1
PENGEMBANGAN HANDOUT BIOLOGI BERBASIS PENDEKATAN SPIRITUAL PADA MATERI
SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK MTsN
E-JURNAL
RAHMIRA FADRI NIM 10010232
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMBAR
2014
2
PENGEMBANGAN HANDOUT BIOLOGI BERBASIS
PENDEKATAN SPIRITUAL PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
UNTUK MTsN
Oleh:
Rahmira Fadri, Gustina Indriati, Muhyiatul Fadilah Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang
ABSTRACT
Biology instructional materials used by students MTsN Batukambing is textbook. The use of textbooks is not optimaly to assist students in learning, because textbooks loaned from the school library and only be used in the learning process at school. As a result, students find it difficult to learn the lessons at home. In addition, book is less attractive, the images presented in black and white, and not integrated with religious education. In learning about human reproductive system material students tend not focus and think negatively. It is needed a spiritual approach in textbook by integrated in to subject matter with religious education. To assist students in the learning process it is needed to develop teaching materials in the form of handouts. This study aims to determine the validity and practicality handouts spiritual approach based on biological material of human reproductive system to MTsN. This is the development research use 4D models consists of 4 stages, define, design, develop and disseminate, but this study is limited to develop stages. This type of research data is the primary data consists of the results of the validity and practicality. This study was conducted on 3 April 2014 at MTsN Batukambing. Validity testing results that this handout is very valid criteria with an average value of 90.15 %. Practicality testing by teacher informed that this handout is practical criteria with an average value of 80.67 % and the practicality of testing by students informed that this handout is very practical criteria with an average value of 90.61 %. It can be concluded that the handouts biology based spiritual approach in human reproductive system in MTsN produced very valid and very practical .
Key Word: Handout, Biology, Spiritual Approach, Human Reproductive System.
PENDAHULUAN
Belajar merupakan proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif.
Siswa tingkat SMP/MTs merupakan remaja yang berada dalam periode transisi dari anak-anak menuju dewasa dan mengalami perubahan dari segi psikis maupun fisiknya (Yusuf dan Nani, 2011: 77).
Tujuan pendidikan nasional berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. 20 Tahun 2003 (dalam Sukarjo dan Ukim, 2012:
14) adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Untuk
mewujudkan tujuan dari pendidikan tersebut maka suatu pembelajaran hendaknya tidak mengedepankan suatu konsep materi mata pelajaran saja, melainkan adanya pendekatan spiritual yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan materi pelajaran dengan pendidikan agama. Tujuan diintegrasikannya materi pelajaran dengan pendidikan agama Islam adalah untuk memberikan keyakinan kepada siswa bahwa segala hal yang ada di bumi terjadi atas izin Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Pada umumnya semua mata pelajaran bisa diintegrasikan dengan pendidikan agama Islam. Salah satunya mata pelajaran IPA, khususnya biologi.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran biologi kelas IX, salah satunya membahas tentang sistem reproduksi manusia. Berdasarkan hasil wawancara penulis pada tanggal 10 Januari 2014 dengan ibu
1
3 Haflesia, S.Pd yang merupakan guru IPA di
MTsN Batukambing, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, diketahui bahwa pada saat mempelajari materi sistem reproduksi manusia, siswa cenderung tidak fokus dan beranggapan bahwa materi sistem reproduksi manusia merupakan materi yang belum seharusnya mereka pelajari. Untuk menghilangkan respon negatif tersebut, maka materi sistem reproduksi pada manusia diintegrasikan dengan pendidikan agama Islam.
Proses kegiatan pembelajaran memerlukan bahan ajar sebagai penunjang kegiatan pembelajaran tersebut. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu mengembangkan bahan ajar sendiri karena bahan ajar yang tersedia sering kali tidak sesuai atau tidak cocok untuk siswa. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan misalnya: lingkungan sosial, geografis, budaya dan karakteristik siswa (Depdiknas, 2008: 8).
Berdasarkan hasil wawancara penulis pada tanggal 10 Januari 2014 dengan ibu Haflesia, S.Pd yang merupakan guru IPA di MTsN Batukambing, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, diketahui bahwa di sekolah tersebut bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran biologi adalah buku teks.
Buku teks yang digunakan memiliki tampilan berupa teks, kurang menarik, gambarnya berwarna hitam putih, dan belum berbasis pendekatan spiritual yang terintegrasi dengan pendidikan agama Islam. Selain itu, buku teks tersebut hanya dapat digunakan oleh siswa pada saat jam pelajaran biologi saja, hal ini disebabkan jumlah buku yang terbatas.
