• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran bmt (baitul maal wat tamwil) dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peran bmt (baitul maal wat tamwil) dalam"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Jember Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Prodi Perbankan Syariah

Oleh:

SOFWIL HIMAM NIM: E20171091

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI)

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH

2021

(2)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syariah

Oleh : SOFWIL HIMAM

NIM. E20171091

Disetujui Pembimbing

Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I.,M.E.I NIP. 198209222009012005

ACC Tanggal, 20 Agustus 2021

(3)

SKRIPSI

telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah Satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE) Fakultas Ekonomi Dan BisnisIslam Jurusan Ekonomi Islam

Program Studi Perbankan syariah Hari: Kamis

Tanggal: 16-September-2021

Tim penguji Ketua

M.F. Hidayatullah, M.S.I NIP. 19760812 200801 1 015

Sekretaris

Nur Alifiah Fajariyah, SE., M.Si NIP. 201603133

Anggota:

1. Dr. Abdul Rokhim M.E.I ( )

2. Dr. Nikmatul Masruroh, M.E.I ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Dr. Khamdan Rifa’i,S.E.,M.Si.

NIP.19680807 200003 1 001

(4)





Artinya: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya dan hanya kepadanyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (QS. Al-Mulk:15).

Kementerian Agama, al Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Mushaf Aisyah, 2015) 67:15.

(5)

semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal bagiku untuk meraih cita-cita.

Oleh karena itu, dengan rasa bangga dan bahagia saya haturkan rasa syukur dan terima kasih saya kepada :

1. Orang tuaku tercinta, Abah tercinta (H. Rasi Aliman) dan Umi tercinta (Hj.

Hairiah) terimakasih telah mendukung, mendoakan dan tanpa kenal lelah berjuang untuk kesuksesan.

2. Kakakku (Himmatul Khoiroh) yang sudah menjadi motivasi dan inspirasiku untuk bisa lebih berkembang dan lebih semangat dalam mengejar cita-citaku ini dan adekku (Aini Halimiah) yang juga menjadi semangatku dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

3. Guru-guru tercinta yang telah membimbingku dari kecil hingga sekarang.

4. Dosen-dosen FEBI yang telah mengamalkan ilmunya kepada saya, semoga ilmu yang Bapak/Ibu berikan menjadi bekal dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti.

5. Untuk Pondok Pesantren Al Qodiri yang telah mengajarkan aku tentang akhlak dan tatakrama yang baik.

6. Almamater tercinta, Institut Agama Islam Negeri Jember yang telah menjadi harapan dan pengikat pengetahuan.

(6)

panjatkan tanpa pertolongan Allah SWT, tak mudah saya selesaikan karya ini.

Selama empat tahun berjuang tanpa doa rasanya mustahil untuk bisa mencapai akhir. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang telah sukses merubah kaum jahiliyah menjadi kaum islamiah aiminaddulumati ilannuril hidayah.

Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam jenjang perkuliahan strata 1 pada program studi Perbankan Syariah Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

Judul yang penulis ajukan adalah “Peran BMT Dalam Mengembangkan Produktivitas UMKM di BMT Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso”.

Tugas akhir ini (skripsi) bukanlah karya yang sempurna tapi sebagai bentuk pembelajaran dalam dunia akademis. Maka dari itu, sudah pasti ada kesalahan yang masih sangat membutuhkan suatu kritikan untuk kesempurnaan skripsi ini. Tanpa bantuan semua pihak skripsi ini tidak akan selesai dengan baik.

Oleh karena itu penulis menyadari dan menyampaikan banyak terimakasih sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Jember.

2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Jember.

3. Ibu Hj. Nurul Setianingrum, M.M selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

(7)

5. Ibu Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I., M.E.I selaku Dosen Pembimbing.

Terimakasih untuk kesabaran, ketelatenan keikhlasan waktu yang sudah diberikan untuk saya, ilmu yang sangat bermanfaat untuk saya serta untuk bimbingannya selama proses penyelesaian skripsi ini.

6. Tim penguji skripsi yang telah memberikan bimbingan dan masukan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

7. Pimpinan BMT Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso

8. Semua pihak yang memberikan kontribusi dan mendukung dalam penyelesaian skripsi ini.

Tiada balasan yang dapat penulis sampaikan kecuali ucapan “jaza kumulla khoirul jaza” dan semoga semua amal baktinya diterima oleh Allah SWT. Dalam penulisan ini penulis menyadari bahwa skripsi ini sangat jauh dari kata sempurna apabila ditinjau dari kaca mata keilmuan karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Maka dari itu, penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada penulis khusunya dan kepada pembaca bagi umumnya

Jember, April 2021

Penulis

(8)

Capem Maesan Bondowoso”.

Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah, BMT, produktivitas.

Pembangunan ekonomi nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa diselenggarakan olehmasyarakat dan pemerintah. Masyarakat merupakan pelaku utama pembangunan ekonomi sedangkan pemerintah berkewajiban untuk membimbing, mengarahkan, melindungi. Pemerataan kesempatan ikut serta dalam proses mencapai kesejahteraan antara lain melalui wadah UMKM. UMKM berpotensi menggerakan ekonomi masyarakat dengan ini peran BMT sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat yaitu sebagai penyalur dana dan pembinaan terhadap masyarakat yang melakukan pinjaman untuk membuka usaha.

Fokus penelitian yang diteliti dari skripsi ini adalah 1) Bagaimana produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso?, 2) Bagaimana peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan Bondowoso?.

Adapun tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso. 2) Untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sementara untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dalam uji keabsahan data yang diperoleh.

Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa 1) produktivitas di bawah binaan BMT Maslahah Sidogiri Maesan menerapkan: a) perbaikan terus menerus, b) peningkatan mutu hasil pekerjaan, c) tugas pekerjaan yang menantang, d) kondisi fisik tempat kerja, e) tindakan konstruktif, f) percaya diri, g) bertanggung jawab, h) mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan llingkungan yang berubah ubah, dan i)mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungannya. 2) BMT Maslahah Sidogiri Maesan berperan dalam hal pembinaan dan pendanaan pada pengembangan produktivitas UMKM di Maesan Bondowoso.

(9)

Capem Maesan Bondowoso”

Keyword: Micro, Small and Medium Enterprises, BMT, productivity.

National economic development aims to create a just and prosperous society that covers all aspects of the nation's life organized by the community and the government. The community is the main actor of economic development while the government is obliged to guide, direct, protect.Equitable opportunities to participate in the process of achieving prosperity, among others, through Micro, Small and Medium Enterprises. Micro, Small and Medium Enterprises have the potential to move the community's economy, with this the role of BMT is very much needed by the community, namely as a channel of funds and guidance to people who make loans to open businesses.

The focus of the research studied in this thesis is 1) How is the productivity of Micro, Small and Medium Enterprises assisted by BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso?, 2) What is the role of BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri in developing the productivity of Micro, Small and Medium Enterprises in Maesan Bondowoso?.

The aim of this research is 1) To determine the productivity of Micro, Small and Medium Enterprises under the guidance of BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso, 2) To find out the role of BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan in developing the productivity of Micro, Small and Medium Enterprises in Maesan.

The method used in this research is a qualitative research approach. The type used in this research is descriptive. Meanwhile, data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The analysis used is descriptive analysis, namely data reduction, data presentation, data verification. This study uses source triangulation in testing the validity of the data obtained.

The results of this study conclude that 1) the productivity of BMT Maslahah Sidogiri Maesan is implemented: a) continuous improvement, b) improvement of work quality, c) challenging work assignments, d) physical condition of the workplace, e) constructive action, f) trust self, g) responsible, h) able to solve problems and can adapt to a changing environment, and i) have a positive contribution to the environment. 2) BMT Maslahah Sidogiri Maesan plays a role in fostering and funding the productivity development of Micro, Small and Medium Enterprises in Maesan Bondowoso.

(10)

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Fokus Penelitian ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Definisi Istilah ... 10

F. Sistematika Pembahasan ... 14

BAB II KEPUSTAKAAN ... 15

A. Penelitian Terdahulu ... 15

B. Kajian Teori ... 34

1. BMT(Baitul Maal Wat Tamwil ... 34

(11)

d. Peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) ... 43

e. Sistem Pembiayaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) .. 44

2. Produktivitas ... 49

a. Pengertian Produktivitas ... 49

b. Ciri-ciri Produktivitas... 49

3. UMKM ... 50

a. Pengertian UMKM ... 50

b. Ciri-ciri UMKM ... 51

BAB III METODE PENELITIAN ... 55

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 55

B. Lokasi Penelitian ... 55

C. Subyek Penelitian ... 56

D. Teknik Pengumpulan Data ... 57

E. Analisis Data ... 60

F. Keabsahan Data ... 61

G. Tahapan Penelitian ... 62

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 64

A. Gambaran Umum ... 64

B. Penyajian Data dan Analisis... 88

C. Pembahasan Temuan ... 110

(12)

Bondowoso ... 7 Tabel 2.2 Penelitian terdahulu... 31 Tabel 4.3 Hasil analisis data BMT Maslahah Sidogiri Capem

Maesan Bondowoso ... 99 Tabel 4.4 Jumlah Nasabah BMT Maslahah Sidogiri Capem

Maesan Bondowoso ... 107

(13)

Pasuruan,JawaTimur ... 70 Gambar 4.2 Struktur Pengurus Kantor Cabang BMT Maslahah Sidogiri

MaesanBondowoso… ... 71

(14)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa diselenggarakan oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat merupakan pelaku utama pembangunan ekonomi sedangkan pemerintah berkewajiban untuk membimbing, mengarahkan, melindungi, dan menumbuhkan suasana serta iklim yang menunjang pertumbuhan pembangunan ekonomi sebagaimana dicita-citakan. Pemerataan kesempatan ikut serta dalam proses mencapai kesejahteraan antara lain melalui wadah UMKM. UMKM berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat dalam meningkatkan usahanya. UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi bagi negara sehingga harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan, dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keperpihakan terhadap ekonomi masyarakat.1

Dalam Islam, manusia diwajibkan untuk berusaha agar dia mendapatkan rezeki guna memenuhi kebutuhan kehidupannya. Islam juga mengajarkan kepada manusia bahwa Allah maha pemurah sehingga rezekinya sangat luas. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al Mulk ayat 15 :

1Puji Astuti, dkk, Kewirausahaan Dan UMKM (Yayasan Kita Menulis, 2020), 155.

(15)































Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya dan hanya kepadanyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (QS. Al-Mulk:15).2

Berdasarkan surat al-Mulk ayat 15 di atas, menjelaskan bahwa agama Islam menganjurkan kepada manusia untuk berusaha atau bekerja untuk mendapatkan rezeki karena Allah, tidak hanya memberikan rezeki itu kepada kaum muslim saja akan tetapi Allah juga memberi rezeki kepada siapa saja manusia yang bekerja keras. Manusia dapat bekerja apasaja, yang penting tidak melanggar garis-garis yang telah ditentukan oleh Syariah. Mereka bisa melakukan produktivitas produksi seperti pertanian, perkebunan, peternakan, pengolahan makanan dan minuman. Mereka juga dapat melakukan aktivitas distribusi seperti perdagangan atau dalam bidang jasa, seperti transportasi, kesehatan dan sebagainya.3

Dalam hal ini peran UMKM sangat penting dalam pembangunan perekonomian masyarakat sehingga mencerminkan kemajuan kesejahteraan sebagian besar masyarakat Negara Republik Indonesia, mengingat besarnya potensi UMKM yang ditunjukkan oleh keberadaannya sebesar 64.194.057 unit usaha bahkan lebih dengan kegiatan usaha yang mencangkup hampir semua lapangan usaha serta terbesar di seluruh tanah air. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi strategis untuk mendukung peningkatan

2 Kementerian Agama, al Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Mushaf Aisyah, 2015) 67:15.

3 Syafi’i Antonio, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2014), 169.

(16)

produktivitas, penyediaan lapangan kerja yang lebih luas dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat miskin.4

UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung. Pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha yang menyentuh kepentingan masyarakat. Untuk meningkatkan produktivitas UMKM salah satu faktor penunjang yang terpenting adalah ketersediaan modal yang cukup. Kendala permodalan bagi pengusaha kecil, tidak bisa dipenuhi oleh perbankan modern, karena mereka pada umumnya tidak bankable. Padahal bank akan selalu berpegang pada asas bankable untuk memutuskan kreditnya. Hasilnya, banyak UMKM mengalami kesulitan permodalan. Kondisi ini semakin memperlebar jarak antara usaha kecil dan sektor informal dengan industri formal. Untuk itu, diperlukan adanya sistem kredit yang mampu menjangkau lapisan masyarakat terbawah pada saat yang bersamaan mendorong kesiapannya untuk meningkatkan performa usaha.5

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) adalah lembaga keuangan yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman. Lembaga keuangan menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkannya

4 A. Azari,”Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor UMKM Di Indonesia: Pendekatan Correction Model”, Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 12(1), 2021.

5Muhammad Ridwan, Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) (Yogyakarta: UII Press, 2004), 26.

(17)

ke pihak yang kekurangan dana, lembaga keuangan syariah memiliki produk dan jasa yang berkarakteristik diantaranya, peniadaan atas pembebanan bunga yang berkesinambungan, membatasi kegiatan spekulasi yang tidak produktif dan pembiayaan ditunjukkan kepada usaha-usaha yang halal sesuai prinsip syariah sehingga bisa dicapai oleh masyarakat miskin.6

Salah satu dari sekian banyak lembaga keuangan yang mendasarkan seluruh aktivitasnya pada prinsip syariah bebas bunga adalah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) atau yang sering kita kenal dengan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Non Bank yang hadir di tengah-tengah masyarakat saat ini. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) memiliki dua jenis pengertian yaitu Baitul Maal yang mempunyai arti rumah uang dan Baitul Al Tamwil mempunyai arti rumah pembiayaan. Baitul Maal lebih mengarah kepada usaha usaha dan penyaluran dana yang non profit seperti Zakat, Infaq dan Shadaqah yang menjalankan sesuai amanahnya. Ini berfungsi sekaligus pentasyarufan dana sosial yang berperan sama dengan Lembaga Amil Zakat. Sedangkan Baitul Tamwil mempunyai arti bisnis yang lebih mengembangkan usahanya di keuangan dan sebagai penyaluran dan pengumpulan dana yang bersifat keuntungan. Dari pengertian tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) merupakan organisasi bisnis dan juga berperan sosial. Sebagai lembaga sosial, Baitul Maal memiliki kesamaan fungsi dan peran dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Fungsi tersebut paling tidak meliputi upaya pengumpulan dana Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf, dan

6Siti Komalasari, “Peran BMT Al-Ikhwan Dalam Mendukung Pengembangan UMKM Produktif Di Desa Suralaga, Lombok Timur”, (Skripsi: FSEI, UIN Mataram, 2018), 2-3

(18)

sumber dana-dana sosial yang lain dan menyalurkannya kepada yang berhak atau yang membutuhkan.7

Dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Hadid ayat 11 :



Artinya : “Barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya dan baginya pahala yang mulia” (QS. al – Hadid :11)8 Ayat di atas menyerukan kepada manusia untuk meminjamkan kepada Allah artinya membelanjakan harta di jalan Allah. Sama dengan meminjamkan kepada Allah, kita diseru untuk meminjamkan kepada sesama manusia sebagian dari kehidupan bermasyarakat (civil society).9 Maka dari itu lembaga keuangan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) sangat tepat sebagai alternatif masyarakat kecil untuk mendapatkan modal, yang mana didalamnya bebas bunga sehingga meringankan terhadap para masyarakat untuk memulai usahanya.

Penelitian ini mengambil objek di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri adalah Lembaga Keuangan Syariah yang memperhatikan kaidah-kaidah syariah muamalah. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri terletak di Jl. Jember-Bondowoso, RT//002//RW//001, Gambangan, Maesan, Bondowoso. Lembaga ini mempunyai tujuan untuk membantu kepada masyarakat yang membutuhkan

7Darmawan dan Muhammad Iqbal Fasa, Manajemen Lembaga Keuangan Syariah (Komplek Fakultas Teknik UNY Yogyakarta), 195.

8 Kementerian Agama, al Qur’an dan Terjemahnya, 11

9 Antonio, Bank Syariah, 132.

(19)

pembiayaan sebagai penambahan modal dalam mengembangkan usahanya.

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri sebagai lembaga yang berorientasi profit harus memiliki strategi yang bisa memberikan daya saing.

Selain itu, lembaga keuangan ini berdiri diatas naungan pondok pesantren.

Jadi, lembaga ini benar-benar dikelola berdasarkan nilai-nilai Islam.

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan ini sangat kompeten, dilihat dari visi dan misi yang diusung yaitu visi : menjadi lembaga keuangan syariah yang amanah, tangguh, profesional dan mampu memberikan pelayanan prima dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Sedangkan misi dari BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri: mengelola koperasi dan unit usaha secara profesional dengan menerapkan prinsip “Good Corporate Governance”

untuk menciptakan kesejahteraan anggota, meningkatkan pelayanan dan peran serta pengembangan koperasi ke arah yang lebih maju dan produktif dalam mewujudkan penerapan syariah kaffah, meningkatkan pembinaan anggota sebagai edukasi menuju koperasi yang berkualitas, membangun kemitraan dengan pihak lain dalam pengembangan koperasi, mengembangkan kepedulian sosial.10

Berdirinya BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri merupakan upaya dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang ada di daerah Maesan. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri merupakan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) yang sudah terbukti mampu memberikan kontribusi

10www.bmtmaslahah.co.id. 11 November 2020.

(20)

dan terlibat langsung terhadap ekonomi masyarakat kecil menengah. Bentuk realisasinya dengan adanya pemenuhan dana untuk masyarakat yang memiliki tingkat perekonomian menengah ke bawah dan memiliki modal produktif.

Bisa dilihat dari peralihan pedagang pasar dalam melakukan transaksi keuangan yang awalnya melalui jasa rentenir beralih ke jasa BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan. Sampai saat ini sudah 1.400 UMKM yang sudah mengajukan pembiayaan di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan sebagai tambahan modal usahanya.11 Dari jumlah yang sudah mencapai 1.400 UMKM itu ada yang mengalami macet, ada yang mengalami produktif, dan ada yang masih tahap pengembangan seperti yang ada pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1.1

Jumlah Binaan UMKM

BMT Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso

NO UMKM JUMLAH

1 Produktif 843 UMKM

2 Macet 358 UMKM

3 Pengembangan 200 UMKM

Sumber: Buku Laporan BMT Maslahah Sidogiri

Dari data tersebut menunjukkan bahwa BMT Maslahah Sidogiri mampu bersaing dengan bank-bank konvensional disekitarnya. Karena di daerah Maesan BMT Maslahah Sidogiri menjadi satu-satunya lembaga keuangan syariah. Sehingga mendapatkan banyak sekali respon positif dari masyarakat sekitar karena mampu bersaing dengan bank-bank konvensional.12

11 Buku Laporan BMT Maslahah Sidogiri Capem Maesan.

12 Lutfi Hakim, wawancara, Bondowoso, 15 Desember 2020

(21)

Atas dasar latar belakang tersebut, maka penelitian ini mengambil judul “PERAN BMT (BAITUL MAAL WAT TAMWIL) DALAM MENGEMBANGKAN PRODUKTIVITAS UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) DI BMT MASLAHAH SIDOGIRI CAPEM MAESAN BONDOWOSO”.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan perumusan hal yang sangat penting di dalam suatu penelitian, karena masalah merupakan objek yang hendak diteliti yang masih bersifat sementara dan dikembangkan setelah peneliti masuk kelapangan atau situasi sosial tertentu.

Maka dalam penelitian apapun, fokus penelitian harus secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional, yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini sebagai berikut :13 1. Bagaimana produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat

Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso?

2. Bagaimana peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan Bondowoso?

C. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian adalah menemukan, mengembangkan dan membuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum ada atau belum diketahui. Maka penelitian dapat menemukan pemahaman luas

13 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 48.

(22)

dan mendalam terhadap situasi sosial yang kompleks, memahami interaksi dalam situasi sosial tersebut.14

Sehubungan dengan deskripsi di atas, maka peneliti ini memiliki tujuan yang ingin dicapai di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan Bondowoso.

2. Untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan.

D. Manfaat Penelitian

Setiap aktifitas yang dilakukan manusia tentunya memiliki tujuan, yang tentunya tidak lepas dari manfaat dari apa yang telah dilakukannya. Oleh karena itu, dari beberapa komponen yang ada di atas, perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah diangkat akan memberi manfaat, diantarnya sebagai berikut :

1. Secara Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi masukan serta referensi pembaca ataupun peneliti selanjutnya tentang pengembangan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) serta memberikan wawasan pengetahuan tentang BMT (Baitul Maal Wat Tamwil).

14 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 9.

(23)

2. Secara Praktis

Setelah diadakan hasil penelitian di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso secara praktis diharapkan dapat bermanfaat:

a. Bagi peneliti. Sebagai langkah awal untuk mengasah kemampuan dalam melakukan kajian ilmiah sehingga dapat menambah wawasan dan pengalaman yang berharga.

b. Bagi Institut Agama Islam Negeri Jember (IAIN). Penelitian ini sangat berguna terutama untuk pengembangan ilmu, dan sebagai referensi kepustakaan.

c. Bagi tempat penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri agar lebih berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

d. Bagi masyarakat umum. Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam memberikan pembiayaan sebagai bantuan modal para pemilik UMKM.

E. Definisi Istilah

Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah yang menjadi fokus perhatian peneliti dalam judul penelitian. Hal ini dimaksud agar tidak terjadi

(24)

kerancuan maupun kesalahpahaman dalam memahami makna istilah yang ada.15 Adapun istilah yang perlu ditegaskan:

1. Peran

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, peran adalah beberapa tingkah laku yang di harapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat dan harus dilaksanakan. Dengan kata lain seseorang dapat dikatakan memainkan perannya apabila memiliki status di masyarakat.

peran tidak dapat dipisahkan dengan status. Selain itu, peran merupakan kegiatan sehari-hari yang memiliki kegunaan sehingga menimbulkann efek.16

2. BMT (Baitul Maal Waat Tamwil)

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) atau Balai Usaha Mandiri Terpadu, adalah Lembaga Keuangan Mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis Usaha Mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin, ditumbuhkan atas prakarsa dan modal awal dari tokoh- tokoh masyarakat setempat dengan berlandaskan sistem ekonomi yang keselamatan (keadilan), kedamaian dan kesejahteraan. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) sendiri dari namanya mempunyai dua fungsi, fungsi utama, yaitu Baitul Tamwil (rumah pengembangan harta), melakukan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil, antara lain dengan

15Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 51

16 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), 667

(25)

mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonomi. Fungsi yang kedua Baitul Maal (rumah harta), menerima titipan dana Zakat, Infaq, Sedekah dan mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.17

3. Produktivitas

Produk adalah hasil (output a thing produced), produksi kegiatan atau proses memproduksi sesuatu (the act producing). Produktivitas merupakan perilaku yang ditampilkan oleh individu atau kelompok.

Ditinjau dari segi keprilakuan, kepribadian seseorang sering menempatkan dirinya dalam berbagai bentuk sikap, cara berfikir dan cara bertindak berbagai hal yang mempengaruhi kepribadian seseorang/organisasi yang tercermin dalam perilakunya yang pada gilirannya akan berpengaruh pada kinerja.18

4. UMKM (Usaha Mikro Kecil, dan Menengah)

UMKM adalah suatu bentuk usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha yang biasanya bergerak dalam ruang lingkup kegiatan perdagangan yang memiliki ciri-ciri dan karakteristik berbeda- beda.

a. Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

17Rudi Hermawan, Buku Ajar Hukum Ekonomi Islam (Duta Media Publising, 2017), 51.

18Desi Rahmawati,” Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PR Fajar Berlian Tulungagung”. Jurnal Universitas Tulungagung Bonoworo, Vol. 1 (1) (2013), 8.

(26)

b. Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

c. Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini.19

Berdasarkan definisi istilah yang sudah dipaparkan di atas, penulis bermaksud untuk meneliti tentang peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan Bondowoso. Oleh karena itu, UMKM di Maesan sangatlah rendah dalam bidang usaha kecil dan menengah dengan adanya peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri ini

19 Dewi Anggraini, “Peranan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi pengembangan UMKM di Kota Medan Studi Kasus Bank BRI”, Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, Vol. 1 (3) ( 2013), 108-110.

(27)

masyarakat berharap UMKM di Maesan sudah bisa menyaingi UMKM yang ada di daerah lainnya.

F. Sistematika Pembahasan

BAB I pendahuluan, yang berisi latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, metode penelitian, serta sistematika pembahasan.

BAB II kajian kepustakaan, yang berisi tentang ringkasan kajian terdahulu yang memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan pada saat ini serta memuat tentang kajian teori.

BAB III metode penelitian, yang berisi tentang metode yang digunakan peneliti yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, sumber data, metode pengumpulan data, keabsahan data, dan terakhir tehapan tahapan penelitian.

BAB IV hasil penelitian yang berisi tentang inti atau hasil penelitian, objek penelitian, penyajian data, analisis data, dan pembahasan temuan.

BAB V kesimpulan dan saran, yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang dilengkapi dengan saran dari penelitian.

(28)

BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN

A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang sudah dilakukan, kemudian membuat ringkasannya baik peneliti yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang dilakukan.20

Adapun penelitian terdahulu terkait penelitian ini yakni :

1. Enden Khairunnisa Ulfah, 2015. Strategi BMT Al-Falah Kabupaten Cirebon Dalam Pemberdayaan UKM. Skripsi, Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam (FSEI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah strategi BMT Al-Falah Kabupaten Cirebon dalam pemberdayaan UKM adalah bagus, karena itu penelitian ini berkeinginan untuk mengetahui aplikasi strategi pemberdayaan BMT Al-Falah sehingga menjadi sebuah program yang mampu mewujudkan kesejahteraan umat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data gabungan (triangulasi). Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa pemberdayaan bukanlah program yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu singkat atau bersifat temporer.

20Tim Penyusun, Pedoman Karya Ilmiah IAIN Jember, 39.

(29)

Pemberdayaan harus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan terus mengembangkan jenis-jenis kegiatan yang paling tepat untuk suatu komunitas. Strategi pemberdayaan UKM BMT Al-Falah sudah dikatakan baik, karena dalam program pemberdayaannya tidak hanya melalui pendanaan saja melainkan dengan pendampingan, pembinaan dan pelatihan yang profesional (ahli) dan terampil.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada fokus penelitian, dan kajian teori. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan fokus penelitian dari penelitian ini yaitu strategi BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Falah Kabupaten Cirebon dalam pemberdayaan UKM adalah bagus, karena itu penelitian ini berkeinginan untuk mengetahui aplikasi strategi pemberdayaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Falah sehingga menjadi sebuah program yang mampu mewujudkan kesejahteraan umat. Adapun kajian teori dari penelitian yang dilakukan yaitu menjelaskan tentang peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM. Sedangkan kajian teori dari penelitian ini yaitu menjelaskan tentang strategi BMT (Baitul Maal Wat Tamwil).

Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan

(30)

terletak pada metode penelitian yang mana metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. 21

2. Erviana Zahrotul Layla. 2016, Peran Pembiayaan Bai’bitsaman Ajil Bagi Pengembangan Usaha di BMT Agritama Blitar. Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembiayaan BBA serta hasil sebelum dan sesudah memperoleh pembiayaan BBA bagi pengembangan usaha mikro. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukan bahwa peran pembiayaan BBA bagi pengembangan usaha mikro yaitu: (1) peran pembiyaan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi nasabah di antaranya (a) peran motivator yaitu BMT mendorong nasabah untuk mengembangan potensi dalam masalah masalah yang dihadapi (b) peran fasilitator yaitu BMT menyiapkan serta menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh nasabah (c) peran katalisator yaitu BMT menghubungkan pembeli dan pemilik barang, membantu dalam hal permodalan usaha mikro. (2) perkembangan usaha nasabah berkembang dengan sangat baik, hal itu terbukti dengan bertambahnya pendapatan juga aset setiap informan.

21 Enden Khairunnisa Ulfah, “Strategi BMT Al-Falah Kabupaten Cirebon Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah”, (Skripsi: FSEI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2015).

(31)

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan terletak pada fokus penelitian dan kajian teori. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan penelitian ini fokusnya adalah untuk mengetahui peran pembiayaan BBA serta hasil sebelum dan sesudah memperoleh pembiayaan BBA bagi pengembangan usaha mikro. Adapun kajian teori dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan yaitu menjelaskan tentang BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM.

Sedangkan dari penelitian ini menjelaskan tentang pembiayaan bai’bitsaman ajil bagi pengembangan usaha.Adapun persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengen jenis penelitian deskriptif.22

3. Siti Badriah, 2017. Peran BMT Kube Sejahtera Unit 006 dalam pengembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa.

Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu. Dalam penelitian ini yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran BMT Kube dalam

22 Erviana Zahrotul Layla, “Peran Pembiayaan Bai’bitsaman Ajil Bagi Pengembangan Usaha di BMT Agritama Blitar”, (Skripsi: FEBI, IAIN Tulungagung, 2016).

(32)

pengembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa, untuk mengetahui perkembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan penelitian lapangan (field research) tentang peran BMT Kube Sejahtera Unit 006 dalam pengembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukan bahwa peran BMT Kube Sejahtera Unit 006 cukup berperan aktif dalam mengurangi ketergantungan rentenir pada anggota dengan memberikan pembiayaan, dalam bentuk simpanan dan pinjaman, serta memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap usaha anggota. Sedangkan dari segi perkembangan UKM dapat dikatakan cukup baik dalam memberikan pinjaman modal sehingga pendapatan dan keuntungan usaha anggota meningkat. Namun dari segi pemberian pinjaman BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) mengalami kesulitan karena keterbatasan sumber modal dalam memenuhi permintaan plafond (kredit) pinjaman bagi anggota.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan yaitu terletak pada fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso. Sedangkan penelitian ini

(33)

fokusnya adalah untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Kube dalam pengembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa, untuk mengetahui perkembangan UKM di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa. Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian, analisis data dan kajian teori yang mana penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.23

4. Nandy Hamzah, 2017. Peranan BMT Dalam Pemberdayaan UKM (Studi Deskriptif BMT Di Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar).

Skripsi, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati. Tujuan penelitian ini adalah agar masyarakat khususnya UKM dapat meningkatkan perekonomiannya. Fokus pemberdayaan yang dilakukan oleh BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur Desa Balokang Kecamatan Banjar yaitu lebih menekankan kepada pengusaha UKM melalui usaha dan program yang ada di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur Desa Balokang Kecamatan Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan jenis data kualitatif.

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa peranan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur Desa Balokang Kecamatan Banjar dalam pemberdayaan UKM dianggap baik. Peranan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur Desa Balokang Kecamatan Banjar dalam upaya pemberdayaannya bertujuan untuk meningkatkan

23 Siti Badriah, “Peran BMT Kube Sejahtera Unit 006 Dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah Di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa”, (Skripsi: FEBI, IAIN Bengkulu, 2017).

(34)

kesejahteraan ekonomi UKM. Terlihat dari peningkatan ekonomi bagi pengusaha UKM dalam pendapatannya selalu meningkat dan dari partisipasi nasabah yang andil dalam memberikan kontribusi ke pihak BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur Desa Balokang Kecamatan Banjar untuk selalu menabung, meminjam kembali, dan melakukan kerjasama bagi keberlangsungan hidup masyarakat dengan layak dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada kajian teori dan fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowos. Sedangkan penelitian ini fokusnya adalah untuk mengetahui program BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur dalam proses pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk mengetahui upaya yang dilakukan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur dalam proses pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan yang dicapai BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nur dalam proses pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Adapun kajian teori dari penelitian yang dilakukan yaitu menjelaskan tentang BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM.

(35)

Sedangkan dari penelitian ini menjelaskan pemberdayaan UMKM.

Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian menggunakan jenis deskriptif.24 5. Mirza Dwi Annisa, 2017. Analisis Produk Mudharabah Terhadap

Peningkatan Produktivitas Usaha Mikro (Studi Pada Nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Fajar Metro Pusat Lampung). Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Unversitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana perkembangan serta hambatan minimnya nasabah pada produk mudharabah dalam peningkatan produktivitas Usaha Mikro dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Fajar Metro Pusat Lampung. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian lapangan yang dianalisis dengan analisis deskriptif dan menggunakan metode kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa untuk perkembangan produk mudharabah sendiri terus mengalami perkembangan hingga saat ini meskipun mengalami fluktuasi dari jumlah nasabah dari tahun ke tahun. Dengan sedikitnya jumlah nasabah disebabkan adanya hambatan pada pembiayaan mudharabah dengan sangat tingginya resiko yang kemungkinan akan terjadi merupakan salah satu alasan atau hambatan terkuat yang ada pada

24 Nandy Hamzah, “Peranan Baitul Maal Wat Tamwil Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah (Studi Deskriptif Baitul Maal Wat Tamwil Di Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar)”, (Skripsi: Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Jati, 2017).

(36)

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) maupun Lembaga Keuangan Syariah lainnya.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada kajian teori dan fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan penelitian ini fokusnya adalah bagaimana perkembangan serta apa yang menjadi hambatan minimnya nasabah pada produk mudharabah dalam peningkatan produktivitas Usaha Mikro dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Fajar Metro Pusat Lampung. Adapun kajian teori dari penelitian yang dilakukan yaitu menjelaskan tentang BMT (Baitul Mal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM. Sedangkan kajian teori dari penelitian ini yaitu tinjauan umum produk mudharabah. Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan jenis deskriptif.25

25 Mirza Dwi Annisa, “Analisis Produk Mudharabah Terhadap Peningkatan Produktivitas Usaha Mikro (Studi Pada Nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Fajar Metro Pusat Lampung)”, (Skripsi: FEBI, UIN Raden Intan Lampung, 2017).

(37)

6. Sam’un Hudri. 2018, Peran BMT Al-Hasan Mitra Umat Dalam Menunjang Perkembangan Sektor UKM Di Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji. Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Hasan Mitra Umat dalam menunjang perkembangan sektor UKM serta bagaimana perkembangan usaha nasabah pasca memperoleh pembiayaan dari BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Hasan Mitra Umat di Desa Tanjung Kecamatan Labuan Haji. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Hasan Mitra Umat sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan berkembangnya berbagai jenis usaha nasabah yang dibiayai walaupun laju perkembangan usaha nasabah berbeda beda.

Hal ini tergantung jenis usaha, pesaing, serta lokasi usaha yang mereka jalankan. Akan tetapi pihak BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) terus berusaha melakukan pembinaan usaha secara maksimal demi terwujudnya bisnis yang maju dan insani.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada fokus penelitian dan kajian teori. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil)

(38)

Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan penelitian ini fokusnya adalah untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Hasan Mitra Umat dalam menunjang perkembangan sektor UKM serta perkembangan usaha nasabah pasca memperoleh pembiayaan dari BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Hasan Mitra Umat di Desa Tanjung Kecamatan Labuan Haji. Adapun kajian teori dari penelitian yang dilakukan adalah menjelaskan tentang BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM. Sedangkan dari kajian teori dari penelitian ini yaitu menjelaskan tentang BMT, UKM, dan pembiayaan. Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. 26

7. Siti Komalasari, 2018. Peran BMT Al-Ikhwan Dalam Mendukung Pengembangan UMKM Produktif Di Desa Suralaga Lombok Timur.

Skripsi, Fakultas Syari’ah Dan Ekonomi Islam (FSEI), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus adalah peran dan kendala BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) dalam mendukung pengembangan UMKM produktif di Desa Suralaga Lombok Timur.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan

26 Sam’un Hudri, “Peran BMT Al-Hasan Mitra Umat Dalam Menunjang Perkembangan Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) Di Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji”, (Skripsi: FEBI, UIN Mataram, 2018)

(39)

menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dengan pengurus BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Ikhwan Suralaga. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa keberadaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) memang sangat strategis, demi terangkatnya ekonomi rakyat kecil, dalam hal ini peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) dalam mendukung pengembangan UMKM berposisi sebagai penyandang dana atau modal yang kemudian disalurkan kepada anggota BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Ikhwan yang masih membutuhkan dana sebagai modal usaha. Dalam hal ini BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Al-Ikhwan juga tidak terlepas dari beberapa kendala yang bersifat internal maupun eksternal.

Perbedaan dari penelitian ini dengan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu terletak pada fokus penelitian,kajian teori. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan dari penelitian ini adalah peran dan kendala BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) dalam mendukung pengembangan UMKM produktif di Desa Suralaga Lombok Timur. Adapun kajian teori dari penelitian ini tidak menjelasakan tentang produktivitas. Sedangkan dari penelitian yang dilakukan menjelaskan produktivitas. Adapun persamaan dari penelitian

(40)

ini dengan penelitian yang dilakukan yaitu terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penlitian deskriptif.27

8. Fahmi Hudhaibi Fa’iz, 2018. Peran Pembiayaan Mudharabah Pada BMT NU Jombang Untuk Meningkatkan Perkembangan UMKM. Skripsi, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) NU Jombang untuk mengembangkan UMKM. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) NU Jombang dalam mengembangkan UMKM sudah sangat baik, hal ini dibuktikan dengan dibukanya lapangan pekerjaan di berbagai sektor untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat kecil yang kurang mampu. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) NU Jombang sangatlah berperan penting bagi para nasabah dengan adanya BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) NU Jombang nasabah mengaku senang dan nasabah kini bisa mengajukan pembiayaan mudharabah untuk mengembangkan usahanya atau untuk membuka usaha baru.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada kajian teori dan fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus

27 Siti Komalasari, “Peran BMT Al-Ikhwan Dalam Mendukung Pengembangan UMKM Produktif Di Desa Suralaga, Lombok Timur”, (Skripsi: FSEI, UIN Mataram, 2018).

(41)

penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan fokus penelitian dari penelitian ini adalah mengetahui tentang peran BMT NU Jombang untuk mengembangkan UMKM. Adapun kajian teori dari penelitian ini tidak menjelasakan tentang produktivitas.

Sedangkan dari penelitian yang dilakukan menjelaskan produktivitas.

Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. 28

9. Moch Sultonul Arifin, 2018. Peran BMT Pemberdayaan Usaha Mandiri Abadi (PUMA) Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Di Wilayah Kelurahan Brebek, Waru, Sidoarjo. Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) PUMA dalam perkembangan usaha mikro.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yakni penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang dengan menyajikan data, menganalisis data, dan menginterpretasikan. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan

28 Fahmi Hudhaibi Fa’iz, “Peran Pembiayaan Mudharabah Pada BMT NU Jombang Untuk Meningkatkan Perkembangan UMKM”, (Skripsi: Fakultas Syari’ah, IAIN Kediri, 2018).

(42)

oleh peneliti menunjukkan bahwa peran BMT PUMA dalam perkembangan Usaha Mikro Kecil di kelurahan Brebek, Waru, Sidoarjo terdiri dari menghindari praktek riba, menanamkan jiwa wirausaha, mengadakan pembinaan dan pelatihan, menyediakan modal atau pembiayaan, melakukan pendampingan dan pengawasan serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Wujud dari peran yang dilakukan oleh BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) PUMA belum cukup optimal dikarenakan masih minimnya ketersediaan dana operasional dan kurangnya keahlian khusus pada pegawai serta kurang efektifnya oleh pihak BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) PUMA.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada kajian teori dan juga fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan fokus penelitian dari penelitian ini adalah peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) PUMA dalam perkembangan Usaha Mikro. Adapun kajian teori dari penelitian yang dilakukan adalah menjelaskan tentang BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), produktivitas dan UMKM. Sedangkan dari penelitian ini lebih terfokus kepada konsep perkembangan usaha mikro. Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

(43)

dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.29

10. Muhammad Nur Amin, 2019. Peranan BMT Dalam Pemberdayaan UMKM (Studi Kasus Pada BMT UB Amanah Syari’ah Lau Dendang).

Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara. Dalam penelitian ini tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui tentang peran BMT UB Amanah Syari’ah dalam pemberdayaan usaha UMKM di desa Lau Dendang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) UB Amanah Syari’ah dalam pemberdayaan UMKM di desa Lau Dendang sudah maksimal, hal ini dibuktikan dengan dibukanya lapangan pekerjaan di berbagai sektor untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat kecil atau kurang mampu.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada kajian teori dan fokus penelitian. Maksudnya yaitu fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui produktivitas UMKM di bawah binaan BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri Capem Maesan, Bondowoso, dan untuk mengetahui

29 Moch Sultonul Arifin, “Peran BMT Pemberdayaan Usaha Mandiri Abadi (PUMA) Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Di Wilayah Kelurahan Brebek, Waru, Sidoarjo”, (Skripsi: FEBI, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018).

(44)

peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Maslahah Sidogiri dalam mengembangkan produktivitas UMKM di Maesan, Bondowoso.

Sedangkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang peran BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) UB Amanah Syari’ah dalam pemberdayaan usaha UMKM di desa Lau Dendang. Adapun kajian teori dari penelitian ini tidak menjelasakan tentang produktivitas. Sedangkan dari penelitian yang akan dilakukan menjelaskan produktivitas. Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang mana penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.30

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu

NO PENELITI JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN

1. Enden Khairunnisa Ulfah

Strategi BMT Al- Falah Kabupaten Cirebon Dalam Pemberdayaan UKM.

Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan terletak pada metode penelitian yang digunakan dan analisis yang digunakan.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan terletak pada kajian teori, fokus penelitian, dan membahas strategi BMT bukan peran BMT

2. Erviana Zahrotul Layla

Peran Pembiayaan Bai’bitsaman Ajil Bagi

Pengembangan Usaha Di BMT Agritama Blitar.

Persamaan penelitian ini dengan

penelitianyang akan dilakukan terletak pada metode penelitian yang digunakan dan

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada fokus penelitian, kajian teori yang

membahas

30 Muhammad Nur Amin, “Peranan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Studi Kasus Pada BMT UB Amanah Syari’ah Lau Dendang)”, (Skripsi: FEBI, UIN-SU, 2019).

(45)

analisis yang digunakan.

pembiayaan Bai’bitsaman.

3. Siti Badriah. Peran BMT Kube Sejahtera Unit 006 Dalam

Pengembangan UKM Di Desa Sunda Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa.

Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan terletak pada metode penelitian yang digunakan, jenis penelitian yang digunakan, Teknik penelitian yang digunakan, dan kajian teori

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan terletak pada fokus

penelitian, dan pembahsan yang mana penelitian terdahulu membahas

pengembangannya sedangkan

penelitian yang dilakukan membahas pengembangan produktivitas.

4. Nandy Hamzah Peranan Baitul Maal Wat Tamwil Dalam

Pemberdayaan UKM (Studi Deskriptif Baitul Maal Wat Tamwil Di Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar).

Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan terletak pada metode penelitian yang digunakan, dan analisis yang digunakan.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada fokus penelitian, kajian teori yang

membahas

pemberdayaan tidak membahas

produktivitas UMKM.

5. Mirza Dwi Annisa

Analisis Produk Mudharabah Terhadap Peningkatan

Produktivitas Usaha Mikro (Studi Pada Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiayaan

Syariah (KSPPS) BMT Fajar Metro Pusat Lampung).

Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada metode penelitian yang digunakan, analisis yang digunakan.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terletak pada fokus penelitian, kajian teori yang lebih membahas produk mudharabah.

6. Sam’un Hudri. Peran BMT Al- Hasan Mitra Umat

Persamaan dari penelitian ini

Perbedaan dari penelitian ini

Gambar

Tabel 2.2  Penelitian Terdahulu
Tabel 4.3  Hasil analisis data

Referensi

Dokumen terkait

yang dilakukan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Tumang dan respon. masyarakat Jrakah, Kecamatan Selo,

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pelaksanaan perjanjian pembiayaan dengan prinsip Musyarakah pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Insan Kamil, penanganan

Karena karakternya Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dapat menjadi lembaga altenatif untuk program pengentasan kemiskinan dan menjadi pilihan sebagai Lembaga Keuangan

Karena karakternya Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dapat menjadi lembaga altenatif untuk program pengentasan kemiskinan dan menjadi pilihan sebagai Lembaga Keuangan

yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “PERAN KOPERASI BMT (BAITUL MAAL WAT TAMWIL) AMANAH MADINA

Skripsi dengan judul “Kesenjangan Antara Harapan Dan Persepsi Nasabah Terhadap Pembiayaan Musyarakah di BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Ummatan Wasathan Tulungagung Dan BTM

102 ATAS PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BMT ( BAITUL MAAL WA TAMWIL ) (Studi kasus pada BMT Sidogiri cabang Wirolegi, KJKS BMT Bina Tanjung dan Koperasi Jasa keuangan syariah

Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: “Efektivitas Peran Baitul maal Wat Tamwil dalam Meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah