal z zet (dengan titik di atas)

ر Ra R Er

ز Zai Z Zet

س Sin S Es

ش Syin Sy es dan ye

ص Sad s es (dengan titik di bawah)

ض Dad d de (dengan titik di bawah)

ط Ta t te (dengan titik di bawah)

ظ Za z zet (dengan titik di bawah)

ع ‘ain apostrof terbalik

غ Gain G Ge

ف Fa F Ef

ق Qaf Q Qi

ك Kaf K Ka

ل Lam L El

م Mim M Em

ن Nun N En

و Wau W We

هـ Ha H Ha

ء Hamzah Apostrof

ى Ya Y Ye

(11)

xi

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Contoh:

َفْيَك: kaifa

َلْوَه: haula

3. Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Contoh:

َتاَم : mata

ىَمَر : rama

َلْيِق : qila

ُتْوَُيَ : yamutu

4. Ta’ marbu tah

Transliterasi untuk ta’ marbu tah ada dua, yaitu: ta’ marbu tah yang hidup atau mendapat harakat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah [t].

Tanda Nama Huruf Latin Nama

َا Fathah A A

ِا Kasrah I I

ُا damah U U

Tanda Nama Huruf Latin Nama

ْىَى fathah dan ya’ Ai a dan i

ْوَـى fathah dan wau Au a dan u

Harakat dan

Huruf Nama Huruf dan

Tanda Nama

ﹶى... ﹶا... fathah dan alif atau ya’ a a dan garis di atas

ىى kasrah dan ya’ i i dan garis di atas

وُى damah dan wau u u dan garis di atas

(12)

xii

Sedangkan ta’ marbu tah yang mati atau mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah [h].

Kalau pada kata yang berakhir dengan ta’ marbu tah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta’

marbu tah itu ditransliterasikan dengan ha (h).

Contoh:

ِلاَفْطَْلْاُةَضْوَر : raudah al-atfal

ُةَلِضاَفْلاُةَنْـيِدَمْلَا : al-madinah al-fadilah

ُةَمْكْلَْا : al-hikmah

5. Syaddah (Tasdid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydid ( ﹼ), dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.

Contoh:

َانَّبَر : rabbana

اَنْـيََّنَ : najjaina

قَْلَْا : al-haqq

َمِ عُـن : nu“ima

وُدَع : ‘aduwwun

Jika huruf ىber-tasydid di akhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah ( ( يِى maka ia ditransliterasi seperti huruf maddah menjadi i.

Contoh:

يِلَع : ‘ali (bukan ‘Aliyy atau ‘Aly)

ِبَرَع : ‘arabi (bukan ‘Arabiyy atau ‘Araby)

6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf لا(alif lam ma‘arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiyyah maupun huruf qamariyyah. Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang

(13)

xiii

mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-).

Contoh:

ُسْمَّشلَا : al-syamsu (bukan asy-syamsu)

ُةَلَزْلَّزلَا : al-zalzalah (bukan az-zalzalah)

ُةَفَسْلَفْلَا : al-falsafah

ُدَلاِبْلَا : al-biladu

7. Hamzah

Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof (’) hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletak di awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.

Contoh:

َنْوُرُمَْتَ : ta’murun

ُعْوَّـنلَا : al-nau‘

ءْيَش : syai’un

ُتْرِمُأ : umirtu

8. Penulisan Kata Arab yang Lazim Digunakan dalam Bahasa Indonesia Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia, atau sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, atau lazim digunakan dalam dunia akademik tertentu, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas. Misalnya, kata al-Qur’an (dari al-Qur’an), alhamdulillah, dan munaqasyah. Namun, bila kata- kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka harus ditrans- literasi secara utuh.

Contoh:

Fi Zilal al-Qur’an

al-Sunnah qabl al-tadwin

9. Lafz al-Jalalah (الله)

(14)

xiv

Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau berkedudukan sebagai mudaf ilaih (frasa nominal), ditransliterasi tanpa huruf hamzah.

Contoh:

ِللاُنْـيِدdinullah للِبِbillah

Adapun ta’ marbu tah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al-jalalah, ditransliterasi dengan huruf [t].

Contoh:

ِةَْحَْْيِْفُْهُ

هالله hum firah matillah

10. Huruf Kapital

Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All Caps), dalam transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenai ketentuan tentang penggunaan huruf kapital berdasarkan pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital (Al-). Ketentuan yang sama juga berlaku untuk huruf awal dari judul referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks maupun dalam catatan rujukan (CK, DP, CDK, dan DR). Contoh:

Wa ma Muhammadun illa rasul

Inna awwala baitin wudi‘alinnasi lallazi bi Bakkata mubarakan Syahru Ramadan al-lazi unzila fih al-Qur’an

Nasir al-Din al-Tusi Abu Nasr al-Farabi Al-Gazali

Al-Munqiz min al-Dalal

(15)

xv

Jika nama resmi seseorang menggunakan kata Ibn (anak dari) dan Abu (bapak dari) sebagai nama kedua terakhirnya, maka kedua nama terakhir itu harus disebutkan sebagai nama akhir dalam daftar pustaka atau daftar referensi. Contoh:

1. Daftar Singkat

Beberapa singkatan yang dibakukan adalah:

swt. = subhanahu wa ta‘ala saw. = sallallahu ‘alaihi wa sallam

QS …/…: 4 = QS al-Baqarah/2: 4 atau QS Āl ‘Imrān/3: 4 HR = Hadis Riwayat

Abu al-Walid Muhammad Ibn Rusyd, ditulis menjadi: Ibn Rusyd, Abu al-Walid Muhammad (bukan: Rusyd, Abu al-Walid Muhammad Ibn)

Nasr Hamid Abu Zaid, ditulis menjadi: Abu Zaid, Nasr Hamid (bukan: Zaid, Nasr Hamid Abu)