Sedangkan rasio atau jumlah ketersediaan buku teks di Sekolah menurut peraturan menteri pendidikan nasional nomor 41 tahun 2007 (Badan Standar Nasional Pendidikan, 2007: 5) mengenai buku teks pelajaran yaitu rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1:1 per mata pelajaran. Hal tersebut membuat siswa sulit belajar di rumah karena tidak memiliki buku pegangan yang bisa mereka pelajari lagi di rumah, Banyak jenis bahan ajar yang dapat dirancang dan digunakan untuk membantu proses belajar mengajar, salah satunya adalah handout.
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis mengembangkan bahan ajar berupa handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN yang dapat digunakan untuk berbagai model pembelajaran. Penelitian ini memiliki
tujuan sebagai berikut. (1) Mengetahui validitas dari bahan ajar berupa handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi pokok sistem reproduksi manusia untuk tingkat MTsN. (2) Mengetahui praktikalitas dari bahan ajar berupa handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi pokok sistem reproduksi manusia untuk tingkat MTsN.
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Menghasilkan bahan ajar berupa handout biologi berbasis pendekatan spiritual yang valid dan praktis pada materi pokok sistem reproduksi manusia untuk tingkat MTsN. (2) Sebagai bahan ajar alternatif bagi guru dalam pelajaran biologi pada materi sistem reproduksi manusia untuk tingkat MTsN. (3) Sebagai bahan rujukan bagi peneliti lain dalam pengembangan bahan ajar pendidikan yang sama pada materi yang berbeda.
Bahan ajar adalah seperangkat materi pelajaran yang mengacu pada kurikulum yang digunakan dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah di tentukan (Lestari, 2013: 2).
Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik.
Handout termasuk media cetakan yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi belajar yang biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik (Depdiknas, 2008: 12).
Pendidikan spiritual dalam penulisan ini didefenisikan sebagai suatu konsep dan sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan ruhaniah atau spiritual peserta didik. Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai untuk menempatkan prilaku dan hidup dalam konteks luas dan kaya untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna (Zohar dan Ian, 2007: 4). Manusia dalam berprilaku, hendaknya berpedoman kepada ajaran agama. Menurut Kosim (2010:
42-43), Alquran merupakan pedoman hidup bagi umat Islam untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Oleh karena itu hendaknya kita mempelajari Alquran, mulai dengan membaca, memahami arti, menghayati, hingga mengamalkannya.
2
4 METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan. Objek penelitian ini adalah bahan ajar handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah 4D. Model ini dikembangkan oleh S.
Thigarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I.
Semmel. Menurut Trianto (2012: 93) model pengembangan 4D terdiri dari empat tahapan, yaitu: tahap define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Pada penelitian ini hanya sampai tahap develop (perancangan) saja.
Uji coba handout berbasis pendekatan spiritual ini dilakukan terhadap siswa kelas IX MTsN Batukambing, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Jenis data yang diambil dari pengembangan handout berbasis pendekatan spiritual ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari angket uji validitas dan angket uji praktikalitas.
Instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket uji validitas dan angket uji praktikalitas. Angket uji validitas dan angket uji praktikalitas disusun menurut skala Likert dalam Riduwan (2009: 87) yang telah dimodifikasi dengan empat alternatif jawaban.
SS = Sangat setuju S = Setuju CS = Cukup setuju KS = Kurang setuju TS = Tidak setuju
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang menghasilkan hasil uji validitas dan praktikalitas handout berbasis pendekatan spiritual. Analisis hasil uji validitas media handout berbasis pendekatan spiritual dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:
(a) memberikan skor jawaban dengan kriteria sebagai berikut:
5 = sangat setuju 4 = setuju, 3 = cukup setuju, 2 = kurang setuju, 1 = tidak setuju.
(b) menentukan skor tertinggi.
Skor tertinggi = skor tertinggi tiap item x jumlah item x jumlah validator.
(c) menentukan skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor dari masing-masing validator.
(d) pemberian nilai validasi dengan cara Tingkat validitas
= Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah skor tertinggi × 100%
Data hasil uji validitas handout berbasis pendekatan spiritual berupa nilai 1-4. Data ini kemudian dianalisis dengan kriteria yang dimodifikasi dari Riduwan (2009: 89) sebagai berikut.
81- 100 % = sangat valid 61 - 80 % = valid 41 - 60 % = cukup valid 21 - 40% = kurang valid 0 - 20 % = tidak valid
Analisis hasil uji praktikalitas handout berbasis pendekatan spiritual dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:
(a) memberikan skor jawaban dengan kriteria sebagai berikut:
5 = sangat setuju 4 = setuju 3 = cukup setuju 2 = kurang setuju 1 = tidak setuju
(b) menentukan skor tertinggi.
Skor tertinggi = skor tertinggi tiap item x jumlah item x jumlah validator.
(c) menentukan skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor dari masing-masing validator.
