Volume 1, No 1 (2023): September
P-ISSN: .... ...., E-ISSN: .... - ....
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
1
Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Peserta Didik Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas 2 Di Mi Miftahul Iman Poncowarno
Suimah1
E-mail: [email protected]
Abstrak: Peningkatan hasil belajar fiqih peserta didik melalaui media audio visual di MI Miftahul Iman Poncowarno. Pendidikan pada saat sekarang mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Sehingga ada sebutan abad 21 atau 4.0 serba tehnologi begitu juga dengan kemampuan pendidik di tuntut dalam perkemabngan komepetensi agar hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari dari strategi atau metode yang digunakan agar peserta didik lebih mersasa merdeka belajar. Begitu juga dengan pembelajaran tata cara adzan sangat dianjurkan untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka peneliti menggunakan pemenfaatan media audio visual dalam pembelajaran. adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ibadah fikih peserta didik melalui media audio visual dan pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023-2024, yaitu pada bulan Juli Sedangkan sumber data yang saya ambil adalah sumber data utama atau primer yaitu peserta didik kelas II A MI Miftahul man terdiri dari 18 Peserta didik. Objek penelitian adalah praktek Azan peserta didik. Sedangkan untuk tekhnik pengumpulan data pelengkap atau skunder saya ambil dari guru sebagai observer ketika proses pembelajaran berlangsung selama 3 siklus yaitu siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis.
Dari hasil yang peneliti peroleh hasil belajar fiqih peserta didik mengalami peningkatan dengan menggunakan media audio visual. Ini di buktikan dengan persentase hasil belajar pada tahap 1 50 %, tahap 2 88% dan tahap 3 99 %. Dari hasil inilah peneliti bersumsi bahwa hasil belajar mengalamai peningkatan. Karena semua peserta
Kata Kunci : Peningkatan, hasil, belajar, fiqih, peserta didik.
1. Pendahuluan
Dalam era teknologi informasi yang semakin maju ini, penggunaan media audio visual telah menjadi sarana yang sangat efektif dalam penelitian dan komunikasi ilmiah. Media audio visual mengacu pada penggunaan elemen suara, gambar, dan gerakan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih dinamis dan menarik dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya menggunakan teks atau tulisan.
Teori-teori yang memperkuat penggunaan media audio visual dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan visualisasi dan pendekatan multi-sensorik dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi pada tingkat yang lebih tinggi
2
dibandingkan dengan metode pengajaran yang hanya mengandalkan tulisan atau lisan semata. Media audio visual memanfaatkan kekuatan visual dan auditori manusia untuk memperkuat pesan yang disampaikan, sehingga memungkinkan peneliti untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih efektif.
Salah satu teori yang relevan adalah teori dual coding yang dikemukakan oleh Allan Paivio pada tahun 1971. Menurut teori ini, manusia memiliki dua sistem representasi kognitif yang terpisah, yaitu representasi verbal (tulisan atau kata-kata) dan representasi non-verbal (gambar atau visual). Ketika kedua sistem ini diaktifkan secara bersamaan, informasi yang disampaikan menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Dengan menggunakan media audio visual, peneliti dapat menggabungkan kedua sistem ini dalam penyampaian informasi, sehingga meningkatkan pengertian dan daya ingat audiens.
Selain itu, teori pengolahan informasi juga memberikan dukungan bagi penggunaan media audio visual dalam penelitian. Menurut teori ini, pikiran manusia memproses informasi melalui serangkaian tahapan, yaitu penerimaan, pemrosesan, penyimpanan, dan pengambilan informasi. Penggunaan media audio visual dapat membantu dalam setiap tahap ini. Visualisasi informasi mempermudah penerimaan dan pemrosesan informasi, sedangkan suara atau elemen audio dapat meningkatkan daya ingat dan memudahkan pengambilan informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang.
Selain itu, media audio visual juga dapat memperkuat komunikasi non-verbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan intonasi suara. Komunikasi non-verbal ini dapat menambah dimensi emosional dan memperkaya pengalaman audiens dalam menerima informasi. Hal ini penting dalam penelitian karena tidak semua informasi dapat diungkapkan dengan kata-kata saja. Media audio visual dapat menambahkan konteks, nuansa, dan kekayaan interpretasi yang sulit dicapai dengan metode tulisan atau lisan biasa.