(16)

xvi ABSTRAK Nama : Ahmad Zuhdi Azhari

NIM : 20100119073

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Judul : Pengaruh Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) pada mata pelajaran A k i d a h A k h l a k k e l a s VIII MTs No. 32 L a m a s i K a b u p a t e n L u w u ; 2) mendeskripsikan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu; 3) menganalisis besar pengaruh metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTs. No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif expost facto dengan desain penelitian paradigma sederhana. Penelitian ini dilaksanakan di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu. Responden dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu yang berjumlah 47 orang dengan menggunakan jenis penelitian populasi. Dimana pengumpulan data untuk penelitian menggunakan instrumen angket dan hasil belajar peserta didik yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penerapan metode pembelajaran PQ4R kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu berada pada kategori sedang, yaitu 74,46%, 2) hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII MTs No. 32 Lam asi Kabupat en Luwu berada pada kategori sedang, yaitu 78,72%, 3) hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai r square 0,329 atau sebesar 32,9%. Jadi, pengaruh metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu adalah sebesar 32,9% dengan interval koefisien 0,20-0,399 yang termasuk dalam kategori rendah, sedangkan sisanya sebesar 67,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari variabel.

Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi pendidik, dapat mempertimbangkan penggunaan metode pembelajaran PQ4R ini, serta senantiasa memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi ataupun mata pelajaran sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Bagi peserta didik, untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran PQ4R dengan harapan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Bagi madrasah, untuk bisa menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya, bisa dijadikan sebagai bahan referensi dalam melakukan penelitian dan agar dapat mengembangkan metode pembelajaran ini dengan mengkaji lebih dalam agar dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

(17)

1

Pembelajaran adalah proses belajar yang signifikan untuk memperluas kemampuan peserta didik. Berkaitan dengan pendidikan, Allah swt. berkata di dalam surah al-Quran al-Alaq/96:1-5:

َكِ ب َر ِمْساِب ْأ َرْقِا ُِۙمَلَقْلاِب َمَّلَع ْيِذَّلا ُۙ م َرْكَ ْلْا َكُّب َر َو ْأ َرْقِا َۚ قَلَع ْنِم َناَسْنِ ْلْا َقَلَخ ََۚقَلَخ ْيِذَّلا

ْمَلْعَي ْمَل اَم َناَسْنِ ْلْا َمَّلَع

Terjemahnya:

1) Bacalah dengan (perhatikan) nama Tuhanmu yang menciptakan! 2) Dia menciptakan manusia dari pembekuan darah. 3) Baca! Tuhanmu yang Terpuji, 4) yang memberi petunjuk (manusia) dengan pena. 5) Dia menunjukkan kepada manusia apa yang tidak dia ketahui sama sekali.1

Dalam surat ini terdapat peringatan bahwa pada mulanya manusia diciptakan dari segumpal darah. Di antara karunia Allah swt. adalah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya, lalu Dia memuliakan dan mengangkat derajatnya dengan ilmu, dan itulah keistimewaan yang dimiliki oleh bapak manusia, yaitu Adam, dibanding dengan para Malaikat.2

Dari penjelasan ayat di atas, bahwa manusia diberkahi dengan dua potensi dasar pada saat dia lahir di dunia ini yaitu akal dan nafsu. Maka jika manusia menggunakan akal mereka untuk belajar melalui pembacaan ayat-ayat Allah swt., dia akan mulia di sisi-Nya melebihi Malaikat. Begitupun jika manusia mendahulukan nafsunya, sehingga hina di dunia serta di hari kemudian melebihi

1Pelayanan Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Bandung: Sygma, 2011), h. 597.

2Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir (Cet. III; Jakarta:

Pustaka Ibnu Katsir, 2010), Jilid 9, h. 649.

(18)

hinanya Iblis. Karena potensi itu, manusia diajak untuk berpikir, belajar dan membaca sebagai media pembelajarannya.

Terkait dengan pentingnya pendidikan, dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 1 ayat 1 bahwa:

Pengajaran adalah suatu pekerjaan yang disadari dan diatur untuk menciptakan lingkungan belajar dan pengalaman yang berkembang dengan tujuan agar peserta didik secara efektif menumbuhkan kemampuan mereka untuk memiliki kekuatan, pengendalian diri, karakter, wawasan, etika yang terhormat dan kemampuan yang diperlukan tanpa bantuan dari orang lain, masyarakat, negara. dan negara bagian.3

Pada penjelasan di atas menerangkan bahwa pentingnya setiap anak untuk menempuh jalur pendidikan, agar dirinya memiliki spiritual keagamaan, akhlak, kecerdasan dan keterampilan yang akan berguna untuk bangsa dan negara. Serta pembelajaran yang baik yaitu proses pembelajaran yang memiliki perencanaan baik dan menarik dengan tujuan agar siswa dinamis dalam mengembangkan kemampuannya.

Pendidikan ialah proses seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana ia hidup, proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.4

Pada era sekarang, persoalan pelatihan merupakan hal yang sangat penting.

Khususnya bagi negara Indonesia dalam mencapai tujuan publik dan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain. Terkait dengan persoalan

3UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta Penjelasannya (Jakarta: Cemerlang, 2003), h. 3.

4Syafril dan Zelhendri, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Cet. I; Depok: Kencana, 2017), h.

31-32.

(19)

sekolah, tujuan umum tersebut telah dimaknai dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Bagian II Pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut:

Pelatihan kemampuan untuk menumbuhkan kapasitas dan membentuk kepribadian serta peradaban negara dan kebanggaan untuk mengarahkan eksistensi negara, dengan harapan dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang menerima ajaran dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mempunyai pribadi yang terhormat, solid, cakap, bugar, imajinatif, bebas, serta menjadi penduduk yang berdasarkan suara dan penuh kesadaran.5

Pada pejelasan tersebut menerangkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan untuk menjadi insan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertaqwa, berakhlak mulia, berakal budi, dan mempunyai kemampuan yang dibutuhkan negara.

Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan staf pengajar yang berkualitas, sehingga contoh pembelajaran dapat mencapai tujuan normal. Dalam pembelajaran Islam, individu yang mempunyai informasi sangat dihargai, termasuk guru. Karena tenaga pengajar adalah tenaga pendidik dan guru yang pada umumnya mendedikasikan ilmunya kepada siswa agar mempunyai informasi, sehingga dapat mereka praktikkan dalam kehidupan setempat. Dan lebih jauh lagi, staf pertunjukan telah dianggap sebagai legenda bagi nasib masa depan di usia yang lebih muda.

Bahkan Allah SWT. akan mengangkat dan menaikkannya beberapa derajat. Allah swt. berkata di dalam surah al-Quran al-Mujadalah/58:11:

ِا َو َْۚم كَل هاللّٰ ِحَسْفَي ا ْو حَسْفاَف ِسِل ٰجَمْلا ىِف ا ْو حَّسَفَت ْم كَل َلْيِق اَذِا ا ْٰٓو نَمٰا َنْيِذَّلا اَهُّيَآٰٰي ا ْو ز شْناَف ا ْو ز شْنا َلْيِق اَذ

هاللّٰ َو ت ٰج َرَد َمْلِعْلا او ت ْو ا َنْيِذَّلا َو ُْۙم كْنِم ا ْو نَمٰا َنْيِذَّلا هاللّٰ ِعَف ْرَي رْيِبَخ َن ْو لَمْعَت اَمِب

Terjemahnya:

Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di

5E. Mulyasa, Pedoman Manajemen Berbasis Madrasah (Jakarta: Departemen Agama RI, 2005), h. 1.

(20)

antara anda dan individu yang telah diberi informasi tertentu. Allah Maha berhati-hati terhadap apa yang kamu kerjakan.6

(Keutamaan Ilmu dan Ulama) maksudnya, kalian jangan mengira bahwa apabila seorang berdiri untuk saudaranya atau menuruti perintahnya akan merendahkan martabatnya. Hal itu justru akan meninggikan derajatnya di sisi Allah swt. Allah tidak akan menyia-nyiakan hal itu untuknya. Allah swt. akan membalasnya di dunia dan akhirat, karena sesungguhnya orang yang bertawadhu’

atas perintah Allah swt., niscaya Allah akan mengangkat martabatnya dan menyebarkan nama baiknya.7

Dari klarifikasi diatas bahwa Allah swt. meningkatkan posisi individu yang mempuinyai informasi, karena dengan ilmu tersebut diharapkan manusia saling mengajarkan agar terciptanya perilaku yang baik sesuai dengan perintah Allah swt.

Ada pula hadist yang mengatakan bahwa: “barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkannya jalan ke surga.” (HR Muslim, no. 2699).8 Dari penjelasan hadist tersebut kita dapat mengambil pelajaran, bahwa belajar adalah bagian dari proses pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran akan kuasanya Allah swt. dan saling menebar kebaikan dimuka bumi agar rahmat dan berkah-Nya akan selalu dilimpahkan kepada kita semua.

Adanya perhatian pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, mebuktikan bahwa pendidikan menjadi peran sentral dalam menjadikan pemikiran pribadi menjadi lebih dewasa dalam menghadapi tantangan hidup kedepannya. Melalui pelatihan, tenaga pengajar harus mampu mendidik, menciptakan dan mengarahkan setiap contoh perilaku siswa di lingkungan sekolah,

6Pelayanan Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Tafsirnya (Bandung: Sygma, 2011), h. 543.

7Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir (Cet. III; Bogor:

Pustaka Ibnu Katsir, 2009), Jilid 8, h. 828.

8Arief Hidayat Efendi, Al-Islam Studi Al-Qur'an (Kajian Tafsir Tarbawi) (Cet I;

Yogyakarta: Deepublish, 2016), h. 3.

(21)

berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka tingkat keberhasilan dalam proses pendidikan di dalam kelas dapat terwujud melalui beberapa cara atau metode dalam penerapan pembelajaran di dalam kelas.

Metode merupakan langkah-langkah yang dilalui atau yang digunakan oleh seorang pendidik dalam melalui dan menjalankan proses pembelajaran, atau biasa disebut prosedur pembelajaran. Menurut Maesaroh S yang dikutip Muhammad Minan Chusnin, teknik adalah suatu alat dalam pelaksanaan pelatihan, khususnya apa yang digunakan dalam menyampaikan materi tertentu.9

Melalui teknik yang tepat, materi yang rumit akan semakin terlihat jelas.

Demikian pula, jika teknik yang diperkenalkan tidak sesuai dengan keadaan siswa, materi sederhana pun akan terasa sangat menantang.. Selanjutnya, teknik pembelajaran juga diartikan sebagai cara atau tahapan yang digunakan dalam interaksi antara peserta didik dan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan materi dan mekanisme metode pembelajaran.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.10

Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses dalam membantu peserta didik untuk memahami keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Mengenai tentang pengetahuan, keterampilan diri, pembentukan sikap atau tingkah laku dan kepercayaan diri akan potensi yang dimiliki oleh peserta didik.

Salah satu hal yang diperhatikan guru dalam melaksanakan pengalaman pendidikan di kelas adalah cara membuat aksi dan animasi pada peserta didik agar

9Muhammad Minan Chusnin dkk, Strategi Belajar Inovatif (Cet I; Sukoharjo: Pradina Pustaka, 2021), h. 20-21.

10Moh. Suardi, Belajar dan Pembelajaran (Cet. I; Yogyakarta: 2018), h. 7.

