• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyerapan Garam Mineral Pada Tumbuhan

N/A
N/A
Nurul Aina Harahap

Academic year: 2023

Membagikan "Penyerapan Garam Mineral Pada Tumbuhan "

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufiq dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan pada waktu yang telah ditentukan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan tentang “Penyerapan Garam Mineral Pada Tumbuhan ”. sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Rahmadina, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Fisiologi Tumbuhan..

Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekeliruan, baik yang berkenan dengan materi pembahasan, maka dari itu kami mengharapkan kepada para pembaca untuk memberi tanggapan berupa keritik dan saran yang bersifat membangun untuk meningkatkan mutu penulisan selanjutnya.

Semoga dalam makalah ini para pembaca dapat menambah ilmu pengetahuan untuk kalangan umum maupun pendidikan.

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Medan, 19 September 2022 Penyusun

Kelompok 4

(2)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...i DAFTAR ISI...ii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...1 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Akar dan Mikoriza Pada Tanaman ...2 2.2 Tanah Sebagai Substrat ...5 2.3 Penyerapan Garam Mineral Pada Tumbuhan ...7 BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan ...9 GLOSARIUM ...10 DAFTAR PUSTAKA ...12

(3)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang terdapat di alam dengan jumlah yang sangat berlimpah. Tumbuhan mampu menghasilkan makanan sendiri dengan menggunakan klorofil yang terdapat pada daun untuk menjalani proses fotosintesis.

Proses fotosintesis ini sendiri merupakan proses pengubahan Karbondioksida (CO2) yang ada di udara menjadi Oksigen (O2) yang dapat digunakan dan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lain seperti manusia dan hewan. Secara umum tumbuhan memiliki organ- organ berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Setiap organ-organ yang ada pada tumbuhan mempunyai fungsi khusus masing-masing. Fungsi utama organ akar pada tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk mengabsorpsi air, menyerap nutrisi berbagai garam mineral yang terlarut di dalam tanah, dan sebagai pengokoh tumbuhan pada tempat tumbuhnya tanaman. Akar tersusun atas beberapa jaringan yaitu epidermis, korteks dan sistem pembuluh pengangkut.

Mikoriza merupakan bentuk simbiosis antara cendawan (fungi) dengan tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan berpembuluh,Tracheophyta), khususnya pada sistem perakaran.

Mikoriza merupakan gejala umum pada perakaran tumbuhan dan dapat juga digolongkan sebagai parasit. Kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbagai komponen yang ada didalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika. Tanah mineral yang berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan (mineral dan organik), air dan udara.

Penyerapan garam mineral terjadi bersamaan dengan penyerapan cairan. Tetapi sekarang dipahami bahwa ada dua mekanisme yang berbeda untuk penyerapan garam mineral dan penyerapan air. Dalam bentuk ion, garam mineral dikeluarkan dari larutan tanah, terutama di ujung daerah meristematik akar. Penyerapan garam mineral yang berhasil membutuhkan berfungsinya garam mineral sebagai senyawa pengangkut dalam membran plasma sel.

(4)

2 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Akar dan Mikoriza Pada Tanaman

A. Akar Pada Tanaman

Akar tanaman merupakan bagian terpenting dalam beradaptasi dengan lingkungannya sekaligus sebagai alat mekanik dalam mencegah terjadinya longsor melalui mekanisme cengkraman tanah di lapisan permukaan (kedalaman 0-5 cm) oleh akar yang menyebar horizontal; dan menopong tegaknya batang sehingga pohon tidak mudah tumbang oleh dorongan massa tanah, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan akar pepohonan dalam meningkatkan kekuatan geser tanah ditaksir dengan mengukur kerapatan panjang akar. Demikian pula halnya dengan kemampuan tanaman dapat bertahan hidup pada lahan kering (marginal) dikarenakan arsitektur perakaran yang dibentuk, seperti kedalaman perakaran dan penyebaran akar-akar lateral beserta bulu-bulu akar yang tumbuh dan berkembang lebih kecil.1

Akar sangat berpengaruh karena Akar memiliki fungsi untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau medium tumbuhnya, menyerap air dan mineral dalam tanah atau pada medium tumbuhnya. Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada di bawah permukaan tanah, tidak memiliki buku-buku, tumbuh ke pusat bumi atau

1 Firdaus, Sri Wulandari, and Giska Dwi Mulyeni, “Pertumbuhan Akar Tanaman Karet Pada Tanah Bekas Tambang Bauksit Dengan Aplikasi Bahan Organik,” Jurnal Biogenesis 10, no. 1 (2013): 1–6.

