LAPORAN KONSOLIDASI TERBARU TERHADAP PENILAIAN SEKTOR TERHADAP AKTIVITAS PIDANA PENDANAAN TERORISME PADA SEKTOR INDUSTRI RISIKO TINGGI. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 14 Tidak ada singkatan/penjelasan istilah.
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Meningkatkan pengawasan keuangan dan transaksi keuangan mencurigakan yang terindikasi kegiatan teroris dan pendanaan teroris; Meski beberapa langkah telah dilakukan, pemerintah Indonesia menyadari risiko pendanaan teroris di Indonesia masih ada.
TUJUAN
Meningkatkan kerja sama antara otoritas dalam dan luar negeri untuk menghentikan aktivitas teroris dan pendanaan teroris; Pengetahuan tentang efektivitas penerapan sanksi keuangan yang ditargetkan dalam upaya mencegah dan mengganggu kegiatan teroris dan pendanaan teroris.
OUTPUT
Hasil konsolidasi SRA TPPT pada industri berisiko tinggi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi risiko spesifik terkait tindak pidana pendanaan teroris di sektor tertentu dan mendukung penentuan langkah mitigasi risiko yang tepat. Hasil konsolidasi SRA TPPT sektor industri berisiko tinggi ini akan sangat membantu aparat penegak hukum dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pendanaan teroris serta melakukan pemantauan terarah dengan mempertimbangkan penilaian risiko organisasi teroris dan afiliasinya. .
KONDISI DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI ATAU KELOMPOK
PERKEMBANGAN TERORISME GLOBAL (ISIS DAN AL-QAEDA) DAN
TERORISME DOMESTIK
LAZ ABA KPP SURABAYA aka YAYASAN ABDURRAHMAN BIN AUF-SBY AKA BAITUL MAAL ABDURRAHMAN BIN AUF SURABAYA;. LAZ ABA KPP SUMUT aka YAYASAN BAITUL MAAL ABDURRAHMAN BIN AUF AKA ABDURRAHMAN BIN AUF SUMUT YYS MEDAN;.
EKSTREMISME KEKERASAN DOMESTIK
Kemunculan dan aktivitas kelompok ekstremis kekerasan yang mengarah pada terorisme di Indonesia telah terjadi dan mendapat perhatian serius dari pemerintah karena akan berdampak pada terciptanya kondisi rentan yang mengancam hak atas rasa aman dan stabilitas keamanan nasional. Rencana aksi yang tertuang dalam PE RAN merupakan serangkaian program terkoordinasi yang akan dilaksanakan oleh berbagai kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk memitigasi ekstremisme kekerasan.
PERKEMBANGAN PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA TERORISME
Sumber : data yang diolah, Densus 88 Anti Teror Polri Gambar 2 Statistik Penyidikan Terorisme dan Tindak Pidana. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 36 Tabel 3 Statistik pemblokiran langsung aset dalam daftar DTTOT.
PENGAWASAN LEMBAGA PENGAWAS DAN PENGATUR DAN/ATAU
Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 38 Tabel 4 Cakupan pelaksanaan pemantauan pembiayaan tematik. 39 | Penilaian risiko sektoral atas pelanggaran pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi Tidak ada cakupan. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 40 Sumber : data yang diolah.
Tidak ada penyelenggara atau sektor industri yang mengembangkan hubungan bisnis atau kegiatan pengiriman uang dengan negara-negara berisiko tinggi, baik di dalam negeri maupun dalam daftar FATF. Pilar Program Pencegahan Pendanaan Terorisme (pengawasan aktif direksi/komisaris, kebijakan dan prosedur, pengendalian internal, sistem manajemen informasi, sumber daya manusia dan pelatihan). Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 44 Selain itu, beberapa kegiatan akan dilakukan secara terintegrasi pada periode tahun 2020 hingga 2020.
METODOLOGI PENELITIAN
- METODE PENELITIAN
- RUANG LINGKUP DAN LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN RISIKO
- TAHAPAN PENILAIAN RISIKO
- SUMBER DATA
Pelaksanaan review secara sirkuler terhadap rancangan laporan konsolidasi peningkatan penilaian risiko spesifik sektor tindak pidana pendanaan teroris pada sektor industri berisiko tinggi (SRA TPPT) Tahun 2023 kepada seluruh tim penyusun dan asosiasi pada tanggal 05 s.d. Penyelesaian Laporan Konsolidasi Update Penilaian Risiko Sektoral Pendanaan Terorisme pada Sektor Industri Berisiko Tinggi (SRA TPPT) Tahun 2023 pada tanggal 10 Juli s/d 14 Agustus 2023. Peluncuran dan komunikasi kepada regulator, penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait temuan Konsolidasi Laporan Penilaian Risiko Kejahatan Sektoral Pendanaan Terorisme pada Sektor Industri Berisiko Tinggi (SRA TPPT) Tahun 2023 pada tanggal 15 Agustus 2023.
Sosialisasi laporan konsolidasi pengkinian penilaian risiko kejahatan sektoral pendanaan terorisme sektor industri berisiko tinggi (SRA TPPT) tahun 2023 kepada seluruh regulator dan pelapor pada tanggal 29 Agustus 2023. Penyusunan laporan konsolidasi pengkinian risiko kejahatan sektoral. tindakan pendanaan terorisme di sektor industri berisiko tinggi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan data periode 2020 hingga 2020. Persiapan konsolidasi penilaian risiko sektoral terkini untuk pelanggaran pendanaan teroris di industri berisiko tinggi.
ANALISIS PENILAIAN RISIKO SEKTORAL PENDANAAN TERORISME PADA
PERATURAN DAN LEGISLASI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK
Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Teroris di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 54 Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi Undang-undang;. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Penerimaan dan Pencairan Sumbangan Organisasi Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Dengan Pendanaan Terorisme; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Penerapan Asas Pengakuan Pemilik Sah Perusahaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris;
Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 56 laporan tindak lanjut DTTOT tersebut, yaitu laporan blokir atau nihil laporan; Penerapan PMPJ dilakukan apabila terdapat transaksi keuangan mencurigakan terkait tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan teroris; Pengelompokan pengguna jasa berdasarkan tingkat risiko tindak pidana pencucian uang atau pendanaan teroris.
PERANAN REGULATOR DALAM UPAYA MITIGASI RISIKO TINDAK PIDANA
Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 64 Pemusnahan massal pada sektor lembaga penyedia jasa pembayaran non bank dan kegiatan usaha penukaran mata uang non bank pada tahun 2021;. Memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum yang bertugas mencegah dan memberantas tindak pidana terkait pendanaan terorisme; Strategi pengurangan risiko kejahatan pendanaan terorisme berdasarkan kekurangan pada penilaian MEF FATF Indonesia tahun 2023 dan penilaian risiko terpenting penilaian risiko sektoral pendanaan terorisme pada sektor industri dengan risiko tinggi pada tahun 2023.
Beberapa ilustrasi efektivitas penggunaan SIPENDAR dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme di Indonesia. Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Teroris di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 72 Jenis Usaha Pihak Pelapor. Hingga semester I tahun 2023, pemerintah Indonesia telah menetapkan 5 identitas baru (individu dan . Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan terorisme di sektor industri berisiko tinggi | 74 badan hukum) di DTTOT berdasarkan pertukaran informasi dan permintaan pihak asing. .
RISIKO UTAMA TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME PADA SEKTOR
Berikut penjelasan tipologi cara terbaru berdasarkan hasil konsolidasi penilaian risiko kejahatan pendanaan teroris di sektor industri tahun 2023. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri risiko tinggi | 80 saluran pengiriman berisiko rendah yaitu mitra dan aplikasi seluler. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 92 ABDURAHMAN BIN AUF (ABA) ingin meningkatkan perekonomian Jemaah Islamiyah dalam hal ini juga yaitu biaya operasional.
Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 94 Gambar 9 Studi kasus pendanaan teroris yang menggunakan organisasi nirlaba. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 102 kepentingan pribadi terdakwa. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 108 Gambar 16 Studi kasus FTF Deportant.
Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Teroris di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 114 Tidak ada strategi pencegahan jangka panjang. Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Teroris di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 116 Tidak ada strategi untuk kerjasama jangka panjang.
TREN MENGEMUKA TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME PADA
STUDI KASUS TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME PADA SEKTOR
Perbuatan tersangka diatur dan diancam dengan Pasal 5 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Yayasan Abdurahman Bin Auf (ABA) merupakan yayasan milik Organisasi Jemaah Islamiyah yang seluruh pendiri dan pengurusnya merupakan anggota Organisasi Jemaah Islamiyah. Tujuan didirikannya Yayasan ABDURAHMAN BIN AUF (ABA) adalah untuk membantu keluarga anggota Jemaah Islamiyah yang ditangkap polisi, yaitu dengan memberikan santunan kepada anak dan istrinya, selain YAYASAN.
Sehingga melalui Syam Organizer yang dijalankan terdakwa dapat berkontribusi pada kelompok Jemaah Islamiyah (JI) dengan cara menarik simpati/hati masyarakat untuk kemudian diteruskan untuk direkrut menjadi anggota Jemaah Islamiyah (JI). Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Terorisme di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 96 donasi yang terkumpul sejak 2017 hingga 2020 setidaknya mencapai dua puluh delapan miliar rupiah. Penilaian Risiko Sektoral Kejahatan Pendanaan Terorisme di Sektor Industri Berisiko Tinggi | 104 Tujuan dan motivasi AH dan kawan-kawan dari kelompok JI (Jamaah Islamiyah) bergabung dengan JN adalah untuk belajar berperang melalui jihad dengan senjata api melawan orang-orang kafir dan kemudian ketika mereka kembali ke Indonesia dan setelah mereka memiliki kemampuan untuk melawan atau menggunakan senjata dan pembuatan bom tersebut akan digunakan untuk mengubah sistem pemerintahan Indonesia saat ini.
KESIMPULAN DAN STRATEGI MITIGASI
KESIMPULAN
DKI Jakarta, Papua, dan Papua Barat merupakan wilayah geografis/provinsi yang mempunyai risiko tinggi terhadap TPPT. Pegawai Swasta dan Wirausaha/Wirausaha merupakan profil pengguna jasa perorangan dengan tingkat risiko TPPT “tinggi” pada sektor KUPVA Non Bank. Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah dengan tingkat risiko “tinggi” terhadap TPPT sektor PTD non-bank.
Wirausaha/Entrepreneur merupakan profil pengguna jasa perorangan yang mempunyai tingkat risiko “tinggi” terhadap TPPT di sektor VH non perbankan. Cash-to-Cash (outbound, inbound, domestic) merupakan produk dan layanan PTD non bank dengan tingkat risiko TPPT “tinggi” pada sektor PTD non bank. Penilaian risiko sektoral kejahatan pendanaan teroris di sektor industri berisiko tinggi | 112 penyaluran dana dengan kegiatan sosial, kemanusiaan, amal, keagamaan, kesejahteraan sosial dan amal baik lainnya.
STRATEGI MITIGASI
4 Menerapkan CDD yang lebih ketat/meningkat jika pengguna layanan teridentifikasi dalam indikator bendera merah yang mengindikasikan kejahatan teroris dan kejahatan pendanaan teroris; 5 Pengkinian data pengguna jasa dan pembuatan profil serta penilaian risiko pengguna jasa berupa OCD/NPO (menurut definisi FATF), termasuk pengelola dan pemantauan sesuai profil risiko; 6 Penguatan data analitis yang mendukung deteksi dan pelaporan aktivitas atau transaksi keuangan mencurigakan yang berindikasi kejahatan terorisme dan/atau pendanaan teroris serta penghindaran sanksi keuangan;
10 Meningkatkan pengawasan tematik terhadap tindak pidana pendanaan teroris pada sektor industri berisiko tinggi antara lain: Bank, KUPVA BB dan Penyelenggara Transfer Dana (PTD) serta pada sektor industri yang terlibat dalam tren yang sedang berkembang. 2 Meningkatkan kapasitas FIU, penegak hukum dalam memahami risiko dan tipologi terkini (financial technology dan crypto-assets) serta penanganan kasus tindak pidana pendanaan teroris terhadap badan hukum dari korporasi, termasuk ormas/NPO; 3 Meningkatkan kerja sama dalam penanganan perkara dan gangguan terhadap kegiatan dan transaksi keuangan yang terindikasi tindak pidana pendanaan teroris, serta penggunaan pendekatan teknis dalam penanganan tindak pidana pencucian uang.