KOMUNIKASI BISNIS
PROSES MENULIS
Dosen Pembimbing: Dr. AA Media Martadiani ,SE,MM
I WAYAN ADI DANA KUSUMA (202131121013)
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS WARMADEWA 2024
PEMBAHASAN A. PENGERTIAN PESAN-PESAN BISNIS
Pesan adalah suatu yang dikirimkan ataupun diterima dari tindakan komunikasi langsung baik berupa komunikasi verbal maupun nonverbal atau pesan adalah setiap pemberitahuan (pikiran dan perasaan).Onong effendy ,menyatakan bahwa pesan adalah
“suatu komponen dalam proses komunikasi berupa panduan dari pikiran dan perasaan seseorang dengan menggunakan lambang ,bahasa/lambang-lambang lainnya di sampaikan kepada orang lain.[1]
Pesan adalah seperangkat simbol verbal dan/nonverbal yang mewakili perasaan, nilai, ide, atau maksud sumber. Abdul Hanafi menjelaskan bahwa pesan tersebut adalah
"produk fiktif nyata yang dihasilkan oleh source-encoder". (Siahaan, 1991:62). Ketika Anda berbicara, "pembicara" adalah pesannya, ketika Anda menulis surat, "surat" itu disebut pesan. Pesan memiliki tiga komponen: makna, simbol yang digunakan untuk menyampaikan makna, dan bentuk atau organisasi pesan. Lambang yang paling penting adalah kata (bahasa), yang dapat mewakili benda (objek), gagasan, dan perasaan, baik secara lisan (percakapan, wawancara, diskusi, ceramah, dll) maupun secara tertulis (surat, karangan, artikel, novel, puisi). , dll.) pamflet, dll.). Kata-kata memungkinkan kita untuk berbagi pikiran kita dengan orang lain. Pesan juga dapat dirumuskan secara nonverbal, seperti melalui tindakan atau gerak tubuh.[1]
Pesan bisnis merupakan satu pesan atau surat yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan kegiatan bisnis baik secara tertulis maupun tidak tertulis dari pengirim kepada penerima, bisa perseorangan maupun organisasi. Didalam komunikasi bisnis sendiri adanya pesan bisnis dianggap penting demi dapat mencapai tujuan bisnis maupun harapan yang ingin dicapai. Tanpa adanya pesan bisnis maka informasi-informasi yang seharusnya disampaikan tidak dapat tersampaikan. Pesan bisnis sendiri dapat melalui dua macam-macam media komunikasi, yaitu media komunikasi tertulis dan juga media komunikasi lisan.[2]
B. PROSES PENULISAN PESAN BISNIS 1. Pemahaman Proses Komposisi
Proses komposisi (composition process) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat dianalogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang komposer. Dia harus merencanakan lagu apa yang akan dibuat dan menentukan bentuk aransemen dan personil kelompok yang akan rnengiringi lagu tersebut.Kemudian mereka harus melakukan latihan dan uji ulang atau revisi-revisi yang diperlukan, sehingga lagu yang diciptakan mempunyai mutu yang bagus, enak didengar, dan mudah dicerna para penggemarnya. Demikian halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis.
Penyusunan pesanpesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan revisi. [3]
2. Perencanaan
Dalam fase perencanaan (planning phase), dirancang hal-hal yang cukup mendasar, seperti maksud/tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampaikan, dan saluran atau media yang akan digunakan untuk rnenyampaikan pesan. Di samping itu, intonasi juga perlu diatur, apakah melemah, mendatar, atau meninggi.Yang terpenting adalah menyiasati situasi yang ada sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Pada dasarnya, proses perencanaan meliputi tiga tahapan penting yang perlu diperhatikan, yaitu mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, dan memilih saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.[3]
3. Pengorganisasian
Setelah tahap perencanaan, tahap berikutnya adalah mengorganisasikan ide-ide dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk draf. Proses ini dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf, dan memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya. Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraph. Oleh karenanya, perlu diperhatikan bagaimana menggunakan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami,dimengerti, dan dilaksanakan oleh si penerima pesan.[3]
4. Revisi
Setelah ide-ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, maupun paragraf, perhatikan apakah kata-kata, kalimat, dan paragraf tersebut telah diekspresikan dengan benar.Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelaah kembali dari sisi substansi pesan yang ingin disampaikan maupun dari gaya penulisannya, struktur kalimat yang digunakan, dan bagaimana tingkat pemahamannya. Kalau ternyata belum sesuai, perlu dilakukan pengecekan sekaligus revisi/perbaikan-perbaikan seperlunya, sehingga apa yang telah direncanakan sebelumnya dapat dicapai seefektif mungkin.[3]
C. CONTOH PESAN – PESAN BISNIS
Berikut ini ada beberapa contoh pesan bisnis dalam komunikasi bisnis yang akan dibahas secara lengkap dan jelas :
1. Surat Penawaran Kerjasama
Contoh pesan bisnis dalam komunikasi bisnis yang pertama adalah melalui surat.
