• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penggunaan Reward terhadap Kepercayaan Diri Peserta Didik di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun 2022/2023

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Penggunaan Reward terhadap Kepercayaan Diri Peserta Didik di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun 2022/2023"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH PENGGUNAAN REWARD

TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 JELBUK

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Sains

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh :

MUHAMMAD ALDIN HAMDANI NIM. T20199048

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2023

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv MOTTO

“Bersama Kesulitan Pasti ada Kemudahan”

(5)

v

PERSEMBAHAN

Sebagai bukti hormat dan kasih sayang, saya persembahkan dan dedikasikan skripsi ini sebagai bentuk bentuk ungkapan rasa syukur dan terimakasih mendalam kepada:

1. Allah SWT Pencipta semesta alam yang telah memberikan berkah dan rizki-Nya.

2. Bapak saya, Moch Hadori, Ibu saya Sulastri dan Adik Naura Ilma Nafiah, tercinta yang selalu memberikan dukungan semangat, material serta doa.

Ketulusan dan kasih sayang, jerih payah serta ridho orang tua yang telah menghantarkan saya menjadi orang yang berilmu, berbudi dan bertanggung jawab serta Seluruh keluarga saya, terimakasih yang tiada terkira untuk semuanya untuk suport dan doanya yang selama ini sudah diberikan.

3. Guru guru saya mulai dari SD, SMP, SMA dan Bapak Ibu Dosen UIN KH.Achmad Siddiq Jember yang telah membimbing dan mendidik saya 4. Almamater tercinta, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Jember yang menjadi kampus tempat saya menimba ilmu. Sekaligus terimakasih kepada bapak dosen pembimbing bapak Muhammad Eka Rahman S.Pd, M.SEI yang telah membantu dan mengarahkan saya dalam pembuatan skripsi ini.

5. Seorang wanita yang bersama saya Firda Infitahul Mawarddah yang selalu mendukung saya dalam kelancaran skripsi ini. Terimakasih atas bantuannya serta ketulusan dan suport yang tak terlupakan.

6. Teman seperjuangan saya yang selalu menjadi teman diskusi yang baik bagi saya.

(6)

vi

KATA PENGANTAR









Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bahwa atas taufiq dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Skripsi berjudul “Pengaruh Penggunaan Reward Terhadap Kepercayaan Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun Pelajaran 2022/2023”, disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., M.M. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Haji Kiai Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan fasilatas dan pelayanan kepada penulis.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni‟ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember.

3. Dr. Indah Wahyuni M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

4. Musyarofah, M.Pd selaku Koordinator Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah menerima judul skripsi ini.

(7)

vii

5. Muhammad Eka Rahman, S.Pd, M.SEI selaku dosen pembimbing skripsi yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.

6. Semua Dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan banyak ilmunya kepada penulis hingga terselesaikan skripsi ini.

7. Bapak Muhammad Muksin, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jelbuk yang telah memberikan izin atas penelitian yang penulis lakukan.

8. Serta Ibu Indah Kuswan Dewi, S.Pd selaku Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri 1 Jelbuk yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan fikirannya dalam memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

9. Semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.

Kepada mereka semua penulis tidak dapat memberikan apa-apa, hanya untaian kata terima kasih yang sebesar-besarnya yang dapat penulis sampaikan.

Semoga Allah SWT, membalas semua kebaikan dan selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Pada akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini belum mencapai kesempurnaan dalam arti sebenarnya, namun penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Jember, 17 April 2023 M. Aldin Hamdani T20199048

(8)

viii ABSTRAK

Muhammad Aldin Hamdani,2023: pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun Pelajaran 2022/2023

Kata kunci : Penggunaan reward, kepercayaan diri peserta didik, mata pelajaran IPS

Pemberian reward dalam pendidikan atau metode pembelajaran dimaksudkan sebagai sebuah penghargaan yang didapatkan melalui usaha keras anak melalui belajar, baik melalui keleompok maupun individu yang menghasilkan prestasi belajar. Penghargaan atas prestasi anak biasa diberikan dalam bentuk materi dan non materi yang masing-masing sebagai bentuk motivasi positif. reward juga di rasa sangat berpengaruh pada kepercayaan diri peserta didik karena reward dapat membuat peserta didik dapat lebih bersemangat dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Sebagai generasi penerus bangsa sikap kepercayaan diri sangat penting ditanamkan pada diri seorang peserta didik agar ia tumbuh menjadi sosok yang mampu mengembangkan potensi dirinya. Reward yang di gunakan di SMP Negeri 1 Jelbuk di rasa kurang menarik bagi siswa karena hanya hanya menggunakan tambahan nilai saja. Akan berbeda jika reward yang di gunakan lebih ber variasi seperti penggunaan kartu paket data internet yang akan sanagat menarik bagi peserta didik.

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah : 1) Apakah ada pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun pelajaran 2022/2023 ? Tujuan penelitian ini adalah : Untuk menganalisis pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun pelajaran 2022/2023.

Penelitian yang di lakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analsisis regresi linear sederhana dengan menggunakan uji Validitas dan Reliabilitas serta uji Normalitas, Linearitas dan Uji Hipotesis.

Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa 1) Data hasil analisis dan penyajian hipotesis adalah sebesar 0.00 yang dapat di artikan hasil tersebut kurang dari 0.05 Dapat di artikan bahwa hasil uji regresi linier sederhana di artikan variabel independent yaitu penggunaan reward berperngaruh seginfikan terhadap variabel dependent yaitu kepercayan diri siswa SMPN 1 Jelbuk tahun pelajaran 2022/2023. 2) Dapat di lihat di tabel R square di dapat angka 0.340 yang di artikan bahwa variabel X yaitu penggunaan reward berpengaruh secara signifikan sebesar 34% terhadap variabel Y yaitu kepercayaan diri peserta didik.

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN ... iii

MOTTO... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar belakang Penelitian ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

F. Definisi Operasional... 11

G. Asumsi Penelitian... 12

H. Hipotesis ... 12

I. Sistematika Pembahasan ... 13

(10)

x

BAB II Kajian Kepustakaan... 14

A. Penelitian Terdahulu ... 14

B. Kajian Teori ... 18

BAB III Metode Penelitian ... 41

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 41

B. Populasi dan Sampel ... 41

C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan data ... 44

D. Analisis Data ... 50

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA ... 52

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 52

B. Penyajian Data ... 58

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 60

D. Pembahasan ... 63

BAB V PENUTUP ... 68

A. Kesimpulan ... 68

B. Saran-Saran ... 68

DAFTAR PUSTAKA ... 70 LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Surat keaslian penulisan 2. Matriks penelitian 3. Pedoman wawancara 4. Surat izin penelitian 5. Surat selesai penelitian

(11)

xi 6. Jurnal Penelitian

7. Absensi siswa

8. Angket/ Kusioner Penelitian 9. RPP

10. Lembar observasi 11. Tabulasi Data 12. Hasil uji SPSS 25 13. Dokumentasi 14. Gambar dan denah 15. Biodata

(12)

xii

DAFTAR TABEL

2.1 Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu ... 16

3.1 Jumlah siswa kelas VII di SMPN 1 Jelbuk ... 43

3.2 Hasil Uji Validitas Variabel penggunaan Reward ... 47

3.3 Hasil Uji Validitas Variabel kepercayaan diri ... 47

3.4 Hasil Uji Reliabilitas variabel penggunaan Reward ... 49

3.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepercayaan diri ... 49

4.1 Tabel Profil Sekolah ... 52

4.2 Hasil Observasi Percaya diri ... 59

4.3 Perhitungan Uji Normalitas... 61

4.4 Perhitungan Uji Liniearitas ... 61

4.5 Uji Regresi Linear Sederhana ... 62

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan adalah aktivitas atau usaha manusia untuk menumbuh kembangkan potensi potensi bawaan manusia itu sendiri baik jasmani maupun rohani untuk memperoleh hasil dan prestasi. Dengan kata lain bahwa pendidikan dapat di artikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang di kembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa indonesia yang berdasarkan pancasila berupa nilai dan norma masyarakat yang berfungsi sebagai filsafat pendidikan atau sebagai cita cita dan pernyataan tujuan pendidikannya karena bagaimanapun peradaban suatau masyarakat, di dalamya berlangsung dan terjadi suatu proses pendidikan generasi milinial sebagai usaha manusia untuk melstarikan hidupnya. Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus di penuhi sepanjang hayat.1

Lengefeld mengatakan pendidikan merupakan arahan maupun bantuan dari mereka yang terlebih dahulu menjalani dan medapatkan pendidikan pada insan individu maupun kelompok yang sama sekali belum merasakan serta mendapatkan pendidikan secara formal.2 Dari beberepa pemparan tersebut betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan seseorang yang sudah menjadi kebutuhan di dalam kehidupan manusia.

Pendidikan tidak lepas dari proses pembelajaran atau kegiatan pembelajaran. pembelajaran juga dapat di katakan sebagai kegiatan pendidik

1 Hamid Darmadi, Pengantar Pendidikan Era Globalisasi, (Animage : 2019), 1.

2 Hamid Darmadi, Pengantar Pendidikan Era Gobalisasi, (Animage : 2019), 17.

(14)

secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat peserta didik belajar secara aktif, yang menekankan pada sumber sumber belajar.3 Di dalam sebuah pembelajaran tidak akan lepas dari berbagai macam mata pelajaran salah satunya adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mata pelajaran ini adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganaisis gejala dan Masalah sosial yang ada di masyarakat dengan meninjau berbagai aspek kehidupan atau suatu perpaduan.

Awan Mutakin menjelaskan tujuan pembelajaran IPS di sekolah adalah sebagai berikut : (1) memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungannya, melalui terhadap nilai nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat, (2) memahami dan mengetahui konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang di adaptasi dari ilmu ilmu sosial yang kemudian dapat di gunakan untuk memecahkan masalah masalah sosial, (3) mampu menggunakan model model dan proses berfikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan maslah yang berkembang di masyarakat, (4) menaruh perhatian terhadap isu isu dan masalah masalah sosial, serta mamapu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat, (5) mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.4

Tujuan pembelajaran IPS di atas pada intinya di tujukan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang

3 H. Rusli , Metode Pembelajaran Sejarah, (Riau : Doltopus, 2023), 27.

4 Ahmad Susanto, Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, (Jakarta : Kencana, 2016), 10-11.

(15)

terjadi di masyarakat, memiliki sikap kepercayaan diri positif terhadap segala perbaikan masalah ketimpangan yang terjadi dan juga terampil dalam mengatasi masalah yang terjadi sehari hari.

Maka dari itu pembelajaran adalah interaksi antara peserta didik dan pendidik yang di lakukan secara aktif. Peserta didik akan di tuntut untuk aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tuntutan tersebut maka di perlukan kepercayaan diri yang baik yang harus di miliki oleh peserta didik di dalam mengikuti aktifitas pembelajaran agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif untuk mewujudkan hal tersebut juga di butuhkan peran guru dalam menciptakan suasana yang kondusif sesuai tujuan pembelajaran yang ingin di capai. Guru harus bisa memberikan penguatan positif.

Dalam memainkan peran tersebut hendaknya guru mengembangkan sikap percaya diri peserta didik karena ahir dari keberhasilan yang di capai siswa tergantung kepada kepercayaan diri siswa dalam memahami pembelajaran yang diikutinya.5 Dapat di katakan bahwa rasa percaya diri yang ada di dalam diri siswa sangatlah penting bagi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa agar dapat aktif di dalam kegiatan pembelajaran. keberhasilan seorang guru adalah membuat siswanya menjadi aktif dalam mengikuti kegitan pembelajaran keaktifan siswa tidak lepas dari rasa kepercayaan diri siswa maka akan sangat penting untuk menjadi perhatian kusus bagi guru agar dapat menciptakan suasana yang kondusif.

5 Afirudin Kasaming, Monitoring dan Evaluasi dalam pembelajaran, (Malang: Mnc, 2018), 13.

(16)

Rasa percaya diri merupakan salah satu aspek dari sebuah kepribadian yang penting bagi kehidupan peserta didik rasa percaya diri ini sangat membantu peserta didik dalam perkembangan keperibadiannya. Peserta didik yang memiliki rasa percaya diri dapat menyelesaikan tugas tugas perkembangan yang baik, merasa berharga, mempunyai sebuah keberanian dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya, mempertimbangkan berbagai pilihan serta membuat keputusan penting dalam hidup.

Rasa percaya diri adalah kondisi kondisi mental atau psikologis peserta didik untuk dapat mengevaluasi keseluruhan dirinya sehingga memberikan keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan dalam mencapai keingannanya. Menurut Hakim ada beberapa hal yang memperngaruhi terbentuknya rasa percaya diri pada anak, yaitu 1). Dorongan kluarga 2). Penerimaan lingkungan 3). Riwayat belajar (formal dan non formal).6

Setiap proses pembelajaran selalu menghasilkan sebuah tujuan seperti prestasi belajar dan tidak semua siswa bisa mendapatkan sebuah prestasi yang baik karena tidak sedikit siswa yang masih tidak berani untuk aktif di dalam sebuah aktifitas pembelajaran karena memang rasa kepercayaan diri yang masih kurang. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah stimulus dari seorang guru atau rangsangan dari guru agar peserta didik dapat lebih aktif dalam proses pemebelajaran dan juga siswa dapat lebih percaya diri dalam mengambil sebuah keputusan dalam pembelajaran berhasil atau tidaknya sebuah

6 Jazilatur Rohma, “Pembentukan Kepercayaan Diri Anak Melalui Pendidikan”. Jurnal perempuan dan anak, 02 No.01 ( 2018 ) : 4.

(17)

pembelajaran tergantung bagaimana seorang guru dapat melaksanakan aktivitas pembelajaran yang baik dan bisa membuat peserta didik tidak bosan selama mengikuti aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik dapat memiliki motivasi yang baik dalam mengikuti aktivitas pembelajaran dengan hal itulah peserta didik dapat merasa senang dalam mengikuti aktivitas pembelajaran.

Dari beberapa uraian di atas kepercayaan diri peserta didik dapat di simpukan bahwa sangat erat dengan kegiatan pembelajaran salah satu metode pembelajaran yang dapat di gunakan atau di terapkan agar kepercayaan diri siswa bisa terbilang baik adalah menggunakan metode pemberian reward metode ini sangatlah bagus untuk di gunakan karena metode pemberian reward ini adalah salah satu bentuk penguatan positif yang dapat di lakukan oleh seorang pendidik. Dengan penggunaan metode ini maka kelas akan lebih kondusif dan akan menciptakan Susana kegiatan belajar yang menyenangkan dan lebih menarik bagi siswa. Dalam hal ini sangat di perlukan sebuah kreativitas dari seorang guru guna menciptakan suasana pelajaran yang menyenangkan di antaranya dapat menggunakan pemberian reward yang dapat menjadi salah satu pendorong, penyemangat, dan motivasi bagi siswa dalam meningkatkan rasa kepercayaan dirinya untuk mengikuti aktivitas pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa.

Reward sendiri memiliki arti sebuah ganjaran atau hadiah ataupun bisa juga di artikan menjadi sebuah imbalan. Penggunaan reward di sini merupakan sebuah bentuk penguatan guna meningkatkan rasa kepercyaan diri peserta

(18)

didik ketika peseta didik mendapatkan sebuah tugas ataupun peserta didik mendapatkan sebuah pertanyaan dari seorang guru. Peserta didik tentu akan merasa senang jika keberhasilan dalam mengerjakan tugas dan keberhasilan dalam menyelasaikan masalah yang di berikan oleh seorang guru mendapatkan sebuah ganjaran ataupun sebuah penghargaan. Pemberian reward ini tidak harus berupa sebuah hadiah melainkan bisa juga menggunakan sebuah pujian, senyuman, anggukan kepala, acungan jempol dan lain lain.

Reward memliki tiga fungsi penting dalam mengajari anak untuk berperilaku yang di setujui secara sosial. Fungsi yang pertama adalah memiliki nilai pendidikan, yang ke dua, pemberian reward harus menjadi motivasi bagi anak untuk mengulangi perilaku yang memang di harapkan oleh masyarakat.

Melalui reward anak justru akan lebih termotivasi untuk mengulangi prilaku yang memang di harapkan oleh masyarakat. Fungsi yang terahir ialah untuk memperkuat prilaku yang di setujui secara sosial.7

Dari beberapa uraian di atas metode pemberian reward dapat di gunakan guru untuk memecahkan kondisi pembelajaran yang tidak kondusif karena masalah keaktifan di dalam pembelajaran yang di sebabkan oleh rasa percaya diri siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang masih di rasa kurang.

Salah satu faktor timbulnya rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran yang di dorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk

7 Ni Kadek Sujianti, “Pengaruh Penggunaan Reward dan Punishmant Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS”(Studi Pada SMP Negeri 1 Singaraja Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016)”, Jurnal Jurusan Pendidikan Ekonomi (jjpe), 7 No 2 (2016) : 3.

(19)

memperoleh pengakuan dan pemberian reward.8 Senada dengan yang di sampaikan oleh Desmi Marditisol pemberian penghargaan (reward ) itu penting untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri peserta didik. Tujuan dan manfaat reward adalah untuk meningkatkan perilaku positif yang dapat mengarahkan kepada kegiatan belajar yang baik. 9

Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Basra mahasiswa universitas medan area di temukan bahwa reward berkontribusi terhadap kepercayaan diri sebesar 23,7 %. Yang berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini senada dengan penelitian yang di lakukan oleh Hendro Wahyuni mahasiswa UIN suka riau Di ketahui bahwa adanya pengaruh signifikan pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pelajaran ekonomi di SMA-IT Azzuhra pekan baru. Terlihat R sequare = 0,252 = 25,% ini berarti variabel bebas pemberian reward mempengaruhi variabel dependen keaktifan belajar sebesar 25,2%.

Berdasarkan pengalaman observasi awal yang di lakukan di SMP Negeri 1 Jelbuk di temukan sebuah gejala mengenai rasa kepercayaan diri siswa di mana siswa sering kali tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran khususnya ketika guru memberikan sebuah pertanyaan rebutan siswa cenderung tidak mau mengacungkan tangan dan siswa cenderung diam.

Ketika guru menerapkan sebuah metode yang menunjuk siswa untuk maju ataupun untuk menjawab sebuah pertanyan yang di berikan oleh guru siswa

8 Widya Noviana Noor, “Pengaruh Pembrian Reward terhadap Kepercayaan Diri Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Ahlak”, Jurnal Penelitian pendidikan dan pembelajaran 9, no 3 (November 2022): 174.

9 Desmi Marditisol, Pembelajaran Matematika Menuju student well being, (Uwais Inspirasi Indonesia: Ponorogo, 2019), 68.

(20)

cenderung masih tidak maksimal dalam menjawab. Dalam hal ini guru telah melakukan berbagai metode pembelajaran salah satunya adalah memberi nilai tambahan bagi siswa yang aktif dalam aktivitas pembelajaran namun hal tersebut masih belum maksimal di lakukan oleh guru. Contohnya ketika guru IPS menjelaskan tentang salah satu materi pembelajaran dan guru memberikan pertanyaan rebutan dengan yang bisa menjawab akan di berikan nilai tambahan, namun hal tersebut tetap saja kurang menarik bagi siswa sehingga masih belum maksimal dan juga belum bisa mengatasi permasalahan yang ada dalam diri siswa kusunya dalam hal kepercayaan diri siswa.

Oleh karena itu berdasarkan latar belakang yang sudah di paparkan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian lebih lanjut tentang judul

“Pengaruh Penggunaan Reward Terhadap Kpercayaan Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun Pelajaran 2022/2023”

B. Rumusan masalah

Apakah ada pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun pelajaran 2022/2023 ?

C. Tujuan penelitian

Untuk menganalisis pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Jelbuk Tahun pelajaran 2022/2023.

(21)

D. Manfaat penelitian

Manfaat yang di harapkan dari hasil penelitian ini antara lain :

1. Bagi peneliti, sebagai bentuk acuan bagi peneliti ketika sudah terjun secara langsung di dalam dunia pendidikan

2. Bagi guru, sebagai bahan informasi untuk lebih meningkatkan mutu dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional

3. Bagi sekolah, dapat memberikan masukan pada dunia pendidikan tentang adanya pengaruh penggunaan reward terhadap kepercyaan diri peserta didik di SMP Negeri 1 Jelbuk.

E. Ruang lingkup penelitian

Ruang lingkup penelitian meliputi : 1. Variabel penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya.10

a. Variabel Independen (x)

Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).11 Variabel Independen dalam penelitian ini adalah penggunaan reward.

10 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D ( Bandung : Penerbit Alfabeta, 2019), 68.

11 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D ( Bandung : Penerbit Alfabeta, 2019), 69.

(22)

b. Variabel Y

Variabel dependen atau terikat adalah variabel yang di pengaruhi atau yang menajdi akibat karena adanya variabel bebas.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepercayaan diri.

2. Indikator variabel

a. Variabel independen (X)

Indikator dalam pengaruh penggunaan reward yaitu : 1) Pujian kata- kata dan isyarat

2) Hadiah

Reward dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan dengan ganjaran dan hadiah, upah dan pahala, membalas dan memberi penghargaan. Reward dalam pendidikan adalah memberi penghargaan memberi hadiah pada anak untuk angka angkanya atau prestasinya. Reward adalah alat pendidikan refresif yang bersifat menyenangkan dan membangkitkan atau menolong anak untuk berbuat sesuatu yang lebih baik terutama anak yang malas.12 b. Variabel dependen (Y)

Indikator dependen dalam kepercayaan diri yaitu : 1) Yakin dengan kemampuan yang dimiliki 2) Berani tampil didepan kelas

3) Berbicara dengan jelas menyatakan pendapatnya 4) Mau belajar bila salah

12 Rusdiana Hamid , “Reward dan Punishment Dalam Persepektif Pendidikan Islam”, Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan 4, No. 5 (2006) : 66.

(23)

Menurut Lauster kepercayaan diri adalah salah satu aspek keperibadian atau konsep diri yang penting bagi seseorang di krenakan dengan adanya kepercayaan diri seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi yang ada dalam dirinya13

F. Definisi oprasional

Untuk menghindari salah pengertian dalam penelitian, maka perlu di buat definisi oprasional variable sebagai berikut :

1. Reward adalah sebagai alat pendidikan yang diberikan ketika anak melakukan yang baik atau telah mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu atau target tertentu sehingga anak termotivasi untuk menjadi lebih.14 Pemberian Reward dalam konteks penelitian ini berupa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam bentuk verbal dan non verbal. Reward verbal berupa pujian sedangkan Reward non verbal berupa acungan jempol dan berupa pemberian kartu paket data internet.

Pemberian reward ini dilakukan ketika siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani tampil didepan kelas serta dapat menyelesaikan tugas dengan baik yang diberikan oleh guru

2. Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian yang berisi keyakinan tentang kekuatan, kemampuan dan ketrampilan yang di milikinya.15 Kepercayaan diri dalam penelitian ini yaitu siswa dapat memiliki keyakinan dan sikap positif atas kemampuan yang dimilikinya serta berani

13 Nathania Lungkutoy , „Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP Kristen Ranutongkor Kabupaten Minahasa”, Jurnal e- biomedik (ebm) 3, No.1 (2006) : 94.

14 Moh. Zinur Rosyid, Reward & Punishment dalam Pendidikan (Malang: Literasi Nusantara, 2018), 13.

15 M. Nur Ghufron Dkk, Teori Teori Psikologi, (Jogjakarta : AR-Zuhra, 2020), 34.

(24)

tampil didepan kelas, berani menjawab pertanyaan dengan baik dan tidak gugup, tidak menyontek dan yakin dengan hasil pekerjaan yang sudah dilakukan serta mau mencoba kembali ketika berbuat kesalahan.

3. Mata Pelajaran IPS

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam penelitian ini adalah pelajaran yang digabungkan atau terpadu melalui ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan agar peserta didik belajar menjadi warga negara yang baik.

4. Pengaruh Penggunaan Reward terhadap Kepercayaan Diri

Dalam penelitian ini pengaruh penggunaan reward terhadap kepercayaan diri diidentifikasikan sebagai pemberian pujian dan juga pemberian kartu paket data internet kepada siswa yang dimaksudkan untuk membuat rasa kepercayaan diri peserta didik menjadi lebih baik sehingga suasana pembelajaran akan menjadi lebih kondusif dan interaktif.

G. Asumsi Penelitian

1. Terdapat pengaruh pemberian Reward oleh guru dalam membangun kepercayaan diri peserta didik.

2. Setiap peserta didik memiliki kepercayaan diri yang berbeda-beda H. Hipotesis

Pada penelitian yang akan di laksanakan terdapat dua hipotesis, yaitu hipotesis alternatif dan hipotesis nol, berikut penjelasannya :

Ho : Pemberian reward tidak berpengaruh terhadap kepercayaan diri siswa pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di kelas VII SMP Negeri 1 Jelbuk

(25)

Ha : Pemberian reward berpengaruh terhadap kepercayaan diri siswa pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di kelas VII SMP Negeri 1 Jelbuk.

I. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab penutup.

Sistematika pada penelitian ini yaitu :

Bab I meliputi latar belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis dan sistematika pembahasan.

Bab II meliputi kajian kepustakaan yang tediri dari penelitian terdahulu dan kajian teori

Bab III meliputi metode penelitian yang terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data dan analisis data

Bab IV meliputi penyajian data dan analisis yang terdiri dari gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis dan pembahasan.

Bab V meliputi penutup yang terdiri dari kesimpulan serta saran-saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat

(26)

14 BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Sebelum penelitian ini di lakukan, ada sumber penelitian ataupun tulisan sebelumnya yang di lakukan oleh beberapa peneliti yang melaksanakan penelitian sebelumnya yang menggunakan beberapa setrategi pembelajaran dengan menggunakan pemberian reward terhadap kepercayaan diri siswa.

Pada bagian ini calon peneliti memaparkan penelitian terdahulu terkait dengan penggunaan setrategi pembelajran tersebut, berikut beberapa jenis penelitian yang di lakukan penelitian terdahulu, antara lain :

1. Penelitian yang di lakukan oleh Basra mahasiswa Universitas Medan Area 2020 tentang persepsi siswa terhadap pemberian reward dalam pembentukan kepercayaan diri pada siswa semayoen nusantara di aceh di ketahui bahwa berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan dengan perhitungan korelasi r produk moment menunjukkan reward berkontribusi terhadap kepercayaan diri sebesar 23,7 %. Yang berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri pada siswa smp semoyen nusantara di aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe korelasional dengan tehnik skala.16

2. Penelitian yang di lakukan oleh Hendro Wahyuni mahasiswa Uin Suka Riau 2022 tentang pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar

16 Basra, “ Persepsi SiswaTerhadap Pemberian Reward dalam pembentukan Kepercayaan diri pada

siswa Semayoen Nusantara di Aaceh”, (Skripsi, Universitas Medan Area, Medan, 2020), 1.

(27)

pada mata pembelajaran ekonomi di sekolah menengah atas-IT azzura pekan baru. Di ketahui bahwa adanya pengaruh signifikan pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pelajaran ekonomi di SMA IT Azzuhra pekan baru. Terlihat R sequare = 0,252 = 25,2% ini berarti variabel bebas pemberian reward mempengaruhi variabel dependen keaktifan belajar sebesar 25,2% .17

3. Penelitian yang di lakukan oleh Ikrom Riotama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 2017 tentang pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap minat belajar siswa kelas vii SMP Negeri 2 Pecut Sei Tuan tahun pelajaran 2016/2017 di ketahui bahwa dari perhitungan korelasi bahwa ada pengaruh antara pemberian reward dan punishment terhadap minat belajar siswa kelas viii smp negeri 2 percut sie.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis korelasi. 18

4. Penelitian yang di lakukan oleh Mar‟atul Latifah Dwi Saputri mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Metro tahun 2017 tentang pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar kelas 1 mim pekalongan lampung timur tahun 2017/2018 di ketahui bahwa hasil dari chi kuadrat hitung lebih besar dari chi kuadrat tabel artinya berdasarkan perhitungan statistik di atas maka dapat di simpulkan bahwa adanya pengaruh

17 Hendro Wahyuni, “Pengaruh Pemberian Reward terhadap Keaktifan Belajar pada Mata Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah atas-IT Azzura Pekanbaru”. (Skripsi, UIN Suka Riau, 2022), 1.

18 Ikrom Riotama, “Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VII Smp Negeri 2 Pecut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017”, (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 2017), 1

(28)

pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa 1 MI muhammadiyah pekalongan lampung timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.19

5. Penelitian yang di lakukan oleh Lusy Mayang Sari mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Bengkulu tentang Pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan pada mata pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) di kelas II SD negeri 76 kota Bengkulu di ketahui bahwa terdapatnya pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan siswa, hal ini di karenakan kelebihan dari pemberian reward yang memliki efek menyenangkan, pemberian reward akan mengahasilkan perasaan senang pada diri siswa menjadi lebih bersemangan untuk belajar. 20

Tabel 2.1

Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu No Nama

peneliti Judul penelitian Persamaan Perbedaan 1 Basra, 2020 Persepsi siswa

terhadap

pemberian reward dalam

pembentukan kepercayaan diri pada siswa semayoen

nusantara di aceh

1. Sama sama meneliti tentang pemberian reward

2. Menggunakan metode penelitian kuantitaif.

1. Penelitian terdahulu menggunakan metode korelasional sedangkan

penelitian ini menggunakan metode kuantitatif metode regresi linear sederhana 2. Penelitian terdahulu

tidak berfokus pada salah satu mata pelajaran ditingkat SMP sedangkan

19 Ma‟Rifatul Latifah, “Pengaruh Pemberian Reward terhadap Motivasi Belajar Kelas 1 Mim Pekalongan Lampung Timur Tahun 2017/2018”, (Skripsi, Iain Negeri Metro, 2017), 1.

20 Lusy mayang sari, “Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan pada Mata Pembelajaran

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas II SD negeri 76 kota Bengkulu”, (Skripsi, IAIN Bengkulu, 2016), 1.

(29)

penelitian ini terfokus pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial 2 Hendro

Wahyuni, 2022

Pengaruh

pemberian reward terhadap

keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi di sekolah

menengah atas –it azzuhra pekan baru

1. Sama sama meneliti tentang pengaruh

reward

2. Metode yang di gunakan metode kuantitatif

1. Penelitian terdahulu meneliti ditingkat sekolah menegah

atas (SMA)

sedangkan

penelitian sekarang meneliti ditingkat sekolah menengah pertama (SMP) 2. Penelitian terdahulu

meneliti pada mata pelajaran ekonomi sedangkan

penelitian ini meneliti pada mata pelajaran IPS

3 Ikrom Riotama, 2017

Pengaruh

pemberian reward dan punishment terhadap minat belajar siswa kelas vii smp negeri 2 pecut sei tuan tahun pelajaran 2016

1. Sama sama meneliti tentang pengaruh

reward

2. Sama sama menggunakan metode kuantitatif

1. Penelitian terdahulu menggunakan variabel Y minat belajar sedangkan penelitian sekarang menggunakan

variabel Y

kepercayaan diri 2. Penelitian terdahulu

terdapat penggunaan punishmant

sedangkan

penelitian yang sekarang hanya berfokus pada reward

3. Metode penelitian yang digunakan analisis korelasi sedangkan yang sekarang

menggunakan regresi liniear sederhana

4 Mar‟atul Latifah Dwi

Pengaruh

pemberian reward

1. Sama sama meneliti tentang

1. Penelitian terdahulu meneliti ditingkat

(30)

Saputri terhadap motivasi belajar kelas 1 mim pekalongan lampung timur tahun 2017/2018

pengaruh reward

2. Sama sama menggunakan metode kuantitatif

madrasah ibtidaiyah (mim) sedangkan penelitian ini meneliti ditingkat sekolah menengah pertama (smp) 2. Penelitian terdahulu

menggunakan teknik analisis chi- kuadrat sedangkan penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana.

5 Lusy

Mayang Sari

Pengaruh

pemberian reward terhadap

keaktifan pada mata

pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) di kelas II SD negeri 76 kota Bengkulu

1. Sama sama meneliti tentang pengaruh

reward

2. Sama sama menggunakan metode kuantitatif

1. Penelitian terdahulu meneliti di tingkat sekolah dasar (SD) sedangkan

penelitian ini meneliti ditingkat sekolah menengah pertama (SMP) 2. Analisis data yang

digunakan dalam penelitian terdahulu menggunakan quasi eksperimen

sedangkan

penelitian regresi linear sederhana

B. Kajian Teori

1. Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran pada hakikatnya merupakan upaya membelajarakan siswa dan perencaan pembelajaran merupakan penataan upaya membelajarkan peserta didik dan perancangan pembelajaran merupakan penataan upaya tersebut agar muncul perilaku belajar dan juga kativitas belajar di dalam suatu kondisi yang tertata di mana tujuan da nisi

(31)

pembelajaran jelas, setrategi pembelajaran optimal, akan amat berpeluang memudahkan belajar. Di sisi lain peranan pendidik akan menjadi semakin kompleks, ia bukan hanya sebagai salah satu sumber belajar tetapi juga harus menampilkan diri sebagai seorang ahli dalam menata sumber sumber belajar lain serta mengintegrasikannya ke dalam tampilan dirinya.

Pendidik harus mampu menampilkan diri sebagai satu komponen yang terintegrasi dari keseluruhan sumber belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Gagne (1992) bahwa pembelajaran merupakan seperangkat peristiwa yang di lakukan guru untuk mengelola fasilitas dan sumber belajar yang tersedia agar dapat di manfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu.21

Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman, bahan bahan, dan hasil hasil yang di harapkan sesuai dengan tingkat kematangan peserta didik serta latar belakang mereka. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika peserta didik hasil yang positif untuk dirinya yang ahirnya peserta didik dapat memperoleh kemajuan kemajuan serta perkembengan positif yang ada pada dalam dirinya.

Aktivitas belajar yang di maksudkan di sini adalah kegiatan belajar mengajar yang di lakukan peserta didik kegiatan tersebut di lakukan dengan cara memanfaatkan panca indra, mental dan intelektual. Di antara kegiatan kegiatan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut :

21 Wahyudin Nur Nasution, “Perencanaan Pembelajaran: Pengertian, Tujuan dan Prosedur”. Ittihad 1, No 2 (Desember, 2017): 87.

(32)

a. Kegiatan mental yaitu berfikir dengan cara merenung, mengingat dan membuat keputusan

b. Kegiatan mendengarkan menyimak penjelasan dan mendengar percakapan

c. Kegiatan visual yaitu melihat gambar, membaca dan mengamati objek d. Kegiatan menulis yaitu mencatat, mengetik, merangkum, menyalin,

mengerjakan tes, dan memperoses dengan tulisan.

e. Kegiatan lisan mengemukakan ide, memberikan saran, wawancara, diskusi, bertanya, menjeaskan dan bercerita.

f. Kegiatan menggambar yaitu membuat kegiatan visual berupa desain dan melukis

g. Kegiatan motorik yaitu latihan fisik, peragaan, eksperimen menggunakan alat, bermain disertai gerakan, dan menari.

Kegiatan emosional yaitu merasa bosan, tenang, gugup, kesal, antusias, percaaya diri, berani dan takut.22

Dengan adanya beberapa pembagian aktivitas tersebut memang aktivitas pembelajaran menjadi cukup kompleks dan bervariasi maka pendidik harus bisa membuat pembejaran menjadi menyenangkan dan membuat aktivitas pembelajaran menjadi kondusif dan juga aktif oleh karena itu guru harus dapat memilih metode yang tepat dalam pembelajaran. Adapun salah satu metode pembelajaran yang dapat di gunakan oleh guru ialah metode pemberian reward dengan metode ini

22 Bistari Basuni Yusuf, “Konsep dan Indikator Pembelajaran Efektif”. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan 1, No 2 (Oktober, 2017): 19.

(33)

peserta didik akan lebih aktif dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran dengan terjadinya hal tersebut maka akan terjadi interaksi antara peserta didik dan juga guru dengan adanya interaksi aktif tersebut maka suasana pembelajaran yang partisipatif dan produktif akan tercipta.

Pemberian reward dalam proses pembelajaran cukup penting terutama sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku siswa. Hal ini berdasarkan atas pertimbangan logis di antaranya reward dapat menimbulkan kepercayaan diri siswa dan dapat mempengaruhi perilaku positif dalam kehidupan siswa kususnya ketika siswa sedang mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun di dalam kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru dengan metode pemberian reward yaitu : a) Untuk memberikan reward yang pedagogis perlu sekali guru benar benar mengenal siswanya dan tahu menghargai dengan tepat. b) Reward yang di berikan kepada siswa janganlah menimbulkan rasa cemburu dan iri hati siswa lain yang pekerjaannya juga lebih baik tetapi tidak mendapatkan rewad c) Memberikan reward hendaknya hemat terlalu sering memberikan reward akan menjadi hilang arti reward sebagai metode pembelajaran. d) Jangan memberikan reward dengan menjajikan terlebih dahulu sebelum siswa menunjukkan prestasi kerjanya. e) Pendidik harus berhati hati dalam memberikan reward jangan sampai reward yang di terima siswa sebagai upah jerih payah yang telah di lakukannya.23

23 Ahmad Bahril Faidi, “Hubungan Pemberian Reward dan Punisment Dengan Motivasi Belajar Pendididkan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep”.

Jurnal Moral dan Kewarganegaraan 2. No 2 (2014): 457.

(34)

2. Penggunaan Reward a. Pengertian Reward

Reward merupakan salah satu cara guru dalam mengapresiasi siswa atas perbuatannya yang patut di puji menurut mulyasa, reward adalah respon terhadap sesuatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan terunglang kembalinya tingkah laku tersebut. Selain itu menurut suharsimi arikunto, Reward merupakan sesuaru yang senangi dan di gemari oleh anak anak yang di berikan kepada siapa yang dapat memenuhi harapan yakni mencapai tujuan yang di tentukan atau bahkan mampu melebihinya menurut Ngalim Purwanto juga berpendapat bahwa Reward adalah alat untuk mendidik anak anak supaya dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaan pekerjaannya mendapat penghargaan. Sedangkan menururt Nugroho Reward adalah ganjaran, hadiah, pengahargaan atau imbalan yang bertujuan agar seseorang lebih giat lagi usahanya untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja yang telah di capai.24

Salah satu teknik atau metode pendidikan dengan pemberian penghargaan dan hukuman. Penghargaan atau hadiah dalam pendidikan anak akan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan atau paling tidak mempertahankan prestasi yang telah didapatnya dilain pihak temannnya yang melihat akan ikut termotivasi untuk memperoleh hal yang sama. Sedangkan hukuman atau sanksi sangat

24 Moh. Zaiful Rosyid, Reward & Punishment Dalam Pendidikan (Malang: Penerbit Literasi Nusanatara, 2018 ), 8-9.

(35)

berperan penting dalam pendidikan anak sebab pendidikan yang terlalu lunak akan membentuk anak kurang disiplin dan tidak mempunyai keteguhan hati.25

Reward merupakan kata asing dimana menurut John M Echlos dan Hasan Shadly kata tersebut dapat diartikan sebagai hadiah, ganjaran, penghargaan. Reward adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang apabila ia melakukan perubahan perilaku yang baik atau melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik. Apabila dikaitkan dengan pembelajaran reward merupakan motivasi ekstrinsik dimana reward ini dapat meningkatkan motivasi yang datangnya berasal dari luar siswa itu sendiri.

b. Prinsip Prinsip Pemberian Reward

Pemberian reward harus di lakukan dengan ukurannya, dengan kata lain reward di berikan guna menambah semangat atau motivasi belajar siswa bukan mengurangi niai dari reward itu sendiri sehingga tujuan reward akan menyimpang akan menyimpang yang mana siswa akan mementingkan reward dari pada aktivitas belajar yang menyebabkan mereka mendapat reward itu sendiri.26

Reward memiliki tiga fungsi dalam mengajari anak untuk berprilaku yang di setujui secara sosial fungsi yang pertama ialah memiliki nilai pendidikan, yang ke dua pemberian reward harus

25 Wisnu Aditiya Kurniawan, Budaya Tertib Siswa disekolah (Jawa barat : Penerbit CV Jejak, 2018), 34.

26 Moh. Zaiful Rosyid, Reward Dan Punishment Dalam Pendidikan, (Malang: Literasi Nusantara, 2018), 13.

(36)

menjadi motivasi bagi anak untuk mengulangi prilaku yang memang di harapkan oleh masyarakat. Melalui reward anak justru akan lebih termotivasi untuk mengulangi prilaku yang memang di harapkan oleh msyarakat. Fungsi yang terahir ialah untuk memperkuat prilaku yang di setujui secara sosial dan tiadanya reward melemahkan prilaku tersebut.27

c. Tujuan Pemberian Reward

Menurut Hamid tujuan pemberian reward yaitu sebagai berikut

1) Membangkitkan dan merangsang belajar lebih lebih bagi anak yang malas dan lemah

2) Mendorong anak agar selalu melakukan perbuatan yang lebih baik lagi

3) Menambah kegiatannya atau kegairahannya dalam belajar

Jadi maksud dan tujuan dari ganjaran adalah supaya dengan ganjaran siswa menjadi lebih baik lagi usahanya untuk memperbaiki atau mempertahankan prestasi yang telah dicapainya serta merubah perilaku siswa yang malas.28

d. Bentuk-bentuk Pemberian Reward

Bentuk bentuk reward yang dapat disimpulkan yaitu terbagi menjadi dua yaitu Reward Verbal dan Reward Non Verbal.

27 Moh. Zaiful rosyid, reward dan punishment dalam pendidikan, (Malang: Literasi Nusantara, 2018) 18

28Muamarotul Hasanah, “Pengaruh Pemberian Reward dan Punishmant Terhadap Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII NU Pakis Malang (Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2015), 50

(37)

1) Reward yang diberikan secara verbal mencangkup kata kata pujian yang dapat membuat anak bersemangat dalam berperilaku baik sedengankan.

2) Reward non verbal dapat berupa sentuhan, mimik wajah serta reward lainnya berupa benda seperti memberikan hadiah buku kesukaan anak sehingga dapat bermanfaat baginya.29

Reward yang diberikan kepada siswa bentuknya bermacam macam. Menurut Sadirman reward dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu (a).Pemberian angka atau nilai. Angka sebagai simbol kegiatan belajar angka yang dimaksud adalah bonus nilai tambahan bagi siswa yang mengerjakan tugas dengan baik. (b) Pemberian hadiah. Reward berbentuk hadiah disini adalah pemberian barang ini juga disebut juga reward materill yaitu hadiah yang terdiri dari alat alat keperluan sekolah seprti pensil, penggaris, buku dan lain sebagainya.

(c) Pemberian pujian. Pemberian pujian akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta skaligus akan membangkitkan harga diri siswa sehingga prestasi belajar siswa ikut meningkat.30

e. Syarat-Syarat Pemberian Reward

Dalam memberikan reward seorang guru hendaknya dapat mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan reward. Seorang guru

29 Amelia Vinayastri, “Analisis Pengaruh Pendekatakn Saintifik dan Pemberian Reward terhadap Anak Usia Dini Jpp Paud Unitra”. 6 No 1 (2019) : 456.

30 Ahmad Bahril Faidi, “Hubungan Pemberian Reward dengan Punishmant Dengan Motivasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan kelas IX SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep, Kajian Moral dan Kewarganegaraan” 2 No 2 (2014) : 456.

(38)

harus selalu ingat akan maksud reward dari pemberian reward itu . seorang siswa yang pada suatu ketika menunjukkan hasil lebih baik dari pada biasanya, mungkin sangat baik diberi reward. Dalam hal ini seorang guru hendaklah bijaksana jangan sampai reward menimbulkan iri hati pada siswa yang lain yang merasa dirinya lebih pandai tetapi tidak mendapat reward.

Menurut Suraharsimi Arikunto ada beberapa hal yang hrus diperlukan oleh pendidik atau guru dalam memberikan penghargaan kepada anak yaitu:

1) Penghargaan hendaknya disesuaikan dengan keadaan dan sifat aspek yang menunjukkan keistimewaan prestasi.

2) Penghargaan harus diberikan langsung sesudah perilaku yang dikehendaki dilaksanakan.

3) Penghargaan harus diberikan sesuai dengan kopndisi orang yang menerimanya

4) Penghargaan yang harus diterima anak hendaknya diberikan 5) Penghargaan harus benar benar berhubungan dengan prestasi yang

dicapai oleh anak

6) Penghargaan harus diganti atau bervariasi 7) Penghargaan hendaknya mudah dicapai 8) Penghargaan harus bersifat pribadi

9) Penghargaan sosial harus segera di berikan

10) Jangan memberikan pengehargaan sebelum siswa berbuat.

(39)

11) Pada waktu menyerahkan penghargaan hendaknya disertai penjelasan rinci tentang alasan dan sebab mengapa yang bersangkutan menerima penghargaan tersebut.31

3. Kepercayaan Diri

a. Pengertian Kepercayaan Diri

Sebagai generasi penerus bangsa sikap kepercayaan diri sangat penting ditanamkan pada diri seorang peserta didik agar ia tumbuh menjadi sosok yang mampu mengembangkan potensi dirinya.

Kepercayan diri merupakan sebuah kekuatan yang luar biasa bagaikan reaktor yang membangkitkan segala energi yangh ada untuk mencapai sukses. Hakim berpendapat bahwa kelebihan yang ada didalam diri seorang harus dikembangkan agar menjadi produktif dan berguna bagi orang lain. Kepercayaan diri merupakan dasar dari kotivasi diri untuk berhasil. Agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Banyak orang yang mengalami kekurangan tetapi bangkit melampaui kekurangan sehingga benar benar mengalami kemalangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari. Percaya diri adalah

31 Netti Hermawati, Prosiding seminar proposal : memaksimalkan peran pendidik dalam membangun karakter anak usia dini sebagai wujud infestigasi bangsa. Jilid 1 (Tuban : Penerbit Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, 2018), 41

(40)

modal dasar agar seseorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Seseorang mempunyai kebutuhan untuk kebebasan berfikir dan berperasaan akan tumbuh menjadi manusia dengan rasa percata diri. Salah satu langkah pertama dan utama dalam membangun rasa percaya diri adalah memahami dan meyakini bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing masing.

Seperti yang diungkapkan Hakim rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang ada proses tertentu di dalam pribadinya sehingga terjadilah pembetukan rasa percaya diri. Hakim ingin mengungkapkan bahwa rasa percaya diri harus terus dilatih dan dikembangkan agar bisa bermanfaat dalam kehidupan. Terbentuknya rasa kepercayaan diri yang kuat terbentuk melalui proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu, pemahaman seseorang terhadap kelebihan kelebihan yang dimiliknya dan melahirkan keyakinan yang kuat pemahaman dan reaksi positif terhadap kelemahan kelemahannya yang dimiliki dan pengalaman di dalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

Beberapa cara yang ditempuh oleh guru untuk membangun karakter kepercayaan diri pada peserta didik yaitu:

(41)

1) Memberi pujian atas setiap pencapaian

Sesederhana apapun yang dilakukan oleh peserta didik namun jika itu bernilai kebaikan guru harus memberikan apresiasi berupa pujian

2) Mengajari peserta didik untuk bertanggung jawab

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk menerapkan prinsip ini seperti menugaskan peserta didik menjadi pembawa acara atau memimpin rapat dikelas

3) Mengajari peserta didik bersikap ramah dan senang membantu Untuk mengajari peserta didik seperti itu guru harus selalu ramah terhadap siapapun sekaligus senantiasa tersenyum kepadanya

4) Mengubah kesalahan menjadi bahan baku demi kemajuan

Saat peserta didik melakukan suatu kesalahan guru harus tetap fokus pada kemajuan yang telah dicapainya bukan pada kesalahan ataupun kegagalan yang dialaminya32

b. Karakteristik Kepercayaan Diri

Menurut Lauster (Fasikhah, 1994) Terdapat beberapa karakterisktik untuk menilai kepercayaan diri individu diantaranya (a) percaya kepada kemampuan diri sendiri yaitu suatu keyakinan atas dari sendiri terhadap segala fenomena yang terjadi yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk mengevaluasi serta mengatasi

32 Intan Vandini, “Peran Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika”. Jurnal Formatif. 5, No 3, (2015): 16.

(42)

fenomena yang terjadi tersebut (b) bertindak mandiri dalam mengambil keputusan yaitu dapat bertindak dalam mengambil keputusan terhadap apa yang dilakukan secara mandiri tanpa banyak melibatkan orang lain. Selain itu, mempunyai kemampuan untuk meyakini tindakan yang diambilnya tersebut. (c) memiliki konsep diri yang positif yaitu adanya penilaian yang baik dari dalam diri sendiri baik dsri pandangan maupun tindakan yang dilakukan yang menimbulkan rasa positif terhadap diri sendiri. (d). Berani mengungkapkan pendapat yaitu adanya suatu sikap untuk mampu mengutarakan sesuatu dalam diri yang ingin diungkapkan kepada orang lain tanpa adanya paksaan atau hal yang dapat mengahambat pengunhkapan perasaan tersebut.33

c. Aspek-Aspek Kepercayaan Diri

Ada beberapa aspek aspek rasa percaya diri. Menurut Lautser anak yang memiliki rasa percaya diri positif adalah :

1) Keyakinan akan kemampuan diri yaitu sikap positif sesorang tentang dirinya bahwa anak mengerti sunguh sunguh akan apa yang dilakukan

2) Optimis yaitu sikap positif yang dimilki sesorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemampuan.

33 Heris herdiana, “Pembelajaran Matematika Humanis Dengan Methapolital Thinking Untuk meningkatkan Kepercayaan diri siswa”. Jurnal Infinity 1, No. 1 (2012) : 93.

(43)

3) Obyektif yaitu orang yang percaya diri memandang permasalahan dan sesuatu seusia dnegan kebenaran yang semestinya bukan menurut kebenerasan pribadi atau menurut dirinya sendiri

4) Bertanggung jawab yaitu kesediaan orang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya

5) Rasional yaitu analisa terhadap sesuatu masalah sesuatu hal sesuatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.34

d. Ciri Ciri Kepercayaan Diri

Alfian dan Martaniah merumuskan beberapa spek dari Lautser dan Guldfod yang menajadi ciri maupun indikator dari kepercayaan diri yaitu :35

1) Individu merasa kuat terhadap tindakan yang dilakukan hal ini didasari oleh adanya keyakinan terhadap kekuatan kemampuan dan keterampilan yng dimiliki. Ia merasa optimis,cukup ambisius, tidak selalu memerlukan bantuan orang lain,sanggup bekerja keras,mampu menghadapi tugas dengan baik dan bekerja secara efektif serta bertanggung jawab atas keputusan dan perbuatannya 2) Individu merasa diterim aoleh kelompoknya. Hal ini dilandasi oleh

adanya keyakinan terhadap kemampuannya dalam berhubungan sosial. Ia merasa bahwa kelompoknya atau orang lain menyikainya,

34 M. Nur Ghufron, Teori Teori Psikologi (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2020 ), 36.

35 M. Nur Ghufron, Teori Teori Psikologi (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2020 ), 38.

(44)

aktif menghadapi keadaan lingkungan berani mengemukakan kehendak atau ide idenya secara bertanggung jawab dan tidak mementingkan diri sendiri

3) Individu memiki ketenangan sikap. Hal ini didasari oleh adanya keyakinan terhadap kekuatan dan kemampuannya. Ia bersikap tenang tidak mudah gugup cukup toleran terhadap berbagai macam situasi

e. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri

Beberapa Hali mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Lautser menjelaskan bahwa kepercayaan diri terbentuk melalui kondisi fisik, cita-cita, sikap hati dan pengalaman hidup. Sedangkan menurut Santrock faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri yaitu penampilan fisik, konsep diri, hubungan dengan orang tua dan hubungan dengan teman sebaya.36 Kepercayaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor eksternal dan faktor internal. Berikut faktor internal Kepercayaan diri:

1) Konsep diri,

Menurut Antony, terbentuknya kepercayaan diri pada diri peserta didik diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulan dalam suatu kelompok. Hasil interaksi yang terjadi akan menghasilkan konsep diri.