(5)

3

menuju air, warna tidak hijau (keputih-putihan atau kekuning-kuningan), dan memiliki bentuk meruncing. Terdapat dua jenis sistem perakaran pada tumbuhan, yaitu serabut dan tunggang. Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput memiliki sistem perakaran serabut. Sebaliknya pada tumbuhan dikotil seperti kacang tanah dan mangga memiliki sistem perakaran tunggang.

Jenis akar tidaklah memengaruhi dalam pertumbuhan tanaman. Karena pada dasarnya tanaman akan tumbuh dengan baik jika terdapat tanah (media) yang subur.2

B.Mikoriza Pada tumbuhan

Mikoriza merupakan bentuk simbiosis antara cendawan (fungi) dengan tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan berpembuluh,Tracheophyta), khususnya pada sistem perakaran atau mikoriza merupakan gejala umum pada perakaran tumbuhan dan dapat juga digolongkan sebagai parasit.3 Mikoriza simbiosis asosiasi antara jamur dan tanaman yang mengkolonisasi jaringan korteks akar tanaman, terjadi selama masa pertumbuhan aktif tanaman tersebut.

Mikoriza diklasifikasikan atas endomikoriza, ektomikoriza dan ektendomikoriza. Akan tetapi yang banyak dikenal orang adalah endomikoriza dan ektomokoriza. Endomokoriza yang banyak digunakan yaitu VAM, adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman, jamur

2 Anggun Zuhaida, “DESKRIPSI SAINTIFIK PENGARUH TANAH PADA PERTUMBUHAN TANAMAN: Studi Terhadap QS. Al A’raf Ayat 58,” Thabiea : Journal of Natural Science Teaching 1, no. 2 (2018): 61.

3 ROMAULI NAINGGOLAN, I WIRAWAN, and I SUSRAMA, “Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskular Secara Mikroskopis Pada Rhizosfer Tanaman Alang-Alang (Imperata Cylindrica L.) Di Desa Sanur Kaja,” E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) 3, no. 4 (2014): 242–250.

(6)

4

ini membentuk vesikel dan arbuskular di dalam korteks tanaman. Vesikel merupakan ujung hifa berbentuk bulat yang berfungsi sebagai organ penyimpan dan arbuskular merupakan hifa yang memiliki struktur dan fungsi sama dengan houstoria dan terletak di dalam sel tanaman.

Mikoriza pada dasarnya dibagi menjadi 3 tipe utama, yaitu ektomikoriza, endomikoriza dan ektendomikoriza. Akar yang terinfeksi oleh ektomikoriza umumnya mempunyai ujung akar yang tumpul dan pendek yang diselimuti oleh mantel jaringan jamur, serta tidak ada atau hanya sedikit rambut akar. Jamur mengambil alih peran rambut akar dalam menyerap unsure hara. Dari bagian dalam mantel tersebut, jamur tumbuh diantara sel-sel korteks akar membentuk jarring hartig (hartig net). Akar yang terinfeksi biasanya membesar dan bercabang. Ciri-ciri khusus VAM ialah berada di dalam sel akar inang, hifa tidak bersekat, serta adanya vesikel dan arbuskular. Hifa yang berada dalam sel akar inang, merupakan titik awal penetrasi dan berhubungan lansung dengan hifa yang berada di luar akar. Arbuskular berfungsi sebagai alat transfer nutrisi antara jamur dan inangnya, sedangkan vesikel dibentuk pada ujung hifa di dalam jaringan inang dan berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

Adanya infeksi mikoriza pada akar dapat dilihat jelas melalui pewarnaan dengan bahan kimia. Sel akar yang terinfeksi akan lebih besar dan mengembang tetapi tidak sampai merusak sel akar tersebut bahkan jika dilihat dari luar nampak seperti tidak ada perubahan.

Manfaat mikoriza adalah sebagai berikut : 1. Serapan Air dan Hara

Jaringan hipa eksternal dari mikoriza akan memperluas bidang serapan air dan hara.

