PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lebih lanjut disebutkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dalam kurikulum ini bertujuan untuk membangun, membina dan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Wajar jika Wiriaatmadja menyatakan bahwa interaksi yang terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia hanyalah interaksi antara siswa dengan buku teks, tidak ada interaksi antar siswa. Sesuai dengan kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yang lebih ditekankan pada praktik, siswa didorong untuk menggunakan bahasa tersebut semaksimal mungkin baik lisan maupun tulisan, daripada harus menguasai banyak keterampilan berbahasa.
Terkait penggunaan media bergambar, Tarigan menyatakan, “Mengarang dengan menggunakan media pembelajaran bergambar berarti melatih dan mengasah imajinasi siswa.” Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gambar adalah suatu cara atau upaya untuk menyusun atau menuliskan suatu tulisan dengan cara menerjemahkan isi pesan visual ke dalam bentuk tulisan.
Rumusan Masalah
Untuk membantu siswa memperlancar kegiatan mengarang, penggunaan media pembelajaran gambar dirasa sangat tepat untuk membantu siswa dalam keterampilan mengarang. Dengan melihat gambar, siswa dapat menarik kesimpulan dari gambar tersebut kemudian menjelaskannya dalam bentuk tertulis.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Kajian Pustaka
- Penelitian yang Relevan
- Hakikat Menulis
- Tahap Pembelajaran Bahasa Anak
- Macam-macam Tulisan atau Karangan
- Media Pendidikan
- Gambar sebagai Media Pembelajaran Menulis
Menuliskan beberapa gagasan berarti kita harus mampu menyusunnya menjadi sebuah bentuk tulisan yang runtut. Untuk mengapresiasi tulisan yang baik, terlebih dahulu kita harus mengetahui kriteria utama tulisan yang baik. Jika jawabannya iya, berarti tulisan yang kita baca adalah tulisan yang baik dan efektif.
Baradja (dalam Nurhadi menyebutkan lima tahapan dalam praktik menulis, yaitu: 1) imitasi, yaitu belajar menulis melalui atau sesuai contoh; 2) reproduksi yaitu pembelajaran menulis tanpa model; 3) rekombinasi atau transformasi, yaitu siswa mulai menggabungkan kalimat-kalimat yang awalnya berdiri sendiri menjadi gabungan beberapa kalimat; 4) menulis terbimbing, siswa mulai terbiasa dengan penulisan paragraf; 5) menulis, yaitu siswa mulai menulis dengan bebas untuk mengungkapkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Jika hal ini dipahami dan diterapkan maka tulisan yang dihasilkan akan diterima dengan baik oleh pembaca. Di kalangan editor dan mereka yang bertugas mengevaluasi tulisan, tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan pembaca yang dituju.
Tulisan yang baik harus mampu menyampaikan sesuatu yang penting bagi seseorang dan memberikan bukti terhadap apa yang disampaikan. Suatu tulisan yang baik dikatakan jelas apabila pembaca yang dituju dapat membaca dengan kecepatan tinggi dan memahami maknanya setelah berusaha dengan cara yang wajar. Untuk membuat sebuah tulisan yang baik dan matang, ada dua hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu tulisan harus kokoh dan mempunyai kepribadian tersendiri.
Selanjutnya, dalam tulisan yang baik, pembaca dapat merasakan kehadiran penulis dibalik apa yang dibacanya. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis dalam mengorganisasikan bahan-bahan yang ada menjadi satu kesatuan yang utuh; Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis dalam menulis dengan jelas dan tidak samar-samar;
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat berkomunikasi secara efektif dengan pembacanya.