Dalam penelitian, penggunaan media audio visual tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi juga dapat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan audiens. Kombinasi antara suara, gambar, dan gerakan dapat menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan interaktif, sehingga audiens lebih terlibat dan cenderung memperhatikan informasi yang disampaikan. Selain itu, media audio visual juga dapat meningkatkan kejelasan dan kefektifan presentasi penelitian, karena informasi yang disajikan lebih mudah diikuti dan dipahami oleh audiens.
Dalam penelitian melalui metode media audio visual, peneliti perlu mempertimbangkan desain visual, kualitas audio, narasi yang baik, dan penggunaan teknologi yang tepat. Media audio visual yang dirancang dengan baik dapat memperkuat pesan yang disampaikan dan meningkatkan pengaruh penelitian terhadap audiens.
Dalam mencapai mutu pendidikan ada hal-hal yang harus di perhatikan, agar tujuan yang di harapkan tercapai.Sejauh ini hasil belajar menjadi tolak ukur keberhasilan
3
peserta didik. Karena keberhasilan seorang guru dalam mendidik tergambar dalam hasil belajar berupa nilai yang di tuangkan dalam raport.sehingga yang menjadi tolak ukur keberhasilan atau tidak karena di pengaruhi faktor-faktor( Parta Ibeng, 2020)Pertama faktor dorongan, faktor ini merupakan dorongan yang muncul dari diri peserta didik , ini faktor paling penting, karena tampa ada keinginan dari diri kita minat itu tidak akan muncul, dua faktor motif sosial, faktor sosial juga dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik agar dapat di akui masyarakat apapun aktivitas mereka, tiga Faktor emosional, faktor emosional erat hubungannya dengan faktor emosi, dan faktor ini di anggab kompleks karenaerta hubungannya dengan objek dan minat seseorang. Kesuksesan seseorangberada pada aktivitasnya yang menimbulkan perasaan suka atau puas. Sedangkan apabila kegagalan yang menghampiri peserta didik maka akan mengurangi minat terhadap aktivitasnya.
Guru adalah salah satu komponen penting dalam pendidikan. Karena berhasil atau tidaknya pembelajaran di tentukan dari guru itu sendiri. Sehingga di tuntutlah guru yang kreatif,inovatif agar materi ajar mudah di pahami peserta didik dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Dalam UUD RI No20 Tahun 2003 di jelaskan:
Pendidikan adalah usaha sadar dan teencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya unutk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterempilan yang di perlukan dirinya masyarakat Pemanfaatan media dalam mentranfer pengetauan sangatlah di butuhkan,agar peserta didik terangsang untuk belajar dan menarik perhatian mereka. Media pembelajaran menurut Rozzi dan Breidle dalam Sanjaya (2012:58) adalah seluruh alat dan bahan yang dapat di pergunakan untuk tujuan pendidikan. Sedangkan arsyad ( 2013:10) mengatakan media itu adalah sesuatu yang dapat di gunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang minat dan perhatian siswa. Arsyad (2013:32) juga mengatakan media audio visual merupakan cara untuk menyampaikan materi dengan memakai mesin mekanis untuk menyajikan pesan audio visual.
Dalam pencarian identitas diri seorang peserta didik di harapkan mampu membentuk konsep dirinya yang positif karena pengaruh terhadap pola pikirnya, prilakunya, serta pendidikan dalam pencapaian hasil beljarnya. Tampa adanya minat belajar yang tinggi sekuat apaun guru mengarahkan,orang tua tenaga pendidik dan juga sarana sekolah maka peserta didik tersebut akan tetap malas belajar. Sehingga terkadang peserta didik kurang mampu menjawab soal yang di berikan guru, malahan tak sedikit peserta didik hanya menjawab 1 atau 2 pertanyaan dan ada juga kertasnya masih putih seperti semula yang di berikan pengawas atau guru bidang studi terutama dalam pembelajaran tata cara Azan. Akibatnya nilai yang di peroleh tidak memuaskan. Untuk itu seorang guru perlu menciptakan model pembelajaran yang di sukai peserta didik untuk membatasi antara teori dan praktek belajar seperti terdapat dalam penggunaan media pempelajaran seperti audio visual yang
4
ada saat sekarang ini di jadikan salah satu media pembelajaran Azan Praktik Lafal Adzan.
Pembelajaran yang menggunakan media yang bagus akan menarik perhatian peserta didik dalam memahami materi. Terlebih dalam praktek membaca al-quran.
Sebab menggunakan gambar, vidio dan suara yang dapat mereka tirukan. Orang tua juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.karena tak jarang peserta didik mendapatkan masaah di rumah dengan orang tua terbawa kesekolah dan mengenai mental peserta didik tersebut sehingga hasi belajar tidak ada sama sekali di karenakan fikirannya sudah terganggu. Sehingga guru harus bisa menempatkan strategi untuk menimbulkan semangat peserta didik yang berimbas terhadap hasil belajar peserta didik tersebut( A. Nisa, 2017). Karena tidak jarang di temukan jika guru dalam proses belajar mengajar salah strategi peserta didik dalam masalah akan membangkang malah keluar kelas dan tidak mendengarkan ajaran yang di berikan guru.
Ini suatu permasalahan yang dihadapi peserta didik yang perlu di selesaikan baik oleh guru bidang studi, ataupun Untuk mengatasi hal tersebut dikatakan paradigma pendidikan yang dominan untuk meningkatkan mutu pendidikan mencakup:
kurikulum, pedagogie dan penilaian hasil belajar. kurikulum adalah bahan ajar atau materi yang untuk di sampaikan kepada peserta didik, pedagogie adalah proses pembelajaran guru dengan menggunakan model pembelajaran sedangkan peniaian itu evaluasi sesuai dengan Ketentuan yang telah yang telah di tetapkan. Tinggi rendahnya minat belajar peserta didik sangat di tentukan oeh faktor-faktor pendidkan dan pembelajaran seperti guru, peserta didik dan lingkungan lainya.
Dalam hal ini pembelajaran akan berhasil guru perlu menumbuhkan minat belajar peserta didik dan guru juga harus kreatif. ( Siti Suprihatin, ISSN: 2442-9449 Vol 3.No.1(2015)73-82 )
Selain itu seorang guru juga harus memperhatikan metode pembelajaran yang di gunakan yang relevan dengan model dan pendekatan.seperti problem solving untuk meningkatkan kemampuan dan minat belajar peserta didik terhadap materi yang di sampaikan. Karena kita ketahui pemecahan masalah itu atau problema solving untuk menanamkan kepada peseta didik bagaimana berfikir sistematis dan logis dalam mengatasi masalah yang di hadapi. begitu juga dengan model pembelajaran yang dilalukan oleh guru sangat berpengarh terhadap minat belajar peserta didik.
Orang tua juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. karena tak jarang peserta didik mendapatkan masaah di rumah dengan orang tua terbawa kesekolah dan mengenai mental peserta didik tersebut sehingga hasil belajar tidak ada sama sekali dalam sehari itu karena fikrannya sudah terganggu. Sehingga guru harus bisa menempatkan strategi media untuk menimbulkan semangat peserta didik yang berimbas terhadap hasil belajar peserta didik tersebut.( Abdul Ghani, 337- 343,2015) karena tidak jarang di temukan jika guru dalam proses belajar mengajar salah strategi dan media peserta didik dalam masalah akan membangkang malah keluar kelas dan tidak mendengarkan ajaran yang di berikan gurun( D
5
Firmansyah,2015).Sehingga dalam pembacaan al-quran juga di mulai dari rumah yang dalam hal ini perlu penuntunan dari orang tua.
MI Miftahul Iman Poncowarno adalah salah satu sekolah swasta formal dibawah naungan Kementerian Agama. Dari observasi penulis di lapangan serta praktek langsung dalam kelas bahwa dalam pelaksanaan belajar Fiqih peserta didik MI Miftahul Iman Poncowarno sebagaian peserta didik kurang mampu dalam memahami materi.
Wawancara penulis dengan salah satu peserta didik kelas II A bahwa dalam hal ini di picu oleh kurang maksimalnya pendidik atau guru dalam memanfaatkan media, seperti media audio visual dalam proses pembelajaran berlangsung. Sehingga peserta didik kurang berminat secara serius dalam belajar praktek pelaksanaan Azan. Berangkat dari permasalahan inilah penulis tergugah untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas yanng di tuangkan dalam PTK yang berjudul: “Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Peserta Didik Melalui Media Audio Visual Di Mi Miftahul Iman Poncowarno”
2. Metode
Sesuai dengan permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini makajenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dimana Suharsimi Arikunto penelitian tindakan kelas suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran berupa sebuah tindakan yang di sengaja di munculkan dan terjadi dalam sebuahkelas secara bersamaan. Dalam penelitian ini yang penulis jadikan sebagai subyek penelitian adalah peserta didik kelas II A dengan jumlah 30 Peserta Didik.
