• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap Profitabilitas (Studi Empiris pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2016-2018)

N/A
N/A
Akhsa Gracia

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap Profitabilitas (Studi Empiris pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2016-2018)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap Profitabilitas (Studi Empiris pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama

Periode 2016-2018)

Syirin Humairoh1, Rachma Agustina*2

1,2Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy’ari Jalan Irian Jaya Nomor 55, Jombang, Indonesia

e-mail: [email protected]1, [email protected]2*

Abstract

Profitability is the ratio which links the profit from sales and investment. From the profitability ratio,the stakeholder and shareholder can see and understand the level of company profitability.

This study has purpose to determine the effect of Capital Adequacy Ratio / CAR, Loan To Deposit Ratio / LDR, Non Performing Loans / NPL towards banking companies listed on the Indonesian stock exchange with time period of 2016-2018. In this research, researchers used sampling method which is a purposive sampling method. Samples that meet the criteria in this study are 16 banks for the time period of 2016-2018. The type of research used in this study is quantitative research. The results of this study indicate that the Capital Adequacy Ratio / CAR has a significant effect on profitability, Non Performing Loans / NPL do not have a significant effect on profitability, while the Loan To Deposit Ratio / LDR has no significant effect on profitability.

Keywords: CAR, NPL, LDR, and Profitability

Abstrak

Profitabilitas adalah rasio yang menghubungkan laba dari penjualan dan investasi. Berdasarkan rasio profitabilitas, maka pihak stakeholder dan stockholder dapat mengetahui tingkat profitabilitas dari sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio / CAR, Loan To Deposit Ratio / LDR dan Non Performing Loans / NPL terhadap profitabilitas perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian dari tahun 2016-2018. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pemilihan sampel yaitu metode purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini sebanyak 16 bank periode 2016-2018. Penelitian ini memiliki jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio/CAR berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ,Non Performing Loan/NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan Loan to Deposit Ratio/LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

Kata Kunci : CAR, NPL, LDR, dan Profitabilitas

(2)

PENDAHULUAN

Perbankan berperan penting dalam sistem perekonomian yang dimiliki oleh suatu negara dimana hampir setiap manusia tidak terlepas dari bank dan lembaga keuangan.

Peran perbankan merupakan sebuah tolak ukur kemajuan negara karena apabila kondisi perbankan di sebuah Negara menunjukkan kualitas yang baik maka dapat diyakini bahwa perekonomian suatu negara tersebut juga berada dalam kondisi yang baik (Mawaddah, 2015). Berdasarkan prinsip perbankan yang tertuang dalam UU No. 10 Tahun 1998 maka dapat dipahami bahwa bank umum bergerak secara konvensional dalam kegiatan operasionalnya dan bank syariah bergerakn berdasarkan prinsip Syariah dalam kegiatan operasionalnya. Bank konvensional dan bank syariah memiliki perbedaan yaitu bank syariah tidak memungut bunga seperti sistem bunga yang diterapkan di bank konvensional. Oleh karena itu, bank syariah dalam menjalankan kegiatan operasinya menggunakan sistem bagi hasil.

Menurut Rima (2014), ada beberapa indikator untuk menilai tingkat kesehatan bank. Laporan bank merupakan indikator yang dapat dijadikan dasar penilaian dimana secara lebih spesifik yang perlu dicermati adalah kinerja profitabilitas bank tersebut.

Profitabilitas merupakan tolok ukur dalam mengukur besarnya laba yang diperoleh suatu perusahan dan untuk memahami apakah perusahaan tersebut telah menjalankan usahanya secara efisien. Efisiensi suatu usaha dapat dilihat ketika membandingkan modal yang dikeluarkan dengan laba yang dihasilkan dalam usahanya. Profitabilitas juga merupakan sebuah tolok ukur yang paling penting untuk mengukur kinerja perbankan. Hal ini berlandaskan pada tujuan utama dari operasional bank itu sendiri yaitu untuk mencapai profit yang maksimal. Dengan menggunakan beberapa rasio keuangan sebagai dasar untuk menilai tingkat kesehatan bank dan rasio-rasio tersebut dilakukan analisis untuk mengintepresentasikan berbagai hubungan sebagai dasar pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan dimasa yang akan datang (Almadany, 2012).