(e) pemberian nilai validasi dengan cara Tingkat praktikalitas
= Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah skor tertinggi × 100%
Data hasil uji praktikalitas handout berbasis pendekatan spiritual berupa nilai 1-4.
Data ini kemudian dianalisis dengan kriteria yang dimodifikasi dari Riduwan (2009: 89) sebagai berikut.
81 - 100 % = sangat praktis 61- 80 % = praktis 41 - 60 % = cukup praktis 21 – 40% = kurang praktis 0 – 20% = tidak praktis
3
5 HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan uji validitas handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia diperoleh hasil uji validitas sebagai berikut.
Tabel 1. Hasil Validitas Handout Biologi Berbasis Pendekatan Spiritual Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia untuk MTsN.
Berdasarkan hasil uji validitas handout yang ditampilkan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa handout memenuhi kriteria sangat valid dengan nilai rata-rata validitas 90,15%. Hal ini menunjukkan bahwa handout yang dihasilkan sudah sangat valid.
Ditinjau dari aspek kelayakan isi,handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat valid dengan nilai validitas 91,88%, handout yang dikembangkan sudah mengacu pada KTSP, sesuai dengan SK dan KD, sesuai dengan kebutuhan siswa, sesuai dengan kebutuhan bahan ajar, materi yang disajikan pada handout baik, menambah wawasan pengetahuan, dapat mengarahkan siswa untuk membangun konsep religius pada dirinya, dan mengandung nilai- nilai moral dan sosial. Hal ini sesuai dengan pendapat Lestari (2013: 2) yang menyatakan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi pelajaran yang mengacu pada kurikulum yang digunakan dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah di tentukan.
Ditinjau dari komponen kebahasaan, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat valid dengan nilai 88%, handout yang dikembangkan sudah memiliki bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca, informasi yang disajikan jelas,
penulisan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, bahasa yang digunakan padat dan jelas dan susunan kalimat tidak ambigu dan menimbulkan kerancuan. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2013: 89) yang menyatakan bahwa dalam menulis handout usahakan agar kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang dengan kalimat-kalimat yang efektif dan efisien.
Ditinjau dari komponen penyajian, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk ke dalam kategori sangat valid dengan nilai 90,71%, handout yang dikembangkan sudah memuat indikator pembelajaran yang jelas, tujuan pembelajaran yang jelas, penyajian ayat Alquran sesuai dengan materi pelajaran, urutan penyajian sesuai dengan indikator, terdapat pemberian stimulus dan respon, memuat pokok dan rincian materi yang lengkap dan ilustrasi gambar yang disajikan relevan dengan materi.
Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2013: 374) yang menyatakan bahwa bahan ajar hendaklah sesuai dengan tujuan pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, penyajian faktualnya baik, menggambarkan latar belakang dan suasana yang dihayati oleh peserta didik, mudah dan ekonomis penggunaannya, serta lingkungan bahan ajar yang digunakan harus tepat .
Ditinjau dari komponen kegrafisan, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk ke dalam kategori sangat valid dengan nilai 90%, handout yang dikembangkan sudah memiliki bentuk dan ukuran huruf serasi dan menarik, tampilan cover menarik, tata letak isi dalam handout menarik, ilustrasi (gambar, warna dan grafis) menarik, dan desain tampilan secara keseluruhan menarik. Penulis menggunakan gambar yang berwarna untuk mendukung penjelasan materi sistem reproduksi manusia pada handout. Agar tampilan handout berbasis pendekatan spiritual yang dikembangkan semakin menarik penulis menggunakan jenis huruf Tempus Sans ITC pada penjelasan materi pelajaran dan Harrington pada penjelasan atau terjemahan ayat Alquran.
Uji praktikalitas handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN dilakukan kepada guru dan siswa. Berdasarkan uji No Aspek
Penilaian
Nilai validitas
(%)
Kriteria 1. Kelayakan
Isi
91,88 Sangat Valid 2. Komponen
Kebahasaan
88 Sangat Valid 3. Komponen
Penyajian
90,71 Sangat Valid 4. Komponen
kegrafisan
90 Sangat
Valid Rata-rata 90,15 Sangat
Valid
4
6 tersebut, diperoleh hasil uji validitas oleh guru
sebagai berikut.
Tabel 2. Hasil Praktikalitas Handout Oleh Guru.
No. Aspek
Nilai prakti kalitas (%)
Kriteria
1. Kemudahan dalam penggunaan
84 Sangat Praktis 2. Efisiensi
waktu pembelajaran
70 Praktis
3. Manfaat 88 Sangat
Praktis Rata-rata 80,67 Praktis Berdasarkan hasil uji praktikalitas pada Tabel 9 tersebut diketahui bahwa nilai praktikalitas handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN oleh guru adalah 80,67% dengan kriteria praktis. Hal ini menunjukkan bahwa handout yang dihasilkan dapat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah, khususnya pada materi sistem reproduksi manusia.