(22)

dapat maju dengan sukses. Sebab, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh latihan belajar peserta didik.11 Salah satu metode pemberlakuan pembelajaran pengganti adalah dengan mengubah latihan pembelajaran yang berulang-ulang, menjadi lebih spesifik dengan memanfaatkan teknik pembelajaran PQ4R pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Menurut Pratiwi yang dikutip oleh Trianto, metode PQ4R digunakan untuk membantu peserta didik memahami dan mengingat materi yang dibaca dan dapat membantu proses pembelajaran di kelas yang dilengkapi dengan buku pemahaman untuk dibaca.12 Strategi ini diterapkan untuk melatih memori kerja dalam memahami substansi teks sehingga dapat memberdayakan pembaca untuk menangani materi dari atas ke bawah dan luas. Teknik PQ4R merupakan strategi pembelajaran yang menyebabkan siswa melakukan Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review.13

Secara umum pengertian hasil belajar adalah perubahan perilaku dan kemampuan secara keseluruhan yang dimiliki oleh peserta didik setelah belajar, yang bentuknya berupa kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik yang disebabkan oleh pengalaman dan bukan hanya salah satu aspek potensi saja.14

Jadi, hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh peserta didik setelah melakukan proses pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotori yang dituangkan dalam angka dan kalimat-kalimat yang menjelaskan kemampuan peserta didik.

11Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif (Bandung:

Nusamedia, 2006), h. 41.

12Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivis (Jakarta:

Prestasi Pustaka, 2007), h. 146.

13Muhibin Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), h. 144.

14Endang Sri Wahyuni, Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa (Cet I; Yogyakarta: Deepublish, 2020), h. 65.

(23)

Berdasarkan hasil observasi di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu pada mata pelajaran Akidah Akhlak tanggal 02-04 November 2022 didapatkan data awal bahwa ada peserta didik yang kurang memahami isi bacaan yang mereka baca dan akan berdampak pada hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini dapat dilihat dari peserta didik tidak antusias saat disuruh membaca sedang yang lainnya mendegarkan, bahkan yang mendengarkan juga tidak antusias karena kurang memahami isi bacaan.

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas mendorong penulis untuk melihat pengaruh dan menuangkannya ke dalam karya tulis ilmiah dengan judul “Pengaruh Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan metode pembelajaran PQ4R pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu?

2. Bagaimana hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di kelas VIII MTs No.

32 Lamasi Kabupaten Luwu?

3. Seberapa besar pengaruh metode pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTs. No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu?

C. Defenisi Operasional Variabel

(24)

Untuk menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam pemahaman pembaca terhadap faktor-faktor dalam sebuah ulasan, maka pencipta perlu memberikan makna fungsional terhadap faktor-faktor tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penerjemahan.

Adapun defenisi operasional variabel penelitian adalah sebagai berikut:

1. Metode pembelajaran PQ4R

Metode pembelajaran PQ4R yang dimaksud peneliti adalah metode pembelajaran yang digunakan untuk membantu peserta didik mengingat apa yang mereka baca. Metode ini lahir atas pemikiran bahwa pembaca dapat mengembangkan keterampilan membacanya karena PQ4R merupakan metode yang efektif untuk membantu pembaca berpikir kritis dalam memahami suatu bacaan dan mengingatnya dalam waktu panjang.

Adapun tahap penerapannya yang terdapat pada metode pembelajaran PQ4R yaitu: membaca selintas untuk menemukan ide-ide pokok (preview), mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri dengan menggunakan kata 5W+1H (question), membaca secara detail bahan bacaan yang dipelajari (read), merefleksi pada saat membaca materi, seperti; menghubungkan informasi yang telah diketahui dan mengaitkan sub topik dengan konsep utama (reflect), peserta didik meresitasi bahan bacaan dengan redaksinya sendiri (recite), mampu memberikan kesimpulan dari pertanyaan-pertayaannya yang diajukannya dan membuat rangkuman (review).

2. Hasil Belajar Peserta Didik

Hasil belajar yang dimaksud oleh peneliti adalah penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai peserta didik tentang materi dan keterampilan mengenai mata pelajaran setelah menerima pengalaman belajarnya. Penilaian hasil belajar yang ditekankan adalah penilaian ulangan harian pada aspek pengetahuan.

(25)

Adapun hasil belajar peserta didik yaitu: dilihat dari nilai ulangan harian peserta didik. Adapun materinya yaitu: Qona’ah, Sabar, Tawakkal, Ikhtiar, dan Syukur.

D. Kajian Pustaka

Pada bagian ini, analis akan menggambarkan beberapa pemeriksaan masa lalu dan penyelidikan hipotetis yang sebanding dengan eksplorasi yang akan diarahkan. Ada beberapa investigasi sebelumnya yang telah dilakukan oleh para spesialis, yaitu:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Yulia Purnama 2020 dengan judul

“Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar IPA pada Materi Tekanan Zat di Kelas VIII SMPN 2 Sungayang”. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa nilai normal hasil belajar siswa kelas eksploratif lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil belajar normal siswa bidang pengetahuan pada kelas eksplorasi adalah 72,27 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,43. Setelah dilakukan uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji-t didapatkan untuk ranah kognitif harga thitung yaitu 1,86 sedangkan ttabel = 1,67 pada taraf α = 0,05.

Sementara itu, skor tipikal terakhir siswa untuk ruang emosional di kelas eksplorasi adalah 74.96 dan kelas control 68,37. Pada ranah afektif diperoleh thitung= 3,19 sedangkan tTabel= 1.67, pada taraf nyata α = 0,05.

Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan tujuan agar H0 ditolak dan H1 diakui, selanjutnya spekulasi eksplorasi membaca “Hasil belajar IPA peserta didik dengan penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) lebih baikdibandingkan dengan

(26)

hasil belajar IPA peserta didik peserta didik kelas VIII SMPN 2 Sungayang dengan pembelajaran secara konvensional”.15

Adapun persamaan penelitian di atas dengan rencana eksplorasi saya adalah menganalisis dampaknya pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite & Review). Perbedaannya adalah penelitian Yulia Purnama membahas penerapan strategi pembelajaran PQ4R, sedangkan rencana ujian saya adalah dampak dari teknik pembelajaran PQ4R. Satu lagi pembedanya terletak pada area ujian Yulia Purnam di SMPN 2 Sungayang dan area eksplorasi saya di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Rizka Septia tahun 2018 dengan judul

“Pengaruh Model Pembelajaran PQ4R terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas V MIN 8 Bandar Lampung”. Dilihat dari pengaruh pemeriksaan informasi dan percakapan cenderung beralasan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar IPA siswa. Hal ini juga terlihat dari pengujian spekulasi terhadap data post test kelas kontrol dan kelas uji coba dengan menggunakan perhitungan hasil pengujian IBM SPSS Measurements v.20 for Windows yang mendapat nilai sig. (2-diikuti)

= 0,000 maka pada titik tersebut diakui dan berarti ada pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran PQ4R pada materi Lingkungan Hidup pada kelas eksplorasi. Informasi posttest dari kelas uji coba yang menggunakan model pembelajaran PQ4R menunjukkan skor tipikal pada kelas eksploratif sebesar 80,84, sedangkan kelas kontrol

15Yulia Purnama, Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Materi Tekanan Zat di Kelas VIII SMPN 2 Sungayang , Skripsi (Batusangkar: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Tadris Fisika, 2020), h. 57.

(27)

yang menggunakan model pembelajaran Request memperoleh skor normal sebesar 74,82.16

Adapun persamaan penelitian di atas dengan rencana ujian saya adalah membicarakan dampak teknik PQ4R terhadap hasil belajar peserta didik.

Sementara itu, perbedaannya adalah penelitian Rizka Septia ruang lingkup materi penelitiannya pada mata pelajara IPA dan rencana penelitian saya ruang lingkup materi penelitiannya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Satu lagi kontrasnya area eksplorasi Rizka Septia di MIN 8 Bandar Lampung dan area pemeriksaan saya di MTs No.32 Lamasi Kabupaten Luwu.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Arfani Usman tahun 2016 dengan judul

“Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect,

Recite, Review) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Fiqih di MTs Darul Ma’arif Jakarta Selatan”, menunjukkan bahwa: Penerapan metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) dapat meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas VIII di MTs Darul Ma’arif Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang menigkat, ditunjukkan dengan nilai rata-rata N-gain pada siklus I sebesar 41% meningkat pada siklus II menjadi 59%. Siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 64% pada siklus I dan pada siklus II semua siswa telah mencapai ketuntasan belajar.17

Adapun persamaan penelitian di atas dengan rencana eksplorasi saya yaitu sama-sama menggunakan metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read,

16Rizka Septia, Pengaruh Model Pembelajaran PQ4R Terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas V MIN 8 Bandar Lampung, Skripsi (Bandar Lampung: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 2018), h. 74.

17Arfani Usman, Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Fiqih di MTs Darul Ma’arif Jakarta Selatan, Skripsi (Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam, 2016), h. 86.

(28)

Reflect, Recite, Review) terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan, perbedaannya adalah penelitian Arfani Usman membahas mengenai penerapan metode pembelajaran adapun rencana ujian saya berbicara tentang dampak teknik pembelajaran. Perbedaan lainnya adalah eksplorasi materi ujian Arfani Usman mengenai materi Fiqh dan bidang ujiannya di MTs Darul Ma'arif Jakarta Selatan dan luasan materi ujian saya mengenai materi Aqidah Akhlak dan bidang eksplorasi saya di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Neneng Afrida tahun 2017 dengan judul

“Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R dengan Media Komik terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kingdom Animalia di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar”.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh analisis data dengan menggunakan uji t yaitu, t hitung db 28 diperoleh t tabel dan H0= 3,029 pada taraf signifikan (α 0,05) dengan = 1,701. Sehingga uji hipotesis t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Ha diterima yaitu bahwa penerapan strategi pembelajaran PQ4R dengan media komik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi Filum Platyhelminthes di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa: 1) Aktivitas belajar siswa dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dengan media komik pada materi kingdom animalia di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar termasuk kategori baik (65,90%). 2) Terdapat pengaruh hasil belajar siswa dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dengan media komik pada materi kingdom animalia di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar (t hitung > t tabel, 3,029>1,701).18

18Neneng Afrida, Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran PQ4R Dengan Media Komik Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kingdom Animalia di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar, Skripsi (Banda Aceh: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Biologi), h. 87-88.

(29)

Persamaan eksplorasi di atas dengan rencana ujian saya adalah keduanya menganalisis dampak pembelajaran PQ4R. Sementara, perbedaannya adalah ujian Neneng Afrida membahas soal latihan dan hasil belajar dengan menggunakan media komik dan rencana eksplorasi saya membahas tentang hasil belajar Akidah Akhlak pada siswa. Yang membedakan lainnya, wilayah ujian Neneng Afrida berada di SMA Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar dan wilayah eksplorasi saya berada di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Al Badawi tahun 2019 dengan judul skripsi "Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) Terhadap Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas X SMKN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2019". Menunjukkan bahwa hasil belajar yang dicapai sebelum diberikan perlakuan kepada kedua kelompok sampel (pre test) lebih rendah dibandingkan dengan setelah diberikan perlakuan (post test). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Nilai = 2,86 dengan dk 70, taraf signifikansi 5% dengan = 1,667. Kemudian dapat disimpulkan bahwa = 2,86 > = 1,667. Dengan demikian, Ha yang diajukan diterima artinya bahwa ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas X SMKN 7 Mataram.19

Adapun persamaan penelitian di atas dengan rencana penelitian saya yaitu sama-sama meneliti pengaruh metode pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan, perbedaannya adalah penelitian Ahmad Al Badawi ruang lingkup materi penelitiannya pada mata pelajaran PKn dan rencana ujian saya sejauh mana materi eksplorasinya ada pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Satu

19Ahmad Al Badawi, Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) Terhadap Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas X SMKN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2019, Skripsi (Mataram: Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2019), h. 75.