Kegiatan ini akan di lakukan 1 bulan yaitu bulan Juli 2023. Dalam hal ini waktu akan penulis pergunakan untuk memperoleh data, hasil penelitian sampai pada pembuatan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Tes ini dapat mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang seputar masalah mata pelajaran Fiqih, misalnya tentang Azan, dan hikmah-hikmah yang dapat diperoleh dari melaksanakan Fiqih Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk soal..
3. Hasil
Lampung Tengah, Lampung. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan dilapangan menyangkut hasil belajar fiqih peserta didik di MI Miftahul Iman Poncowarno begitu rendah. Hal ini di sebabkan karena kurangnya pemanfaatan media terutama media audio visual dalam pembelajaran. Sehingga peserta didik kurang bersemangat dalam belajar. Berikut ini tabel hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan media Audio Visual.
Adapun jadwal pelaksanaan Siklus 1 yaitu:
6
Tabel 1 Jadwal Perencanaan ( Siklus I ) No Hari/tanggal Pertemuan Materi
1 Senin 25 Juli 2023 Pertemuan I
- Pengertian Azan
- pengertian adzan, muadzin, dan mustami` dengan
benar
- Tata Cara Azan dengan benar - tes kemampuan siklus 1
Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1 terlihat nilai ulangan siswa masih rendah.
Jumlah siswa yang berhasil hanya 8 orang atau 28% dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil 22 orang atau 72 % dari jumlah keseluruhan. Nilai rata-rata ulangan yang diperoleh siswa masih rendah yakni 66.
Dari temuan nilai ulangan siswa peneliti mulai melakukan penelitian tindakan kelas dikelas 2A untuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan media audio visual.
1. Hasil Penelitian Siklus 1
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan satu pertemuan pemberian tindakan dan satu kali pertemuan tes kemampuan memecahkan masalah akhir. Tindakan pembelajaran yang dilakukan pada setiap siklus disesuaikan dengan rencana pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran Fiqih dengan mengunakan media audio visual di kelas 2A MI Miftahul Iman Jumlah siswa 30. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini melalui empat tahapan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Setelah melalui tahapan- tahapan tersebut maka diperoleh data-data yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui audio visual di MI Miftahul Iman.
Pada tahap perencanaan ini peneliti menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu menyusun Modul Pembelajaran tentang materi Praktik Lafal Adzan, dengan model Problem Based Learning (PBL), menyusun dan mempersiapkan bahan ajar, menyusun dan mempersiapkan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran, dan mempersiapkan soal tes kemampuan
memecahkan masalah siswa akhir siklus I dan menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran.
Adapun hasil observasi pada siklus 1 didapatakan ketika pembelajaran berlangsung yang diamati oleh peneliti. Sehingga gambaran hasilobservasi dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
7
Tabel 3 hasil belajar Siklus 1
No Nama Peserta Didik Nilai Ketuntasan
1. ADKHA ILYAS SAPUTRA 80 Tuntas
2. AISYAH SALSABILA 67 Remidial
3. ALFIAN AZRI ALFARIQ 80 Tuntas
4. ANGGA SETIAWAN 80 Tuntas
5. ASIFFA AULIYA ZAHRA 67 Remidial
6. ATHA ZADLAN 80 Tuntas
7. EKA MEI LANTIKA 68 Remidial
8. HAFIZ ZIQRI FATHULLOH 68 Remidial
9. ICHA AULIA RAHMA 69 Remidial
10. IQBAL ARKAB GHOFUR FAWWAZI 67 Remidial
11. JASMIN ALIFIA SYAFA 68 Remidial
12. KANZA LAILA ZULFA 70 Tuntas
13. KHANSANIA HARUMI BILQIS 80 Tuntas
14. MAGHFIROH ASHFA ZAARA 75 Tuntas
15. MAUMAR ARDIANSYAH 67 Remidial
16. NADINE PUTRI HERMATO 80 Tuntas
17. NAJMA SAFIYAH SAFITRI 66 Remidial
18. PRIMALASARI SETIANINGRUM 73 Tuntas
Total 2198
Rata-Rata 71
Presentasi Ketuntasan 50 %
Presentasi Belum Ketuntasan 50 %
Dari tabel di atas terlihat bahwa pengetahuan peserta didik meningkat dari pada kondisi awal ketika pembelajaran belum menggunkan media audio visual. Sudah ada peningkatan hasil yaitu siswa yang berhasil mendapat ketuntasan nilai sebanyak 50%
dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil 50 % dari jumlah keseluruhan. Nilai rata- rata ulangan yang diperoleh siswa juga ada peningkatan yaitu 71.