Kepraktisan handout berbasis pendekatan spiritual ini ditinjau dari beberapa aspek sebagai berikut.
Ditinjau dari aspek kemudahan dalam penggunaan, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 84%, handout yang dikembangkan sudah dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Depdiknas (2008: 9) yaitu bahan ajar dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Ditinjau dari aspek efisiensi waktu pembelajaran, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori praktis dengan nilai 70%
,
handout yang dikembangkan sudah dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi sehingga waktu pembelajaran menjadi lebih efisien. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2013: 24) bahwa bahan ajar dapat menghemat waktu guru dalam mengajar,
meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan interaktif.
Ditinjau dari aspek manfaat, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 88%, handout yang dikembangkan sudah dapat mendukung peran guru sebagai fasilitator, gambar berwarna dalam handout dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, ayat Alquran membantu memahami materi pelajaran dari sudut pandang Islam, soal latihan dalam handout dapat dijadikan sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, serta penampilan handout yang menarik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2013: 24) bahwa bahan ajar dapat mengubah peran guru dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator, dan sebagai pedoman bagi guru.
Di samping itu, untuk mengetahui kepraktisan handout yang dihasilkan, uji praktikalitas juga dilakukan terhadap siswa MTsN kelas IX dengan jumlah 25 orang siswa.
Berdasarkan uji tersebut, diperoleh hasil uji praktikalitas sebagai berikut.
Tabel 3. Hasil Uji Praktikalitas Handout Oleh Siswa
No. Aspek
Nilai prakti kalitas (%)
Kriteria
1. Kemudahan dalam penggunaan
90,56 Sangat Praktis 2. Efisiensi
waktu pembelajaran
88,8 Sangat Praktis
3. Manfaat 92,48 Sangat
Praktis Rata-rata 90,61 Sangat Praktis Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa rata-rata nilai praktikalitas handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN oleh siswa adalah 90,61% dengan kriteria sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa handout dapat membantu siswa dalam melakukan pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah, khususnya pada materi sistem reproduksi manusia. Kepraktisan handout
5
7 berbasis pendekatan spiritual ini ditinjau dari
beberapa aspek sebagai berikut.
Ditinjau dari aspek kemudahan, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 90,56%, handout yang dikembangkan sudah menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, materi handout tersusun secara sistematis dan jelas, serta ukuran dan jenis huruf mudah dan nyaman dibaca.
Prastowo (2013: 26) yang menyatakan bahwa pembuatan bahan ajar adalah untuk membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu, mencegah timbulnya rasa bosan pada peserta didik, memudahkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
Ditinjau dari aspek efisiensi waktu pembelajaran, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 88,8%, handout yang dikembangkan sudah dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar, menggantikan catatan dan memudahkan siswa dalam memahami materi sehingga waktu pembelajaran menjadi lebih efisien. Hal ini sesuai dengan fungsi handout menurut Ballstaedt dan Steffen (dalam Prastowo, 2013: 80) yaitu, membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat dan sebagai pendamping penjelasan pendidik.
Ditinjau dari aspek manfaat, handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN termasuk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 92,48%, handout yang dikembangkan sudah dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, gambar berwarna dalam handout dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, ayat Alquran membantu memahami materi pelajaran dari sudut pandang Islam, penampilan handout yang menarik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu siswa dalam mempelajari kembali materi yang telah dijelaskan oleh guru. Hal ini sesuai dengan fungsi handout menurut Ballstaedt dan Steffen (dalam Prastowo, 2013: 80) yaitu, sebagai pendamping penjelasan pendidik, sebagai bahan rujukan peserta didik, memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan, memberi umpan balik, dan menilai hasil belajar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengembangan handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa handout yang dihasilkan memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Handout biologi berbasis pendekatan spiritual dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar alternatif bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran khususnya pada materi sistem reproduksi manusia untuk MTsN.
2. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan handout biologi berbasis pendekatan spiritual pada materi yang berbeda sehingga handout ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
3. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dilanjutkan pada tingkat efektifitas.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2007.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007.
Jakarta: BNSP.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kosim, M. 2010. Pendidikan AlQur’an.
Padang: Jasa Surya.
Lestari, I. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang:
Akademia.
Prastowo, A. 2013. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press.
Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Sukarjo, M. & K. Ukim. 2012. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya.
Jakarta: Rajawali.
Yusuf, S. & M. S. Nani. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rajawali.
Zohar, D. & M. Ian. 2007. SQ: Kecerdasan Spiritual. Bandung: Mizan.
6