Disamping itu ukuran hifa yang lebih halus dari bulu-bulu akar memungkinkan hifa dapat menyusup ke pori-pori tanah yang paling kecil (mikro) sehingga hipa bisa menyerap air pada kondisi kadar air tanah yang sangat rendah. Serapan air yang lebih besar oleh tanaman bermikoriza, juga membawa unsur hara yang mudah larut dan terbawa oleh aliran masa seperti N, K dan S. sehingga serapan unsur tersebut juga makin meningkat.

2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan

Rusaknya jaringan kortek akibat kekeringan dan matinya akar tidak permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. Setelah periode kekurangan air, akar akan cepat kembali normal. Hal ini disebabkan karena hifa jamur mampu menyerap air yang ada pada

(7)

5

pori-pori tanah saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air. Penyerapan hifa yang sangat luas di dalam tanah menyebabkan jumlah air yang diambil akan meningkat.

3. Proteksi Dari Patogen dan Unsur Toksik

Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar dan unsur toksik. Struktur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen akar. Jamur mikoriza dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan patogen. Mekanisme perlindungan dapat diterangkan sebagai berikut :

 Adanya selaput hipa (mantel) dapat berfungsi sebagai barier masuknya patogen.

 Mikoriza menggunakan hampir semua kelebihan karbohidrat dan eksudat lainnya, sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok untuk patogen.

 Cendawan mikoriza dapat mengeluarkan antibiotik yang dapat mematikan patogen.

 Akar tanaman yang sudah diinfeksi cendawan mikoriza, tidak dapat diinfeksi oleh cendawan patogen yang menunjukkan adanya kompetisi.

4. Memperbaiki struktur dan agregasi tanah

Cendawan mikoriza melalui jaringan hipa eksternal dapat memperbaiki dan memantapkan struktur tanah. Sekresi senyawa-senyawa polisakarida, asam organik dan lendir oleh jaringan hipa eksternal yang mampu mengikat butir-butir primer menjadi agregat mikro. "Organic binding agent" ini sangat penting artinya dalam stabilisasi agregat mikro. Kemudian agregat mikro melalui proses "mechanical binding action" oleh hipa eksternal akan membentuk agregat makro yang mantap.4

2.2 Tanah Sebagai Substrat

Kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbagai komponen yang ada didalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika. Tanah mineral yang berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan (mineral dan organik), air dan udara.

pertumbuhan akar sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik tanahnya. Adanya pemadatan tanah

4 Arie Hapsani and Hasan Basri, “Kajian Peranan Mikoriza Dalam Bidang Pertanian” (1991).

(8)

6

seperti yang ditimbulkan oleh kegiatan eksploitasi akan merubah struktur tanah dan poripori tanah, sehingga kandungan air tanah pun ikut berubah. Struktur tanah yang padat akan menghambat laju penetrasi akar lebih dalam. Karena tanah padat susah ditembus akar, maka daerah pemanjangan akar semakin pendek. Kepadatan tanah yang tinggi juga akan mengakibatkan ruang pori makro menurun sehingga penetrasi akar akan terhambat.

Dengan porositas tanah yang bagus maka permeabilitas tanah tersebut juga akan semakin bagus. Artinya dengan permeabilitas yang bagus tersebut maka air dan udara akan semakin mudah untuk mengalir di dalam tanah tersebut sehingga dengan lancarnya sirkulasi tersebut maka tanah akan semakin gembur. Dengan tekstur tanah yang gembur tersebut pula pertumbuhan dan penetrasi akar akan lebih dalam karena kontur tanah yang gembur tersebut lebih mudah ditembus oleh akar.

Tanah tanpa pemberian pupuk organik maka tanah akan mengalami penurunan kesuburan karena unsur hara tersedia dalam tanah rendah. Hal ini dikarenakan kapasitas pertukaran kation antar koloid tanah terganggu sehingga tanah mudah mengalami pengikisan atau pencucian partikel tanah. Kurang tersedianya unsur hara di dalam tanah menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Terhambatnya pertumbuhan pada fase vegetatif dapat menurunkan pembentukan daun, batang, volume akar serta tinggi tanaman sehingga dapat menurunkan berat segar brangkasan.(vidaus LN) Ciri ciri tanah subur yang penjelasannya sebagai berikut:

 Memiliki Lapisan Humus Tebal

 Memiliki PH Yang NetralTanah yang baik haruslah memiliki tingkat keasaman yang seimbang, perlu diketahui PH normal tanah berada pada kisaran 6 hingga 8 atau pada kondisi terbaik memiliki PH 6.5 hingga 7.5. Tanah dengan tingkat PH yang netral memungkinkan untuk tersedianya berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang.Itulah kenapa pada kondisi tanah yang terlalu asam perlu dilakukan proses pengapuran yang tujuannya yaitu untuk mengembalikan PH tanah ke kondisi netral. Begitu juga ketika tanah bersifat terlalu basa (>PH 8).

 Memiliki Tekstur Lempung Tanah yang subur akan berstruktur lempung yang berfungsi untuk mengikat berbagai mineral sehingga tidak mudah hanyut terbawa air.

Namun kadar lempung haruslah normal dan biasanya terletak pada lapisan tanah.5

5 Zuhaida, “DESKRIPSI SAINTIFIK PENGARUH TANAH PADA PERTUMBUHAN TANAMAN: Studi Terhadap QS. Al A’raf Ayat 58.”

(9)

7 2.3 Penyerapan Garam Mineral Pada Tumbuhan

Penyerapan garam mineral terjadi bersamaan dengan penyerapan cairan. Tetapi sekarang dipahami bahwa ada dua mekanisme yang berbeda untuk penyerapan garam mineral dan penyerapan air. Dalam bentuk ion, garam mineral dikeluarkan dari larutan tanah, mereka terutama dikonsumsi di ujung oleh daerah meristematik akar. Membran sel sel akar tidak dapat memungkinkan lewatnya semua ion. Dalam jumlah yang tidak ada bandingannya, bukan seolah-olah semua molekul nutrisi yang serupa diserap, tetapi ion-ion dari senyawa nutrisi diserap secara tidak merata. Langkah awal dalam penyerapan nutrisi penting proses pertukaran ion yang tidak memerlukan energi. Proses ini mengekstrak nutrisi penting mengambil dua bentuk: pasif dan aktif.

 Transpor pasif: Jika konsentrasi garam mineral dalam larutan eksternal lebih tinggi dari pada getah sel akar, garam mineral diserap melalui mekanisme difusi dasar sepanjang gradien konsentrasi. Ini disebut sebagai serapan pasif karena tidak diperlukan konsumsi energi metabolik.

 Transpor aktif: Sejumlah besar ion nutrisi kimia telah ditemukan terakumulasi oleh getah sel pada tanaman melawan gradien konsentrasi. Deposisi mineral oleh gradien elektrokimia adalah prosedur yang efisien yang mengambil penipisan energi metabolisme oleh respirasi. Penyerapan garam mineral yang berhasil membutuhkan berfungsinya garam mineral sebagai senyawa pengangkut dalam membran plasma sel.6

Kandungan garam-garam mineral pada berbagai tipe sel sangat bervariasi. Di dalam sel, garam-garam mineral dapat mengalami disosiasi menjadi anion dan kation. Bentuk-bentuk anion dan kation tersebut dinamakan ion. Ion-ion dapat terlarut di dalam cairan sel atau terikat secara khusus pada molekul-molekul lain seperti protein dan lipida. Secara umum, garam-garam mineral memiliki dua fungsi yaitu :

a. Fungsi osmosis, dalam arti bahwa konsentrasi total garam-garam terlarut berpengaruh terhadap pelaluan air melintasi membran sel

b. Fungsi yang lebih spesifik, yaitu peran seluler setiap ion terhadap struktur dan fungsi dari partikel-partikel seluler dan makromolekul.7

6 Issam Alaoui et al., “The Mechanisms of Absorption and Nutrients Transport in Plants: A Review,” Tropical Journal of Natural Product Research 6, no. 1 (2022): 8–14.

7 S E L D A N Senyawa-senyawa Kimia, “BAB I” (n.d.): 1–228.

(10)

8

Jadi garam mineral diserap ke dalam tumbuhan bersama air yang masuk melalui rambut akar. Bagian akar yang paling aktif yang terlibat dalam penyerapan garam bukan bagian rambut akar, melainkan daerah perpanjangan sel tepat dibelakang ujung akar.

Penyerapan air dan pengambilan garam masing-masing terjadi melalui mekanisme yang berbeda, namun segera diserap oleh akar, garam mineral akan dibagikan ke bagian lain dari tumbuhan melalui proses transpirasi. Oleh karena itu kecepatan penyerapan air kadang-kadang dapat berpengaruh secara tidak langsung pada kecepatan pengambilan garam.

