• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA MA MIFTAHUL FALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA MA MIFTAHUL FALAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA MA MIFTAHUL FALAH

Moh Ridwan

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya E-mail:[email protected]

Abstract

Dunia pendidikan mengalami perkembangan dalam mewujudkan generasi muda yang mampu menghadapi globalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam di Kelas XB MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). penelitian tindakan kelas ini direncanakan berlangsung dalam dua siklus. Berdasarkan keseluruhan hasil belajar siswa pada siklus pra tindakan, siklus I dan siklus II, Terjadi peningkatan di mana pada kondisi awal (pra siklus) sebanyak 83,33% atau 24 siswa tidak tuntas sebagaimana Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70, sedangkan yang nilainya diatas KKM hanya 16,67% atau sebanyak 6 siswa. Pada siklus I adalah 61,11% atau sebanyak 18 siswa tuntas dan 38,89% atau 12 siswa tidak tuntas.Selanjutnya pada siklus kedua terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan yakni 88,89% atau 26 siswa tuntas. Selain itu rata-rata hasil belajar siswa juga terus meningkat pada setiap siklusnya yakni 55,00 pada pra siklus meningkat menjadi 73,33 pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 83,89 pada siklus kedua.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kelas XB MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam khususnya pada materi Kebudayaan Masyarakat Makkah sebelum Islam pada siswa kelas X di MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2023/2024.

Kata kunci:audio visual, hasil belajar dan MA Miftahul Falah Kudus

(2)

Pendahuluan

Sejarah Kebudayaan Islam merupakan sebuah mata pelajaran yang mengajarkan tentang peristiwa atau catatan peristiwa masa lampau yang berupa perkembangan hasil pemikiran dan perasaan manusia yang terjadi pada masa islam atau dipengaruhi oleh islam mulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Dan merupakan mata pelajaran wajib yang ada di Madrasah Aliyah Miftahul Falah sebagaimana yang tercantum dalam Kurikulum Madrasah Aliyah Miftahul Falah.

Salah satu materi yang akan diajarkan di Fase E adalah Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam. Hal ini sesuai dengan Capaian Pembelajaran Fase E yang tercantum dalam kemenag Pendis tahun 2022.

yang mana materi ini memerlukan pemahaman bacaan yang mendalam, dan bagi peserta didik yang sulit untuk membaca maka materi sangat sulit untuk dipahami.

Model pembelajaran dengan menggunakan media audio visual merupakanmodel pembelajaranyang mengajak siswa untuk mengamati dan mendengarkan video yang ditayangkan oleh guru di depan kelas. Melalui penggunaan media pembelajaran ini guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa lebih perhatian. Dan dengan penggunaan media ini, dapat meningkatkan kepekaan dan keaktifan, juga memungkinkan para siswa saling menghormati dan menghargai mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan, memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai – nilai sosial dan komitmen, dan masih banyak lagi keuntungan yang dapat diperoleh melalui penggunaan media audio visual.

Menurut Sanjaya (2009:162) proses pembelajaran adalah proses komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan 3 komponen pokok, yaitu komponen mengirim pesan (pengajar), komponen penerima pesan (anak didik), dan komponen pesan itu sendiri (materi pembelajaran).

Kadang-kadang pada proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi.

Artinya, bahan ajar atau pesan yang disampaikan pengajar nir bisa diterima sang siswa menggunakan optimal. Siswa hanya bisa mendapat bahan ajar sebagian berdasarkan apa yang disampaikan sang pengajar, lebih parah lagi siswa menjadi penerima bahan ajar nir menangkap apa yang disampaikan guru.

Menurut Suparno (2002), siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dicirikan oleh dua aktifitas, yaitu aktifitas dalam berfikir (minds on) dan

(3)

aktifitas dalam berbuat (hands on). Perbuatan nyata siswa dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berfikir siswa terhadap kegiatan belajarnya. Dengan demikian proses pemahaman siswa dalam menyampaikan materi harus benar-benar dapat diterima. Apalagi pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan media pembelajaran audio visual. Yaitu meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Sejarah Budaya Islam. Penggunakan metode ini dengan tujuan agar siswa lebih dapat memahami dan siswa lebih aktif sehingga pembelajaran berlangsung efektif, menyenangkan dan tidak membosankan. Karena siswa dituntut untuk aktif dalam mengamati dan menganalisis video pembelajaran yang ditayangkan, serta aktif mencari tambahan refrensi terkait materi yang disampaikan.

