Penggunaan Bahasa inggris di Museum Negeri Sumatera Utara Disusun oleh Kelompok 4
Nama Mahasiswa: NIM:
1. Tengku riza Fahlevi (3233121039) 2. Ocha Primalia Tondang (3233121057)
3. Nursalsabilah (3233121007)
Dosen Pengampu : Najuah S.Pd., M.Pd.
Mata Kuliah : Bahasa Inggris Sejarah
PRODI S1 PENDIDIKAN SEJARAH FAKUTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2024
LAPORAN MINI RISET MK. BAHASA INGGRIS SEJARAH PRODI S1 PENDIDIDKAN SEJARAH- FIS
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Laporan Mini Riset dengan tepat waktu. Adapun tujuan dari pembuatan Laporan Mini Riset ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas rutin dari KKNI yang telah diberikan oleh Dosen Pengampu.
Kami mengucapkan terimakasih kepada ibu Najuah S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu kami pada mata kuliah Bahasa Inggris Sejarah yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang telah mendukung dan memberikan motivasi, dan rekan-rekan sekelompok yang telah dengan senang hati dapat bekerja sama dengan baik sehingga tugas ini dapat diselesaikan.
Semoga makalah ini dapat berguna dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca. Kami sadar dalam Makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dalam segi penulisan dan isi, untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang positif dari pada pembaca yang dapat membangun dan memberikan motivasi bagi kami dalam menyelesaikan tugas berikutnya.
Medan, 27 Mei 2024
Kelompok 4
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Tujuan Penelitian ... 1
C. Manfaat Penelitian ... 1
BAB II KAJIAN TEORI ... 2
A. Uraian Masalah ... 2
B. Subjek Penelitian ... 2
BAB III METODE PENELITIAN ... 3
A. Metode Penelitian ... 3
B. Subjek Survey ... 3
C. Teknik Pengambilan Data ... 3
D. Instrumen Survey ... 3
E. Informasi yang didapat ... 4
BAB IV PENUTUP ... 5
A. Kesimpulan ... 5
B. Saran ... 5
DAFTAR PUSTAKA ... 6
LAMPIRAN... 7
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang paling banyak dipelajari dan digunakan dalam berkomunikasi antar bangsa. Ini sesuai dengan peran bahasa Inggris sebagai bahasa global seperti yang dikemukakan oleh Crystal (2003: 3) bahwa bahasa Inggris berperan sebagai bahasa global atau dunia karena bahasa Inggris dipelajari dan dijadikan sarana berkomunikasi di berbagai negara baik sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun sebagai bahasa asing. Di Indonesia, bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama yang dipelajari sebagai mata pelajaran wajib dari sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi. Dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris, kita bisa dengan mudah mengakses dan memperoleh informasi karena sebagian besar informasi tersebut tertulis dalam bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena bahasa Inggris berfungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan, teknologi dan perdagangan.
Kemampuan berbahasa Inggris juga merupakan salah satu kemampuan yang sangat menentukan dalam memperoleh lapangan kerja karena perusahaan-perusahaan papan atas di Indonesia selalu mencantumkan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tertulis sebagai salah satu syarat untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut (Sutiyono, 2014). Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini bahasa Internasional pertama yang banyak digunakan adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris diajarkan secara luas di berbagai negara di dunia ini. Menurut Richards & Rodger, 1986, banyak penduduk di berbagai negara memakai bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam berbagai pertemuan penting tingkat internasional. Penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting karena hampir semua sumber informasi global dalam berbagai aspek kehidupan menggunakan bahasa ini.
B. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana kelancaran dan kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris antara tour guide dan pengunjung di museum tersebut.
C. Manfaat Penelitian
Supaya pembaca mengetahui bagaimana sistem komunikasi di dalam museum tersebut.
2
BAB II KAJIAN TEORI
A. Uraian Masalah
Strategi komunikasi yang dilaksanakan oleh museum Sumatera dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjungnya meliputi pembuatan translate atau terjemahan bahasa di setiap objek atau benda yang berisikan penjelasan terhadap benda tersebut penggunaan media internet, pembuatan iklan serta program pemberian diskon.
Adapun perencanaan strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh museum mencangkup 6 tahapan yaitu analisis situasi, penentuan tujuan, penentuan target sasaran, pesan, program komunikasi dan evaluasi.
Strategi komunikasi pemasaran museum dilaksanakan dengan menerapkan internal marketing, integrated marketing dan relationship marketing. Internal marketing museum dilakukan dengan team work membentuk yang baik antara staf, kepala seksi dan seksi-seksi lainnya. Setelah membentuk teamwork yang baik, langkah selanjutnya adalah memberikan pelatihan-pelatihan kepada seluruh karyawan dan memberikan motivasi agar kinerjanya semakin baik. Integrated marketing dilakukan dengan mengintergrasikan product and service, price dan promotion dengan baik. Relationship marketing museum dilakukan untuk membangun hubungan baik dengan sekolah, komunitas Lopen dan pihak swasta.
B. Subjek Penelitian
Anisa Sagala (Tour guide)
Norbert (salah satu pengunjung dari Jerman)
3
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang merupakan desain penelitian yang bersifat alamiah, dalam arti peneliti tidak berusaha memanipulasi setting penelitian, melainkan melakukan survey.Alasan menggunakan metode penelitian kualitatif adalah sebuah fenomena yang kompleks dapat diakomodasi dengan menggunakan metode yang terbuka dan penggunaan teori hanya berfungsi mengembangkan sensitivitas peneliti untuk memandu jalannya penelitian dan mengungkapkan permasalahan yang diteliti (Mirra N.
Milla, 2010). Data yang muncul dalam penelitian kualitatif ini berbentuk ungkapan kata (informası) yang di sampaikan responden kepada peneliti dan akan di akomodasi untuk mendapat hasil yang sesuai.
Sumber data dalam penelitian kualitatif deskriptif yaitu melalui wawancara, observasi, foto, dan lainnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Sumber Data Primer Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan (Museum Negeri Sumatera Utara).
B. Subjek Survey
Subjek dalam penelitian ini yaitu Anisa Sagala (Tour guide) dan Norbert (salah satu pengunjung dari Jerman).
C. Teknik Pengambilan Data
Teknik dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi.
D. Instrumen Survey Pedoman wawancara:
1. Bagaimana penggunaan Bahasa Inggris di Museum?
2. Bagaimana kemampuan Tour guide dalam berbahasa Inggris?
4
3. Apa saja kendala si pengunjung dalam berkomunikasi?
4. Bagaimana penggunaan bahasa inggris di Museum?
Peneliti:
1. Ocha Primalia Tondang 2. Tengku riza Fahlevi 3. Nursalsabilah
E. Informasi yang didapat
Menurut hasil wawancara yang kami lakukan dengan salah satu tourguide di Museum Negeri Sumatera Utara, terdapat kebutuhan mendesak untuk penggunaan Bahasa Inggris di museum tersebut. Hal ini dikarenakan, berdasarkan data pengunjung, banyak turis asing yang datang ke museum, terutama untuk mengetahui sejarah Sumatera Utara. Namun, dalam wawancara kami, tourguide tersebut mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam berkomunikasi dengan para turis asing.
Tourguide tersebut tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai, sehingga sering kali terjadi kesalahpahaman saat turis mencoba bertanya atau berinteraksi.
Tourguide hanya mampu memberikan salam dan senyum, namun tidak dapat menjawab pertanyaan atau memberikan penjelasan lebih lanjut tentang sejarah yang ada di museum.
Untuk mengatasi masalah ini, museum telah mengambil langkah dengan membuat teks deskripsi dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Namun, tanpa kemampuan berbahasa Inggris dari tourguide, teks tersebut menjadi kurang efektif karena turis sering membutuhkan penjelasan tambahan yang tidak dapat disediakan oleh tourguide. Ini menimbulkan tantangan bagi museum untuk memastikan bahwa informasi sejarah yang kaya dapat diakses oleh semua pengunjung, terlepas dari hambatan Bahasa.
5
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Penggunaan bahasa Inggris di Museum Sumatera Utara berfungsi sebagai bahasa pendamping untuk memudahkan pengunjung mancanegara dalam memahami informasi yang disajikan. Museum Sumatera Utara telah menerjemahkan berbagai informasi, label, poster, dan koleksi museum ke dalam bahasa Inggris. Langkah ini diambil untuk memudahkan pengunjung mancanegara dalam memahami isi museum, termasuk penjelasan tentang benda-benda peninggalan sejarah.
B. Saran
Dari penelitian yang kami lakukan diharapkan mampu menggali lebih dalam tentang penggunaan Bahasa inggris di museum Sumatera Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan serta pengetahuan akan Bahasa Inggris Sejarah.
6
DAFTAR PUSTAKA
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/download/7297/7057 https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/EL/article/download/21/20/
7
LAMPIRAN