Pengaruh garam terhadap pertumbuhan tanaman berhubungan dengan kekurangan air yang disebabkan oleh penghambatan penyediaan air oleh ion ion spesifik yang meracuni secara tidak langsung. Dan pengaruh garam yang berlebihan dilingkungan perakaran dapat menghambat pertumbuhan tanaman melalui gangguan proses metabolism dan system penyerapan air, serta hara mineral serta hara mineral, sehingga tanaman mengalami cekaman karena pengaruh lingkungan.

(11)

9 BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Akar tanaman merupakan bagian terpenting dalam beradaptasi dengan lingkungannya.

Mikoriza merupakan bentuk simbiosis antara cendawan dengan fungi dengan tumbuhan tingkat tinggi. Empat komponen yaitu bahan padatan (mineral dan organic) air, udara.

Penyerapan garam mineral terjadi bersamaan dengan penyerapan cairan yang dilakukan dengan transport aktif dan pasif.

Penyerapan garam mineral terjadi bersamaan dengan penyerapan cairan. Penyerapan air dan pengambilan garam masing-masing terjadi melalui mekanisme yang berbeda, namun segera diserap oleh akar, garam mineral akan dibagikan ke bagian lain dari tumbuhan melalui proses transpirasi. Pengaruh garam terhadap pertumbuhan tanaman berhubungan dengan kekurangan air yang disebabkan oleh penghambatan penyediaan air oleh ion ion spesifik yang meracuni secara tidak langsung.

(12)

10

GLOSARIUM

Agregat mikro Struktur pada lapisan tanah atas atau lapisan olah.

Arbuscular : Struktur hifa yang bercabang-cabang seperti pohon- pohon kecil di dalam korteks akar inang, berfungsi sebagai tempat pertukaran zat-zat metabolit primer antara fungi mikoriza dan akar tanaman

Arsitektur perakaran : Morfologi akar, merupakan bentuk keseluruhan dari akar suatu tanaman.

Bulu-bulu akar : Rambut akar adalah bulu-bulu halus atau bulu berserat yang terdapat pada akar tanaman. Ukurannya biasanya kecil dan terletak di sisi-sisi akar atau cabang-cabang akar.

Deposisi : Proses geologi di mana sedimen yang dihasilkan oleh proses pelapukan, ataupun tanah dan batuan ditambahkan ke suatu lahan yang dataran lebih rendah yang di tansportasikan oleh angin, es, air, dan gravitasi.

Difusi : Proses yang dihasilkan dari gerakan molekul dimana alirannya berpindah dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah.

Ektomikoriza : Simbiosis mutualisme antara cendawan tanah dengan akar tumbuhan seperti Pinaceae (Gymnospermae) dan Dipterocarpaceae (Angiospermae).

Ektendomikoriza : Bentuk antara (intermediet) kedua mikoriza yang lain.

Eksploitasi : Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri pengisapan, pemerasan (tentang tenaga orang) atas diri orang lain dan merupakan tindakan yang tidak terpuji.

Endomikoriza : Hifa simbion yang menembus sel dan sangat erat asosiasinya dengan sitoplasma.

Hifa : Suatu struktur fungus berbentuk tabung menyerupai seuntai benang panjang yang terbentuk dari pertumbuhan spora atau konidium

Houstoria : Organ untuk menyerap makanan dari substrat tempat hidup jamur / fungi, dan organ ini memiliki kemampuan untuk menembus jaringan substrat.

Humus : Tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

Ion : Suatu atom atau molekul yang memiliki muatan listrik total tidak nol.

Kortek : Bagian terluar dari batang atau akar tumbuhan yang dibatasi di bagian luar oleh epidermis dan di bagian dalam oleh endodermis.

Mikoriza : Asosiasi simbiosis mutualistik antara jamur dengan sistem perakaran tanaman.

Patogen : Istilah medis, yaitu organisme kecil yang menyebabkan penyakit pada inangnya.

(13)

11

Penetrasi : Proses masuknya patogen atau bagian dari patogen ke dalam sel, jaringan atau tubuh tanaman inang.

Polisakarida : Jenis karbohidrat yang terbentuk dari tiga monosakarida atau lebih.

Sekresi : Peristiwa pemisahan sejumlah zat dari protoplas atau : isolasinya dalam sebagian protoplas

Tumbuhan monokotil : Tumbuhan yang memiliki biji tunggal atau tidak terbelah.