Sebagaimana penelitian para terdahulu yang menerangkan tentang model pembelajaran Audio Visual yang bisa memberikan pengaruh besar tentang peningkatan hasil belajar peserta didik atau siswa (Adam. Steffi dan Muhammad Taufik Syastra; 2015) Penelitian lain dilakukan oleh (Kurniati :2018) menjelaskan bahwa penggunaan model pembelajaranAudio Visual bisa memberikan pengaruh besar tentang peningkatan hasil belajar peserta didik.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan menerapkan model pembelajaran visual, auditori. Penelitian ini dilaksanakan tiga siklus dengan 3 kali pertemuan setiap siklus. Penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran Visual, Auditori, pada materi kebudayaan masyarakat Makkah sebelum Islam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X dengan nilai KKM SKI yaitu 70. Pada pre test diperoleh ketuntasan klasikal 22,58% dengan nilai rata-rata 55,00. Selanjutnya peneliti melaksanakan siklus I, presentase diperoleh ketuntasan belajar klaksikal siswa naik menjadi 67,74% dengan nilai rata-rata 73,33. Kemudian pada siklus ke II mencapai ketuntasan belajar klasikal 87,09% dengan nilai rata-rata 83,89.

Madrasah NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus adalah salah satu MA yang ada di Kabupaten Kudus jawa Tengah. Dengan jumlah siswa cukup banyak dimana secarakeseluruhan ada 545 siswa, sedangkan di kelas sepuluh Ada 5 rombel dengan jumlah siswa165, Berdasarkan hasil pengamatan selama pembelajaran di kelas X pada materi Kebudayaan Masyarakat Makkah sebelum islam hasil belajar siswa mengalami penurunan, diantara penyebabnya adalah kurang tepatnya dalam penggunaan model atau metode dalam pembelajaran selain itu juga keadaan

(4)

siswa itu sendiri seperti kurang keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran mata pelajaran sejarah Kebudayaan islam,termasuk kurangnya perhatian siswa. Dari hasil wawancara dengan siswa didapatkan databahwa menurunnya hasil belajar siswa dikarenakan adanya penggunaan metode dan modelpembelajaran yang monoton dan tidak sesuai dengan keadaan siswa. Oleh sebab itu makapeneliti ingin meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ini dengan menggunakan media pembelajaran audio visual dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam”.

Metode/Metodologi

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan metode penelitian kuantitatif dan deskriptif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya. Kemudian diberi tindakan lanjutan berupa penyempurnaan tindakan atau penyesuaian terhadap kondisi dan situasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik (Septantiningtiyas, 2020:3).

Variabel bebas atau variabel X dalam penelitian ini adalah media pembelajaran audiovisual. Variable terikat atau variable Y dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar.

Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan pendekataan kuantitatif, sebab dengan menggunakan metode kuantitatif peneliti dapat memperoleh data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Maka data yang sebenarnya, data yang pasti merupakan suatu nilai di balik data yang tampak.Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru. Siswa Untuk mendapat data tentang hasil dan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebelum dan setelah melakukan upaya meningkatkan hasil belajar melalui media pembelajaran audio visual pada siswa kelas XB di MA NU Miftahul Falah Kudus.

(5)

Identifikasi Subbagian

Populasi kelas X 165 siswa, sedangkan yang dijadiakan sampel adalah kelas XB dengan jumlah 30 siswa. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan:

a. Observasi yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran SKI pada materi Pada Materi Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam di MA NU Miftahul FalahKudus.

b. Dokumentasi yaitu untuk memperoleh data yang berhubungan dengan kondisi pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran SKI berupa jadwal pembelajaran, rencana pembelajaran serta dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian ini.

c. Tes yaitu untuk mendapatkan data akhir apakah ada perbedaan antara pembelajaran menggunakan metode ceramah dengan pembelajaran menggunakan modelpembelajaran menggunakan VCD. kegiatan pengelola pembelajaran yang diterapkan di MA NU Miftahul Falah Kudus kelas XB.

Karakteristik Peserta (Subjek)

Kriteria keberhasilan tindakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa pada materi Pemerintahan Kerajaan Islam di Indonesia setelah penerapan media pembelajaran audiovisual. Kriteria ini dibagi menjadi dua tingkatan: tingkat individu dan tingkat populasi.

Tingkat Individu: Setiap individu peserta didik diharapkan mencapai nilai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) minimal 70 setelah penerapan media pembelajaran Audiovisual pada materi Kebudayaan masyarakat Makkah sebelum islam. Hal ini mencakup peningkatan pemahaman konsep, kemampuan menerapkan pengetahuan, dan retensi informasi dalam jangka panjang.