Menurut Bernardin (2016), profitabilitas menjadi salah satu tolok ukur dalam penilaian perusahaan karena Return On Asset (ROA) penting dalam mengukur profitabilitas suatu bank, dimana menggambarkan kemampuan suatu bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan, dengan ditunjang oleh modal dalam peningkatan kecukupan modal, dengan adanya pengaruh positif dan signifikan antara CAR terhadap ROA dan kekuatan likuditas dalam bentuk LDR yang harus baik, karena LDR mencerminkan kegiatan utama suatu bank yang dapat diartikan tingkat penyaluran kredit juga mempengaruhi besarnya nilai ROA. Return On Asset (ROA) menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian (return) semakin

(3)

besar. Apabila Return On Asset (ROA) meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham.Oleh karena itu, untuk mempertahankan nilai ROA, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi nilai ROA itu sendiri yaitu antara lain : Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Non Performing Loan (NPL) (Almadany, 2012).

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan sebuah rasio keuangan yang terasosiasi dengan likuiditas. Nilai likuiditas bank yang tinggi menunjukkan bahwa nilai LDR yang rendah. Apabila tingkat likuiditas bank terlalu tinggi maka hal tersebut dapat memberikan kerugian bagi bank karena dana yang ideal menjadi terlalu tinggi sehingga berakibat pada besarnya cost of fund dan akhirnya berujung pada pada risiko keuangan bank yang meningkat. Semakin tinggi rasio LDR maka hal ini berarti semakin tinggi nilai kredit yang diberikan oleh pihak bank. Hal ini berimbas ke permasalahan lain dimana semakin tinggi kredit yang diberikan maka semakin tinggi potensi risiko kredit (gagal bayar) yang dialami oleh bank dan apabila LDR terlalu tinggi maka bank itu justru berpotensi terimbas masalah kesulitan likuiditas (Agustini dan Budiasih, 2014). Non Performing Loan (NPL) merupakan rasio yang digunakan untuk menakar kemampuan bank dalam menghadapi resiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. Bank dengan tingkat NPL tinggi menjadi lebih tinggi tingkat resikonya dalam mengalami kerugian dalam pemberian kredit. Pemberian kredit yang dilakukan oleh bank mengandung risiko yaitu berupa tidak lancarnya pembayaran kembali kredit yang akanm empengaruhi kinerja bank (Warsa dan Mustanda, 2016). Capital Adequacy Ratio (CAR) yaitu perbandingan antara modal terhadap aset tertimbang menurut resiko. CAR menunjukkan tingkat seluruh aset bank yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain). Semakin tinggi nilai CAR maka tingkat resiko dari setiap kredit atau aset produktif beresiko yang mampu ditangani oleh bank juga semakin baik (Wityasari dan Pangestuti, 2014).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian dengan metode kuantitatif dimana metode ini didominasi dengan angka – angka (Morissan, 2017:23). Dalam penelitian ini metode purpose sampling digunakan oleh peneliti. Metode Purposive sampling adalah metode pemilihan sampel yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan tertentu. Oleh karena itu, pemilihan sampel dilakukan secara tidak acak karena akan disesuaikan dengan tujuan dan target tertentu (Sugiyono, 2016:85). Populasi adalah generalisasi objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti dimana kemudian dipelajari dan ditarik kesimpulannya oleh peneliti

(4)

(Maryati, 2017). Populasi pada penelitian ini adalah 43 bank umum go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai tahun 2018 sedangkan dari kriteria yang dikemukakan diperoleh 16 sampel perbankan. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa studi dokumentasi dan studi pustaka, studi dokumentasi adalah pengumpulan data sekunder yang berupa mengumpulkan dan menyusun data yang diperlukan sedangkan studi pustaka adalah studi atas jurnal/buku/

penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode analisa data berupa analisis regresi linear berganda, tetapi sebelum dilakukan uji regresi maka diperlukan sebuah uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Autokorelasi sedangkan uji hipotesis terdiri dari uji t dan uji F untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh dari variabel-variabel independen terhadap variable dependen.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data

1. Statistik Deskriptif

Variable Capital Adequacy Ratio/CAR, Non Performing Loan/NPL, dan Loan to Deposit Ratio/LDR tahun 2016-2018 digunakan pada penelitian ini.

Tabel 1 Statistik Deskriptif Variabel Capital Adequacy Ratio/

Variabel Min. Max. Mean Std Deviation

Y -4,900 3,120 1,502 1,398

X1 13,860 35,630 21,716 5,319

X2 0,200 4,960 1,871 1,316

X3 41,990 145,260 86,445 17,171

Keterangan:

X1: Capital Adequacy Ratio/CAR (dalam %) X2: Non Performing Loan/NPL (dalam %) X3: Loan to Deposit Ratio/LDR (dalam orang)

Variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) menginformasikan adanya dana untuk keperluan pengembangan usaha dan kemungkinkan terjadinya resiko kerugian dana akibat kegiatan operasi dapat diakomodasi oleh bank. Apabila nilai CAR semakin tinggi makan kondisi sebuah bank semakin baik kondisi sebuah bank. Non Performing Loan/NPL (X2) menunjukkan kemampuan bank dalam mengambil resiko kegagalan kredit oleh debitur dimana semakin kecil NPL semakin kecil pula resiko yang ditanggung pihak bank.Rata-rata Loan to Deposit Ratio/

LDR (X3) menunjukkan kemampuan bank dalam menyalurkan dana dari pihak ketiga pada loan/kredit atau sejenis kredit untuk menghasilkan pendapatan dimana

(5)

semakin besar rasio LDR, maka semakin baik kinerja bank yang bersangkutan.

Rata-rata Return On Asset/ROA (Y) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang digunakan dalam kegiatan operasional dimana semakin besar ROA maka semakin baik profitabilitas perusahaan.

2. Uji Asumsi Klasik

Permodelan regresi yang baik maka harus lolos dari uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

a. Uji Normalitas

Hasil pengujian normalitas dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan gambar.1 mak terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu, model regresi layak digunakan karena telah memenuhi asumsi normalitas atau data berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF), yang hasilnya adalah sebagai berikut.

Tabel 2 Collinearity Statistic Variabel VIF Keterangan

X1 1,004 Non Multikolinieritas X2 1,043 Non Multikolinieritas X3 1,065 Non Multikolinieritas

Berdasarkan analisis Collinearity Statistic maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas, karena nilai VIF < 10 dimana hal ini berarti tidak terjadi permasalahan multikolinearitas dalam model regresi.

(6)

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini:

Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dari grafik scatterplot dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Durbin-Watson test dengan tabel uji Durbin-Watson. Adapun nilai Durbin-Watson tabel untuk n = 48 dan k = 3 pada level of significant 5% didapatkan nilai dL sebesar 1,383 dan nilai dU sebesar 1,666. Adapun hasil pengujian yang dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi

Nilai DW dL dU Keterangan

1,742 1,383 1,666 Tidak ada autokorelasi

Untuk lebih jelasnya, maka untuk deteksi ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat pada grafik berikut ini.

Gambar 3 Hasil Uji Durbin-Watson

(7)

Hasil pengujian didapat nilai DW sebesar 1,742 yang berarti terletak diantara dU < d < 4 – dU (1,666 <1,742 < 2,334). Hal ini berarti model regresi di atas tidak terdapat masalah autokorelasi.

3. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel independen yang terdiri dari Capital Adequacy Ratio/CAR, Non Performing Loan/

NPL, dan Loan to Deposit Ratio/LDR terhadap Return On Asset/ROA. Berikut disajikan ringkasan hasil analisis regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil pengujian.

Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Variabel Koef. Regresi thitung Sig. Keterangan

Konstanta -1,135 -0,838 0,406 -

X1 0,085 2,355 0,023 Signifikan

X2 -0,203 -1,388 0,172 Tidak Signifikan

X3 0,014 1,219 0,229 Tidak Signifikan

R (R Square) = 0,328 (0,107) Standar Error = 0,158

Fhitung (Fsig) = 2,744 (0,022)

Berdasarkan Tabel 4, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = -1,135 + 0,085 X1 – 0,203 X2 + 0,014 X3 Adapun interpretasi dari persamaan tersebut adalah:

a. Konstanta sebesar -1,135, menunjukkan besarnya Return On Asset/ROA pada saat Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL (X2), dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) sama dengan nol yaitu sebesar -1,135.

b. b1 = 0,085, artinya apabila variabel Non Performing Loan/NPL (X2) dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3)sama dengan nol, maka meningkatnya Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) sebesar 1% akan meningkatkan Return On Asset/

ROA sebesar 0,085%. .

c. b2 = -0,203, artinya apabila variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3)sama dengan nol, maka meningkatnya Non Performing Loan/NPL (X2) sebesar 1% akan menurunkan Return On Asset/

ROA sebesar 0,203%.

d. b3 = 0,014, artinya apabila variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) dan Non Performing Loan/NPL (X2)sama dengan nol, maka meningkatnyaLoan to Deposit Ratio/LDR (X3) sebesar 1% akan meningkatkan Return On Asset/

ROA sebesar 0,014%.

