PENGARUH PENERAPAN MODEL TREFFINGER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS
SISWA KELAS VIII SMPN 5 SIJUNJUNG
JURNAL
MAILIANTI NIM. 11050126
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU DAN PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL TREFFINGER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
KELAS VIII SMPN 5 SIJUNJUNG
Mailianti*), Mulia Suryani**), Anny Sovia**)
*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
**)Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
This research is motivated by the students comprehension of mathematical concepts are still low. This research aims to know students comprehension of mathematical concepts by applying Treffinger Model is better than students comprehension of mathematical concepts with convensional learning in class VIII SMPN 5 Sijunjung. The type of research is experimental research. The population is all students in class VIII SMPN 5 Sijunjungthe school years 2015/2016. The sampling techniques randomly selected, VIIIb as an experimental class and VIIIc as control class. The research instrument was the final test with data analysis techniques using the u man-whitney test. Based on the result of data analysis know that both samples abnormal. Hypotesis testing is a u man- whitney test was used in order and = with a level of 95 % real level. The research hypothesis is accepted means of students comprehension of mathematical concepts with Treffinger Model better than students comprehension of mathematical concepts with convensional learning.
Keyword: Treffinger Model, Comprehension of mathematical Concepts, Final test.
PENDAHULUAN
Pendidikan matematika merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, Pelajaran matematika mempunyai tujuan untuk melatih berpikir, bernalar,
memecahkan masalah dan
menyampaikan informasi atau gagasan yang diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu kesehatan, ilmu agama, ilmu ekonomi, dan sebagainya.
Mengingat pentingnya matematika, diharapkan semua pihak terutama guru dituntut untuk kreatif dalam memberikan
materi kepada siswa dan mampu memilih metode yang tepat sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran matematika siswa diharapkan mampu memahami konsep matematika.
Pemahaman konsep matematis penting bagi siswa maka diperlukan usaha dari berbagai pihak terkait, salah satunya adalah usaha guru. Guru dituntut untuk kreatif dalam memberikan materi kepada siswa dan mampu memilih metode yang tepat sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam pembelajaran. Jika siswa aktif dalam
pembelajaran, maka siswa akan lebih mudah dalam menemukan konsep- konsep matematika. Apabila siswa telah mampu memahami konsep yang diberikan dengan baik, maka hasil belajar siswa juga akan lebih baik.
Kenyataan yang ditemukan di sekolah pemahaman konsep matematis siswa masih rendah, masih banyak siswa yang belum tuntas dalam ujian semester matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMPN 5 Sijunjung pada tanggal 21-25 Februari 2015, terlihat proses pembelajaran matematika masih terpusat pada guru, interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa masih kurang, siswa kurang termotivasi mengemukakan ide-ide kreatif .Selain itu, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, sebagian besar siswa kurang bertanya dan memberikan tanggapan , dan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah.
Upaya mengatasi masalah tersebut, guru harus lebih kreatif agar siswa termotivasi dan lebih aktif dalam belajar. Salah satu model yang cocok digunakan guru diantaranya menggunakan model pembelajaran Treffinger. Model Treffinger memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu model pembelajaran ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. Siswa akan sering membaca, bertukar pikiran dan saling memberi saran di kelompok masing-masing.
Pembelajaran model Treffinger lebih menekankan pada penguasaan konsep- konsep matematika siswa, dimana siswa mengembangkan ide-idenya melalui lembar pertanyaan terbuka yang dikerjakan secara individu. Untuk lebih rinci dapat dilihat pada langkah-langkah berikut:
1. Tingkat I: diberikan lembar pertanyaan terbuka kepada siswa yang dapat menimbulkan minat dan rasa ingin tahu siswa.
2. Tingkat II: Siswa diarahkan untuk mengembangkan ide atau gagasannya untuk memahami konsep dengan menghubungkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan memahami materi pelajaran dengan buku sumber yang ada di perpustakaan.
3. Tingkat III: lanjutan dari tingkat I dan II, bertujuan untuk menerapkan konsep tentang materi yang diajarkan dalam bentuk soal latihan.
Menurut Munandar, dengan menggunakan ketiga tingkatan
kemampuan berfikir dari model Treffinger siswa dapat membangun keterampilan, menggunakan kreatifnya dan menemukan penyaluran untuk mengungkapkan kreativitas dalam hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk memgetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan model Treffinger lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian Yusni Asmaita (2011) dengan judul “ Penerapan Model Treffinger disertai Speed Test dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMPN 1 Simpati Kabupaten Pasaman Timur.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan model Treffinger lebih baik dari pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 5 Sijunjung pada semester I mulai dari tanggal 1 Agustus 2015 sampai 24 Agustus 2015. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan penelitian Random Terhadap Subjek.
Populasi penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas VIII SMPN 5 Sijunjung dan sampel yaitu kelas VIII.b sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.c sebagai kelas kontrol.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes akhir belajar yang berbentuk tes uraian. Sebelum diadakan tes akhir dilakukan uji coba tes di kelas VIII.1 SMPN 5 Sijunjung pada tanggal 20 Agustus 2015. Hasil uji coba tes menunjukkan bahwa soal 2b tidak dipakai dengan reliabilitas 0,91. Kriteria pengujian berpedoman kepada kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:
239). Untuk mengukur pemahaman konsep matematis siswa yang digunakan rubrik holistik skala 4 merujuk pada Iryanti (2004: 13).
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan uji U Mann-Whitney. Sebelum menganalisis data hasil penelitian terlebih dahulu dilakukan uji normalitas menggunakan uji Liliefors pada Sudjana, (2005: 249, 466), selanjutnya uji hipotesis menggunakan U Mann-Whitney yang berpedoman pada Santoso (2010: 121).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data mengenai pemahaman konsep siswa dilihat dari hasil tes akhir pemahaman konsep matematis siswa
setelah diberikan perlakuan dengan penerapan model pembelajaran Treffinger dan pembelajaran konvesional. Hasil analisis data tes akhir diperoleh rata-rata, simpangan baku, nilai tertinggi dan nilai terendah dari masing-masing kelas diperoleh data seperti Tabel 1.
Tabel 1. Rata-rata, Simpangan Baku, Nilai Tertinggi dan Terendah Tes Pemahaman Konsep Matematis Kelas Sampel Kelas
Sampel
̅ S
Eksperimen 72,83 15,01 93 23 Kontrol 63,83 12,18 84 31 Tabel 1 dapat dilihat bahwa terdapat rata-rata siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.
Berdasarkan hasil Pengujian hipotesis dengan uji U Mann-Whitney, diperoleh bahwa dan dengan Zhitung < Ztabel maka H0
ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model Treffinger lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional.
Proses pembelajaran dengan menerapkan model Treffinger diawali dengan siswa mengembangkan ide-
idenya melalui lembar pertanyaan terbuka yang dikerjakan secara individu.
Kemudian siswa mendiskusikan jawaban yang telah ditemukan tersebut dengan teman sekelompoknya. Setelah siswa berdiskusi guru menunjuk beberapa perwakilan dari kelompok untuk menjelaskan materi di depan kelas.
Untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, guru memberikan latihan yang dikerjakan dan didiskusikan di kelompok masing- masing. Buku Latihan siswa dikumpulkan dan kemudian guru menunjuk siswa secara acak untuk mempresentasikan jawaban yang telah didiskusikan pada masing-masing kelompok.
Selesai semua materi diajarkan, selanjutnya diadakan tes akhir di kelas sampel. Gambaran untuk hasil tes akhir dapat dilihat dari lembar jawaban siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol pada Gambar 1 dan Gambar 2 berikut.
Gambar 1. Contoh lembar jawaban siswa kelas eksperimen
Gambar 1 terlihat bahwa siswa sudah mampu Menyatakan ulang sebuah konsep dengan jelas dan tepat yaitu pada soal 1b, tentukanlah koefisien, variabel dan suku sejenis dari bentuk aljabar berikut: 7a2 – 8a2b - 11a2 + a2b+ 12ab2. Pada soal tersebut siswa sudah mampu menyatakan konsep koefisien, variabel dan konstanta dan siswa. Pada soal 1a juga terlihat bahwa siswa juga sudah mampu Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) dengan tepat.
Berdasarkan jawaban ini siswa memperoleh bobot 2 dengan skala 3, sehingga siswa memperoleh skor 6.
Gambar 2. Contoh Lembar Jawaban Siswa Kelas Kontrol
Gambar 2 terlihat bahwa sudah mampu menyatakan ulang sebuah konsep dengan jelas dan tepat akan tetapi pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu masih terdapat kesalahan dalam menjawab soal yaitu siswa mengurangi suku yang tidak
sejenis seperti 7a2 – 8a2b dan 11a2- 12ab2.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapakan model Treffinger lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 5 Sijunjung Tahun Pelajaran 2015/2016.
KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asmaita, Yusni. (2011). Penerapan Model Treffinger disertai Speed Test dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Simpati Kabupaten Pasaman Timur. Skripsi tidak diterbitkan. Padang: STKIP PGRI Padang.
Iryanti, Puji. (2004). Penilaian Unjuk Kerja. Yogyakarta: Depdiknas.
Munandar, Utami. (2009).
Pengembangan Bakat dan Kreativitas Anak Berbakat.
Jakarta: Rineka Cipta.
Santoso, Singgih. (2010). Statistik NonParametrik. Jakarta. Elex Media Komputindo.
Sudjana. 2005. Metoda Statistik.
Bandung: Tarsito.