Tabel 4. Hasil Observasi Siswa Pada Siklus I
No Indikator
Skor Nilai
1 2 3 4
1. Perhatian siswa mengikuti pembelajaran yang � Disajikan melalui media audio visual
8
2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran melalui � Media Audio Visual
3. Bertanya kepada peneliti apabila tidak � Memahami pelajaran yang disajikan melalui
audio visual
4. Mengerjakan tugas yang diberikan peneliti �
5. Kerjasama dalam kelompok �
6. Kemauan belajar yang tinggi �
Jumlah 15
Rata-Rata 62,5%
Dari 6 aspek kegiatan yang diamati peneliti pada siklus I, peneliti mencapai 15 skor dengan persentase 25%, sedangkan dari ke 5 aspek kegiatan siswa yang diamati, siswa mencapai 10 skor dengan persentase 50%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus 1 terlihat bahwa aktivitas peneliti dan siswa belum baik, tetapi secara indikator kinerja hasil tersebut masih dikategorikan gagal karena belum mencapai kriteria indicator kinerja (85%). Untuk itu, peneliti melaksanakan perbaikan pada siklus II dengan menekankan pada bagian- bagian yang merupakan kesulitan bagi siswa dan juga kekurangan peneliti dalam mengkoordinasi berlangsungnya proses pembelajaran, agar terjadi peningkatan hasil belajar siswa, seperti yang diharapkan melalui media audio visual.
2. Hasil Penelitian Siklus 2
Pada tahap perencanaan, peneliti dan guru berkolaborasi menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu: menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang materi sholat jamak dan qosor dengan menggunakan media audio visual, menyusun dan mempersiapkan bahan ajar yang akan diajarkan, mempersiapkan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran, mempersiapkan soal tes kemampuan memecahkan masalah akhir siklus II, dan menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran Tabel 5 Jadwal Perencanaan (SiklusII)
No Hari/tanggal Pertemuan Materi
1 Senin 31 Juli 2023 Pertemuan 2
- Pengertian Azan
- pengertian adzan, muadzin, dan mustami`
dengan benar
- Tata Cara Azan dengan benar - tes kemampuan siklus 2
Pada tahap perencanaan siklus 2 ini peneliti menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu menyusun Modul Pembelajaran tentang materi Sholat Sunnah
9
jamak dan qosor, dengan model Problem Based Learning (PBL), menyusun dan mempersiapkan bahan ajar, menyusun dan mempersiapkan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran, dan mempersiapkan soal tes kemampuan memecahkan masalah siswa akhir siklus 2 dan menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran.
Adapun hasil observasi pada siklus 2 didapatakan ketika pembelajaran berlangsung yang diamati oleh peneliti. Sehingga gambaran hasil observasi dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6 hasil belajar Siklus 2
No Nama Peserta Didik Nilai Ketuntasan
1. ADKHA ILYAS SAPUTRA 85 Tuntas
2. AISYAH SALSABILA 75 Tuntas
3. ALFIAN AZRI ALFARIQ 86 Tuntas
4. ANGGA SETIAWAN 87 Tuntas
5. ASIFFA AULIYA ZAHRA 75 Tuntas
6. ATHA ZADLAN 80 Tuntas
7. EKA MEI LANTIKA 80 Tuntas
8. HAFIZ ZIQRI FATHULLOH 76 Tuntas
9. ICHA AULIA RAHMA 78 Tuntas
10. IQBAL ARKAB GHOFUR FAWWAZI
67 Remidial
11. JASMIN ALIFIA SYAFA 68 Remidial
12. KANZA LAILA ZULFA 69 Remidial
13. KHANSANIA HARUMI BILQIS 87 Tuntas
14. MAGHFIROH ASHFA ZAARA 75 Tuntas
15. MAUMAR ARDIANSYAH 70 Tuntas
16. NADINE PUTRI HERMATO 80 Tuntas
17. NAJMA SAFIYAH SAFITRI 66 Remidial 18. PRIMALASARI SETIANINGRUM 73 Tuntas
Total 2428
Rata-Rata 78
Presentasi Ketuntasan 22 %
Presentasi Belum Ketuntasan 78%
Dari tabel di atas terlihat bahwa pengetahuan peserta didik meningkat dari pada kondisi awal ketika pembelajaran belum menggunkan media audio visual. Sudah ada peningkatan hasil yaitu siswa yang berhasil mendapat ketuntasan nilai sebanyak 78%
dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil 22 % dari jumlah keseluruhan. Nilai rata- rata ulangan yang diperoleh siswa juga ada
10
peningkatan yaitu 70.
Tabel 7. Hasil Observasi Siswa Pemanfaatan Media Audio Visual siklus II
No Indikator
Skor Nilai
1 2 3 4
1. Perhatian siswa mengikuti pembelajaran yang Disajikan
� melalui media audio visual
2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran melalui Media Audio
� Visual
3. Bertanya kepada peneliti apabila tidak � Memahami pelajaran yang disajikan melalui audio
visual
4. Mengerjakan tugas yang diberikan peneliti �
5. Kerjasama dalam kelompok �
6. Kemauan belajar yang tinggi �
Jumlah 15
Rata-Rata 70, 83 %
3. Dari hasil observasi beberapa tabel di atas menggambarkan bahwa setiap siklus mengalami kenaikan. Dalam artian hasil belajar peserta didik terus mengalami peningkatan. Jika di amati pada tahap siklus 1 nilai rata-rata kognitif
mengalami peningkaan dari 50 % menjadi 78%. Begitu juga dengan hasil observasi penggunaan media audio visual dalam menganalisis mata pelajaran fiqih mengalami peningkatan dari 62,5 persen menjadi 70,83 persen. Hasil Penelitian Siklus 3
Pada tahap perencanaan, peneliti dan guru berkolaborasi menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, yaitu: menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang materi tata cara pelaksanaan Praktik Lafal Adzan dan Praktek pelaksanaan Praktik Lafal Adzan berserta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menggunakan media audio visual, menyusun dan mempersiapkan bahan ajar yang akan diajarkan, mempersiapkan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran, mempersiapkan soal tes kemampuan memecahkan masalah akhir siklus III, dan menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran.
11
Tabel 8 Jadwal Perencanaan (SiklusIII)
No Hari/tanggal Pertemuan Materi
1 Sabtu, 5 Agustus Pertemuan 3 - Pengertian Azan 2023
- pengertian adzan, muadzin, dan mustami` dengan
Benar
Adapun hasil observasi pada siklus 3 didapatakan ketika pembelajaran berlangsung yang diamati oleh peneliti. Sehingga gambaran hasil observasi dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
No Nama Peserta Didik Nilai Ketuntasan
1. ADKHA ILYAS SAPUTRA 88 Tuntas
2. AISYAH SALSABILA 77 Tuntas
3. ALFIAN AZRI ALFARIQ 88 Tuntas
4. ANGGA SETIAWAN 89 Tuntas
5. ASIFFA AULIYA ZAHRA 77 Tuntas
6. ATHA ZADLAN 82 Tuntas
7. EKA MEI LANTIKA 82 Tuntas
8. HAFIZ ZIQRI FATHULLOH
78 Tuntas
9. ICHA AULIA RAHMA 80 Tuntas
10. IQBAL ARKAB GHOFUR FAWWAZI
74 Tuntas
11. JASMIN ALIFIA SYAFA 70 Tuntas
12. KANZA LAILA ZULFA 72 Tuntas
13. KHANSANIA HARUMI BILQIS
89 Tuntas
14. MAGHFIROH ASHFA ZAARA
77 Tuntas
15. MAUMAR ARDIANSYAH 72 Tuntas
16. NADINE PUTRI HERMATO
82 Tuntas
17. NAJMA SAFIYAH SAFITRI
68 Remidial
18. PRIMALASARI SETIANINGRUM
75 Tuntas
Total 2428
Rata-Rata 78
Presentasi Ketuntasan 99 % Presentasi Belum Ketuntasan 1 %
12
Dari tabel di atas terlihat bahwa pengetahuan peserta didik meningkat dari pada kondisi awal ketika pembelajaran belum menggunkan media audio visual. Sudah ada peningkatan hasil yaitu siswa yang berhasil mendapat ketuntasan nilai sebanyak 99%
dari jumlah keseluruhan siswa, sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil 1 % dari jumlah keseluruhan. Nilai rata-rata ulangan yang diperoleh siswa juga ada peningkatan yaitu 78.