(8)

4. Uji t

Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh antara masing-masing varibel bebas yaitu Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL (X2),dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) secara parsial terhadap variabel terikat dan apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak. Pengambilan keputusan dalam uji t ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai probabilitas dengan besarnya nilai alpha (α). Ho ditolak jika nilai probabilitas lebih kecil dari nilai α (0,05).

Tabel 5 Hasil Uji t

Variabel thitung Sig. Keterangan

X1 2,355 0,023 Signifikan

X2 -1,388 0,172 Tidak Signifikan X3 1,219 0,229 Tidak Signifikan

Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa nilai probabilitas Capital Adequacy Ratio/

CAR (X1) lebih kecil daripada tingkat signifikansi 5%, sedangkan Non Performing Loan/NPL (X2) dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3)memiliki probabilitas lebih besar dari tingkat signifikansi 5%. Dari hasil uji t ditunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset/ROA, sedangkan Non Performing Loan/NPL (X2) dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset/ROA.

Berikut merupakan pembahasan lebih detailnya :

a. Variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 0,085 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,023. Karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (5%), maka dapat dinyatakan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio/CAR berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset/ROA.

Sehingga, hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terbukti kebenarannya atau H1 diterima.

b. Variabel Non Performing Loan/NPL (X2) memiliki koefisien regresi sebesar -0,203 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,172. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 (5%), maka dapat dinyatakan bahwa variabel Non Performing Loan/NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset/

ROA. Sehingga, hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak terbukti kebenarannya atau H2 ditolak.

(9)

c. Variabel Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) memiliki koefisien regresi sebesar 0,014 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,229. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 (5%), maka dapat dinyatakan bahwa variabel Loan to Deposit Ratio/LDRtidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset/

ROA. Sehingga, hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak terbukti kebenarannya atau H3 ditolak.

5. Uji F

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL (X2), dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) terhadap Return On Asset/ROA (Y) secara bersama-sama. Secara bersama- sama variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL (X2), dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) akan terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset/ROA (Y) jika nilai probabilitas < 0,05. Sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL(X2), dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset/ROA (Y).

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 3,316 dan nilai probabilitas (P value) < 0,05 atau (0,028 < 0,05) maka disimpulkan Capital Adequacy Ratio/CAR (X1), Non Performing Loan/NPL (X2), dan Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) terbukti berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap Return On Asset/ROA (Y).

PENUTUP

Berdasarkan uraian-uraian yang telah diungkapkan pada pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai jawaban atas pokok permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel Capital Adequacy Ratio/CAR (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 0,085 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,023 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Dalam hal ini, semakin besar Capital Adequacy Ratio/CAR maka semakin tinggi Profitabilitas. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel Non Performing Loan/

NPL (X2) memiliki koefisien regresi sebesar -0,203 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,172 yang berarti lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa besar kecilnya

(10)

Non Performing Loan/NPL bukan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi Profitabilitas. Sebaliknya Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel Loan to Deposit Ratio/LDR (X3) memiliki koefisien regresi sebesar 0,014 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,229 yang berarti lebih besar dari 0,05. Dalam hal ini, besar kecilnya Loan to Deposit Ratio/LDR bukan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi Profitabilitas.

DAFTAR PUSTAKA

Agustini, S.L.A.S., dan Budiasih I.G.A.N. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Profitabilitas Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung.

E-jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol 8 No. 3 (2014: 609-619.

Agustiningum, Riski. 2013. Analisis Pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan. E-jurnal Manajemen Universitas Udayana Vol 2 No. 8 (2013): 885-902.

Aini, Nur. 2013. Pengaruh CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO, dan Kualitas Aktiva Produktif terhadap Perubahan Laba. Dinamika Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, Vol. 2 No. 1 (2013): 14-25.

Almadany, Khoirunnisa. 2012. Pengaruh Loan To Deposit Ratio, Biaya Operasional Per Pendapatan Operasional Dan Net Interest Margin Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Vol 12 No . 2 / September 2012 165-183.

Anthony, Robert N, dan Vijay Govindarajan. 2012. Management Control System.

Jakarta: Salemba Empat.

Bernardin, D. E. Yokeu. 2016. Pengaruh CAR dan LDR terhadap Return On Assets.

Ecodemica, Vol. IV, No. 2, September 2016: 232-241.

Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston. 2013. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.

Edisi 11 Buku 2 Jakarta: Salemba Empat.

Harahap, Sofyan Safri. 2010. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Harun, Usman. 2014. Pengaruh Ratio-Ratio Keuangan CAR, LDR, NIM, BOPO, NPL terhadap ROA. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4, No.1, 2016: 67-82.

Hermina R., dan Supriyanto E. 2014. Analisis Pengaruh CAR, NPL, LDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas (ROE) pada Bank Umum Syariah. Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 3 No. 2 (2014) Hal. 129-142

Husnan, Suad. 2015. Dasar-Dasar TeoriPortofolio dan Analisis Sekuritas Ed 5.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Hutagalung, E.N., Djumahir, dan Ratnawati, Kusuma. 2013. Analisa Rasio Keuangan terhadap Kinerja Bank Umum di Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen Volume 11 Nomor 1 Maret 2013: 122-130.

(11)

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2015. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Ismail. 2015. Akuntansi bank. Surabaya: Prenadamedia Group

Ismail. 2018. Manajemen perbankan. Surabaya: Prenadamedia Group

Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kasmir. 2014. Manajemen perbankan. Jakarta: Raja grafindo persada.

Mahanavami G.A. 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia. Forum Manajemen, Volume 11, Nomor 2, Tahun 2013: 17-33.

Marliana, Ria dan Anan, Edy. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada BUSN Devisa di Indonesia (Factors Affecting Profitability of BUSN Foreign Exchange in Indonesia). EBBANK Vol. 6, No. 1, Juli 2015 Halaman : 63 – 78.

Maryati. 2017. Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM), Net Performing Laon (NPL) terhadap Return on Asset (ROA) (Studi Kasus pada bank Umum Go Public di BEI Tahun 2011-2015). Skripsi. Jakarta: UNIversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mawaddah, Nur. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Syariah.

Etikonomi Volume 14 (2), Oktober 2015; 241-256.

Morissan. 2017. Metode Penelitian Survei. Tangerang: Kencana

Muchtar, Rahmidani. dkk. 2016. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Padang: Kencana Muliawati S. 2015. Faktor-Faktor Penentu Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia.

Management Analysis Journal Vol 4 No 1 (2015): 39-49.

Munawir, S. 2010. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Ponco, Budi. 2008. Analisis Pengaruh CAR, NPL, BOPO, NIM dan LDR terhadap ROA (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007). Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.

Putri, Fifit Syaiful. 2008. Pengaruh Risiko Kredit dan Tingkat Kecukupan Modal terhadap Tingkat Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Vol 1, No 1 (2013): 1-21.

Riyanto, Bambang. 2011. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : BPFC.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV.

Alfabeta.

Susanto, H., dan Kholis N. 2016. Analisis Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Pada Perbankan Indonesia. (Financial Ratio Analysis toward Profitability on Indonesian Banking). EBBANK Vol. 7, No. 1, Juni 2016 Halaman : 11 – 22.

(12)

Warsa, N.M.I.U.P., dan Mustanda, I.K. 2016. Pengaruh CAR, LDR dan NPL terhadap ROA pada Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 5, No. 5, 2016: 2842-2870.

Wityasari, Meryta dan Pangestuti, R.D. 2014. Analisis Pengaruh CAR, Dana Pihak Ketiga (DPK), NPL, dan LDR terhadap Profitabilitas Perbankan dengan LDR sebagai Variabel Intervening. Diponegoro Journal of Management Vol. 3 No.

4 (2014) 18-29.

Referensi

Dokumen terkait

ini dilakukan untuk menganalisis Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) Terhadap

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional Pada

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL) danLoan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Return On Asset (ROA) PadaSeluruh Bank Yang Terdaftar

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Dan Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Profitabilitas (Return on Assets) (Studi Pada Bank Umum Yang terdaftar

“Pengaru Capital Adequacy Ratio (CAR), Efficiency Ratio, Loan To Deposit Ratio (LDR), dan Non Perfoaming Loan Ratio (NPL) terhadap Profitabilitas Bank” dapat terselesaikan pada

Mengacu dari penelitian di atas dapat membuktikan bahwa penelitian ini Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoming Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio

Untuk menguji hubungan antaraNon Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Good Corporate Governance (GCG) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap

A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio CAR, Loan to Deposit Ratio LDR, Kualitas Aktiva Produktif KAP, dan Non Performing Loan NPL