Tingkat Populasi: Secara keseluruhan, minimal 80% dari populasi peserta didik diharapkan mencapai nilai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) minimal 70 setelah penerapan media pembelajaran audiovisual pada materi Peristiwa Arab sebelum Islam. Pencapaian kriteria ini akan diukur melalui metode evaluasi seperti pos est dan observasi langsung, serta dokumentasi hasil belajar siswa.

(6)

Desain penelitian

Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data utama yang menggambarkan angka yaitu jumlah siswa kelas XB MA NU Miftahul Falah Kudus Jawa Tengah, jumlah guru, letak geografis, dan keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran. Data kualitatif yaitu data yang berupa kalimat seperti baik, kurang baik, buruk terhadap motivasi belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan media pembelajaran audio visual.

Adapun data yang diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang berupa interview, observasi, maupun penggunaan instrumen pengukuran yang khusus dirancang dengan tujuannya. Adapun data primer ini dihimpun secara langsung dari sampel dengan menggunakan angket motivasi belajar siswa meliputi siswa kelas XB MA NU Miftahul Falah Kudus Jawa Tengah pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Tahap penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang mana di setiap siklus harus dilengkapi dengan Modul Ajar (MA), materi yang akan ditayangkan, lembar soal test, lembar observasi guru, dan lembar aktivitas peserta didik.

Pada saat pembelajaran berlangsung kerabat peneliti mengamati proses pembelajaran untuk mengetahui aktivitas peserta didik, respon peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Pengamatan dilakukan di setiap peneliti mengajar di setiap siklus, siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2023. Dan siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2023. Hasil penelitian dan pembahasan dibahas secara detail sesuai dengan pelaksanaan yang dilakukan selama proses pembelajaran.

1. Kondisi Pra Siklus

Keadaan siswa pada saat Pra Siklus yang mana metode pembelajaran yang digunakan adalah Penggunaan metode ceramah, yang terkesan monoton ternyata prestasi belajar peserta didik minim sekali hampir 83,33 % kurang dari KKM 70

2. Siklus I

Pada siklus I ini, peneliti menyusun Modul Ajar (MA) yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilakukan oleh peneliti pada mata pelajaran SKI.

(7)

Pertemuan pertama pada Hari Senin tanggal 24 Juli 2023 dilakukan pada jam 08.10-09.45 WIB. dan pertemuan kedua pada hari senin tanggal 31 Juli 2023. Pada pertemuan pertama guru melakuna pembelajaran seperti biasanya dan memberikan test kepada peserta didik mengenai materi yang diajarkan. Pada siklus pertama dilaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun yaitu peserta didik menyimak, mengamati dan menganalisis video yang telah ditayangkan di depan kelas

Berdasarkan tabel observasi kegiatan guru yang diamati pengamat pada siklus I dapat dilihat bahwa selama pembelajaran menggunakan media pembelajaran audiovisual secara keseluruhan sudah tergolong baik dengan jumlah nilai 47 atau 65,2 %. Maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru pada siklus I belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu 90%.

3. Siklus ke II

Perencanaan tindakan yang dilaksanakan pada siklus II berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. kegiatan ini dimulai dengan penanaman konsep secara jelas tentang pengamatan video, diskusi dan penugasan.

Hasil belajar siklus II yang diperoleh siswa kelas X B MA NU Mifrtahul Falah pada mata pelajaran PAI sudah mengalami peningkatan dari pelaksanaan siklus I. Hal tersebut diketahui dari hasil tes yang dilakukan setelah melakukan pembejaran pada siklus II.

Adapun hasil belajar pada siklus II persentasenya antara lain, siswa yang nilainya sudah mencapai atau di atas nilai KKM dari kondisi awal 61% dan pada siklus II menjadi 83% jadi naik sebanyak 22%. Adapun siswa yang nilainya belum mencapai nilai KKM dari kondisi awal 39%

dan pada siklus II menjadi 17% jadi turun menjadi 22%. Pada penelitian ini peneliti membuat indikator keberhasilan kinerja sebesar 80%, sedangkan hasil tindakan pada siklus II mencapai 83%. Jadi, pelaksanaan tindakan pada siklus II telah mencapai indikator kinerja yang ditentukan. Penelitian ini berhenti pada siklus II dan tidak dilanjutkan pada siklus III.