Kerangka Pikir
Dengan demikian, dengan memperlihatkan gambar-gambar, siswa akan mudah membuat kosa kata kemudian mengembangkannya menjadi kalimat-kalimat yang membentuk sebuah karangan. Penelitian ini berfokus pada peningkatan keterampilan menulis dengan bantuan media visual pada siswa kelas IV di SD Negeri 20 Kodingare Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan tentang peningkatan keterampilan menulis dengan media visual pada siswa kelas IV. kelas di SD Negeri 20 Kodingare Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian dan Desain Penelitian
- Subjek Penelitian
- Rencana Tindakan Penelitian
- Prosedur Kerja Penelitian
- Teknik Analisis Data
Saat guru memantau siswa saat mempelajari materi, biasanya hanya satu atau dua siswa yang terlihat aktif. Berdasarkan kriteria hasil belajar mengenai ketuntasan pembelajaran yaitu 85%, maka data survei pada siklus satu dianggap belum lengkap karena siswa yang menyelesaikan pembelajaran tidak mencapai tujuan penyelesaian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Ketika materi terus menjelaskan materi berdasarkan indikator yang ingin dicapai, perhatian siswa dimulai. fokus pada penjelasan guru, namun ketika mendapat kesempatan bertanya, suasana kelas tampak tenang dan tegang, segera guru menguatkan dengan penguatan non verbal dengan menatap tajam ke seluruh siswa, agar semua termotivasi dan dimanfaatkan. ekspresi ramah dan gerakan tangan, terlihat dua orang siswa mulai mengangkat tangan dan segera guru memberikan penguatan kepada mereka berdua, “iya, ini dua orang pemberani” lalu mempersilakan mereka satu per satu untuk menjawab pertanyaan karena mereka mendapat jawaban tidak lengkap penguatan tidak lengkap, “ya, jawabanmu benar, tetapi perlu diselesaikan”, dan siswa yang tidak aktif terlihat mulai merespons. Saat menyelesaikan soal latihan, guru berkeliling kelas dan mengawasi siswa yang masih perlu dibimbing, memastikan bahwa pendekatan tersebut diperkuat. Dalam tugasnya, mereka dibekali simbol penguatan berupa komentar dengan kata-kata pujian, “Iya bagus, tingkatkan terus.” sebagai simbol penguatan) jika siswa menyelesaikan tugas dengan benar dan “Coba lagi, kamu pasti bisa!” dalam tugas siswa yang tidak terselesaikan dengan baik.
Siswa yang menjawab benar diberi variasi penguatan verbal yaitu pujian “tepat sekali”, kemudian juga penguatan nonverbal dengan tepuk tangan. Dari hasil observasi mengenai perilaku siswa diatas dapat disimpulkan bahwa banyak siswa yang tidak aktif dan malas mengemukakan pendapatnya, setelah diberikan penguatan terlihat beberapa siswa mulai aktif dan pada pertemuan kedua siswa mulai aktif walaupun hanya siswa tertentu saja yang aktif. Berdasarkan hasil siklus I yaitu dari data observasi dan tes siklus I dapat disimpulkan bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif dan minat belajar, semangat belajar, motivasi, aktif belajar dan kemampuan cepat berbohong atau mengerti. hasil mata pelajarannya cukup baik.
Selain itu, ditemukan pula siswa yang melakukan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran, seperti ngobrol dengan teman. Saat materi dilanjutkan dengan menjelaskan materi berdasarkan indikator yang ingin dicapai, perhatian siswa mulai tertuju pada penjelasan guru, namun ketika diberi kesempatan bertanya, suasana kelas menjadi tenang dan tegang seimbang, guru langsung memberikan bantuan. dengan penguatan nonverbal dengan cara menatap tajam ke seluruh siswa agar semuanya termotivasi dan menggunakan ekspresi serta gerakan tangan yang ramah, dan terlihat dua siswa mulai mengangkat tangan dan segera guru memberikan penguatan kepada keduanya, “ ya, ini adalah dua orang pemberani”, lalu mengajak mereka satu persatu untuk menjawab pertanyaan, berdasarkan jawaban yang diberikan. belum selesai. penguatan tidak lengkap, “ya, jawabanmu benar, tetapi perlu diselesaikan”, dan terlihat siswa yang tidak aktif mulai merespons. Pada penyelesaian soal latihan menulis, guru berkeliling kelas dan mengontrol siswa yang masih membutuhkan bimbingan dengan memberikan penguatan.
Dalam buku tugasnya dilengkapi dengan simbol penguat berupa komentar dengan kata-kata pujian, “Ya bagus, tingkatkan lebih lanjut”. sebagai simbol penguat) jika siswa mengerjakan tugas dengan benar dan “Coba lagi, kamu pasti bisa!” pada tugas siswa yang tidak terselesaikan dengan baik. Hal ini terlihat dari meningkatnya kerjasama dalam setiap kelompok, misalnya interaksi siswa dalam pembahasan materi menjadi lebih terjalin, siswa yang belum paham mulai bertanya kepada teman kelompoknya atau kepada guru. Saat materi dilanjutkan dengan menjelaskan materi berdasarkan indikator yang ingin dicapai, perhatian siswa mulai tertuju pada penjelasan guru, namun ketika diberi kesempatan bertanya, suasana kelas menjadi tenang dan tegang seimbang, guru langsung memberikan bantuan. dengan penguatan. secara non-verbal dengan cara menatap tajam ke seluruh siswa agar semuanya termotivasi dan menggunakan ekspresi serta gerakan tangan yang bersahabat, dan terlihat dua orang siswa mulai mengangkat tangan dan langsung guru memberikan penguatan kepada keduanya, “iya, itu dua orang pemberani. orang”, kemudian mengajak mereka satu persatu untuk menjawab pertanyaan diantara mereka, jawaban yang belum lengkap mendapat penguatan yang belum lengkap, “ya jawaban anda benar, namun perlu dilengkapi”, dan terlihat siswa yang tidak aktif memulai untuk merespon.