Surat yang dimaksud disini adalah surat yang mengandung informasi-informasi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, baik penawaran kerjasama bisnis maupun penawaran produk yang dihasilkan. Salah satu contoh yang paling mudah adalah adanya surat penawaran kerjasama, dimana satu perusahaan menawarkan kerjasama dalam suatu bidang tertentu kepada perusahan lainnya yang dianggap masih dalam kegiataan bisnis yang sama.[2]
2. E-Mail Penawaran Produk
Semakin adanya kemajuan teknologi juga lebih memudahkan pesanpesan bisnis untuk tersampaikan, salah satunya melalui e-mail sebagai salah satu contoh media komunikasi modern. Salah satu contohnya adalah e-mail bisnis mengenai penawaran produk. Suatu perusahan melalui divisi marketingnya akan banyak menawarkan produk- produk yang dihasilkannya melalui e-mail. Sebagai contoh seperti banyak perusahaan- perusahaan e-commerce yang akan mengirimkan notifikasi mengenai produk-produk barunya melalui e-mail pada para pelanggannya.[2]
3. Laporan Perusahaan
Tidak hanya yang berkaitan dengan penawaran kerjasama maupun penawaran produk saja, tetapi laporan-laporan perusahaan, memo perusahaan, dan lain sebagainya yang masih didalam lingkup kegiatan bisnis yang berjalan juga termasuk sebagai pesan bisnis. Mengapa demikian? Karena didalamnya masih mengandung informasi-informasi mengenai kegiatan bisnis yang berlangsung dalam suatu perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu, laporan perusahaan juga menjadi contoh pesan bisnis yang ada dalam komunikasi bisnis.[2]
4. Pertemuan Atau Pidato
Pernahkah anda datang pada grand launching produk komunikasi seperti handphone? Kegiataan ini banyak dilakukan oleh perusahaan apple atau samsung yang ingin melunjurkan produk terbaru mereka. Melalui pertemuan yang dilakukan tersebut, didalamnya juga sebenarnya terdapat pesan bisnis yang disampaikan dimana juga bertujuan untuk mempengaruhi audience untuk membeli produk terbaru mereka. Pidato yang disampaikan mengenai kualifikasi atau informasi-informasi mengenai produk-produk terbaru mereka yang akan diluncurkan juga merupakan suatu pesan bisnis melalui media komunikasi lisan. [2]
5. Telimarketing
Telimarketing Tidak hanya melalui suatu pertemuan atau pidato saja, media komunikasi lisan juga banyak digunakan untuk penyampaian pesan bisnis seperti melalui telemarketing.Jadi suatu Keputusan biasanya akan memiliki divisi keputusan sendiri yang bertujuan untuk menawarkan produk kepada konsumen maupun mengajukan keputusan dengan Keputusan lain yang dilakukan melalui telfon. Pengertian komunikasi bisnis ternyata sangat luas sekali. Semoga uraian ini bisa membantu Anda semua untuk bisa memahami lebih dalam terkait dengan komunikasi bisnis tersebut.Tidak hanya melalui suatu pertemuan atau pidato saja, media komunikasi lisan juga banyak digunakan untuk penyampaian pesan bisnis seperti melalui telemarketing.Jadi suatu keputusan biasanya akan memiliki divisi Keputusan sendiri yang bertujuan untuk menawarkan produk kepada konsumen maupun mengajukan keputusan dengan Keputusan lain yang dilakukan melalui telfon. Pengertian komunikasi bisnis ternyata sangat luas sekali. Semoga uraian ini bisa membantu Anda semua untuk bisa memahami lebih dalam terkait dengan komunikasi bisnis tersebut.[2]
D. TUJUAN PENULISAN PESAN-PESAN BISNIS
Tahap pertama dalam penulisan pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Seorang komunikator tentu ingin menjaga nama baik di depan khalayak, dan menghasilkan sesuatu yang baik untuk organisasinya. Sebelum memutuskan untuk menyampaikan pesan bisnis kepada pihak lain. Anda harus terlebih dahulu menjawab tiga pertanyaan penting: apakah tujuan realistis, apakah waktunya tepat, dan apakah tujuan dapat diterima oleh organisasi. Rekan-rekan saya Untuk dapat melakukan itu, Anda harus terlebih dahulu menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, sejalan dengan tujuan organisasi.[1]
Secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis, yaitu:
1) Memberi informasi (informing)
Memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain merupakan tujuan pertama dalam komunikasi bisnis. Misalnya keputusan keputusan membutuhkan calon pegawai, tentu akan memasang iklan lowongan kerja melalui media massa. Dalam kegiatan beriklan inilah proses pemberian informasi terjadi.[1]
2) Melakukan persuasi (persuading)
Persuasi dilakukan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar. Hal ini sering dilakukan dalam negosiasi.
Untuk dapat memperoleh hasil yang optimal dalam bernegosiasi, setiap pihak perlu memahami prinsip win-win solution. Artinya, kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut saling memperoleh manfaat tanpa merasa ada yang dikorbankan.[1]
3) Melakukan kolaborasi (collaborating)
Melalui jalinan komunikasi bisnis yang ada, seseorang dapat dengan mudah melakukan Keputusan bisnis. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi, kolaborasi lintas negara dan benua pun semakin mudah untuk dilakukan.[1]
Sasaran yang jelas akan membantu mengarahkan seorang komunikan ke sasaran yang diinginkan. Seperti diketahui, setiap organisasi tentunya memiliki tujuan yang beragam, yang sangat bergantung pada jenis organisasinya. Selain itu, penetapan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang meliputi antara lain:[1]
a) Keputusan Untuk Meneruskan Pesan
Sebelum menyampaikan pesan, tanyakan pada diri sendiri apakah pesan yang ingin disampaikan memang benar-benar dibutuhkan atau tidak. Jika pesan yang ingin disampaikan ditengarai memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap khalayak, lebih baik menahan penyampaiannya terlebih dahulu. Sebaliknya, jika sangat penting dan akan berdampak besar, pesan harus diteruskan atau segera disampaikan. [1]
b) Keputusan Untuk Menanggapi Audiens
Untuk memutuskan cara terbaik untuk menanggapi audiens, komunikator perlu mempertimbangkan motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan esensi pesan yang disampaikan? Apakah mereka mengharapkan keuntungan? Apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunikator? Tanpa mengetahui motif audiens, komunikator tidak akan dapat menanggapinya dengan baik.
Komunikator dan audiens juga akan gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan jika harapan mereka tidak sesuai. [1]
c) Keputusan Untuk Memusatkan Isi Pesan
Menetapkan tujuan yang jelas akan membantu memusatkan isi pesan.
Komunikator hendaknya hanya mencantumkan informasi yang penting, yang relevan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Informasi yang tidak relevan harus dihapus atau dibuang. Jika informasi yang tidak penting dimasukkan dalam pesan yang akan disampaikan, esensi pesan akan kabur, dan waktu akan terbuang percuma. Pada akhirnya penyampaian pesan tidak akan mencapai target yang diinginkan. [1]
E. CARA MENGUJI TUJUAN
Ada empat pertanyaan dalam menguji tujuan yang tela ditentukan yaitu : a) Apakah tujuan tersebut realistis
b) Apakah waktunya tepat?
c) Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?
d) Apakah tujuannya dapat diterima oleh Perusahaan [4]
F. ANALISIS AUDIENCE
Jika maksud dan tujuan sudah jelas, maka langlah selanjutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi. Terdapat beberapa langkah untuk memahami audiens, [4] yaitu :
1. Cara Mengembangkan Profil Audiens
Lakukan investigasi siapa yang akan dihadapi dalam berkomunikasi untuk mengantisipasi reaksi atau efek dari komunikasi. Terdapat beberpa hal yang dapat dilakukan, yaitu :
a. Menentukan ukuran dan komposisi audiens b. Siapa audiens
c. Reaksi audiens
d. Tingkat pemahaman audiens
e. Hubungan komunikator dengan audiens [4]
2. Cara Memuaskan Audiens Akan Kebutuhan Informasi
Agar komunikasi efektif maka harus menentukan kebutuhan informasi audiens dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Terdapat lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audiens, yaitu :
a. Cari apa yang diinginkan
b. Antisipasi hal – hal yang tidak terduga c. Beri informasi lengkap
d. Informasi akurat
e. Tekankan ide menarik [4]
3. Cara Memuaskan Kebutuhan Motivasional Audiens
Salah satu tujuan dari memotivasi audiens adalah untuk mengubah perilaku para audiens, tetapi pemberian motivasi ini terkadang tidak sesuai dengan harapan kita atau ada hambatan – hambatan, hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan audiens untuk tidak mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan argumentatif, mengatur pesan yang akan disampaikan, pendekatan emosi audiens. [4]
G. PENENTUAN IDE POKOK
Topic dan ide pokok merupakan dua hal yang berbeda. Topic adalah subjek pesan yang lebih luas, sedangakan ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topic, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topic tersebut, sehingga dapat diterima oleh audiens.
