• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pada PT Abro Prima Makmur - eSkripsi Universitas Andalas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pada PT Abro Prima Makmur - eSkripsi Universitas Andalas"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI KESIMPULAN

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan dalam tugas akhir ini.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Nilai dari hasil pengukuran kinerja rantai pasok PT Abro Prima Makmur menggunakan pendekatan metode SCOR selama periode Juli 2022 sampai Desember 2022 adalah 6,885. Nilai tersebut berdasarkan traffic light system berada pada kategori kuning yang berarti kinerja rantai pasok berada pada kategori yang cukup baik. Hasil pengukuran kinerja berdasarkan traffic light system adalah sebagai berikut.

a. Pada kategori merah terdapat 3 KPI yaitu ketepatan waktu pemenuhan bahan penolong, lead time pemesanan bahan baku, dan persentase defect produk jadi.

b. Pada kategori kuning terdapat 2 KPI diantaranya kesesuaian unit produksi terhadap perencanaan produksi dan tingkat kerusakan alat produksi.

c. Pada kategori hijau terdapat 14 KPI lainnya.

2. Usulan perbaikan kinerja rantai pasok PT Abro Prima Makmur diprioritaskan kepada KPI yang memiliki kinerja rendah namun memiliki tingkat kepentingan yang tinggi. KPI ini berada pada kuadran I yaitu PR-1 (kesesuaian unit produksi terhadap perencanaan produksi, SRe-1 (lead time pemesanan bahan baku), dan MR-1 (persentase defect produk jadi).

Kemudian usulan prioritas kedua untuk perbaikan kinerja pada KPI yang memiliki kinerja yang rendah dan tingkat kepentingan yang rendah. KPI ini berada pada kuadran III yaitu SR-4 (ketepatan waktu pemenuhan bahan

(2)

98 penolong) dan MA-1(tingkat kerusakan alat produksi). Kemudian perbaikan diberikan juga terhadap KPI SR-2 (persentase kecacatan bahan baku).

6.2 Saran

Adapun saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Pengukuran kinerja rantai pasok sebaiknya dilakukan secara berkala dan melakukan perbaikan hasil evaluasi kinerja yang telah diperoleh.

2. Membuat perbaikan tingkat kerusakan alat produksi menggunakan fishbone diagram agar usulan perbaikan dapat dijelaskan secara detail..

3. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil agregasi bahan baku, sehingga untuk penelitian selanjutnya pengukuran dilakukan per item bahan baku. .

Referensi

Dokumen terkait

Cluster 3 : Indikator kinerja untuk mengevaluasi kinerja rantai pasok pepaya Calina adalah penggunaan pestisida, pembuangan limbah, reuse/recycle material,

SCOR Model mempunyai kerangka yang menggabungkan antara proses bisnis rantai pasok, pengukuran kinerja berdasarkan best practice ke dalam suatu struktur yang

Instrumen penilaian kinerja rantai pasok hijau ini diharapkan mempermudah stakeholder yang terlibat dalam struktur rantai pasok dalam mengukur kinerja praktik

Supply chain Operation Reference atau disebut SCOR merupakan salah satu model yang digunakan dalam pengukuran kinerja rantai pasok SCOR adalah suatu cara yang digunakan

SCOR Model mempunyai kerangka yang menggabungkan antara proses bisnis rantai pasok, pengukuran kinerja berdasarkan best practice ke dalam suatu struktur yang

DMK di bidang perencanaan, pengadaan, produksi pengantongan, pengiriman, dan pengembalian, mengukur indikator performansi kinerja rantai pasok pada perusahaan, mengevaluasi

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja rantai pasok ikan bandeng beku melalui pendekatan SCOR dengan menggunakan metrik kinerja yang telah

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada PT. XYZ dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk produk resin