• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Living Qur’an

N/A
N/A
zainal fahmi

Academic year: 2024

Membagikan "Pengertian Living Qur’an"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA : Muhammad Yahya Mustofa

KELAS : IAT 3B

NIM : 1860301223123

Pengertian Living Qur’an

Living Qur’an merupakan kajian ataupun penelitian ilmiah tentang berbagai kejadian yang terjadi ketika Al-Qur’an datang kepada suatu komunitas Masyarakat. Jadi bisa juga kita maknai teks Al-Qur’an yang hidup didalam Masyarakat. Tidak hanya teksnya saja yang muncul di Masyarakat tetapi pendekatan ini ditekankan dan diterapkan kepada Masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar menjadi adat tersendiri dan tentunya bisa menghidupkan Al-Qur’an itu didalam lingkungan Masyarakat itu sendiri.

Secara bahasa pengertian Living Qur’an itu merupakan gabungan dari dua kata yang berbeda yakni Living dimana merupakan bahasa inggris yang berarti hidup dan Qur’an yang tentu sudah kita ketahui yaitu kitab suci umat islam. Dari sini bisa kita artikan secara simpel bahwa Living Qur’an merupakan teks Al-Qur’an yang hidup dalam Masyarakat.

Pada hakekatnya bermula dari fenomena Qur’an in Everyday life inilah maka munculah Living Qur’an yaitu arti dan kegunaan Al-Qur’an yang asli pernah dilakukkan dan dipahami oleh kaum muslim. Dalam artian menggunakan atau memfungsikan lebih tepatnya lagi menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Heddy Shri Ahimsa-Putra mengklasifikasikan pemaknaan Al-Qur’an menjadi tiga jenis kategori, yang pertama Living Qur’an merupakan sosok Rasulullah SAW. yang sesungguhnya, hal ini didasarkan suatu keterangan dari Siti Aisyah Ketika beliau ditaya tentang akhlak Rasulullah SAW. maka jawaban dari beliau adalah bahwa akhlak Rasulullah SAW. adalah Al-Qur’an.

Kedua, ungkapan Living Qur’an bisa juga dilihat dalam suatu Masyarakat yang kehidupan sehari-harinya mengacu pada Al-Qur’an. Hidup mereka menganut denga napa saja yang diperintahkan Al-Qur’an dan tidak melakukan hal hal yang sudah dilarang oleh Al- Qur’an sehingga bis akita lihat seperti Al-Qur’an yang hidup dikarenakan bisa menerapkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, ungkapan tersebut juga bisa kita artikan bahwa Al-Qur’an bukan merupakan teks saja namun bis akita katakana bahwa Al-Qur’an merupakan teks yang hidup. Yaitu

(2)

keberadaanya yang ada dikehidupan sehari-hari yang terasa nyata terjadi dalakukkan oleh umat islam, beraneka ragam juga tergantung dengan bidang dalam kehidupannya.

Dari pengertian diatas dapat disumpulkan bahwa Living Qur’an merupakan suatu kajian ilmiah dalam ranah study Qur’an yang meneliti tentang dialektika antara Al-Qur’an dengan kondisi sosial Masyarakat. Bisa juga berarti praktek pelaksnaan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, tapi tidak jarang juga praktek pelaksanaan ajaran Al-Qur’an yang tidak cocok atau berbeda denga nisi ayat Al-Qur’an itu sendiri.

Jika kita melihat riwayatnya pemraktekan Al-Qur-an dalam kehidupan sehari-hari hakekatnya sudah terjadi sejak awal mula islam yaitu sejak masa Rasulullah SAW. Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat pernah melakukkan pengobatan ruqyah pada diri sendiri dan kepada orang lain dengan membaca ayat atau surat surat tertentu yang ada da;lam Al-Qur’an.

Hal ini didasarkan dari hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari kitab shahih bukhari dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW membaca surat Al- Mu’awidhatain yaitu surat Al-Falaq dan An-Nas Ketika beliau sakit sebelum wafat. Dalam Riwayat lain juga disebutkan bahwa sahabat pernah melakukkan pengobatan kepada seseorang yang terkena gigitan hewan dengan membacakan surat Al-Fatihah.

Dari cerita diatas perlu kita ketahui bahwa sejak awal mula islam Al-Qur’an sudah diterapkan didalam kehidupan, yaitu sejak Rasulullah SAW. masih hadir ditengah tengah umat islam dan tentunya tidak pemahaman secara tekstual saja namun sudah menyentuh aspek diluar teks.

Sumber:https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/journal-of-quran-and- hadith/article/download/2392/1791

Referensi

Dokumen terkait

Menurut K.H Munhammir Malik “sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati (qalbun), mempunya inti”.. Barangsiapa yang membacanya maka dia seakan-akan telah membaca Al-Qur‟an

Labih lanjut lagi, kajian living Qur‟an dapat juga dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga mereka lebih maksimal dalam

Al-Qur‟an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagai salah satu mukjizat kerasulannya. Al- Qur‟an merupakan

Dari pengertian tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa al-Qur‟an adalah kalam Allah berupa Mu‟jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang berisi

Dari beberapa bahasa yang dipelajari pada Madrasah tersebut, yang paling disenangi oleh kiai Wahid ialah bahasa Arab, karena bahasa tersebut juga termasuk bahasa Al-Qur,an,

PENGERTIAN AGAMA • Kata agama merupakan terjemahan dari kata Kata agama merupakan terjemahan dari kata din din نيدلااانيدلااا dalam bahasa Arab yang berarti dalam bahasa Arab yang

Najmuddin, “Resepsi Kegiatan Tahfiz Kajian Living Qur`an di SDIT Nur Hidayah, Surakarta”, Skripsi, IAIN Surakarta, 2018, Tidak diterbitkan t.d Rizkiyah, Fathiyatur, “Komunikasi

Living Qur‟an: Sebuah Pendekatan Baru dalam Kajian Al-Qur‟an Studi Kasus di Pondok Pesantren As-Siroj Al-Hasan Desa Kamukti Kec.. Cirebon Jawa