Mereka memilikinya di buku tugas. dilengkapi dengan simbol penguat berupa komentar dengan kata-kata pujian: “Ya bagus, lebih baik lagi”. sebagai simbol penguatan) jika siswa mengerjakan tugas dengan benar dan “Coba lagi, kamu pasti bisa!” pada tugas siswa yang belum terselesaikan dengan baik.
Pembahasan Temuan Penelitian
Hasil belajar menulis dengan media visual siswa IV. kelas di SD Negeri 20 Kodingare Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai pada siklus I sebanyak 65% atau 13 orang siswa berada dalam kategori sempurna dan 7 orang atau 35% berada dalam kategori tidak tuntas. Artinya masih diperlukan perbaikan pada siklus berikutnya khususnya dalam peningkatan sikap dan perilaku siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi pembelajaran dan hasil tes formatif siswa di akhir pembelajaran.
Berikut hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran siklus I, hasil tes yang diberikan menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang menjadi subjek penelitian terlihat tidak ada siswa yang mendapat nilai 85 mengerjakan. tidak punya. -100 dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai 75-84 dengan kategori tinggi sebanyak 6 orang atau 30%, siswa yang memperoleh nilai 65-74 dengan kategori sedang sebanyak 8 siswa atau 40%, dan siswa yang memperoleh nilai sebesar 40%. 55. -64 dengan kategori rendah sebanyak 5 siswa atau 25%, dan siswa yang mendapat nilai 0-54 dengan kategori sangat rendah sebanyak 1 siswa atau 5%. Hasil tes siswa yang dicapai pada siklus II adalah sebagai berikut: dari 20 siswa yang mengikuti pembelajaran, 2 siswa atau 10% mendapat nilai 85-100 dengan kategori sangat baik dan 13 siswa mendapat nilai 75-84. pada kategori tinggi atau 65%, terdapat 5 siswa yang mendapat nilai 65-74 dengan kategori sedang atau 25%, dan tidak ada siswa yang mendapat nilai pada kategori rendah dan tidak mencapai nilai sangat rendah.
Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus II mengalami peningkatan. Perbaikan yang dilakukan guru antara lain: (1) penyusunan media gambar yang digunakan lebih maksimal, (2) penyajian bahan ajar sangat baik, (3) bimbingan yang diberikan guru dalam menangani siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran sudah baik. Sedangkan penerapan pembelajaran yang dilakukan pada siklus III menunjukkan keberhasilan penelitian yang sangat signifikan dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan siklus II.
Jika kita bandingkan hasil penilaian yang dilakukan pada siklus I dan II adalah sebagai berikut: pada siklus I terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai ≥70 atau 65%, pada siklus II terdapat 19 siswa yang memperoleh nilai ≥. 70 atau 95% dan pada siklus II Pada siklus III seluruh siswa memperoleh hasil ≥70 atau 100% peningkatan hasil belajarnya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu: Telah terjadi peningkatan keterampilan menulis melalui media gambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri 20 Kodingare Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai, yang ditandai dengan selesainya pembelajaran individu dan kelompok yaitu pada siklus I berjumlah 13 orang atau 65%, pada siklus II berjumlah 19 orang atau 95% dalam kategori tuntas, sedangkan pada siklus III berjumlah 20 orang atau 100%.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
Bahri Syamsul 2014. Penggunaan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dapat membantu siswa memahami konsep pembelajaran dan mencapai tujuan. Bana Musfiratun 2013. Meningkatkan Keterampilan Menulis Esai Narasi Melalui Pendekatan Kontekstual dengan Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IV b SDN Wonosari 02. Enre, Fachruddin Ambo dkk. 1985. Bahasa Indonesia (Buku Panduan Dasar Umum PanjuIPdang). Ujung Lihat Nama, Fachruddin Ambo.