Tabel 9. Hasil Observasi Siswa Pemanfaatan Media Audio Visual siklus III
No Indikator
Skor Nilai
1 2 3 4
1. Perhatian siswa mengikuti pembelajaran yang Disajikan
� melalui media audio visual
2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran melalui Media Audio
� Visual
3. Bertanya kepada peneliti apabila tidak � Memahami pelajaran yang disajikan melalui
audio visual
4. Mengerjakan tugas yang diberikan peneliti �
5. Kerjasama dalam kelompok �
6. Kemauan belajar yang tinggi �
Jumlah 23
Rata-Rata 99,80 %
Dari hasil observasi beberapa tabel di atas menggambarkan bahwa setiap siklus mengalami kenaikan. Dalam artian hasil belajar peserta didik terus mengalami peningkatan. Jika di amati pada tahap siklus 2 nilai rata-rata kognitif mengalami peningkaan dari 78 % menjadi 99%. Begitu juga dengan hasil observasi penggunaan media audio visual dalam menganalisis mata pelajaran fiqih mengalami peningkatan dari 70,83 persen menjadi 99,80 %..
13
4. Pembahasan
Melihat hasil tes pada studi awal, kemudian dilanjutkan perbaikan siklus I, siklus II dan siklus III, terlihat bahwa setiap siklus perbaikan pembelajaran terjadi kenaikan dalam hal pemahaman siswa terkait materi Fikih yang disampaikan dengan menggunakan media audio visual.
Selain itu keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan di setiap siklus.Setiap tindakan perbaikan dari studi awal, siklus I, siklus II dan siklus III selalu ada peningkatan yaitu pada studi awal (30%) yang tuntas dari 30 siswa ,siklus I sebanyak 50% yang tuntas dari 38 siswa yang hadir, siklus II 78 % yang tuntas dari 30 siswa yang hadir,dan siklus III 99 % sudah tuntas dari KKM. Hal ini membuktikan manfaat dari media audio visual mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik di MIN 1 Muara Enim .untuk lebih jelas dapat dilihat pada table berikut:
Tabel19.Tingkat Ketuntasan Siswa Melalui Media Audio Visual
No Tahap Siswa Tuntas % Siswa Tidak Tuntas
%
1. StudiAwal 30% 7
0
%
2. SiklusI 50% 5
0
%
3 SiklusII 78 % 2
2
%
4 SiklusIII 99 % 1
%
Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran Fikih menggunakan audio visual sangat mempengaruhi keberhasilan atau peningkatan hasil belajar peserta didik.Berikut ini gambaran peningkatan hasil belajar peserta didik dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
14
5. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar fiqih peserta didik di MI Miftahul Iman Poncowarno. Implementasi media audio visual dalam pembelajaran fiqih membantu meningkatkan minat belajar, pemahaman konsep, dan motivasi peserta didik. Disarankan agar guru dan sekolah lebih berfokus pada penggunaan teknologi dan media interaktif dalam mengajar, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. A Nisa, Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar. Jurnal ilmiah kependidikan2017 Abdul Ghani, Pengaruh Model pembelajaran dan Persepsi Tentang Matematika dan
Hasil Belajar Peserta didik 337-343,2015
A Nisa, Pengaruh Perhtian Orang Tua dan Minat Belajar Peserta didik Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Terhadap Prestasi Belajar IPS , 201
Danim, Sudarbuan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Bahri dan Aswan Zain, 2006, Strategi Belajar Mengajar ,Jakarta: PT Rineka CiptaAzhar,
Arsad , 2008, Media Pembelajaran ,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Firmansyah, Strategi Pembelajaran dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar,2015 S.
Sadiman, Arief, dkk. 2003. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers media/http://adhy14.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-media-audio-
visual.html Parta Ibeng, Pengertian Minat, Kharesteristik Menurut Para Ahli, 19 Agustus 2020
Sadiman, Arief S. , M.Sc., dkk., Media Pendidikan : Pengertian dan Pemanfatannya, Jakarta : Pustekom Dikbud dan PT. Rajagrafindo Persada Iif,
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Siti Suprihatin, Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta didik, ISSN : 2442-9449 Vol 3.No.1(2015)73-82