(30)

lagi kontrasnya terletak pada area eksplorasi Ahmad Al Badawi di SMKN 7 Mataram dan area ujian saya di MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Pemeriksaan yang dilakukan memiliki tujuan dan kegunaan yang dapat dimanfaatkan oleh kedua ilmuwan, pembaca dan pihak-pihak yang terkait dengan eksplorasi. Maksud dan kegunaan eksplorasi ini adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Penelitian

Eksplorasi ini pada dasarnya berarti menggambarkan tanggapan terhadap pertanyaan yang diangkat dalam rumusan masalah. Inti dari pemeriksaan ini dibentuk sebagai berikut:

a. Untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu b. Untuk mendeskripsikan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di

kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu

c. Untuk menganalisis besar pengaruh metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTs. No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu

2. Kegunaan Penelitian

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut:

a. Kegunaan Ilmiah

1) Meningkatkan pengetahuan informasi bagi para jurnalis yang terkait erat dengan PAI, khususnya yang berkaitan dengan metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) pada hasil belajar peserta didik.

(31)

2) Dapat dimanfaatkan sebagai sumber perspektif untuk eksplorasi masa depan.

3) Menambah pemahaman baru bagi seluruh kalangan di bidang pelatihan, khususnya dampak teknik pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) terhadap peserta didik.

b. Kegunaan Praktis

1) Bagi spesialis, memperoleh informasi langsung dan keterlibatan dengan eksplorasi terkemuka karena strategi pembelajaran Q4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) pada hasil belajar peserta didik.

2) Bagi instruktur, hal ini dapat memberikan pemahaman betapa pentingnya hal tersebut yaitu pengaruh metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review)pada hasil belajar peserta didik.

3) Bagi pelajar, diharapkan dengan hal ini pelajar akan menyadari betapa pentingnya hal tersebut yaitu metode pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflect, Review) pada hasil belajar peserta didik.

(32)

16

1. Pengertian Metode Pembelajaran PQ4R

Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang digunakan guru dalam melaksanakan hubungan interaksi edukatif dengan peserta didik tepatnya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Secara konkret metode mengajar dapat disebutkan sebagai seperangkat cara, strategi, dan teknik mengajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan atau kompetensi tertentu yang harus dicapai sebagaimana termuat pada silabus atau RPP.1

Terdapat pula pengertian lain , metode pendidikan Islam adalah prosedur umum dalam penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan didasarkan atas asumsi tetentu tentang hakikat Islam sebagai suprasistem. Sedangkan teknik pendidikan Islam adalah langkah-langkah konkret pada waktu seseorang pendidik melaksanakan tugas pengajaran di kelas.2

Al-Quran banyak mengemukakan prinsip-prinsip metode pendidikan Islam, Allah swt. berkata di dalam surah al-Quran An-Nahl/16:125:

َكَّب َر َّنِا نَسْحَا َيِه ْيِتَّلاِب ْم هْلِداَج َو ِةَنَسَحْلا ِةَظِع ْوَمْلا َو ِةَمْك ِحْلاِب َكِ ب َر ِلْيِبَس ىٰلِا عْد ا

َنْيِدَتْه مْلاِب مَلْعَا َو ه َو ٖهِلْيِبَس ْنَع َّلَض ْنَمِب مَلْعَا َو ه

Terjemahnya:

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.3

1Sulaiman, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) (Cet I; Banda Aceh:

Yayasan PeNA Aceh, 2017), h. 5.

2Abdul Mujib dkk, Ilmu Pendidikan Islam (Cet. I; Jakarta: Kencana, 2006), h. 165.

3Pelayanan Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Tafsirnya (Bandung: Sygma, 2011), h. 281.

(33)

Menurut M. Quraish Shihab tiga metode dakwah yang disebut dalam ayat di atas harus disesuaikan dengan sasaran dakwah atau mad’uw. Berdakwah kepada cendekiawan yang memiliki pengetahuan tinggi diperintahkan dengan hikmah, yakni dialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan tingkat kepandaian mereka.

Terhadap masyarakat awam, diperintahkan untuk menerapkan mau’izhah, yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Sedangkan terhadap Ahl al-Kitab dan penganut agama-agama lain adala dengan jidal, yakni perdebatan dengan cara yang terbaik yaitu dengan logika dan retorika yang halus, lepas dari kekerasan dan umpatan.4

Dari penjelasan kutipan al-Quran di atas cenderung beralasan demikian penggunaan metode dalam menyampaikan suatu informasi sangat diperlukan agar maksud dan tujuan dapat tersampaikan dengan baik serta akhlak yang terpuji memungkinkan lawan bicara atau pendengar tidak merasa jenuh dan tertekan pada proses percakapan atau pembicaraan yang berlangsung. Al-Quran menuntut agar pendidikan dilaksanakan dengan penuh kebijaksanaan, menjunjung tinggi harkat kemanusiaan serta memperhatikan kemungkinan perbedaan peserta didik dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang.

Al-Quran menjelaskan, dalam pembelajaran terdapat metode membaca sebagai proses pemindahan informasi. Allah swt. berkata di dalam surah al-Quran Al-Jumu’ah/62:2:

ِكْلا م ه مِ لَع ي َو ْمِهْيِ ك َز ي َو ٖهِتٰيٰا ْمِهْيَلَع ا ْو لْتَي ْم هْنِ م الْ ْو س َر َنٖ يِ م ْلْا ىِف َثَعَب ْيِذَّلا َو ه َبٰت

ُۙ نْيِبُّم لٰلَض ْيِفَل لْبَق ْنِم ا ْو ناَك ْنِا َو َةَمْك ِحْلا َو

Terjemahnya:

Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka

4M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2006), Vol. VII, h. 384.

(34)

Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar- benar dalam kesesatan yang nyata.5

Ayat ini merupakan jawaban Allah swt. atas permohonan Nabi Ibrahim ketika dia mendoakan penduduk Makkah agar Allah swt. mengutus mereka dari seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, serta mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah.6

Dari penjelasan ayat di atas, bahwa metode membaca adalah cara yang digunakan oleh nabi dan Rasul dalam memahamkan ajaran agama ke pada penduduk Arab pada saat itu dilihat dari kefektifan dan kemudahan dalam proses persebaran ilmu agama dan pengetahuan. Maka dari pada itu, metode PQ4R yaitu salah satu metode membaca yang efektif jika diterapkan dalam proses pembelajaran.