Penentuan ide pokok memerlukan pengalaman dan kretifitas. Ada dua teknik atau cara yang dapat di perlukan untuk menentukan ide pokok.[4]
1. Teknik Curah Pendapat (Brainstroming)
Yaitu penentuan ide pokok dengan membiarka pikiran mencari berbagai kemungkinan ide pokok secara leluasa. Ide yang diperoleh dengan cara tersebut akan lebih berfariatif, baru dan orisinil. [4]
a) Storyteller’s tour
Hidupkan tape recorder dan telaah pesan-pesan yang disampaikan.
Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama, rasionalitas dan implikasi bagi sipenerima.
b) Random list
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran diatas kertas kosong.
Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide tersebut.
c) CFR (Conclusions, findings, recommendations) Worksheet
Jika subjek yang dibahas mencekup pemecahan masalah, gunakanlah.
suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan di berikan.
d) Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberika poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok.
e) Question And Answer Chain
Barangkali pendekatan yang terbaik adalah melihat dari sisi perspektif audience.
2. Pembatasan Cakupan
Penyajian rutin kepada audience yang telah Anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini dapat membangkitkan rasa hormat audience kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang kompleks dan controversial akan memakan waktu yang lebih lam, terutama jika audience yang hadir terdiri atas orang-orang yang spektial, atau orang-orang yang tidak dikenal sebulumnya. [4]
H. SELEKSI SALURAN DAN MEDIA
Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan dan tulisan. Pilihan mendasar berbicara dan menulis tergantung pada tujuan dan maksud pesan audience dan karakteristik dari dua saluran komunikasi tersebut. [4]
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan merupakan saluran yang palinhg banyak di gunakan dalam bisnis, komunikasi itu antara lain, percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telpon, wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu di sukai karna sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back). [4]
2. Komunikasi Tertulis
Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan. Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik secara langsung yang tidak bisa di peroleh dengan waktu cepat. [4]
Jenis saluran komunikasi yang dapat digunakan yaitu : 1. Percakapan tatap muka
2. Telepon 3. Pesan suara 4. Faksimili 5. Surat elektronik
6. Rapak kelompok tatap muka 7. Video atai telekonferensi 8. Memo
9. Surat
10. Laporan atau proposal [4]
I. PENGORGANISASIAN PESAN – PESAN BISNIS
Hal-hal yang Menyebabkan Pesan-pesan Tak Terorganisasi dengan baik dalam suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pimpinan kepada para bawahannya, kadang kala tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menjadikan pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Hal-Hal Berikut Yang Menyebabkan Tidak Baiknya Pesan Bisnis :
1. Bagian awal terlalu panjang Bagian awal yang terlalu panjang akan menyulitkan penerima dalam memahami ide pokoknya. Terlebih lagi apabila ide pokok disajikan terlalu ringkas.
2. Memasukkan hal-hal yang tidak relevan dan tidak logis Hal yang tidak relevan dan tidak logis hanya akan memperpanjang pesan bisnis, membuang waktu, dan mengabaikan pesan pokok.
3. Informasi penting terlupakan Sering kali informasi penting terlupakan karena perhatian terpusat pada penyajian ide pendukung atau pelengkap.
4. Pengelompokan dan urutan pesan tidak menunjukkan satu kesatuan yang logis Inti pesan bisnis yang tidak dikelompokkan dengan baik akan membingungkan penerima. Butir pesan seolah terlepas dan sulit dikaitkkan satu sama lain.
Hal-Hal Berikut Yang Menyebabkan Baiknya Suatu Pesan Bisnis:
1. Urutan Waktu Urutan waktu penting untuk menggambarkan perkembangan suatu proyek dan dalam memberikan instruksi untuk mencapai inti dari tujuan pesan.
2. Urutan Ruang (spatial) Menekankan pada bentuk atau deskripsi fisik untuk membantu audiens dalam menjalankan instruksi dengan mudah dari komunikator.
3. Urutan Logis Urutan mempresentasikan ide atau analisis dari suatu masalah, komunikator harus memutuskan bagaimana menghubungkan pikiran audiens. Biasanya dilakukan dengan mengkaji ulang materi dan aspek-aspek yang berhubungan dengan urutan logis seperti dalam komunikasi tertulis dan komunikasi lisan yang dimulai dari pembukaan, isi, penutup atau kesimpulan.
Pesan Yang Diorganisasikan Dengan Baik Akan Memberikan Beberapa Manfaat, Yaitu:
1. Membantu audiens memahami pesan Dengan mengemukakan poin penting secara jelas, menyusun ide secara logis dan runtut, dan memasukkan semua informasi yang relevan dalam pesan, audiens dengan mudah akan memahami tujuan pesan.
2. Membantu audiens menerima pesan Pengorganisasian pesan yang baik akan membantu audiens menerima isi pesan tersebut.
3. Menghemat waktu audiens Apabila suatu pesan tidak terorganisir dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu audiens.
4. Mempermudah pekerjaan komunikator Faktor ini dapat mempermudah penyelesaian pekerjaan dengan baik, cepat, dan efisien. Dengan mengetahui apa yang ingin disampaikan , dan mengetahui cara menyampaikannya rasa percaya diri komunikator akan meningkat.[2]
J. REVISI PESAN – PESAN BISNIS
Tahap revisi itu perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pesan yangdirencana kan dan disusun sudah bebas dari kesalahan.Revisi sangat diperlukan agar pesan bisnis yang telah direncanakan dan dibuat dapat sesuai dengan yang dikehendaki.
1. Menyunting Pesan (Editing)
Setelah naskah pertama selesai, kebanyakan orang menganggap pekerjaan menyusun pesan telah selesai dan mulai beralih ke pekerjaan lainnya. Hal yang sesungguhnya tidaklah demikian. penyusun pesan bisnis memerlukan proses yang dilakukan denganhati-hati. Draft pesan yang telah selesai harus ditelaah ulang ( review) da diperbaiki lagi, baik dari sudut isi maupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi, serta format penulisannya
2. Menulis Ulang Pesan
Ernest Heminghay pernah menyatakan bahwa tidak ada yang disebut menulis yang ada hanya menulis ulang Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan kesalahan berikut :
a. Hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya b. Tidak melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang aktu
c. Mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan. Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik dokumen bisnis kemungkinan akanmenjadi berjumlah separuh dari rencana semula. dokumen menjadi lebih ringkas, mantap dan kuat.
3. Memproduksi Pesan
Setelah puas memproduksi pesan, organisasi, gaya , kemudahan dibaca, pilihan kata, pengembangan paragraf dan menulis ulang pesan, proses pembuatan pesan belum selesai. Draft ditulis ulang dengan baik atau diketik secara manual atau elektronis. Pada masa sekarang ini, sebagian besar dokukmen bisnis dipsroduksi menggunakan computer.
KESIMPULAN
Pesan bisnis merupakan satu pesan atau surat yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan kegiatan bisnis baik secara tertulis maupun tidak tertulis dari pengirim kepada penerima, bisa perseorangan maupun organisasi. Pesan bisnis sendiri dapat melalui dua macam media komunikasi, yaitu media komunikasi tertulis dan juga media komunikasi lisan.
Dalam pesan bisnis ada beberapa langkah termasuk perencanaan pesan-pesan bisnis.
Perencanaan pesan-pesan bisnis mencakup pesan-pesan yang di sampaikan secara tertulis dan pesan-pesan yang di sampaikan secara lisan. Perencanaan pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh dan salah satu faktor penentu keberhasilan komunikasi, pesan-pesan bisnis yang terrencana dengan baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi. Dalam hal ini perencanaan pesan-pesan bisnis lebih di fokuskan pada perencanaan secara tertulus. Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi, maupun praktis bagi audiens. Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator.
DAFTAR PUSTAKA
[1] U. Khasanah, “PROSES PENULISAN PESAN-PESAN BISNIS Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Makalah pada Mata Kuliah Sistem Komunikasi Perbankan syariah DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 : Dosen pengampu :,” Komuniukasi Media Internet, vol. 3, no. 2019, pp. 65–198, 2021.
[2] A. Ahriana, Nurfadillah, and K. K, “Proses Penulisan Pesan-Pesan Bisnis Di Perbankan Syariah,” Uin Alauddin, pp. 1–14, 2022.
[3] S. B. H. Gmbh, “Proses Penulisan Pesan Pesan Bisnis,” pp. 1–23, 2019.
[4] D. W. Dr. Dorothy Rouly .H. Pandjaitan, “Komu اnikasi Bisnis,” Bus. Commun., no.
March, pp. 18–22, 2016.