• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GURU BK DALAM BIDANG PENGEMBANGAN KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DI MTsN MODEL PADANG

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN GURU BK DALAM BIDANG PENGEMBANGAN KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DI MTsN MODEL PADANG "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN GURU BK DALAM BIDANG PENGEMBANGAN KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DI MTsN MODEL PADANG

Oleh:

Firmansyah

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This research is motivated by the problems experienced by teachers BK in the development of religious life. This study aimed to describe: the role of BK teachers in the development of religious life of students in the habit of prayer, reading the Qur'an, way dressed. This research is a qualitative descriptive study, the research informants are: BK teacher with number 2, and principals, as well as the curriculum waka additional informants held in MTsN Model Padang. The instrument used in this study is the interview. The data analysis technique is data reduction, data presentation and conclusion. Results of the study revealed that the habit of prayer, done in a timely manner and the congregation. In reading the Qur'an, done every day with several pages to target it. On the way dressed, given the guidance and teaching as well as providing a good example in dress. Based on these results the researchers suggest further research that is expected to carry out research into the role of teachers BK in the development of religious life in junior high school.

Keywords: BK teacher's role, the development of religious life PENDAHULUAN

Peranan guru BK dalam dunia pendidikan, tidaklah terfokus kepada bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, karir, dan keluarga saja. Namun sangatlah penting dalam menunjang dinamika kehidupan keberagamaan peserta didik di sekolah, dan dengan adanya bidang bimbingan kehidupan keberagamaan dari BK maka diharapkan tujuan tersebut di atas tercapai. Tercapainya tujuan tersebut tentunya tidak hanya sebatas pemahamannya saja, namun juga teraplikasi kepada perilaku-perilaku peserta didik.

Mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan adanya peran guru pembimbing yang baik dalam mewujudkan kualitas layanan BK di sekolah. Peran yang paling utama dibina guru pembimbing adalah bidang bimbingan kehidupan keberagamaan peserta didik. Hal ini karena agama sangat mempengaruhi dalam segi kehidupan manusia dalam berperilaku.

Tohirin (2007:139) mengungkapkan bidang pengembangan kehidupan beragama

adalah bantuan yang diberikan pembimbing kepada terbimbing agar mereka mampu menghadapi dan memecahkan masalah- masalah yang berkenaan dengan kehidupan beragama. Melalui layanan BK, para peserta didik dibantu mencarikan alternatif bagi pemecahan masalah yang berkenaan dengan pengembangan kehidupan beragama.

Berdasarkan pengamatan penulis dan wawancara dengan berbagai pihak selama melakukan PPLBK kependidikan dan PPLBK sekolah pada tanggal 15 Agustus sampai 08 November 2013, terlihat di MTsN Model Padang belum adanya peran guru BK khususnya bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan layanan dari guru BK yang hanya terfokus kepada layanan informasi di dalam kelas saja, namun tidak memperhatikan dan mengembangkan bidang pengembangan BK khususnya bidang bimbingan kehidupan keberagamaan.

Penulis juga mendapatkan informasi dari peserta didik bahwa adanya peserta didik yang tidak melaksanakan shalat zuhur di

(2)

masjid sekolah, peserta didik putri enggan memasang jilbab sesuai tuntutan sekolah (berjilbab pendek dan memperlihatkan aurat seperti rambut), namun belum mendapatkan layanan BK. Begitu juga peserta didik di kegiatan mingguan sebagian peserta didik tidak membawa Al-Qur’an.

Adapun fokus penelitian ini adalah peran guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaaan peserta didik di MTsN Model Padang pada kebiasaan shalat, membaca Al-Qur’an, dan cara berpakaiannya.

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah peran guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaaan peserta didik di MTsN Model Padang?

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui peran guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik di MTsN Model Padang pada kebiasaan shalat, membaca Al-Qur’an, dan cara berpakaiannya.

Prayitno (2012: 34) mengartikan bidang bimbingan kehidupan keberagamaan terkait “Suasana, lembaga dan objek keagamaan, seperti: upacara ritual keagamaan, sarana ibadah keagamaan, situs dan peninggalan keagamaan”.

Pendapat di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa bidang bimbingan kehidupan keberagamaan merupakan suatu bidang bimbingan dalam BK yang berkaitan dalam aspek-aspek pengembangan keberagamaan peserta didik yaitunya terkait pemahaman keyakinan terhadap Tuhannya dan juga pengaplikasian dari nilai-nilai yang ada dalam agama yang dianut peserta didik tersebut.

Dengan perkataan lain, pemahaman yang telah didapatkan peserta didik tentang keagamaan diharapkan mampu menjadi darah daging/suatu kebutuhan dalam dirinya dan terlihat dalam perilakunya/akhlaknya.

Guru BK adalah petugas sekolah yang memberikan layanan BK di sekolah, yang juga sering disebut guru BK. Winkel &

Hastuti (2004: 171) yang mengatakan konselor adalah tenaga profesional yang mencurahkan seluruh waktunya pada pelayanan bimbingan (full time guidance counselor). Guru BK yang memberikan pelayanan BK kepada peserta didik dengan semua potensi dan keprofesionalannya sehingga dapat

menjadikan peserta didik yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan.

Selanjutnya Tohirin (2007: 115) mengatakan bahwa guru BK profesional adalah mereka yang direkrut dan diangkat atas dasar keahlian atau berlatar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru pembimbing yang menjadi tenaga inti dan memegang peranan penting dalam pelayanan BK di sekolah tersebut.

Pendapat yang dikemukakan oleh Hamdani (2012: 264) guru BK berperan sebagai berikut:

1. Motivator atau pendorong peserta didik untuk: 1) menerima dan memperoleh keadaan nyata, baik dalam perbuatan maupun yang ingin dicapai, 2) membantu peserta didik untuk mampu mengambil keputusan sendiri.

2. Penyalur tanggung jawab sehingga keputusan terakhir berada dalam tangan peserta didik dan peserta didik sadar bertanggung jawab dan objektif serta realistik dalam menilai perilakunya sendiri.

3. Guru bimbingan dan konseling memiliki peranan untuk menjadi contoh dalam berprilaku bagi peserta didiknya.

4. Guru pembimbing berusaha mendidik peserta didik agar memperoleh berbagai pengalaman dalam mencapai harapannya.

Samsul Munir Amin (2010: 170) berpendapat bahwa:

Pimpinan (kepala sekolah dan para wakilnya), guru-guru, dan personel sekolah lainnya harus sama-sama memiliki kepedulian terhadap sekolah lainnya, harus sama-sama mempunyai kepedulian terhadap program agama, atau penanaman nilai-nilai agama di sekolah, baik melalui: (a) proses belajar mengajar di kelas, (b) bimbingan (pemaknaan

(3)

hikmah hidup beragama/ beribadah, pemberian dorongan, dan contoh atau teladan, baik bertutur kata, berperilaku, berpakaian, maupun melaksanakan ibadah), dan (c) pembiasaan dan mengamalkan nilai- nilai agama.

Terkait hal di atas, pengamalan tersebut akan memberikan keyakinan dan kepercayaan bagi peserta didik yang melakukan BK. Guru BK dapat mengembangkan kehidupan beragama peserta didik di MTsN Model Padang melalui kebiasaan shalat, membaca Al-Qur’an, cara berpakaian dan lain sebagainya.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif.

Adapun tempat atau lokasi untuk melaksanakan penelitian adalah di MTsN Model Padang. Alasan peneliti memilih tempat ini adalah karena masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini peneliti temukan di MTsN Model Padang terhadap guru BK, sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di MTsN Model Padang.

Informan penelitian ini ditentukan setelah peneliti menentukan informan kunci (key informants) dan selanjutnya dari informan kunci ditetapkan informan berikutnya.

Informan kunci yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan bahwa informan kunci harus mengetahui dengan jelas tujuan penelitian serta terkait dengan permasalahan yang diteliti yaitu yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini ada dua orang guru BK.

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk penelitian ini adalah wawancara. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa peran guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik di MTsN Model Padang adalah:

1. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Keberagamaan Peserta Didik pada Kebiasaan Shalatnya

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik pada shalatnya dalam segi kebiasaan shalat, lancarnya shalat dan menanamkan komitmen dalam shalat:

a. Kebiasaan shalat peserta didik Hasil temuan melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa pembinaan yang dilakukan guru BK harus dapat membiasakan peserta didik shalat tepat pada waktunya dan tidak menundanya dengan berbagai alasan.

Guru BK mengatakan peserta didik harus dapat memiliki kebiasaan yang baik dalam menjalankan shalat berjamaah. Adapun kepala sekolah menyampaikan setiap hari sekolah usahakan waktu shalat zuhur peserta didik dan guru-guru berjamaah di masjid. Hal ini, juga dilakukan pengontrolan oleh guru BK terhadap peserta didik dalam menjalankan ibadahnya. Bagi masing-masing peserta didik perkelas diabsen kehadirannya melaksanakan shalat zuhur berjamaah dan bagi yang tidak shalat ditanya mengapa tidak shalat serta diberikan nasehat oleh guru BK.

b. Lancarnya shalat peserta didik Hasil temuan peneliti melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa setiap peserta didik akan ditanya apakah lancar shalat yang dilakukan dalam kesehariannya atau tidak lancar dan ini disebabkan oleh beberapa hal tertentu. Guru BK diharapkan mampu meninjau peserta didik dalam kelancaran melaksanakan shalatnya. Kepala sekolah menyampaikan bahwa lancarnya ibadah dalam shalat yang dilakukan akan membuat hati tenang dan nyaman. Menjalankan aktivitas sehari-hari diiringi ibadah yang lancar akan terasa lebih bersemangat.

Peserta didik mendapatkan pengawasan langsung oleh guru BK dan memberikan nasehat bagi yang

(4)

masih ribut atau berbicara sehingga tidak mengganggu dalam kelancaran shalat yang dilakukannya. Guru BK akan mengetahui peserta didik mana yang terkendala dalam shalatnya.

c. Menanamkan komitmen dalam shalat Sementara itu kepala sekolah juga mengungkapkan bahwa komitmen dalam shalat itu ditanamkan sejak seseorang itu masih kecil, sehingga ketika dewasa akan selalu bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Kualitas seseorang dilihat dari segi komitmennya dalam shalat. Guru BK dituntut berkomitmen dalam membantu peserta didik yang bermasalah dengan shalatnya. Hal ini, peran guru pembimbing diuji kesabaran dan ketabahannya dalam melakukan tugas terhadap peserta didik di sekolah.

2. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Keberagamaan Peserta Didik pada Membaca Al-Qur’an

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik pada membaca Al-Qur’an dalam segi menanamkan kebiasaan membaca Al- Qur’an dan menanamkan memahami Al- Qur’an:

a. Menanamkan kebiasaan membaca Al-Qur’an

Hasil temuan peneliti melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa dalam guru BK menyampaikan agar menanamkan kebiasaan peserta didik membaca Al- Qur’an dimulai sejak masih kecil.

Apabila sejak kecil dibiasakan maka ketika akan memasuki usia dewasa akan terbawa dengan sendirinya.

Guru BK menyarankan agar setiap peserta didik menargetkan baca Al- Qur’annya setiap hari. Bagi peserta didik yang tidak bisa baca Al-Qur’an maka dapat belajar. Peserta didik yang masih enggan dan mengeluh membaca Al-Qur’an, maka perlunya

motivasi yang diberikan oleh guru BK dan juga memberikan semangat kepada yang lancar dan hafal baca Al-Qur’annya.

b. Menanamkan memahami Al-Qur’an Hasil temuan peneliti melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa peserta didik tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga dituntut untuk memahami serta mengamalkannya setiap hari. Bagi peserta didik yang tidak paham dengan Al-Qur’an maka dapat belajar. Peserta didik akan terlihat kualitasnya dalam amalan ibadah yang dilakukan. Guru BK dapat menilai masing-masing peserta didik yang memiliki kepribadian yang baik terhadap pemahamannya dalam Al- Qur’an.

3. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Keberagamaan Peserta Didik pada Cara Berpakaiannya

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan peserta didik pada berpakaiannya dalam segi membimbing dan mengajarkan tata cara berpakaian serta membiasakan cara berpakaian yang sesuai dengan aturan:

a. Membimbing dan mengajarkan tata cara berpakaian

Hasil temuan peneliti melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa peserta didik diharapkan mendapatkan bimbingan dan pengajaran dari guru pembimbing dalam berpakaian ke sekolah. Guru BK dapat memberikan contoh berpakaian yang sesuai dengan aturan sekolah. Setiap peserta didik diperhatikan akan masuk kelas dan dikoreksi tata cara berpakaiannya dan akan diberikan sangsi bagi yang melanggarnya.

b. Membiasakan cara berpakaian yang sesuai dengan aturan

Hasil temuan peneliti melalui wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa peserta didik dianjurkan membiasakan cara berpakaian yang sesuai dengan aturan

(5)

sejak awal masuk sekolah agar tidak mendapatkan teguran dan sangsi dari sekolah. Guru BK berusaha memberikan motivasi bagi peserta didik yang tidak mematuhi aturan sekolah dalam berpakaian. Peserta didik yang rapi dalam berpakaian memiliki nilai tersendiri dalam penampilannya di sekolah. Bagi peserta didik yang memiliki alasan tertentu dalam berpakaian, maka akan mendapatkan sangsi serta nasehat dari guru BK. Hal ini akan ditindak lanjuti dengan serius terhadap peserta didik tersebut. Di sekolah tentunya tempat peserta didik dibimbing dan diajarkan dalam berbagai hal yang dilakukannya.

Samsul Munir Amin (2010: 170) berpendapat bahwa:

Pimpinan (kepala sekolah dan para wakilnya), guru-guru, dan personel sekolah lainnya harus sama-sama memiliki kepedulian terhadap sekolah lainnya, harus sama-sama mempunyai kepedulian terhadap program agama, atau penanaman nilai-nilai agama di sekolah, baik melalui: (a) proses belajar mengajar di kelas, (b) bimbingan (pemaknaan hikmah hidup beragama/ beribadah, pemberian dorongan, dan contoh atau teladan, baik bertutur kata, berperilaku, berpakaian, maupun melaksanakan ibadah), dan (c) pembiasaan dan mengamalkan nilai- nilai agama.

Pelaksanaan pelayanan BK guru BK hendaklah selalu mendasari kerjanya dengan tujuan hidup yang hakiki yaitu mencari kebahagiaan hidup di dunia dan hidup di akhirat nanti. Manusia perlu mengikuti petunjuk yang dikemukakan dalam Al-Qur’an sebagai kompas mencapai kehidupan di dunia, untuk mencapai kehidupan yang baik di akhirat. Guru BK hendaklah menyadarkan peserta didik bahwa keberhasilan apapun yang dilakukannya adalah berkat pertolongan Allah.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Keberagamaan Peserta Didik di MTsN Model Padang :

1. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Beragama Peserta Didik pada Kebiasaan Shalatnya.

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan beragama peserta didik pada kebiasaan shalatnya adalah:

a. Kebiasaan shalat, dalam keseharian guru BK dapat membiasakan kepada peserta didik agar melaksanakan shalatnya tepat waktu dan mengutamakan shalat berjamaah dari pada sendiri sehingga berusaha melakukannya dengan penuh keyakinan dan memiliki nilai tersendiri pada peserta didik.

b. Lancarnya shalat, dalam kelancaran shalat yang dilakukan peserta didik dapat dilihat dan ditinjau oleh guru BK yang mengawasi langsung dan diharapkan guru BK memberikan arahan berupa nasehat agar peserta didik tidak ribut atau berbicara sebelum shalat sehingga merasa tenang dan nyaman.

c. Menanamkan komitmen dalam shalat, dalam hal ini diharapkan guru BK mengajak peserta didik menanamkan komitmen shalatnya sejak masih kecil dan ketika dewasa akan terbawa dengan sendirinya sehingga dalam menjalankan shalat peserta didik dapat bersungguh-sungguh untuk melakukannya dengan penuh keyakinan.

2. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Beragama Peserta Didik pada Membaca Al-Qur’an

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan beragama peserta didik pada Al-Qur’an seperti:

a. Menanamkan kebiasaan membaca Al-Qur’an, dalam hal ini peserta didik dapat membiasakan membaca Al- Qur’an setiap hari dengan menargetkannya beberapa halaman dan guru BK memberikan motivasi

(6)

agar peserta didik dapat belajar dengan menghafalkannya.

b. Menanamkan memahami Al-Qur’an, dalam hal ini guru BK memberikan arahan kepada peserta didik untuk memahami Al-Qur’an terhadap penjelasan yang telah dibacakan sehingga dapat mengetahui maksudnya dan mengamalkan isi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

3. Peran Guru BK dalam Bidang Pengembangan Kehidupan Beragama Peserta Didik pada Cara Berpakaiannya

Adapun peran yang dilakukan guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan beragama peserta didik pada Cara Berpakaiannya seperti:

a. Membimbing dan mengajarkan tata cara berpakaian, dalam hal ini peserta didik mendapatkan bimbingan dan pengajaran oleh guru BK terhadap tata cara berpakaian yang sesuai dengan sekolah dan dapat memberikan contoh dalam berpakaian yang baik sehingga tidak melanggar aturan dalam berpakaian sekolah tersebut.

b. Membiasakan cara berpakaian yang sesuai dengan aturan, dalam hal ini peserta didik dianjurkan membiasakan cara berpakaian sejak awal masuk sekolah agar tidak mendapatkan teguran dan sangsi dari sekolah dan guru BK berusaha mengarahkan peserta didik serta menasehatinya.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di MTsN Model Padang, maka melalui skripsi ini penulis memberikan sumbangan saran kepada:

1. Guru BK yang ada di MTsN Model Padang, supaya dapat membantu membina peserta didik dalam mengembangkan kehidupan beragamanya agar dapat melakukannya lebih baik lagi untuk masa yang akan datang.

2. Kepala sekolah, agar dapat meningkatkan kebiasaan shalat, membaca Al-Qur’an, dan cara berpakaian peserta didik terhadap peran yang dilakukan oleh guru BK dalam

membina peserta didik disekolah baik dari segi pribadi, sosial, belajar, keluarga, serta agamanya.

3. Guru BK hendaknya selalu sabar dalam memberikan perhatian yang tinggi kepada peserta didik dan selalu semangat dalam membina agar mereka bisa menjadi peserta didik yang patuh dan taat aturan.

4. Orang tua hendaknya harus dapat memperhatikan kondisi anak supaya dapat memberikan bimbingan di rumah agar menjadikan anak yang baik serta sholeh dan sholeha.

5. Penelitian lanjutan, diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai tentang peran guru BK dalam bidang pengembangan kehidupan keberagamaan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

KEPUSTAKAAN

Amin, Samsul Munir. 2010. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah.

Hamdani. 2012. Bimbingan dan Penyuluhan.

Bandung: CV Pustaka Setia.

Prayitno. 2012. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: UNP press

.

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Winkel dan Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.

Yogyakarta: Media Abadi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian upaya penerapan pendidikan karakter dalam meningkatkan kebiasaan Ibadah Shalat peserta didik di SDIT Al – Istiqomah dan MI Al – I‟anah mendapatkan