Metode pembelajaran PQ4R digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, dan membantu proses pembelajaran di kelas yang dilakukan dengan kegiatan membaca buku atau bahan ajar. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mempelajari sampai tuntas suatu materi pembelajaran7

Menurut Sapriya yang dikutip oleh Triani Ratnawuri dkk, metode PQ4R adalah suatu metode pembelajaran yang merupakan bagian dari metode kooperatif learning yang bertujuan untuk meningkatkan daya paham dan daya ingat peserta didik tentang materi yang mereka baca dengan cara membaca dan menulis.8

Menurut Trianto metode pembelajaran PQ4R adalah salah satu bagian dari strategi elaboratif. Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi kemampuannya

5Pelayanan Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Tafsirnya (Bandung: Sygma, 2011), h. 281.

6Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir (Cet. III; Jakarta:

Pustaka Ibnu Katsir, 2010), Jilid 9, h. 98.

7Devi Wahyu Daniati dkk, 27 Cara Asyik Belajar Matematika (Cet. I; Magelang: Pustaka Rumah C1nta, 2020), h. 217.

8Triani Ratnawuri, dkk, “Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Metro”, Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro Vol. 6 no. 2 2018, h. 120.

(35)

membuat struktur berpikir sebelum membaca dengan menyusun pertanyaan- pertanyaan yang menjadi acuan bagi peserta didik untuk menggali informasi yang dibutuhkan dari teks bacaan. Kemudian peserta didik secara mendiri membaca teks sambil mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuatnya.9

Metode pembelajaran PQ4R merupakan metode yang digunakan untuk membantu peserta didik mengingat dan memahami bacaan dengan melakukan enam langkah yaitu P (Preview), Q (Question), R (Read), R (Reflect), R (Recite), R (Review).10

2. Langkah-Langkah Metode Pembelajaran PQ4R

Langkah-langkah metode pembelajaran PQ4R Menurut Trianto, yaitu sebagai berikut:

1) Preview

Langkah awal, siswa membaca sekilas materi pemahaman. Titik fokus peninjauan adalah menemukan pemikiran utama yang tercipta dalam materi pemahaman. Bagian-bagian yang dapat dibaca antara lain bagian awal, panduan bab demi bab, poin, judul, keterangan, atau ikhtisar terakhir suatu bagian. Melalui tampilan tersebut, siswa sudah memiliki gambaran tentang apa yang mereka pelajari.

2) Question

Langkah selanjutnya, tanyakan pada diri anda pertanyaan menggunakan kata 5w + H (what, where, who, when, why and how). Pengalaman menunjukkan bahwa dengan asumsi seseorang membaca dengan teliti untuk menjawab berbagai pertanyaan, hal itu akan membuatnya membaca lebih hati-hati dan lengkap sehingga dia dapat mengingat apa yang dia pahami dengan baik.

9Trianto, Model Pembelajaran Terpadu (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 150.

10Tri Noviyanti, dkk, “Penerapan Pembelajaran Strategi PQ4R dalam Peningkatan Pembelajaran IPS Kelas V Sd Negeri Karangasem 02”, Jurnal FKIP UNS Vol. 3 no. 3 2015

(36)

3) Read

Langkah ketiga, siswa membaca secara mendalam materi yang dipelajari.

Pada tahap ini peserta didik diharapkan dapat menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang telah dibuat.

4) Reflect

Langkah keempat, tentunya tidak berbeda dengan langkah ketiga, namun merupakan bagian mendasar dari langkah ketiga. Saat membaca, siswa perlu mengingat atau mengingat serta mencoba memahami data yang diberikan oleh:

a) Mengaitkan data dengan hal-hal yang sekarang diketahui

b) Menghubungkan sub-poin dalam teks dengan gagasan atau standar mendasar.

c) Upaya untuk menyelesaikan masalah dalam data yang dilihat d) Mencoba memanfaatkan materi untuk mengatasi masalah tersebut 5) Recite

Langkah kelima, pada tahap ini siswa didekati untuk memikirkan kembali data yang telah dipelajarinya. Siswa dapat melihat kembali catatan yang telah mereka buat. Siswa didekati untuk membuat intisari materi bacaan dengan manajer mereka sendiri. Akan lebih baik jika siswa menyampaikannya secara lisan, namun juga tertulis.

6) Review

Pada langkah terakhir, siswa didekati untuk menyimpulkan atau merencanakan perwujudan materi yang telah mereka pelajari. Siswa dapat memberikan hasil dari pertanyaan yang mereka ajukan.11

11Trianto, Model Pembelajaran Terpadu (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 151-153.

(37)

Dari penjelasan mengenai cara-cara PQ4R di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi PQ4R dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran di kelas. Teknik ini juga memberikan siswa kemampuan untuk fokus lebih lama.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode PQ4R

a. Mengenai manfaat dari metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review) adalah sebagai berikut:

1) Sangat tepat digunakan untuk pengajaran pengetahuan yang bersifar deklaratif berupa konsep-konsep definisi, kaidah-kaidah dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

2) Dapat membantu siswa yang daya ingatnya lemah untuk mengahafal konsep-konsep pelajaran.

3) Mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan.

4) Mampu membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan bertanya dan mengkomunikasikan pengetahuannya.

5) Dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas

b. Adapun Kekurangan dari Metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review) adalah sebagai berikut:

1) Menerapkannya untuk menunjukkan informasi prosedural, misalnya, pengetahuan kemampuan tidaklah cocok.

2) Hal ini sangat sulit dilakukan jika kantor, misalnya buku siswa (bundel) tidak tersedia di sekolah.

3) Hal ini tidak mungkin dilakukan di kelas dengan jumlah siswa yang terlalu banyak, karena arahan guru kurang baik terutama pada soal perencanaan. 12

12Mashudi, dkk, Desain Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontruktivisme (Kajian Teori dan Praktis) (Bandung PT. Remaja Rosda Karya, 2013), h. 145-146.

(38)

4. Tujuan Metode Pembelajaran PQ4R

Metode PQ4R digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat kembali apa yang dibacanya dan dapat membantu pembelajaran dengan penanganan di kelas yang dilengkapi dengan buku pemahaman. Latihan membaca buku berencana untuk berkonsentrasi penuh bagian demi bagian dari bahan bacaan. Latihan membaca dengan teliti akan membawa informasi luas, pintu menuju wawasan mendalam dan kemampuan masa depan .13

Membaca dengan teliti bisa dipandang sebagai sebuah proses interaktif antara bahasa dan pikiran. Sebagai proses interaktif, maka keberhasilan membaca akan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan yang melatar belakangi dan metode membaca.14

Menurut Atends yang dikutip Trianto, bahwa metode PQ4R merupakan salah satu metode membaca yang digunakan untuk membantu peserta didik memahami dan mengingatkan materi yang mereka baca. Jadi metode PQ4R yaitu suatu metode membaca yang digunakan untuk membantu peserta didik berpikir kritis dan memanfaatkan daya ingat peserta didik yang dapat membantu memahami suatu bacaan.15

Berdasarkan definisi beberapa ahli, disimpulkan pengertian metode PQ4R yaitu, suatu metode membaca yang digunakan untuk membantu peserta didik berfikir kritis dan memanfaatkan daya ingat peserta didik yang dapat membantu memahami suatu bacaan. Metode PQ4R juga merupakan pengajaran yang baik

13Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivis-tik (Jakarta:

Prestasi Pustaka, 2007), h. 146.

14Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivis-tik, h. 147.

15Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik (Jakarta:

Prestasi Pustaka, 2007), h. 147.

(39)

meliputi pengajaran peserta didik bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir.

B. Hasil Belajar Peserta Didik 1. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Suprijo yang dikutip oleh Widodo, hasil belajar merupakan contoh aktivitas, nilai, pemahaman, cara pandang, penghayatan dan kemampuan.16 Selain itu, hasil belajar yang menjadi objek penilaian kelas merupakan kapasitas baru yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pengalaman pendidikan pada mata pelajaran tertentu.17

Menurut Burton yang dikutip oleh Ahmad Susanto, belajar dapat diartikan sebagai penyesuaian tingkah laku pada manusia berkat adanya komunikasi antar manusia dan orang lain serta manusia dan keadaannya saat ini sehingga mereka lebih siap untuk bekerjasama dengan keadaannya saat ini.18

Jadi, hasilbelajar adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh hasil yang dicapai peserta didik berupa angka atau nilai setelah menyelesaikan suatu tes yang diberikan. Serta untuk memperoleh suatu pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang mengalami perubahan perilaku yang bertahan lama dalam berpikir, merasakan, dan bertindak.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

16Widodo, “Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VII A Mts Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/2013”, Jurnal Fisika Indonesia Vol. XVII no. 49 2013, h. 34.

17A. Supratiknya, Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes (Yogyakarta: Universitas Sanata Darma, 2012), h. 5.

18Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta: Kencana, 2013), h. 3.

(40)

Sementara itu, untuk mencapai hasil pembelajaran yang baik harus didukung oleh beberapa hal penting, sebagai berikut:

1) Faktor Internal

Menurut Slameto, faktor-faktor internal tersebut mencakup tiga hal, yaitu faktor fisik tertentu, faktor kesehatan (kantuk, lemas, kekurangan darah, kehilangan keseimbangan, kekurangan tenaga, dan ketidakmampuan nyata), faktor mental (pengetahuan, minat, kemampuan, perhatian, inspirasi, ketersediaan, kelelahan dan perkembangan) dan faktor kelelahan (fisik dan ruhaniyah)19

2) Faktor Eksternal

Menurut Slameto, faktor eksternal mencakup tiga hal, yaitu faktor keluarga (kedekatan keluarga, pendekatan wali dalam mengajar, perolehan wali dan masalah sosial keuangan), faktor sekolah (pendidik, teknik pembelajaran, media pembelajaran, waktu, program pendidikan, hubungan instruktur dengan siswa, hubungan antara peserta didik dan peserta didik lainnya, prinsip-prinsip pembelajaran, keadaan struktur, tugas sekolah dan disiplin), faktor lingkungan setempat (latihan peserta didik secara lokal, komunikasi yang luas, koneksi dan gaya hidup daerah setempat).20

c. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian merupakan pengumpulan informasi mengenai perubahan kualitas dan kuantitas di dalam diri peserta didik atau kelompok. Menurut Stock dkk yang dikutip oleh Sitiatava Rizema Putra, kegiatan penilaian yang biasanya dihubungkan

19Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Jakarta: PT, Rineka Cipta, 2013), h. 54-60.

20Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, h. 61.

Gambar

3.1  Tabel Populasi Penelitian MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu.............   33
Foto bersama peserta didik kelas VIII MTs No. 32 Lamasi Kabupaten Luwu  setelah mengisi angket
Foto bersama Guru Akidah Akhlak dan peserta didik

Referensi

Dokumen terkait

Efektivitas Metode Pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) Terhadap Pemahaman Konsep Tentang Uang dan Perbankan (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X

Guru sebaiknya dapat terus mengembangkan dan menggunakan pembelajaran metode PQ4R terutama untuk melatih siswa dalam berbicara, karena berdasarkan hasil penelitian,

Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) komik matematika dengan metode pembelajaran PQ4R termasuk dalam kategori valid dari aspek materi, bahasa, dan desain dengan

 Bersama mitra (guru bahasa Jerman) memilih topik dan informasi yang akan disajikan dalam bacaan agar menarik bagi siswa dengan menggunakan metode PQ4R.. 

Hal ini menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar antara siswa yang diberikan pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite,

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) dapa meningkatkan hasil

Metode PQ4R digunakan untuk membantu murid mengingat apa yang mereka baca, dan untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam hal kemampuan pemahaman struktur

Dalam pembelajaran dan penerapan strategi belajar metode PQ4R, maka aktivitas yang akan di la- kukan oleh guru seperti pada tabel 2.. Tabel 1 Langkah-langkah