36 Sifa‟tur Rif‟ah Nur Hidayati, “Hubungan Antara Konsep Diri dan Kepercayaan diri dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial Sebagai Moderator Pada Mahasiswa Psikologi Universitas negeri Surabaya”. Jurnal Penelitian Psikologi 8, No. 2 (2018), 2.

(45)

2) Harga Diri

Konsep diri yang positif akan membentuk harga diri yang positif pula. Harga diri adalah penilaian yang dilakukan terhadap diri sendiri. Santoso berpendapat bahwa tingkat harga diri peserta didik akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri peserta didik.

3) Pengalaman

Pengalaman dapat menjadi fakror munsulnya rasa percaya diri.

Sebaliknya pengalaman juga dapat menjadi faktor menurunnya rasa percaya diri peserta didik. Anthony mengemukakan bahwa pengalaman masa lalu adalah hal terpenting utnuk mengembangkan kepribadin sehat. 37

Sementara itu faktor eksternal yang mempengaruhi kepercayaan diri antara lain adalah faktor lingkungan, faktor lingkungan disini merupakan lingkungan keluarga dan masyarakat. dukungan yang baik yang diterima dari lingkungan keluarga seperti anggota keluarga yang saling berinteraksi dengan baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi. Begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memnuhi norma dan diterima oleh masyarakat maka semakin menumbuhkan rasa percaya diri. 38

37 M. Nur Ghufron, Teori Teori Psikologi (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2020 ), 37.

38 Aulia Hapsari, “Kepercayaan Diri Mahasiswa Papua diTinjau Dari Dukungan Teman Sebaya”.

Psikodimensia 13, No. 1 (Januari, 2014): 63

(46)

4. Ilmu Pengetahuan Sosial

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Istilah “Ilmu Pengetahuan Sosial” yang disingkat dengan IPS merupakan nama mata pelajaran ditingkat sekolah dasar dan menengah atau nama program studi diperguruan tinggi yang identik dengan istilah “Social Studies” dalam kurikulum persekolahan dinegara lain khususnya di negara-negara barat seperti Australia dan Amerika Serikat nama “IPS” yang dikenal dengan “Social Studies” dinegara lain itu merupakan istilah hasil kesepakatan dari para ahli atau pakar kita di Indonesia dalam Seminar Nasional tentang Civic Education tahun 1972 di Tawangmangu, Solo. IPS sebagai mata pelajran di persekolahan pertama kali digunakan dalam kurikulum 1975.39

Namun, pengertian IPS di tingkat persekolahan itu sendiri mempunyai perbedaan makna, disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik khususnya antara IPS untuk Sekolah Dasar (SD), dengan IPS untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan IPS untuk Sekolah Menengah Ke Atas (SMA). Pengertian IPS diperskeolahan tersebut ada yang berati nama mata pelajaran yang berdiri sendiri ada yang berati gabungan (integreted) dari sejumlah mata pelajaran atau disiplin ilmu dan ada yang berati program pengajaran. Perbedaan ini dapat pula diidentifikasikan dari perbedaan

39 Sapria, Pendidikan IPS Konsep dan Pembelajaran, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2022),

19-20.

(47)

pendekatan yang diterapkan pada masing-masing jenjang persekolahan tersebut.

Kosasih Diahiri menyampaikan beberapa karakterisktik pembelajaran IPS berdasarkan ciri dan sifatnya :

1) IPS mempertautkan antara teori dan fakta atau menelaah fakta dari segi ilmu

2) Penelaah dan pembahasan IPS tidak hanya satu bidang disiplin ilmu melainkan bersifat komprehensif dari berbagai ilmu sosial dan lainnya sehingga berbagai konsep ilmu secara terintegrasi dan terpadu digunkan untuk menelaah satu masalah/tema/topik

3) Mengutamakan peran aktif siswa melalui proses belajar inquiri sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis rasional dan analitis

4) Program pembelajaran disusun dengan meningkatkan atau menghubungkan bahan dari berbagai disiplin ilmu sosial dan lainnya dengan kehidupan nyata di masyarakat, pengalaman, perrmasalahan, kebutuhan dan memproyeksikan pada kehidupan dimasa mendatang baik lingkungan fisik maupun budaya

5) IPS dihadapkan pada konsep dan kehidupan sosial yang sangat labil mudah berubah sehingga titik berat pembelajaran adalah proses internalisasi secara mantap dan aktif pada diri siswa agar memiliki kebiasaan dan kemahiran untuk menelaah permasalahan kehidupan nyata pada masyarakat

(48)

6) IPS mengutamakan hal hal arti dan penghayatan hubungan antar manusia yang bersifat manusiawi

7) Pembelajaran IPS tidak hanya mengutamakan pengetahuan semata, tetapi juga memperlihatkan nilai dan keterampilan yang berkaitan 8) Pembelajaran IPS berusaha untuk memuaskan setiap siswa yang

berbeda melalui suatu program dalam artian IPS memperhatikan minat siswa dan masalah masalah kemasyarakatan yang dekat dengan kehidupan siswa

9) Dalam perkembangan program pembelajaran IPS senantiasa melaksanakan prinsip, karakteristik dan pendekatan yang menjadi ciri IPS Itu sendiri.40

Satu dari sembilan karakteristik di atas disajikan sebagai karakteristik umum dari pendidikan IPS yaitu pendidikan IPS merupakan gabungan ilmu ilmu sosial yang berintegrasi atau terpadu.

Integrasi atau keterpaduan dalam pendidikan IPS dilihat dari bahan atau materi IPS yang diambil dari ilmu ilmu sosial dan pembahasanya dipadukan dalam satu tema pembelajaran atau tidak dibahas secara terpisah pisah dalam kotak disiplin ilmu. Karakteristik pendidikan IPS dan strategi penyampaiannya.

b. Tujuan Pendidikan IPS

Pendidikan IPS bertujuan untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar agar dapat mengembangkan diri sesuai dengan

40 Inge Dkk, Pendidikan IPS di Sekolah Dasar, (Bandung : Cv Media Sains Indonesia, 2021), 12.

Gambar

Tabel 4.1  Profil sekolah   Tahun Pelajaran 2022/2023  A. Indentitas sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Analisa data dilakukan dengan melihat hubungan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kab.. Populasi

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK (Penelitian Dilakukan pada Kelas VIII SMP

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan teknik thought stopping untuk meningkatkan kepercayaan diri pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri

Skripsi yang berjudul Penerapan Asesmen Unjuk Kerja dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kota Jambi Tahun Ajaran 2022/2023 : Skripsi

Lembar Penilaian Diri Peserta didik Dua Jawaban Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 5 SAWOO Mata Pelajaran : PAI & BP Kelas/Semester : IX/Genap Tahun Pelajaran : 2023/2024 Petunjuk:

Berdasarkan hasil Wawancara dengan guru IPS kelas VIII pada hari Senin 30 Mei 2022 di SMP Swasta Nasrani 3 Medan Mengatakan bahwa kelas VIII IPS masih banyak yang tidak mencapai atau

Dokumen ini membahas tentang prosedur operasional ujian sekolah untuk Ujian Sekolah Berbasis Android di SMP Negeri 7 Purwakarta tahun pelajaran

Surat keputusan ini berisi tentang pengangkatan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada SMP Negeri 1 Teluk Sampit untuk tahun pelajaran