Tumbuhan dikotil : Tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua.

Tracheophyta : Tumbuhan yang memiliki pembuluh,untuk menyalurkan hara/nutrien dari tanah oleh akar ke bagian tajuk serta untuk menyalurkan hasil fotosintesis dan metabolisme dari daun ke bagian-bagian lain tubuhnya.

Unsur toksik : Keadaan tanaman yang kelebihan unsur esensial sehingga pertumbuhan atau hasil tanaman terhambat, dan bila terus menerus terjadi dapat menyebabkan tanaman mati.

Unsur hara : Unsur kimia tertentu yang dibutuhkan tanaman dalam memenuhi keperluan fisiologisnya. Setidaknya ada 16 jenis unsur hara yang mutlak diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Vegetatif : Cara berkembang biak tanpa adanya proses perkawinan.

Pada tanaman, perkembangbiakan vegetatif bisa dilakukan secara alami dan buatan.

Vesikel : Sebuah ruang pada sel yang dikelilingi oleh membran sel.

(14)

12

DAFTAR PUSTAKA

Alaoui, Issam, Ouafae El Ghadraoui, Safaa Serbouti, Harrach Ahmed, Ismail Mansouri, Fatima El Kamari, Amal Taroq, Driss Ousaaid, Wafae Squalli, and Abdellah Farah.

“The Mechanisms of Absorption and Nutrients Transport in Plants: A Review.” Tropical Journal of Natural Product Research 6, no. 1 (2022): 8–14.

Firdaus, Sri Wulandari, and Giska Dwi Mulyeni. “Pertumbuhan Akar Tanaman Karet Pada Tanah Bekas Tambang Bauksit Dengan Aplikasi Bahan Organik.” Jurnal Biogenesis 10, no. 1 (2013): 1–6.

Hapsani, Arie, and Hasan Basri. “Kajian Peranan Mikoriza Dalam Bidang Pertanian” (1991).

Kimia, S E L D A N Senyawa-senyawa. “BAB I” (n.d.): 1–228.

NAINGGOLAN, ROMAULI, I WIRAWAN, and I SUSRAMA. “Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskular Secara Mikroskopis Pada Rhizosfer Tanaman Alang-Alang (Imperata Cylindrica L.) Di Desa Sanur Kaja.” E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) 3, no. 4 (2014): 242–250.

Zuhaida, Anggun. “DESKRIPSI SAINTIFIK PENGARUH TANAH PADA PERTUMBUHAN TANAMAN: Studi Terhadap QS. Al A’raf Ayat 58.” Thabiea : Journal of Natural Science Teaching 1, no. 2 (2018): 61.

Referensi

Dokumen terkait

5 Histogram kepadatan spora pada 50 jenis tumbuhan bawah di tegakan sengon hasil kultur spora setiap 50 gram contoh tanah 16 6 Kekayaan genus spora fungi mikoriza

Tumbuhan hijau akan tumbuh subur bila cukup mem- peroleh cahaya. Mengapa? Karena tumbuhan dapat mela- kukan kegiatan yang disebut fotosintesis. Cahaya dapat diserap tumbuhan bila

Agar tanaman tumbuh cepat, sehat dan berproduksi lebih banyak maka usaha pemberian CMA (Cendawan Mikoriza Arbuskula) dirasakan perlu untuk hal tersebut karena mikoriza

Oleh karena perlakuan mikoriza dilakukan lebih awal dari perlakuan lainnya yaitu saat pembibitan, tanaman sementara dicabut kemudian tanah dicampur dengan EDTA

Fungi mikoriza arbuskular memperoleh makanan dalam bentuk fotosintat dari tanaman inang, sebaliknya FMA membantu akar tanaman menyerap unsur hara yang tidak mobil dalam tanah

Fungi mikoriza arbuskula berperan penting dalam ekosistem alami maupun ekosistem yang telah dikelola. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa simbiosis FMA dengan tanaman dapat

Oleh karena perlakuan mikoriza dilakukan lebih awal dari perlakuan lainnya yaitu saat pembibitan, tanaman sementara dicabut kemudian tanah dicampur dengan EDTA

Fungi jamur, cendawan - Spesies paling byk menyebab penyakit tan - Termasuk tumbuhan tak berklorofil - Hidup sebagai parasit dan saprofit - Punya inti sejati eukaryotik - Punya spora