• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penggunaan lingkungan alam sebagai sumber

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penggunaan lingkungan alam sebagai sumber"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

Pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar IPA pada konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Letta Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar saintifik konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SDN 7 Letta Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar sains konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SDN 7 Letta Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar saintifik konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng , Kabupaten Bantaeng.

Rumusan Masalah

Contoh lingkungan sebagai sumber belajar antara lain ruang kelas, studio, perpustakaan, auditorium, laboratorium, aula, bengkel dan lain sebagainya. Contoh lain lingkungan hidup sebagai sumber belajar antara lain taman, pasar, kebun, sawah, sungai, parit, kolam, hutan, pabrik, warung, tempat pembuangan sampah dan lain sebagainya.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

Hasil penelitian Yang Relevan

Pengertian IPA

Pengertian Lingkungan

Secara umum kondisi fisiologis seperti kesehatan yang prima, tidak mudah lelah, cacat fisik seperti kaki atau lengan (karena hal ini akan mempengaruhi kondisi fisiologis), dan sebagainya, akan sangat bermanfaat bagi proses dan hasil belajar. Selain kondisi umum tersebut, yang tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah kondisi panca indera, khususnya indera penglihatan dan pendengaran. Di bawah ini adalah faktor-faktor psikologis yang dianggap utama dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar: minat, kecerdasan, bakat, motivasi.

Faktor instrumental ialah faktor yang kewujudan dan penggunaannya dirancang mengikut hasil pembelajaran yang diharapkan. Faktor-faktor ini sepatutnya bertindak sebagai satu cara untuk mencapai objektif pembelajaran yang dihasratkan.

Kerangka Pikir

Memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar ilmu pengetahuan. hasil belajar konsep makhluk hidup dan lingkungannya. Pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar IPA konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SDN 7 Letta Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. H0: Tidak terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar IPA konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Letta Bantaeng.

H1 : Terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar saintifik konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Letta Bantaeng.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian  Sumber: Adaptasi Sugiyono,(2010:94) Hasil belajar kemampuan yang
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian Sumber: Adaptasi Sugiyono,(2010:94) Hasil belajar kemampuan yang

Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini mutlak diperlukan untuk menyelesaikan penelitian. Sugiyono (2009:3) menyatakan bahwa “metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Melanjutkan permasalahan, rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimental adalah penelitian dengan melakukan penelitian yang obyektif, sistematis dan terkendali untuk memprediksi atau mengendalikan fenomena.

Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Penggunaan Lingkungan Alam Sebagai Sumber Belajar

Hasil Belajar IPA

Populasi

Analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan KTSP yang sekarang digunakan, serta analisis materi dalam buku teks atau paket untuk menentukan topik pembelajaran yang dapat menggunakan pembelajaran memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar. Materi pelajaran yang dipilih adalah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Merumuskan cara-cara belajar atau bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan siswa selama mempelajari lingkungan sekitar, seperti: mencatat apa yang terjadi, mengamati sesuatu, melakukan wawancara, dan sebagainya. Persiapkan juga hal-hal yang bersifat teknis, seperti: peraturan kegiatan yang harus ditaati siswa, izin mengadakan kegiatan, perlengkapan yang harus dibawa siswa, alat atau instrumen yang akan digunakan.

Langkah pelaksanaannya adalah berbagai kegiatan pembelajaran di tempat tujuan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

Instrumen Penelitian

Dokumentasi merupakan alat yang digunakan dengan tujuan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi pembelajaran.

Teknik Pengumpulan Data

Statistik Deskriptif

Sugiyono menyatakan bahwa “Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya, tanpa bermaksud membuat kesimpulan atau generalisasi yang berlaku umum”. Pada bagian analisis data digunakan statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian, dalam hal ini program SPSS for Windows versi 16. Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian homogenitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 16 menggunakan Univariate Analysis of Variance dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05.

Hasil penelitian ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian hasil belajar siswa dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar yang dilakukan di SD Negeri 7 Letta Kabupaten Bantaeng.

Tabel 3.5 Kategori Nilai Ketuntasan Siswa
Tabel 3.5 Kategori Nilai Ketuntasan Siswa

Deskripsi Keterlaksaan RPP

Untuk melihat persentase ketuntasan belajar IPS siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) juga dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini. Dengan demikian diperoleh distribusi frekuensi nilai dan persentase seperti terlihat pada tabel 4.5 di bawah ini. Untuk kemudian melihat persentase ketuntasan belajar IPA siswa setelah diberikan perlakuan (Posttest) dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini.

Berdasarkan tabel 4.6 diatas untuk skor ketuntasan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan (Posttest) dapat digambarkan sebanyak 28 siswa atau 82% dari total 34 siswa yang mampu mencapainya.

Tabel 4.1 Statistik Nilai Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas  IV SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng pada Pretest
Tabel 4.1 Statistik Nilai Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas IV SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng pada Pretest

Hasil Analisis Statistik Inferensial

Berdasarkan tabel 4.8 diatas terlihat perbedaan ketuntasan siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) tidak kurang dari 18 siswa yang tuntas atau 53% dari total 34 siswa dan setelah diberikan perlakuan (Posttest) jumlah yang berhasil siswa meningkat sebesar 28 dari 34 siswa, atau sebesar 82%. Misalnya, hasil belajar siswa kelas IV SDN 7 Letta meningkat setelah mendapat perlakuan yang menggunakan lingkungan alam sebagai sarana pembelajaran. Berdasarkan tabel uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan SPSS 16.0 for Windows terlihat signifikansi (p) bagi subjek yaitu nilai pre-treatment/pre-test dan post-treatment/post-test bernilai sama. lebih besar dari signifikansi 0,05 yang berarti data berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil uji homogenitas diatas terlihat nilai signifikansi uji homogenitas sebesar 0,060. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai pre-test dan post-test mempunyai variansi yang sama atau homogen. Berdasarkan uji wajib sebelumnya yaitu data tampak berdistribusi normal dan homogen, maka kegiatan selanjutnya adalah pengujian hipotesis/uji t.

Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Paired Sample t-test, yaitu uji beda terhadap dua sampel berpasangan yaitu subjek yang sama, namun mengalami perlakuan yang berbeda. itu; 0,05) maka h1 : “Terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar IPA konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Letta Kecamatan Bantaeng.”

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Nilai Pretest dan Posttest Ilmu Pengetahuan  Alam Siswa Kelas IV SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng
Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Nilai Pretest dan Posttest Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas IV SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng

Pembahasan

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya, antara lain penelitian yang dilakukan oleh Komang Juli Astini dengan judul “Pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sebagai sumber belajar untuk hasil belajar saintifik (Jurusan PGSD, FKIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia, 2013 )". Penelitian lain yang dilakukan Istialina berjudul “Pemanfaatan lingkungan hidup sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku untuk kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen (Jurusan PGSD FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Indonesia 2016)" itu terlihat. Kendala yang terjadi di lapangan adalah pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar memerlukan tenaga lebih untuk mengontrol siswa belajar di luar ruangan dan.

Dengan menerapkan pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber pengajaran konsep makhluk hidup dan lingkungannya, hasil penelitian terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan menunjukkan berdampak terhadap hasil belajar siswa. Membandingkan hasil kategori pembelajaran menunjukkan bahwa persentase hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan lingkungan alam sebagai sumber belajar konsep makhluk hidup dan lingkungannya, (1) Kategori sangat rendah (0-54), persentasenya pada pretest sebesar 6% sedangkan persentase pada posttest sebesar 0%; (2) Kategori rendah (55-64), persentase pada pretest sebesar 9%, dan persentase pada posttest sebesar 3%; (3) Kategori sedang (65-79), persentase pretest sebesar 41% dan persentase posttest sebesar 29%; (4) pada kategori tinggi (80-89), persentase pretest sebesar 41%, dan persentase posttest juga sebesar 41%; dan (5) kategori sangat tinggi (90-100), persentase pretest sebesar 3%, dan posttest sebesar 27%. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar sains konsep makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Letta Kabupaten Bantaeng serta hasilnya. pembelajaran siswa mengalami peningkatan. setelah pengobatan diberikan.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dibahas pada BAB IV dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan bahan ajar lingkungan alam terhadap hasil belajar sains konsep makhluk hidup dan lingkungannya di kelas IV SD Negeri 7 Letta Bantaeng. Setelah dilakukan pengujian hipotesis, diperoleh hasil uji hipotesis keluaran SPSS sebesar 0,000 < 0,05 maka h0 ditolak dan h1 diterima yang artinya penerapan pemanfaatan lingkungan alam sebagai alat ajar terhadap hasil belajar sains konsep makhluk hidup dan lingkungannya dapat mempengaruhi dan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 7 Letta Kabupaten Bantaeng. Pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai alat pengajaran terhadap hasil belajar sains konsep makhluk hidup dan lingkungannya.

Pemanfaatan lingkungan sebagai alat pembelajaran pada subtema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku untuk kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen. Pemanfaatan lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN 10 Gadung.

StandarKompetensi

KompetensiDasar

Indikator

TujuanPembelajaran

MateriPokok

StrategiPembelajaran

MetodePembelajaran

Langkah-LangkahPembelajaran

JenisPenilaian

Kerjakanlahsoal-soalberikut!

Rantai makanan terdiri dari produsen dan konsumen. Dalam rantai makanan ini, daun merupakan bagian tumbuhan yang dapat memasak makanannya sendiri yang disebut produsen. Hewan herbivora disebut konsumen pertama, sedangkan hewan yang memakan konsumen pertama disebut konsumen kedua. Guru menjelaskan kepada siswa tentang (lingkungan sawah dan kebun) untuk mengetahui rantai makanan yang terjadi - Guru menunjukkan beberapa.

Kerjakanlahsoal-soalberikutdengan jaawaban yang tepat!

Lembar Kerja Peserta Didik

Saling Ketergantungan Antar Makhluk Hidup

  • Simbiosis Mutualisme
  • Simbiosis Komensalisme
  • Simbiosis Parasitisme

Simbiosis komensalisme, merupakan hubungan antar makhluk hidup, dimana yang satu diuntungkan dan yang lain tidak diuntungkan, namun juga tidak dirugikan. Sedangkan hiu tidak dirugikan karena keberadaan ikan remora disekitarnya tidak menjadi beban bagi hiu. Parasit yang hidup menempel pada pohon mangga mendapat manfaat dari penyerapan makanan dari pohon mangga.

Ayo Kerjakanlah soal-soal berikut!

Lembar Kerja Siswa

Kegiatan Kelompok

Hubungan Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya

Karena manusia dan hewan memperoleh makanan dari makhluk hidup lain, maka manusia dan hewan disebut konsumen. Tumbuhan dan hewan yang hidup pada suatu tempat, misalnya kebun atau sawah, dapat membentuk beberapa rantai makanan. Dua makhluk hidup yang saling menguntungkan c. diuntungkan sedangkan pihak lain tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.

Gambar di atas termasuk
Gambar di atas termasuk

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian  Sumber: Adaptasi Sugiyono,(2010:94) Hasil belajar kemampuan yang
Tabel 3.3 Jumlah Siswa Kelas IV.B SD Negeri 7 Letta  No.  Siswa Kelas IV. B
Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Letta
Tabel 3.4 Interpretasi Kategori Nilai Hasil Belajar  Nilai Hasil Belajar  Kategori
+7

Referensi

Dokumen terkait

In the globalization era, in the 20th century, the development of Information and Communication Technology is very rapid. Even in the educational process, the teacher

Based on the research findings, the researcher found the results as follows; 1 there are two kinds of learning objectives, namely general learning objectives and specific learning