(8)

Tabel 1. Perbandingan Persentase Ketuntasan Siswa Siklus I dan II

SIKLUS

Rata-rat a

TUNTAS TIDAK TUNTAS

JUMLAH % JUMLAH %

Awal 55 3 16,67 15 83,33

Siklus I 73,33 18 61,11 12 38,89 Siklus

II 83,89 26 88,89 4 17,11

Berdasarkan data diatas, siswa yang nilainya sudah mencapai atau di atas nilai KKM dari kondisi awal 61% dan pada siklus II menjadi 83%

jadi naik sebanyak 22%. Adapun siswa yang nilainya belum mencapai nilai KKM dari kondisi awal 39% dan pada siklus II menjadi 17% jadi turun menjadi 22%. Pada penelitian ini peneliti membuat indikator keberhasilan

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan SKI pada materi Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam Kelas XB MA NU Miftahul Falah Kudus, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran SKI pada materi Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam Kelas XB MA NU Miftahul Falah Tahun Pelajaran 2023/2024.

Penelitian Tindakan Kelas menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran pada siklus kesatu, dan kedua, dan penggunaan media audiovisual telah sesuai dengan kajian teori bab II. Menurut Baugh (Arsyad, 2002p. membahas perolehan hasil belajar melalui indera pandang (mata) dan indera pendengaran (telinga) sangat menonjol perbedaannya.

Terbukti hasil belajar siswa mencakup aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor meningkat. Kenyataan tersebut mengindikasikan bahwa media udiovisual tepat digunakan dalam setiap pembelajaran di kelas.

Media audiovisual dalam proses pembelajaran di kelas selama tindakan penelitian ditanggapi oleh siswa positif. Dari siswa sejumlah 30 menjawab 20 soal tesdengan jawaban yang benar perolehan rata – rata skor 3,15 kategori baik dan rata-rata persentase 78,65%. Hasil tes siswa tersebut,

(9)

dipertegas dengan hasil wawancara kepada sembilan siswa yang dipilih secara acak.

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diberikan beberapa saran kepada pihak- pihak yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Adapun saran-saran tersebut adalah Guru mata pelajaran seharusnya lebih menguasai jalannya pembelajaran agar pembelajaran dengan media pembelajaran audio visual lebih efektif. Guru seharusnya dapat merancang media pembelajaran audio visual secara tepat dan kontinu.

Guru harus lebih dapat mengatur suasana pembelajaran dengan media pembelajaran audio visual. Kepala Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas yang layak seperti proyektor, laptop dan media pembelajaran yang bisa menunjang keberhasilan pembelajaran di MA NU Miftahul Falah.

Referensi

Abdurrahman, dkk, 2006. Kupas Tuntas Shalat Tata Cara dan Hikmahnya.

Jakarta: Erlangga.

Arif, Armai, 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta:

Ciputat Pers.

Arikunto, Suharsimi, 2006.Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara.

Djamarah & Zain. (2013).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Haryoko, S. (2009).Efektivitas Pemanfaatan Media Audio Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi @Elektro Vol. 5, No. 1, Maret 2009, hlm. 1-10.

Mujiono, Dimyati. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Istarani. (2011).

Musfiqon. (2012). Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran. Jakarta.

Prestasi Pustaka Raya.

Ronny. (2009).Metode Penelitian. Jakarta: PPM Manajemen.

Sudijono, Anas . (2013).Evaluasi Pendidika. jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yatim, Badri . (2013). Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Rajawali Pers . Sujijono, Anas. (2012). Pengatar Statistik Pendiikan. Jakarta: Raja Grfindo Persada.

(10)

Syaiful Bahri Djamarah. (2006). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data-data di atas dapat diketahui bahwa semua aspek tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan sebesar 80%, maka ada beberapa hal yang perlu

Berdasarkan hasil dari tiga siklus sebanyak enam kali pertemuan secara optimal bahwa penggunaan media audio visual dapat membantu meningkatkan hasil belajar

guru dan buku pegangan siswa pendidikan agama Islam, yaitu: Qur’an Hadits, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab, dan telah menyusun “Model

Dari paparan hasil prasiklus dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pemahaman pada materi Fathu Makkah mata pelajaran SKI masih tergolong rendah. Oleh karena itu,

Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dimaksudkan untuk mengetahui kekurangan dan kelbihan dari pembelajaran yang dilakukan, data kualitatif diperoleh dari

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus II mengalami peningkatan dan telah mencapai indikator keberhasilan penelitian ini, dimana

Berikut uraian hasil penelitian pada siklus 2 : Pada tahap persiapan dilakukan persiapan pembelajaran sebagai hasil refleksi pembelajaran siklus 1 yaitu menyiapkan Silabus

Dengan demikian maka berdasarkan paparan penelitian di atas maka disimpulkan Penerapan model pembelajaran penemuan Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada